Cast : B.A.P Members
Genre : AU, Yaoi, Drama
Part : 4/?
Note : cerita ini pernah saya posting di wordpress saya sebelumnya.
:::::
Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Jongup yang datang terlalu pagi, memilih untuk berdiam diri dikelasnya. Ia duduk di bangku paling pojok kanan, dekat jendela yang mengarah keluar. Hanya ada beberapa siswi yang sudah datang ke kelas, mereka mengobrolkan berbagai hal yang membuat Jongup malas mendengarkan ocehan mereka.
"Daehyun hyung!" Seru Jongup saat melihat Daehyun berjalan melewati pintu kelasnya. Yang dipanggil mengarahkan pandangannya ke dalam kelas. Ia ikut masuk ke ruangan tanpa perduli dia bukanlah warga kelas tersebut.
Siswi yang tadi asik mengobrol kini memandang kagum ke arah Daehyun yang menghampiri Jongup. Well, Daehyun memang salah satu siswa yang populer dikalangan siswi karena wajahnya yang tampan serta bakat menyanyinya yang sangat mengagumkan.
"Tumben sudah ada dikelas." Kata Daehyun, duduk di kursi depan Jongup.
"Suasana rumah kacau hyung, lebih baik aku ke sekolah bukan daripada mendengar 'nyanyian' di pagi hari" jelas Jongup sambil menghela napas. Maknae yang satu ini memang memiliki sedikit masalah dalam keluarganya, berbeda dengan sahabatnya yang lain.
"Oh, cueki saja. Bukankah itu sudah biasa untukmu" Daehyun menepuk pundak maknaenya.
"Ah. Hyung juga tumben datang sepagi ini." Jongup mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Si gembul disuruh menemui Song saem pagi ini sebelum bel masuk, makanya aku sudah ada disini sekarang." Kata Daehyun sambil menguap, terlihat sekali ia masih mengantuk.
"Hahaha, tidur saja dulu hyung. Jam masuk juga masih lama."
"Disini terlalu berisik, mana bisa up."
"Iya juga sih, mungkin kau ditakdirkan tidak tidur lagi hyung."
"Hai hyungdeul. Kalian bicara tentang apa?" sapa Junhong yang muncul tiba-tiba. Ia ikut duduk di meja samping Jongup.
"Bicara tentang masa depan kita haha" Goda Daehyun pada maknae imutnya.
"Hyung… jangan lupa kau sudah milik Jae…"
"Jaekyung nuna. Ah itu sudah masa lalu. Kau lupa? Hahaha" Daehyun tertawa dengan nada dipaksakan.
Sebenarnya ia juga tidak tahu siapa itu Jaekyung, ia hanya menyebut nama secara asal daripada Junhong keceplosan menyebut ' Jae-Hyung' yang berakibat siswa lainnya akan mengetahui rahasia mereka.
"Hah? Dia siapa hyung?" Tanya Junhong polos. Masih tidak mengerti maksud Daehyun.
'Jangan sebut Jae hyung, kau tidak lihat siswi disini ingin tahu pembicaraan kita.' Jongup menulis pada selembar kertas yang diarahkan pada Junhong. Benar saja, siswi yang merupakan 'fans' Daehyun itu terlihat menunggu lanjutan kalimat Junhong, penasaran siapa yang sudah memiliki Idola sekolah tersebut.
"Mungkin kau lupa. Sudahlah lupakan, maknae." Daehyun memutar bola matanya.
"Oh iya Hyung, ku dengar hari ini akan pulang lebih awal karena guru akan ada rapat besar. Bagaimana kalau kita ke coffe shop biasa?" Seru Junhong. Mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Oh jinja? Aigoo, kau update sekali maknae."
"Iyalah hyung, anak kepala sekolah mana mungkin tidak tahu tentang info sekolah hahaha"
"Ish, sudah sudah. Jangan bahas orangtuaku"
"Ahaha. Arra arra. Kalau begitu kita kumpul di coffe shop biasa ya. Jangan lupa kasih tau Yongguk hyung dan Himchan hyung." Daehyun mengingatkan.
"Sudah ku sms mereka" Jongup memperlihatkan kotak pesan miliknya.
