Tittle : So far different till' same

Author : Kim Joungwook

Pairing : KyuWook

Length : 4 of 5

Genre : Romance

Summary : "Kyunnie marah ya karena Wookie sudah pergi?"/ "kyunnie semakin tampan sekarang. Wookie makin sayang~"/"Welcome back, Kim Ryewook. Long time no see."/KyuWook!SlightEunHae!/BoyXBoy/DLDR!

Warning : Shounen-ai, BoyXBoy. DLDR!

.

.

.

KyuWook

.

10 years later

.

.

.

Suasana café itu cukup lengang, mengingat jam makan siang sudah lama berakhir. Hanya ada beberapa orang yang mengisi kursi di sana.

Termasuk namja manis itu.

Namja dengan rambut berwarna dark brown dan panjang setengkuk itu duduk dengan tenang di pojok café. Tidak, dia bukan pelanggan di café itu. dia adalah pemilik café dengan nama 'Chocosomnia', sebuah café dengan tema sweet and love yang baru dibuka 2 bulan ini. Dan sudah cukup terkenal di Seoul.

"Ryeowook-ah~" sebuah teriakan membuat Ryeowook mengangkat wajahnya dan langsung tersenyum begitu mendapati seseorang yang ditunggunya sejak tadi sedang berjalan ke arahnya.

"Eunhyuk hyung~" dan pelukan tak terelakkan lagi bagi kedua namja itu. namja yang sudah 10 tahun tak pernah bertemu.

"bagaimana kabarmu, Wook-ah?" Tanya Eunhyuk begitu mereka sudah duduk di kursi yang ada. Ryeowook tersenyum.

"baik hyung. Sangat baik. hyung bisa melihatnya kan?" jawab Ryeowook senang. Eunhyuk ikut tersenyum.

"hyung sendiri?" Tanya Ryeowook balik. Eunhyuk tertawa renyah mendengar pertanyaan basa-basi ini masih berlanjut.

"hyung juga baik, Wook-ah. Sudahlah, lupakan saja pertanyaan basa-basi ini." Jawab Eunhyuk. Ia memanggil seorang waitress dan memesan strawberry milkshake kesukaannya.

"ini bukan pertanyaan basa-basi hyung. Kita sudah lebih dari 10 tahun tak pernah bertemu, seharusnya wajar saja jika aku bertanya seperti itu." ucap Ryeowook tak terima. Eunhyuk mengulum senyumnya.

Hobae di depannya itu kini sedikit berubah. Lebih dewasa, dan harus ia akui, dia bertambah mempesona. Apalagi dengan senyum ramah dan juga sikap supelnya yang masih tetap bertahan.

"kau semakin tampan, hyung." Komentar Ryeowook yang tiba-tiba itu membuat Eunhyuk sedikit merona.

"kau juga semakin, eum, hyung tidak bisa berbohong. Tapi kau memang tidak semakin tampan." Balas Eunhyuk. Ryeowook secara reflek memajukan bibirnya.

"hyung kejam~ aku sudah memuji hyung, seharusnya aku juga mendapat pujian." Ucap Ryeowook tak terima. Eunhyuk tertawa keras, tak menutupinya sama sekali.

"astaga, Ryeowook-ah, hyung akan kembali menelan penilaian hyung tentangmu beberapa saat lalu. Kau belum cukup dewasa untuk anak seumuranmu." Eunhyuk sampai menghapus sedikit air mata di sudut matanya. Ryeowook hanya diam dengan kerucutan di bibirnya.

.

"ah, ngomong-ngomong Ryeowook-ah, kau sangat kejam. Kau sudah pulang sejak 2 bulan yang lalu, tapi baru sekarang kau menghubungi hyung." Protes Eunhyuk tak terima. Ryeowook mau tak mau tersenyum kecil.

"aku tak tahu bahwa hyung sekarang tinggal di Seoul. Aku berencana berkunjung ke Incheon lagi dalam waktu dekat. Tapi ternyata hyung menemukanku lebih dulu." jawab Ryeowook. Eunhyuk hanya menghela nafasnya.

"tapi, ada apa kau meminta bertemu hyung saat ini? Dan setahu hyung, hanya hyung yang kau temui sejak kau kembali ke Korea." Tanya Eunhyuk penasaran. Senyum di wajah Ryeowook luntur begitu saja. Ia memandang kelat-lekat ke arah Eunhyuk sebelum menghela nafas berat.

"appa meninggal, hyung. Kemarin sore." Jawaban singkat itu membuat Eunhyuk bungkam. Ia ikut memandang Ryeowook khawatir.

"dan aku ingin memberitahu hyung kabar itu. besok adalah upacara duka untuk appa. Aku berharap hyung dan Donghae hyung bisa datang. Aku sebenarnya mengundang Donghae hyung juga saat ini. Tapi sepertinya Hae hyung sibuk. Jadinya hanya Eunhyuk hyung yang datang." Jelas Ryeowook.

Eunhyuk menghela nafasnya. "ne, Donghae sedang menghadiri seminar sekarang. Ah, ngomong-ngomong apa kau akan menetap di Seoul sekarang?" Tanyanya kemudian, mencoba mengalihkan topic menyedihkan itu.

"ne. aku juga sudah membuka café ini. Milikku di Jepang meski masih atas namaku, tapi yang mengelola sudah bukan aku hyung. Ah, ngomong-ngomong hyung bekerja di mana sekarang?"

