Confession Game
by:hanzabilah
WARNING: BL, TYPO EVERYWHERE, CERITA GAJELAS, Yoongi Seme Jimin Uke, maaf jika bosen dengan alur cerita yang kemungkinan sama kaya' fanfic lain
.
.
.
Part 3: Between You, He, and Me
"S-Suga hyung", panggil seseorang.
Suga terkejut mendengar seseorang memanggilnya.
"Suga Hyung!", panggilnya lagi.
Suga berbalik.
"Kau?! Bambam ne?!", teriak Suga sedikit merasa excited
"Ye hyung, aku Bambam dari GOT7. Kita pernah bertemu sebelumnya", kata namja bersurai coklat muda bernama Bambam yang ternyata -seseorang itu- memanggil Suga.
"Ye, aku ingat. Kau yang selalu bersama dengan Jackson itu. Aigoo sudah lama kita tak berbicara", kata Suga sambil menepuk-nepuk pundak Bambam.
Bambam tersenyum. "Hehe, ne hyung. Ehm, ngomong-ngomong mengapa Suga hyung ada di sini?", tanya Bambam.
"Ah, aku hanya sedang menenangkan pikiran", jawab Suga sebelum mengeluarkan senyumannya.
Bambam ikut tersenyum ketika melihat Suga tersenyum. Senyum Bambam tiba-tiba menghilang ketika melihat sebuah sosok yang familiar di matanya.
"Ooo, Jungkookie!", teriak Bambam.
Suga membalikkan tubuhnya menghadap arah mata Bambam. Suga menyipitkan matanya untuk dapat melihat lebih jelas sosok yang Bambam panggil 'Jungkook'.
"Aku tidak tau kalau hyung juga bersama Jungkook", kata Bambam
"Aku tak tau jika Jungkook ke sini", kata Suga, "Kenapa kau ada di sini malam-malam begini?"
"Annyeong Bambamie. Ehm, aku mencarimu hyung. Jin hyung mengkhawatirkanmu", kata Jungkook.
Suga menghela nafasnya, sekilas Suga melihat mata Jungkook yang sedikit memerah seperti habis menangis. "Kookie wae? Apa kau tadi menangis? Ah mianhae hyung tadi tidak sengaja mengasarimu". Suga menyentuh pipi Jungkook tapi Jungkook melepas sentuhan Suga dari pipinya.
"Aniya hyung. Nan gwenchana. Hyung pulanglah Jin hyung menunggumu"
"Sepertinya, aku menganggu kalian. Hyung, aku pamit pulang dulu ne", Bambam membungkuk sedikit ke Suga tetapi Suga mencegat Bambam pergi.
"Aniya Bambamie. Kau tidak menganggu kami. Ehm, Kookie, kalau kau menangis karena hyung bilang saja", ucap Suga bergantian, dari Bambam lalu ke Jungkook
"Aniya hyung, aku tau kau tadi sedang badmood. Aku yang salah karena tidak bisa mengerti moodmu, hyung"
Bambam menjetikkan jarinya. "Wah, apa hyung dan Jungkook berpacaran? Kalian terlihat cocok sekali! Aduh, aku jadi tidak enak karena menganggumu, Suga hyung", kata Bambam dengan sedikit berteriak yang langsung asal menyimpulkan saja, membuat Suga dan Jungkook segera sedikit menjauh karenanya.
"Eum Bambam kau—"
BZZZ
Smartphone Bambam berbunyi. Bambam segera mengangkatnya, tak lama setelah itu Bambam menutupnya dan memasukkan lagi smartphone nya ke dalam saku jaket.
"Jackson hyung menelponku. Aku harus segera pulang. Selamat malam Suga hyung, Jungkookie", pamit Bambam kemudian langsung pergi ssmbil mengamgkat telpon- dari Jackson-
Suga menggaruk kasar kepalanya. "Hah Bambam sudah salah paham", gumam Suga.
Jungkook menarik-narik ujung jaket Suga. Suga menatap Jungkook yang saat ini sedang menundukkan kepalanya. "H-hyung, kajja kita pulang. Aku, kedinginan"
Suga langsung mengenggam tangan Jungkook yang tadi digunakan Jungkook untuk menarik-narik ujung jaketnya. "Tanganmu dingin. Baiklah, ayo kita pulang", ajak Suga sambil tetap menggenggam tangan Jungkook.