"Oke, aku ke kelas dulu. Tidak enak jadi paling tua di kelas kalian." Daehyun melirik ke sekeliling kelas yang mulai banyak siswa berdatangan.
"Kau kan memang sudah tua hyung" ledek Junghong dan Jongup hanya tertawa mendengarnya. Beruntung Daehyun yang berjalan menuju pintu tidak mendengar karena kedua telinganya kini tengah asik mendengarkan lagu lewat earphone miliknya.
–
"Aaa hyung, jangan ambil tiramisu punyaku." Junhong berusaha mengamankan kuenya dari jangkauan Daehyun yang masih lapar. Melihat itu, yang lain juga ikut menjauhkan makanan masing-masing, kecuali Yongguk. Daehyun mana berani mengganggu hyungnya itu.
"Aku hanya ingin mencoba sedikit, Junghongie" Daehyun terus berusaha menjangkau piring milik Junhong.
"Yongguk hyuuuung, jauhkan monster ini." Junhong minta pertolongan. Namun yang dimintai tolong hanya tertawa melihat tingkah dongsaengnya.
Mereka berlima kini tengah bersantai di coffe shop langganan mereka, sesuai dengan perkataan Junhong tadi pagi, mereka pulang lebih awal karena ada rapat guru. Tunggu, lima orang? Lalu kemana satu orang lagi? Yup, Youngjae masih berada disekolah dan sejak tadi pagi Youngjae terlihat begitu sibuk bolak balik ke ruang guru. Daehyun yang satu kelas dengannya sempat bertanya, tapi yang ditanya hanya berkata 'nanti saja kujelaskan' yang membuat Daehyun penasaran. Haha, jiwa kepo si tukang makan ternyata muncul juga.
"Hey, sorry baru datang" sebuah suara terdengar dari arah pintu. Orang itu duduk disamping Jongup yang hanya meliriknya sebentar lalu kembali asik sendiri.
"Kau telat satu jam Youngjae-ya. Ckck" ucap Himchan sambil melihat arlojinya.
"Arra, mian hyung hehe." Sesal Youngjae dengan sebuah cengiran yang membuat pipinya terlihat makin chubby.
"Memang daritadi kau sibuk apa eoh?" Tanya Daehyun pada orang yang ada dihadapannya.
"Aku? Mengurus perlombaan." Jawab Youngjae. Tangannya sibuk mengambil alih makanan milik Daehyun yang masih banyak.
"Perlombaan?" Tanya mereka heran.
"Begini, seminggu lagi ada perlombaan fotografi antar sekolah. Song saem memilihku dan Myungsoo hyung untuk mewakili sekolah." Jelas Youngjae yang mengerti keheranan dari beberapa orang dihadapannya.
"Dan rencananya sabtu besok aku dan Myungsoo hyung akan pergi ke Gangwon untuk hunting foto." Lanjutnya. Semuanya mengangguk paham, kecuali satu orang yang tampak tidak setuju.
"Kalian berdua saja?" Daehyun memastikan.
"Ne, kenapa? Itu kan hari libur jadi tidak mengganggu sekolah."
"Tapi untuk apa jauh-jauh kesana hanya untuk hunting? Paboya." Daehyun tidak terima.
"Pihak sekolah yang menyuruh kami pabo, mereka bilang tema lomba ini adalah keindahan, jadi mereka menyuruh kami untuk mengambil gambar keindahan alam disana." Daehyun tampak kesal begitu tahu rencana Youngjae.
"Ya Choi Junhong, tidak bisakah kau merayu ayahmu untuk membatalkan Youngjae kesana eoh?" Kata Daehyun pada si maknae.
"Appa tidak suka aku ikut campur dengan pekerjaannya hyung. Mian" ucap Junhong dengan wajah polosnya.
"Ya Jung Daehyun. Kau kenapa panik begitu sih. Apa yang salah dengan aku pergi kesana hah? Dasar aneh"
Dor. Daehyun lagi-lagi diam. Dia sendiri sebenarnya bingung kenapa dia bisa sekesal ini saat tahu Youngjae akan pergi keluar kota. Kalau sendiri mungkin tidak masalah bagi Daehyun, tapi ini Youngjae akan pergi bersama orang lain. Bagaimana kalau disana mereka bersenang-senang, bagaimana kalau Youngjae jadi lebih dekat dengan orang itu. Dan berbagai macam pikiran yang tidak-tidak pun terlintas di otak Daehyun.
