Disclaimer: Super Junior hanya milik mereka sendiri, SMent, dan Tuhan semata.
Chara: Cho Kyuhyun, other members of Super Junior and more (SMEnt's Artist)
Genre: Friendship, Romance
Rated: T+
Summary: Cho Kyuhyun, murid pindahan yang pintar dan pendiam, dimana di sekolah barunya ia mempunyai banyak masalah dengan para geng yankee (berandalan). First fic about Cho Kyuhyun ^^. Don't like, don't read, ya.
Warning: Abal, Typo(s), Maksa, OOC, Penuh dengan perkelahian dan kekerasan, AU, Tokoh bisa bertambah di setiap chapternya.
Author's song list: Majisuka Rock n Roll – AKB48, There Was Nothing and Can't Let Go of You – 49 Days OST
Enjoy this! XD
.
.
Me vs Yankee
.
.
Chapter 4: The Chinese Boy, Tan Hangeng
Cho Kyuhyun's home
Kyuhyun nampak sibuk pagi ini. Seperti biasa, ia akan pergi ke sekolah. Nampak ia sedang merapikan seragamnya dan menyiapkan buku-buku yang akan ia bawa. Sementara di bawah, sang kakak—Cho Ahra—sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk dirinya serta adik satu-satunya itu. Ya... Kyuhyun hanya tinggal bersama kakaknya di Seoul setelah orangtuanya bercerai. Ibunya kini tinggal di luar negeri karena pekerjaannya, sedangkan ayahnya entah sekarang berada dimana.
Kyuhyun memagut bayangannya di cermin yang tingginya hampir sama dengannya itu. Dengan cepat ia menyambar jas almamater berwarna hitamnya yang tersampir di kursi belajarnya. Ia kenakan jas itu sambil bercermin. Tak lupa ia kencangkan juga dasinya. Tapi, baru saja sibuk bercermin, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang tergantung di lehernya. Ekspresi wajah Kyuhyun berubah seketika itu juga. Ia menatap nanar benda berwarna perak di lehernya itu.
Sebuah kalung dengan bandul berbentuk abjad 'K' dan 'C'.
Ia terpaku sejenak pada kalung tersebut. Perlahan, satu tangannya meraba leher beserta kalung perak itu. Kalung perak itu... menyimpan kenangan manis... juga pedih bagi Kyuhyun. Kalung perak yang sudah lama bertengger di lehernya itu. Entah kenapa... tiba-tiba dadanya terasa nyeri. Kyuhyun mengernyit sambil menundukkan kepalanya sedikit. Tatapannya menatap lantai dengan tatapan pedih. Perlahan, tangannya yang tadi meraba lehernya kini meremat kerah seragamnya dengan erat beserta kalung tersebut.
"Kyuhyun-ah! Sarapan sudah siap dari tadi, lho!"
Kyuhyun tersentak mendengar suara kakak perempuannya memanggil. Dia sedikit gelagapan dan terburu-buru. Segera ia masukkan kalung perak itu di balik kerah seragamnya, menyambar tas selempangnya dan turun menuju ruang makan.
.
.
Neul Param High School
Kyuhyun berjalan memasuki gerbang sekolah bersamaan dengan murid-murid lain yang kebetulan datang bersamaan dengannya. Beberapa di antara mereka berlarian, bercengkerama bersama teman-temannya. Sementara Kyuhyun hanya berjalan dengan tempo sedang sambil menatap ke arah depan. Tatapannya seperti biasa. Terlihat datar dan... sedikit kosong.
"Yo! Kyuhyun-ah!"
Tiba-tiba dari belakang, seseorang berlari ke arah Kyuhyun dan menepuk pundaknya. Refleks, Kyuhyun pun tersentak dan menoleh.
"Donghae hyung...?" Tanyanya. Donghae tersenyum dan memberi salam dengan meletakkan dua jarinya di jidat.
"Kau ini... pagi-pagi kenapa sudah melamun begitu, sih?" Tanya Donghae. Kyuhyun hanya memaksakan senyum tipis.
