JNJ's Love

Chapter 4

Cast :

Kim Jongin 'EXO'

Ahn Daniel 'Teen Top'

Park Jimin 'BTS'

Lee (Oh) Sehun 'EXO'

Lee (Bang) Minsoo 'Teen Top'

Lee (Jeon) Jungkook 'BTS'

Genre : Romance, School Life, Drama

Rated : T

WARNING : ALUR CEPAT, MAINSTREAN, TYPO, dll.

Happy reading guys...

.

.

.

"Aku bingung harus memilih dance yang mana yahh?" Jungkook bergumam sendiri didepan laptop kesayangannya. Dengan pose berpikir, Jungkook mengotak-atik keyboard laptopnya itu. Terkadang bibirnya mengerucut lucu, entah untuk apa.

Begitupun dengan Minsoo dan Sehun yang juga sama-sama sibuk dengan laptop dan ponsel mereka.

"Hihihi.." Kekehan Minsoo keluar pelan dari celah bibirnya ketika dia menatap laptop hitamnya.

Sehun dan Jungkook yang melihat itu, mengerti akan kekehan dari sang kakak tertua. Mereka bahkan bisa membaca pikiran hyung nya itu.

"Dasar mesum.." Gumam Jungkook pelan, dan sayangnya itu dapat didengar oleh Minsoo.

"Diam kau.." Ujar Minsoo.

"Cihh! Aku sudah tahu dance apa yang akan kau pilih, hyung.." Ucap Jungkook.

"Itu urusanku.." Minsoo kembali pada laptopnya.

Jungkook tersenyum kecut, lalu kembli berkata. "Kasihan sekali Niel hyung, dapar partner cabul sepertimu."

Mendengar ucapan Jungkook membuat Minsoo sedikit kesal, sehingga dia meraih bantal kotak yang ada disampingnya lalu melemparkan bantal itu tepat kearah Jungkook. Dan sukses mendarat cantik dikepala namja berwajah tampan itu.

"Yaakk! Dasar maniak.." cecar Jungkook.

Aniya, Minsoo tidak kesal dengan ucapan Jungkook yang kasar itu, tapi dia sangat kesal dengan adiknya itu karna Jungkook mengganggu konsentrasinya saat memilih-milih dance yang akan dia pilih untuk kompetisi dance couple nanti.

Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ke-absurdan kedua saudaranya itu, bahkan dia malu menyebut mereka sebagai saudara, walaupun itu benar adanya. Dia lebih memilih berkutat dengan game kesayangannya dari pada harus mendengarkan kakak dan adiknya itu. Dia butuh konsentrasi.

"Hun hyung, kau pilih dance apa?" Tanya Jungkook pada Sehun.

"Molla.." Jawab Sehun.

"Kau tidak cari?" –Jungkook-

"Aniya, nanti saja.." Jawab Sehun singkat.

"Kau yang punya ide ini tapi kau juga yang malas melakukannya, dasar aneh." Celetuk Jungkook. Kemudian dia kembali pada laptop nya itu.

"Hun, bagaimana kau bisa punya ide seperti ini untuk mengerjai ketiga namja sok terkenal itu?" Kini giliran Minsoo yang bertanya pada Sehun.

Sehun mengalihkan pandangannya pada Minsoo dan juga Jungkook yang kini sama-sama tengah menatapnya, seolah menuntut sebuah jawaban. Kemudian Sehun menyunggingkan ujung bibirnya, lalu mem-pause game yang sejak tadi dia mainkan, meletakkan ponsel itu diatas pahanya.

"Waktu kemarin kita mengintip mereka yang sedang latihan dance dihalaman belakang sekolah, lalu saat pagi tadi kita melihat ppengumuman dimading sekolah, aku jadi berpikir untuk mengerjai mereka." Jawab Sehun.

"Ahh.. Saat kita mengeintip mereka sedang latihan dance dibelakang sekolah kemarin yahh? Aku juga merasa kalau dance mereka memang keren." Celetuk Jungkook.

"Ne, karna itu aku memanfaatkan kompetisi ini untuk mengerjai mereka." Ucap Sehun.

"Kau benar hyung, sekali-sekali mereka harus dikerjai. Cihh! Mentang-mentang mereka ketua dance, jadi seenaknya saja." Ujar Jungkook.

