Halo Minna, Shisui balik lagi...
Yah mumpung nganggur nih, belum nyari kerjaan jadi Shisui ngabisin waktu nganggur ini buat bikin fic aja, soalnya Shisui yakin kalau misalkan Shisui udah dapet kerja Shisui pasti jarang punya waktu luang buat bikin fic apalagi ditambah sama kuliah nantinya, hufft... sulit and sibuk abis deh pastinya. :'(
Oh ya, Shisui udah bales review Minna semua di mbah PM terus bagi yang belum punya atau gak masuk akun, Shisui bakal bales'a dibawah ini...
namikaze yuu : Hahaha, yuu-chan bisa aja..., iya disini naru-chan masih cewek kok. Hmmm, gimana yah? Iya deh Shisui usahain yah biar ada GaafemNaru, tapi Shisui gak janji bakal jadi lemon, hehehe. Salam kenal juga yuu-chan :).
ryukey : Hahaha, Sasuke itu diem-diem mesum#di Kirin sama Sasuke terus di Amaterasu. Iya tapi gak di chap ini. Makasih yah repiu'a.
kaname : Aduh, aduh... banyak banget request'a. Hehehe :)
iya bakal Shisui usahain, tapi gak janji yah, soalnya banyak banget permintaannya :), Makasih repiu'a.
ca kun : Iya, tapi di chap ini masih belum. Tunggu saja yah :)
noaiy : Salam kenal juga noaiy-san, makasih yah repiu'a.
Himejima Akemo H. S dxd : Yah, mau gimana lagi dong sudah terlanjur jadi lemon?, nasi sudah menjadi bubur Himejima-san. Gomen yah kalo gak seru?
zzzz : Eem, ini sudah lanjut kok :)
deviluk shin ryu : Ada, ini lanjutannya. Iya sih ntar naru-chan jadi cowok tapi genre'a gak yaoi kok..., deviluk-san lihat aja nanti yah. :)
Bewinkk : Iya, ini sudah lanjut kok :)
Sudah Shisui balas kan? Semoga gak ada yang terlewat yah? :)
Oke deh, kita mulai aja yah.
Happy Reading
Warning! : fic ini mengandung lemon dan mesum, kalau Minna yang mampir ke fic ini masih dibawah umur, tolong langsung skip dan ganti fic yang lebih sopan dan nyaman untuk dibaca yah, karena Shisui gak mau Minna yang masih dibawah umur jadi rusak gara-gara ini fic.
Disclaimer : akang Masashi!, aku rubah sedikit ceritanya boleh kan?
Rate : M
Pairing : SasufemNaru, ShikafemNaru ( Maybe ), SaifemNaru ( Maybe )...and many more
Hareem No Jutsu Permanent
Chapter 3
By : Shisui-Namikaze
OOC, OC, typo (s), Gaje, Lime/Lemon and many more...
Ini Lime/Lemon pertama Shisui jadi Gomen yah kalau tidak terlalu memuaskan dan hot
Don't Like, Don't Read!
Enjoy it!
Previous Chapter : Mereka sudah diujung klimaks, Naruto mempercepat gerakkannya bahkan dibantu oleh Sasuke sehingga membuat mereka berdua mendesah penuh kenikmatan, dan pada akhirnya cairan mereka keluar secara bersamaan. Naruto mencium bibir Sasuke lalu melepaskan tubuhnya dari tubuh Sasuke, Naruto merungkuk lalu dia memainkan batangan Sasuke mencoba mengeluarkan semua sperma yang masih tersisa di batangannya, "Moshi-moshi...hah...sekarang aku tahu apa arti dari 'memainkan batangan'...hah" bisik Naruto terengah-engah kelelahan. Naruto mengulum batangan Sasuke dan setelah itu mereka terangsang kembali sampai pada akhirnya pertarungan itu dimulai lagi.
Chapter 3
"Rokudaime!"
"Hidup Rokudaime...!"
"Kami mencintaimu Naruto!, Kyaa!"
"Naruto!"
...
Sorak demi sorak kebahagian para penduduk terdengar di sekeliling istana hokage untuk menyambut hokage terbaru, yaitu hokage 6. Suara sorakkan penuh kebahagiaan semakin gemuruh disaat sang hokage menampakkan dirinya dan melambaikan tangan tan-nya keseluruh penduduk sambil menyengir kuda.