"Mungkin dia cemburu." Satu kalimat dari Himchan menyadarkan Daehyun dari pikirannya.
"A-aniyo. Cuma sekarang kan Youngjae sudah berkeluarga, mana bisa dia memutuskan pergi jauh tanpa seijinku." Daehyun berkilah.
"Ckck, oke. Sekarang aku minta ijin padamu. Jung Daehyun, bolehkah aku pergi? Demi sekolah kita" ucap Youngjae dengan nada sedikit berlebihan.
"Aish, arraseo. Pergilah, tapi jaga jarak dengannya. Arrachi?"
"Ne, kamsahamnida hyungnim." Ucap Youngjae dengan nada dibuat-buat.
"Tenang saja Dae, Myungsoo itu tidak begitu banyak bicara, mana mungkin dia dan Youngjae bisa akrab." Himchan menenangkan, dia begitu tau sifat Myungsoo yang merupakan teman satu kelasnya.
"Sudah sudah, lanjutkan acara cemburumu itu di rumah. Disini masih ada anak dibawah umur." Yongguk melirik kearah dua orang yang asik dengan streamingnya.
"Nah denger tuh." Sindir Youngjae dengan mulut penuhnya karena memakan kentang goreng milik Daehyun.
"Ya ya ya. Pesan sana, jangan ambil punyaku." Daehyun menepuk tangan Youngjae yang akan mengambil kentang goreng punyanya lagi.
"Sudahlah, kita makan ini sama-sama saja." Tangan Youngjae kini sibuk memotong sepiring oreo cheesecake dihadapannya.
"Mana bisa begi—" Ucapan Daehyun terhenti saat Youngjae menyuapinya sepotong kue ukuran kecil.
"Ya baiklah, lumayan juga kita bisa hemat uang bulanan." Setuju Daehyun.
"Nah anak pintar." Lagi-lagi Youngjae menyuapinya.
Bang-Him hanya bisa saling menatap dan mengangkat bahu mereka tanda bingung dengan tingkah dua orang itu yang mudah berubah-ubah.
:::::
"Beres." Gumam Youngjae yang sedari tadi memasukkan keperluannya selama keluar kota.
Hari ini adalah weekend, dan pada hari ini pula Youngjae akan pergi ke Gangwon untuk melakukan misi sekolah.
"Jam sembilan, berarti dua jam lagi aku harus sudah ada di terminal." Youngjae bicara sendiri. Dilihatnya Daehyun yang masih tertidur pulas dengan selimut yang membungkus seluruh tubuhnya.
Karena merasa hari sudah terlalu siang, Youngjae pun mencoba membangunkan Daehyun. Ditariknya selimut yang menutupi namja berkulit tan itu, lalu dengan sedikit menepuk-nepuk pipinya agar orang tersebut bangun. Dan cara itu berhasil, Daehyun membuka matanya secara perlahan, sesekali ia meregangkan otot tangan dan kakinya agar sadar sepenuhnya.
"Sudah mau berangkat?" Tanya Daehyun langsung saat melihat sosok didepannya. Youngjae menggeleng.
"Belum, masih satu jam lagi."
"Oh. Lalu kenapa membangunkanku. Ini hari libur tau"
"Hanya ingin menyuruhmu bangun, tidak mungkin kan aku meninggalkanmu dirumah sendirian dalam keadaan tidur. Yang ada nanti kau malah kebingungan"
"Bukannya ada umma."
"Umma pergi sejak jam tujuh tadi ke Jeju, dia bilang ada rapat penting." Kata Youngjae sambil membereskan tempat tidur.
Daehyun hanya menghela napas kalau mengingat kesibukan ibunya itu. Di hari weekend seperti ini, ibunya memilih untuk bekerja. Ya memang ibunya tidak pernah lupa memberi perhatian, tapi tetap saja Daehyun sering merasa kesepian disaat ibunya sibuk dengan bisnisnya itu. Ditambah, dia akan sendirian dirumah malam ini. Sungguh, anak bermarga Jung ini sangat tidak suka sendirian berada dirumah, bukan karena takut tapi karena sesuatu dimasa kecilnya.