"Walaupun begitu kau menyukai si namja pendek itu kan?" Celetuk Minsoo, dengan cengiran khas dirinya.

Jungkook langsung melotot pada Minsoo, "Mwo? Aniya.."

"Tsk! Munafik.."

"Kau juga kan? Kau juga tertarik dengan namja berbibir tebal itu kan?" Kini gantian Jungkook 'menyerang' Minsoo.

"Kalau iya kenapa?" Balas Minsoo dengan wajah absurd-nya.

"Dasar cabull.." ucap Jungkook.

Sehun kembali menggelengkan kepalanya, menghadapi kedua saudaranya lebih pusing dibandingkan dengan mencari dance untuk kompetisi besok. Minsoo yang tak pernah memandang umurnya yang paling tua, lalu Jungkook yang tak pernah menjaga ucapan pedasnya. Tenanglah, Sehun sudah biasa akan hal ini. Jika mereka hanya bertiga dirumah, jangan tanya lagi kehebohan sumpah serapah yang mereka keluarkan ketika beradu mulut. Berbeda sekali dengan ketika ada eomma dan appa mereka. Mereka akan berubah menjadi anak yang manis dan penurut. Kalau ini sihh hanya berlaku pada Sehun dan Jungkook, tidak dengan Minsoo yang tidak peduli dengan ada atau tidak adanya orang tuanya. Sehun akan menjadi anak yang penurut untuk ayahnya, agar dia bisa diberikan barang-barang keluaran terbaru. Sedangkan Jungkook, akan bersikap manis jika sudah bersama dengan eomma kesayangnnya, bermaksud supaya dia bisa dibelikan barang-barang mewah dan berkelas. Dan Minsoo tidak peduli dengan semua itu, dia hanya ingin bebas.

.

.

.

Jimin merebahkan tubuhnya disebuah ranjang berukuran besar, ditemani dengan sebuah boneka beruang berwarna putih yang dia peluk didadanya, kemudian menjadikan boneka itu bantalan untuk kepalanya. Dia meraih ponsel yang dia letakkan disebelahnya, mengabaikan seseorang yang sedang tengkurap disebelahnya.

Jimin mengotak-atik ponsel berwarna hitam miliknya. Entah apa yang sedang dia lakukan. Namun menit berikutnya, Jimin membulatkan kedua matanya.

"Hyung, lihat ini..." Ucapnya heboh.

Jimin segera menunjukkan apa yang baru saja dia lihat kepada orang yang berbaring disebelahnya, mengarahkan ponsel android nya tepat didepan wajah orang itu.

"Waeyo?" Tanya orang itu.

"Bacalah dibagian komentarnya, Niel hyung.." Jimin yang gemas langsung menujuk pada layar ponselnya.

Niel yang diberikan petunjuk langsung melihat kearah yang Jimin maksud. Dia membaca deretan kata yang berbaris dilayar ponsel milik adiknya itu.

"Jungkook.." Niel bergumam ketika dia membaca nama dari orang yang berkomentar di sebuah video milik JNJ yang mereka upload di Youtube. "Jungkook? Maksudmu Jungkook yang satu sekolah dengan kita?"

"Iya hyung."

"Salah satu dari ketiga namja sok tampan itu?" Niel membulatkan matanya.

"Ne, mereka hyung.." Jimin mengangguk-anggukkan kepalanya semangat.

Niel kembali pada layar ponsel Jimin, kembali membaca deretan kalimat itu. "Apa maksudnya ini?" Tanya Niel kesal ketika dia membaca apa yang Jungkook itu tulis. 'Seharusnya kalian belajar, bukannya menari. Atau bersiaplah untuk kompetisi nanti'. Itu lah yang Jungkook tulis di kolom komentar video mereka.

"Aishh! Dasar anak ini!" Niel hampir saja ingin membanting ponsel yang dia pegang, kalau saja dia tidak ingat bahwa itu adalah ponsel milk magnae-nya.

"Ada apa, eoh?"