Jubah berwarna jingga dan hitam khas buatannya telah terlilit di tubuhnya yang eksotis, Naruto melambaikan tangannya penuh semangat kearah para rakyat-nya, karena saking bahagia dan semangatnya, dia sampai-sampai terus tertawa tanpa henti-henti-nya diantara para rakyat yang mengelilingi istana hokage yang sudah resmi menjadi kantor pribadi-nya.
Impiannya sudah terwujud, dia sudah menjadi hokage ke 6, dia sudah mengharumkan nama dan keluarganya, yaitu Uzumaki dan Namikaze sebagai hokage termuda tahun ini, bahkan lebih muda dari Minato sang ayah yang menjadi hokage sejak genap 21 tahun.
Lalu ketika Naruto ingin membuka mulut untuk menyambut rakyatnya..., tiba-tiba dia merasakan ada yang gatal-gatal di telinga kiri-nya seperti sedang digigiti hanya saja digigit dengan penuh kelembutan. Dia menggeliat tidak karuan saat rasa geli di telinga-nya semakin menjadi-jadi.
"Iih, siapa sih ini?!" bisiknya sambil menghusap-husap telinga-nya masih dengan mata terpejam, rasa geli ditelinganya itu cuma menghilang beberapa detik saja, rasa geli itu kembali lagi ketika Naruto mulai sedikit nyaman, dia menghusap-husap telinga-nya lagi bahkan menggaruk-garukinya karena sedikit kesal dengan rasa gatal yang melanda telinga-nya.
"Aku sedang ingin pidato, jangan membuat u...lah" bentaknya sambil beranjak duduk dari baringannya, dibentakkan terakhirnya dia perlambat ketika melihat pria tampan bermata onyx sedang menatapnya sambil tersenyum tipis.
Naruto menggerakkan kepala-nya kekanan dan kekiri memeriksa ruangan yang ditempati-nya dengan ekspresi sangat bodoh tapi terlihat sangat imut, karena dia merasa tadi dia berada di atap gedung istana hokage. Setelah beberapa menit dia menjelajahi ruangan yang dia tempati, dia baru sadar kalau tadi itu hanyalah mimpi semata. Mimpi yang akan menjadi kenyataan empat bulan kedepan, mimpi yang akan membawa-nya kedalam dunia kepemimpinan, Naruto menundukkan kepalanya lalu dia tersenyum kecil merasa tidak sabar menunggu hari-hari bahagia itu. Dia tidak sadar kalau saat ini Sasuke sedang menatapnya bingung
"Kau ingin berpidato apa Naru-chan?" goda Sasuke
Suara datar tapi lembut itu membuat sang pemilik mata biru safir mendongahkan kepalanya memandangi si mata onyx, dia tersenyum lembut pada Sasuke dan berkata
"Makasih yah sudah mau membantuku Sasuke, kamu memang teman yang...tunggu dulu..."
Hening sejenak, Naruto merasa ada kejanggalan dalam dirinya, dia merasa ada yang aneh, tapi dia lupa apa itu, kejanggalan itu baru saja terjadi tapi dia telah lupa?. Karena merasa menyerah untuk mengingat-ingat, dengan ekspresi bingung tapi imut itu, dia bertanya pada Sasuke dengan polosnya
"Sasuke aku merasa ada kejanggalan deh pada diriku?"
Sasuke memandanginya dengan ekspresi stoic-nya, pria tanpa berekspresi itu menggelengkan kepalanya merasa bingung atas ucapan Naruto
"hn?" katanya dengan ekspresi stoic-nya
"Aku merasa...do"
Sasuke menyipitkan matanya makin tidak mengerti dengan tingkah Naruto
"Re...check...check...mi..." lanjut Naruto, otaknya masih loading sedangkan Sasuke memandanginya keheranan.
10%
40%
80%
99%
"Kyaa! Suara-ku!" teriak Naruto histeris secara mendadak, jika Sasuke tidak dilatih dengan sikap stoic-nya itu, mungkin saat ini dia terkejut dan akhirnya terjungkil balik ke belakang dengan tidak elitnya.
"Kenapa dengan suara-mu Naru-chan?" tanya Sasuke sambil menyentuh bahu putih nan mulus Naruto. Naruto tidak menggubris pertanyaannya Sasuke, Naruto sedang sibuk dengan tubuhnya yang sedang diperiksa-nya saat ini.
