Title : My Old Guitar

Author : HunHaniekim

Cast : Lu Han, Oh Sehun, and Other.

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rate: M

Warning!: YAOI, BOYxBOY

This is my first fanfic in FFN, NI FF REAL MILIK AUTHOR! HunHan and other cast cuma author pinjem buat dijadiin karakter, sebab mereka semua sepenuhnya milik tuhan dan ortunya... Selebihnya imagine semata, if you don't like this fanfic go out! So enjoyed reading guys…

"My Old Guitar"

Prolog

Aku memegang gitar lamaku. Ku pejamkan mataku, meresapi setiap dentingan nada yang mengalun. Seolah pikiranku ikut menyatu bersama setiap alunan nada yang ku mainkan. Pengakuan yang tak bisa kubuat atau cerita yang tak bisa kuungkapkan seolah-olah hanya menjadi sebuah lagu yang kubuat. Yang aku tau hanyalah bahwa disetiap nada yang ku mainkan, dan pikiranku yang melayang bersamanya…. Hanya dirimu, hanya untukmu, dan disaat itu aku sadar bahwa…

AKU MENCINTAIMU

"Selamat pagi Lu!" Sahut seorang namja tinggi yang terlihat berantakan, khas orang bangun tidur.

"Pagi…" Balas seorang namja rusa tersenyum manis pada tunangannya itu.

"Istriku ini sedang memasak apa eoh?" Tanya Kris sambil memeluk tubuh Luhan dari belakang, sementara Luhan hanya tertawa geli mendengar ocehan sang ehem calon suami.

"Yak! Kita belum resmi menikah Kris, dan kau sudah memanggilku istri… aku sungguh geli mendengarnya." Balas Luhan tertawa gemas.

"Aissh sebentar lagi kau akan sepenuhnya menjadi milikku, dan aku akan sepuasnya "menikmati" dirimu yang sudah sangat membuatku menggila."

"Aigooo entah kenapa aku bisa bertunangan bahkan akan menikah dengan namja mesum seperti mu."

Kris dan Luhan tertawa bersamaan, mereka terlihat bahagia. Setelah selesai bertunangan mereka memutuskan untuk tinggal bersama. Setelah acara tunangan itu Kris langsung membahas pernikahan bersama Luhan. Luhan pun hanya tertawa geli dan tak percaya bahwa Kris sudah berpikiran sejauh itu. Dan untuk menunjukan keseriusannya Kris membawa Luhan tinggal bersama dan Luhan dengan senang hati mengikutinya. Sementara Luhan bahagia bersama Kris, bagaimana dengan Sehun?...

Paris Of Performing Arts University…

"Oh Sehun!" Panggil salah seorang namja tinggi bertelinga peri bersama dengan namja berkulit tan disebelahnya.

"Hai…" Balas Sehun.

"Kau ingat malam ini kan?" Tanya namja bertelinga peri yang diketahui bernama Chanyeol itu.

"Acara pentas itu?" Tanya Sehun.

"That's right, kau ikut kan?" Tanya Chanyeol bersemangat, dan dijawab anggukan oleh Sehun.

"Sehun!" Panggil namja berkulit tan yang tak lain adalah Kai.

"Ada apa Kai?"

Ya, setelah acara pertunangan itu Kai memutuskan untuk menyusul Sehun ke Paris. Kai mengikuti beberapa tes masuk dan dia diterima. Kai menceritakan semua yang terjadi. Respon pertama Sehun saat mendengar semuanya adalah tersenyum seolah mengerti bagaimana Luhan sekarang yang mungkin membencinya, senyum yang paling dibenci oleh Kai, senyum yang begitu menyakitkan. Setelah itu mereka pun semakin dekat dan bertemu dengan Chanyeol yang sedikit ya… menghibur mereka dengan tingkah konyolnya.

"Ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ucap Kai dan mengajak Sehun meninggalkan kantin dan Chanyeol sendirian. Sehun mengerenyit bingung dan hanya mengikuti Kai hingga mereka berhenti di suatu tempat tak jauh dari sekolah.

