Previous Chapter

"Anak kita? Yaaaa! Aku akan jadi ayah. Cho Kyuhyun akan jadi ayah!" Kyuhyun berteriak sambil meloncat kegirangan. Ia berlutut di hadapan Sungmin dan segera mencium perut yeoja itu. Setelah itu ia bangkit dan kembali membawa Sungmin dalam sebuah ciuman panjang. "Gomawo Cho Sungmin, jeongmal gomawo."

That's Too Hurt

Chapter : 4

Rated : T – M

Main Cast : *Cho Kyuhyun

*Lee Sungmin

Other Cast : *Lee Donghae

*Nam Sang Mi

*Nam Min Hye (Donghae's Wife)

"Cho Sungmin, kau mau kembali tinggal bersamaku kan?" Kyuhyun bertanya pada istrinya dengan perasaan penuh kekhawatiran. Manik mata Sungmin menatap mata Kyuhyun lekat. Di dalam otaknya terus berputar berbagai macam hal yang akan dipilihnya setelah ini. Sebagai wanita normal yang baru saja tersakiti, otaknya memilih untuk menolak Cho Kyuhyun, tetapi hatinya berkata lain. Ia sudah jatuh terlalu dalam, dan ia jatuh untuk namja didepannya ini, Cho Kyuhyun.

"Aku takut." Sungmin berkata lirih, namun perkataannya itu tetap dapat didengar oleh Kyuhyun. "Takut? Wae?" Kyuhyun mengeryitkan dahinya pertanda bingung dengan ucapan yeoja ini. "Kau sangat mengerti aku oppa, aku rasa kau tahu apa alasanku." Sungmin kembali menundukkan kepala. Tiba-tiba ia merasa sedih telah mengucapkan hal itu pada suaminya.

Kyuhyun terlihat menyerah dengan ucapan istrinya. Raut wajahnya menampakkan kesedihan. "Ayo bujuk aku oppa, bujuk aku. Yakinkan aku agar aku menerimamu kembali." Sungmin berdialog dengan hatinya sendiri. Ia sangat mengharapkan suaminya mau memohon padanya, bukan bermaksud apa-apa, hanya agar hatinya yakin terhadap kesungguhan suaminya.

Kyuhyun memeluk istrinya erat. Ia menenggelamkan wajahnya di leher sang istri sangat lama. Tak lama terdengar suara isakan dari sana. Sungmin tercengang ketika mengetahui si empunya isakan adalah suaminya. Ayolah, suaminya adalah namja yang sangat kuat, sama sekali bukan tipe namja yang mudah tersentuh dan menangis, bahkan saat appanya meninggal pun, Kyuhyun sama sekali tidak mengeluarkan air mata. Tapi kini? Ia menangis untuk Sungmin, menangis untuk istri tercintanya.

"Oppa..." Sungmin melepas pelukan suaminya. Ia sangat tersentuh melihat wajah sembab suaminya. "Aku mohon Sungmin-ah, kembalilah padaku." Kyuhyun memohon dengan wajah terparahnya. Sungmin masih terlihat bimbang memilih keputusan yang tepat. Ia hanya terus memandangi wajah sang suami. "Aku tak tau bagaimana lagi caranya harus memohon padamu, tapi aku akan menyerah kalau kau benar-benar tidak sudi denganku." Kyuhyun berujar sangat jelas dan tegas. Ia putus asa, ia menyerah, ia tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengembalikan Sungmin, mengembalikan posisi dirinya di hati Sungmin.

"Baiklah, aku ikut denganmu." Sungmin sudah tidak tega melihat Kyuhyun yang terlihat begitu mengenaskan. "Jeongmal?" Kyuhyun begitu berbinar mendengar keputusan Sungmin. "Ne oppa." Sungmin hanya tersenyum tipis. "Gomawo Sungmin-ah, gomawo. Aku jadi merasa tidak pantas untukmu." Ujar Kyuhyun yang membuat Sungmin begitu tersentuh. "Aku makin merasa tidak pantas untukmu min jika kau tahu aku yang sebenarnya." Kyuhyun menggumamkannya dalam hati, dan hanya ia dan Tuhan yang tahu itu.

Setelah berpamitan dengan ahjumma atau maid penjaga rumah, Kyuhyun dan Sungmin kembali ke apartemen tempat mereka tinggal. Sebenarnya Sungmin juga ingin berpamitan dengan eommanya, tetapi karena eommanya sedang berada di luar negeri karena mendampingi appanya untuk urusan bisnis, Sungmin akan membicarakannya lewat telefon atau setelah eommanya pulang nanti.