"Kau bisa menginap dirumah appa atau mengajak yang lainnya menginap disini kalau mau." Saran Youngjae mengingat keadaan Daehyun.
"Gampang, nanti akan kupikirkan lagi."
"Oke, mandi dan makanlah. Setelah itu baru aku berangkat." Youngjae melemparkan handuk pada Daehyun yang masih duduk ditempat tidur.
"Hm, arraseo." Dengan langkah gontai, Daehyun berjalan menuju pintu kamar mandi. Matanya masih setengah terpejam, enggan untuk bangun sepenuhnya.
–
Sebuah mobil putih berukuran sedang melintasi jalanan kota Seoul. Didalamnya terdapat seorang namja yang asik bernyanyi mengikuti irama musik yang menggema di dalam mobil. Siapa lagi kalau bukan Jung Daehyun, dia baru saja mengantarkan Youngjae ke terminal bus dengan mobil milik ibunya, dan disana ia bertemu dengan Myungsoo. Dae sempat mengobrol sebentar dengannya, hanya untuk membuktikan perkataan Himchan beberapa hari yang lalu. Well, memang benar. Myungsoo terlalu susah untuk di ajak bicara, sifatnya yang terlalu dingin bukanlah tipe orang yang ingin Youngjae ajak berteman. Kali ini Daehyun bisa bernapas lega karena hal itu.
"Ya Moon Jongup, neo eodiya?" Seru Daehyun yang kini sedang menelepon seseorang.
"Oh oke, aku kerumahmu" Daehyun menutup telepon dan mulai menambah kecepatan mobilnya.
Dalam waktu tiga puluh menit, Daehyun pun sudah tiba didepan rumah Jongup. Baru saja dia akan memencet bel, pintu sudah dibuka oleh seseorang bertubuh tinggi yang hendak keluar.
"Daehyun. Kau ingin bertemu Jongup? Masuklah, dia ada dikamar sejak tadi." Tegur orang itu dengan senyum ramahnya.
"Ah ne, kamsahamnida" Daehyun membungkukkan badannya pada orang yang diketahui ayah Jongup itu. Kemudian ia pun menaiki tangga menuju kamar sahabatnya.
"Yo man, wassup." Sapa Daehyun saat membuka pintu kamar.
"So far so good hyung. Oh iya tumben hyung kesini."
"Hanya ingin berkunjung. Aku bosan sendirian dirumah." Jawab Daehyun sambil melempar beberapa anak panah ke papan yang menempel di dinding.
"Oh, pasti karena tidak ada Jae hyung." Tebak Jongup yang 50% benar namun tidak dijawab oleh hyungnya itu.
"Ah sial lepas." Teriak Daehyun frustasi dengan lemparannya. Ia terlalu fokus dengan bidikan-bidikan anak panah itu sehingga tidak mendengarkan omongan Jongup.
Jongup merebahkan badannya hingga ia bisa menatap langit-langit kamar yang ditempeli sticker bertema luar angkasa. Daehyun yang sudah menyerah dengan panah pun ikut berbaring.
"Rumahku kosong, ayo menginap disana dengan yang lainnya." Ajak Daehyun.
"Malas hyung, aku ingin dirumah dulu hari ini." Tolak Jongup.
"Yaah, baiklah. Aku ajak dua orang tua itu saja."
"Kalau mereka dengar kau menyebut mereka dengan panggilan itu, kau pasti ditendang hyung"
"Hahaha, karena mereka tidak ada disini makanya aku berani." Daehyun tertawa senang, dia bersyukur Bang-Him tidak ada disana.
"Aku numpang tidur sebentar ya. Baru habis itu aku pulang" Daehyun memejamkan matanya, mencoba untuk beristirahat.
Jongup hanya mengangguk. Ia mengambil headphone lalu memasangkan benda itu ke ponsel miliknya agar tidak mengganggu Daehyun yang mulai tertidur.