"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Sehun mulai penasaran.

"Kau sudah dengar kabar tentang Luhan?"

Mendengar nama itu lagi setelah hampir satu bulan berada di Paris membuat Sehun semakin merindukan namja itu.

"Kalau yang kau maksud adalah tentang Luhan yang akan menikah dengan Kris aku sudah dengar." Jawab Sehun tersenyum samar.

"Aiissh BERHENTI TERSENYUM SEPERTI ITU BODOH!" Teriak Kai yang membuat Sehun sedikit terkejut.

"BISAKAH KAU BERHENTI TERSENYUM SEPERTI ORANG BODOH SAAT KAU SENDIRI TAU KALAU HATIMU TERLUKA MENDENGAR SETIAP KABAR TENTANG LUHAN DAN MANUSIA BRENGSEK ITU HUH!"

Kali ini Kai sudah benar-benar kehilangan kesabarannya, sementara Sehun yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas meratapi kenyataan dirinya yang begitu rapuh, terluka, dan terlihat seperti pengecut yang lari dari sebuah pertarungan besar yang seharusnya ia hadapi.

"Lalu aku harus apa? Menangis lalu kembali dan memohon pada Luhan dan memaksakan perasaannya? Aku tidak bisa seperti itu, aku lebih baik mencintai dalam diam. Walaupun pada akhirnya aku terluka…"

"Dan membiarkan Luhan menjadi milik orang lain tanpa mengetahui perasaanmu dan memikirkan matang-matang apakah perasaannya benar untuk orang itu atau sebaliknya. Seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa? Kau sama saja seperti menjerumuskan Luhan, Sehun…"

Kalimat Sehun terpotong oleh perkataan Kai, Kai masih belum mengerti dan belum mengetahui sesuatu. Baiklah Sehun akan menceritakannya sedikit pada Kai.

"Duduklah!" Kai terlihat bingung namun menuruti perintah Sehun.

"Apa kau sudah tau apa isi dari kotak hadiah yang aku berikan untuk Luhan waktu itu?"

"….."

"Apa kau mengerti sekarang?"

Mendengar semuanya Kai sedikit mengerti dan sedikit merasa bersalah karena terlalu memaksa Sehun. Kai sekarang mengerti kalau cinta Sehun pada Luhan bukanlah hanya sebatas saling mengatakan cinta dan keinginan untuk memiliki. Cinta Sehun benar-benar tulus, dia tidak ingin memaksakan Luhan, dia memahami Luhan dengan sangat, Sehun tidak mengikuti egonya untuk dapat memiliki Luhan, kebahagiaan Luhan adalah yang utama bagi Sehun. Namun Kai masih belum mengerti kenapa Sehun memilih begini, bukankah dia tersiksa dengan semua ini? Walaupun Sehun sering berkata "tidak" "aku baik-baik saja" "asalkan Luhan bahagia" Kai tau sangat, sangat, sangat tau kalau Sehun tidak rela, tidak baik-baik saja, dia terluka setiap saat dan setiap waktu.

"Lalu kenapa kau tidak memperjuangkannya saja? Setidaknya kau bisa membuat Luhan lebih dekat dan lebih bahagia bersamamu. Kalaupun Luhan belum memiliki perasaan apapun padamu, perasaan itu akan tumbuh asal kau bisa membuatnya terus dekat denganmu dan mengerti perasaanmu dan juga dirinya sendiri. Bukannya malah menjauh darinya seperti ini." Lanjut Kai.

"Hahaha kau pikir aku berada disini sekarang itu untuk apa? Ya, memang awalnya aku begitu terpuruk dan ingin menjauhi Luhan, tapi setelah sampai disini dan lolos dari tes wawancara itu aku begitu senang dan kata hatiku berkata lain. Kata hatiku mengatakan bahwa aku disini untuk Luhan, aku akan membuktikan padanya kalau cintaku benar-benar tulus padanya, aku ingin membuat dia mengerti secara perlahan, setelah lulus dari sini aku ingin memberikan semua karyaku sebagai hadiah untukknya, dan tentu saja aku perlu bantuanmu dan yang lainnya nanti." Jelas Sehun.

