Fuyuki: maaf ya, fuyu telat update karena fuyu sibuk banget. Mungkin fuyu akan lama updatenya namun akan fuyu usahakan cepat, kok. Sekali lagi maaf ya –nunduk-
Akihiko: baiklah langsung saja
.
.
.
Once more
.
.
.
Pagi hari yang cerah. Di Melody High School. Sekolah Elit yang diisi dengan anak-anak terpelajar dan berbakat. Terlihat 6 orang anak manusia berdiri di sebuah meja guru berambut coklat di ruang guru tersebut.
"Sensei, kami ingin sensei menjadi pembimbing klub musik kami" kata Miku, Luka, Rin, Len, Gakupo dan Kaito sambil sedikit membungkukkan badan mereka
"Klub musik?" Tanya Guru berkaca mata di depan mereka.
"Hm...Baiklah. Tapi sensei ingin kalian semua melakukan sesuatu untuk sensei" kata lelaki itu
"Apa itu sensei?" Tanya Miku mewakili
"Buat seluruh murit tabjuk dengan lagu kalian" kata lelaki itu
"Maksudnya?" Tanya Len tidak mengerti
"Sebentar lagi akan di adakan Festival bukan? Jadi sensei ingin kalian megikuti lomba musik di sana" kata sensei yang di ketahui bernama Kiyoteru itu
"..." hanya ke sunyian disana. Anak-anak itu sedang berpikir keras
"Baiklah" ucap Kaito mewakili mereka
"Bagus. Sini kertas permohonnnya. Biar sensei beri ke kepala sekolah" kata Kiyoteru-sensei. Dia berjalan meninggalkan anak-anak itu dalam keadaan senang
"YATTA" teriak mereka membuat seluruh guru menatap mereka denganpandangan sinis
"Ah, Gomennasai" Kata mereka dan keluar dari ruang guru itu. Dalam perjalanan Miku tidak bisa untuk tidak tersenyum
"Akhirnya Vocaloid di bentuk juga" kata Miku dengan senangnya
"Vocaloid?" Tanya Gakupo
"Iya, itu namanya" kata Miku ceria
"Nama apa?" Sekarang giliran Len yang bertanya
"Nama Klub kita. Masak ngak bernama sih" kata Miku
"Vocaloid? Nama yang bagus" Ucap Kaito tersenyum kepada Miku
"Baiklah. Batas sini saja. Kelas kami di sini, kalian masih di ujungkan" Kata Luka. Rin sendiri telah memasuki kelasnya
"Sana pergi. Bel udah mau bunyi" kata Rin dari dalam kelasnya
"OK, bye Miku" Ucap Kaito berjalan meninggalkan kelas Miku diikuti Gakupo dan Len
"Jadi, menurutmu Kaito, lagu apa yang akan kita nyanyikan?" Tanya Len. Mereka memasuki kelas dan duduk di tempat masing-masing
Drrt Drrt
Hp Kaito bergetar menandakan ada pesan masuk. Dia membuka sebuah e-mail yang berasal dari Miku. kenapa dia ada email Miku? Dia kemarin memintanya, mulai dari No Hp, Email, ID Line, Twitter, Instagram, Dll. Pokoknya Kaito ingin semuanya.
"Oh, ada pesan dari Miku" ucap Kaito pada Gakupo dan Len
"Apa pesannya?" tanya Gakupo
"Nanti pulang sekolah kumpul di ruang musik lama" ucap Kaito membaca pesan dari Miku
"Wah, ngak nyangka ya, kita buat klub musik padahal awalnyakan ingin band" ucap Len
"Tenang saja. Meskipun kita klub musik. Bukan berarti kita tidak bisa bentuk band kan?" Ucap Gakupo dengan tenang
"Benar apa yang di katakan Gakupo" ucap Kaito memasukkan hpnya kedalam saku celananya
"Lagia Gakupo, kau tidak masuk kelas? Bel kan sebentar lagi bunyi" ucap Kaito sambil menatap Gakupo
"Oh, iya lupa. Kalo gitu aku ke kelas dulu ya" ucap Gakupo meninggalkan kelas Kaito dan Len
"Dia itu terkadang lupa diri ya?" Ucap Len
"Sudahlah biarka saja" Ucap Kaito tersenyum
Teng Teng Teng
"Bel udah bunyi" ucap Kaito
"Kenapa? Kau ngak sabar ketemu putrimu saat pulang sekolah?" Tanya Len dengan jahilnya
"Ng-Ngak kok" Ucap Kaito. Dia mengalihkan pandangannya. Mukanya memerah mendengar ucapan Len barusan. Sementara Len sendiri hanya terkekeh di sebelahnya. Sampai seorag guru memasukki kelas.
