Alangkah terkejutnya aku melihat siapa orang yang tengah kutabrak
"Kau" ucapku
"Ahh rupanya kau nona NERD"ucap pemuda bersurai pink dengan penekanan pada kata NERD
Kenapa aku selalu bertemu dengannya? Oh kamisama apa maksudnya ini?
Keheningan melanda, tak satupun suara terdengar hingga akhirnya..
.
.
.
.
"NATSUUUU" ucap gadis bersurai silver yang tengah berlari menghampiri pemuda yang dipanggilnya
"ahh liss hati hati nanti kau terjatuh" khawatir natsu
"Ahh senangnya... Kupikir kau melupakanku karna kesibukanmu akhir akhir ini" ucap lissana
"Apa yang sedang kau ucapkan? Mana mungkin aku melupakanmu lis" ucap natsu
Mereka mengobrol seperti tidak ada orang disini lebih baik aku pergi saja
Saat lucy hendak mengambil langkah untuk pergi tiba tiba sebuah tangan kekar menahannya
"HEI APA YANG KAU LAKUKAN" ucap lucy yang tak terima dengan perlakuan natsu
"Tidak ada, aku hanya ingin menahanmu disini" ucap natsu santai
"Tapi untuk apa?" tanya lucy
"entahlah, menurutmu apakah aku akan membiarkanmu pergi saat kau tengah menabrakku?" ucap natsu
"kau lupa aku ini siapa?, bahkan membiarkanmu menderita disekolah ini takkan pernah cukup untuk membalas apa yang sudah kau lakukan padaku " lanjut pemuda itu
Mendengar setiap kalimat yang natsu katakan membuat telinga lucy panas, hei! lucy hanya menabraknya dan itu juga tidak sengaja! Tak sepantasnya natsu bekata begitu.
"AKU TAK PEDULI KAU SIAPA DAN AKU TAKKAN PERNAH PEDULI! CAMKAN ITU PADA KEPALA PINK JELEK MU ITU!" bentak lucy yang sejak tadi tertahan
"DAN ASAL KAU TAU SAJA YA! MESKI AKU MENDERITA DIDUNIA INI AKU TAKKAN MAU MENERIMA HUKUMAN DARIMU!" lanjutnya
"HEI CULUN! BERANI SEKALI KAU MEMBENTAK NATSU! KAU PIKIR KAU SIAPA? BAHKAN KAU TAK PANTAS BERBICARA DENGANNYA! PERGI SANA! AKU TAK SUDI MELIHAT ORANG KUNO SEPERTIMU!"bentak lissana
"DAN AKU LEBIH TAK SUDI MELIHAT WANITA GANJEN SEPERTIMU!" balas lucy yang akhirnya memilih pergi dari tempat panas yang sejak tadi menahannya.
Mereka.. Itu sebabnya aku tak ingin menjadi seperti mereka
Mereka pikir mereka sudah hebat dengan semua yang mereka punya
Mereka bahkan tak mengerti apa itu sopan santun
Mereka bahkan lebih menjijikkan dari pada aku
Lucy terus berlari entah kemana. yang ada dipikirannya sekarang hanyalah kata kata lissana dan teman teman barunya yang terngiang diotaknya.
Back to natsu and lissana
"Akhirnya dia pergi juga" ucap lissana senang
"Nat- PRAK" Belum sempat lissana menghabiskan kalimatnya, sebuah tamparan telah mendarat dipipi putihnya
"lis katakan, mengapa kau mengucapkan kalimat seperti tadi terhadap lucy? " tanya natsu berusaha tenang
"NATSU! KAU JAHAT! KAU MENAMPARKU KARNA MASALAH TADI?AKU MEMBELAMU! TAPI APA INI? KAU MENAMPARKU? AKU TAK PERCAYA KAU BENAR BENAR BERUBAH!" bentak lissana tanpa ia sadari sebuah air mata telah keluar dari matanya
"liss, m-mma-maafkan aku a-a-akku" ucap natsu gugup
"kenapa? Ada apa denganmu?" tanya lissana muak menunggu kalimat natsu
"Kumohon jangan menangis" ucap natsu tertunduk
Melihat natsu yang tertunduk membuat hati lissana sakit. Ia tidak bisa melihat natsu seperti ini, apalagi ini semua karnanya.
