Dokar atau Andhong Sih, Bang?

Malioboro selalu ramai. Apalagi ini hari Minggu dan cuaca sangat cerah.

Burung berkicau, matahari bersinar terik, dan para turis—baik turis domestik maupun turis mancanegara—berseliweran di sepanjang jalan Malioboro. Eh, bukan cuma manusia sih, yang turut meramaikan Malioboro hari ini. Tetapi beberapa kuda—baik yang menarik kereta ataupun tidak—juga turut melintas di daerah yang sering dikunjungi wisatawan ini.

"Kamu tidak mau naik andhong, Singapura? Mumpung di Yogya." Indonesia bertanya pada adik perempuannya. Tangannya menunjuk sebuah kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda.

Singapura mengerutkan dahi.

Indonesia terdiam.

Hening yang penuh misteri.

"Bang," Singapura memanggil abangnya dengan takzim dan penuh penghayatan. Bahkan Indonesia nyaris mengira Singapura akan me'nembak'nya kalau tidak mengingat fakta bahwa gadis itu adalah adiknya sendiri.

"Iya, Singapura?"

"Kendaraan itu—"

"Ya?"

"—dokar atau andhong sih, Bang?"


Disclaimer: Hidekazu Himaruya

Kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk perkembangan cerita. Terima kasih telah membaca! ^^

Yogyakarta, 26 Desember 2012,

Chocolate Albino