"Aigoo!" Tiba-tiba Donghae teringat sesuatu. "Aiish... aku baru ingat kalau hari ini ada PR! Ck! Aku harus cepat-cepat menyalin punya teman!" Katanya entah pada siapa. "Kyuhyun-ah! Aku duluan, ya? Ini gawat darurat!" Lanjutnya dan segera meninggalkan Kyuhyun sambil melambai. Kyuhyun membalas lambaian itu setengah-setengah. Ia sedikit heran dengan kakak kelasnya itu. Ia hanya menghela napas heran sambil menggeleng.
Donghae terlihat buru-buru berlari menuju kelasnya. Seragamnya yang tidak dimasukkan dan jas almamaternya yang tidak dikancingkan berkelebat-kelebat tertiup angin. Entah sudah berapa kali ia menabrak orang-orang yang berseliweran di koridor sekolah. Tapi, siapa yang berani melawannya. Begini-begini, sifat yankee Donghae masih mendarah daging!
Donghae dengan cepat berbelok dan menaikki tangga menuju kelasnya. Tapi, saat akan menaikki anak tangga yang lain, tak sengaja ia menabrak seseorang yang berjalan menuruni tangga.
"Ya! Kalau jalan pakai matamu!" Bentaknya kesal. Sementara itu, orang yang ia bentak pun menoleh. Terlihat seorang pemuda berambut hitam dengan dengan headband berwarna senada bertengger di kepalanya dan beberapa aksesoris semacam rerantaian tergantung di celananya. Seragamnya dikeluarkan dan jas almamaternya tidak dikancingkan. Wajahnya dingin dan sengak.
"Aku tak peduli dengan kata-katamu. Bukankah itu salahmu sendiri karena berjalan dengan tergesa-gesa... Lee Donghae?" Balas pemuda itu sambil tersenyum sinis. Donghae mati kutu saat itu juga. Ia ingin membalas, tapi tidak ada kata-kata yang mau keluar dari mulutnya. Alhasil, ia hanya bsia menggeram sambil mengeratkan kepalan tangannya.
Sementara Donghae menahan amarahnya, pemuda berpenampilan serba hitam itu pun berjalan menuruni tangga sambil menyembunyikan kedua telapak tangannya di dalam saku celana. Tatapannya tajam menatap lurus ke depan.
.
.
Kyuhyun nampak sedang berada di ruang OSIS. Ia harus mengumpulkan berkas-berkas yang ia selesaikan tempo hari. Sebenarnya, berkas-berkas yang ia kerjakan memang banyak dan nyaris tak ada waktu. Tapi, sang ketua OSIS, Choi Siwon yang kebetulan adalah tetangganya, dengan senang hati memberikan bantuan kepadanya. Walaupun Kyuhyun sedikit gengsi dan malu-malu, ia pun menerima bantuan itu karena desakan dari Siwon juga. Kyuhyun menaruh berkas-berkas itu di meja dan meninggalkan sebuah notes kecil. Ia mendesah puas karena sudah menyelesaikan tugasnya tepat waktu.
Kyuhyun segera keluar dan menutup pintu. Tapi, saat berbalik, ia mendapati Siwon hendak masuk juga ke ruang OSIS. Kyuhyun tercekat saat itu juga.
"Kyuhyun? Sedang apa kau di sini?" Tanya Siwon ramah. Kyuhyun terdiam. Beginilah kebiasaan Kyuhyun jika tiba-tiba bertemu dengan Siwon. Ia akan bingung dan gugup. Matanya bergerak-gerak tegang. Mendadak, ia jadi malu-malu. Wajahnya merona merah. Alhasil, ia hanya bisa menundukkan kepala. Juga... jantungnya tiba-tiba berdegub lebih kencang. Ada apa ini?
"Kyuhyun-ah...?" Ulang Siwon sambil mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun, berusaha melihat ekspresi adik kelasnya itu. Kyuhyun tercekat saat mendapati wajah Siwon mendekatinya.
