KIBUM THE RIPPER

Cast : Kibum, Donghae, Leeteuk, Kangin, Siwon, Kyuhyun

Genre : Mystery, Fantasy

Pairing : Kihae, Kangteuk, Wonhae, Kihyun

Disclaimer : Mereka milik orang tua dan diri mereka sendiri (milik saya juga #plak)

Warning : Yaoi, AU, pembunuhan

NB : Yang ada tanda / nya artinya pake bahasa inggris ya. Soalnya saya males nulis bhs inggris *ngomong aja gak bisa*

Cerita ini terinspirasi dari Jack The Ripper. Tapi dengan alur yang berbeda dan cerita yang berbeda pula.

Dont like GO AWAY

Enjoy ~

-Cerita Sebelumnya-

SREKKK

"Su-suara apa itu?" Donghae memandang takut-takut ke sekelilingnya. Rasa takutnya akan hantu membuat pikirannya membayangkan sosok hantu Eropa yang dilihatnya di tv. Seperti drakula, zombie, dan manusia serigala.

Donghae membalikkan badannya saat mendengar derap langkah seseorang. Tampaklah sesosok manusia berjalan menuju ke arahnya. Karena gelapnya malam hari, dia tidak bisa melihat siapa sosok itu. Yang ia tahu hanya orang itu adalah namja. Tiba-tiba, tangan orang itu terangkat. Terlihatlah sebuah pisau tajam di tangan kanan orang itu. Orang itu pun melayangkan pisaunya ke Donghae..

"Arrgghh!"

Chapter 4

Donghae memejamkan matanya, bersiap menerima tusukan pisau di tubuhnya. Namun..

/"Hati-hati nona. Banyak laba-laba beracun di belakangmu"

Donghae yang sama sekali tidak mengerti perkataan pria di depannya hanya bisa mengerjapkan matanya bingung. Pria yang mengerti bahwa Donghae tidak paham perkataannya menunjuk di belakang Donghae. Dengan gerakan patah-patah (?) Donghae menggerakkan kepalanya ke belakang dan melotot horor. Bagaimana tidak di belakangnya ada sekumpulan, ah tidak tepatnya puluhan laba-laba trantula berukuran besar merayap di dinding tempat Donghae bersandar. Sontak saja dia berlari menjauhi tempat itu dan berteriak ketakutan. Bahkan lupa mengucapkan terima kasih pada 'penolongnya' itu.

/"Hmm, Jack kau harus lebih berhati-hati.."

0

0

"Kibum-ah! Eoddiseo?" Donghae berteriak ketakutan sekarang. Setelah berlari tidak jelas tadi, dirinya malah semakin masuk ke gang sempit dan gelap. Air mata pun keluar dari sudut matanya. "Hiks..kibum-ah, kyunnie, teukie hyung, kangin hyung..aku takut" Donghae berjalan sambil terus menangis. Tangannya mencengkram kuat ujung blouse nya. "Hiks..hikss"

Mata Donghae yang mengabur karena terlalu banyak menangis perlahan seakan melihat sosok Kibum yang menghampirinya. 'Tidak mungkin itu Kibum' pikirnya.

GREP

"Hyung, gwaenchana? Aku mencarimu kemana-mana" Kibum memeluk erat Donghae. Kecemasan dan ketakutannya hilang sekejap.

"Ki-kibum ini benar kau?" tanya Donghae masih dengan air mata mengalir.

"Ne hyung. Ini aku Kim Kibum"

"Hiks..Kibumie" Donghae memeluk Kibum erat –sangat erat- sampai Kibum merasa sesak.

"Uh, se-sak hyung" Donghae melepaskan pelukannya dan menatap Kibum.

"Mi-mianhe kibumie. Aku takut aku tidak bisa bertemu dengan mu dan lainnya. Hiks.."

Kibum mengangkupkan kedua tangannya di pipi Donghae dan tersenyum manis. "Tidak akan lagi hyung. Aku juga takut kehilanganmu. Kita akan selalu bersama. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi"

"Yaksok?"

"Ne, yaksok" Keduanya pun tersenyum. Kibum mengecup bibir Donghae sekilas namun dalam. Membuat rona merah di kedua pipinya. Manis.

"Yah! Kenapa kau suka sekali mencium bibirku eoh?" Donghae berteriak kesal dan mempoutkan bibirnya.

"Karena bibirmu manis sekali chagi~" bisik Kibum seduktif membuat Donghae merinding.

