Warning: Nggak Mengandung Unsur supranatural dan Shinobi hanya kehidupan biasa,Typo dan saudaranya mungkin ada,Pasaran pasti iya hanya sedikit melow(lagi belajar).

Pair Khusus : 1 Prince and 2 Princess

Genre : Konflik keluarga, Asmara , Pertemanan , dan lain lain.

Rated : T - M

Summary:Naruto Namikaze seorang remaja culun yang memiliki seorang sahabat perempuan yang cantik dan lembut,Naruto sudah lama menaruh hati padanya sejak masih berada di sekolah menengah pertama dan bertekad untuk menyatakan cinta padanya saat dirinya sebelum pindah mengikuti sang ayah yang baru di usir dari Klan dan Keluarga Ibunya. Tapi naasnya Naruto mengetahui kedok semua perbuatan sahabat perempuannya itu hanya memperalat nya selama ini dan tidak memiliki perasaan sama sekali pada seorang remaja culun seperti Naruto, saat mendengar hal itu Naruto kembali ke kelasnya yang sama dengan sahabatnya itu dan menaruh sebucket bunga mawar merah dan sebuah boneka beruang berwarna putih di atas meja sahabatnya dan kemudian pergi keluar untuk bertemu dengan sang ayah untuk pergi ke bandara, di sinilah awal rasa penyesalan bermula dan kejutan yang tidak di ketahui akan datang kapan itu.

Sai kessoku made no bunri kara hajimaru

(Berawal dari perpisahan hingga bersatu kembali)

Chapter 3

15 Menit kemudian...

Minato, Kaguya, dan Naruto terlihat cukup antusias menerima ucapan selamat dari para tamu undangan dan beberapa godaan untuk Naruto yang mereka rencanakan untuk tunangkan dengan Putri Putri mereka, sedangkan Naruto sendiri hanya menanggapi sekedarnya saja.

" Selamat atas pernikahan mu nanti, Minato " Kata seorang Pria dewasa dengan rambut merah panjang serta wajah yang terlihat tegas yang bersama seorang wanita berbalut dress coklat yang kontras dengan warna rambutnya.

" Tentu saja, Zeuticus " Balas Minato yang bersalaman dengan Zeuticus.

" wah wah wah, Naru-chan rupanya sudah dewasa banget ya " Ucap Velena yang melihat Naruto yang berdiri di depannya dengan wajah sedikit kikuk.

" iya, Bibi " balas Naruto sedikit kikuk kepada Velena.

Kemudian Velena mengobrol dengan Kaguya bagaimana dia bisa bertemu dengan Minato dan untuk para lelaki dua itu membahas hal hal yang hanya di ketahui seorang pria sejati #YouKnowLah. Naruto mundur dengan perlahan dan berjalan ke arah balkon tempat acara ini berlangsung karena dirinya sedikit membutuhkan udara segar, Naruto tidak mengetahui jika Kushina dan Karin mengikuti dari belakang sampai ke tempat balkon sekarang.

Naruto berdiri dipinggir balkon sembari melihat kota Kouh dalam malam hari ini yang terlihat begitu indah bahkan dengan bintang bintang yang bertaburan di atas sana. Naruto mengalihkan pandangannya setelah mendengar seperti pintu tertutup dan terlihat seorang Wanita dewasa dan Wanita Pradewasa yang berdiri tidak jauh dari dirinya. Naruto sendiri hanya bingung hal itu karena juga dirinya tidak mengetahui siapa dua orang perempuan ini.

" Ma'af, apa yang kalian lakukan di sini? apa kita saling mengenal satu sama lain? " Tanya Naruto kepada Kushina dan Karin yang melihat Naruto dengan penuh kerinduan.

" Kau sudah besar rupanya, Son " Kata Kushina yang berjalan mendekat dan Naruto sendiri sedikit mundur kebelakang.

" Ma'af, apa kita saling mengenal? " Tanya ulang Naruto kembali yang membuat Kushina terdiam di tempatnya.