"A-aniyo, hyung! A-aku duluan, ya?" Gagapnya. Kyuhyun pun membungkuk sedikit dan langsung menyelonong pergi dari hadapan Siwon. Membuat pemuda karismatik itu mengernyit heran.
Kyuhyun berlari dan berbelok di persimpangan koridor. Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiannya karena bertemu lagi dengan Siwon... orang yang diam-diam ia sukai. Sambil berlalu, Kyuhyun menyunggingkan senyum gemas.
.
.
Tan Hangeng terdiam di halaman belakang sekolah. Angin semilir berhembus, menerbangkan helai-helai rambut hitamnya. Ia melepas headband hitamnya. Matanya tajam menatap lurus ke depan. Ia teringat beberapa minggu yang lalu... saat ia berhasil dijatuhkan dengan mudah oleh geng 'Black Dragon' yang terkenal paling kuat dan paling berbahaya. Hangeng memang berniat menjatuhkan mereka semua, tapi ia malah dikalahkan dengan mudahnya.
Flashback
Hangeng jatuh tersungkur setelah menerima serangan terakhir dari Leeteuk. Napasnya terengah dan ia mendapatkan luka di beberapa sudut wajahnya. Jidatnya tergores sesuatu, sudut bibir dan hidungnya berdarah, tulang pipinya lebam. Ia terbatuk beberapa kali dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Hangeng berusaha bangun perlahan. Sementara para anggota geng 'Black Dragon' memperhatikannya sambil tersenyum sinis dan angkuh.
"Ooh... masih bisa berdiri rupanya." Kata Yesung dengan nada sinis. Setelah Hangeng berhasil berdiri—walaupun masih sedikit terhuyung-huyung, ia pun berbalik dan menatap lawan-lawannya dengan tatapan penuh dendam. Ia tak peduli bagaimana kondisinya sekarang. Tapi... bagaimanapun, ia hanya sendiri, sementara mereka berenam.
"Ini bukan akhir dari segalanya... suatu saat, aku akan membalas kalian semua!" Ucap Hangeng geram.
Semua yang mendengar kata-kata itu pun terkekeh. "Kalau kau ingin berada di 'atas', kau harus bangun sendiri peringkatmu!" Kata Yesung merendahkan.
"Kau terlalu awal seratus tahun untuk bisa mengalahkan kami semua, Hangeng-ssi..." Sambung Leeteuk yang disambung dengan tawa sinis.
Hangeng menatap mereka penuh amarah. Tapi, saat tawa mereka mereda, terdengar suara tepuk tangan dari sang leader, Kim Heechul. Ia bertepuk tangan dengan maksud merendahkan. Ia menatap sosok lawannya dengan tatapan mengejek sambil tersenyum rendah. Tak lama kemudian, seluruh anggota 'Black Dragon' lantas pergi meninggalkan Hangeng sendirian di halaman belakang. Terdengar samar-samar tawa kemenangan mereka yang cukup menyayat perasaan Hangeng. Diam-diam, Hangeng mengeratkan kedua tangannya di sisi kakinya. Bibirnya bergetar menahan amarah.
'Aku akan membalas kalian.'
End of flashback
Hangeng terdiam. Ingatan itu... membuat emosinya berhasil menguasainya. Dengan tiba-tiba, ia menendang botol kaleng minuman ringan yang ada di sekitarnya. Tapi, di tengah-tengah emosinya, ia ingat sesuatu. Ia mendengar ada murid baru yang begitu kuat. Ia mendengar hal itu dari banyak mulut. Sepertinya... sebelum mempersiapkan diri membalas perbuatan anggota-anggota 'Black Dragon', ia harus berbuat sesuatu dengan murid baru itu jika benar adanya bahwa dia adalah murid yang kuat.
"Benarkah dia sekuat itu?" Gumamnya seraya berpikir.
.
.