Eunhyuk tersenyum kecil, "hyung seorang pelatih dancer di salah satu agency di sini. Sedangkan Donghae, dia mengajar di kelas dance milikku dan dia. Yah, memang masih baru. Baru satu tahun ini." Jawab Eunhyuk lengkap. Ryeowook tertawa kecil.

"sepertinya kalian memang tak pernah berpisah sejak dulu. kapan-kapan aku akan main ke dance class milik hyung." Ucap Ryeowook senang.

Mereka menghabiskan sore itu dengan saling tertawa dan bercanda bersama. Mengulang kembali ingatan masa lalu atau menceritakan pengalaman yang terlewat sepuluh tahun ini.

.

"Hyuk!" sebuah tepukan di pundak Eunhyuk membuatnya menoleh.

"ah, Hae. Kau sudah selesai. Duduklah." Ucap Eunhyuk pelan. Ia menarik sebuah kursi dan membiarkan namja fishy itu duduk disampingnya.

"Ryeowookie~" tapi sebelum ia duduk, lebih dulu ia menghambur ke tubuh Ryeowook. Menubrukkan tubuhnya pada namja yang tengah duduk didepannya itu.

"manhi bogoshipeo~ jaljinaeni?" tanya Donghae antusias. Eunhyuk dan Ryeowook terkekeh kecil.

"aku baik-baik saja hyung. Dan aku juga merindukanmu, Hae hyung~" balas Ryeowook. Akhirnya Donghae melepas pelukannya dan duduk dikursi yang tadi sudah disiapkan Eunhyuk untuknya.

Dan dimulailah cerita babak kedua antara tiga namja yang sudah lama tak berjumpa itu.

.

.

.

Rumah duka itu cukup ramai. Teman appa Kim silih berganti berdatangan sejak tadi pagi. Eomma Kim dan Ryeowook sebagai keluarga satu-satunya dari Appa Kim sudah duduk bersimpuh sejak awal. Mengucapkan terima kasih atas semua bela sungkawa yang ada. Pekerjaan appa Kim yang berhubungan dengan banyak orang membuat banyak juga yang datang dalam acara ini.

"Ryeowook-ah." Dan panggilan lirih itu membuat Ryeowook mendongak, melihat siapa yang memanggilnya.

Ia tersenyum tipis, "kalian datang." Ia bergumam pelan. Namja itu tersenyum dan mendekat kea rah Ryeowook, memeluk singkat namja mungil itu.

"kau harus kuat." Ucapnya pelan. Ryeowook mengangguk dan melepas pelukan itu.

"gomawo kalian sudah datang." Ucap Ryeowook sembari memandang haru teman-teman SMA nya dulu ikut memberi penghormatan terakhir untuk appanya.

"kami diberi kabar oleh Eunhyuk sunbae. Dan semua yang ada di Seoul mencoba datang. Mungkin memang tidak semua bisa datang Wook-ah." Jelas Seunghyo. Ryeowook mengangguk kecil.

"gwenchana. Kalian sudah datang aku sangat berterima kasih." Balas Ryeowook. Ia berusaha tidak mengeluarkan air matanya. sejak kemarin ia sudah bertekad untuk berhenti menangis. Karena memang ia sudah cukup banyak menguras air mata saat berita duka ini ia dengar untuk pertama kalinya dua hari yang lalu.

.

"ahjumma…"

Teman Ryeowook menunduk sopan dan satu persatu memberi penghormatannya. Eomma Kim hanya tersenyum melihat teman-teman anaknya masih mengingat Ryeowook.

"kau beruntung memiliki teman-teman seperti mereka." bisik yeoja itu. Ryeowook balas tersenyum dan memeluk sang eomma.

"Wookie." Suara Eunhyuk dan Donghae membuat pelukan itu terlepas. Mereka memandang dua namja itu dan tersenyum.

"aigoo, kalian semakin tampan." Puji eomma Kim. Donghae dan Eunhyuk tersenyum tipis sebelum menunduk dan memeluk yeoja itu.

"kami masih sama, ahjumma." Ucap Eunhyuk. Mereka bergantian memeluk eomma Kim dan Ryeowook sebelum memberi penghormatan untuk appa Kim.

"gomawo hyung." Bisik Ryeowook saat Donghae memeluknya. Donghae hanya tersenyum dan menepuk lembut punggung Ryeowook.

"gwenchana." Balas Donghae lembut.

Dan satu persatu teman-teman Ryeowook pamit untuk pindah ke ruangan sebelah, bergabung bersama tamu yang lain dan bercerita bersama.

.

.

.

"Wookie."

Suara berat itu membuat Ryeowook terdiam. Ia yang tengah menatap photo appanya hanya membeku. Tidak menyahuti panggilan itu ataupun berbalik untuk memandang sang pemilik suara.

Sudah sepuluh tahun berlalu, dan tubuhnya masih bisa mengingat jelas pemilik suara itu.

"Kyuhyun-ah, kau datang, chagi." Dan suara eomma Kim yang menyahuti panggilannya. Ryeowook masih diam, masih tak mencoba untuk berbalik ataupun menyambut kedatangan tamu itu.

Kyuhyun tersenyum kecil, membalas pelukan yeoja yang sudah lama tidak ia temui.

"kau semakin tampan, Kyu." Komentar eomma Kim begitu pelukan mereka terlepas. Kyuhyun hanya mengulum senyumnya.

"aku kaget saat mendengar informasi bahwa appa Kim meninggal. Aku tak percaya, eomma. Tapi sekarang aku malah datang kemari." Jelas Kyuhyun. Eomma Kim hanya tersenyum lembut sebagai balasannya.

