Assalamu'alaikum.
Nah teman-teman gimana nih bagus gak fanfic ini?
Nah kalian udah tahu belum adab malam pertama menurut Islam?
Hihihihi bagi readres yang udah nikah, apakah kalian melakukan sesuai adab? Kalau belum silahkan dicoba lagi dengan pasangannya hehehe tapi buat yang masih melajang jangan dicoba dulu ya, nanti kalau udah sah baru deh dicoba dan saran ku jangan pacaran ya hihihi tapi ya itu tergantung dari kalian juga aku Cuma kasih saran.
Oh baiklah jangan terlalu banyak bicara ini aku kasih tau adabnya ya.
1. Ucapkanlah salamterlebih dahulu kepada mempelai wanita.Sebelum melakukan hubungan badan, disunnahkan seorang mempelai laki-laki untuk mengucapkan salamkepada mempelai wanita. Hal ini untuk menenangkan hati dan pikiran si mempelai wanita sekaligus menghilangkan rasa was-was dan segan
2. Berikanlah sesuatu makanan, minuman atau apa saja demi lebih mengakrabkan dan lebih menghangatkan suasana.
3. Letakkan tangan anda di kepala bagian depan (kening, jidat) isteri anda, kecuplah sedikit kemudian doakanlah kebaikan (doa yang dibaca Sasuke waktu duduk bersama dengan Sakura dipinggir kasur)
4. Shalat sunnahlah dua rakaat bersama mempelai wanita.
5. Bersihkan mulut anda terlebih dahulu dan pakailah penyegar nafas atau wewangian untuk mulut anda sebelum anda menggaulinya.
6. Sebutlah nama Allah dan berdoalah dengan do'a Jima sebelum menggaulinya(Doa yang dibaca Sasuke saat sudah membaringkan tubuh Sakura)
Oke udah tahukan?
Nah sekarang Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Seorang remaja laki-laki berusia dua belas tahun tampak duduk termenung dikursi taman tanpa minta untuk ikut bermain bersama teman-temannya yang sedang bermain bola basket dilapangan.
"Kenapa kau tak ikut main?" tanya seorang gadis cantik dengan kerudung syari menutupi kepalanya.
"..." remaja yang mememiliki warna rambut merah seperti buah tomat itu hanya diam saja tak minat untuk menanggapi ucapan gadis itu.
Gadis yang se usia hampir sama dengannya itu ikut duduk dengan jarak yang cukup jauh darinya. Ia menggeriyit aneh. Biasanya jika ada anak perempuan yang duduk disampingnya pasti anak perempuan itu akan lebih memilih duduk dengan menempelkan tubuh mereka ketubuhnya tapi tidak dengan gadis yang satu ini.
"Kenapa kau duduk jauh dariku?" tanya penasaran.
"Karena kita bukan mahrom jadi tidak boleh terlalu dekat." jawabnya. Remaja tanggung itu tertawa sinis.
"Sok alim!" desisnya. Gadis itu hanya tersenyum.
"Kenapa kau senyum?" tanyanya heran.
"Gak apa-apa." jawab gadis itu.
"Kau tak marah karena ku bilang 'sok alim'?" tanyanya lagi.
"Tidak."
"Kenapa?"
"Kata bibiku kalau ada yang mengejek atau menghina kita, kita harus diam saja dan jangan diperdulikan karena kalau diladeni maka dia makin senang mengejek dan menghina kita jadi diamkan saja sambil tersenyum karena jika ia sering mengejek maka pahala yang ia dapatkan akan berkurang dan berpindah kepada kita. Kecuali jika ia memfitnah kita, kita berhak membela diri." jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
Remaja laki-laki berambut merah itu mendengus mendengarkan perkataan gadis itu. "Sial!" umpatnya.
Gadis itu tersenyum sambil mengayunkan kedua kakinya bergantian. "Hei aku tak pernah melihat mu disekolah ini jadi siapa nama mu?"
"Ah itu karena aku anak baru disekolah ini dan namaku Haruno Sakura. Nama mu?"
"Akasuna Sasori."
.
.
.
.
.
.
.
Aku Ingin Menikah
Chapters 4
Pair . SasuSaku.
Rate . T
Genre . Islami . Romance
Discalimer . Masashi Kishimoto
By
Author
Mitsuki HimeChan
Baturaja, 02 Maret 2016
.
.
.
.
.
Edcoustic – Sepotong Episode (Masa Lalu)
.
.
.
.
.
