Chapter 3

andai jungwoo yang lebih dulu muncul dalam kehidupan jaemin mungkin tidak akan seperti ini. senyum mentari yang jaemin punya dulu kini telah pudar .

bisakah jungwoo mengembalikan senyum itu??

~~~

"Lepaskan aku" jaemin memdorong jungwoo untuk memberi jarak antara mereka, karena mereka baru saja terlibat dalam sebuah pelukan tanpa arti tapi penuh kehangatan.

"baiklah" seruh jungwoo seraya melepaskan pelukan nya dan memberi jarak antara mereka berdua.

Jaemin sudah tidak menangis Tapi dia sekarang tengah terdiam. sedang meresapi apa yang baru saja terjadi. yang membuat jantung nya berdebar tak karuan seperti saat ini.

Saat ini jungwoo dan jaemin terpaku dalam keheningan. Ntah harus bicara apa lagi Tapi tiba-tiba mulut mereka berdua seperti terkunci hanya terasa detak jantung mereka berdetak lebih cepat tidak seperti biasanya .

jungwoo dan jaemin duduk di bangku taman yang sama. namun karena jungwoo merasa sudah tak tahan lagi, dia mulai membuka suara.

"mari mulai hari baru bersama ku. tak usah memaksakan perasaan mu terhadap ku jaemin-ah " jungwoo menggulurkan tangan nya berharap jaemin akan menggengam nya.

"hmmm Baik lah" jaemin memejam kan mata nya dan menerima uluran tangan jungwoo. dia merasakan tangan yang penuh dengan kehangatan .

senyum mentari jaemin belum sama sekali dia keluarkan. Tapi jungwoo tetap akan bersama jaemin selama dia bisa bersama nya walau pun dia belum pernah memberikan semyum nya pada jungwoo.

"ku antar kau pulang" jungwoo menggulurkan tangan nya kembali dengan senyum terpasang di wajah jungwoo.

"memang kau tau dimana aku tinggal ??" jaemin mengerutkan dahi .

"Tentu saja" jawab jungwoo menyombongkan diri.

"dasar penguntit" jawab jaemin ketus.

"hah mana ada penguntit setampan diri ku jaemin-ah? " jungwoo menunjuk wajah tampan nya .

jaemin hanya mendesis saja melihat tingkah jungwoo yang super narsis itu.

sekarang mereka sedang menyusuri jalanan seoul berdua. dengan terpaan angin malam yang sejuk membelai rambut mereka.

"ngomong-ngomong kau belum sama sekali memanggil nama ku ??apa kau tidak tau harus memanggil aku apa?? " di tengah perjalanan menuju rumah jaemin .jungwoo bertanya pada jaemin.

jaemin menggangukan kepala seraya membenarkan kata-kata jungwoo.

"baiklah panggil aku jungwoo okey " jungwoo memberi tahu jaemin. lagi-lagi jaemin hanya menggangukan kepala saja membuat jungwoo kesal.

" jaemin-ya kenapa hanya mengganguk saja?? bisakah kau memanggil nama ku?? " pinta jungwoo dengan menunjukan sedikit aegyo nya.

jaemin mmenarik napas "BAIK LAH JUNGWOO-YA" teriak jaemin dan dia langsung memasang wajah cemberut nya.

namun yang menantikan suara itu, yang tadi nya berjalan sejajar sekarang dia berjalan berada di depan "TUHAN BARU SAJA ORANG YANG KU SUKAI SATU TAHUN YANG LALU MEMANGGIL NAMA KU. DAN KU HARAP DIA AKAN TERUS MEMANGGIL KU SAAT DIA MEMBUTUHKAN KU ,AKU AKAN MENJAGA NYA " teriak jungwoo sambil berlari kecil penuh kegirangan dan membalikan badan nya untuk memberi senyum mematikan pada jaemin.

jaemin yang melihat kelakuan jungwoo seketika suhu tubuh nya meninggkat . dan menghasilkan semu merah di pipinya . untung ini malam jika tidak mungkin jungwoo akan melihat nya.

hati yang sekeras batu

yang sebenar nya

adalah es

es itu sedikit demi sedikit

mulai mencair

kini mereka sudah sampai di depan rumah jaemin .rumah yang cukup asri menurut jungwoo .terdapat taman kecil dirumah itu dengan ayunan kayu disana yang dihiasi beberapa tanaman dan rumput hijau. terlihat sangat menyejukan . hanya rumah sederhana tidak mewah.