"kalau begitu berilah penghormatan terakhirmu untuk appa Kim." Perintah eomma Kim pelan. Kyuhyun mengangguk kecil dan segera beranjak dari hadapan yeoja itu. ia bergeser kesamping hingga kini berada di depan namja manis itu.

"Kim Ryeowook."

Panggilan lembut itu membuat tubuh Ryeowook tanpa sadar bergetar. Sungguh, ia ingin berbalik dan menatap wajah yang kata eommanya bertambah tampan itu.

"hyung~"

Ryeowook membeku. kata yang sejak awal tak pernah diucapkan Kyuhyun kini terlontar dari bibir itu. kedua tangan Kyuhyun dengan lembut menyentuh pundak Ryeowook dan memutar tubuhnya, hingga kini tubuh keduanya saling berhadapan.

"gwenchana." Bisik Kyuhyun lembut. Dan tanpa Ryeowook sadari, tubuhnya kini sudah dalam pelukan Kyuhyun. Lengan namja itu melingkupi tubuhnya.

Ryeowook hanya diam. Tubuhnya tak mau merespon apapun, hanya membiarkan Kyuhyun memeluk dan membenamkan kepalanya di dada bidang namja itu. dan tanpa ia inginkan, matanya memanas dengan sendirinya.

"hiks."

Satu isakan lolos begitu saja dari bibir Ryeowook. Ia mencengkeram erat jas hitam yang dipakai Kyuhyun, melampiaskan rasa sesak yang ia rasakan. Ia langsung menjadi seorang yang rapuh begitu berada di rengkuhan namja bermarga Cho itu. Kyuhyun hanya diam dan membelai lembut punggung Ryeowook, mencoba menyamankan namja itu.

"gwenchana, Wookie, gwenchana."

.

Dan semua yang ada disana memandang pertemuan dua orang itu dengan pandangan yang berbeda-beda. Dan eomma Kim hanya bisa tersenyum tipis.

Berbeda dengan EunHae yang justru tersenyum lebar, ikut berpelukan juga di sana.

.

.

.

Sudah satu minggu berlalu sejak upacara kematian appa Kim. Dan sejak itu pula Ryeowook tak pernah bertemu Kyuhyun lagi. Ryeowook tak ingat bagaimana ia bisa membuka mata di atas ranjangnya saat pagi harinya. Ia hanya tahu, ia terus menangis dipelukan Kyuhyun saat itu. dan tanpa sadar, ia tertidur. Salahkan insomnianya yang memaksanya tidak memejamkan mata sama sekali malam sebelum upacara duka untuk appa Kim.

Ryeowook menghela nafasnya. Sejak hari ia bertemu Kyuhyun, ia tak pernah bisa hidup dengan tenang lagi. ia belum melihat jelas bagaimana Kyuhyun yang sekarang. Dan ia selalu terbayang bagaimana wajah mantan kekasihnya itu.

"hah~ Lupakan, Ryeowook ah." Gumam Ryeowook frustasi. Ia menopang dagunya dengan tangannya yang ia letakkan di atas meja. Ia memandang keadaan cafenya yang cukup ramai. Senja seperti ini memang orang-orang lebih senang menghabiskan waktu dengan bersantai di café.

"Ryeowook ah!" sebuah panggilan diikuti tepukan ringan di bahunya itu membuat ia menegakkan tubuhnya.

"ah, Hae hyung." Ucap Ryeowook saat melihat Donghae berdiri disampingnya. Donghae tersenyum dan duduk di depannya.

"apa kau sibuk?" Tanya Donghae. Ryeowook menggeleng lemas.

"aniya. Aku tidak sibuk sama sekali. Bahkan aku sangat bosan hyung sepanjang hari di sini~" jawab Ryeowook sembari mengerucutkan bibirnya kesal.

Donghae terkekeh kecil melihatnya, dan tangannya terulur begitu saja, mengacak lembut surai rambut hobae kesayanganya itu.

"kau manis sekali~" ucap Donghae. Ryeowook semkain menekuk wajahnya.

"kenapa semua orang bilang aku manis? Aku tampan, hyung~" rajuk Ryeowook tak terima. Donghae tertawa lepas mendengarnya.

"semua orang tahu bahwa kau manis. Akan sangat mengherankan kalau bilang bahwa kau itu tampan." Balas Donghae. Ryeowook hanya mengehela nafasnya pasrah.

"sudahlah hyung. Lupakan topic itu. jadi hyung ada apa bertemu denganku?" Tanya Ryeowook sembari menatap Donghae. Donghae tersenyum dan memandang Ryeowook lembut.

"hyung ingin mengajakmu ke Tunnel pub malam ini. Anak-anak mengajak hyung kesana." Ucap Donghae. Ryeowook mengernyitkan dahinya bingung.

"anak-anak?" Tanya Ryeowook.

Donghae mengangguk, "ne. anak-anak klub music dulu. kau juga sempat menjadi bagian dari klub itu kan? Mereka menyuruh hyung mengajakmu." Jelasnya. Ryeowook terdiam, ia berfikir sesaat sebelum mengangguk.

"baiklah. Tak ada salahnya pergi malam ini. Lagipula aku belum pernah berkeliling Seoul lagi sejak kembali ke sini." Jawab Ryeowook. Donghae tersenyum dan segera bangkit dari duduknya.

"eh, hyung tak ingin pesan sesuatu? Aku traktir hyung." Ucap Ryeowook saat melihat Donghae akan pergi.