Sebuah kisah masa lalu hadir dibenakku
Saat ku lihat surau itu
Menyibak lembaran masa yang indah
Bersama sahabatku
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini Sakura telah pindah kerumah barunya, rumah sederhana dengan dua lantai yang terletak dipinggir kota dengan kamar mereka yang menghadap laut.
Ia baru saja menyelesaikan beres-beres rumah dan baru saja bersepakat dengan suaminya bahwa mereka akan memperkerjakan dua orang pembantu dan satu supir. Satu pembantu perempuan untuk membantu Sakura dalam mengurus rumah dan satu pembantu laki-laki khusus mengurusi halaman rumah serta menjaga keamanan rumah jika Sasuke sedang tidak ada dirumah dan satu supir laki-laki untuk mengantar jemput Sakura mengingat gadis itu tidak bisa menyetir atau mengendarai motor.
Sasuke berjalan menghampiri Sakura dan menepuk pelan kepala istrinya itu. "Siang ini jam 11 aku diminta untuk menghadiri rapat dewan direksi, kau mau menemaniku?" tanya Sasuke.
"Tentu saja tapi kak kenapa aku ikut?" tanya Sakura.
"Kau nanti menunggu saja diruanganku kalau sudah rapat aku ingin mengajak mu kencan dan mengenal mu karena kita baru mengenal beberapa saja. Emm ya sudah kalau begitu aku mau turun sebentar untuk melihat, apa bunga yang tadi kau beli sudah ditanam atau belum." ujar Sasuke.
"Iya kak." sahut Sakura dengan sedikit merona mendengar ucapan pria itu.
Sasuke segera turun dari lantai dua dan berjalan menuju taman kecil yang ada di halaman depan rumahnya dan ia cukup senang dengan kerja tukang kebun barunya, taman ini jauh lebih indah sekarang.
"Bagaimana Uchiha-sama?" tanya tukang kebun dengan sumringah.
"Bagus sekali." jawab Sasuke kagum.
"Terima kasih." sahut pria paruh baya itu.
Sasuke mengangguk lalu merogoh kantung celana namun benda yang ia cari tidak ada. "Ponsel ku tertinggal dikamar." ucapnya.
"Ada apa Uchiha-sama?" tanya tukang kebun.
"Tidak ada, aku harus kedalam sebentar." jawab Sasuke dan bergegas masuk kedalam rumah untuk mengambil ponselnya.
Sasuke baru saja ingin masuk kedalam kamar namun ia cukup terkejut mendengar suara seperti suara anak kecil dan ia baru sadar itu suara tokoh Hyuuna Hikari di Anime Chocholate Ice. Suara itu memang terdengar sangat manis (Kayak suara Hatsune Miku). Sasuke melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dan melihat istrinya sedang duduk dibalkon sambil menelpon dan yang ia terkejut lagi suara itu suara istrinya sendiri.
"Bagaimana apa suara ku cocok untuk menjadi seiyuu?"
"..."
"Ah iya benar, jadi aku harus merubah suara ku menjadi sedikit dewasa?"
"Baiklah akan aku coba ekhm ekhm..." ujar Sakura lalu berdehem sedikit.
"Watashi wa Hyuuna desu." ujar Sakura dengan suaranya sudah berubah menjadi sedikit lebih terdengar seperti remaja usia dua belas tahun.
"..."
"Waaah jadi saya direkrut kerja?"
"..."
"Aa baiklah tapi sebelum itu, aku harus izin dulu kepada suami ku karena apapun yang aku kerjakan harus seizin darinya kalau ia tak mengizinkan maka aku gak bisa."
"..."
"Bagi seorang istri, suami adalah syurga dan neraka. Selagi keputusan seorang suami adalah benar maka saya sebagai seorang istri harus menuruti."
"..."
"Jika keputusan itu adalah keputusan yang buruk maka istri boleh menolak."
"Ahahaha baiklah aku mengerti, iya, iya hmm iya waalaikum'salam." Sakura menutu telponnya lalu menelpon lagi dan tentu Sasuke masih setia berdiri dipintu dengan menyenderkan tubuh tegapnya dikusen pintu.
"Hallo? Assalamu'alikum."
"Waalaikum'salam."
"Yuuki-chan, bagaimana dengan yang kita bicarakan waktu itu?"
"Ah iya Sakura-chan maaf-maaf aku lupa, kamu diterima Sakura-chan."
"Waaah benarkah? Baiklah terima kasih Yuuki-chan, aku senang sekali mendengarnya, akhirnya perjuanganku selama ini berhasil!" seru Sakura dengan sangat senang bahkan ia terus tersenyum lebar sambil tertawa kecil.