"Hyung, lepaskan"
"Aniya, kau kedinginan karena kau datang dari dorm ke sini untuk mencariku. Jadi aku harus bertanggung jawab dan harus menjagamu tetap hangat"
Jungkook menundukkan kepalanya. "Oh ne, ngomong-ngomong darimana kau tau aku ada di sini, Kookie?".
"Ehm, hyung dulu pernah bilang kan kalau pada saat menjelang malam tempat ini sepi dan menenangkan, jadi bisa dijadikan tempat me-refreshkan pikiran"
"Ah ne aku ingat. Aku pernah mengatakannya kepadamu", Suga menghentikan langkahnya, "Mian ne, aku jadi merepotkanmu", katanya.
"Hyung tidak pernah merepotkanku. Lagipula, aku yang bersedia untuk mencarimu karena aku tau hyung pasti kemana. Jadi hyung, jebal, berhentilah menyalahkan diri sendiri. Kalau hyung ada masalah, tak masalah hyung ceritakan kepadaku. Siapa tau aku bisa membantumu, hehe", Jungkook mencoba menengkan Suga yang berulang kali meminta maaf kepadanya.
Suga terdiam melihat senyum manis milik golden maknae itu. Pantas saja Jimin menyukainya, Jungkook memang manis, sangat manis dan imut ketika tersenyum. Melihat senyum Jungkook, siapa yang tidak akan jatuh cinta kepadanya?
Sesampainya di dorm..
"Kami pulang", ucap Suga dan Jungkook bersamaan.
"Aigoo akhirnya kalian pulang! Lama sekali kalian, hyung sudah menunggu kalian! Jungkookie, cepatlah tidur dan istirahatlah. Suga, makanlah makan malammu dulu baru setelah itu istirahatlah", ujar Jin kepada Suga.
"Aniya hyung. Aku tidak lapar", Suga mencoba menghindari Jin tapi Jin tiba-tiba menjewer telinganya sehingga berhasil membuat Suga mengganti keputusannya. Suga akhirnya memakan makan malamnya dengan terpaksa.
"Umm itu baru anak tertuaku yang pintar!", puji Jin dengan nada ala eomma-eomma yang sedang membanggakan anaknya.
"Hyung, aku tidak melihat Jimin. Dimana dia?", tanya Suga di sela-sela kegiatan makannya.
"Dia ada di kamarnya. Tadi dia pergi keluar, pulang-pulang dia hanya membanting pintu kamarnya", terang Jin.
"Wae?", tanya Suga setelah ia selesai menelan makanannya.
"Molla. Mungkin dia marah karena tau Jungkook mencarimu", jawab Jin.
Suga terus tetap mengunyah makanannya sembari mengangguk-anggukan kepalanya. Jin duduk di kursi di depan Suga. Jin memajukan sedikit wajahnya dan menatap Suga.
"Kau tau, tadi Jungkook menangis", kata Jin.
Suga sedikit tersentak dan hampir saja tersedak makanan yang masih di dalam mulutnya. "Mwo?"
"Tadi saat aku sibuk mencoba menelponmu di kamar, Jungkook datang lalu menangis. Katanya ini salahnya tadi mengejekmu di saat kau sedang badmood. Kau tidak kembali itu karena dia. Lalu dia bilang padaku tau kau ada di mana dan langsung pergi mencarimu. Tadi aku ingin memberitaumu tentang itu, eh malah kau tutup telponnya", terang Jin.
Suga mendengarkan perkataan Jin dengan saksama. "Aku mengikuti Jungkook sampai ke depan pintu, 20 menit kemudian Jimin keluar dari kamarnya seperti hendak pergi. Memakai jaket, masker, juga topi. Aku tanya mau kemana, dia jawab mencari udara segar. Sekembalinya, ya seperti itu..", imbuh Jin.
"Jimin? Biasanya jika mencari udara segar ia tak akan memakai masker dan topi segala", batin Suga heran.
Di sisi lain...
Jimin menghentak-hentakkan kakinya di kasur. "Sebal sebal sebal! Park Jimin sebenarnya apa yang terjadi denganmu!", teriak Jimin.
Setelah menghentak-hentakkan kakinya, sekarang Jimin berguling kesana-kemari di kasur King Size itu. Entah apa yang sedang Jimin pikirkan, tapi hal itu semua berhasil membuat Jimin jadi terlihat 'sedikit' gila.