"Maksudmu?" Kai bingung dengan kalimat terakhir Sehun.

"Ini! Berikan ini pada Chanyeol! Minta dia memainkannya!"

Kai mengambil selembar kertas berisi rentetan chord gitar yang diberikan Sehun. Kai tersenyum memandanginya. Tunggu…

"Hei! Kau ingin melibatkan si Yoda konyol itu dalam ini semua?" Tanya Kai sedikit keberatan.

"Kenapa? Dia juga teman kita kan, aku yakin dia akan banyak membantuku setelah kau." Balas Sehun.

Setelah Sehun memberikan kertas itu Kai langsung mencari Chanyeol dan memintanya segera memainkannya. Bagaimanapun Kai sangat penasaran dengan lagu ciptaan Sehun itu. Bahkan mereka sampai batal ke acara pentas seni saking seriusnya dengan lagu Sehun. Chanyeol sangat senang dan bangga Sehun mempercayainya memainkan lagu ciptaan Sehun itu. Tanpa pikir panjang keesokan harinya mereka langsung menuju studio yang disediakan sekolah.

"Bagaimana? Kau siap memainkannya?" Tanya Kai.

"Tentu saja, aku sudah mempelajari nadanya sedikit dan kurasa Sehun akan jadi miliarder jika menjualnya." Ucap Chanyeol penuh semangat dan kekaguman.

PLETAK…

"Sehun tidak mungkin menjual lagu ini sembarangan hanya untuk uang bodoh! Otaknya tak sedangkal otakmu!" Kesal Kai.

"Aisshh aku mengerti. Tapi kenapa dia memintaku memainkannya jika dia sendiri bisa bermain gitar? Oh iya apa dia tidak datang dan bergabung bersama kita?"

"Nanti akan kuceritakan. Aku tadi mengajaknya tapi dia bilang ada urusan jadi tidak ikut, sudah cepat mainkan!" Perintah Kai.

Chanyeol pun mulai memainkan lagunya di dampingi Kai yang dengan serius mendengarkan setiap petikan gitar dan setiap nada yang mengalun indah keluar.

Seoul…

Hampir 1 bulan, Luhan tinggal dan menjalani kehidupannya bersama Kris. Apa dia bahagia? Ya, dia bahagia saat sedang bersama Kris. Tapi ketika tengah sendirian, saat pikirannya sedang tidak terfokus pada Kris. Apa yang ia pikirkan? 1 bulan lebih saat terakhir hari kelulusan, Luhan tak pernah lagi bertemu dengannya. Jangankan bertemu, mendengar suaranya hanya ditelepon pun tidak, awalnya memang Luhan yang memutuskan komunikasi dengan namja itu, namja yang dulu selalu bersamanya, selalu menghabiskan waktu bersama, dan tak pernah berpisah sangat lama seperti ini, setiap hari, setiap waktu, hanya ada kehidupan mereka berdua, Luhan dan Sehun, Sehun dan Luhan. Mereka bahagia? Sangat, Sangat bahagia. Tapi sekarang? Ada penyesalan pada diri Luhan yang memutuskan hubungan begitu saja dengan Sehun, karena rasa marahnya. Lama kelamaan, semakin hari Luhan merindukan Sehun, sangat merindukan sosok itu, Sehunnya yang dulu akan menemaninya jalan-jalan, Sehunnya yang selalu merangkulnya saat berjalan bersama, Luhan merindukan semuanya, merindukan Sehunnya. Pernah beberapa kali Luhan memutuskan untuk menghubungi Sehun tapi nomer itu sudah tak digunakan, hingga Luhan datang ke apartement Sehun tapi ternyata apartement itu sudah kosong. Luhan bertanya-tanya "Dimana Sehun?" Luhan mencoba menghubungi dan bertanya pada Kai tapi namja itu pun tidak ada.