"Hihihi selamat Sakura-chan dan ini juga karena kau menikah dengan Sasuke-san mangkanya diterima."
"Eh? Kok bisa?" kini raut wajah Sakura terlihat sedih. Sasuke menggeriyit aneh melihat ekspresi istrinya itu dan ia bisa mendengar suara orang yang ditelpon Sakura meski sangat terdengar kecil.
"Iya tapi itu gak terlalu berpengaruh sih karena karya mu itu kan masuk sebulan sebelum kamu menikah dengan Sasuke-san, dan memutuskan untuk membukukan karyanya mu dan saat mereka tahu kamu menikah dengan Sasuke-san, mereka langsung berniat merekrut mu sebagai penulis tetap. "
"Hmm baiklah aku mengerti, ya tak apa setidaknya kan ini juga hasil kerja keras ku juga dan terima kasih sudah membantuku Yuuki-chan, aku sangat senang bisa berteman denganmu."
"Oke baiklah sama-sama, eh Sakura-chan udah dulu ya aku masih ada perkerjaan ni dan nanti kita ketemuan aja ya dan aku juga punya kabar bagus untuk mu tapi besok saja ku beri tahu."
"Ya udah makasih Yuuki-chan, assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam."
Setelah menutup telponya, Sakura langsung melompat-lompat seperti anak kecil yang baru saja mendapat mainan baru. Tanpa ia sadari sang suami terus memperhatikannya sejak tadi. "Alhamdulillah aku diterima, diterima, diterima, ya ampunnn kyaaaaa..." seru dengan sangat senang lalu memutar tubuhnya seperti menari balet dan saat berbalik ia cukup kaget melihat Sasuke sedang berdiri dengan menyenderkan tubuh dikusen pintu.
"Eh?" gumam Sakura dan kehilangan ke seimbangan tubuhnya dan hampir jatuh dan untungnya Sasuke dengan cepat menangkap tubuh istrinya itu.
"Kak Sasuke." ucapnya pelan dan seketika wajahnya merona hebat setelah tahu posisinya yang dipeluk erat.
"Ceroboh." ucap Sasuke lalu membantu Sakura untuk berdiri dan melepas pelukkannya.
"Ma-maaf." ucap Sakura dengan pelan.
"Apa yang membuat mu begitu bahagia?" tanya Sasuke lalu mendudukkan dirinya dipinggir kasur sambil menepuk kasur disebelahnya. Sakura paham kenapa Sasuke memintanya untuk duduk. Pria itu butuh penjelasan.
"Aku cerita dari awal?" tanya Sakura dan dibalas anggukan oleh Sasuke. Sakura menghela nafasnya lalu duduk disamping Sasuke dengan posisi duduk saling berhadapan.
"Kakak pasti sudah tahu bahwa kedua orang tua ku sudah meninggal, nah sejak saat itu aku diasuh oleh paman dan bibiku hingga saat aku SMA aku sadar aku sering sekali merepotkan mereka dan aku pun harus mencari peluang untuk mendapatkan uang dengan cara yang halal. Dengan kemampuan ku yang bisa menulis fiksi dan juga meniru suara aku pun sering mengirim cerita-cerita fiksi ke penerbit dan mereka suka karya ku kak lalu aku juga jadi seiyuu dibeberapa anime. Dengan itu aku bisa membiayai sekolah dari SMA sampai di kuliah dan juga bisa meringankan beban paman dan bibi." ujar Sakura menjelaskan.
"Begitu. Aku sanggat bangga padamu Sakura, sungguh aku sangat senang sebab kamu berkerja karena merasa bertanggung jawab akan diri mu sendiri dan berusaha mandiri serta bisa membagi waktu dengan baik antara kerja dan belajar. Lalu cerita yang seperti apa yang kau tulis?" tanya Sasuke.
"Cerita horor, fiksi, dan banyak deh." jawab Sakura. Sasuke mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mengerti.
"Tapi aku baru tahu kak kalau apa yang kita ciptakan dan kita tulis hari ini akan dipertanggung jawabkan kelak di hari akhir, aku jadi takut karena aku pernah bikin fiksi yang mana tokohnya berciuman padahal belum menikah." lanjutnya dengan nada sedih.
Sasuke tersenyum mendengarnya karena kata-kata inilah yang ia tunggu dari Sakura. Pertanggung jawaban.
"Kau siap mempertanggung jawabkannya dihadapan Allah?" tanya Sasuke.
"Iya kak karena apa yang kita perbuat itu harus dipertanggung jawabkan meski ada rasa menyesal didalam hatiku tapi aku tak bisa mengubah apa yang sudah terjadi dan intinya saat ini aku harus berubah dari menulis fiksi romance picisan menjadi romance islami." jawab Sakura.