Sesampainya di rumah, ia memasuki kamarnya dengan Kyuhyun yang tidak ia lihat selama beberapa bulan ini. Ia begitu merindukan suasana kamar ini, suasana saat dirinya bersama Kyuhyun. Ia sangat senang bisa kembali ke apartemen ini, benar-benar suatu kehidupan yang menyenangkan. Kini Sungmin merasa kembali "hidup", kembali hidup karena kembalinya Cho Kyuhyun ke sisinya. Selain merindukan suasana apartemen, Sungmin pun merindukan Hyaku, kucing kesayangannya yang ia perlakukan seperti anaknya sendiri. Beberapa bulan ini Hyaku ia tinggal, entahlah, yang jelas Hyaku tidak mati atau sakit, berarti maid satu-satunya di apartemen Sungmin menjaga Hyaku dengan sangat baik mengingat tidak mungkin Kyuhyun yang merawat Hyaku selama ia tidak ada.

Sungmin tersenyum bahagia sambil menimang-nimang Hyaku layaknya bayi. Kyuhyun menyunggingkan senyuman khas evil yang ia miliki. Ia begitu bahagia melihat Sungmin seperti ini, tapi Kyuhyun juga sedih, ia tahu kalau tidak lama lagi ia pasti akan menyakiti Sungmin kembali. Sesaat ia tersadar akan suatu benda yang bergetar di dalam saku celananya. Ia mengunlock ponselnya dan melihat pesan yang baru saja ia terima.

From : +34725235XXXXX

Oppa kau ada waktu?

To : +34725235XXXXX

Ne, wae?

From : +34725235XXXXX

Bisakah kita bertemu?

To : +34725235XXXXX

Ada apa?

From : +34725235XXXXX

Ada yang ingin kubicarakan penting. Kita bertemu di cafe biasa. Otte?

To : +34725235XXXXX

Ne, tunggu saja disana.

Kyuhyun kembali mengunci ponselnya, dan kembali ia masukkan ke saku celana hitamnya. Ia menghampiri Sungmin yang masih asyik bermain dengan Hyaku. Ia mengusap surai hitam Sungmin yang begitu lembut. Sungmin yang tekejut dengan belaian itu mendongakkan kepalanya.

"Wae oppa?" ia tersenyum pada Kyuhyun sangat manis.

"Kau tampak bahagia sekali hmm?" Kyuhyun masih meneruskan kegiatannya, membelai kepala Sungmin.

"Tentu saja, oppa tidak bahagia ya?" Sungmin menampakkan raut wajah sedih namun tetap imut.

"Kau ini bicara apa? Tentu aku sangat bahagia." Kyuhyun pun membalas senyuman Sungmin.

"Baguslah kalau begitu."

"Chagi, barusan aku menerima pesan dari sekretaris di kantor, aku harus kembali ke kantor karena ada meeting dengan direktur dari Lotte Corporation. Kau tak apa kan aku tinggal?"

"Gwaenchana, aku bukan anak sekolah dasar oppa. Pergilah, perusahaan membutuhkanmu sekarang." Sungmin tersenyum menampilkan deretan gigi rapinya. Sebenarnya ia masih ingin bersama sang suami, tapi ada daya, pekerjaan lebih penting. Ia tak mau mengganggu karier suaminya, ia tidak suka kalau suaminya dianggap sebagai direktur yang tidak bertanggung jawab.

"Gomawo, kau memang sangat pengertian. Aku pergi dulu ne? Saranghae." Kyuhyun mengecup sekilas kening Sungmin lalu melangkahkan kaki keluar dari apartemen mewahnya.

Kyuhyun melangkahkan kaki menuju basement, dan sesampainya di dalam mobil, ia melesatkan mobilnya menuju sebuah cafe tempat ia dan "seseorang" memiliki janji untuk bertemu. Ia sebenarnya merasa sangat bersalah, untuk kesekian kalinya, ia membohongi istrinya, tetapi sungguh, Kyuhyun sama sekali tak memiliki niat untuk menyakiti Sungmin.

Sesampainya di cafe, Kyuhyun mengedarkan pandangan keseluruh cafe mencari sosok wanita yang memang memintanya datang ke cafe tersebut. Setelah menemukan sosok yang dicari, ia segera mendudukkan diri di depan wanita tersebut.

"Mianhae membuatmu menunggu." Kyuhyun membuka percakapan dengan sebuah kalimat basa-basi.

"Gwaenchana, aku juga baru datang." Jawab yeoja "tersebut" dengan senyuman cantiknya.

"Ada apa kau memintaku kemari?"

