Details?
Story © alice dreamland
The Basketball which Kuroko Plays © Fujimaki Tadatoshi
Genre: Romance, Drama
Warning: Typo(s), all in 2nd PoV, alur ngaco, AkashixReader, fluff, drabbles
Detil 4: Piket Kelas
Seminggu berlalu semenjak dirimu resmi menjadi murid SMA Rakuzan.
Akashi terus mengawasimu dari jauh, meski tak dapat dipungkiri ia ingin mengenalmu lebih dekat. Hanya saja tugas serta kesibukan (baik aktifitas keluarga maupun sekolah) mencegah dirinya untuk berbincang denganmu.
Namun itu dulu.
Sekarang berbeda.
Akashi mendapat tugas piket bersamamu sepulang sekolah.
Meski ekspresi tak tertarik, tetapi tidak dengan hatinya, bukan? Seperti pepatah—don't judge the book by it's cover. [4]
Kini Akashi telah selesai mengelap meja. Sementara kau selesai menyapu kelas juga membersihkan papan.
Dalam kebingungan akan tugas selanjutnya, kau mendekati Akashi hingga berhenti di hadapan setengah meter darinya.
Akashi menyadarimu, dirinya yang semula menghadap meja berbalik—manik heterokomnya menatapmu dalam. Kau meneguk ludah.
"Ano, Akashi-kun? Apa ada hal lain yang dapat kukerjakan?" tanyamu harap-harap cemas. Akashi mengangguk—mengambil kedua penghapus papan di sampingnya.
"Bersihkan ini." Lelaki itu menyerahkannya padamu.
Kau menerima ragu. "B-Baik."
Akashi pun mengambil pel—yang telah kau peras—dan mulai mengepel kelas.
Kecanggungan memenuhi dirimu seraya berjalan menuju jendela—hendak membiarkan debu penghapus berhamburan ke luar saat saling menepuk.
Akashi menyadarinya, namun tak mengambil tindakan—memfokuskan diri pada aktifitas di tangan.
Oh! Dan ia tahu kau terus memperhatikannya dari tempatmu berpijak.
"Ano... A-Akashi-kun..." Suaramu menyapa daun telinganya. "Bukan seperti itu cara mengepel."
Akashi mengadah—menatapmu dengan sebelah alis terangkat. Kau menatapnya lurus dari depan jendela.
"M-Maksudku cara menggengamnya." Kau letakkan kedua penghapus di pinggir jendela.
Memosisikan diri di sebelah Akashi—meski sedikit ragu akan prasangka buruk. Meraih pel kemudian memperagakan cara penggunaan yang benar. Akashi memperhatikan.
Sesungguhnya, wajar jika Akashi tak mengerti cara menggunakan sebagian peralatan rumah tangga. Karena keluarganya kaya dan tak perlu repot membersihkan rumah dengan adanya maid serta butler berkeliaran.
Sekitar semenit kau peragakan—seraya kembali menyerahkan pel pada sang pemegang pertama. "Jadi begitu. Mengerti, Akashi-kun?"
Akashi tak menjawab—merebutnya dan mulai mengepel berdasarkan gayamu. Kau tersenyum simpul—sebelum menyadari sesuatu.
"Ah, Akashi-kun! U-Untuk waktu itu—" [5] Akashi menoleh.
"—a-arigatou!" [6] Kau membungkuk empat puluh lima derajat.
Lelaki itu diam—tak merespon. Aktifitasnya pun terhenti. Namun melihatmu tak kunjung merubah posisi, ia pun memperingati.
"Sampai kapan kau mau terus membungkuk?" Ia memicingkan kedua mata. "Dan pulang sekarang. Sudah sore, kau juga telah bekerja banyak."
Kau menegakkan pungung seraya menatap Akashi heran—yang dibalas dengan tatapan serius khas Akashi Seijuuro.
"E-Eh? Arigatou. Tapi, aku belum membersihkan penghapusnya. Tidak adil jika pulang duluan." Kau tersenyum kecil. "Lagipula—"
Kau melebarkan senyum. "—Akashi-kun tak semengerikan yang rumor katakan. Aku jadi lebih nyaman sekarang."
Deg!
Akashi tersentak.
Lelaki itu mengeratkan gengaman pada pel—sedikit terkejut akan ungkapan jujurmu.
Detak jantungnya berpacu, wajahnya memanas.
Ia merona.
Meski hanya garis tipis, tak dapat dipungkiri ia memerah.
Kau mengerjap heran—melihat kelakuan Akashi yang berbeda dari biasa. "Doushitano, Akashi-kun?" [7]
Benak kehabisan kosakata, namun bukan Akashi namanya jika tak dapat mengontrol emosi yang keluar.
Ia berdeham—menetralisir kegugupan.
"Nandemonai. Sekarang, kembali bekerja." [8]
.
[4]: Jangan menilai buku berdasarkan penampilan luarnya.
[5]: Lihat drabble 3
[6]: "—T-Terima kasih!"
[7]: "Ada apa, Akashi-kun?"
[8]: "Tidak ada apa-apa. Sekarang, kembali bekerja."
Balasan review anon:
-Miyuki
Ini sudah lanjut, terima kasih reviewnya x3
Terima kasih banyak semua yang telah membaca, review, fave, dan follow! Saya sangat senang banyak yang suka :''3
Seperti yang saya katakan, fict ini akan saya usahakan update dalam kurun waktu tertentu—tiga sampai lima hari sekali. Meski saat ini masih konsisten tiga.
Sekali lagi terima kasih banyak, dan—
—sekian!
~alice dreamland