"Bagus." Sasuke tersenyum mendengar pernyataan Sakura, ada rasa bangga dihatinya saat Sakura mau mempertanggung jawabkan apa yang ia kerjakan saat ini nanti di hari akhir dan dengan begitu Sakuranya akan berhati-hati dalam bertindak.
"Sakura." panggil Sasuke.
"Iya kak?" sahut Sakura.
"Setelah kau menamatkan kuliah, kau boleh kerja tapi tidak boleh sibuk dan melantarkan rumah karena setinggi apapun jabatan seorang wanita karir masih tinggilah jabatanya dirumah karena rumah adalah tanggung jawab seorang istri saat suami tidak ada dirumah karena derajat seorang wanita yang ada dirumah untuk mengurus suami, anak dan rumah itu lebih tinggi ketimbang wanita yang sibuk dengan karirnya dan mengabaikan suami, anak, dan rumahnya." ujar Sasuke memberi nasihat.
"Iya kak kau mengerti dan kakak tenang saja karena aku hanya berkerja menjadi penulis novel islami dan ku rasa tak perlu hingga keluar rumah setiap hari kalaupun seiyuu aku akan menguranginya." sahut Sakura.
"Baguslah, oh ya sebentar lagi jam 11 kau mandi lagi saja karena kalau enggak. Mungkin kau tak akan nyaman dengan bau keringat mu saat ini kan kita mau kencan." ujar Sasuke.
"Hehehe iya kak aku ngerti, kalau gitu aku mau mandi dulu." ujar Sakura lalu bernajak berdiri dan hendak pergi namun sebuah tangan kekar menahan lengannya.
"Ada apa kak?" tanya Sakura bingung.
"Kau tak mau mengajak ku juga mandi bersama mu?" tanya Sasuke.
"Eh?" wajah Sakura merona seketika mendengar ucapan Sasuke apalagi senyum kecil yang tersemat dibibir suaminya itu terlihat seperti seringai ketimbang sebuah senyuman.
Sasuke bangkit lalu berdiri didepan Sakura dan menghilangkan jarak diantara mereka. "Rasulullulah saja pernah mandi bersama istrinya." ucap Sasuke tepat ditelinga Sakura. Sakura tak tahu harus berkata apalagi, ia hanya bisa diam karena dia sangat gugup.
Sasuke hampir tertawa, menggoda Sakura benar-benar membuatnya senang. "Ya sudah kalau gak mau." ujar Sasuke dan menjauh sedikit dari tubuh istrinya.
Suami adalah syurga dan neraka istri. Jika istri menolak ajakan suami maka malaikat akan melaknat sang istri. Sakura sangat ingat dengan kalimat tersebut yang pernah ia baca disebuah artikel.
"Eh? Mau kak." ujarnya dengan spontan dengan wajah merah namun ia segera menutup mulutnya saat ia sadar dengan apa yang ia ucapkan. Sasuke terkekeh geli mendengarnya.
.
.
.
.
.
.
Sepotong episode masa lalu aku
Episode sejarah yang membuatku kini
Merasakan bahagia dalam dii-Mu
Merubah arah langkah dihidupku
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah pukul dua belas siang dan sudah satu jam Sakura menunggu didalam ruang kerja Sasuke yang memang cukup luas. Dilihatkan meja kerja Sasuke tampak rapi tanpa adanya tumpukkan dokumen kerja.
Tok! Tok! Tok!
Sakura tertegun lalu kembali duduk disofa putih yang ada didalam ruangan. "Masuk!" jawabnya.
Pintu terbuka dan seorang pria berambut merah masuk kedalam ruangan sambil membawa beberapa map coklat. Pria itu hendak kembali menutup pintu ruangan namun dengan cepat Sakura mencegah tindakkan pria itu.
"Ja-jangan tutup pintunya!" serunya. Pria itu tertegun melihat Sakura yang duduk disofa, ia pun menurut dan membiarkan pintu tetap terbuka lebar karena ia paham kenapa Sakura meminta agar pintu tetap terbuka karena ini untuk mencegah adanya fitnah karena tidak baik jika ada seorang wanita dan pria berada didalam suata ruangan tertutup apalagi mereka bukan mahrom.
"Sakura? Kau Sakura kan?" tanyanya.
"Iya, apa kau Sasori-senpai?" sahut Sakura. Sasori tersenyum. "Iya ini aku." jawabnya.