" kau tidak mengenali kami? Aku kakak mu, Karin dan Dia adalah ibu mu ! Kushina! " Pekik Karin yang menahan tangisnya yang membuat Naruto bertambah bingung terlebih dia bilang kakak dan ibu? hell dirinya saja tidak mengingat mereka.

" sungguh, saya tidak mengenal kalian berdua terlebih kakak dan Ibu? aku tidak ingat dengan itu yang aku tau hanya aku putra tunggal dan ibu ku adalah Kaguya walau ibu tiri " Ujar Naruto yang membuat Karin jatuh terduduk dengan tangisan yang pecah. Kushina sendiri langsung berjalan mendekat ke arah Naruto dan kemudian menampar wajah Naruto cukup keras.

Terdiam, Naruto hanya bisa terdiam dan mematung setelah menerima tamparan dari Kushina bahkan jauh dari dalam hatinya sedikit sakit setelah melihat Kushina menatap tajam dirinya dengan Mata berair dan mendekati Karin, mungkin pendengaran Naruto menjadi tuli mendadak atas kejadian barusan bahkan dirinya hanya mendengar sebuah perkataan yang ' aku yang melahirkan mu ke dunia ini '. Jujur saja Naruto sedikit terhenyak tapi itu tidak lama setelah Kushina beserta Karin pergi dari sana dan meninggalkan Naruto seorang sendiri. Dirinya memang mengalami Amenesia yang tidak terlalu parah, tapi dirinya tidak mengingat mereka bahkan Naruto memasak untuk memunculkan memory lama itu membuat otaknya sangat sakit. Mungkin hal ini harus dia tanya dengan sang Ayah, bahwa siapa kedua wanita berambut merah yang mengaku sebagai Ibu dan Kakak perempuannya.

Balkon Kamar Rias..

" Akeno, apa kau yakin Naru akan kembali seperti dulu lagi? " Tanya Rias kepada Akeno yang duduk tidak jauh darinya.

" ku harap seperti itu,Rias. Karena, menurut dari cerita Sasuke-kun bahwa Naruto dulu pernah mengalami kecelakaan dan amensia tapi, ingatan itu bisa kembali dengan syarat kita atau orangnya sendiri mengingat kejadian masa lalunya " Terang Akeno kepada Rias yang menoleh ke arahnya.

" Aku rasa itu sedikit mustahil, Akeno. Kau tidak lihat betapa formal dirinya dengan Ku? bahkan aku ragu dia sudah melupakan ku " Balas Rias yang mendongak dan melihat bintang bintang.

" apa yang membuat mu yakin jika Naruto tidak melupakan mu ? " Tanya Akeno kepada Rias.

" Sorot mata... Sorot mata yang pertama kali bertemu dengan ku, Sorot yang merindukan seseorang, sebuah sorot yang mensupport dan mendukung miliknya " jawab Rias yang memang melihat sorot mata Naruto pertama bertemu kemarin itu, Sedangkan Akeno hanya bisa menghela nafas.

betapa sulitnya jalinan kasih antara Rias dan Naruto. Yang satu membuat kesalahan fatal di masalah lalu dan Yang satu lagi pura pura melupakannya... sungguh sulit jika di cerna dengan otaknya sendiri, dirinya harus membantu kepada sahabat Naruto sendiri yaitu, Sasuke yang sekarang menjadi kekasihnya?

Ruang keluarga Shinra...

" Tidak ku sangka Rupanya kuning itu menikah juga " Ucap kepala keluarga Shinra yang baru saja mendapat informasi dari bawahannya, sebenarnya dirinya diundang tapi meeting dengan kliennya malam sangat penting dan hanya mengirim ajudannya saja.

" tidak baik membicarakan teman mu sendiri itu, Sayang bahkan memanggilnya dengan kuning " tegur sang istri kepada Sang suami yang seenak jidatnya memberi gelar kepada Temannya.

