Xavier Magic

.

.

.

Disclaimer : Tetap dengan MK & JK Rowling.

.

.

.

Warning: Ooc, Oc, FemNaru, Boring, LifeMinaKushi, etc

.

.

.

Enjoy This Chapter

Naruto saat ini sedang bersantai sambil membaca buku di sofa tempat ruang kerja pamannya, di sana juga nampak Andrian tengah mengerjakan tugas kantornya yang duduk di meja kerjanya dengan beberapa tumpukan berkas yang harus dikerjakannya.

Mereka saat ini nyaman dengan keadaan yang sunyi menangkan bagi mereka dimana Naruto asik dengan bacaannya mengenai ramuan, dan Andrian serius mengerjakan tugasnya. Dan tak lama kemudian setelah beberapa lama setelah Andrian menyelesaikan tugasnya nampak Andrian menghampiri keponakan kesayangannya itu yang sedang asik membaca

"Naru... "panggil Andrian setelah itu Naruto menutup bukunya dan menatap pamannya

"Yah ada apa uncle?" tanya Naruto kepada pamannya

"Seperti janji paman kemarin paman akan memberikan kamu hadiah untuk itu kamu ikut paman pergi sebentar" kata Andrian

"Baiklah uncle" kata Naruto

Setelah itu Naruto dibawa Andrian ke tempat rahasia di sana banyak sekali benda2 asing menurut Naruto

"Uncle kita dimana?" tanya Naruto

"Kita ada di ruang rahasia tempat leluhur kita terdahulu menyimpan benda pusakanya" jawab Andrian

"Tapi, untuk apa kita ke sini uncle?" tanya lagi Naruto

"Tenang Naru, sebentar lagi kamu akan tau?" jawab Andrian setelah itu ia terus berjalan dengan Naruto yang terus mengikutinya dari belakang

Setelah beberapa lama berjalan tampak didepan Naruto ada sebuah meja yang di atasnya terdapat buku dan beralaskan bantal merah

"Nah Naru, kita sudah sampai ini adalah hadiah uncle untukmu?" kata Andrian sambil mengambil buku yang tadi

"Buku apa ini uncle?" tanya Naruto sambil memperhatikan buku yang diberikan pamannya, buku itu agak tebal mungkin setebal kamus dan sampulnya berwarna hitam keemasan dengan ornamen2 indah di pinggirnya dan gambar bintang di tengahnya dengan sedikit bulatan di ujungnya

"Itu adalah black note Naru, salah satu pusaka para leluhur kita di dalam buku itu kamu bisa mencari semua informasi di dunia ini" jawab Andrian

"Benarkah paman wah sugoi" kata Naruto takjub karena sebenarnya ia sangat menyukai pengetahuan setelah itu dengan tidak sabaran ia ingin membuka buku itu

"Tapi paman kok tidak bisa di buka" kata Naruto yang terus berusaha membuka buku yang ada di tangannya tetapi tetap tidak terbuka

"Kamu harus meneteskan sedikit darah mu ke buku itu Naru agar buku itu dapat mengetahui bawah kamu adalah keturunan Xavier dan berhak membukanya" jawab Andrian setelah itu Andrian merogoh kantongnya dan mengambil pisau lipat perak yang ada di dalam kantongnya

"Nah gunakan ini, setelah itu oleskan sedikit darahmu ke buku itu?" kata Andrian sambil menyerahkan pisau yang ada di tangannya dan setelah itu Naruto mengiris sedikit tangan kanannya dan meneteskan darahnya ke buku itu

SSIIIIIIINNNNGGG

Tampak buku itu bercahaya setelah Naruto meneteskan darahnya pada buku itu, dan tak lama kemudian meredup dan menghilang

"Sekarang hanya kau yg bisa membuka dan menggunakan buku itu, nah Narubukalah buku itu" jelas Andrian

"Baik uncle" jawab Naruto setelah itu ia membuka buku itu tetapi buku itu kosong

"Uncle, kenapa buku ini tidak ada tulisannya?" tanya Naruto memeriksa setiap halaman tetapi semuanya kosong

"Naru jika kamu ingin menggunakan buku itu kamu harus mengatakan apa yang ingin kamu ketahui dalam hati mu setelah itu alirkan aura sihirmu pada buku itu" jelas Andrian menjelaskan cara menggunakan black note