"Oh ya Sakura, sudah lama ya kita tidak bertemu." ujar Sasori membuka pembicaraan.
"Emm iya, lalu apa yang kau lakukan disini Sasori-senpai?" tanya Sakura terlihat bingung.
"Oh itu karena mulai hari ini kau berkerja disini sebagai direktur departemen pemasaran." jawab Sasori dengan sangat percaya diri berhapar Sakura akan tertarik padanya karena perkerjaannya saat ini.
"Oh selamat ya Sasori-senpai." ucap Sakura sambil tersenyum kecil. Sasori ikut tersenyum melihat senyuman Sakura.
"Sakura?" sosok Sasuke muncul dari balik pintu yang terbuka.
"Kak Sasuke." sahut Sakura dan bernajak berdiri dari duduknya.
"Kenapa pintu ter... oh Akasuna-san?" ujar Sasuke.
"Iya saya Uchiha-sama." Sasori mengangguk. Sasuke berjalan mendekati Sasori lalu berjabat tangan.
"Selamat datang diperusahaanku dan selamat berkerja." sambut Sasuke dengan hangat.
"Terima kasih Uchiha-sama dan ini berkas saya." Sasori menyerahkan map coklat miliknya kepada Sasuke dan pria itu menerimanya dengan senang hati.
"Baiklah kau tunggu saja di lobi nanti seketarisku akan datang dan mengantar mu berkeliling digedung ini dan memebritahu mu dimana letak ruanganmu karena saat ini ia sedang mengantarkan dokumen ke ruangan departemen keuangan." ujar Sasuke.
"Baiklah terima kasih Uchiha-sama." Sasori membunkukkan badannya pertanda terima kasih.
"Kalau begitu aku pergi dulu karena hari ini aku masih cuti kerja." ujar Sasuke dan dilihatnya Sakura berajalan mendekatinya.
"Cuti?" beo Sasori.
"Iya cuti karena aku baru saja menikah dan ini istriku Uchiha Sakura." ujar Sasuke. tubuh Sasori menegang mendengar pernyataan Sasuke, diliriknya Sakura yang berdiri disamping Sasuke. Wajah Sakura sedikit merona.
"Aa kalau begitu selamat." ucap Sasori kaku karena sakit dan sedikit menyesal.
Mereka bertiga pun keluar dari ruangan kerja Sasuke dan mengantarkan Sasori menuju lobi dan tak lama Kakashi sudah terlihat sudah menunggu kedatang Sasori.
Sasuke dan Sakura pamit lalu pergi dari gedung utama UC Group.
"Kenapa kakak hari ini gak bawa mobil?" tanya Sakura bingung karena saat mereka berangkat menuju kantor menaiki bis padahal mobil Sasuke dalam keadaan baik-baik saja.
"Hn gak tahu, karena kakak ingin hari ini kita jalan kaki saja." jawab Sasuke.
"Kak kayaknya sebentar lagi azan deh, kita sholat dulu saja kak." ujar Sakura.
"Ya udah kita ke masjid yang ada didekat sini." sahut Sasuke lalu mengenggam erat telapak tangan Sakura membawa istrinya itu ke masjid yang berada tak jauh dari kantor.
Saat mereka sampai di masjid, begitu banyak orang yang mengenali mereka hingga mereka bersalaman dengan kedua pasangan pengantin tersebut.
[Ditempat Sasori]
Sasori baru saja selesai melaksanakan sholat zuhur lalu ia pun mulai mengadahkan tangannya untuk berdo'a kepada yang maha kuasa.
"Bismillaahirrohmaannirrohiim. Alhamdulillah hirobbil aalamii. Hamday yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi'u maziidah. Ya robbanaa lakalhamdu wa lakasy syukru kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa azhiimizul thoonik.
Allaahumma sholli wasallim 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa alaa aali sayyidinaa muhammad.
Ya Allah yang maha pengampun dan lagi maha pemaaf. Ya Allah ampunilah dan maafkanlah kesalahan ku karena telah mencintai Sakura. Sejak dulu aku telah mencintainya dan memohon kepada mu agar dirinya lah nanti yang akan menjadi pasangan hidupku tapi sepertinya dirinya bukanlah jodohku." setetes air mata Sasori jatuh membasahi pipinya.
"Ya Allah ampunilah rasa cinta yang masih ada didalam hatiku ini. Ya Allah yang maha mengetahui, dia bukanlah jodohku maka pertemukanlah aku dengan jodoh yang memang kau ridhoi bersama ku. Ya Allah ampunilah semua dosa dan kehilafan ku karena sesunggunya hanya kepada Engaku aku meminta ampun atas segala dosa-dosaku. Ya Allah kabulkah do'a ku ini. Robbana atina fitdunya hasana wafi'atihasana wakina azabannar."