–
"Waaa, sup kimchi!" Junhong dan Daehyun berteriak senang saat semangkuk besar sup diletakkan di atas meja makan. Dengan segera mereka menyendok sedikit demi sedikit isi yang ada didalamnya.
"Supnya enak seperti buatan ibuku. Himchan hyung memang pintar memasak." Junhong mengacungkan jempol kirinya. Sang koki pun merasa tersipu sekaligus bangga mendengar pujian yang keluar dari anak kelas 1 SMA itu.
"Kau memang seperti ibu rumah tangga yang berpengalaman hyung hahaha." Goda Daehyun.
"Eyy. Sembarangan saja ibu."
"Ya sudah, bapa rumah tangga." Ralat Daehyun.
"Nah itu bisa diterima." Himchan mengangguk puas.
"Jangan terlalu dipuji, yang ada dia akan besar kepala nanti haha." Sindir Yongguk yang juga tengah ikut menikmati sup buatan kekasihnya. Yang disindir hanya mem-pout-kan bibirnya, imut.
"Hey ayo kita berfoto biar Youngjae dan Jongup iri." Ajak Daehyun, tangannya sibuk mencari aplikasi kamera pada ponsel. Setelah kamera siap, ia pun menghitung mundur sebelum mengambil selca. Mereka berfoto dengan beberapa pose cute, hanya Yongguk yang tetap pada satu pose andalannya, peace sign.
"Upload di chat grup saja." Saran Yongguk setelah mereka selesai selca. Ia memang tidak suka mengupload foto pribadi di media social untuk umum.
Dalam sedetik, ponsel mereka berbunyi bersamaan menandakan foto yang dikirim Daehyun telah masuk ke dalam beranda chat grup.
"Ya! Kalian makan sup kimchi disaat aku tidak ada! Curang." Youngjae muncul di ruang chat.
"Siapa suruh kau pergi hahaha" Daehyun menyisipkan emotikon yang meledek di akhir chatnya.
"Cepatlah pulang, dan akan kubuatkan semangkuk besar sup untukmu." Himchan ikut membalas.
Mereka pun saling mengobrol dalam ruang chat dan membuat ruang makan berisik karena bunyi nada pesan dari ponsel mereka.
"Hei. Aku datang" sapa Jongup yang sudah ada di ruang makan. Tidak terdengar bunyi langkah kakinya yang mendekat. Lalu bagaimana dia masuk rumah? Rumah Daehyun terbilang modern, dengan memasukkan kode yang sudah ditentukan, pintu pun akan terbuka. Tentu saja orang yang mengetahui kode itu hanyalah orang terdekat.
"Hyung! Ayo sini ikut makan." Junhong menepuk kursi disampingnya.
"Tadi kau bilang ingin dirumah, kenapa berubah pikiran?" Tanya Daehyun dengan tangan yang asik membalas chat.
"Tidak papa hyung." Jongup mengambil mangkuk yang diberikan Himchan.
"Lupakan keadaan rumah, have fun saja disini. Game luar angkasamu sudah menanti." Yongguk yang mengerti, menepuk pundak Jongup. Salah satu maknae itu hanya mengangguk diam, dan fokus mengisi perutnya.
–
"Huaaaa. Aku ngantuk hyung." Junhong menguap lebar, matanya sudah menyipit.
"Ke kamar saja duluan. Nanti kami menyusul." Suruh Himchan yang sedang merebahkan dirinya di paha Yongguk.
"Ah malas. Jongup hyung, temani aku." Pinta Junhong sembari menarik ujung baju Jongup yang duduk disampingnya.
"Ayo." Jongup bangkit dari duduknya, dia mana bisa menolak permintaan sahabatnya satu ini. Mereka berdua pun pergi ke kamar Daehyun, meninggalkan para hyungnya bersantai di ruang keluarga.
"Sepi juga ya tidak ada Youngjae, tidak ada yang berisik." Gumam Himchan.
"Biasanya kalian selalu bertingkah konyol saat kumpul seperti ini." Setuju Yongguk, tangannya sibuk mengusap lembut rambut orang yang disayanginya itu.
