"Chef Jung, ada pesanan ramen lagi" ucap salah satu waitress yang menghampiri meja kami.
"Ne. Oh, noona perkenalkan namaku Jung Minho imnida. Chef di restoran ini. Selamat menikmati, senang bertemu Anda" ucap namja di depanku dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Kkimm K—Kii—Kibum imnida"sahutku tergagap. Aih, kenapa malah membuat diri sendiri malu dengan perilaku ini huh. Jika begini, harga diriku sudah jatuh terlebih dahulu di depannya, bukan!
Aku kaget dengan apa yang baru saja aku dengar. Chef Jung? Itu artinya Jung Minho, namja dengan senyum 100 watt yang aku kenal adalah chef yang membuat ramen terkenal itu. Oh, betapa beruntungnya diriku. Aku bisa belajar membuat ramen lezat ini. Yuhuu…
Kibum POV END*
(hehe…mianhae buat readers yang mengharapkan kedatangan Donghae atau Changmin dalam FF ini. Karena author lagi kena pincut Choi Minho. *efek liat Running Man yang ada Minho dan Siwon*. Kalo Changmin sih udah ada di FF author yang atunya jadi author milih Minho. Kenapa ga Donghae? karena author kena efek EunHae shipper jadi author ga tega misahin mereka hiks..hiks.. Eh, ko malah mengharapkan Yunho appa sih, kan kasian Jae eomma nanti sedih, terus author ga dikasih uang jajan #abaikan! )
Kibum bergegas pulang karena ia masih harus mengerjakan tugas kuliah yang diberikan salah satu dosennya dan harus dikumpulkan esok hari. Sesampainya di rumah, hari sudah mulai sore karena saat di restoran tadi ia banyak mengobrol dengan Minho yang merupakan lulusan koki dari salah satu Universitas di Amerika dan tinggal selama 2 tahun di Jepang karena ia tertarik dengan kuliner negeri sakura.
Setelah membersihkan dirinya, Kibum menuju dapur untuk mengambil snack dan segelas orange juice untuk menemaninya kerja lembur mengerjakan tugas. Smartphonenya berdering dan tertera nama Minho di layar smartphonenya. Sebelum meninggalkan restoran,Minho sempat menghampirinya hanya untuk meminta nomor teleponnya. Tentu saja Kibum tidak menolak, gadis manapun akan dengan senang hati berkenalan dengan namja sebaik dia. Hatinya terlonjak senang dihubungi namja dengan senyum 100 watt.
"Yoboseo Minho-sshi"
"Ne, Kibum-sshi. Sibuk ?"
"An-aniyo,aku sedang tidak sibuk" elaknya padahal ia dikejar deadline tugas kampus.
"Emh, besok bisa bertemu?"
"Bertemu? Onje?"
"Bagaimana jika besok aku mengantarmu ke kampus?"
"Ah,baiklah. Di halte bus, jam yang sama seperti tadi ne"
"Arraseo"
Kibum tersenyum senang besok akan bertemu namja tampan yang sukses membuat jantungnya berdetak lebih kencang daripada biasanya. Kibum terlalu senang hingga tidak sadar kehadiran Siwon yang sudah berdiri mematung di sampingnya dengan berkacak pinggang.
"Omo… sedang apa kamu di sini?" bentak Kibum karena kaget dengan kehadiran Siwon yang tiba-tiba.
"Aku haus" Siwon lalu meraih gelas orange juice yang dipegang Kibum dan meneguk isinya hingga tak bersisa.
"YA! Jangan merebut milikku"
"Berisik"
"Dasar menyebalkan. Choi Siwon bodoh. Choi Siwon idiot. Choi Siwon apid ana" umpat Kibum dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Siwon hanya terkekeh melihat reaksi istri virtualnya yang terlihat lucu ketika sedang marah.
.
.
.