"Kajja, kita temui yang lainnya" Kibum menarik pelan tangan kanan Donghae. "Eh, memangnya Teukie hyung dan Kangin Hyung sudah ketemu?" tanya Donghae heran.

"Ne, mereka sudah ketemu".

"Dimana?"

"Nanti kau tanya sendiri pada mereka"

"Huft. Menyebalkan"

Kibum hanya tersenyum menanggapi omelan Donghae.

0

0

"Kalian berdua darimana saja?" tanya Kangteuk bebarengan saat Kihae masuk ke sebuah ruangan di mana mereka akan menginap malam ini.

"Yah! Seharusnya aku yang bertanya kalian yang darimana! Seharian aku mencari kalian tahu!" Donghae melampiaskan emosi nya saat melihat pasangan Kangteuk yang enak-enakan duduk dan bersantai.

"Mianhae Hae-ya. Hyung tidak tahu kalau kami memisahkan diri dari kalian. Kami terlalu asyik melihat pertunjukkan pantomin. Jeongmal mianhae.." sesal Leeteuk dan mendeathglare Kangin dengan pandangan –ini-semua-salahmu- Kangin hanya bisa menelan ludahnya kecut melihat sang kekasih berubah menjadi sosok evil.

"Ne, mianhae hae-ya. Aku menuruti keinginan hyungmu untuk –auww-! Sakit hyung!" ringis Kangin seraya mengusap cubitan Leeteuk di pinggangnya.

"Aish, sudahlah. Aku terlalu lelah memarahi kalian. Aku mau tidur" Donghae pun berjalan menghampiri Kibum yang sedang meminum air. "Kibummie, aku ngantuk" Donghae mengucek-ngucek matanya imut.

"Kalau begitu tidurlah hyung. Apa mau aku temani heum?" kata Kibum sambil tersenyum mesum.

"Cepat katakan dimana kamarnya. Aku lelah bertengkar denganmu" Donghae berkata lirih

'Mungkin dia terlalu lelah' batin Kibum. "Ada disana hyung. Tidur yang nyenyak" Kibum mengacak rambut Donghae pelan dan tersenyum lembut.

"Hmm.." Donghae berjalan dengan langkah limbung karena sangat mengantuk ke arah kamarnya.

"Kita juga harus beristirahat. Besok kita akan mulai penyelidikannya. Jangan bangun kesiangan. Arraseo?" kata Kibum pada Kangteukkyu.

"Ne, arraseo" Mereka pun bergegas memasuki kamar masing-masing dan memjamkan mata mereka.

0

0

"Pertama-tama kita akan menanyai polisi. Siapa korban, alat-alat pembunuhan dan motif pembunuhan. Aku dan Donghae akan kesana. Kalian bertiga pergi ke bar tempat korban bekerja. Ada pertanyaan?" kata Kibum. Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk menyelidiki Jack the ripper dan juga pembunuhan kemarin.

"Apa aku harus pergi bersama mereka Bummmie? Aku tidak mau jadi obat nyamuk. Aku mau bersama mu saja.."rengek Kyuhyun pada Kibum. Menjijikan sekali batin ketiga orang itu, siapa lagi kalau bukan Kangteukhae.

"Tidak bisa Kyu, aku sudah merencanakannya matang-matang. Tidak ada penolakan" tegas Kibum membuat Kyuhyun merengut kesal.

"Baik, kajja. Oh ya Kyu bagikan alat itu kepada mereka" titah Kibum seraya bangkit dari duduknya. Kyuhyun pun membagikan alat semacam walky-talky namun dalam bentuk bross berwarna hitam berbentuk tengkorak.

"Eh, apa ini?" tanya Donghae heran melihat bros di tangan kirinya

"Itu alat komunikasi untuk kita. Aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi" kata Kibum dingin dan manatap tajam Kangteuk yang menundukkan kepalanya takut pada tatapan tajam Kibum.

"Tapi kenapa bentuknya tengkorak? Ini menakutkan.." kata Donghae

"Sudah, cepat ke tempat masing-masing. Aku akan menghubungi kalian lewat alat itu" Mereka pun berpencar ke tempat masing-masing.

0

0

/"Selamat pagi" sapa Kibum sopan. Saat ini dia dan Donghae sedang berada di kantor polisi.

/"Selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu polisi

/"Kami ingin bertanya tentang korban pembunuhan bernama Mary Ann. Kami adalah temannya" kata Kibum seraya tersenyum. Mencoba menghilangkan kecurigaan orang-orang terhadapnya.