Niel dan Jimin langsung menengok pada suara yang baru saja memasuki ruangan besar ini. Jimin langsung menghampiri orang itu yang tak lain adalah Jongin, yang kepayahan membawa nampan yang berisi beberapa makanan dan minuman. Jimin mengambil alih nampan itu dari tangan Jongin, lalu menaruhnya diatas meja nakas tepat disamping kasur besar itu.

"Ini hyung, si Jungkook berkomentar pada rekaman video kita waktu kita ikut kompetisi dance beberapa hari yang lalu, hyung.." Niel bangkit dari rebahannya, kemudian dia duduk diatas kasur miliknya. Dan menyerahkan ponsel Jimin kepada hyung yang baru masuk itu.

"Jungkook? Nugu?"Tanya Jongin, hyung yang baru masuk itu. Jongin meraih ponsel yang Niel sodorkan.

"Itu lohh hyung, namja yang sering bersama dengan Sehun dan yang satunya lagi itu, siapa namanya? Eumm.." Niel menggigit bibir bawahnya, dengan ekspresi sedang berpikir.

"Minsoo kalau tidak salah.." Jawab Jimin.

"Ahh, ne.. Mereka bertiga, hyung.."

Jongin masih membaca komentar yang Jungkook berikan di salah satu video yang mereka upload di akun Youtube mereka, dia mendudukkan dirinya pada sebuah sofa angin berbentuk winnie the pooh tepat disamping ranjang Niel.

Setelahnya dia menggembalikan ponsel itu pada Jimin. Menyamankan posisinya pada sofa angin itu, menengadahkan kepalanya menghadap ke langit-langit kamar. Lalu membuang nafasnya sedikit kasar.

"Hyung, bagaimana untuk kompetisi dance couple itu?" Tanya Jimin pada Jongin.

Jongin menatap Jimin, "Molla, aku juga bingung.."

"Hyung, kenapa aku sedikit was-was yahh?" Ucap Niel.

"Waeyo?" –Jongin-

"Molla, aku hanya merasa sedikit tak percaya dengan mereka."

"Nado hyung.. Aku juga merasa sedikit takut dengan ketiga namja itu." timpal Jimin.

Jongin menatap kedua adiknya yang sama-sama sedang menatapnya. Kemudian dia menggidikkan bahunya.

Jongin meraih segelas orange juice yang tadi diletakkan dimeja nakas, lalu meminumnya. Setelah dirasa cukup dia mengembalikan gelas itu dimeja. "Aku juga merasa aneh dengan mereka." Ucap Jongin menjawab respon dari Niel dan Jimin. "Sepertinya mereka bertiga sedang mengerjai kita." Lanjutnya.

"Lalu bagaimana hyung?"tanya Niel.

"Sudahlah, kita ikuti saja permainan mereka. Lagipula hanya dance couple kan? Bukankah kita sering melakukannya? Jadi santai saja." Ujar Jongin, mencoba menenangkan kegelisahan kedua adik kesayangannya.

"Tapi kan kali ini kita akan berpasangan dengan orang yang bahkan tidak kita kenal, hyung.." Ujar Jimin.

"Sama saja Minie, kita hanya perlu membiasakan diri saja. Pasti kita juga akan terbiasa." Jawab Jongin.

"Benar hyung.." Timpal Niel dengan mulut yang penuh dengan cake yang baru saja dia masukkan kedalam mulutnya.

.

.

.

.

"Satu dua tiga empat.. Satu dua tiga..."

Jimin sedang menghitung setiap gerakan yang baru saja dia lakukan. Menggerakkan tangannya seolah-olah tangannya sedang menarik kaki kirinya, kemudian melakukan hal yang sama dengan kaki kanannya. Lalu menggerakkan tubuh bagian dadanya, maju dan mudur. Saat ini Jimin memang sedang mencoba gerakan popping. Gerakkan yang baru saja diajarkan oleh Jongin.

Sedangkan Jongin sendiri saat ini sedang mengajarkan Niel untuk gerakan dance mereka. Memang untuk dance yang kali ini agak sedikit sulit, dan Niel sejujurnya sangat membutuhkan bantuan Jongin untuk menanganinya.

"Coba kau menggerakkan badanmu sedikit luwes, Niel-ah.. Kalau kaku nanti kau akan mudah lelah untuk melakukannya." Komen Jongin, sedikit mengoreksi gerakkan Niel yang sedikit kaku.