Kedua tangannya dilihatnya dengan seksama, wajahnya disentuhnya, rambutnya dibelainya, dan serangan terakhir... buah dada-nya yang dibalik selimut diremasnya. Wajah Sasuke memerah saat Naruto meremas buah dada-nya tapi dengan bantuan wajah stoic-nya, dia berhasil menyembunyikan wajah memerahnya dengan sempurna.
Semua aksi gila yang Naruto lakukan pada tubuhnya saat itu sukses membuat dirinya sendiri sweatdrop, saat dia melihat kedua tangannya, tangannya berkulit putih bukanlah berwarna tan dan terasa sangat mulus bagaikan kulit 'perempuan'. Saat wajahnya disentuhnya, kulit wajahnya terasa halus dan lembut bagaikan 'perempuan', rambut yang dibelai-nya terasa sangat panjang bagaikan 'perempuan', dan buah dada-nya yang diremasnya terasa mengembung dan sedikit merasa nyeri di putingnya lagi-lagi bagaikan 'PEREMPUAN!'.
"Naru..." Sasuke berhenti bicara ketika kedua bahunya digoyangkan secara kasar oleh Naruto yang saat ini sedang menangis, mata biru safir-nya yang berkaca-kaca menatap onyx-nya penuh ketajaman
"Semalam kita melakukan 'itu' kan? Semalam kita melakukannya kan?" tanya Naruto seraya menggoyangkan kedua bahu pria berambut raven yang berada didepannya.
"Hn"
"Jangan cuma bilang 'hn' doang, bicara yang jelas Sasuke!, kita melakukannya kan?"
"Kamu kenapa sih? Kamu seperti orang yang kesurupan?!" balas Sasuke lalu menepis kedua tangan Naruto yang memegang kedua bahunya, dia sangat tidak suka kalau diperlakukan kasar oleh siapapun, karena sikap dinginnya itu, Naruto menyandarkan tubuhnya ke kepala tempat tidur dan mulai menangis tersedu-sedu.
"Aku...hiks...cuma...hiks...mau nanya?" lirihnya sambil menundukkan kepalanya, Sasuke yang melihatnya merasa bersalah apalagi gadis yang berada didepannya adalah gadis yang disukainya, gadis yang telah merebut hatinya. Sasuke menghela nafasnya mencoba mencairkan emosi-nya
"Iya, kita melakukannya Naru-koi. Memangnya ada apa?" tanya Sasuke lemah lembut bak ibunya Mikoto Uchiha.
Naruto mendongahkan kepalanya memandangi Sasuke sebentar lalu menundukkan kepalanya lagi 'Jika Sasuke dan aku sudah melakukannya? Lalu kenapa aku belum juga kembali seperti semula? Aku harus bertemu Kakashi-sensei'
"Aduduh...ittai" lirih Naruto ketikanya dia ingin melesat turun dari tempat tidur, sebelah mata biru safir-nya dia pejamkan karena menahan rasa sakit yang melanda selangkangannya..
"Kamu jangan bergerak dulu, selangkanganmu masih sakit kan?" perintah Sasuke seraya memegang kedua bahunya menyuruh Naruto untuk tetap di tempat tidurnya.
"Aku tidak bisa, aku harus pergi" balas Naruto keras kepala, melihat tingkahnya yang saat ini sangat keras kepala, Sasuke mengingat sifat sahabat bodohnya yang selama lima bulan terakhir ini sedang berada diluar menjalani misi untuk menjadi hokage.
Ketika menjelang sepuluh menit saling memberontak tanpa ada yang mengalah, akhirnya Sasuke mengalah dan melepaskan kedua tangannya dari kedua bahu Naruto sambil menghembuskan nafas jengkel.