"ani, tak perlu. Hyung harus segera pulang. Eunhyuk sudah menunggu hyung." Jawab Donghae. Ryeowook tersenyum dan ikut berdiri.

"baiklah, hyung. Sampai bertemu nanti malam~"

"ne~"

.

.

.

Ryeowook berdiri didepan kaca dalam kamarnya. Ia mematut dirinya sekali lagi. sebuah kaos v-neck warna putih dipasangkan dengan jeans. Tipis memang, tapi ia sudah membawa mantel coklat kesayangannya. Dan lagipula nanti mereka akan berada didalam ruangan, tidak akan terpengaruh oleh udara malam yang cukup dingin.

"perfect!" gumam Ryeowook dengan senyum simpul di wajahnya. Ia mengambil mantel coklatnya dan segera berjalan keluar kamar.

"eomma, aku berangkat dulu~" ucap Ryeowook saat berpamitan pada eommanya yang tengah duduk di ruang TV.

Eomma Kim menoleh dan mengernyitkan dahinya melihat Ryeowook, "kau akan kemana, chagi?" tanyanya.

"eomma, aku kan sudah bilang akan ke pub malam ini. Dengan hae hyung dan juga yang lainnya." Jawab Ryeowook dengan pouting lips nya. Eomma Kim terkekeh kecil melihatnya.

"kau manis sekali." Gumam eomma Kim memandang Ryeowook.

Ryeowook mengernyitkan dahinya mendengar gumamam eomma Kim yang tak jelas. "eomma bilang apa?" Tanya Ryeowook. Eomma Kim menggeleng.

"aniya. Hanya jangan terlalu banyak minum saja." Ucap eomma Kim. Ryeowook tertawa renyah mendengarnya.

"eomma tahu sendiri bagaimana aku. Lagipula ini pertama kalinya aku ke pub setelah tiba di Seoul." Jawab Ryeowook. Eomma Kim hanya tersenyum.

"kau tidak bawa mobil kan?" Tanya eomma Kim lagi. Ryeowook menggeleng.

"aniya eomma. Aku tidak akan menyetir saat mabuk. Jja, annyeong eomma~" pamit Ryeowook setelah mengecup kedua pipi sang eomma.

Eomma Kim hanya tersenyum dan memandang tubuh Ryeowook yang menghilang di balik pintu.

.

.

.

Ryeowook melangkah pelan memasuki pub dengan tulisan 'tunnel' besar didepannya. Ia membersihkan sebentar bahu dan juga mantelnya dari sisa gerimis yang tadi sempat turun di jalan. Ryeowook melepas mantel dan mengedarkan pandangannya ke seluruh pub, mencari keberadaan teman-temannya. Ia sadar, ia sudah terlambat 10 menit lebih dari waktu janjiannya.

"Ryeowook ah!"

Sebuah teriakan dengan lambaian tangan itu membuat Ryeowook tersenyum dan segera menghampiri meja dimana orang itu berada.

"annyeong haseyo. Mianhae, aku sedikit terlambat." Ucap Ryeowook sembari membungkuk kecil.

"gwenchana Ryeowook ah." Suara sang sunbae, Kim Jaejoong membalas ucapannya. Ryeowook tersenyum dan menunduk sekali lagi.

"duduklah, Wookie ya." kali ini Eunhyuk menggeser duduknya dan menepuk sebuah kursi disampingnya. Ryeowook tersenyum dan segera mendudukkan dirinya disamping Eunhyuk.

"gomawo, hyung." Gumam Ryeowook. Ia meletakkan mantelnya di sandaran dan menerima gelas yang disodorkan oleh temannya.

"baiklah! One shot!" ucap Myeongsoo, salah satu anggota klub juga. Semua yang ada mengangkat gelasnya masing-masing dan tersenyum lebar.

"one shot!"

Teriakan itu diiringi bunyi dentingan antar gelas dan tawa yang cukup keras. Mereka menenggak minuman itu sekali habis, seperti yang mereka teriakan barusan.

"hah~ sudah lama aku tidak minum." Gumam Ryeowook lega. Ia mengisi lagi gelasnya dan dengan cepat menghabiskannya lagi. ia benar-benar merindukan sensasi dari tegukan cairan itu.

Dan semua yang ada semakin absurd saat mereka saling berbincang satu sama lain, dengan teman segelas cairan yang senantiasa memasuki kerongkongan mereka. mereka berbincang, tertawa, bercanda bersama. Melupakan sejenak waktu yang semakin larut.

"jadi, setelah ini agenda kita adalah makan di café Ryeowookkie~" sebuah teriakan dari Donghae membuat yang lain berteriak setuju. Semua yang ada disana sudah tahu tentang berita appa Ryeowook dan eksistensi café milik namja manis itu.

"he? Kenapa dengan café ku?" Tanya Ryeowook bingung. Wajahnya sedikit memerah, efek alcohol yang sudah cukup banyak ia minum.

"hahaha, jika kita ke café mu gratis kan, Ryeowook ah?" sebuah pertanyaan konyol itu di angguki oleh yang lain. Ryeowook tertawa kecil, menganggukkan kepalanya lemas. Ia mulai mabuk.

"geureom! Tentu saja~ asal tidak setiap hari kalian datang~ setahun sekali kurasa cukup untuk mentraktir kalian di café~" balas Ryeowook sebelum kembali meminum alcohol di gelasnya. Yang lain ikut tertawa mendengarnya.