TES…

"Kau dimana Sehun-ah? Aku merindukanmu."

"Luhan!"

Luhan yang tengah melamun tersentak dan dengan cepat menghapus air matanya saat salah satu temannya Baekhyun datang. Luhan pun tersenyum, setidaknya dia masih memiliki Baekhyun semenjak Sehun tidak ada.

"Ada apa Baekiii?"

"Kau kenapa? Seperti habis menangis? Sehun lagi?" Tanya Baekhyun.

Luhan hanya tersenyum samar, ya.. Baekhyun tau semuanya tentang Sehun dan Luhan. Luhan sudah putus asa mencari Sehun dan saat itu Baekhyun datang dan mendengarkan semua keluh kesah Luhan, dan Baekhyun sangat mengerti. Dan diam-diam sebenarnya juga membantu Luhan mendapatkan tentang informasi mengenai keberadaan Sehun dan juga Kai.

"Sudahlah Lu… aku yakin Sehun akan segera kembali dan kalian pasti akan bertemu." Ucap Baekhyun menenangkan.

"Aku merindukannya Baekhyun-ah. Hiks… hiks… aku merindukan Sehunku."

Baekhyun memeluk Luhan yang terisak, Baekhyun tidak tega pada Sehun maupun Luhan. Secara tidak langsung masing-masing dari mereka saling menyakiti walaupun Baekhyun tau mereka tidak bermaksud begitu.

"Yeoboseyo!"

"Yeoboseyo!"

"Aku mengirimkan sesuatu untukmu. Periksa emailmu!"

"Tentang Luhan?"

"Ya… Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi bisakah kau kembali dan hentikan ini?"

"Huuhh... Kau tau aku tidak bisa sebelum sekolahku selesai. Oh iya terima kasih kau sudah membantuku."

"Terserah kau saja…"

Baekhyun mengakhiri panggilan teleponnya dengan dengusan kesal, dan kemudian beranjak dari tempatnya berdiri.

Sehun yang tengah berada di apartementnya di Paris tengah memandangi laptopnya. Membuka email yang dikirimkan seseorang untuknya. Sehun mulai membuka file tersebut dan mendengarkan sebuah rekaman suara.

"Kau kenapa? Seperti habis menangis? Sehun lagi?"

"Sudahlah Lu… aku yakin Sehun akan segera kembali dan kalian pasti akan bertemu."

"Aku merindukannya Baekhyun-ah. Hiks… hiks… aku merindukan Sehunku."

Mendengar rekaman suara itu Sehun sedikit lega bisa mendengar suara Luhan. Namun hatinya juga sakit mendengar suara Luhan yang terisak dan begitu menyakitkan.

"Aku juga sangat, sangat, sangat merindukanmu Luhan…"

Sehun membatin sambil memandangi foto dirinya dan Luhan yang terpampang apik di meja belajarnya. Ya, dia berterima kasih kepada Baekhyun yang sudah membantu Sehun selama ini. Berawal dari Baekhyun yang mencari informasi tentang Sehun dan Kai, ia pun mendapatkan nomer ponsel mereka dan keberadaan mereka di Paris. Pertama kali Baekhyun menelpon Kai yang mengangkat telponnya. Baekhyun pun menjelaskan semuanya dan Kai pun mengerti. Kai meminta Baekhyun untuk jangan memberitahukan apapun pada Luhan, tentangnya maupun Sehun, dan Kai juga meminta pada Baekhyun untuk mendapatkan informasi apapun tentang Luhan, semuanya. Awalnya baekhyun menolak karena bukan ini rencana awalnya. Tapi setelah mendengar penjelasan Kai, Baekhyun mau membantu. Karena setelahnya Kai langsung memberitahu Sehun dan Sehun menjelaskan semuanya pada Baekhyun. Hingga seperi saat ini Baekhyun menjadi informan Sehun dan Kai tentang Luhan. Baekhyun juga yang memberitahukan kepada mereka berdua soal Luhan yang akan menikah dengan Kris dalam waktu dekat.