"Terserah kamu saja lah, kamu mandi dulu yah. Aku akan mempersiapkan air hangat di bathtub untukmu, air hangat akan mengurangi rasa perih di selangkanganmu" pasrahnya dan memalingkan pandangannya dari Naruto lalu melesat menuju kamar mandi
Tidak lama kemudian, Sasuke keluar dari kamar mandi dengan kedua tangan dan baju yang basah lalu mendekati Naruto
"Air-nya sudah kupersiapkan, mandilah"
"Makasih" kata Naruto seraya tersenyum, Naruto melesat bangun dengan rasa sakit yang terus melanda selangkangannya, dia turun dari tempat tidur dan mulai berjalan menuju kamar mandi, sesampainya disana..., Naruto merendamkan diri untuk memanjakan tubuhnya yang sedikit nyeri dan sakit apalagi dibagian selangkangannya. Setelah selesai mandi dia langsung mengambil pakaian-pakaiannya yang tergeletak tidak karuan dilantai lalu memakainya.
Setelah seluruh pakaiannya telah dipakainya, Naruto menoleh kearah Sasuke yang saat itu juga menatapnya, Naruto tersenyum dan mulai pergi meninggalkannya sendirian. Sasuke tersenyum tipis ketika Naruto sudah tidak bisa ditangkap lagi oleh matanya, dia melesat bangun dan keluar dari kamarnya itu tanpa menghiraukan kamarnya yang bagaikan kapal pecah.
-x-x-x-x-
"Kakashi~"
"Shizune~"
"Hah~"
Brakk!
Suara dobrakkan pintu mengagetkan kedua insan yang sedang klimaks saat itu. Dengan refleks kedua insan yang sebenarnya adalah Kakashi dan Shizune itu menoleh kearah pintu dengan tatapan tajam karena orang yang telah mendobrak pintu tersebut telah mengganggu masa-masa klimaks mereka berdua. Kakashi yang tanpa masker saat itu menganga melihat siapa yang berada dilubang pintu kamarnya.
Naruto melipatkan kedua tangannya sambil menyandarkan diri disisi pintu, pakaian yang tadinya baju putih polosnya telah diganti dengan baju jingga bergambar lambang senju dengan celana jeans diatas lutut, dia menatap kedua insan itu tidak kalah tajam, tapi tatapan tajamnya itu tertuju pada Kakashi yang berada diatas Shizune.
"Kakashi-sensei, aku butuh bicara denganmu... empat mata!" ketusnya lalu memutar tubuhnya memalingkan adegan bercinta antara Shizune dan Kakashi lalu berjalan menjauhi mereka berdua.
"Siapa dia Kakashi? Kenapa dia menatapmu seperti itu tadi?"
"Yare, yare..., jangan salah paham. Dia Naruko..., ninja pendatang dari desa Kirigakure"
"Ninja Kiri...huhn, hah~"
Kata-kata Shizune terhenti ketika Kakashi mulai menggoyangkan pinggulnya lagi, tapi disaat dia dan Shizune hampir klimaks..., lagi-lagi
"Kakashi-sensei!"
Suara teriakkan Naruto yang menggema di ruangan tamu terpaksa membuatnya harus berhenti, Kakashi menghela nafasnya dan dengan berat hati dia melepaskan tubuhnya dari Shizune lalu melesat turun setelah memakai kaus oblong, masker dan celana boxer, Kakashi menggaruk-garukkan belakang kepala-nya dengan malasnya disetiap dia berjalan menuju ruang tamu dan pada akhirnya mendapatkan Naruto sedang menunggunya disana.
"Ada apa?"
"Aku sudah melakukannya, tapi kenapa aku belum juga kembali seperti semula?" tanya Naruto dingin.
"Eh? Cepat sekali? dengan siapa? Masih perjaka atau tidak?"
"Dengan Sasuke, dia bilang sih dia masih perjaka"
Deg...
"Eh? Sa-su-ke?" ulang Kakashi tidak percaya
"Iya, ada apa?"
"Tidak apa-apa, hanya saja aku tidak percaya dengan ucapanmu, Sasuke itu kan orangnya dingin, kok bisa semudah itu?"
"Entahlah..., heh? Aku kesini bukan membahasnya tapi membahas diriku sendiri, bagaimana nih?" sahut Naruto panik, dikata terakhirnya dia berjalan bolak-balik kekiri dan kekanan tanpa henti dengan kedua tangan dilipat didada.
"Empat bulan lagi aku akan dilantik menjadi hokage ke-6, selama lima bulan ini tidak ada yang berubah dari diriku, sampai aku harus mengorbankan tubuhku pun aku masih belum bisa berubah seperti semula, ya kami-sama! Apa salahku?"
