Title : L.O.V.E

Rated : T

Genre : Romance

Pairing : AllCharKHRxReader (18xReader, very slight 69xReader)

Inspirasi : Khayalan tingkat tinggi author buat jadi pacar smua karakter KHR [terutama Dino, Kyouya, Mukuro, dan 1st gennya xD #disepak]

Summary : 'Kau tidak bisa membohongi hatimu. Kau sudah terlalu mencintai seorang Hibari Kyouya, dan akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya. Bahkan jika ia harus membencimu.'

Disclaimed :

KHR © Amano Akira

Warning : Gaje, OOC parah

Chapter 4, Hibari Kyouya part 2 (Broken/hurt)

"Hibari-san, kau ingin makananmu dibawakan kemari atau tidak?" Kau sedang memakai kimonomu dan menuju keruangan Hibari. Memang, kekasihmu menyuruhmu untuk memakai kimono rumah jika tidak berada dimarkas Vongola. Dan disinilah kau sekarang, didepan pintu dan mengetuknya.

"Hibari-san...?" Tidak ada jawaban dari Hibari dan kau memutuskan untuk membukanya. Ketika kau membuka pintu itu, tidak ada seorangpun yang ada disana, dan hanya ada beberapa kertas yang berserakan karena angin yang berhembus masuk.

"Ah, [y/n]-san..." Kau menatap Kusakabe yang ada dibelakangmu. "Kalau mencari Kyou-san, ia sudah berangkat misi pagi-pagi sekali..." Kau hanya bisa menghela nafas dan berjalan masuk untuk membersihkan semua yang ada disana.

'Entah kenapa aku punya firasat buruk...' Kau hanya bisa menggelengkan kepalamu dan memunguti kertas-kertas yang ada diatas meja itu. 'Kyouya itu kuat... Ia pasti baik-baik saja...'

...

BRAK!

"Kusakabe, cepat bantu aku!" Seorang laki-laki berambut blonde yang kau kenal adalah sang Don Cavallone, mantan guru kekasihmu itu memasuki rumah dengan tergesa-gesa. Kau segera berlari dan mencoba untuk melihat apa yang terjadi.

"A-ada apa ini...?" Kau terkejut melihatnya bersama dengan Hibari dan juga Chrome, Mist Guardian Vongola. Dan tentu saja bukan karena mereka datang ramai-ramai yang membuatmu terkejut, tetapi keadaan kekasihmu yang berlumuran darah dan juga beberapa luka tembak ditubuhnya.

"Ah, [y/n]! Ada tempat yang bisa digunakan untuk mengobati Kyouya?" Dino yang menggendong Hibari hanya bisa menatapmu dengan tatapan cemas.

"Ba-baiklah..." Kau mencoba untuk tenang dan berjalan menunjukkan kamarmu yang memang paling dekat dengan pintu masuk itu. Dengan segera Hibari dibaringkan diatas tempat tidur disana, dan Dino mencoba untuk membuka bajunya untuk melihat seberapa parah luka yang diderita oleh kekasihmu itu.

"Chrome, cepat ke markas dan panggil Ryouhei kemari! Panggil Tsuna juga!" Dino melihat kearah Chrome yang langsung mengangguk dan berjalan kearah pintu keluar. Kau hanya bisa gemetar dan melihat kearah kekasihmu itu, yang terlihat pucat dan berkeringat.

"Tenanglah [y/n]..." Dino mencoba untuk menenangkanmu yang tampak bergetar. "Maaf, kami dijebak... Dan Kyouya dikepung beberapa orang bersenjata..."

"T-tetapi bukankah biasanya..." Kau tahu, seberapa orangpun yang mengepung mereka, Hibari kekasihmu tidak akan lengah.

"Entahlah, sepertinya perhatiannya teralihkan oleh sesuatu..." Dino melihat beberapa luka tembak yang ada ditubuhnya itu. "Apa yang sebenarnya kau fikirkan Kyouya..."

"A-aku akan mencoba untuk mengambil sesuatu untuk menghentikan pendarahannya..." Kau segera berlari dan mencoba untuk mengambil sesuatu.

...

"Aku tidak bisa menutup lukanya..." Suara Ryouhei Sasagawa, sang Sun Guardian Vongola bisa kau dengar dari depan pintu. "Sepertinya peluru yang mengenainya... Salah satunya mengandung racun yang membuatku tidak bisa menutup lukanya..."

"Lalu, apa yang harus kita lakukan...?" Tsuna menatap Cloud Guardiannya dengan tatapan cemas dan juga khawatir. "Kalau seperti ini terus Hibari-san bisa mati..."