Donghae yang tidak mengerti akan percakapan kedua orang di depannya hanya bisa diam dan menggenggam tangan Kibum erat.

/"Silahkan lewat sini" Ketiganya pun melangkah menuju sebuah ruangan tempat dimana mayat-mayat pembunuhan diletakkan.

"Brr..dingin sekali Bummie" Donghae memeluk lengan Kibum sangat erat seolah mencari kehangatan dari lengan berototnya itu. Wajar saja ruangan itu dingin karena untuk membekukan mayat-mayat agar tidak busuk. Meski pada masa itu belum ditemukan AC, melainkan menggunakan es yang dikirim dari kutub utara. (ngarang banget nih aku -_-)

/"Ini dia mayat korban pembunuhan kemarin. Maaf tapi sebelumnya Anda harus menyiapkan mental Anda. Karena kondisinya sangat mengerikan" Polisi itu pun membuka kain yang menutup mayat itu.

"Hoekk.." Donghae menutup mulutnya. Perutnya sangat mual, tidak kuat melihat kondisi mayat mengenaskan itu. "Tutup matamu Hae, bayangkan ikan peliharaanmu saja" ujar Kibum berusaha menenangkan Donghae. Sontak Donghae menutup matanya seraya tetap memeluk lengan Kibum erat dan membayangkan ikan peliharaannya itu -_-

Kibum meneliti mayat itu meski agak kesulitan karena lengan kanannya dipeluk erat oleh Donghae. /"Aku akan keluar. Permisi" Polisi itu pun berjalan keluar dan menutup pintu ruangan itu.

CKLEK

"Eh?" Kibum menyingkarkan pegangan Donghae dan berlari menuju pintu keluar. "Sial! Dikunci! /Hey! Buka pintunya!" Kibum menggedor-gedor pintu besi itu dengan brutal. "Bummie, mereka mengurung kita? Bagaimana ini? Aku tidak mau mati kedinginan disini.. Hikss.. Bummie" Donghae menangis terisak, takut kalau mereka akan mati konyol disini.

"Uljimma hyung, aku akan mencari cara keluar dari sini" Kibum mengusap air mata di pipi Donghae dengan lembut. Dia pun melihat sekelilingnya siapa tahu ada jalan keluar dari sini selain pintu brengsek itu.

0

0

Sementara itu Kangteukkyu masuk ke dalam bar di WhiteChapel yang bernama Sweet dies (ngarang :p) Ketiga nya melihat bar itu dengan perasaan was-was. Maklum bar di sini tidak seperti di korea. Orang-orang disini jauh lebih mengerikan~

"Kanginie, kita harus apa disini?" Leeteuk bertanya pada Kangin yang dijawab gelengan tidak tahu.

"Cih, kalian memang bodoh. Biar aku saja" Kyuhyun melenggang menuju gadis-gadis penghibur yang duduk di sudut bar itu. Kangteuk hanya mengedikkan bahunya dan memesan bir pada bartender.

/"Permisi nona-nona, apa aku menggangu kalian?" Kyuhyun tersenyum menggoda para gadis pelacur itu. Membuat mereka mencicit histeris kagum akan ketampanan Kyuhyun.

/"Tidak tuan, apa yang bisa kami bantu?" seorang dari mereka tersenyum genit dan hendak menyentuh Kyuhyun namun dengan cepat Kyuhyun menjauhkan tangan gadis itu dari tubuhnya.

/"Aku ingin bertanya, apa gadis-gadis di bar ini cuma ada 4? Kenapa sedikit sekali?"

/"Sebenarnya gadis-gadis seperti kami ada banyak, tapi salah seorang teman kami me-"

/"Jangan menceritakan pada orang asing, Kelly!" potong salah satu dari mereka. /"Tapi kenapa Jean?" heran gadis bernama Kelly tadi.

/"Ada apa ini?" seorang wanita paruh baya yang sepertinya adalah boss mereka menghampiri kelima orang itu.

/"Nyo-nyonya.."

/"Kembali bekerja, biar aku yang berbicara padanya" Gadis-gadis itu pun berdiri dan meninggalkan Kyuhyun dan boss mereka.

/"Ada perlu apa tuan?" kata si boss itu.

/"Ah, bukankah lebih baik kita mengenalkan diri dulu?"