Kyuhyun terlihat sedang membolak-balikkan novelnya. Matanya menyimak kalimat demi kalimat yang tertulis di situ. Wajahnya kelihatan serius dan menikmati. Jam istirahat begini, kantin pun terlihat padat. Murid-murid langsung saja mendatangi tempat yang didesain dengan elit ini. Ya... Neul Param High School termasuk salah satu sekolah elit di Korea. Sambil tertawa dan bercanda, mereka pun berbaur sambil menikmati bekal ataupun makanan yang mereka beli. Suara riuh terdengar renyah di telinga.
Kyuhyun tak mempedulikan orang-orang disekitarnya. Ia terus menyibukkan diri dengan novelnya yang belum ia selesaikan itu. Di hadapannya duduk Lee Donghae dan Ryeowook. Sementara di samping Kyuhyun, duduk Shindong dan Eunhyuk. Mereka nampak sedang tertawa-tawa sambil menghabiskan cemilan dan minuman ringan yang mereka beli. Ternyata... bisa dilihat, Ryeowook, Eunhyuk dan Shindong sudah bisa menyesuaikan diri akan kehadiran Donghae sebagai teman baru Kyuhyun. Walaupun sedikit sulit dipercaya bahwa Donghae bisa akrab dengan mereka, tapi inilah kenyataannya.
Sedang asyik-asyiknya menikmati cemilan sambil bercanda, tak sengaja Donghae menoleh ke arah Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun yang sedang terpekur dengan novelnya. Donghae menghela napas sambil tersenyum.
"Kyuhyun-ah... kau terlihat serius sekali." Katanya. "Kau itu, ya... selalu saja menyibukkan diri dengan sesuatu. Kau tidak ingin berbaur dengan yang lain?" Kyuhyun tercekat saat mendengar perkataan Donghae.
"Tidak juga." Jawab Kyuhyun singkat, lalu kembali menyibukan diri dengan bacaannya. Melihat Kyuhyun kembali tak mempeduliakannya, Donghae hanya bisa mendengus pasrah.
Donghae yang merasa dicampakkan sedikit dongkol dan hanya mengehela napas pasrah. "Eem..." Gantung pemuda berambut cokelat itu. "Entah kenapa... aku tak menyangka. Ternyata mempunyai teman sepertimu dan yang lain tidak jelek juga. Kalian semua polos dan terlihat santai. Wookie, Eunhyuk dan Shindong selalu berhasil membuatku tertawa. Itu menyenangkan." Lanjut Donghae yang entah berbicara pada siapa. Mendengar ocehan kakak kelasnya itu, Kyuhyun hanya melirik kecil dari balik buku novelnya. Detik kemudian, ia kembali pada lembar demi lembar bacaannya.
Donghae meneguk minuman sodanya yang tadi sempat terlupakan karena asyik bercanda dengan Ryeowook, Eunhyuk dan Shindong.
"Hei, Kyuhyun-ah." Panggil Donghae sambil memajukan tubuhnya. "Akhir-akhir ini... kau hanya sibuk dengan novel-novelmu. Kemana PSPmu?" tanya Donghae polos. Mendengar itu, Kyuhyun tercetik. Tanpa disadari juga, Eunhyuk mendengar perkataan Donghae dan menoleh ke arah mereka berdua. Kyuhyun nampak menurunkan novelnya. Di depannya, Donghae tengah menunggu jawaban adik kelasnya itu sambil memiringkan kepala. Kyuhyun terdiam.
"PSPku rusak." Jawabnya serambi menutupi wajahnya dengan novel lagi. Donghae mengerutkan alis.
"Mwo? Waeyo, Kyuhyun-ah?" dari nada bicara Donghae, ia sedikit kecewa mendengarnya.
"PSPku hancur." Jawab Kyuhyun lagi. Mendengar itu, Donghae terbelalak.
"HAH? Bagaimana bisa begitu? Aiish... padahal aku ingin meminjamnya..." Hmm... ketahuan sudah maksud Donghae sebenarnya. Dia kecewa karena belum sempat meminjamnya. Dari sisi yang agak jauh dari Kyuhyun, Eunhyuk nampak menatap temannya itu dengan tatapan menyesal. Pasalnya, ia mengetahui sebab-sebab PSP Kyuhyun rusak dan hancur.