"Maaf..." Kau segera datang sambil membawa beberapa alat P3K. "A-aku akan menutup lukanya terlebih dahulu... Mungkin itu akan membuat darahnya berhenti..." Kau mencoba untuk tenang dan mengambil perban yang ada dikotak itu. Tetapi, tanganmu bergetar dan tidak bisa mengobati luka itu.

"Tenanglah [y/n]... Tenangkan dirimu..." Dino memegang tanganmu dan mencoba untuk membuatmu tenang. "Biar aku yang membalutnya oke...? Kau belum tenang sepenuhnya..." Kau hanya mengangguk dan memberikan perban itu pada Dino.

"Tenanglah [y/n]-chan..." Tsuna mencoba untuk menepuk kepalamu dan menenangkanmu. "Tidak akan terjadi apapun padanya... Kau harus percaya itu oke?"

"B-baiklah Decimo..."

"Aku bisa membuat penawarnya..." Dr. Shamal, yang juga datang bersama dengan yang lainnya melihat keadaan Hibari. "Tetapi yang aku takutkan, tubuhnya tidak akan kuat menahan racunnya ini sampai penawar itu selesai..."

"Uhuk, uhuk!" Kau bisa melihat kekasihmu itu mengeluarkan darah dari tubuhnya. Kau benar-benar tidak suka pemandangan itu. Kau tidak ingin melihatnya terluka dan menderita.

"A-apakah tidak ada yang bisa dilakukan...?" Kau bisa merasakan air mata yang jatuh dari pipimu.

...

"Maaf [y/n]..." Dr. Shamal hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak menatapmu. "Aku akan berusaha secepatnya untuk membuat penangkalnya... Tetapi, kuharap Hibari juga mau bertahan untuk menunggunya... Kau pasti bisa menemaninya agar ia kuat..."

...

Tiga hari berlalu sejak kejadian itu. Keadaanya tidak membaik bahkan semakin memburuk. Kau selalu berusaha untuk menemaninya dan mencoba untuk tidak memperburuk keadaannya.

"Kyouya..." Kau mencoba untuk memegang dan mengelus kepalanya. Wajahnya semakin pucat, dan darahnya tidak berhenti walaupun tidak sederas pada saat pertama kali. Kalau seperti ini terus ia akan mati karena kehabisan darah.

"Saku...ra..." Kau mendengar Hibari yang memanggil nama panggilan itu. Walaupun tidak terdengar jelas, kau berusaha untuk mengartikannya. "Sakura... Dimana kau?"

"Ada apa Hiba-Kyouya...?" Kau mengusap air matamu dan mencoba untuk memegang tangannya. "Kau ingin aku ambilkan sesuatu...?"

"Aku ingin... Kau disini..." Walaupun lemah, kau bisa merasakan tangan Hibari yang menggenggam tanganmu.

"Bodoh..." Kau mencoba untuk tersenyum dan tidak memperlihatkan wajah sedihmu. "Aku tidak akan meninggalkanmu..."

"A-ano... [y/n]-san..." Kau terkejut mendengar suara itu, dan menoleh kebelakang. Chrome terlihat berdiri dan menatapmu dengan ragu-ragu. "M-mukuro-sama ingin berbicara denganmu..."

"Eh?"

Belum sempat kau menanyakan lebih lanjut lagi, kabut langsung menyelimuti tempat itu dan Chrome berganti menjadi Mukuro saat itu.

"Kufufu~ senang bertemu denganmu [y/n]-chan..."

"A-ada perlu apa denganku, Mukuro-san...?" Kau hanya bisa mencoba menenangkan dirimu.

"Sepertinya kau sangat khawatir dengan Kyouya-kun..." Mukuro melihat kearah Hibari yang terbaring lemah. "Apakah kau percaya kalau ia akan bertahan hingga dokter prevent itu bisa menemukan obat untuknya?"

"B-bagaimanapun, aku harus percaya padanya... Lagipula, Kyouya adalah orang yang kuat... Ia tidak akan mati semudah itu..."

"Aku bisa membantumu... Agar ia bisa bertahan hingga dokter itu menemukan obat untuknya..." Mukuro tersenyum kearahmu yang sekarang menatapnya seakan tidak percaya. "Lagipula kau tidak ingin membuatnya menderita bukan?"

"Kau bisa?"

"Aku bisa... Kalau tidak, bagaimana mungkin Chrome akan bisa tetap hidup sampai sekarang dengan organ dalam yang rusak...? Aku akan membuat Ilusi agar ia bisa tetap bertahan hidup..." Jawab Mukuro.