"Apa kalian tidak bosan bermesraan sejak tadi eoh?" Daehyun mendengus kesal melihat tingkah para Hyungnya.
"Bilang saja kau iri karena tidak bisa seperti kami, hahaha." Ledek Himchan.
"Aish kau menyebalkan Himchan Hyung."
"Aku heran, kenapa kau bisa menyukai orang seperti dia sih Hyung." Tanya Daehyun pada Yongguk sambil menunjuk Himchan.
"Hm, entahlah. Mungkin karena dia membuatku nyaman." Yongguk tertawa sehingga menunjukkan gummy yang sudah menjadi ciri khasnya. Himchan tersipu malu mendengar jawaban Yongguk.
"Aish, aku juga nyaman dengan kalian. Apa itu juga disebut aku menyukai kalian? Alasan yang aneh." Protes Daehyun.
"Tidak ada alasan untuk mencintai seseorang, jika kita mencintai seseorang, kita akan merasakan seperti ada ratusan kupu-kupu yang berterbangan dalam perut kita, dan jantungmu berdegup kencang saat menatap dalam matanya." Kalimat panjang itu keluar dari mulut Himchan.
"Cinta itu tidak memandang bulu, dan dengan siapapun itu." Himchan menambahkan lagi.
"Weits, hyung kau habis kesambet apa? Sampai bahasamu puitis sekali hahahaha" ledek Daehyun pada Himchan yang serius memberi saran.
"Jangan mengejek ku, sekarang kau ngaca saja. Apa ada tanda-tanda yang kusebut tadi kau rasakan saat bersama Youngjae. Sebelum terlambat"
"Sial, kena lagi." Gerutu Daehyun.
"Ngomong-ngomong, Kalian jadi mau nonton bola? Aku ingin tidur." Tanya Himchan sembari bangkit dari rebahannya. Yongguk dan Daehyun mengangguk sebagai jawaban.
"Good night hime, jangan tidur disamping Jongup." Yongguk mengingatkan, dia memang agak cemburu kalau Hime nya itu dekat dengan Jongup. Tapi bukan berarti dia benci dengan maknae itu.
"Untuk itu aku tidak janji Bbang, hahaha." Hime menjulurkan lidahnya sebelum pergi ke kamar.
"Ya! Awas kau kalau berani."
"Sst, jangan berisik hyung. Ini sudah mau mulai." Daehyun protes dengan teriakan Yongguk.
"Oops, sorry." Keduanya pun kembali fokus ke layar tv, mengawasi gerak gerik pemain bola yang tengah bertanding.
:::::
Minggu pagi yang cerah, semua orang yang ada di kediaman Jung sudah bangun dari tidur mereka dan kini tengah menyantap sarapan pagi yang dibuat oleh Koki andalan mereka, Kim Himchan. Namja bermata sipit itu memang sengaja bangun lebih pagi dan membuatkan sarapan Nasi Goreng Kimchi untuk disantap bersama. Seperti biasa, suasana di meja makan ribut karena teriakan dan aksi dari tiga orang dongsaengnya itu, Junhong, Jongup dan Daehyun.
Beep beep, suara ponsel Daehyun berbunyi menandakan pesan masuk.
"Ah hyung, aku harus jemput bebek itu. Kalian lanjutkan saja makannya. Aku pergi dulu" Daehyun menghentikan sarapannya dan bergegas pergi
"Hati-hati, jangan ngebut." Pesan Yongguk sebelum Daehyun hilang dari hadapannya.
"Beres Hyung." Teriak Daehyun dari kejauhan.
–
Sudah setengah jam Youngjae menunggu di halte dekat stasiun. Tangannya sibuk memainkan game yang ada di ponsel. Sebuah bunyi klakson membuyarkan konsentrasinya, dengan wajah kesal ia melihat ke arah mobil yang mengganggu itu hingga nampaklah si pemilik mobil, Daehyun.
"Lama sekali." Gerutunya, ia pun masuk ke dalam mobil dengan kamera menggantung dileher serta ransel yang menempel di bahu kanannya.
"Mian, tadi isi bahan bakar dulu. Sendirian saja? Mana Myungsoo hyung?" Tanya Daehyun yang menjalankan kembali mobilnya.