Kakashi innocent melihat tingkah mantan murid-nya ini yang mungkin bisa dibilang manis, 'Andai aku yang masih perjaka... apa! Apa yang baru saja kukatakan? Brrr...sadar Kakashi, sadar!' batin Kakashi seraya menampar dirinya sendiri.
Naruto yang melihatnya langsung sweatdrop, Naruto memanggil namanya berkali-kali sampai pada akhirnya dia tersadar dari lamunan mesumnya.
"Apa yang salah denganku-ttebayo!" tanya Naruto lagi dengan ekspresi panik.
"Salahnya apa yah? Em..., tidak mungkin kalau Sasuke tidak perjaka. Dia itu kan terkenal dingin dan cuek. Lalu apa yah..."
Krik...krik...krik
Sunyi, hanya terdengar suara jangkrik yang bersembunyi disela-sela rumahnya. Naruto hampir kehilangan kesabaran melihat Kakashi yang terus-terusan berfikir. Sampai pada akhirnya
"Hah!"
Suara teriakkan mendadak Kakashi membuat Naruto tersontak dan hampir saja terjungkil balik.
"Aku lupa memberitahukan suatu hal penting lainnya soal persyaratan ini padamu"
Naruto mengerutkan keningnya
"Apa itu?"
"Aku lupa memberitahumu kalau kamu tidak boleh mengeluarkan cinta sedikit-pun saat kamu melakukannya dengan pasangan intim-mu"
"Aku tidak mengeluarkan cinta sedikitpun" sahut Naruto sangat yakin, dia memang tidak mengeluarkan cinta sedikit-pun karena difikirannya saat itu hanya ingin menjadi seperti semula.
"Kalau begitu si Sasuke-lah yang melakukannya dengan penuh cinta padamu"
Hening, guru-murid ini saling berpandangan sangat lama sekali sampai pada akhirnya Naruto berteriak
"Sasuke!"
Naruto mulai berlari menuju pintu keluar tanpa menghiraukan pria yang berada dibelakangnya sedang menatapnya sambil menggelengkan kepala
"Yare, yare..., biarkan saja dia. Lebih baik aku melanjutkan permainanku yang tertunda~, Shizune? Ayang Kakashi datang~" bisik Kakashi seraya berjalan mengendap-ngendap menuju kamar bagaikan tikus got.
Seorang pria berambut raven sedang duduk di sofa sambil menonton film kartun Tom and Jerry, dia merasa celana-nya basah disaat dia mengingat kejadian semalam bersama gadis yang disukainya. Kejadian yang membuatnya ketagihan saat ini. Kejadian yang membuatnya tidak perjaka lagi, kejadian yang pastinya memberikan kenikmatan luar biasa saat melakukannya. Sasuke tersenyum tipis mengingat itu semua apalagi ketika mengingat wajah gadis itu yang memerah saat batangannya memasukki lubang sensitif-nya. Ketika sedang asyik-asyiknya membayangkan hal terindah pada malam itu..., tiba-tiba
"Sasuke!" teriak Naruto seraya membuka pintu dengan kasar
Sasuke yang mendengar dobrakkan pintu-nya itu langsung mendongakkan kepalanya kearah pintu, dia tersenyum melihat gadis yang dicintainya sedang berjalan mendekatinya, Sasuke ikut berdiri dan mendekatinya. Lalu ketika jarak mereka sudah dekat... onyx dan safir saling bertemu, Sasuke menyeringai jahil saat itu sehingga membuat Naruto merinding dibuatnya.
"Sasuke, aku ingin bertanya apakah hmmph~"
Sasuke mencium bibir cherry Naruto dengan lembut tapi ada sedikit nafsu dalam ciumannya itu, Sasuke memperdalam ciumannya disaat Naruto mulai mengerang tidak karuan, tangan putih pucat Sasuke mulai bergerak dan meraba-raba keatas tubuh ramping Naruto sampai pada akhirnya berhenti tepat di buah dada Naruto dan mulai meremasnya perlahan-lahan, tingkah Sasuke saat ini membuat mata Naruto membelalak kaget.