"Benarkah?"

"Tetapi... Kau harus melakukan sesuatu untukku..." Mukuro memegang dan mencium tanganmu. "Jadilah kekasihku... [y/n]..."

"A-apa?"

"Aku akan menyelamatkannya asal kau meninggalkannya, dan menjadi kekasihku..." Jawab Mukuro.

"J-jangan bercanda Mukuro-san..."

"Apakah wajahku tampak bercanda saat ini...?" Kau bisa menatap wajahnya yang menampakkan raut serius dan hanya menatapmu saja.

...

"Apakah... Ia akan selamat...?" Mukuro hanya mengangguk pelan dan tetap melihatmu. "Kalau begitu..."

...

Kau lagi-lagi tertidur disamping tempat tidur kekkasihmu itu. Sudah 5 hari ini, kau tidak keluar dari kamarnya dan hanya menemaninya saja. Walaupun perjanjianmu dengan Mukuro bisa menjamin kekasihmu tidak akan apa-apa sampai Dr. Shamal menemukan penawarnya, tetap saja kau tidak bisa meninggalkannya sampai ia benar-benar sembuh. Tiba-tiba seseorang menyelimutimu dan mencoba untuk mengelus kepalamu.

"Hn..." Kau terbangun dan melihat seseorang yang berdiri disampingmu.

"Ah, apakah aku membangunkanmu, [y/n]-chan?" Suara itu, kau mengenalnya dengan baik.

"Mukuro-san, ada apa..." Kau mengucek matamu dan mencoba menatap sang Mist Guardian selain Chrome itu.

"Tidak, kau sudah beberapa hari ini hanya makan sedikit..." Mukuro tersenyum kearahmu dan mengusap kepalamu dengan lembut. "Bagaimana kalau aku mengajakmu makan dulu...?"

"E-eh tetapi Kyouya..."

"Tidak apa-apa, hanya sebentar saja..." Mukuro hanya tersenyum dan menatapmu. Kau hanya mengangguk pelan walaupun kau sedikit cemas dengan keadaan Hibari. "Lagipula, kau tidak lupa dengan janjimu kan...?"

"B-baiklah... Hanya beberapa me-" kau yang berdiri akan terjatuh. Kepalamu terasa pusing, dan pandanganmu menjadi kabur. Untungnya dengan sigap Mukuro menangkapmu dan mencoba untuk melihat keadaanmu.

"Sepertinya tuan putri sedang sakit, kufufu~" Mukuro tertawa kecil melihatmu yang sepertinya memang dalam keadaan kurang sehat. "Aku akan mengantarmu kekamar, sebaiknya kau istirahat saja dikamar..."

"Eh tetapi-" kau belum saja mengajukan protes dan Mukuro sudah menggendongmu dengan ala bridal style.

"Kufufu~ tidak ada penolakan [y/n]-chan..." Mukuro langsung membawamu kekamar dan membaringkanmu. "Baiklah, ini adalah kamarku... Tetapi, tenang saja Chrome-chan yang akan menemanimu..."

"T-terima kasih Mukuro-san..." Kau hanya bisa menyembunyikan wajahmu yang memerah.

"Selamat malam, [y/n]-chan..."

...

"Syukurlah kau selamat Hibari-san..." Tsuna yang berada dikamarnya keesokan harinya benar-benar bisa menghela nafas lega setelah 3 hari kemudian, Dr. Shamal bisa menghilangkan racun itu, dan Ryouhei bisa menyembuhkan luka yang ada ditubuh Hibari.

"...dimana dia..." Hibari menatap kearah sekitarnya dan mencarimu.

"[Y/n]? Aku tidak tahu... Beberapa hari ini ia tidak terlihat..." Dino yang ada disana juga bingung karena 3 hari ini kau menghilang dan tidak tampak.

"Hibari-san... Kau sudah bangun...?" Kau yang sebenarnya masih lemah karena demam yang kau derita memaksakan dirimu untuk datang kekamarnya.

"Sakura..." Melihat kalian berdua, Tsuna dan yang lainnya memutuskan untuk keluar dari kamarnya. "Kemana saja kau..."

"Maaf... Aku ada urusan sedikit..." Kau hanya tertawa kecil dan melihat kearah Hibari. "Sepertinya kau sudah sembuh..."

"Aku hampir saja benar-benar mati ketika melihatmu tidak ada..."

"Dasar... Aku kan hanya menghilang beberapa saat..." Kau mencoba untuk tertawa walaupun kau tahu, kau tidak bisa bersamanya sebentar lagi. Kau harus memutuskan hubunganmu ini apapun yang terjadi.