"Dia pulang duluan karena dijemput kekasihnya." Jawab Youngjae yang kini sudah duduk di depan.
"Oh, baguslah." Entah kenapa Daehyun senang mendengar Myungsoo telah memiliki kekasih.
"Sudah dapat foto-fotonya?" Tanya Daehyun membuka pembicaraan.
"Ne. Kami ke berbagai tempat disana. Pemandangannya keren-keren. Coba saja kau liat" Youngjae menunjukkan hasil jepretannya pada Daehyun yang tengah menyetir.
"Whoaa, disini bagus." Seru Daehyun ketika melihat foto gunung saat senja hari. Youngjae mengangguk.
"Benar kan, pemandangan disana memang keren. Kemarin aku juga lihat ada pelangi, ya walaupun hanya sepuluh menit."
"Kau sempat mengambil gambarnya?"
"Tentunya." Youngjae mengangguk semangat."Lihat, indah bukan?" Seru Youngjae saat memperlihatkan gambar lainnya.
"Aigoo, coba saja aku ada disana juga."
"Lain kali kita berenam harus pergi kesana, Dae. Pasti seru."
"Kenapa tidak kita berdua saja? Anggap saja bulan madu hahaha"
"Kau mulai lagi Jung Daehyun." Kata Youngjae malas.
'Dasar AB, mudah sekali moodnya berubah.' Batin Daehyun.
"Kau mau makan apa? Mumpung kita dijalan."
Youngjae menggeleng, "Aku cuma ingin pulang dan tidur. Lelah sekali rasanya."
"Bicara tentang tidur, tadi malam kalian satu kamar?" Oke Daehyun mulai penasaran kali ini.
"Tentu saja, pihak sekolah hanya memesan satu kamar untuk kami."
"Apa-apaan itu, harusnya kau memesan satu kamar lagi. Mana boleh kau satu ruangan dengan orang lain"
"Yaelah, itu buang-buang uang Jung Daehyun. Lagipula tadi malam aku tidak bisa tidur, jadi aku memilih main game semalaman."
"Hah, syukurlah kalau insomniamu kumat tadi malam."
"Bodoh, kau malah senang aku insomnia." Youngjae menoyor Daehyun yang sedang terkekeh.
"Hahaha, Mian. Sekarang tidurlah, saat sampai rumah akan aku bangunkan." Perintah Daehyun. Youngjae hanya menurut, lagipula ia memang perlu tidur. Ia pun menyamankan posisi hingga akhirnya ia tertidur dalam perjalanan.
–
"Himchan hyuuung, mana janjimuuu." Teriak Youngjae saat membuka pintu.
"Berisik!" Junhong dan Yongguk balas teriak.
"Oops, sorry. Mana Himchan hyung?" Youngjae duduk di sofa.
"Dia sedang ada pemotretan" jawab Yongguk yang fokus bermain game.
"Kenapa kau tidak ikut hyung? Bukannya kau selalu menemaninya?" Youngjae heran, biasanya Yongguk selalu jadi bodyguard untuk Himchan.
"Malas. Dia sudah besar, untuk apa selalu aku temani."
"Kalian sedang bertengkar eoh?"
"Hah tidak, aku hanya tidak ingin melihat dia berpose dengan ulzzang yeoja lainnya" jawab Yongguk malas.
"Cemburu? Ya ampun hyung, hal sepele saja kau bisa cemburu seperti anak kecil ckck" Ledek Youngjae, ia menggelengkan kepalanya pelan.
"Ck, Ya Jung Daehyun, suruh istrimu ini untuk berhenti bicara." Tegur Yongguk pada Daehyun yang baru mau ikut bermain uno dengan Junhong dan Jongup.
"Jae-ya, tadi kau bilang ngantuk kan? Tidur sana, jangan ganggu harimau yang sedang cemburu" Daehyun setengah meledek Yongguk.
"Oke, kalau Himchan hyung pulang, beritahu dia kalau aku menagih janjinya. Arra?"
"Yes sir!" Jawab Daehyun singkat. Ia terlalu sibuk memulai permainannya.