Siwon POV*
Kenapa dengan hatiku yang tidak karuan saat melihat Kibum dengan namja lain. Namja yang sama yang membuatku mengumpat kesal di gereja. Argghhh…
Yah, namja yang beberapa bulan ini mengantar dan menjemput istri virtualku ke kampus. Tampan, tapi aku lebih tampan darinya. Aku harus segera menepis pikiran aneh ini, mungkin saja karena aku selama setahun ini tidak pernah melihat Kibum dekat dengan namja manapun, yah walaupun aku tau banyak namja kampus yang mencoba mendekatinya. Aku juga heran kenapa banyak namja terhipnotis dengan Kibum hingga memujanya secara berlebihan. Aku baru sadar jika anggota fansclub Kibum lebih banyak dari Tiffany, yeojachinguku. Itu aku ketahui saat di papan pengumuman kampus tertempel foto Kibum dengan namja yang bernama Jung Minho, reaksi para namja di kampus langsung histeris, berteriak dan mengumpat. Pikiranku mengulang memori masa lalu saat aku jadian dengan Tiffany, reaksinya tidak sehebat saat Kibum bersama Minho.
Ah,mungkin saat itu aku dan Tiffany sudah dikabarkan dekat sehingga banyak orang di kampus sudah memprediksikan hubungan kami.
Siwon POV END*
Sesuai kesepakatan sebelumnya, hari ini Minho menjemput Kibum di kampusnya karena ia berencana untuk mengajak yeoja cantik yang menarik hatinya untuk berwisata kuliner. Sekedar menambah referensi menu masakan di restorannya dan membandingkan citarasa masakannya. Hubungan mereka sebatas berteman dekat sejauh ini.
Keduanya berbicara lepas seolah mereka sudah mengenal lama, tidak ada rasa canggung di antara keduanya.
Smartphone Kibum berdering. Ada pesan masuk.
From : Nae Jewels Eunhyuk
Eodie? Jangan bilang kau sedang kencan Kibummie grrhhh…
To : Nae Jewels Eunhyuk
From : xxx-xxx-xxxx ( dirahasiakan hehe)
Aniyo, wisata kuliner. Harap maklum, aku sedang ditraktir Chef Jung kkk~~
From : Nae Jewels Eunhyuk
Ahh, Kibummie aku ikut. Aku ingin belajar resep dari Chef tampan T.T Minimie
Minho POV*
Kalian tau kenapa aku bisa dekat dengan yeoja cantik di sampingku? Karena sikap innocent'nya apid ana dia suka ramen tentunya. Pertama kali melihatnya sudah membuatku menyukainya.
Kalian tau, dia adalah orang pertama yang menyantap ramen buatanku di kedai ramen tengah malam itu. Yah, aku memang Jung Minho seorang chef terkenal di salah satu restoran yang aku dirikan, tapi aku merasa kurang yakin dalam citarasa ramen buatanku. Akhirnya, selama sebulan aku mencari ilmu dari pemilik kedai ramen mungil, setelah aku mengalami stress karena ramen buatanku selalu mendapat cemooh dan ejekan dari Mr. Shin Donghae,pemilik kedai ramen. Aku berhasil membuat ramen yang berasal dari hatiku,dan ramen pertamaku dinikmati oleh Kim Kibum. Aku cemas saat ramenku masuk ke dalam mulutnya, dan aku tersenyum senang ketika ramen buatanku habis dimakan.
Selain itu, ekspresi Kibum saat menikmati ramen buatanku sangat berbeda. Dan mulai hari itu, aku mencari tau asal usulnya sampai gereja yang biasa ia kunjungi,kerena aku dengar Kibum adalah seorang yang taat agama.
Dan karena Kim Kibum pula aku bersemangat untuk membuat ramen terlezat, aku bahkan masih ingat ekspresinya saat pertama kali merasakan ramen buatanku. Yah, wajahnya terlihat gembira dan sangat menikmati ramenku. Apalagi selama menikmati ramen, dia selalu tersenyum puas. Sepertinya aku mulai nyaman di dekatnya.
Dan sekarang kami sudah duduk manis dan menyantap makanan yang sengaja aku pesan.
"Kibum-ah"
"Ne Minho oppa"
"Bagaimana menurutmu?"