"Baiklah uncle, Naruakan coba" kata Naruto

'Aku ingin mengetahui tentang Hogwarts' kata Naruto dalam hati setelah itu ia mengalirkan sihirnya ke buku itu dan tak lama buku itu menampakkan tulisan2 semua informasi lengkap tentang Hogwarts

"Wah sugoi terima kasih hadiahnya uncle" kata Naruto setelah melihat secara langsung kehebatan buku yang diberikan pamannya

"Sama2, uncle bahagia Naru senang menerima hadiah dari uncle, nah perlu uncle jelaskan black note adalah buku para pendahulu kita dimana buku itu di miliki oleh setiap keturunan Xavier " jelas Andrian

"Setiap keturunan Xavier?, berarti uncle juga memilikinya apakah begitu?" tanya Naruto

"Benar Naru, lihat buku yang paman pegang ini" kata Andrian sambil memperlihatkan buku yang tiba2 muncul di tangannya buku yang sama dengan yang Naruto pegang

"Ini adalah buku yang sama dengan punya mu, dengan buku ini juga paman memantau kamu dan keluargamu di konoha dahulu" kata Andrian menjelaskan tentang black note sambil memperlihatkan black note yang ia punya sama persis dengan buku yang sedang Naruto pegang

"Wah hebat, sekali lagi terima kasih hadiahnya paman" kata Naruto dengan senyum bahagia-nya yg ia tujukan pada pamannya

"Sama2 Naru" kata Andrian yang tersenyum juga sambil mengusap kepala Naruto

Setelah itu mereka pergi dari ruangan itu dan Andrian menyuruh Naruto untuk kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena mulai besok ia akan pergi ke Hogwarts, sedangkan Andrian sendiri kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan menyelesaikan berkas yang harus ia kerjakan


Keesokan harinya Naruto bersiap2 pergi ke sekolah sihir Hogwarts saat ini seperti biasa ia berpenampilan memukau, dimana ia mengenakan kaos putih gading berlengan panjang dan agak surut hingga ke bahu dan memperlihatkan tank top hitam yang menjadi dalaman Naruto di bahunya, ia juga menggunakan rok diatas lutut berwarna cokelat pastel dan menggunakan sepatu bots berbulu dengan sedikit berhak yg berwarna cokelat pastel juga dan rambutnya ia biarkan di gerai tetapi sebagian helai-an rambut di sampingnya ia sedikit ambil dan ia satukan ke belakang dengan jepitan kupu2 kecil, saat ini ia akan diantar pamannya sampai ke Hogwarts express setelah itu ia akan melanjutkan sendiri ke menuju sekolah Hogwarts menggunakan kereta Hogwarts express

Nampak di depan gerbang semua maid dan butler berbaris mengantar kepergian nona nya, banyak diantara mereka memasang raut muka sedih karena tidak bisa berjumpa dengan nona nya itu untuk beberapa waktu yang cukup lama bahkan diantara mereka banyak yang mengajukan untuk ikut bersama Naruto karena ingin melayani nona nya di sana karena di sana pasti nona mereka akan melakukan segala hal sendiri, tapi ditolak mentah2 oleh Naruto sendiri

"Minna Naru pergi yah?" kata Naruto sambil berpamitan pada pelayannya

"Ia Naru-Hime jaga kesehatan di sana yah?"

"Jangan lupa sering kabari keadaan anda di sana pada kami yah Naru-Hime?" kata beberapa butler dan maid di sana untuk Naruto

Setelah berpamitan Naruto pergi bersama pamannya menuju stasiun tempat Naruto akan memesan kereta menuju sekolah sihir Hogwarts

TIME SKIP

Setelah tiba di stasiun Hogwarts saat ini Naruto sedang menunggu kereta yang akan menjemputnya menuju sekolah Hogwarts sebelumnya dia sudah memesan tiket untuk menuju Hogwarts, sambil menunggu tiba-tiba muncul pria