"Himchan hyung pasti sedang berpelukan dengan Song Ahri noona. Hah, beruntung sekali dia." seru Youngjae sebelum akhirnya pergi.
'Gzzz. Sialan anak itu.' Batin Yongguk kesal. Dia memang selalu kalah kalau adu mulut dengan Youngjae.
–
"Kalian tidak berpose yang aneh-aneh kan?" Tanya Yongguk pada Himchan saat dalam perjalanan pulang setelah makan malam di rumah Daehyun.
"Hanya saling memeluk saja, tidak lebih." Jawab Himchan jujur.
"Oh" Yongguk hanya diam, ternyata dugaan Youngjae benar. Sial.
"Bbang, jangan marah seperti itu." Himchan yang sadar kekasihnya itu cemburu segera membujuknya.
"Heung, kau ingin mendiamkan ku?" Himchan cemberut, yang membuat wajahnya terlihat sangat imut. Sayang sekali Yongguk tidak melihatnya karena berjalan didepan Himchan.
"Ya Bang Yongguk! Kalau kau marah karena pekerjaanku, aku akan berhenti saja jadi ulzzang." Seru Himchan yang menghentikan langkahnya. Kesal karena tidak ditanggapi Yongguk.
"Bodoh. Pikiranmu pendek sekali Hime." Yongguk segera menghampiri. Ia mengacak rambut Himchan pelan, gemas melihat tingkah orang yang ia sayang itu.
"Aku serius. Daripada kau marah karena pekerjaanku, lebih baik aku berhenti Bbang."
"Itu impianmu, kau tidak boleh meninggalkannya. Tenang, aku tidak akan marah lagi."
"Gomawo Honey." Himchan mencium pipi Yongguk sekilas karena senang. Untung jalan yang mereka lalui ini sepi, jadi tidak ada orang yang menatap aneh pada mereka.
"My pleasure. Sekarang ayo kita pulang, aku ingin makan sesuatu." Yongguk melingkarkan tangannya dileher Himchan. Sebuah seringai terlihat samar di wajah Yongguk.
"Bukannya kau sudah makan? Tumben sekali kau ingin makan lagi." tanya Himchan polos.
"Aish cepatlah, aku sudah benar-benar lapar."
Dengan cepat Yongguk menarik tangan Himchan agar segera tiba di apartemen yang mereka tinggali berdua semenjak SMA. Sementara orang tua Yongguk pindah ke Vietnam karena tugas dan Himchan yang sudah kehilangan orangtuanya karena kecelakaan empat tahun yang lalu.
"YA! Aku baru sadar dengan kalimatmu. Andwae!" Teriak Himchan yang baru sadar dari kepolosannya.
"Diam kau, siapa suruh membuatku cemburu" Yongguk tidak menghiraukan protes Himchan, ia terus saja menariknya. Dan dapat diketahui bagaimana keadaan Himchan malam ini.
:::::
TBC …
Semoga suka ya sama lanjutannya. Untuk next part akan diposting pertengahan Januari karena beberapa hari ga megang laptop T.T
Terimakasih sudah berkenan baca fic ini ^^
[Balasan Review]
Yamashita657 : kapan ya daejae jadian, nanti aku tanyain dae dulu (?) xD lmao, dae dapat jatah, tapi iyasih. Semoga aja yj mau ngasih kkk~ jonglo jadian ga yaaaa, tungguin aja deh Makasih udah baca ya ^^
: Bang-Him memang diam-diam menghanyutkan jadi udah biasa kl mereka kalem gitu pacarannya (?) ada ga yaaaaa, tanya yj dulu deh dia mau apa engga makasih ya udah baca ^^
kzerokun : iya, tapi perlu proses dulu kkk. Bang-Him ada kok~ Thanks udah baca dan sarannya ya ^^
septianamlinasteleport05 : udaaaaah, semoga suka ya. Thanks sudah baca ^^
BYDSSTYN : tumbenan kan yj lupa gitu xD dasar banghim, diam-diam menghanyutkan (?) haduuuh, aku ga tau dae duluan apa yj yg jatuh duluan. By jatuhin dulu gih yj nya (?) adegan hanimun...tanya yj dulu deh dia mau apa engga thanks udah baca ^^