Ryeowook tertawa juga dan menyandarkan kepalanya di bahu Eunhyuk, ia mulai pusing. Salahkan rasa rindunya yang terus-terusan menginginkan cairan itu memenuhi kerongkongannya. Membuat ia hilang kendali dan terus meminumnya sedari tadi. Entah sudah berapa gelas ia habiskan.

.

"mianhae aku terlambat."

Sebuah suara tiba-tiba menginterupsi tawa mereka. yang lain segera melihat siapa yang datang dan langsung mempersilahkan namja itu duduk saat tahu siapa yang datang.

"ah, Kyunnie~ kau datang juga? Kemarilah, duduk di sini~" dan entah sudah berapa banyak yang Ryeowook minum, tiba-tiba ia berdiri dan menyeret lengan Kyuhyun hingga namja itu duduk disampingnya.

"ini, ayo minum lagi~" gumam Ryeowook sembari menyerahkan segelas cairan berwarna itu di tangan Kyuhyun. Ia kembali memeluk lengan Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya di bahu namja itu. sedang tangan satunya kembali mengangkat gelasnya.

"kajja~ one shot!" teriak Ryeowook. Yang lain terdiam sesaat sebelum tertawa kecil dan ikut mengangkat gelasnya.

"one shot!"

Teriak mereka lagi lalu meminumnya sampai habis. Mereka tertawa renyah sambil kembali bercerita. Meski sesekali mata mereka melirik kearah Kyuhyun dan Ryeowook yang entah bagaimana bisa duduk menempel seperti itu.

Kyuhyun terdiam, ia benar-benar tak tahu keadaan sekarang. Tiba-tiba ia datang dan sudah diseret Ryeowook hingga duduk memeluk lengannya seperti ini. Ia melirik Eunhyuk yang duduk disampingnya.

"hyung, sudah berapa banyak Ryewook minum?" Tanya Kyuhyun pelan. Bahkan ia belum meneguk satu tetespun.

Eunhyuk menoleh, tersenyum tipis, "entahlah. Sedari tadi ia tidak berhenti minum. Katanya baru pertama kali ini ia ke pub setelah pulang ke Seoul." Jelasnya. Kyuhyun hanya terdiam dan melirik Ryeowook yang sudah benar-benar hilang kesadaran disampingnya.

Bukan hilang kesadaran pingsan, tapi ia sudah benar-benar mabuk, tidak sadar lagi apa yang ia lakukan. Bahkan Kyuhyun ia paksa untuk meminum gelas yang tadi ia berikan. Sampai ia merajuk dan mengerucutkan bibirnya saat ini.

"palli, Kyuhyunnie~ habiskan~" rajuk Ryeowook. Ia masih memeluk lengan Kyuhyun dan menggoyangkannya pelan. Kyuhyun meneguk ludahnya dan memandang anggota klub yang lain, meminta bantuan. Tapi teman-temannya hanya melirik dan tertawa setelahnya.

Semua tahu bagaimana hubungan Ryeowook dan Kyuhyun. Dulu, dan sekarang. Mereka dulu kekasih, dan sekarang mantan kekasih. Walau hanya sebatas itu mereka tahu. Dan keadaan saat ini sungguh menyenangkan untuk ditonton.

"aniya, Ryeowook ah." Bukannya Kyuhyun tak kuat minum. Ia peminum yang baik. hanya saja ia ingin tetap menjaga kesadarannya saat ini. Ia tidak membawa mobil, apalagi sekarang ada satu lagi makhluk yang harus ia antarakan pulang.

Siapalagi kalau bukan Ryeowook.

.

.

.

"baiklah, kurasa sudah cukup larut saat ini. Lebih baik kita segera pulang. Tenang saja, aku yang traktir kali ini." Suara sang mantan ketua klub terdengar, disambut dengan sorakan bahagia dari yang lain. Dan mereka mulai membereskan barangnya satu persatu. Ada beberapa yang sudah mabuk berat, tapi ada juga yang masih sadar, seperti Kyuhyun dan Eunhyuk.

"kyu, kau antarkan Ryeowook pulang ya. hanya kau yang tahu rumahnya. Lagipula hyung tak bsia mengantarkan dia pulang. Donghae sudah K.O." ucap Eunhyuk. Meski ia peminum pemula, tapi ia cukup baik dalam hal menjaga kesadarannya. Berbeda dengan Donghae yang sangat mudah mabuk.

"hah~ sepertinya aku tak punya pilihan lain." Gumam Kyuhyun. Ia bangkit dari duduknya dan membantu Ryeowook untuk berdiri. Teman-temannya mulai pamit dan berjalan keluar pub, dan ia masih berkutat dengan keadaan Ryeowook disampingnya.

"Hey, Ryeowook ~!" ucap Kyuhyun sembari menepuk pelan pipi Ryeowook. Ryeowook hanya bergumam pelan sebelum kembali menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun lagi.

"kyu~ Wookie wanna a piggyback ride~" gumam Ryeowook tiba-tiba. Kyuhyun yang tengah memakaikan mantel ke tubuh Ryeowook tersentak kaget saat tiba-tiba kedua lengan Ryeowook terentang di depannya. Ryeowook memasang puppy eyes nya, dengan pipi yang menggembung dan bibir yang mengerucut. Apalagi ditambah pipinya yang memerah akibat efek alcohol.

"ck, kau harus membayar semua ini." Ucap Kyuhyun pasrah. Ia menunduk didepan Ryeowook dan membiarkan namja manis itu menaiki punggungnya, melingkarkan lengannya erat di sekeliling lehernya.