"Arraseo hyung.."

Niel mencoba kembali gerakkan yang tadi diajari Jongin, "Seperti inikah?" Tanyanya.

"Tekuk kaki sebelah kanan mu sedikit." Ucap Jongin. "Nah, benar begitu." Komen Jongin.

Niel dan Jimin masih berlatih dance terbaru mereka dengan Jongin sebagai guru yang memberikan arahan untuk mereka. Maklum, karena gerakan ini memang Jongin lah yang menciptakannya, jadi mereka membutuhkan Jongin untuk mengajarinya.

"Waahh waahh ternyata kalian sudah berkumpul disini yahh?"

Gerakkan dance mereka beriga terhenti begitu saja ketika mereka mendengar sebuah suara yang baru saja memasuki indra pendengaran mereka. Dengan kompak mereka langsung memutar tubuh mereka untuk melihat suara yang sudah dikenal beberapa hari belakangan ini. Dari cermin besar yang ada didepan mereka, mereka bisa melihat kalau orang-orang itu baru saja memasuki ruangan latihan mereka.

"Sudah siap yah?" Tanya salah satu dari mereka. Mereka bertiga berjalan masuk kedalam ruangan yang memang dikhususkan untuk JNJ berlatih ini.

"Sedang apa kalian kemari?" Tanya Jimin.

"Tentu saja untuk latihan, bukannya kita harus segera latihan untuk kompetisi diulang tahun sekolah besok?" Ucap Minsoo.

"Memangnya sudah menemukan dance yang cocok?" Tanya Niel.

"Tentu saja sudah, jangan remehkan kami." Komen Jungkook.

"Tsk!" Niel berdecih sebal dengan ucapan Jungkook.

"Yasudah, ayo latihan.." Ujar Niel.

"Ini.." Jungkook melemparkan sebuah shopping bag kearah Jimin, yang otomatis langsung Jimin tangkap dengan sukses.

"Apa ini..?" Tanya Jimin, dia melirik kedalam isi tas itu.

"Lihat saja sendiri.."

Sontak saja itu membuat Jimin segera membuka shopping bag yang diberikan oleh Jungkook tadi. Dia mengambil sebuah kotak sedang yang ada didalam tas belanjaannya itu, lalu meletakkan tas belanjaannya dilantai kayu. Tangannya membuka kotak yang sedang dia pegang. Begitu kotaknya terbuka, sama halnya dengan kedua matanya yang ikut terbuka lebar.

"IGE MWOYA?!"

"Itu properti yang akan kau gunakan untuk dance ini." Ujar Jungkook.

"High heels?" Ucap Niel yang bisa melihat isi dari kotak itu, lalu mengambil high heelnya.

Yuupp! Isi kotak yang diberikan Jungkook tadi kepada Jimin adalah sebuah high heels berwarna hitam dengan tinggi kurang lebih 7cm, dipercantik dengan tali yang nanti akan diikat dipergelangan kaki sang pemakai. Ditali itu juga dihiasi sebuah rantai seperti gelang berwarna perak putih dengan dipenuhi oleh bilng-bling yang terlihat berkilau. Jika sudah melihatnya sudah tidak perlu dipertanyakan kembali untuk harga dari sepasang high heels ini. Jawabannya pasti kalian semua sudah tahu. Jungkook's Style.

"YAKK! Apa maksudnya ini?" Jimin mendelik marah pada Jungkook.

Yang hanya dibalas sebuah cengiran Jungkook dan kekehan dari Minsoo dan juga Sehun. "Itu akan kau gunakan saat kita latihan dan tampil nanti."

"Apa kau gila, eoh? Untuk apa aku harus memakai sepatu seperti ini?"

"Karna dance yang aku pilih adalah Tango Dance , jadi sudah pasti high heels jadi bagian utama dari dance ini." Jawab Jungkook dengan rona wajah yang merekah (?).

"Mwoya? CK! Aku ini namja, jadi tak perlu pakai high heels begini!"

"Kau ini bodoh atau apa? Ck! Aku jadi meragukan kalau kau ini adalah anggota group dance yang terkenal itu." Jungkook berpura-pura berdecih sebal.

"Apa kau bilang?"