"Ada apa denganmu Sakura...?" Hibari menatap kearahmu dan mengelus pipimu dengan lembut. Kau tidak bisa menahan air matamu ketika melihat kekasihmu itu. Kau benar-benar bersyukur masih bisa melihatnya walaupun setelah ini kau tidak bisa bersamanya sebagai seorang kekasih. "Kenapa kau menangis...?"

"Kau bodoh..." Kau hanya bisa mencoba berhenti menangis walaupun percuma. "Kau tidak tahu bagaimana cemasnya aku ketika kau terluka? Aku tidak tahu lagi bagaimana kalau kau sampai mati... Kau bodoh, kenapa bisa lengah seperti itu..."

...

Hibari tidak menjawab semua pertanyaanmu. Tetapi, ia mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan menemukan sebuah kotak kecil. Ia membukanya, dan menunjukkan isinya padamu. Sebuah cincin perak lengkap dengan berliannya. Kau tersentak dan melihat kearahnya.

"Mereka hampir saja menghancurkan cincin ini..." Hibari menatapmu yang hanya terkejut melihat cincin yang ada didepanmu. "Tetapi, untung saja cincin ini selamat dari serangan mereka..."

"Jadi, hanya karena itu kau sampai mengabaikan serangan mereka...?" Kau hanya bisa tersenyum tipis sambil menundukkan kepalanya.

"Karena ini adalah benda yang berharga... Untukmu..." Jawab Hibari sambil memegang pipimu. "Sakura- tidak... [Y/N], mi vuoi sposare?" Hibari menatapmu yang sekarang berwajah merah karena malu. Baru kali ini, Hibari kekasihmu memanggilmu dengan nama aslimu. Dan ia sengaja membelikan cincin ini, dan mengucapkan 3 kata yang benar-benar bisa membuatmu selalu bersama dengannya. Tetapi-

"[Y/n]...?"

"Ma-maaf Hibari...san..." Kau menundukkan kepalamu, tidak mau menatap wajahnya yang bisa membuat tekadmu memudar. Kau sudah merelakan semua hubunganmu dengan Sang Cloud Guardian, agar ia bisa tetap hidup. Agar kau bisa tetap melihatnya, dan bersamanya walaupun tidak sebagai seorang kekasih.

"Ada apa [y/n]...?"

"Aku tidak bisa bersamamu..." Kau hanya bisa berdiri dan menundukkan badanmu. "Maaf... Aku tidak bisa menjadi kekasihmu lagi..." Kau berlari dan meninggalkannya sendirian.

"[y/n]!"

...

Kau berlari dan mencoba untuk menyembunyikan air mata yang jatuh dipipimu itu. Mencoba untuk menjauhi Hibari jauh-jauh agar ia tidak perlu memberikan penjelasan lagi.

BRUGH!

Kau menabrak seseorang, Chrome hanya bisa menatapmu dan melihatmu menangis.

"[y/n]-san, kau tidak apa-apa...?"

"Chrome..." Kau hanya bisa menangis dan menutup wajahmu dengan kedua tangan. "Dimana Mukuro-san...?"

...

Suasana menjadi hening, dan tiba-tiba kabut menyelimutimu. Dan entah apa yang terjadi, ketika kau membuka matamu, Mukuro sudah ada dan memelukmu.

"Ada apa [y/n]-chan...?"

"Aku... Sudah memutuskan hubunganku dengan Kyouya-san..." Kau hanya bisa mencengkram baju Mukuro dan masih menangis. "Aku berterima kasih padamu... Karena kau sudah menyelamatkannya... Dan aku... Aku akan memenuhi janjiku padamu..."

...

"[y/n]...?" Kau terkejut mendengar suara itu. Hibari berdiri dibelakangmu, mengejarmu yang berlari menjauhinya. Ia melihatmu yang sedang dipeluk oleh Mukuro. "Apa maksud semua ini...? Kenapa kau bersama dengan herbivore ini...?"

"Kyou...ya-san..."

"Kufufu~ tentu saja karena [y/n] adalah kekasihku sekarang..." Mukuro hanya tertawa kecil dan kau bisa melihat Hibari memasang tampang terkejutnya.

"Apa yang kau katakan nanas sialan..." Ia sudah mengeluarkan tonfanya yang entah darimana ia keluarkan. "Lepaskan dia..."

"H-hentikan Hibari-san..." Kau mencoba untuk melerai mereka berdua yang sudah akan berkelahi. Kau mendorong sedikit tubuh Mukuro agar bisa menjauhi Hibari. "Maaf... Aku... Sudah tidak mencintaimu..." Kau berusaha agar suaramu tidak bergetar, dan ia tidak melihat tangismu.