"Ramen ini ? Emmhh…masitta tapi aku kurang suka dengan kuahnya, aku lebih suka kuah rasa shoyu (kecap asin)"
"Aku juga berpikiran sama denganmu, warna kuahnya terlalu pekat"
"Aku lebih senang menikmati ramen buatanmu. Jeongmal jeongmal masitta" wajahnya yang berbinar setiap memuji ramen buatanku membuatku senang bukan main. Wajahnya yang sangat sempurna, mengeluarkan cahaya terang hingga membuatku enggan melepaskan pandangan mataku darinya, senyumnya begitu menyejukkan hatiku, kulit putih mulusnya yang membuatnya lebih bersinar.
Aku mengarahkan mobilku menyusuri jalanan yang sudah mulai sepi karena ini sudah terlalu larut malam untuk mengajak seorang gadis keluar, ini semua memang salahku yang terlalu asyik meminta pendapatnya mengenai masakan yang kami coba.
Aku melirik Kibum, ia sudah terlelap dalam tidurnya. Ia terlihat sangat lelah. Aku paham dia terlalu bersemangat dalam memberikan komentar. Mobil sudah berhenti di halte bus tempat biasa aku bertemu dengannya, aku tidak tau rumahnya. Well, dia lebih suka aku jemput di halte bus sih.
"Kibum-ah…Kibummie.." perlahan aku mencoba membangunkannya
"5 more minutes eomma"
"Kibummie, kita sudah sampai"
"Ne..ne…" aku melihatnya kaget dan mengusap kedua matanya
"Eodie? Rumahmu?"
"Aniyo, aku turun di sini oppa"
Minho POV END*
Kibum kaget saat bangun dari tidurnya, ia mengusap kedua matanya. Ia melihat mobil Minho sudah berhenti di halte tampat biasa ia menunggu jemputan namja dengan senyum 100 watt.
"Aniyo, aku turun di sini"
"Kibum-ah. Aku merasa bertanggungjawab. Lagipula ini sudah jam 12 malam"
"Mwooo? Ah,oppa kamu memang harus mengantarku pulang ne"
Minho tersenyum hangat melihat tingkah Kibum. Ia menyalakan mobilnya dan mengarahkan mobilnya menuju arah yang ditunjuk yeoja di sampingnya. Mobilnya terhenti di depan gerbang rumah mewah dengan halaman yang sangat luas.
"Gomawo Minho oppa"
"Ah, Kibummie bukan kah sebaiknya aku mengantarmu sampai rumah agar bisa menjelaskan pada orangtuamu?" Kibum melebarkan kelopak matanya mendengar penawaran namja yang masih berada di balik setir mobil. Demi apapun di dunia ini, penawaran Minho yang mulia itu bisa merusak rencananya untuk mendekati sang chef.
"An—aniyo, kedua orangtuaku sedang ada di luar kota"
"Kamu sendirian?"
"Ah, ani—aniyo. Ada , dia oppaku hehe…"
"Aku akan berbicara dengan oppamu agar tidak salahpaham" Lagi-lagi Kibum harus melebarkan kelopak matanya mendengar penuturan Minho. Jika Minho bertemu Siwon idiot itu, bisa dipastikan mulut Siwon yang tidak memiliki rem bisa meluncurkan serangan mematikan yang menghentikan langkahnya untuk terus berada di samping Minho.
"Emh,,jangan. Oppa tidak suka ada temanku yang datang ke rumah"
"Oh, jika ada apa-apa kamu bisa menghubungiku"
Kibum bergegas keluar dari mobil dan melambai pada Minho sebelum ia membuka gerbang rumahnya. Minho membalas lambaian tangannya dan memacu mobilnya menghilang dalam gelap malam.
Kibum yakin Siwon sudah tertidur karena lampu kamar Siwon sudah mati. Jadi kemungkinan untuk bertemu suami virtualnya sangat kecil. Ia berjongkok untuk mengambil kunci cadangan yang ada di bawah pot.
Cklekkk…
Pintu rumah terbuka dan Kibum bergegas menutupnya perlahan. Kibum melepas sepatu yang dipakainya agar langkah kakinya tidak membuat Siwon terbangun. Matanya berkeliling mengamati keadaan ruang tamu yang hanya disinari lampu meja hingga membuat suasana agak gelap. Setelah dirasa aman dan tidak ada yang mencurigakan, langkahnya berlanjut menaiki anak tangga dengan pelan.