.
.
.
.
Dengan sangat tenang mereka semua melaksanakan sholat zuhur setelah selesai pasangan Uchiha itu hendak pergi namun ditahan oleh jemaah masjid dan meminta mereka untuk tetap didalam masjid untuk mengisi acara mereka seperti mentoring tapi ini khusus jemaah masjid jika selesai sholat dan mereka cukup senang saat pasangan Uchiha itu mau menemani kiai untuk mengisi acara tersebut.
Sakura, Sasuke, dan kiai duduk dihadapan jemaah dimana Sasuke duduk diantara pak kiai dan Sakura.
"Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatu." ucap pak kiai.
"Waalaikum'salam warrohmatullohi wabarokatu." jawab para jemaah masjid.
"Baiklah langsung saja, pertama saya sangat berterima kasih kepada Uchiha-san yang sudah mau menemani saya pada siang hari ini berserta istri dalam tanya jawab yang memang sering dilaksanakan jika selesai sholat berjamaah oleh para remaja masjid." ujar pak kiai.
"Ya sama-sama dan saya bersama istri saya cukup senang bisa mengisi acara ini." sahut Sasuke.
"Baiklah, langsung saja. Apa ada diantara kalian yang ingin bertanya, insyaallah kami disini akan menjawab." ujar pak kiai menatap semua jemaah.
Seorang pria berambut kuning mengangkat tangannya.
"Silahkan." ujar pak kiai.
" Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatu." ucap pria itu.
" Waalaikum'salam warrohmatullohi wabarokatu."
"Saya ingin bertanya, kan sekarang ini banyak sekali orang yang mulai meragukan Islam dan menganggap agama Islam itu agama yang menyukai peperangan. Bagaimana menurut pak kiai dan Uchiha-san?" tanya pria.
"Baiklah terima kasih untuk pertanyaannya." ujar pak kiai.
"Uchiha-san kau menjawabnya?" tanya pak kiai dan disambut anggukkan oleh Sasuke.
"Baiklah, Islam adalah agama yang mencintai kedamaian dan persahabatan. Kenapa mereka meragukan islam padahal mereka muslim? itu karena mereka belum menguatkan iman mereka hingga mereka merasa ragu, jika imannya kuat maka ia tak akan mudah terpengaruh akan pendapat orang lain mengenai kepercayaannya." ujar Sasuke menjelaskan lalu Sakura menyentuh tangan Sasuke sebentar dan menatap kedalam mata kelam sang suami. Sasuke mengangguk, ia tahu istrinya itu juga ingin ikut menjelaskan.
"Peperangan dan berjihad. Orang yang menganggap jihad hanya bisa dilakukan dengan peperangan adalah hal yang salah. Mereka tidak paham dengan kata jihad dan apa makna dari kata jihad. Perang yang terjadi pada zaman nabi Muhammad karena banyak alasannya
Seperti perang badar disebabkan karena tindakkan pengusiran dan perampasan harta kaum muslim yang dilakukan musyrikin Quraisy dan kaum Quraisy terus menerus berupaya menghancurkan kaum muslim.
Perang uhud karena keinginan Quraisy ingin membalaskan dendam mereka atas kekalahan di perang badar.
Perang Mut'ah terjadi karena Haris al-Ghassani raja Hira menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk islam yang dilakukan nabi Muhammad SAW dan penolakkan dengan cara membunuh utusan nabi Muhammad SAW.
Apakah islam yang memulai perang terlebih dahulu? Tidak itu tidak benar, mereka berperang karena satu alasan dan di jaman sekarang mereka yang mengaku seorang muslim malah mengebom dan membunuh banyak orang dengan alasan jihad. Padahal Allah melarang kita untuk membunuh makhluk hidup hingga serangga terkecil apapun. Kecuali orang-orang yang memang melakukan sebuah dosa yang mana hukumannya adalah hukuman mati dan sudah tertera didalam Al-Qur'an maka silahkan tapi jika tidak ada didalam Al-Qur'an maka jangan lakukan karena Al-Qur'an adalah petunjuk kita hingga hari akhir nanti." ujar Sakura menjelaskan.
Para jemaah masjid tampak bahagia dan senang mendengar penjelasan Sakura yang dijelaskan dengan sangat ringan dan mudah mereka pahami apalagi mereka semua adalah mualaf.
"Terima kasih sudah menjawab pertanyaan kami Uchiha-san." ujar salah satu jemaah.