"Sebelumnya aku meminta maaf. Mungkin aku lancang menanyakan hal ini. Aku hanya ingin bertanya mengenai dokumen yang berada di dalam amplop coklat. Seseorang mengirimkannya ke kantor, dan victoria-ssi yang menerimanya."

"Maksudmu victoria sekretarisku?"

"Ne, tadinya ia akan meletakkannya dimejamu, tetapi aku sengaja memintanya, dan aku bilang padanya aku akan bertemu denganmu jadi tidak ada salahnya kalau amplop itu dititipkan padaku saja. Aku ingin bertanya, apakah hasil test dalam amplop itu benar?"

"Kau sudah membacanya? Ne, itu memang benar. Sekarang kau tau bagaimana buruknya aku." Kyuhyun menundukkan kepalanya, ia malu mengetahui wanita didepannya ini sudah tahu rahasia terbesarnya.

"Kau tak perlu seperti itu oppa, aku tak akan menghinamu."

"Aku takut menyakiti Sungmin lebih dari ini. Aku bingung. Aku takut berbuat kasar pada Sungmin. Aku mencintainya. Terlebih ia sedang mengandung anakku."

"Mwo? Sungmin-ssi hamil?"

"Kumohon jangan berlebihan. Dia istri sah ku di depan agama maupun hukum, jadi apa salahnya dia mengandung anakku?"

"Mianhae, aku hanya terkejut. Kukira kalian memang sengaja menunda kehamilan. Mianhae."

"Aku takut Sungmin akan mengetahui ini, aku takut Sungmin akan jijik denganku, aku takut Sungmin merasa tidak nyaman denganku. Dan yang paling membuatku takut, bagaimana aku menghadapi kelainanku ini?"

"Kau tak perlu takut, kurasa Sungmin-ssi tidak seperti itu. Dan masalah kelainanmu, kalau kau benar-benar tidak bisa menahannya, kau bisa minta tolong padaku."

"Itu sama saja aku mengkhianatinya. Aku tidak ingin dia terluka, tapi aku sendiri tidak bisa menahan diriku sendiri saat hal sialan itu kambuh."

"Sebagai teman yang baik, aku hanya bisa membantu, ya itu pun kalau kau mau."

"Aku sangat berterima kasih padamu. Entahlah, aku masih belum bisa menentukan apapun. Baiklah, terima kasih kau mau mendengarkan keluh kesahku, aku pulang dahulu, kurasa Sungmin menungguku dirumah. Annyeong"

Kyuhyun kembali mengemudikan mobilnya. Ia berniat untuk pulang ke apartemen, tetapi suatu tempat terlintas di pikirannya. Ia harus meyakinkan ini. Ia harus mendengarkan penjelasan dari ahlinya langsung. Siapa tahu ia mendapatkan solusi terbaik.

Mobil Kyuhyun terus melaju menuju sebuah tempat. Tempat yang cukup menyeramkan bagi sebagian orang. Begitu sampai di tempat tersebut, ia mantap melangkahkan kaki menuju sebuah ruangan tempat konsultasi. Ia menemui seseorang yang ia tuju, seseorang yang selama ini memantau kondisinya. Kyuhyun menanyakan hasil pemeriksaan dirinya, dan orang tersebut menyatakan bahwa Kyuhyun positif mengalami kelainan itu. Sang konsultan menyarankan agar Kyuhyun membicarakan baik-baik mengenai hal ini dengan istrinya, tetapi hal ini menjadi sangat rumit ketika sang istri sedang mengandung. Sepulang dari tempat itu, Kyuhyun terus memikirkan cara terbaik yang bisa digunakan untuk mengatasi masalahnya ini, tetapi ia tetap tak menemukannya.

Sesampainya di apartemen, Kyuhyun menemukan Sungmin dalam keadaan tertidur di sofa dekat meja makan. Kyuhyun tersenyum melihat sang istri selalu menunggunya. Sungmin memang terbiasa menunggu Kyuhyun, ia tidak akan tidur di kamar terlebih dahulu sebelum suaminya pulang. Kyuhyun menyibak rambut Sungmin yang menutupi dahi dan wajahnya. Ia mencium kening yeoja itu dan menggendongnya ala bridal style ke dalam kamar. Ia meletakkan tubuh Sungmin dia atas spring bed king size itu dan menutupi tubuh Sungmin dengan selimut tebal. Ia kembali mencium kening Sungmin dan dilanjutkan dengan mencium bibir plump tersebut.

"Jaljayo minimi, saranghaeyo, jeongmal." Kyuhyun membaringkan diri di samping Sungmin dan memejamkan mata mencoba untuk terlelap ke alam tidurnya.

T.B.C