Donghae mendengus kesal dan kecewa. "Kenapa bisa rusak, Kyuhyunie... bukankah PSP itu mahal harganya?" Donghae nampak sedang mengedumel sendiri, entah gerutuannya itu didengarkan oleh Kyuhyun atau tidak. Saat melirik ke arah Kyuhyun lagi, tak sengaja mata cokelat gelapnya mendapati sesuatu di leher pemuda di hadapannya itu. Sebuah kalung berwarna perak.
"Oh? Kau juga suka memakai kalung?" Tanya Donghae tiba-tiba. Kyuhyun menurunkan novelnya kemudian melihat Donghae dan kalungnya bergantian.
"Ahahaha... setelah sekian lama, kenapa aku baru menyadarinya." Kata Donghae sambil terkekeh. "Kalung yang bagus. Sampai bandulnya pun berupa huruf inisial." Jeda sesaat. "Biar kutebak. Inisial 'K' untuk 'Kyuhyun' dan 'C'... aah! Itu pasti inisial nama kekasihmu, kan?"
Kyuhyun tertegun. Ia melirik ke arah kalung yang dipakainya. 'C'... nama inisial kekasih?
"Kau ini sok tahu sekali, hyung." Kyuhyun sedikit menarik bibirnya tersenyum. Tapi kemudian ia kembali membaca novelnya.
"Biasanya... kalung macam begitu suka dipakai oleh sepasang kekasih." Donghae mengangguk-angguk sok serius. Ia pun kembali meneguk minumannya. Saat Donghae sibuk meneguk minumannya, diam-diam Kyuhyun menunduk dan melihat kalungnya. Tangannya meraba kalung yang ia pakai—meraba bandulnya. Alis Kyuhyun mengerut. Tatapannya tak bisa dibaca.
Dari jauh, tanpa diketahui, sepasang mata memperhatikan Kyuhyun beserta empat temannya dengan tatapan tajam.
"Jadi dia... anak baru itu?"
.
.
Kyuhyun tengah memungut sepatunya dari loker dan mengganti sepatu sekolahnya dengan sepatu miliknya itu. Kegiatan belajar-mengajar sudah berlalu beberapa jam yang lalu. Sekolah sudah sepi dan hanya meninggalkan murid-murid yang mengikuti ekstrakulikuler. Kyuhyun lebih memilih untuk cepat-cepat pulang. Suasana hatinya kini sedang tidak mood berlama-lama di sekolah.
Setelah memakai sepatu miliknya kembali, Kyuhyun pun bermaksud keluar dari gedung sekolah. Tapi, sesaat setelah berbalik, seseorang sudah berdiri di hadapannya. Kyuhyun terbelalak kaget. Orang itu sedikit lebih tinggi darinya. Ia juga memakai pakaian serba hitam. Aksesoris semacam rerantaian tergantung di sebelah kiri celananya. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. Dengan angkuh, ia berdiri dan menatap Kyuhyun dengan tatapan sinis yang menusuk. Tak salah lagi, ia adalah salah satu dari sekian banyak yankee yang bersarang di sekolah ini. Tan Hangeng.
"Jadi kau... siswa yang baru saja pindah itu?" Tanya Hangeng dengan logat China khasnya. Kyuhyun sedikit memundurkan langkah. Alisnya berkerut samar. Tapi kemudian, demi menjaga sopan-santun, ia pun membungkuk. Hangeng lantas menarik senyum sinis.
"Kudengar... kau kuat. Semua orang sedang membicarakanmu." Kata Hangeng. Kyuhyun terdiam sejenak sambil mencangklong tas selempangnya.
"Itu hanya rumor."
"Jinjjayo? Aa... aku jadi penasaran dengan kekuatanmu yang sebenarnya. Apakah benar yang dikatakan anak-anak tentangmu itu? Aku jadi ingin mengajakmu berduel."