Greeeekkkk….
Suara yang berasal dari ruang tamu membuat langkahnya terhenti seketika, otot kakinya menegang, jantungnya sudah bersiap melompat dari posisinya jika suara itu adalah Siwon yang sengaja sedang menunggunya dan bersiap mengejeknya. 5 menit mematung di anak tangga, Kibum tidak merasakan pergerakan ataupun suara, dengan sekuat hatinya ia berusaha menengok apid a ruang tamu dan hanya mendapati suasana yang sepi. Ia berusaha menepis pikirannya yang mulai paranoid dengan hal mistis.
"Ah, mana mungkin si bodoh itu begadang sampai larut malam hanya untuk menungguku pulang. Paboya…" gumam Kibum pelan dan kembali menaiki anak tangga.
Kibum bernafas lega sudah mencapai depan pintu kamarnya dengan selamat tanpa membangunkan singa yang sedang tidur. Tangannya sudah meraih gagang pintu kamarnya dan mendorongnya pelan agar tidak menimbulkan suara decit pintu, kemudian menutup pintu kamarnya. Tangannya meraba saklar lampu kamarnya.
Klekkkk….
"Aigoo…Kim Kibum baru pulang" ucap Siwon dengan nada sinis. Ya, Siwon sudah berbaring di ranjang Kibum.
"YA! Sedang apa kamu di kamarku"
"Hmmh,, bagaimana jika appa dan eommamu tau kelakuan anaknya?"
"Choi Siwon! Jangan mencoba mengancamku"
"Ah, lebih baik appaku menarik investasi di perusahaan Kim"
"Ah, aku lelah. Aku harap kamu sudah menyingkir dari ranjangku setelah aku selesai mandi bodoh"
Kibum melepar tasnya ke wajah Siwon yang masih berbaring di ranjangnya dengan wajah kesal. Ia memasuki kamar mandi dan membanting pintu agak keras. Suara gemericik air terdengar dari kamar mandi, sesekali Kibum bersenandung. Suaranya beradu dengan air yang membasahi tubuhnya. Sementara Siwon sudah bersiap meniggalkan kamar istri virtualnya.
AAARRRRGHHHHTTTTT….
Terdengar jeritan Kibum dari dalam kamar mandi, Siwon mengurungkan niatnya keluar dari kamar Kibum dan berlari secepat mungkin menuju arah suara Kibum. Tangannya dengan sigap membanting pintu kamar mandi dan mendapati Kibum meringkuk di salah satu sudutnya sedang menangis terisak.
Siwon mengusap kepala Kibum perlahan. Kini Kibum sedang meringkuk di balik selimut tebalnya dan menangis sejak setengah jam lalu karena ia baru saja mengalami kejadian yang paling ia benci seumur hidupnya, ia melihat tikus terjatuh tepat di atas kakinya. Dirinya paling benci dengan tikus.
.
.
.
Keesokan harinya, Kibum masih enggan keluar dari kamarnya karena kejadian semalam yang dialaminya. Ia memilih membolos ke kampus untuk satu hari ini, butuh waktu baginya untuk menghilangkan rasa takutnya. Ia berterimakasih pada Siwon yang cepat menyelamatkannya dari tikus kecil.
Matanya melirik smartphonenya yang tergeletak di atas meja kecil. Ditatapnya benda mungil yang sedari tadi berdering. Tentu saja yang menghubunginya Jung Minho, karena entah sejak kapan namja yang berprofesi sebagai chef itu memberikan perhatian lebih padanya. Dan selama ini dirinya merasa nyaman didekatnya. Kibum kembali membenamkan wajahnya, kali ini moodnya sedang jelek untuk menerima telepon atau sekedar membalas pesan masuk.
Siwon mengetuk pintu kamar Kibum pelan dan masuk membawa nampan yang berisi sandwich, susu, dan beberapa jenis buah. Siwon meletakkan nampan di meja dan berjalan mendekatinya yang masih terduduk lemas di ranjangnya.
"Gwenchana. Aku sudah membuang tikusnya"
"Hmm… gomawo Siwon bodoh"
"Apa aku perlu menemanimu di rumah?" tawar Siwon yang langsung membuat Kibum mengernyitkan kedua alisnya.