"pegangan yang kuat, Ryeowookkie~" Kyuhyun mengingatkan sebelum berdiri tegak. Ia membenarkan posisi Ryeowook dan segera berjalan pelan keluar pub. Beruntung ia tidak membawa tas saat ini. Dan juga Ryeowook tak membawa tas juga. Sehingga ia tidak kesusahan saat harus membawa Ryeowook dipunggungnya saat ini.

.

.

.

"Kyuhyunnie~" Ryeowook bergumam pelan. Setelah sekian lama ia tidak mengucapkan apapun sejak berada dipunggung Kyuhyun, kini ia memanggil namanya.

"hn?"

"Wookie mencintai Kyunnie~" ucap Ryeowook lagi, ia menyusupkan kepalanya nyaman di leher Kyuhyun, mencari kehangatan dari sisa udara bekas hujan tadi. Kyuhyun tersentak, langkah kakinya berhenti begitu saja.

"waeyo~? Kyunnie tidak cinta Wookie?" Tanya Ryeowook saat tak mendapati jawaban apapun dari Kyuhyun.

"hn," dan Kyuhyun hanya bergumam sebagai jawabannya. Ia tak ingin ambil pusing dengan ungkapan cinta itu dan kembali melanjutkan langkahnya.

Ryeowook sedang dalam keadaan tidak sadar, Ingat Kyuhyun pada dirinya sendiri.

"Kyunnie tahu, selama ini Wookie sangat merindukan Kyunnie~ padahal Kyunnie sangat sayang Wookie, tapi Wookie jahat, ne~?! Mianhae~" ucap Ryeowook lagi. dan Kyuhyun tersenyum kecil mendengarnya. Cukup lucu berjalan di tengah malam seperti ini sambil mendengarkan gumaman orang tak sadar seperti Ryeowook.

"huft~ padahal Kyunnie sangat baik, tampan, cerdas juga. Tapi Wookie justru pergi~ Kyunnie tahu? Wookie menyesal sudah pergi. Ternyata Kyunnie memang paling tampan~ hihihihi." Dan ocehan itu terus berlanjut.

"kyunnie semakin tampan sekarang. Wookie makin sayang~"

.

"Kyunnie marah ya karena Wookie sudah pergi?"

"…"

"kyunnie~"

"hn."

"mianhae~ Wookie salah kan?!"

"hn."

"saranghae, Kyunnie~"

.

.

.

"ngh~"

Ryeowook melenguh pelan. Matanya mengerjap berkali-kali, mencoba membuka karena sinar matahari yang menerobos gordennya dan tepat mengenai wajahnya. Ryeowook membuka matanya perlahan, sedikit menggerakkan tubuhnya yang sedikit kaku.

"argh!" dan erangan itu mengiringi gerakannya yang mencoba bangun. Ia memegang kepalanya yang pusing mendadak seperti dihantam palu.

Hangover.

"ck, seberapa banyak aku minum kemarin." Gumam Ryeowook pelan. Ia menenangkan tubuhnya sebentar sebelum turun dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi. Ia membersihkan sebentar wajahnya dan menyikat gigi sebelum mematut dirinya di depan kaca.

"hah~" dan ia menghela nafas saat tahu bagaimana berantakannya dirinya saat ini. Baju kemarin masih melekat di tubuhnya, apalagi dengan rambut yang sedikit acak-acakan.

"ck, aku butuh aspirin." Gumam Ryeowook saat menemukan kepalanya kembali sakit. Ia segera keluar dari kamar dan menuju dapur, tempat dimana eommanya berada saat ini. Tercium dari harum masakan saat ini.

.

.

.

"eomma~" Ryeowook berteriak dan segera menubruk tubuh sang eomma.

"aigoo~ ada apa, Wookie? Pagi-pagi kau sudah berteriak seperti itu." balas eomma Kim saat mengetahui sang aegya masih memeluknya erat dari belakang.

"eomma~ Aku butuh aspirin~ Kepalaku sakit luar biasa." Rajuk Ryeowook dengan nada manjanya. Sang eomma melepas pelukan Ryewook dan berbalik, berkacak pinggang menatap anaknya itu.

"berapa banyak kau minum semalam? Sampai hangover seperti ini! Ck, sudah eomma bilang jangan minum terlalu banyak! Kau tak pernah mendengarkan eomma~" omel Eomma Kim, meski tangannya meraih sebotol aspirin tak jauh dari counter dapur. Ia sudah menyiapkannya tadi pagi.

"ini, minum dan segera mandi sana!" ucair eomma Kim. Ryeowook menyengir dan segera meminum cairan itu.

"gomawo, eomma~" ucap Ryeowook sebelum berjalan keluar dari dapur. Ia berbalik sembari menempelkan botol aspirin itu dimulutnya.

"annyeong~"

Deg!

Ryeowook terdiam. Matanya membelalak sempurna saat menangkap sesosok namja yang berdiri tenang di pintu dapur.

"masih sakit, Wookie?" Tanyanya dengan seringai di bibirnya yang tak luntur sejak tadi. Ryeowook menelan cairan aspirin itu susah payah lalu melepas botol itu dari mulutnya.

"Kenapa kau di sini? Bagaimana bisa?" Tanya Ryeowook begitu tersadar dari keterkejutannya. Kyuhyun bergumam pelan, telunjuknya mengetuk berkali kali dagunya, mengerling sekilas pada eomma Kim yang memperhatikan sejak tadi.

Eomma Kim hanya berdecak pelan dan menggeleng sebelum kembali berkutat dengan masakannya lagi.

