Apakah sekarang Tuhan telah mendengarkan doaku?"

Title : Waiting For Your Love.

Author : Sang Hwa HONEST.

Cast/Pairing : Siwon/Yesung (Main), Siwon/ZhouMi, Kyuhyun/Yesung, Kyuhyun/ZhouMi (Slight).

Genre: Yaoi, Romance, etc.

Length: (4/?).

Disclaimer: Yesung itu milik Clouds, Siwon itu milik semua umat (?), Zhou Mi milik saya *PLAKK dan Kyuhyun milik Yesung, Siwon, & Zhou Mi #EviLaugh

Rate: *diberi rate pun biasanya yang belum waktunya baca juga tetap nekat baca, so *JUDGE BY YOUR SELF

Summary: Yesung adalah seseorang yang begitu mencintai seorang Choi Siwon, namun apakah Siwon juga mempunyai perasaan yang sama? Hanya dirinyalah yang tahu? Dan apakah Yesung bisa membuat Siwon jatuh cinta terhadapnya?

Warning: BL (Boys Love), OOC, Crack Pair, dan seperti biasa saya ingatkan sebelum membaca FF ini siapkan mental, jiwa, dan raga untuk melihat TYPO yang bertebaran dimana – mana dan dengan di dukung EYD yang mengenaskan, karena saat publish saya tidak membaca ulang FF ini, alur maksa, dsb. Jika kalian tidak suka dengan FF ini, sudah sejak awal saya ingatkan untuk angkat kaki sebelum kalian member FLAME kepada saya.

ONCE MORE DON'T LIKE DON'T READ

ANTIS FOR YAOI? PLEASE GO AWAY

MASIH TETAP MAU BACA?

HAPPY READING

.

.

.

.

.

Author Pov

"S-Siwonnie, ada apa dengan mu?" Yesung terlihat bingung dengan kelakuan Siwon.

"Biarkanlah seperti ini dulu Sungie, kau begitu nyaman, kau sama sepertinya Sungie." Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

"Wonnie…. Apa kau merindukannya saat ini?"

"Aku sangat merindukannya Sungie, apakah dia juga merasakan hal yang sama dengan ku?"

"Tentu saja itu Wonnie, di surga sana dia pasti sangat merindukanmu."

"Sungie, a-apakah kau tidak keberatan jika aku memelukmu seperti ini?" Kini Siwon sedikit semakin mengeratkan pelukannya.

"Gwanchana Wonnie, aku tidak keberatan." Yesung terlihat kembali meneteskan air matanya.

"Sungie, apakah malam ini kau mau menemaniku?" Kini Siwon melepaskan pelukannya dan terlihat memandang Yesung begitu lekat.

"M-maksud mu Wonnie?"

"Aku ingin bersama mu malam ini Sungie."

"Lebih baik sekarang kau pulang saja Wonnie." Tolak Yesung secara halus.

"A-aku tidak bisa pulang Sungie." Ucap Siwon dengan sedikit membungkukkan badannya.

"Waeyo kau tidak bisa pulang, d-dimana Kyuhyun, apakah dia tidak ikut bersamamu?"

"Dia tidak ikut, makanya aku ingin kau menemaniku malam ini."

"Le-lebih baik aku antarkan kau pulang sekarang." Yesung kini berjalan mendahului Siwon.

"Aku tidak ingin pulang, aku masih ingin tetap bersamamu, apakah kau benar – benar tidak mau menemaniku?"

"B-bukan begitu Wonnie tapi…." Seru Yesung sedikit ragu sembari menghentikan langkahnya.

"Tapi apa Sungie? Malam ini aku ingin menginap di rumah mu Sungie, bolehkan?"

"A-apa maksud mu Siwon? Apa kau sudah tidak waras heuh?" Kini teriak Yesung dan entah kenapa wajahnya sedikit memanas.

"Malam ini saja Sungie." Mohon Siwon sekali lagi.

"Baiklah." Jawab Yesung Yesung dan juga Siwon berjalan beriringan ke mobil milik Yesung.