"Dalam tarian Tango Dance yang paling penting adalah sepatunya, karna langkah dari sepatu high heels akan memberikan ketukan-ketukan yang akan membantu dalam tariannya nanti." Jelas Jungkook.

"Aku tahu, tapi tidak perlu high heels juga kan? Dan apa kau buta? Kau lihat heels nya ini? Buakankah ini terlalu tinggi, eoh?" Jimin menunjuk-nunjuk high heels nya itu didepan Jungkook.

"Bukankah itu bagus? Lagipula itu bisa membantumu agar bisa serata dengan ku." Ujar Jungkook seraya melangkahkan kakinya lebih dekat dengan Jimin, dengan tangannya yang sedang mengarahkan kearah kepala Jimin, seolah sedang mengukur tinggi Jimin dengan tingginya.

"APA KAU BILANG?!"

Jimin yang memang mudah sekali tersinggung dengan kata 'Tinggi' langsung tersulut emosi saat Jungkook dengan tidak langsung mengatakan kalau Jimin itu pendek.

"Memang benarkan kan?"

"YAKKKK!"

"AWWW!"

Terdengar suara pekikkan keras dari bibir Jungkook saat dengan polosnya Jimin melemparkan high heels 7cm itu kearahnya, dan berhasil mengenai dada bidangnya. Hingga terjadilah aksi kejar-kejaran antara dia dan Jimin dengan high heels yang tak bersalah itu.

"Rasakan itu." Komen Niel.

Niel, Jongin, Minsoo dan Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua magnae itu. Lalu tertawa senang bercampur prihatin ketika high heels yang Jimin lempar itu tepat mengenai punggung lebar Jungkook.

"Ayo kita latihan juga.." Ujar Minsoo.

Niel mengalihkan pandangannya kepada Minsoo, yang juga sedang menatapnya. Dia menganggukkan kepalanya dan mengikuti Minsoo yang sedang berjalan kearah dvd player yang ada diatas lemari kecil dengan sound besar disampingnya. Niel dapat melihat kalau Minsoo tengah memasukkan sebuah flashdisk pada lubang yang ada di dvd player itu.

Minsoo meraih remote yang ada disana juga, kemudian menekan tombol Pause. Lalu beralih pada Niel yang sedang berdiri dibelakangnya.

Niel hanya memandang Minsoo bingung, karena saat ini dia bisa melihat sebuah cengiran khas milik namja itu. Minsoo 'tersenyum' pada Niel, lalu kembali menekan tombol Play yang ada pada remote.

Dan beberapa detik kemudian, suara dentuman drum mulai terdengar dari sound system yang besar itu. Minsoo masih menampakkan wajahnya seperti yang tadi, sampai akhirnya Niel lah yang merubah ekspresi wajahnya menjadi terkejut.

"Sexy Dance!" Niel membelalakkan matanya, ketika dia mulai memahami setiap alunan music yang menggelegar itu.

"Aniya, lebih tepatnya Erotis Dance." Jawab Minsoo.

"MWOYA?!" Niel bahkan melebarkan mulutnya saat mendengar dengan jelas jawaban dari Minsoo.

"Ayo kita mulai.." Minsoo bermaksud menarik tangan Niel, namun sayangnya Niel lebih dahulu menghindar.

"Aniyo.." Tolak Niel.

"Waeyo?"

"Untuk apa aku melakukan dance seperti itu."

"Karena aku sudah memilih dance itu."

"Ck! Tapi tidak bisakah kalau bukan Erotis Dance?"

"Aniyo, aku sudah memilihnya."

"Tsk!" Niel berdecih sebal.

Minsoo langsung saja menarik tangan Niel untuk kedua kalinya, dan kali ini Niel tidak bisa mengelak lagi. Karena dengan cepat Minsoo memeluk pinggang Niel, bermaksud agar namja bebibir tebal ini tak bisa melarikan diri.

"Kita harus segera latihan, jika tidak besok kita tidak akan berhasil." Bisik Minsoo tepat ditelinga Niel.

"Ughh.." Dibarengi dengan tiupan ringan ditelinga sensitif itu.

Kemudian Minsoo membalikkan tubuh Niel sehingga dia kini berhadapan dengan punggung sempit itu. Masih dengan merengkuh pinggang ramping Niel.