"Kenapa aku cemburu pada orang yang kusukai! Harusnya aku cemburu pada Yoongi hyung! Harusnya aku tak mencari Yoongi hyung tadi! Aishhh jinjja!", gerutu Jimin.
Flashback
"Aigoo Min Yoongi neo eodiga?", gumam Jin.
"Coba kau hubungi dia terus. Aku, V, dan JHope saja yang akan membereskan meja dan mencuci piring", kata Rapmon mencoba menenangkan member tertua di BTS itu.
"Baiklah, aku ke kamar dulu", pamit Jin lalu meninggalkan ruang makan, bersamaan dengan datangnya Jimin ke ruang makan.
"Hyung, apa aku bisa membantumu juga?", tanya Jimin kepada Rapmon.
"Hah, kau sudah cukup membantuku Jimin. Tak apa kami bisa melakukannya bertiga", ujar Rapmon.
"Jadi hyung menyalahkan aku atas kepergian Yoongi hyung? Ah okelah!", ambek Jimin.
"Aku tidak menuduhmu begitu, Park Jimin. Kau sendiri saja yang beranggapan seperti itu", kata Rapmon membela dirinya sendiri.
"Bukan begitu Jimin-ah, kau memang salah memarahi Suga hyung sampai begitu. Bukannya kita tau jika Suga hyung sedang badmood lalu kita ajak bercanda akan jadi seperti itu?", kata JHope, Jimin semakin ngambek.
"Ya ya terserah!", balas Jimin dengan ketus lalu meninggalkan dapur.
Di kamar...
"Kenapa jadi aku yang salah? Suga hyung yang ingin pergi sendiri kan kenapa jadi aku juga yang disalahkan?!", gerutu Jimin.
Jimin menggaruk kepalanya dengan kasar. Kemudian dia mengambil bantal lalu melemparnya ke lantai. Tak sengaja dia juga menjatuhkan smartphone nya. "Aigoo my phone!", teriak Jimin.
Jimin segera mengambil smartphone nya di lantai dan mencoba menghidupkannya. Wajah tegang Jimin berubah menjadi tenang ketika melihat smartphone nya yang masih bisa menyala. Kemudian rasa tenang itu berubah menjadi rasa sedih ketika dia melihat wallpaper smartphone nya yang adalah gambar dirinya dan Suga.
Di gambar itu, Suga terlihat memeluk Jimin dengan senang sementara Jimin berwajah malu-malu karena Suga memeluknya.
Jimin menghela nafasnya. "Aku terlalu keras memahari Yoongi hyung.. JHope hyung benar, seharusnya aku tak memarahi Yoongi hyung karena memang saat Suga hyung dilanda badmood pasti akan jadi seperti itu", gumam Jimin.
1 menit, 10 menit, 20 menit.. Jimin langsung bangun dari kasur empuknya kemudian memakai jaket, topi, dan masker Lalu pergi keluar kamar dengan terburu-buru. Jin yang ada di ruang tengah heran dengan Jimin yang terburu-buru seperti itu.
"Kau mau kemana Jiminie?", tanya Jin.
"Aku mau pergi keluar. Mau cari udara segar", kata Jimin lalu menghilang setelah pintu masuk dorm ditutup.
Jin memiringkan kepalanya, bingung dengan Jimin yang tiba-tiba jadi aneh begitu.
.
Jimin berlari menuju halte bus terdekat. Jimin mendesis ketika bus yang dia ingin naiki sudah pergi meninggalkan halte. Jimin memutuskan untuk mencegat taksi yang kebetulan lewat. "Pak tolong antar saya ke Sungai Han", titah Jimin. Taksi segera menancapkan gas menuju tujuan Jimin.
"Aku harap dia memang ada di sana. Aku harus minta maaf kepada Suga hyung", gumam Jimin.
15 menit kemudian..
Setelah Jimin selesai membayar taksi, Jimin bergegas masuk ke taman yang ada di dekat Sungai Han itu. Terlihat sepi pengunjung karena memang sudah malam jadi tak banyak yang ke sini.
"Suga hyung neo eodiga?!", gumam Jimin sambil tetap berlari mencari Suga.
Kemudian, Jimin menghentikan larinya ketika melihat Suga bersama Bambam dan Jungkook.