/"Baiklah, namaku Bretha Smith. Aku boss tempat ini" keduanya berjabat tangan yang dibalas Kyuhyun dengan senyuman evil "Aku Markus Cho. Senang berkenalan denganmu" Kyuhyun mengecup punggung tangan wanita itu membuat sang wanita akhirnya menyerah dengan sikap dinginnya dan tersenyum ramah pada Kyuhyun.

/"Aku ingin tahu kenapa gadis penghibur disini sedikit sekali. Bukankah ini adalah bar yang cukup besar?"

/"Dulu memang banyak gadis penghibur disini, tapi sejak kejadian itu..banyak yang mengundurkan diri dari sini" lirih Bretha

/"Memang ada kejadian apa kalau aku boleh tahu?" kata Kyuhyun penasaran padahal dia sudah tahu hal apa yang terjadi. Ya, rencana nya hampir berhasil.

/"2hari yang lalu salah seorang dari gadis itu dibunuh oleh seseorang. Aku..tidak tahu kenapa bisa begini..aku, sudah menganggap dia seperti putriku sendiri..hikss" Bretha menangis sesegukkan mengingat kejadian pembunuhan kemarin.

/"Siapa nama gadis itu?" tanya Kyuhyun sambil menyerahkan sapu tangan Leeteuk yang dicurinya tadi malam -_-

/"Nama nya Mary Ann."

/"Apa sebelumnya dia bertengkar dengan seseorang, atau dia mempunyai musuh?"

/"3hari sebelum kejadian itu aku melihatnya bertengkar dengan seorang pria. Tapi aku tidak mengenal pria itu" jelas Bretha dan mengusap air mata nya dengan sapu tangan Leeteuk yang Kyuhyun curi semalam -_-

/"Begitu? Apa kau bisa sebutkan ciri-ciri nya?" Kyuhyun mengeluarkan catatan kecil dari saku mantelnya dan mulai menggambar sketsa si pelaku yang dicirikan oleh Bretha. Setelah selesai Kyuhyun pun berpamitan dan menggeret Kangteuk yang tengah mabuk.

"Yah! Hyung! Ireona! Ppali kita harus memberitahu Bummie!"

"Sebentar lagi..hik..magnae..belum habis bir nya" Kangin meneguk sisa bir nya sementara Leeteuk malah tidur di bahu Kangin. Wajah keduanya memerah khas orang mabuk.

"Hikss, sapu tangan kesayanganku dimana.."Leeteuk mengigau kan sapu tangan warna putih nya yang tadi dicuri oleh Kyuhyun -_-

"Aish, kalian memang merepotkan! Tahu begini aku sama Bummie saja. Eh, lebih baik aku hubungi mereka dulu" Kyuhyun mencari tempat yang sepi dan aman lalu menghubungi Kibum lewat bross tengkorak nya.

"Mwo? Kenapa tidak bisa dihubungi? Jangan-jangan tidak ada jaringan..atau..Gawat! Hyungdeul!" Kyuhyun berlari menghampiri Kangteuk yang masih tidur di atas meja bar "Kibum dan Donghae hyung dalam bahaya hyung!"

"Mwo? Ppali kita temui mereka! Kalau sampai Donghae kenapa-kenapa akan kubunuh mereka!"Leeteuk yang langsung sadar mendengar dongsaeng nya dalam bahaya segera menarik Kangin dan berlari menuju kantor polisi. Menghiraukan teriakan histeris Kangin yang kesakitan karena telinganya dijewer oleh sang angel. Kyuhyun yang ditinggal malah sweatdrop sendiri. 'Kenapa tidak dari tadi' iner nya.

TBC ^^

Sebenernya saya mau nglanjutin sampe kihae keluar dari ruangan mayat itu. Tapi belum ada ide gimana keluarnya XD #plakk

Mian ya pendek :(

Jeongmal kamsa hamnida for :

laila. , Jung Soo Kyung , Raihan , Guest , ChwangMine95 , dew'yellow , yoon HyunWoon, elfish , Anami , Lee Haevi , shin min hyo , Eun Byeol, Evil Thieves , , Guest 2 , , Chely , Lullu48129

Review lagi ne? Kritik dan saran yang membangun akan saya terima dengan lapang dada :)

Eh, btw chingudeul udah liat selca naked nya Kyu belum? Omo, saya mimisan banget *o*

Itu kurang kebawah dikit sebenarnya #plakk

Sampai jumpa di chap depan *bow*