Di dalam mobil, Siwon hanya diam saja sedangkan Yesung sendiri sudah bersiap menyalakan mesin mobilnya, secara perlahan mobil tersebut membawa mereka menjuh dari area pemakaman. Ktika mereka menyusuri jalanan kota Seoul yang ada hanyalahkeheningan tanpa ada seorangpun yang berniat memulai pembicaraan hingga akhirnya mereka berdua telah tiba di sebuah rumah yang bisa dikatakan tidak terlalu besar namun begitu nyaman mengingat hanya Yesung seorang dirilah yang tinggal di rumah tersebut.

Pintu rumah telah terbuka, dan seketika Siwon bisa merasakan bahwa orang yang begitu ia cintai menyambut kedatangannya. Kenapa Siwon sampai merasakan hal semacam itu? Karena sampai detik ini Yesung tak pernah berniat membuang semua kenangan tentang Zhou Mi, mulai dari poto hingga barang – barang yang disukai Zhou Mi pun tersimpan rapi di rumah tersebut.

"M-mianhae…. Aku membuatmu teringat lagi dengannya." Ucap Yesung tertunduk karena ia menyadari kini Siwon sedang memperhatikan seisi rumahnya dengan tertegun.

"G-gwanchana Sungie, lagipula untuk apa kau menyingkirkannya kalau dengan begini kau merasa bahwa ia masih ada dan selalu menemanimu." Kini Siwon menuju ke sebuah meja kecil dan mengambil sebuah poto yang bisa dikatakan itu adalah poto "selca" terakhir yang dimiliki Yesung bersama Zhou Mi.

"Ini kapan terakhir kau mengambilnya?" Siwon tersenyum namun nampak begitu hambar.

"I-itu poto aku ambil ketika kami pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membelikan kado ulang tahun Kyuhyun." Ucap Yesung apa adanya.

"…." Tiba – tiba Siwon terdiam.

"Si-siwonnie… mianhae, bukannya aku bermaksud untuk…" Yesung hanya bisa menundukkan kepalanya begitu dalam.

"Gwanchana Sungie…" Kini Siwon mulai menatap Yesung begitu lembut.

"Si-siwon a-ada apa denganmu memandang ku seperti itu?" Yesung terlihat begitu gugup karena Siwon mulai meng"Eliminasi" jarak mereka.

"M-mian Yesungie, a-aku tak bermaksud untuk…." Tiba – tiba Yesung memotong perkataan Siwon "Kau mau minum apa? Kau pasti haus bukan?"

"Terserah kau saja Yesung." Kini Siwon meletakkan kembali bingkai poto pada tempat semula dan ia mengambil posisi duduk yang nyaman di salahsatu sofa, sementara Yesung kini sedang sibuk di dapur menyiapkan secangkir kopi

"espresso" kesukaan Siwon.


Yesung Pov

A-apa tadi yang dilakukan Siwon kepadaku tadi? Apakah ia ingin mencium ku, aishhhh pasti bukan, kau jangan terlalu banyak berharap Yesung, mana mungkin Siwon menyukaimu heuh. Selama ini kau tak pernah dianggap olehnya… Zhou Mi… apa yang harus aku lakukan? T-tapi kenapa aku menjadi sangat gugup ketika aku harus bertemu dengannya. Apakah perasaa cintaku terhadapnya masih terlalu besar?

Tiba – tiba aku tersadar bahwa sudah 15 menit aku meninggalkan Siwon sendirian di depan, lalu aku bergegas menuju kesana dengan membawa secangkir kopi untuknya.

"Wonnie…. Mianhae kau menunggu terlalu lama." Seruku sembari menaruh minuman tersebut di meja.

"Gwanchana Sungie…" Ucapnya sembari menunjukkan senyum khasnya kepadaku, ya tak bisa ku pungkiri bahwa senyumnya begitu menawan dan juga senyum tersebut mengingatkanku kepada sahabat terbaikku, siapa lagi kalau bukan ending Zhou Mi yang aku pikir mereka berdua memiliki senyum yang sama.