Kyuhyun menatap Hangeng dengan tatapan tak nyaman. "Maaf, tapi aku harus buru-buru." Sambarnya seraya melewati Hangeng. Tapi, belum sempat ia berjalan jauh, tubuhnya sudah dihadang lagi oleh Hangeng. Dengan tiba-tiba, Hangeng melayangkan sebuah serangan. Kyuhyun tercekat dan segera menghindar.
"Ternyata benar..." Gumam Hangeng sambil menyeriangi. Ia pun memasang kuda-kudanya. Kyuhyun menyipitkan matanya. Alisnya berkerut. Ia merasa heran dengan posisi kuda-kuda lawannya itu. Kuda-kuda itu... kungfukah?
"Waeyo, Cho Kyuhyun?" Hangeng tersenyum sinis. "Untuk kali ini, kau jangan lari! Lawanlah aku!" Kyuhyun masih menatap orang di depannya itu dengan tatapan terganggu. Untuk kali ini saja, ia sedang tidak ingin berkelahi. Dengan cuek, Kyuhyun pun berlalu sambil mencangklong tas selempangnya. Melihat dirinya tidak dipedulikan oleh calon lawannya itu, Hangeng merasa muak. Dengan emosi, ia pun segera menarik tubuh Kyuhyun dan menyerangnya dengan berbagai serangan. Kyuhyun dengan cepat berbalik dan menangkis semua serangan tiba-tiba itu.
"Kau!" Hangeng geram. "Beraninya kau tidak mengacuhkanku! Aku serius akan menjatuhkanmu!" Bentak Hangeng seraya melayangkan serangan demi serangan. Kyuhyun dengan sigap segera menangkis, kalau perlu malah membalasnya. Karena kesal, Kyuhyun pun larut dalam pertarungan. Dengan jurus-jurus kungfu andalannya, Hangeng terus menangkis dan membalas serangan dari Kyuhyun.
"CHO KYUHYUUN!" Seru Hangeng saking kesalnya. Ia berhasil mendorong tubuh Kyuhyun hingga menabrak tembok di belakangnya. Kyuhyun yang merasakan punggungnya membentur sesuatu pun tercekat dan berusaha menahan serangan demi serangan dari Hangeng. Ia berusaha memukul pipi lawannya. Hangeng pun terhuyung ke kiri. Kyuhyun pun bersiap dengan kuda-kudanya. Ia merasakan sedikit perih di pipinya. Kulit mulusnya tergores sesuatu. Hangeng kembali dengan kuda-kuda khas kungfunya. Ia juga baru menyadari bibirnya berdarah dan lebam.
"Hyaaah!" Hangeng berlari ke arah Kyuhyun sambil mempersiapkan kepalan tangannya. Ia melayangkan tinjunya dengan cepat, tapi Kyuhyun bisa menghindarinya. Kyuhyun menangkap satu lengan Hangeng dan menendang perut lawannya itu hingga terbatuk. Tidak mau kalah, Hangeng melayangkan telapak tangannya dan menampar pipi Kyuhyun hingga lebam. Kepala Kyuhyun tersentak ke kanan. Mendapatkan tamparan itu, Kyuhyun makin geram. Mata tajamnya menatap lawannya bagaikan mata elang. Kesabarannya sudah menipis.
"Aaargh!" Kyuhyun berteriak frustasi dan segera membalas lawannya itu dengan lebih keras. Saat dilihatnya ada kesempatan, Kyuhyun menjegal kaki Hangeng hingga oleng, menarik satu lengan lawannya itu dan membantingnya ke samping.
"Aakh!" Seru Hangeng kesakitan. Tubuhnya serasa rontok, kepalanya pusing. Baru saja Hangeng dijatuhkan, Kyuhyun dengan tiba-tiba melayangkan kepalan tangannya ke arah wajahnya. Hangeng tercekat dan cepat-cepat menutup matanya. Beberapa detik berlalu dan Hangeng tak merasakan sesuatu menghantam wajahnya. Perlahan ia membuka matanya dan mendapati kepalan tangan Kyuhyun hanya berjarak sekitar lima centimeter dari matanya. Kyuhyun menatap lawannya yang sudah terbaring itu dengan tatapan tajam dan sebagian rambutnya menutupi wajahnya. Membuat auranya semakin gelap. Napasnya terlihat berat dan terengah-engah. Hangeng tercengang melihatnya.