" benar kata ibu, yah " saut Tsubaki di sela membaca novelnya yang melihat interaksi Ayah dan Ibu yang bertambah romantis setiap harinya.

Soal romantis, Dirinya ingat saat Naruto menciumnya waktu itu walau di depan umum. Mengingat itu saja membuat kedua pipi Tsubaki memerah dan menutupnya dengan novel yang dia baca, pikiran dan Hatinya sekarang tertuju pada seorang pemuda berambut kuning jabrik dengan wisker yang terlihat di wajah tegasnya.

" sepertinya Putri kecil kita sedang jatuh cinta he ????" Goda sang ayah kepada Tsubaki karena secara tidak sengaja melihat wajah memerah Tsubaki.

" wah wah siapa namanya tsu-chan? " sekarang sang ibu bertanya kepada Tsubaki yang membuat sang empuh menenggelamkan wajahnya pada bantal sofa.

Play Song: Claris - Hitorigoto ( Ost Eromanga Sensei )

hitorigoto da yo hazukashii koto kikanaide yo nekimi no koto da yo demo sono saki wa iwanai kedo ne

( Naruto terbangun dengan basah kuyup setelah sang Ibu menyiramnya sembari melotot, Rias yang terbangun sedikit tergesa gesa setelah sang ibu membangunkannya dan menggeleng kepala, Tsubaki kembali tidur walau bangun sesaat dan sebuah foto di sampingnya yang terlihat dirinya dan Naruto bersama )

kakechigaeteru botan mitai na modokashisa ohodokenai mama mata muzukashiku shiyou to shiteru

( Naruto dan Minato saling berlomba menghabisi sarapan pagi sembari dilihat Karin, Naruko, Menma, Kushina, Dan Kaguya yang hanya bisa tercengang, Rias yang sudah memasuki porsi ke sepuluh nya yang membuat sang Ayah menghela nafas dan sang ibu yang terus menambah nasi Rias, Tsubaki yang serapan dengan tenang dengan di temani kedua orang tuanya yang terus menerus menggodanya. )

tsutaetai kimochi wa kyou mokotoba ni naru chokuzen ni henkan misu no renzoku detameiki to issho ni nomikondara horonigai...

(Naruto berangkat dengan Sepeda kesayangannya dengan santai, Rias yang berlari karena tergesa gesa, Tsubaki yang berjalan santai sembari membaca sebuah novel )

futo shita toki ni sagashiteiru yokimi no egao o sagashiteiru yomuishiki no naka sono riyuu wa mada ienai kedo

( Di perjalanan Naruto bertemu dengan Sasuke yang bersepeda juga, Rias bertemu dengan Akeno, Dan Tsubaki yang ketemu dengan Sona )

hitori de iru to aitakunaru yodare to itatte aitakunaru yotatta hitokoto nee, doushite Ahienai sono kotoba ienai kono kimochi Ahhayaku kidzuitehoshii no ni

(Naruto yang terjungkal dari sepedanya setelah di Senggol oleh Sasuke dan Jatuh di depan Rias dan Akeno serta Tsubaki dan Sona yang tertawa melihat Naruto jatuh di depan mereka )

end Song and Play Story : Pagi Hari vroh!

" astagah, sudah jam 7 lebih anak itu belum bangun juga?! " geram Kaguya dari dapur dengan aura hitam pekat di sekitarnya serta Minato tidak jauh dari sana yang membaca koran dengan tubuh bergetar.

' ayah harap kau selamat dari Omelan Mama mu hari ini, Naruto ' batin Minato yang berharap jika telinga sang Anak masih berfungsi setelah menerima ceramah dari sang Istri ( calon )

" huh... sabar... huh... sabar... NARUTO?! CEPAT BANGUN?! SEKARANG SUDAH JAM 7 LEBIH ATAU MAMA HARUS MEMBANGUNKAN MU HAH?! " Minato langsung saja bersembunyi di bawah meja dan suara burung yang terbang jauh setelah mendengar teriakan maut milik Kaguya yang membuat sang empuh yang di panggil langsung bangun yang terdengar seperti orang menabrak sesuatu di sana.