"Si-silahkan kau minum kopinya Wonnie…"

"Gomawo Sungie." Lalu Siwon meneguk secara perlahan secangkir kopi yang telah aku buatkan dan lagi – lagi Siwon dan aku tak saling bicara sehingga yang ada hanyalah kesunyian.

"Zhou Mi….." Lagi – lagi ia menyebutkan nama Zhou Mi, dan mungkin aku pikir ketika bertemu dengan ku yang ada di pikiran Siwon hanyalah Zhou Mi, apakah baginya aku hanyalah bayangan, apakah aku tidak bisa lepas dari bayangan Zhou Mi.

"Siwonnie…. Kau ingat dia lagi saat ini?" Aku mencoba bertanya secara hati – hati, dan ia hanya menganggukkan kepalanya dengan tatapan yang kosong. "Kau tunggu disini dulu aku segera kembali." Aku beranjak pergi menuju kamarku hanya untuk mengambil sesuatu yang bisa dikatakan adalah pesan terakhir dari Zhou Mi untuk Siwon.

Tak selang berapa lama aku menghampiri Siwon dengan membawa sepucuk surat dari Zhou Mi.

"Wonnie…. Bacalah ini." Aku menyerahkan surat yang ada di tanganku untuknya.

"Apa ini?" Dia terlihat ragu namun tetap menerima surat tersebut.

"Ini surat dari Zhou Mi untuk mu, ia menyerahkannya kepadaku sebelum ia meninggal." Siwon membuka lembaran tersebut dan mulai membacanya.

.

.

.

.

.

Dear My Eternal Love

Aku harap ketika membaca surat ini kau sedang bersama Yesung…..dan mungkin kau membaca surat ini ketika kita tak bersama lagi….. satu hal yang perlu kau tahu Wonnie bahwa kau masih mempunyai seseorang yang teramat sangat mencintaimu…. Lihatlah Yesung…. Aku mohon kau mau membuka hatimu untuknya….Dia selalu menangis, dia selalu sakit, dia sudah begitu menderita Wonnie…. Dia menderita akan cintamu….. Saat kau bertatap muka dengan Yesung… kau tahu apa kebahagiaan terbesar dalam hidupnya? Kebahagiaannya adalah dirimu…. Dia begitu mengagumimu sebagai seorang Choi Siwon bukan sebagai seorang teman maupun sebagai suami dari sahabatnya…

Siwonnie…. Aku minta maaf jika selama ini aku tidak bisa membuatmu bahagia… Aku tidak mau kau merasa bersalah lagi karena masa lalu kita…. Aku salut terhadapmu Choi Siwon...karena kau menjadi kakak yang begitu baik untuk Kyuhyun…bahkan kau rela memberikanku kepadanya bukan? Disitulah aku mulai menyadari bahwa aku harus bisa mulai melupakanmu dan menerima cinta Kyuhyun, karena aku merasa tak pantas untukmu yang berhati seperti malaikat…. Aku selalu mencoba mendekatkanmu dengan Yesung….Yesung akan mendampingimu, ia akan menjagamu, ia akan selalu ada disisimu, jika kau menangis ia akan menghapus air matamu, jika kau terluka ia akan mengobati lukamu, dan jika kau bersedih, kau bisa bersandar di bahunya, dia akan menjadi pendengar yang baik untukmu.

Siwon…. Apakah kau bisa berjanji satu hal denganku?... bhagiakanlah Yesung…. Karena kebahagiaannya adalah kebahagiaanku juga…. Jangan buat ia meneteskan air mata kesedihan… karena ia lebih pantas mendapatkan air mata kebahagiaan….. dan kebahagiaanya adalah enkau Siwon….

Jika kau selalu menganggap aku adalah nafas hidup mu…. Rubahlah keyakinan itu, karena kini aku sudah tak bisa menjadi nafas hidupmu dan nafas hidup mu yang baru adalah Yesung… yesung tak hanya akan menjadi nafas hidup mu tetapi juga nafas cintamu….