"Gerakkan tubuh mu seperti ini.."

Minsoo mendorong punggung Niel, hingga terlihat seperti Niel sedang menungging didepannya.

"YAAKKK! Jangan memegang bokongku seperti itu!"

Niel memekik keras ketika dia meresa tangan besar Minsoo baru saja memegang bokongnya.

"Memang itu gerakan dancenya.." Jawab Minsoo.

"Ck! Mana ada dance yang memegang bokong seperti itu." Cecar Niel.

"Sudah ayo.."

Minsoo kembali menarik tangan Niel, karna saat Niel memekik tadi dia menjauhi tubuhnya darinya. Kembali membawa Niel kedalam rengkuhannya, lalu membalikkan tubuh Niel seperti tadi –posisi menungging-

Dia mengajari beberapa gerakkan pada Niel, gerakkan yang sebelumnya sudah dia pikirkan matang-matang itu. Minsoo membawa tubuh Niel mengikuti setiap gerakkan yang dia lakukan. Dan Niel pun mau tidak mau mengikuti semua instruksi dari Minsoo, meskipun tak jarang dia mengomel ketika gerakan yang Minsoo berikan sedikit tidak masuk akal.

"YAKKKK! BERHENTI MEMEGANG BOKONGKUUUU!"

Pekikkan Niel kembali terdengar menggema diruangan kedap suara itu, ketika lagi-lagi Minsoo memegang ani, mungkin sekarang bukan hanya memegang tapi terkadang pria muda bermata sipit itu meremas bokongnya juga.

"Tsk!" Minsoo berdecih, "Bokongmu itu bagus, jadi harus kau tunjukkan." Lanjutnya.

Niel melebarkan matanya setelah mendengar jawaban absurd dari Minsoo. "Itu namanya pelecehan, kau tahu?"

"Terserahmu, sekarang kita lanjutkan lagi.."

"Dasar maniak bokong!" Gumam Niel kesal, saat Minsoo lagi-lagi menarik tangannya.

Jongin terkekeh geli melihat adegan pertengkaran antara Niel dan Minsoo itu, ditambah pekikan lucu Jimin yang sedang dikerjai Jungkook dengan dance dan sepatu high heelsnya di ujung ruangan. Setelahnya dia beralih menatap seorang namja tampan yang sejak tadi hanya diam sambil memainkan ponselnya itu. Jongin jadi bingung sendiri dengan namja tampan ini. Dia ingin sekali bertanya tapi jujur dia sedikit enggan, mungkin karena mereka belum terlalu dekat. Ditambah memang sikapnya yang pemalu dan sifat Sehun yang terlalu pendiam, sehingga membuat suasana diantara mereka sedikit kaku.

"Eummm.." Jongin mencoba merebut perhatian namja berkulit pucat itu dari ponsel yang sejak tadi dia mainkan. "Se-Sehun-ssi, apa kita ti-tidak latihan?" Tanya Jongin.

Sehun melirik sekilas kearah Jongin ketika namja manis itu mencoba mengajaknya bicara. Lalu dia mem-pause game yang sedang dia mainkan, kemudian memasukkan ponsel kesayangannya ke kantung baju seragam sekolahnya.

Setelahnya Jongin melihat Sehun merogoh kantung celana sebelah kanan seragamnya, dan dia mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.

"Ini.." Sehun memberikan benda yang tadi dia ambil dari kantungnya kepada Jongin.

Jongin pun meraih benda yang Sehun sodorkan kepadanya. "Eh? MP3? Untuk apa?" Tanya Jongin ketika Sehun memberikannya sebuah MP3 Player berwarna biru .

"Didalam sana sudah aku masukkan sebuah lagu yang akan menjadi backsound untuk dance kita. Kau buat sendiri gerakannya." Jawab Sehun.

"Eh? Maksudnya?" Tanya Jongin bingung.

"Kita buat gerakan dari lagu itu sendiri-sendiri, dan menggabungkanya ketika diatas panggung."

"Ye?" Jongin mengernyit bingung. "Tanpa latihan?"

"Eumm.." Sehun hanya mengangguk untuk menjawabnya.

"Tsk!" Jongin menggeleng tak percaya, sambil bertolak pinggang. "Kau gila?"