' kenapa nasib ku selalu mendapat istri yang berkekuatan lelaki perkasa, kami-sama " batin Minato yang menangis karena Beta Malang nasib seorang duda keren sepertinya ( jijik ).Selang beberapa menit kemudian sudah terlihat Naruto memakai pakaian santainya dan duduk di meja makan bersama Kaguya dan Minato yang menahan tawa sedari tadi setelah melihat jidat Naruto yang benjol dan berwarna biru tua.

" tawa aja nggak papa kok, paling tu tu berkas berkas lenyap dari tempatnya " Ucap Naruto setelah kesal kepada Minato yang mati matian menahan tawanya.

" kalian berdua ini sudahlah, dan lihat lah kau Naruto. Sudah lebih sepuluh kali Mama memanggil mu tadi dan nggak jawab maka ini lah akibatnya yang seolah menuliskan telinga mu itu, kualat kamu dengan Mama " omel Kaguya yang mengoles mentega pada roti bakar untuk Naruto dan Minato.

" tapi Mama, Naruto seriusan nggak denger sama sekali. bahkan sunyi di kamar ku tadi " jawab Naruto yang langsung memelankan suara setelah Kaguya melotot ke arahnya.

" maka siang nanti Mama pasang pengeras suara di kamar mu " balas Kaguya yang membuat Minato bertambah menahan tawa bahkan mata Minato seakan mengatakan...

' mampus! mamam tu pengeras suara '" kau juga, sudah jam tujuh lebih belum berangkat kerja. Beberapa menit lagi ada rapat, cepat berangkat sekarang " Kata Kaguya dengan tenang tapi berbeda dengan nadanya seakan alunan melodi kematian.

Sekarang Naruto yang menyeringai melihat Minato yang kincep langsung oleh Kaguya.

" ta-tapi... cepat berangkat, aku akan menyusul setelah ke tokoh gaun pengantin. Naruto kau temani Mama ke butik sebentar lagi " tambah Kaguya yang membuat Naruto meng-iya kan saja, toh jadwal ngajar hari ini kosong jadi dirinya bisa membantu mamanya memesan pakaian pengantin dan pakaian dirinya nanti. semoga aja ketemu cewek cantik ntr, kan enak kenalan-ngobrol-obrol-tukar email-pdkt-jadian-terus nikah...

Ntah kenapa Kaguya menahan kekesalan melihat wajah menghayal Naruto di depannya, jika saja kesabarannya habis... muka anaknya ini sudah ada dua buah roti bakar menempel di sana.

Butik keluarga Gremory...

Well, di sinilah aku sekarang. menunggu Mama memilih dan mencoba gaun pengantinnya serta ayah nyentrik itu bakal datang 15 menit,haaaaa... aku kira bakal seru, tapi sangat bosan! setelah aku mendapat setelan untuk ku tadi, Mama menyuruh ku untuk menunggunya dan Mama bilang cuman sebentar kok, nggak lama.. ini udah lebih sejam lebih, mau ngelawan tapi dosa ntr dapet kualat lagi... lebih baik menunggu dengan tenang sembari melihat orang orang datang dan ehehehehe cantik semua, cuy!!

Naruto Pov end - Normal Pov...

Naruto terus saja terfokus pada pelanggan butik Gremory yang Sili berganti berdatangan (?) bahkan dirinya tidak menyadari seorang gadis seumuran dengannya yang berdiri di depannya dengan sebuah buku yang siap menggelar wajah Naruto.

Duakh...

" hoi sadar kuning ambang!!? "

Hanya spoiler aje untuk di sini, huehehehehhe

kalo nanya fanfic lain Napa nggak update? karena mau fokus ke fanfic ini sama hiken pula... so tunggu wae ye!!