Siwon, kau harus berjanji untuk mencintainya dengan begitu tulus…. Lihatlah jauh dari lubuk hati mu yang paling dalam, apakah kau mampu merasakan getaran cintanya? Jika kau mampu berarti Yesung memang orang yang tepat untukmu… Kau tahu Siwonnie, cinta sejati sama halnya dengan kesempatan yang tak akan datang untuk kedua kalinya.….

Siwon… aku begitu bahagia bisa dilahirkan ke dunia ini, sehingga aku bisa mengenalmu dan juga Yesung… jika memang mungkin bisa terjadi, di kehidupan mendatang aku ingin kita bertiga dipertemukan oleh takdir kembali… namun aku ingin diberi umur lebih panjang agar aku bisa selalu bersama kalian berdua….

Your Eternal Love

.

.

.

.

.

Aku menyadari kini Siwon memelukku begitu erat, namun aku begitu sakit jika aku tahu dia harus mengeluarkan air matanya kembali…

"Sungie…. Biarkanlah aku menangis di bahumu sekarang." Ucapnya dengan suara yang begitu parau.

"Ba-baiklah Siwonnie…" jawabku dengan begitu gugup karena aku sekarang bisa merasakan hembusan nafasnya yang terasa sedikit menderu.

"A-apa aku masih punya kesempatan?" Ucapnya tiba – tiba.

"Ke-kesempatan untuk apa?"

"U-untuk mengisi hatimu dengan cintaku." Siwon menatapku begitu lekat.

"A-apakah kau yakin?"

"A-aku yakin karena hatiku mengatakan bahwa kau adalah orang yang sempurna untuk mendampingi hidupku, mianhae, selama ini aku tak pernah menganggapmu, karena aku takut Sungie… aku takut untuk membuka hatiku kembali… aku takut jika orang yang kucintai akan pergi meninggalkanku untuk yang kesekian kalinya."

"K-kau tahu Wonnie, jika hidup matinya seseorang adalah takdir Tuhan, jadi kau tak perlu takut." Aku mencoba menenangkannya.

"Be-benarkah seperti itu? Kau tahu Sungie bahwa Tuhan sebenarnya tak menentukan semua takdir manusia." Siwon menghembuskan nafasnya dalam – dalam.

"Ne…."Jawabku singkat dan entah kenapa tiba – tiba hawa mengantuk menyergapku saat ini.

.

.

.

.

.

Author Pov

"Jika kau sadari sebenarnya Tuhan itu tak pernah menentukan jodoh manusia… menganai jodoh manusia sendirilah yang memutuskan dan Tuhan hanya memberikan jalan dan arah untuk kita agar bisa memilih mana pilihan yang terbaik untuk kita." Siwon belum menyadari bahwa kini Yesung sudah pergi kea lam mimpi…. Karena hampir lama tak mendapat respon dari Yesung yang duduk disampingnya, kini ia mencoba menoleh ke arah Yesung, lalu ia tersenyum karena kini ia tahu bahwa Yesung sudah tertidur dengan pulas.

Siwon mencoba membuat posisi tidur Yesung lebih nyaman dengan membaringkannya di sofa yang mereka tempati karena memang ukuran sofa tersebut masih muat jika Siwon juga ikut membaringkan tubuhnya disana. Kini Siwon memberikan lengannya agar Yesung bisa tidur lebih nyaman dan tak akan membuat leher Yesung terluka. Siwon membelai halus surai hitam tersebut dengan begitu lembutdan mengecup hangat kening Yesung… "Mianhae Sungie aku terlambat untuk menyadarinya."

.

.

.

.

.

TBC or END?

Annyeonghasseo Yorobun,

Bagaimana ceritanya?

Jelek? Feel tidak dapat?

Ah saya tau itu, tapi setidaknya berikanlah coretan kalian disini, supaya saya tau apa yang ada di pikiran kalian semua

LEBIH BAIK KALIAN MEMBERIKAN KOMEN APAPUN DARI PADA MENJADI SILENT READER!