"Sama-sama." sahut Sakura sambil tersenyum sedangkan Sasuke juga ikut tersenyum, ia cukup bangga mendengar penjelasan Sakura.
"Uchiha-san saya ingin bertanya." ujar seorang jemaah perempuan.
"Silahkan." sahut Sakura.
"Bagaimana cara membuktikan bahwa Al-Qur'an memang ditulis oleh Allah dan bukan cerita buatan nabi Muhammad dan saya bertanya seperti ini karena ada salah satu teman saya yang bertanya tapi saya belum bisa menjawab. Mohon bantuannya." ujarnya.
"Baiklah saya mengerti, sebelum itu menjawab saya ingin bertanya. Apa kalian semua disini punya ponsel canggih?" tanya Sasuke. Semua jemaah mengangguk mengerti.
"Coba kalian cari di mesin pencari mengenai fakta ilmiah Al-Qu'an lalu sebutkan nanti saya jelaskan." ujar Sasuke. Semua jemaah mengeluarkan ponsel mereka dan melakukan apa yang diminta Sasuke.
"Saya menemukannya." ujar seorang remaja laki-laki berusia tujuh belas tahun.
"Sebutkan." sahut Sasuke.
"Seorang ilmuan sekaligus pakar dunia bawah laut asal Mexico bernama Jacques-Yves Cousteau melakukan penelitian dibawah laut dan ia menemukan sungai dibawah laut dan sungai itu seperti sungai yang lainnya yang memiliki air tawar dan ini sudah dijelaskan didalam Al-Qur'an lewat surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53 yang artinya 'Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemuian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.' Lalu surat Al-Furqon, 'Dan dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir berdampingan yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." ujarnya.
" Jacques-Yves Cousteau menemukan sungai dibawah laut, sungai itu berair tawar dan laut asin. Kalau sungai dibawah laut artinya kedua air itu menyatu tapi rasa diantara keduanya tidak berubah seolah ada penghalang diantara kedua air itu.
Sungai dibawah laut itu pasti sangat jauh dari permukaan laut dan ternyata itu sudah dijelaskan didalam Al-Qur'an yang menurut sebagian orang tak suka Islam mengatakan itu hanya karangan. Jacques melakukan penelitian itu pasti ia menyelam kebawah laut kan, dan pasti menggunakan alat bantu pernafasan, kalau Al-Qur'an dikarang oleh nabi Muhammad sendiri, kenapa ia bisa tau soal sungai dibawah laut.
Apakah dulu nabi Muhammad menyelam kedalam laut hanya untuk mencari sungai dibawah laut? Kalaupun tahu, ia tahu dari mana? Dan apakah dulu disekitar tempat tinggal nabi Muhammad ada perairan? Kalaupun ada, apakah nabi bisa berenang? Kalaupun bisa apakah nabi bisa bertahan menyelam kedalam lautan? Apalagi sungai dibawah laut itu berada jauh didalam laut mungkin puluhan mil dibawah laut dan apakah nabi sanggup berenang sedalam itu dan ia hanya manusia biasa dan Jacques saja pasti pakai alat bantu untuk menyelam kalau tidak dia bisa matikan." ujar Sasuke.
Semua jamaah terdiam, memikirkan semua perkataan Sasuke. Memang benar adanya nabi Muhammad hidup pada abad ke 6 yang mana teknologi canggih seperti kapal selam itu belum ada dan hanya manusia bodoh yang mau menyelam keladam lautan hingga puluhan mil hanya untuk mencari sungai dibawah laut tanpa alat bantu karena itu sama saja menantang maut.
"Masih sangat banyak fakta ilmiah mengenai Al-Qur'an seperti tumbuhan bertasbih, kehidupan didalam rahim, sidik jari, hujan darah, ikan serta hewan lainnya sudah ada didalam Al-Qur'an kalian pikirkan saja secara logikan.
Nabi Muhammad hidup pada abad ke 6. Apa di abad tersebut sudah ada teknologi canggih untuk membuktikan semua itu? Tidak, tidak ada. Karena baru dijaman modern seperti inilah semua itu terbukti." ujar Sasuke.
Mereka mengangguk paham dan silih berganti semua jemaah bertanya dan sangat senang hati pasangan Uchiha itu menjawab dibantu pak kiai yang duduk bersama mereka.
Mereka semua mualaf kecuali pak kiai yang memang keturunan muslim jadi pasangan Uchiha dapat mengerti kenapa mereka banyak bertanya dan pasangan Uchiha itu cukup senang bisa berbagi ilmu pengetahuan yang mereka ketahui hingga waktu asar tiba mereka kembali sholat berjemaah lalu pasangan pengantin baru itu pamit pulang setelah melaksanakan sholat.