"Kookie? Mengapa dia ada di sini?", batin Jimin
Jimin dapat mendengar sedikit pembicaraan mereka karena Jimin memang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Jimin terus memperhatikan Suga, Bambam, dan Jungkook. Lalu, seketika ia terkejut melihat Suga menyentuh pipi Jungkook.
DEG!
Entah kenapa hatinya terasa nyeri ketika melihat Suga yang begitu perhatian dengan Jungkook. Jimin memalingkan wajahnya agar tak melihat Suga dan Jungkook.
"Wah, apa hyung dan Jungkook berpacaran? Kalian terlihat cocok sekali! Aduh, aku jadi tidak enak karena menganggumu, Suga hyung", kata Bambam yang dapat didengar oleh Jimin.
DEG!
Lagi-lagi, untuk yang kedua kalinya. Dada Jimin terasa nyeri, bahkan lebih nyeri dari yang pertama.
Jimin berlari meninggalkan Suga, Bambam, dan Jungkook. Jimin langsung naik ke atas bus begitu ada bus sedang berhenti di halte. Tak sadar ada setetes air mata mengalir jatuh di pipi namja kelahiran tahun 95 itu. Jimin segera menghapus air matanya ketika tau.
"Tidak mungkin.. Aku.. Cemburu.. Pada Jungkook", gumamnya.
Jimin menutup mulutnya rapat-rapat, berusaha menahan agar tidak menangis akibat nyeri yang hebat di dadanya, lebih tepatnya di hatinya.
"Jiminie! Ayo—", teriak V di ruang tengah tetapi diabaikan oleh Jimin yang langsung saja masuk ke dalam kamarnya -kamar Jimin, V, JHope-
Jiminie wae?", tanya Jin yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Molla hyung, datang-datang Jimin sudah kelihatan ngamuk", jawab JHope sembari tetap memainkan game nya.
Flashback end
Jimin menutupi wajahnya dengan bantal. Ia mencoba untuk tidur, tetapi tetap saja dia tak bisa memejamkan matanya. Jimin mendengus kesal, kemudian memutuskan pergi ke dapur untuk meminum susu pisang simpanannya.
"Jiminie", panggil seorang namja yang Jimin tau pasti Suga yang memanggilnya
"Ye", jawab Jimin singkat.
"Hyung memanggilmu harusnya kau menghadap ke sini", ucap Suga.
"Sirheo", jawab Jimin dengan singkat lagi
Suga menggeram kesal. Suga menarik tangan Jimin dan membalikkan tubuh Jimin menghadap ke arahnya.
"Hyung lepaskan!", pinta Jimin tetapi diacuhkan oleh Suga.
"Hyung!", kali ini Jimin berteriak dengan kerasnya.
"Jawab aku dulu baru aku lepaskan", kata Suga.
"Jawab apa?"
"Kau tadi pergi kemana?"
"Apa maksudmu hyung?"
"Jangan berlagak tidak tau. Aku dengar dari Jin hyung kau tadi pergi keluar kan? Aku mohon, jangan salah paham dulu. Tadi kau marah kan karena tau Jungkook pergi mencariku?"
Jimin terdiam, tak bisa menjawab pertanyaan Suga. Jimin tak bisa menjawabnya karena tak mau mengingat kejadian Suga dengan Jungkook tadi.
"Park Jimin! Jawab aku!", tuntut Suga.
"Bukan urusanmu aku tadi pergi kemana, dan apa yang tadi kulakukan", jawab Jimin ketus.
"Ne itu urusanku. Aku tak mau ada kesalah pahaman seperti tadi, aku tak ingin kau terus marah lalu mulai membenciku", ucap Suga.
Jimin terdiam. Jimin tak bisa berkata apa-apa lagi.
Jimin mulai meneteskan air matanya kembali. Suga yang melihat langsung panik dibuatnya. "Ji-Jiminie?", panggil Suga.
"Suga hyung? Jimin hyung? Apa yang kalian lakukan?", tanya Jungkook yang tiba-tiba masuk ke dapur.
"Jung-jungkook?"
TBC
Mind to review? Thx before!
And thx for all my readers that give some idea for this fanfic!
Sorry if the result is a little bit disappointing^^"
Author is on a bad condition, so author can't think straight when make this part ^^"