"Aku... Aku mencintai, Mukuro..."

...

Suasana menjadi hening dan kau masih tidak melihat kearah Hibari. Kau tidak ingin melihat reaksi dari kekasih-mantan kekasihmu itu.

"Baiklah..." Kau memberanikan diri untuk melihat kearahnya. Tatapannya saat itu benar-benar tidak pernah terfikirkan olehmu, tatapan yang menyiratkan kesedihan. "Kalau kau memang lebih menyukainya, aku tidak akan menghalangimu..."

TUK!

Kau bisa mendengar kotak kecil yang berisi cincin itu tergeletak begitu saja dilantai. Kau melihat kearah Hibari yang membelakangimu.

"Kalau begitu... Hubungan kita sampai disini saja... Kau dan aku tidak memiliki hubungan yang melebihi boss dan bawahannya..." Kau bisa melihat punggungnya semakin menjauhimu dan menjauh. Kau ingin sekali memeluk dan menghentikannya, tetapi sepertinya tubuhmu tidak bisa menuruti apa yang kau katakan. Kau hanya bisa membeku dan tidak bergerak dari pelukan Mukuro.

Kenyataannya, kau sudah terlanjur mencintai seorang Hibari Kyouya. Kau tidak bisa berhenti mencintainya. Dan kau akan melakukan apapun demi kebahagiaannya, termasuk berpisah dengannya. Kau akan mengorbankan kebahagiaanmu, bahkan kau rela jika ia sampai membencimu jika memang itu bisa membuatmu tetap bisa menatapnya dan melihatnya hidup.

Kau tidak bisa memutar balikkan waktu, dan kau tidak bisa mengubah kenyataan kalau kau sudah tidak bisa lagi bersama dengannya sebagai seorang kekasih.

...

Cio : ahahaha xD kenapa jadi gaje gini xD malah jadi 18xReaderx69 xD

Kozu : perasaan dari awal dan gaje deh...

Cio : perasaan ada yang ngomong... *cuekin Kozu* yah sebenernya polling review yang didapat itu :

Hibari part 2 : II

Mukuro : II

Dino : I

Byakuran : I

D. Spade : I

Alaude : I

Fong : I

Giotto part 2 : I

Cio : yah seperti itu~ tapi, karena gw udah nyiapinnya Dino ama Kyouya part 2 + bad endingnya, jadi gw bikin Kyouya part dua dulu deh x3 Dino-sama, sabarlah menunggu ya~ ; w ;a.

Dan yah, akhirnya bagian kedua Hurt/Comfortnya Hibari Kyouya selesai juga xD ini ada hubungan sama MukuroxReader ntar, tapi akhir2nya ni Reader pasti ga bakal jadi sama Mukuro, karena ntar Mukuro dapet type cewenya sndiri x3. Kayaknya ga kerasa ya hurtnya?

Kozu : emang g kerasa...

Cio : *lempar PS2* sialan lw =w=" oke~ update listnya ya~

1. Yamamoto Takeshi :

-Part 1 (Date) (v)

-Part 2 (Broken/hurt)

-Part 3 (Happy/sad ending)

2. Hibari Kyouya :

-Part 1 (Love) [v]

-Part 2 (Broken/hurt) [v]

-Part 3 (Happy/sad ending)

3. Giotto

-Part 1 (Love) [v]

-Part 2 (Broken/hurt)

-Part 3 (Happy/sad ending)

Oke, minna mau request Chara atau lanjut part terserah ^w^ boleh siapa aja kok, yang pasti gw bakal bikin Char KHRx[reader] dan charnya kalian boleh pilih Ow^~

Boleh Cavallone, Primo Arc, Arcobalenno, Varia, de el el xD

Jadi Format Request :

Pilih :

[ ]Mau lanjut part Yamamoto (Part 2)

[ ]Mau lanjut part Hibari (Last Part)

[ ]Mau lanjut part Giotto (Part 2)

[ ]Mau pilih [sebutin nama char KHR]

Kalau ada yang aneh maklumi ya ; w ; soalnya ane baru skali bikin Charx[reader]

Silahkan Request/RnR~

Note : [y/n] - Your name

Note 2 : saya hiatusin smua multi chapter karena HP yang nyimpen lagi error binti abal.

Special Thank's 4 : Mar, chiiGhina7, Kurea Cavallone, Hikaru, Rachigekusa, Su Zuna Ame, dheeSafa's teacup, bhiblu21. Maaf klo yang requestnya ga bisa dibikinin ;w;