Drrtt…Drrtt..Drrtt…

"Wae Kai?"

"Sehun kau di apartement?" Tanya Kai diseberang sana.

"Iya…"

"Kalau begitu aku dan Chanyeol akan kesana kau tunggulah."

"Ya…"

Beberapa saat setelah memutuskan sambungan telepon. Chanyeol dan Kai sampai di apartement Sehun.

"Sebenarnya kalian ingin apa kemari?" Tanya Sehun.

"Kami ingin memberikan ini untukmu." Kai memberikan sebuah recorder pada Sehun.

"Ya ku akui bocah ini memainkannya dengan bagus." Lanjut Kai seraya menunjuk Chanyeol.

"Siapa yang kau bilang bocah? Dasar aborigin…" Umpat Chanyeol kesal.

"Whoaaa Oh Sehun aku benar-benar takjub kau bisa membuat lagu dengan nada gitar seenak dan seindah itu. Akan aku jadikan ringtone di ponselku sebagai lagu pengantar tidur. Benar-benar…"

Chanyeol lanjut memuji Sehun dengan mengacukan jempolnya sementara Sehun hanya tersenyum mendengarnya.

"Dasar bodoh, lagu itu terlalu bagus jika hanya untuk jadi lagu pengantar tidurmu. Jika aku jadi Sehun aku idak akan mengizinkannya." Timpal Kai.

"Dan beruntungnya Sehun bukan orang sepertimu!" Sahut Chanyeol semakin kesal.

Sementara Sehun tengah menutup matanya, mendengarkan nada lagu yang ia buat dari recorder yang diberikan Kai. Tetap seperti dulu, Sehun selalu menghayati setiap nada yang mengalun, walaupun kali ini dia tidak memainkannya sendiri. Dia berterima kasih pada Chanyeol yang sangat baik bermain gitar.

"Ssst dia sedang apa?" Bisik Chanyeol pada Kai.

"Sehun sedang menghayati musiknya, sejak dulu dia begitu." Jelas Kai ikut berbisik.

Suasana kembali hening, mereka membiarkan Sehun menikmati musiknya sambil mereka memakan segala cemilan yang ada di apartement Sehun.

"Huuhh melelahkan sekali…"

Luhan tengah membereskan barang-barangnya yang sudah tak terpakai untuk diletakan di gudang. Sesekali ia mengelap peluh yang menetes di dahinya dan beristirahat sejenak. Luhan yang tengah menenggak air mineral tiba-tiba matanya teruju pada sebuah kotak hadiah yang berada diantara barang-barang bekas pesta pertunangannya dulu. Luhan beranjak dari tempatnya dan mengambil kotak itu. Kotak itu sudah berdebu, namun sebuah note kecil bertuliskan nama Oh Sehun diatasnya masih menempel rapi. Luhan merasa sangat kejam, tidak pernah membuka kado yang diberikan Sehun untuknya dan membiarkannya tergelatak begitu saja diantara barang-barang yang sudah menjadi sampah. Andaikan Luhan tidak membereskan semua ini, ia yakin hadiah dari orang yang sangat dirindukannya ini sudah terbuang begitu saja ke tempat sampah. Luhan meneteskan air mata mengusap debu dari tutup kotak itu sambil merutuki dirinya sendiri. Luhan akhirnya membuka kotak hadiah itu, menemukan selembar surat, dan beberapa lembar kertas lainnya, dan sebuah bunga yang sudah sangat layu. Luhan mengambil bunga itu dan menatapnya dengan cairan bening yang mengalir dari sudut matanya. Luhan terduduk dan kemudian membaca surat dari Sehun.