Skip pulang sekolah
Hari sudah mulai sore. Sekolah elit Melody pastinya sudah menyuruh semua muridnya pulang. Kecuali jika mereka memiliki ekstra kulikuler atau ada rapat osis. Saat ini terdapat tujuh manusia berdiri di depan pintu ruang klub musik lama.
"Jadi inilah ruangan kalian" kata Kiyoteru-sensei menunjuk ruangan itu
"Kami tau kok sensei" ucap Luka
"Baiklah. Kita masuk saja dulu. Lalu membersihkan ruangan ini. Baru kita mendiskusiakan musik apa yang kita nanyikan saat festival" ucap Rin membuka ruang Musik tersebut
Grek
"Wah, ternyata bersih" Ucap Len dengan tabjuk
"Iya. Kukira akan sangat kotor" ucap Gakupo
"Itu karena Tukang kebersihan kita yang melakukannya" Ucap Kiyoteru
"Baiklah karena ruang Musik sudah bersih, bagaimana jika kita lanjutkan dengan Musik?" Tanya Miku
"Hm... Bgaiamana kalo kalian bertiga" Luka menunjuk Kaito, Len dan Gakupo
"Bernyanyi atau ngeband bertiga?" Tanya Luka lagi
"Hm... Kalo mereka bertiga berarti kita juga bertiga ya?" Tanya Rin pada Luka yang menaggukan kata-katanya
"Hm. Menurut sensei bagaimana?" Tanya Kaito pada Guru pembimbing mereka
"Menurut sensei, seperti yang di bilang Luka" Ucap Kiyoteru
"Eh? Kalo lombakan hanya bisa satu kali tampil sensei?" Ucap Miku
"Iya. Namun kalian juga sensei ikut sertakan untuk menghibur kok. Jadi saat lomba kalian nyanyinya bareng bareng. Kalo untuk menghibur penonton kalian mau bagi empat pun ngak masalah" ucap Kiyoteru menjelaskan
"Hm. Begitu? Baiklah. Miku setuju" Ucap Miku sambil mengangkat tangannya
"Kalo Miku setuju..." ucap Luka tersenyum
"Maka kami juga" ucap Rin melanjutkan ucapan Luka barusan
"Kalo begitu aku juga" ucap Kaito
"Ikut" Teriak Len semangat
"Hm" gakupo hanya mengangkat tangannya saja
"Baiklah. Besok kalian langsung kesini saja" ucap Kiyoteru
"Bukannya kami harus belajar dulu?" Tanya Miku
"Tidak usah, besok guru akan rapat... Dan mungkin kalian akan di pulangkan lebih awal" Ucap Kiyoteru meninggalkan ruang Musik
"...Kalo begitu, Miku aku pulang dulu ya" Ucap Luka dan berjalan keluar
"Oh, aku juga Kaito" Ucap Gakupo meninggalkan mereka
"Aku juga ya Miku" ucap Rin berjalan keluar diikuti Len yan hanya diam
"Baiklah. Miku yuk pulang" ucap Kaito
"OK" ucap Miku berjalan meninggalkan ruang Musik bersama Kaito. Maklum Kaito masih tinggal di ruamah Miku. Mana ayahnya kemarin bilang kalo mungkin minggu ini mereka belum pulang.
Dalam perjalanan pulang, Kaito dan Miku dipandang dengan iri oleh setiap pasangan. Bagaimana tidak. Mereka terlihat bagai pasangan yang sangat mesra.