"jadi, bagaimana kau bisa disini?" Tanya Ryewook lagi. ia besedekap di depan Kyuhyun, meski kepalanya masih sedikit pening, tapi ia sangat penasaran bagaimana bisa namja 'masa lalu'nya itu berkeliaran di rumahnya.

"ck, sepertinya kita perlu mengembalikan ingatanmu semalam. Mari saya antarkan anda untuk duduk~" ucap Kyuhyun kesal. Ia sudah lelah-lelah membawa Ryeowook pulang dan kini namja itu malah tak ingat sama sekali.

Ryeowook hanya diam dan mengikuti Kyuhyun hingga mereka duduk di sofa depan TV.

"jadi, bagaimana kau bisa disini?" Tanya Ryewook begitu mereka sudah duduk di sana. Kyuhyun terdiam sejenak. Menyilangkan tangannya didepan dada dan menatap Ryeowook tajam.

"kau benar-benar lupa?" Tanya Kyuhyun datar. Ryeowook mengerjap bingung, apalagi dihadapkan dengan nada tak menyenangkan seperti itu.

Ia menggeleng pelan, "aniya. Aku tak tahu maksudmu. Apa yang harus ku ingat?" Tanya Ryeowook bingung. Kyuhyun berdecak pelan sebelum mendorong dahi Ryeowook dengan telunjuknya.

"makanya~ jangan mabuk di sembarang tempat!" ucap Kyuhyun sarkatis. Ryeowook mengerucutkan bibirnya, menyingkirkan telunjuk Kyuhyun dari wajahnya.

"Apaan sih!" ucap Ryeowook ketus. Ia tak suka sensasi aneh yang ia rasakan saat Kyuhyun menyentuhnya.

.

Kyuhyun menyeringai, dengan sengaja mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Ryeowook, membuat namja manis itu reflek menarik tubuhnya menjauh dari Kyuhyun.

"apa aku perlu melakukan apa yang kita lakukan kemarin untuk mengembalikan ingatanmu?" Tanya Kyuhyun dengan seringainya saat melihat Ryeowook tak merespon apapun dan justru menahan dada Kyuhyun agar tak semakin mendekat. Mengingat tubuh mungil itu sudah tersudut antara tangan sofa dengan tubuh Kyuhyun.

"kalau begitu…." Kyuhyun mengehentikan kalimatnya, mendekatkan wajahnya dan membuat bibir kissable itu hampir menyentuh bibir tipis Ryeowook.

"C–chamkkanman!" ucap Ryeowook lirih, membuat hembusan nafasnya menubruk bibir Kyuhyun, membuat seringai di sudut bibir itu semakin terlihat.

Ryeowook menelan salivanya berat, debaran jantungnya tak beraturan saat ini, mengingat dirinya yang benar-benar terpojok. Apalagi dengan posisi seperti ini, kedua lengan Kyuhyun mengurungnya membuat ia tak bisa berbuat apapun selain menahan tubuh namja itu agar tak semakin mendekat.

"B–biarkan aku mengingatnya sebentar" gumam Ryeowook lagi. Kyuhyun hanya diam, tidak menyahut ataupun merubah posisinya.

Ryeowook menarik nafasnya perlahan sebelum memejamkan matanya erat, mencoba semaksimal mungkin memanggil ingatannya semalam. Sungguh! Ia benar-benar tak sadar kemarin. Dan Kyuhyun yang melihat itu hanya tersenyum kecil, menikmati pemandangan indah dibawahnya saat ini. Ryeowook yang mengernyitkan dahinya serius dan menggigit bibirnya sendiri.

Ryeowook tiba-tiba membuka matanya, memandang tepat kearah mata Kyuhyun yang juga tengah menatapnya. Dan seketika itu juga, kilatan kejadian semalam bermunculan dikepalanya.

.

"ah, Kyunnie~ kau datang juga? Kemarilah, duduk di sini~"

.

"palli, Kyuhyunnie~ habiskan~"

.

"kyu~ Wookie wanna a piggyback ride~"

.

"Kyunnie tahu, selama ini Wookie sangat merindukan Kyunnie~ padahal Kyunnie sangat sayang Wookie, tapi Wookie jahat, ne~?! Mianhae~"

.

"huft~ padahal Kyunnie sangat baik, tampan, cerdas juga. Tapi Wookie justru pergi~ Kyunnie tahu? Wookie menyesal sudah pergi. Ternyata Kyunnie memang paling tampan~ hihihihi."

.

"kyunnie semakin tampan sekarang. Wookie makin sayang~"

.

"Kyunnie marah ya karena Wookie sudah pergi?"

.

"mianhae~ Wookie salah kan?!"

.

"saranghae, Kyunnie~"

.

Kyuhyun mengetuk pintu rumah Ryeowook, rumah minimalis yang terlihat sangat nyaman untuk ditinggali. Tak lama kemudian, pintu itu terbuka.

"aigoo~ Kyu." Pekikan terkejut eomma Kim hanya dibalas dengan cengiran Kyuhyun.

"ne, eomma. Aku mengantarkan Ryeowook pulang. Dia mabuk berat." Ucap Kyuhyun sembari menunjukkan tubuh Ryeowook dipunggungnya.

"saranghae, eomma~" Racau Ryewoook tak jelas.

Eomma Kim menggeleng tak habis pikir, "baiklah Kyu. Masuk saja, bawa ke kamarnya. Kau juga sekalian menginap. Sudah sangat larut." Eomma Kim menuntun Kyuhyun menuju kamar Ryeowook.