Untuk Rusa Jelekku

Xi Luhan…

"Hai Lu! Ummm dengarkan aku dulu dan jangan marah ne… Maafkan aku karena tidak menepati janjiku untuk datang ke acara pertunanganmu dengan Kris. Aku harus pergi Lu, aku ingin mengejar mimpiku, aku sengaja tidak datang menemuimu karena aku takut kau akan menangis dan merengek memintaku untuk tidak pergi hahaha itu akan sangat memalukan bukan apalagi dihari pertunanganmu, aku hanya tidak ingin merusak kebahagiaanmu Lu. Oh iya Lu, aku ingin menceritakan sesuatu padamu, dan dari kado yang aku berikan untukmu ini kuharap kau mengerti. Pada awalnya aku marah dan kecewa padamu Lu, aku melihatnya, aku melihat semuanya saat kau sedang bercumbu mesra dengan Kris, dan semenjak kau mengenal Kris dan membawanya diantara kebahagiaan kita, kau seperti mengacuhkanku, aku merasa ada jarak diantara kita, tapi melihatmu lebih bahagia bersama dengannya aku senang Lu, ya… walaupun sedikti sakit, mungkin jika aku seorang Xi Luhan aku pasti akan melabrak orang yang mencoba mengambil sahabatnya itu dan mejauhkanmu darinya dan akan marah sambil terus mempotkan bibirnya sepanjang hari haha. Ooh dan satu lagi, jangan mencariku setelah ini Lu, aku tidak akan lagi berada di Seoul untuk waktu yang cukup lama. Maafkan aku tidak memberitaumu aku pergi kemana, aku takut kau menyusulku dan menarikku agar aku kembali. Kau tau aku tidak pernah bisa menolak permintaan rusa jelekku ini hehe. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu Lu. Semoga suatu saat nanti kita bertemu keadaan akan menjadi lebih baik, dan kau kembali padaku dan kita akan bahagia lagi seperti dulu. Ku harap kau mengerti Lu."

Penuh Cinta Dari Sahabat Tampanmu

Oh Sehun….

Luhan membaca surat itu dengan air maa yang terus mengalir semakin deras. Ia tidak menyangka selama ini ia telah salah sangka mencoba membenci Sehun. Seandainya dia dulu langsung membuka kotak ini saat Kai memberikannya dulu, mungkin dia akan mengerti dan tidak melakukan hal konyol membenci Sehun. Dan yang paling menohok hatinya adalah, saat waktu itu Sehun tiba-tiba berubah menjadi dingin dan sedikit menjauh darinya dia tau penyebabnya sekarang dan dia sangat mengerti dan merasa bersalah, ia benar-benar bodoh karena tidak bisa mengerti perasaan Sehun.

"Hiks… Hiks…. Kau bodoh Luhan, benar-benar bodoh! Hiks… hiks…"

Luhan terus menangis dan mengumpat pada dirinya. Dan tak lama suara orang datang dan Luhan yakin itu adalah Kris. Luhan masih belum membaca lembaran kertas lainnya. Tapi Luhan tidak ingin menyakiti perasaan Kris, dan segera menyembunyikan pemberian Sehun itu di lemarinya.

TBC

REVIEW JUSSEYO!

"Yeaayy update juga, maaf lama ya readers abis kemarin tugas sekolah masih menumpuk jadi baru bisa update sekarang, itu pun di sempet-sempetin hehe. Oh iya ada sesuatu yang ingin ditanyakan kah? Or penasaran sama sesuatu? Wkwkwkw author geer." Nih ada sesuatu yang mau author kasih tau ke kalian.

Penasaran lagu or nada lagu lebih tepatnya yang ceritanya Sehun buat dan dimainin sama Chanyeol? Eheeem… jawabannya adalah Nada Gitar Lagu Sing For You, kalau mau denger cari aja di youtube Sing For You Guitar Cover/Version. Lebih jelasnya bakal dibahas di chapter selanjutnya.

Apa kado Sehun buat Luhan yang Sehun tulis di lembaran2 kertas selain surat dan Bunga di dalem kotak? Hehe, bakalan dibahas di chapter selanjutnya juga.

Udah ah segitu dulu jangan lupa review lho ya, DON'T BE SILENT READERS PLEASEE…