"Ah, Kita makan es kirm dulu yuk, Kaito?" Tanya Miku saat dia melihat ada penjual es krim
"Baiklah" ucap Kaito mengikuti Miku
"Ingin rasa apa?" Tanya pemilik toko saat Miku dan Kaito sampai di depannya
"Aku ingin rasa coklat, Kalo Miku?" Tanya Kaito menoleh pada Miku
"Aku vanilla" ucap Miku dengan senyum
"Baiklah, Tunggu sebentar ya" Kata pemilik toko itu. Dia lalu mengambil mangkuk es krim dan mengambilkan es krim yang mereka ingin kan
"Baik. Ini dia" Katanya menyerahkan es krim pesanan masing masing
"Dan ini bonus untuk pasangan yang kelihatan manis ini" Kata bapak itu memberikan semangkuk es krim vanilla coklat yang di campur
"Eh?" Miku dan Kaito hanya dapat memerah mendengarnya
"K-kami bukan pasangan kok" Kata Miku dengan muka yang merah
"Benarkah? Padahal kalian kelihatan sangat cocok" Kata bapak itu lagi
"Haha, begitukah?" Tanya Kaito dengan muka merah tentunya. Dia membayar es krim yang dia dan Miku minta
"K-kalo begitu kami permisi" Ucap Miku saat Kaito telah membayar es krim itu
"Yang ini bagaimana?" Tanya Kaito sambil menatap mangkuk es krim di tangannya
"Ya, kalian berdua bagaikan kekasih saja" Ucap seorang lelaki menghampiri mereka
"Mikuo-nii" ucap Miku
"Oh, mumpung kau disini. Ini kami berikan es krim" Ucap Kaito menyerahkan es krim itu pada Mikuo yang baru datang
"Eh? Yakin nih?" Tanya Mikuo
"Tentu saja" Kata Kaito cuek
"Baiklah. Mumpung gratis" Ucapnya memakan es krim pemberian Kaito dengan lahap
"Kalian dari mana. Kok pulang telat?" Tanya Mikuo yang masih sibuk dengan es krimnya
"Tadi dari klub musik" Ucap Kaito
"Oh, iya. Nii-san Festival nanti jangan lupa lihat kami ya?" Ucap Miku yang berada di tengah Mikuo dan Kaito
"Kalian ikut lomba menyanyi itu?" Tanya Mikuo lagi
"Ya, begitulah" Ucap Kaito santai tetap memakan es krimnya
"Tentu saja aku akan menonton. Ayah dan ibu pasti senang. Ayah dan ibumu juga ku ajak kok" kata Mikuo tersenyum
"Semangat ya" ucap Mikuo lagi
"Ok/Hm" balas Miku dan Kaito bersamaan
Selama perjalanan mereka, hanya di hiasi dengan tawa dan candaan. Sesampainya di rumah pun, ibu miku sangat senang dengan berita itu dan langsung menelpon suaminya. Bilang bahwa mereka aka berpesta. Tentu saja ibunya memasak banyak makanan. Miku dan Mikuo hanya tertawa. Sementara Kaito sendiri sweatdrop melihat kelakuan ibunya Miku yang bersmangat.
Skip
Keesokan harinya Miku dan Kaito memasuki ruang musik. Diasan yang lainnya sudah datang. Beserta alat musik yang mereka pesan.
"Wah, ruangannya jadi bagus" ucap Miku saat memasuki ruang musik
"Tentu saja. Kami gitu lho" Ucap Rin bangga
"Kami juga bantu, kale" ucap Len yang kelelahan
"Baiklah. Bagaimana kalo kita membahas tentang lagu sekarang?" Tanya Gakupo yang lelah
"Ide bagus" ucap yang lainnya
TBC
Fuyu: balas riview lagi.
Akikasa: Baik
Akihiko: dari Luna Ayame13: haha. Fuyu senang jika bisa membuat luna-chan tertawa. banyak banyak ngak apa-apa kok. Di tunggu juga kelanjutan fic-fic mu ya. Tetap semangat
Kasami: dari Rika miyake: Makasih kalo suka. Dan makasih sama sarannya. Semoga chap ini ngak ada kesalahan ya. Dan semuga suka sama chap satu ini.
Fuyu: kalo begitu
All: bye bye minna