Kyuhyun tersenyum tipis, "aniya, eomma. Aku hanya akan menidurkan Ryeowook dulu." jawab Kyuhyun. Eomma Kim hanya tersenyum dan berlalu dari sana, membiarkan Kyuhyun dan Ryeowook begitu saja.

.

Bruk!

Kyuhyun membanting tubuh Ryeowook ke atas ranjangnya. Ia meregangkan pinggang dan juga lengannya yang cukup pegal. Membawa beban sepanjang perjalanan sangat melelahkan.

"hah~" Kyuhyun menghela nafasnya dan memandang Ryeowook yang masih bergumam tak jelas di atas ranjangnya.

"ck, merepotkan sekali dia!" gerutu Kyuhyun, ia sudah akan melangkah menjauh saat tiba-tiba tangannya dicekal oleh Ryeowook.

"Kyunnie eodiga? Gajima~" gumam Ryeowook, matanya memandang Kyuhyun sayu penuh harap. Kyuhyun hanya diam, memandang Ryeowook heran.

"kajja, tidur dengan Wookie." Ucap Ryeowook kemudian. Ia menarik lengan Kyuhyun lebih kuat hingga namja itu duduk diranjangnya. Ryeowook sedikit merangkak mendekati Kyuhyun dan memeluk perut namja itu.

"Wookie ingin Kyunnie tidur disini malam ini, ne? manhi bogoshipeo~" tambah Ryeowook. Kyuhyun masih tetap diam dan membiarkan Ryeowook menarik tubuhnya lagi hingga tertidur di sampingnya.

"Jalja, Kyunnie~" dan tanpa mengucapkan kata apapun lagi, Ryeowook memeluk Kyuhyun dan memejamkan matanya setelah sebelumnya mengecup pipi Kyuhyun.

"dia masih semenyebalkan seperti dulu. seenaknya." Gerutu Kyuhyun saat melihat Ryeowook benar-benar menutup matanya dengan memeluk tubuhnya erat.

"hah~" lagi-lagi Kyuhyun menghela nafasnya, ia akan mengalah kali ini. Kyuhyun akhirnya ikut tidur menyamping, menghadap Ryeowook dan memeluk balik namja manis itu. tak dapat dipungkiri, ia nyaman dengan posisi ini.

"jaljayo~"

.

"sudah ingat?"

Suara Kyuhyun itu membuat Ryewook tertarik kembali ke dunia nyata. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali sembari memandang Kyuhyun. Pipinya memerah dengan cepat, menyebar ke seluruh wajahnya. Ia menggigit bibirnya lebih kuat.

"a–aku…" dan kalimat itu terhenti begitu saja saat bibirnya dibungkam cepat oleh bibir Kyuhyun. Namja itu sudah tak tahan lagi melihat wajah merona Ryeowook. Ia mengulum lembut bibir Ryeowook dan mengecupi setiap sisi bibir yang pernah menjadi miliknya itu.

"ngh~" tanpa perlawanan berarti, Ryeowook menerima begitu saja ciuman itu. meski ia tak membalasnya, tapi lenguhan pelan itu sudah membuktikan bahwa ia ikut menikmatinya.

Tubuhnya melemas begitu saja, membuat tangannya yang menahan tubuh Kyuhyun terkulai disamping tubuhnya. Tak ada lagi penghalang bagi mereka, tubuh keduanya sudah benar-benar menempel, tak berjarak. Apalagi ciuman itu sudah melibatkan lidah keduanya, saling membelit, menjilat, dan mendominasi satu sama lain. Ryeowook akhirnya membalas ciuman itu, mengikuti pergerakan bibir dan juga lidah Kyuhyun yang sudah menerobos masuk.

"angh!" Ryewook berteriak kecil saat Kyuhyun dengan sengaja menggingit pelan lidahnya, membuat ciuman mereka terlepas. Ryeowook mengernyitkan dahinya kesal dan menatap Kyuhyun tak terima. Dan sebelum ia sempat melayangkan protes, Kyuhyun kembali mengecup bibirnya. Namja tampan itu tersenyum lembut memandang wajah Ryeowook.

"welcome back, Kim Ryewook. Long time no see." Ucap Kyuhyun tulus. Ryeowook terdiam, matanya memanas dengan sendirinya mendengar kalimat itu. dan tanpa ia inginkan, air mata mulai mengalir keluar dari matanya, menyusuri pipinya hingga terjatuh ke sofa. Tangannya mencengkeram pinggang Kyuhyun dan menarik tubuhnya hingga kini mereka berpelukan.

"hiks, Kyunnie! Huwa~~"

Dan tangisan Ryeowook terdengar memenuhi ruangan itu, membuat Kyuhyun tertawa kecil dan membelai lembut kepala Ryeowook.

Namja manis itu belum banyak berubah, sifat cengeng dan juga keras kepala masih melekat erat. Kecuali dengan penampilannya. Harus Kyuhyun akui, Ryeowook semakin mempesona.

.

.

.

TBC

Pwahahahahaha~ :v

Chapter depan END! Ah, sekarang susah buat buka FFn, jadinya kalo' mau update juga nunggu koneksi lancar dan sedang tidak disegel(?). yah, terpaksa lewat HP. Tapi overall, aku tetep akan update disini~

Semoga chap ini tidak mengecewakan~ Nantikan last chapternya ya~

Gomawo untuk semua reader dan review(s) yang masuk. Manhi gamshamnida!

So, review lagi boleh, dong?! .