"Fufufu... ahahaha!" Tiba-tiba Kyuhyun mendengar kekehan yang awalnya pelan, kemudian semakin keras. Ya. Hangeng tertawa. Kyuhyun yang mendengar itu pun terhenti dan heran.
"Ahahaha... tak kusangka..." Katanya di sela-sela tawanya. "Ternyata benar adanya. Kau memang kuat." Lanjutnya. Kyuhyun menyipitkan matanya ketika mendengarnya. "Kau... adalah orang ke dua yang bisa mengalahkanku."
"Kalah dan menang... masa bodoh dengan dua hal itu." Potong Kyuhyun dingin. Hangeng terdiam sejenak. Ia terpaku dengan kata-kata Kyuhyun barusan. Sedetik kemudian, ia pun tersenyum sinis.
"Kau... Cho Kyuhyun, murid yang baru saja pindah sekitar dua minggu yang lalu... yang membuat semua orang gempar dengan aksimu. Banyak orang membicarakanmu. Sampai-sampai para anggota geng yankee terkuat, 'Black Dragon' merasa was-was karena kehadiranmu. Kau benar-benar menakutkan." Ucap Hangeng sedikit menyindir.
Kyuhyun mengernyit samar. 'Geng yankee terkuat...? 'Black Dragon'...?' Batinnya. Sepertinya... ia pernah mendengar hal itu. Tapi... Kyuhyun kemudian berusaha menyembunyikan ekspresinya itu dan tetap bersikap dingin.
"Aku tak peduli." Geram Kyuhyun tertahan. Ia pun menarik kepalan tangannya dari hadapan Hangeng.
"Hahaha..." Tawa Hangeng lirih. "Lihatlah di belakangmu, Cho Kyuhyun. Mereka sedang mencarimu. Mereka tidak akan membiarkan pemuda macam kamu terus bertahan di sekolah ini..." Kyuhyun tak ingin mendengar lebih jauh ocehan lawannya yang sudah kalah itu. Dengan arogannya ia pun mengambil tas selempangnya yang sempat dilemparnya itu dan segera berlalu. Meninggalkan Hangeng yang mash tergeletak di lantai.
"Haah... jinjjayo..." Desah Hangeng lirih setelah Kyuhyun pergi. Ia terdiam, mata sipitnya menatap langit-langit ruang loker. Sesekali ia mengedipkan matanya. "Arraseo. Dengan begini... aku tak akan bisa membalas para anggota 'Black Dragon'." Katanya pada diri sendiri. Ia melirikkan matanya ke arah pintu gedung sekolah. Dilihatnya Kyuhyun yang sedang berjalan dengan santainya menyusuri halaman depan sekolah.
"Mungkin, hanya anak itu yang bisa."
.
.
Dua hari kemudian
"Mworago?"
Terdengar suara dari sebuah bangunan kecil di dekat jembatan kereta api. Ia nampak tak percaya dengan apa yang ia dengar dari rekannya yang kini berdiri di hadapannya itu.
"Ne, Heechul-ah. Lagi-lagi... anak baru itu... Cho Kyuhyun... berhasil mengalahkan yankee yang lain. Dan yang paling membuatku tertekan adalah... ia bisa mengalahkan 'The Four Princesses' dan Tan Hangeng sendirian." Jelas si rekan—Yesung. Heechul nampak muali merasa khawatir.
"Ne, Heechulie... entah bagaimana kau menyikapi masalah seperti ini. Bisa-bisa... kedudukanmu sebagai yankee terkuat di sekolah ini terancam."
"Shikuro, Leetukie!" Bentak Heechul pada rekan satunya. Leeteuk yang dibentaki hanya tersenyum sinis sambil memainkan kemoceng—yang bulu-bulunya sudah hilang setengahnya.