"Andrian Xavier?" kata seseorang yang tiba muncul bersama dengan seorang wanita paruh baya mungkin istrinya dan anak seumuran dengan Naruto mungkin anaknya, Andrian yang melihatnya sungguh terkejut melihat rekan kerjanya sedang datang bersama dengan keluarganya di tempat dimana ia akan mengantar Naruto menuju Hogwarts

"Lucius Malfoy, senang bertemu dengan anda, sedang apa anda beserta keluarga anda di sini" tanya Andrian ramah kepada rekan kerja

"Jangan terlalu formal bukankah kita rekan kerja, oh ia aku sedang mengantar anak ku, untuk hari pertama nya ke sekolah sihir Hogwarts" jelas Lucius

"Oh benarkah?, saya juga sedang mengantar keponakan saya untuk hari pertama nya ke sekolah sihir dan kebetulan sekali ia bersekolah di sekolah yang sama dengan putra mu Hogwarts" kata Andrian sambil memperkenalkan keponakan ter sayangnya

"Naruto Xavier panggil saja Naru, senang bertemu dengan anda tuan dan nyonya Malfoy" kata Naruto sambil tersenyum hangat kepada keluarga Malfoy di sana

"Wah?, aku baru tau bahwa kau memiliki seorang keponakan Andrian" kata Lucius

'Akan sangat menguntungkan jika keluarga Xavier dan Malfoy membangun sebuah hubungan yang lebih erat, bagaimana kalau seandainya aku jodoh-kan saja Draco dengan keponakan Andrian, bukankah keluarga Xavier juga salah satu pureblood yang istimewa?, tidak ada salahnya' pikir Lucius sambil memandang Naruto penuh minat

"Keponakanmu sungguh cantik Andrian sangat pantas bersanding dengan putraku Draco, Bagaimana kalau seandainya keponakan mu kita jodoh-kan dengan putra ku Draco Malfoy?, untuk mempererat hubungan antara Malfoy dan Xavier" kata Lucius menyuarakan pikirannya membuat orang2 di sana terkejut akan pernyataan kepala keluarga Lucius itu apa lagi Naruto

Sedangkan anak dari Lucius yaitu Draco Malfoy sejak dari tadi sedang berada di dunianya sendiri memikirkan keponakan dari rekan kerja ayahnya

Draco POV

Hari ini hari pertama aku masuk sekolah sihir Hogwarts, aku merasa biasa2 saja karena meurut ku tidak ada yang menarik di sana bagiku menjadi seorang Malfoy tidaklah mudah kau harus terbiasa dengan semua peraturan tidak bisa bebas seperti anak seusia mu karena harus menjadi pewaris keluarga kelak, aku di tuntut untuk terus belajar dan belajar seperti saat ini aku akan masuk ke Hogwarts untuk membanggakan Dad menjadi murid berprestasi dan menjadi penerus Malfoy kelak terlalu monoton menurut ku, huh

Saat ini aku akan berangkat ke sekolah dengan Hogwarts express ditemani Mom and Dad yang akan mengantar ku, sedari tadi aku hanya menatap bosan orang yang lalu lalang di hadapanku seraya mendengus bosan sungguh Draco Malfoy sangat bosan, tidak bisakah kedua orang tua ku membaca raut muka agar segera pergi dari tempat ini mereka saat ini hanya sedang asyik bertegur sama dengan rekan Dad entah siapa Andrian mungkin itu yang kudengar ketika ia Dad menyapanya

Tapi kebosanan ku menguap entah ke-mana semenjak seorang gadis cantik seumuran denganku memperkenalkan dirinya aku hanya terpaku melihatnya sungguh gadis di depanku ini sangat cantik seperti malaikat

DEG

"Naruto Xavier panggil saja Naru, senang bertemu dengan anda tuan dan nyonya Malfoy" katanya dengan senyum hangat entah mengapa wajahku memerah melihatnya, inikah love first sigh? Dulu aku tidak percaya dengan pernyataan itu tapi sekarang pemikiran ku terbantahkan semenjak aku bertemu dengan Naru

Oh Naru kau sungguh cantik, ternyata dia adalah keponakan dari rekan kerja ayah dan kebetulan juga dia akan bersekolah di Hogwarts bersamaku yessss hari yang membosankan di Hogwarts tidak akan terjadi dengan Naru-ku di sana hahahaha