"apa kau mau mampir dulu jungwoo-ah?? " jaemin memberi tawaran pada jungwoo.

karena ini sudah larut malam jadi terpaksa jungwoo menolak tawaran jaemin. "Tidak usah jaeminie .lain kali saja. aku takut kau ingin segera tidur".

jaemin terkejut baru saja dia mendengar kata "jaeminie" yang menggartikan sebuah rasa sayang.

"baiklah sampai jumpa dan terimakasih kau telah menemaniku dan melibatkan mu dalam kisah rumit ku " tutur jaemin dia segera membuka pintu rumah nya dan melambaikan tangan pada jungwoo tapi dia sama sekali tidak tersenyum hanya wajah tanpa ekspresi.

"Tidak apa-apa karena ini semua kemauan ku untuk terlibat dalam hidup mu dan aku yang memulai nya " jelas jungwoo pada jaemin jungwoo pun membalas lambaian tangan jaemin dengan senyum terpancar di wajah tampan nya.

jaemin sudah masuk ke dalam rumah nya. kini yang di tatap jungwoo hanya sebuah pintu. dia pun memutuskan untuk pulang.

jaemin kini berada di dalam kamar nya. di segera merebahkan diri dikasur memejamkan mata nya .dan membiarkan alam mimpi menghampiri nya.

begitu pula dengan jungwoo yang kini berada di rumah nya juga. melakukan hal yang sama.

setitik cahaya mulai menyinari ruangan kamar jaemin. dia mulai mengerakan tubuh nya menyambut hari. jaemin segera mendudukan diri dan langsung berdiri menuju jendela yang terdapat di ujung kamar nya dia perlahan membuka goden jendela . dia mulai menghirup udara segar disana. mata nya terpejam kembali merasa kan sejuk nya pagi. senyum mentari itu terlihat di bibir jaemin.

sambil memegang sebuah foto di tangan nya jaemin mulai bermonolog "Hari ini akan ku mulai jeno, dengan seseorang yang baru ku kenal dia adalah park jungwoo pria tampan dari kelas Tari ,ku harap kau menyukainya jeno" .

Hati jaemin merasa sakit saat dia mengatakan sesuatu yang akan membuat nya melupakan jeno.

jaemin sudah bersiap-siap menuju kampus. namun penampilan nya agak berbeda dia terlihat lebih cerah. apa mungkin ini karena jungwoo?? ntahlah.

ketika jaemin membuka pintu, di depan sana ada seseorang yang berdiri dengan Motor gede berwarna merah. dan tak lupa di mengumbar senyum tampan nya itu. Yup, dia jungwoo .jaemin merasa tidak percaya sepagi ini pria tampan seperti jungwoo sudah bangun. biasa nya kan pria yang memiliki wajah seperti jungwoo itu suka berleha-leha di pagi hari bahkan mengabaikan kuliah. tapi jungwoo berbeda.

jaemin menghapiri jungwoo dengan wajah tanpa ekspresi nya kembali.

"jungwoo-ya kau menjemput ku?? " tanya jaemin heran.

"tentu .siapa lagi?? tidak ada orang lain yang ku kenal di tempat ini selain kau jaeminie" jawab jungwoo dengan senyum terpatri di bibir nya.

untuk kedua kali nya jaemin mendengar kata "jaeminie" itu benar-benar membuat jaemin merasa suhu tubuh nya meninggkat kembali. membuat pipi nya memerah tpi untuk kali ini dia tahan karena takut jungwoo salah paham pada nya.

jungwoo menaiki motor nya "ayo naik" jungwoo menepuk bagian belakang motor nya. "baiklah" jaemin pun naik ke motor jungwoo.

jungwoo membawa motor nya sedikit kencang. membuat yang berada di belakang mengeratkan pelukan nya.

jungwoo yang merasakan pelukan itu mengerat dia mengelurkan senyum seringaian nya .

TBC

apa ada yang nunggu ff gw ?? kurasa tidak ada

cuma sedikit, itu udah biasa kelakuan gw maklumi aja okey

maaf masih banyak typo bikos ngak di koreksi lgi. bahasa aburadul

tangan pegel serasa mau patah :v

aduh binggung ngelanjut ffnya makin rumit perasaan :v

gw bikin ff ini sambil denger lagu Nct 127 angle ,paradise denger suara member nya bikin melayang apa lagi suara si jahe ama duyung .ngak ada hubungan sama ff sebenernya .cuma niat cerita doang

makasih buat yang udh review saranghae

nextt review pliss