"Kalau begini caranya, kita tidak bisa tinggal diam. Anak itu... adalah ancaman terbesar kita." Kata Heechul penuh dengan keseriusan. Matanya tajam menatap rekan-rekan dan anak-anak buahnya.
"Sepertinya, kita harus buat rencana."
.
.
Kyuhyun sedang terduduk di kursi yang menghadap ke meja belajarnya. Nampak di depannya terdapat buku-buku pelajaran. Dapat diketahui bahwa ia sedang belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi, di detik-detik selanjutnya, ia nampak berhenti beraktivitas. Ia menengadahkan kepalanya menatap tembok di depannya. Matanya sayu dan kosong. Kyuhyun menghela napas perlahan dan menaruh bolpoinnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.15. memang sudah lewat jam belajar dan waktunya untuk istirahat. Kyuhyun menutup buku-bukunya dan menumpuknya jadi satu di sisi meja. Saat menata buku-bukunya, tak sengaja matanya mendapati sebuah buku kecil yang tersusun rapi bersama buku-buku kecil lainnya di sebuah rak yang tak jauh dari meja belajarnya. Ia menatapnya agak lama. Tangannya menggapai buku itu dan membuka lembar demi lembarnya.
Sebuah album foto kecil.
Album foto yang entah sudah berapa lama tidak ia sentuh dan terus terselip di rak buku itu. Untuk kesekian kalinya setelah beberapa lama, Kyuhyun kembali membuka album foto itu. Berbagai foto-foto yang menampakan dirinya bersama dengan teman-temannya sewaktu SMP kembali menampakkan diri. Ia melihatnya satu-satu sambil menikmatinya. Membuka lembar demi lembar halaman album foto itu... dan akhirnya terhenti pada satu halaman yang hanya menampakkan satu foto. Foto dirinya dan seseorang yang begitu dekat dengannya. Seseorang yang begitu dekat dengannya. Seseorang yang begitu ia rindukan.
Kyuhyun menatap foto itu dengan tatapan perih. Perlahan, ia beralih pada kalung peraknya. Perlahan, tangannya melepas kalung itu dari lehernya. Kyuhyun mengelus kedua bandul kalungnya. Bandul dengan inisial 'K' dan 'C' itu... mengingatkannya pada orang yang ada di foto itu bersamanya.
'Bandul 'C' itu... pasti inisial nama kekasihmu, kan?'
Kyuhyun teringat akan perkataan Donghae tadi siang. Ia tergelak sedikit sambil menampakkan senyum tipisnya. Kekasih? Tapi, senyum itu pudar seketika. Ia menatap kalung dan foto di depannya secara bergantian. Ada satu penyesalan di dalam hatinya. Rasanya menyakitkan... dan pedih.
"Shim Changmin..."
.
.
TBC
A/N: Mooaa! Kelar juga akhirnya... fiuh! Untuk nulis fic ini dari chap satu sampai chap ini perlu memeras otak juga rupanya. Gak kayak fic saia yang awal-awal. Sampai-sampai, di sela-sela aktivitas yang lain, jika memungkinkan, saia bakal memikirkan ide-ide cerita buat lanjutan fic ini.
Buat yang penasaran sama couplenya, ohohoho... saia juga penasaran. #lho? Tunggu tanggal mainnya dan amati gerak-gerik para tokohnya. #bilang aja rahasia!
Oke... sebelum mulut saia berbusa karena banyak bacot, mending saia akhiri dulu sampai di sini. Terimakasih buat semuanya yang sudah baca dan review. Buat yang baca... jangan cuma jadi silent reader dong... lebih baik utarakan pendapat kalian tentang fic ini dan fic-fic yang lain. Itu akan lebih berguna. #ya gak sih?
Nee... yeoreubun... saia mohon reviewnya, ya? Itung-itung pahala, deh! *eeaa! Maaf jika masih ada kesalahan. Semoga kalian tetap enjoy membacanya! XD
Ms. Simple :D