"Sudahlah natsu. Lupakan semuanya. Yang aku inginkan hanyalah dirimu yang dulu. Kumohon jangan berubah,bisakah kau? Ucap lissana lembut
"baiklah lis" ucap natsu singkat karna rasa bersalahnya
Back to Lucy
Disinilah aku disebuah taman kota, bersama lampu jalan yang setia menemani. Tanpa kusadari hari sudah gelap, aku hanya berlari tanpa tau arah, dan sekarang aku tengah menangis sendirian meretapi beban yang tengah ku tanggung.
"Berat.. Ini terlalu berat hiks" ucapku disela tangisku
"jika berat kau bisa membaginya" ucap seseorang
Suara? Apakah iaa sedang berbicara padaku?
"S-siapa kau?" tanya lucy gugup
Hei! Lucy bukannya malu atau apapun dia hanya takut, bagaimana jika pria dihadapannya ini adalah maling? Tidak tidak, lucy masih ingin membuat kedua orang tuanya bahagia.
"sepertinya ingatanmu tak sesuai dengan umurmu" ucap pria berambut raven yang sekarang sudah duduk disamping lucy
"apa maksudmu?" tanya lucy bingung
"Kau ingat, piket kelas, teman kelasmu ? Gray" ucap pria ini lagi
"Ahh grayy ,akuu lupa padamu,gomen" ucap lucy
"Wahh wahh berapa banyak orang yang sudah berbicara padamu lucy, hingga kau lupa padaku" ucap gray
"hahahaha, tidak bukan seperti itu, aku hanya ingin melupakan se...muanya" ucap lucy pelan
"melupakan semuanya? Kau tau, aku merasa iba dengan orang sepertimu" ucap gray sinis
"maksudku bukankah ini baik? Tak semua kenangan buruk itu buruk dan harus dilupakan" ucapnya lagi
"Terkadang hal itu yang membuat kita semakin kuat dari hari kehari" lanjutnya
"dan kau tau? Terkadang mengucapkan jauh lebih mudah dari pada menerapkannya" ucap lucy sinis
"entahlah.. Mungkin kau benar, tapi bagaimana dengan ini, kau berbagi cerita? Itu lebih baik" tawar gray
"Bagaimana.. Bagaimana aku bisa percaya padamu?" tanya lucy
"mungkin kau salah satu dari mereka" lanjutnya
"Mereka? Entahlah, mungkin iya dan mungkin tidak" ucap gray kembali
"Mereka..., mengapa didunia ini materi diatas segalanya? Maksudku mungkin apa yang terlihat dari luar tak sesuai dengan apa yang ada didalam mereka" ucap lucy tak kuat menahannya lagi
"Oh baiklah aku nerdy, yaa itu benar! Tak ada yang salah, tapi apa karna ini aku tak pantas untuk hidup?" tanya lucy
"Emm jadi itu masalahmu, tak ada yang salah, aku tak tau harus berkata apa tapi kau tak seharusnya menangis" ucap gray
"kau harus tunjukkan pada mereka bahwa kau pantas untuk hidup dan bukan bahan hinaan mereka, seperti itulah harusnya dirimu" ucap gray seraya tersenyum
"kauu" ucap lucy pelan
"Terima kasih" lanjutnya.
"baiklah aku pergi, dan sebaiknya kau pulang jika tak ingin masuk berita penculikan besok" ucap gray bangkit berdiri
"terima kasih banyak" ucap lucy bangkit berdiri
"tak masalah" ucap gray
Tak butuh waktu lama untuk pulang, hanya sekitar 20 menit aku sudah sampai dirumah, mama terlihat khawatir karna aku yang tak kunjung pulang. Setelah menerima beberapa omelan dari orang tua ku akhirnya aku membersihkan diri dan tidur
Bersiaplah natsu dragneel beserta pengikut setianya