Ayah dan paman Andrian (aku harus terbiasa memanggilnya paman mulai sekarang karena aku akan menjadi menantunya kelak ;p ) berbicara dengan alot membahas tentang Naru entah apa yang aku perhatikan hanya Naru-ku saja sejak dari tadi dia hanya mendengarkan percakapan orang tua ku dan pamannya

"Bagaimana kalau seandainya keponakan mu kita jodoh-kan dengan putra ku Draco Malfoy?, untuk mempererat hubungan antara Malfoy dan Xavier" kata Dad entah mengapa mendegar diriku disandingkan dengan Naru membuat telingaku menjadi sensitif mendengarnya

DEG DEG DEG

Yesssss kalau begini semakin mudah diriku mendapatkan Naru hahahaha, aku tau bahwa kalian berpikir aku gila karena setuju dijodohkan dengan orang yang baru pertama kali kau temui tapi kalian pasti akan langsung setuju jika orang yang akan menjadi tunangan mu adalah Naruto malaikat cantik di dunia sihir, hahaha semoga saja paman Andrian setuju dengan Dad

"Maaf Lucius untuk itu saya tidak bisa berkata ia karena, kebahagiaan Naru bagi saya adalah hal utama saya tidak bisa menjodohkan nya dengan orang yang tidak ia cintai, saya akan membuat ia memilih pasangannya sendiri kelak jika ia dewasa" kata paman Andrian entah mengapa hatiku mendadak suram

"Hahaha Andrian kau sungguh paman yang baik, tapi tidak menutup kemungkinan putra ku bisa membuat keponakan mu jatuh cinta kan?, jadi masih ada kemungkinan kita bisa mempersatukan keluarga kita?" jelas Dad membuat aku yang suram tadi menjadi bersemangat kembali

"Hahaha ia itu mungkin bisa terjadi tapi biarlah Naruto yang memutuskan" kata paman Andrian menatap Naru dengan senyum dibalas senyum juga oleh Naru sambil mengangguk

Huh biarpun paman Andrian berkata seperti itu tapi bagiku Naru adalah tunangan-ku mulai sekarang dan tidak ada yang boleh protes dengan itu dan sekarang tugas ku adalah tinggal membuat Naru menjadi milikku sepenuhnya sebelum menjadi tunangan-ku yang sah

Hahahahaha

END POV

Setelah berbincang-bincang dengan keluarga Malfoy kini telah tiba kereta Hogwarts express yang akan mengantar Naruto menuju Hogwarts, kini Naruto pamitan dengan pamannya meski agak sedih tetap berusaha terlihat ceria

"Uncle Naru pamit yah?, jaga kesehatan jika Naru tidak di sana jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja terlalu keras" kata Naruto sambil menasihati Andrian sebelum pergi

"Ia keponakan ku sayang yang bawel, kamu juga jaga diri di sana yah dan jangan lupa hubungi paman oke?" kata Andrian sambil mencubit hidung Naruto dengan lembut tanda sayangnya kepada ponakan nya

"Isss uncle, ia nanti Naru akan menghubungi paman tapi paman harus segera mengangkat yah?, awas aja kalo sampai membuat Naru menunggu lama lagi" kata Naruto sambil melepaskan jepitan Andrian kepadanya seraya tersenyum

"Siap Hime-sama!" kata Andrian setelah itu mereka berpelukan dan tak lama kemudian Naruto masuk dalam kereta bersama dengan Draco yang duduk di sampingnya ketika kereta mulai bergerak ia membuka jendela di sampingnya melihat pamannya yang melambai kepadanya dan ia balas lambaian pula sambil tersenyum

Kemudian kereta Hogwarts express pun mulai melaju menuju sekolah sihir Hogwarts

.

.

.

.

.

TBC

Hy balik lagi ama kisune hehehe, gomen ne lama up datenya soalnya baru nemu ide untuk nulis nie fic maaf yah kalau seandainya chapter kali garing hehehe, tak bosan ktsune ucapin terima kasih karena sudah mau baca follow, and favorite fic Kitsune, Kitsune sangat berterima kasih oh ia jangan lupa review yah? Oke itu aja dari Kitsune maaf singkat sampai ketemu di chapter depan oke?

BYE BYE BYE (^.^)