-Meanwhile-
Disudut jalan ada tiga orang pria dan satu anjing sedang berjalan beriringan, ada yang berambut jabrik berwarna coklat dengan tato segitiga terbalik diwajahnya bersama dengan anjing berwarna putih berukuran besar melebihi tubuh manusia disebelah kanannya, yaitu Kiba dan anjingnya Akamaru, dan disebelah kiri Kiba ada yang berambut nanas dengan ekspresi wajah mengantuk yaitu Shikamaru, dan terakhir disebelah kiri Shikamaru ada yang berbadan gemuk dengan tato seperti pusaran air di kedua pipinya sedang sibuk memakan makanan ringan yaitu Chooji.
Mereka bertiga habis keluar dari toko anjing untuk membeli makanan Akamaru, Kiba yang merasa curiga dengan makanan anjing yang dibelinya itu langsung komplaint pada kedua temannya
"Hei, menurutmu apakah Akamaru mau makan makanan anjing ini? Kurasa makanan ini sejenis dengan kotoran kucing, lihatlah dari bentuknya yang kuning ini dan terasa lembek ini, coba lihatlah Shikamaru"
"Hmm, mendokusai"
"Kaho...kruyuk...menuhutku...kruyuk...Ahamaru pahsti...kruyuk...shukah"
"Benarkah? Apa kamu suka Akamaru?" kata Kiba seraya menyodorkan bungkusan makanan anjing itu pada Akamaru, Akamaru mengaing lalu mengalihkan pandangannya kearah lain mencuekki makanan yang disodorkan Kiba.
"Kura..."
"Hmmhp...hah...hentikanh Sukeh~"
Ketiga serangkai itu langsung berhenti ketika mendengar desahan suara yang familiar di telinga-nya, desahan yang memanggil nama 'Suke' yang bisa disimpulkan Shikamaru kalau maksudnya adalah Sasuke, karena memang desahan itu berasal dari rumahnya Sasuke.
Karena penasaran mereka berdua ( Shikamaru tidak mau ikut-ikutan, katanya hal yang dilakukan Kiba dan Chooji itu mendokusai ) mengendap-ngendap kerumahnya Sasuke, mereka berdua mengintip di jendela Sasuke, mereka berdua melebarkan kedua matanya saat melihat Naruto yang diciumi penuh mesra oleh Sasuke tepat dileher jenjangnya.
"Sukeh...hahn...hentikanh...uhn...ahn...kumohonh"
"Naruko, Sasuke... eh Shikamaru lihat?! Ada hentai gratis!" bisik Kiba seraya mengacungkan tangannya kearah Shikamaru bermaksud menyuruhnya untuk mendekat. Sedangkan Shikamaru hanya mendengus bosan tapi tidak lama kemudian dia mulai ikut mengintip aktifitas Naruto dan Sasuke bersama kedua temannya disaat desahan Naruto semakin menjadi-jadi#ah malu-malu tapi mau nih Shikamaru! :di shibari no jutsu ama Shikamaru:.
Naruto mencoba mendorong Sasuke agar menjauh darinya tapi apa daya, sekarang dia perempuan... tenaga-nya lebih lemah dari Sasuke. Sasuke terus menciumi leher Naruto, menjilatinya, menggigitinya sampai-sampai Naruto terangsang dibuatnya.
"Sukeh...hah...ahn...hentikanh...hahn...jangan!"
Croot...
Ketiga pria yang mengintip langsung nose-bleed ketika melihat Sasuke mencoba melepaskan pakaian Naruto yang saat itu ditahan Naruto agar tidak dilepasnya.
"Jangan gila Sasuke, aku disini...hahn...hentikan!"
"Aku mencintaimu, Naruko"
Plak!
Ketiga pria yang mengintip di jendela langsung menahan nafas mereka ketika melihat Naruto menampar Sasuke, mereka bertiga menelan ludah melihat pandangan dingin Sasuke ke Naruto. 'Pasti akan ada pertengkaran?' batin tiga serangkai tersebut bersamaan sambil membersihkan darah yang menjalari hidungnya.
Sasuke dan Naruto saling berpandangan satu sama lain sangat lama sekali sampai pada akhirnya Sasuke yang memulai pembicaraan
"Kenapa kamu menamparku?" tanya Sasuke dingin
"Karena kamu telah berani mencintaiku!"
TBC
A/N : Gomen yah minna kalo humornya garing banget soalnya Shisui ngetiknya setengah ngantuk n terkena penyakit 'MBU' a.k.a Males Baca Ulang. jadi gomen yah Minna kalo ada typo n sebagainya.