Sasuke dan Sakura berjalan berdampingan di area pertokohan. "Maaf kencannya gak jadi tadi." ucap Sasuke pelan dan ada sedikit rasa bersalah dihatinya.
"Gak apa kak. Lagipula aku senang bisa berbagi ilmu dengan mereka apalagi mereka memang adalah orang-orang yang memang ingin mengetahui islam secara dalam dan bukan hanya isi depan saja." sahut Sakura dan senyuman tulus terukir indah dibibirnya.
Hati Sasuke merasa ada desiran hangat dan tentram hanya karena melihat senyuman istrinya itu. Selalu, selalu merasa teduh hanya karena melihat wanita itu tersenyum tulus untuknya.
"Oh iya, bagaimana kalau kita main ketaman sebentar? Kan ini masuk musim gugur pasti sangat cantik, kita foto bersama disana kak. Mau gak kak?" usul Sakura.
"Tentu saja." sahut Sasuke.
"Yessss yey..." seru Sakura dengan sangat senang bahkan sempat melompat kecil. Sasuke baru tahu, ternyata Sakura suka melompat kalau sedang sangat senang. Ia cukup senang karena menikah dengan cara ta'aruf karena dengan begitu iya akan mencoba untuk mengenal Sakura yang menurutnya penuh kejutan.
"Hei kau ini seperti anak kecil mendapat permen saja." ujar Sasuke sambil tertawa kecil.
Sakuar merona melihat Sasuke tertawa walau kecil.
Kak Sasuke keren banget ganteng lagi, pikir Sakura.
"Udah jangan diam saja, ayo!" ujar Sasuke dan menarik pelan lengan istrinya itu dan refleks Sakura memeluk lengan Sasuke.
"Hei jangan terlalu dekat cukup gandengan tangan saja karena tidak enak dilihat orang meski kita sudah menikah." tegur Sasuke lalu melepas pelukkan Sakura dilengannya lalu menautkan jari-jari mereka.
"Hehehe gomen." ucap Sakura pelan. Sasuke hanya tersenyum kecil lalu melanjutkan jalan mereka menuju halte bis.
.
.
.
.
.
.
.
Setiap sudut surau itu menyimpan kisah
Kadang ku rindu cerita yang
Tak pernah hilang kenangan
Bersama mencari cahaya Mu
.
.
.
.
.
.
Naruto baru saja pulang dan melihat rumahnya kosong dan hanya ada beberapa pelayan yang mondar-mandir membersihkan rumah dan membungkukan badan saat berpapasan dengannya.
"Dimana tuan dan nyonya?" tanya Naruto kepada salah satu pelayan.
"Tuan dan nyonya sedang pergi untuk menghadiri makan malam bersama kolega." jawab pelayan tersebut dengan sopan.
"Menma dan Karin?" tanyanya lagi.
"Tuan muda dan nona muda belum pulang." jawabnya.
"Ya sudah." ujar Naruto pelan lalu pergi meninggalkan pelayan menuju kamarnya dilantai dua.
Setelah masuk kedalam kamar Naruto segera membersihkan dirinya lalu beristirahat setelahnya.
Naruto berbaring ditempat tidurnya dengan memandangi langit-langit kamar sambil memeluk sebuah buku kecil tepatnya Al-Qur'an berukuran kecil berwarna coklat dengan tulisan assalamu'alaikum dengan tulisan Arab di cover depan.
"Sholatulloh, sholamulloh, alaa yasin habibillah, wakulimuja hidinlillah bi akhil badri ya allah." dengan sangat fasih Naruto menyanyikan sholawat nabi sebelum dirinya benar-benar terlelap.
"Nii-chan!" seru seorang laki-laki berusia dua puluh dua tahun dari luar kamar Naruto.
Cklek.
"Nii- Oh tidur rupanya." ucap Menma sambil mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu hendak keluar namun niatnya itu ia urungkan saat melihat kakaknya itu tidur sambil memeluk sesuatu.
Menma berjalan menghampiri tempat tidur sambil celingkak-celingkuk melihat buku tersebut lalu mengambilnya dengan pelan-pelan agar Naruto tidak bangun.
Sepasang mata birunya membelalak saat melihat tulisan Arab dan dengan tergesah ia membuka buku tersebut dan ternyata.
"Ini Al-Qur'an." ucapnya pelan lalu melirik Naruto yang sedang tertidur dengan sangat nyaman.
"Nii-chan."
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