"Waeyo?"

"Mana bisa seperti itu?"

"Tentu saja bisa! Bukankah kau adalah leader dari group dance mu itu? Lagipula ku dengar kalau kau yang paling pandai menciptakan gerakan dance kan? Jadi aku percaya padamu." Ujar Sehun.

"Kau bodoh atau apa, eoh? Ini adalah kompetisi dance berpasangan, bukan individu. Mana mungkin bisa sepeti itu?" cecar Jongin sebal.

"Tentu saja bisa. Dan lagi aku ingin menge-test kemampuan dance mu, bukankah selama ini kau membangga-banggakan kemampuan dance group kalian. Jadi aku ingin tahu sampai mana kemampuan dance kalian, terutama kau, Leader."

"Gila.." Jongin berdecih. Lalu menatap Sehun dengan pandangan tajam seolah-olah membunuh, meskipun menurut Sehun itu tak benar-benar membunuh malah dia melihat itu sebagai tatapan seekor kucing yang minta diberi makan. "Kalau kau tak berniat mengikuti kompetisi ini, seharusnya tidak usah sejak awal! Menyebalkan!"

Jongin yang kesal akhirnya memilih meninggalkan ruangan latihan itu, hatinya sedang kesal sekarang. Dia bahkan merasa seperti dipermainkan disini.

"Hyung.."

Niel memanggil Jongin yang berlalu melewatinya begitu saja. Namun hyung yang dia panggil itu sama sekali tak menghiraukannya, dan terus saja berjalan hingga sampai akhirnya Jongin menghilang dibalik pintu.

"Kau mau kemana?" Tanya Jungkook ketika melihat Jimin berjalan menjauhinya.

"Menyusul Jongin hyung." Jawab Jimin.

"Untuk apa? Kita harus latihan." Ucap Jungkook menarik tangan Jimin, dan membuat Jimin mau tak mau kembali mendekat kearah Jungkook, dan tolong jangan lupakan high heel yang saat ini sedang Jimin pakai sehingga membuat lantai yang dia pijak berbunyi ketika berbenturan dengan heels tinggi itu. Dan sejujurnya itu membuat Jimin sedikit sulit untuk berjalan.

"Jongin hyung saja tidak perlu latihan, kenapa aku juga harus latihan?" Jimin mempoutkan bibirnya lucu.

Jungkook tersenyum meledek saat mendengar ucapan namja bertubuh pendek itu. "Karna kau tidak sepandai Jongin hyung." Jawab Jungkook.

"Apa kau bilang?" Jimin mendelik tajam kearah Jungkook.

"Memang benarkan?"

"Ck! Tapi setidaknya aku lebih baik dari pada Niel hyung.." Celetuk Jimin.

"MWOYA?" Niel menatap kesal pada Jimin karena namja pendek itu berani-beraninya membawa-bawa namanya.

Jimin yang tanpa sengaja berucap seperti itu pun hanya mampu ber-kekeh ketika melihat kemarahan Niel padanya.

"Hehehe.. Maaf hyung, aku keceplosan." Ucap Jimin seraya membuat jari V diatas kepalanya ditambah dengan cengiran tak bersalahnya.

"Dasar kau!" Niel hampir saja ingin memukul kepala Jimin, kalau saja_ "YAAKKK! APA YANG KAU LAKUKAN, EOHHH!" Kalau saja Minsoo tak kembali meremas bokongnya.

"Cepat lanjutkan latihannya!" Ucap Minsoo.

"BERHENTI MENYENTUUUHH BOKONGKUUUU!"

.

.

.

Jimin membawa nampan berisi tiga gelas strawberry juice dan sepiring cookies disebelahnya. Membawanya kearah ruang tamu yang terdengar sangat ramai dengan tawa dari sebuah acara yang diputar di televisi berlayar lebar itu. Jimin berjalan mendekati dua namja yang sedang duduk disofa tepat didepan televisi yang menyala.

Lalu meletakkan nampan yang dia bawa pada sebuah meja yang terbuat dari kaca yang dialasi sebuah taplak meja berwarna putih bercorak bunga itu. Kemudian dia ikut duduk disingle sofa bersebelahan dengan kedua namja yang berstatus sahabatnya, Jongin dan Niel.

Niel yang tadi sedang rebahan diatas sofa panjang berwarna cokelat soft segera bangkit ketika melihat cookies kesukaannya terpampang diatas meja. Mengambilnya lalu memasukkannya kedalam mulutnya.

"Hyung sedang apa?" Tanya Jimin yang sejak tadi hanya melihat Jongin duduk disamping Niel sambil memegang sebuah MP3 Player plus sebuah aerphone yang menyantel disalah satu telinganya yang menyambung dengan MP3 Player itu.

"Hanya mendengarkan lagu.." Jawab Jongin.

"Itu MP3 Player yang diberikan Sehun padamu tadi kan?" Tanya Niel, dengan mulut yang penuh dengan cookies.

"Eumm.." Jongin mengangguk.

"Enak sekali kau hyung, tak perlu berlatih untuk kompetisi itu.." Komen Jimin dengan bibir yang dia buat maju seolah-olah tengah sebal.

Jongin menatap Jimin, "Enak apanya? Ini malah lebih rumit, tahu.." Jawab Jongin.

"Rumit kenapa?"

Tanya Jimin, seraya meraih segelas strawberry yang tadi dia bawa, kemudian menyeruputnya.

"Kalian tahu sendiri kan kalau ini dance couple, jadi otomatis kekompakkan yang paling ditonjolkan. Tapi kalau kita latihan sendiri-sendiri bagaimana bisa kompak?" Ucap Jongin yang kembali merasa sebal saat harus mengingat perkataan Sehun yang tidak masuk akal itu.

"Ahh! Benar juga.." Ujar Jimin.

"Tapi setidaknya kau tidak mengalami pelecehan seperti aku, hyung.. Itu sangat menyebalkan, tahu.." Komen Niel. Bibir tebalnya ikut mengerucut lucu ketika dia kembali mengingat kejadian tadi siang saat latihan dance, dimana dia mengalami pelecehan ketika bokong nya harus menjadi korban pelecehan itu. "ARGGHHHH! Kenapa aku harus satu team dengan namja mesum seperti itu?!" Niel menutup wajahnya dengan bantal kotak yang ada disebelahnya, sebenarnya bermaksud untuk menutupi wajah yang dia tahu pasti memerah sekarang akibat mengingat tangan besar Minsoo yang terus saja menyentuh pantat kenyalnya.

Jimin terkekeh geli saat dia ikut mengingat kejadian yang menimpa hyung keduanya itu. Tentu saja, karena saat kejadian pelecehan itu terjadi tepat didepan kedua mata polosnya.

.

.

.

T

B

C

.

.

.

Haiiiiii~~~

Gue kembali lagi #tebar bunga

Apa ada yang nungguin gue kambekk? #gak ada :p

Hehehe.. Ini gue bawa lanjutan FF JNJ's Love...

Tapi sebelumnya lagi-lagi gue mau ngucapin terima kasih banyak buat para readers yang udah baca ff dan review ff ini.. Gomapseumnidaaaaa~~~

#cipoksatusatu

Btw mungkin untuk chap selanjutnya bakalan gue publish ketika abis lebaran yahh.. soalnya kemungkinan chap depan udah mulai naik rate nihh hihihi~~ jadi biar puasa nya aman disimpen dulu aja dehh.. hehehe~~

Sebelumnya gue ada pengumuman sebentar yahh, tolong disimak :D

Sekarang lagi dibuka pendaftaran untuk FanFiction Challenge yang kami beri judul 'HunKai In Luv'. Disini para author dan HunKai Ship akan ditantang untuk membuat fanfiction dengan HunKai sebagai peran utamanya.

Bagi kalian yang mau ikut serta atau yang mau tanya-tanya boleh nih hubungin para panitianya untuk mendaftarkan diri, bisa kirim PM di FFn atau di FB juga gak apa-apa. Silahkan hubungi;

Facebook :

Lullu Pamungkas

Vieta Ramadhani

Atau di FFn :

LulluBee

Ling-ling Panda Bear

Kalau kalian berminat untuk ikut, kami akan berikan PERATURAN yang harus dipatuhi dalam event ini.

Ayo kita sebar luaskan cinta HunKai!

Terimakasih