"Aniyo, kamu pergi saja" sahut Kibum ketus
Siwon beranjak dari ranjang Kibum dan berjalan keluar karena sedari tadi iPhonenya sudah berbunyi nyaring, siapa lagi yang meneleponnya kalau bukan yeojachingunya yang setiap pagi menunggu jemputannya.
Kampus POV*
Siwon keluar dari mobil Range Rover hitam miliknya dan membukakan pintu mobilnya untuk menjemput Princess'nya. Tangan putih Tiffany bergelayut manja di lengan Siwon. Mereka berdua segera berjalan menuju kelasnya, karena mereka memang berasal dari jurusan, tahun angkatan, dan kelas yang sama.
Siwon menyuruh yeojachingunya masuk ke kelas terlebih dulu karena ia masih ada sedikit kepentingan.
"Annyeong…"
"Ehh, Siwon-ah…" sahut Minnie kaget, disusul tatapan cengo Wookie dan Hyukkie
"Waeyo?"
"Jangan mencari ribut dengan Kibummie lagi, Siwon-ah" larang Minnie dengan tatapan tajam
"Aku ke sini hanya memberitahu kalo Kibum kalian sedang sakit"
"Mwo? Jinjja? Sakit apa?" cerocos Wookie
"Demam"
"Tapi kenapa kamu memberitahu kami, Siwon-ah?"
"Ehh, itu..itu karena menyuruhku memberitahu kalian. Ish, aku pergi dulu"
Ketiga sahabat itu masih cengo dengan apa yang diucapkan Siwon kepada mereka, Siwon berlari kecil agar sesegera mungkin menjauhi gerombolan teman Kibum yang masih setia memberikan pandangan tajam padanya. Dia tentunya tidak mau teman Kibum berpikiran macam-macam tentangnya dan mengetahui pernikahan yang sudah mati-matian disembunyikan.
"Sudah minum obat?"
"Aku tidak sakit"
"Tidak sakit? Suhu badanmu 38,5. Cepat minum obat dan berhenti merepotkanku"
"Aku tidak memintamu merawatku"
"Mianhae, tolong minum obat yang sudah aku sediakan di meja makan"
"Hmm…"
Kibum melirik obat yang tergeletak di meja makan, obat yang sengaja disiapkan Siwon untuknya. Suhu tubuhnya naik karena mandi di tengah malam, belum lagi AC di kamarnya terus menyala.
Baru kali ini ia merasakan sikap lembut Siwon padanya selama 1 tahun pernikahan palsu mereka. Pernikahan yang sengaja dipertahankan Kibum karena kebaikan orangtua Siwon yang mau berinvestasi di perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut 5 tahun lalu.
Siwon POV*
Apa dia benar-benar minum obat? Apa dia baik-baik saja hanya tinggal sendirian di rumah, konidisinya masih lemah. Wajahnya juga masih pucat…Aish, Kim Kibum benar2 mengganggu pikiranku
"Chagi-ah, kamu melamun"
"Aniyo Tiffany my princess, aku baik2 saja. Hanya kurang tidur" elakku dengan ekspresi sedater mungkin agar my princess tidak menaruh curiga padaku. Jangan sampai Tiffany tau tentang pernikahanku dengan Kibum,bisa hilang kesempatanku menikahinya usai lulus kuliah nanti.
"Mau aku beri vitamin?"
CHUUU…( author nangis guling2)
"Lebih baik chagiya?" tanya Tiffany manja padaku. Ah, sungguh lengkungan indah yang menghiasi bibirnya membuatku benar-benar terpaku dengan kecantikannya yang membuatku sangat obsesif menjaganya dari sentuhan laki-laki lain.
"Ne"
Siwon POV END*
Siwon kembali memfokuskan pikirannya dengan materi kuliah yang dijelaskan Prof. Go Reim. Matanya menatap tulisan yang tertera pada papan putih di depan kelasnya, berusaha memahami penjelasan yang sedang diberikan dosennya. Usahanya sia-sia, pikirannya tidak bisa fokus dengan materi kuliah. Tangannya merogoh smartphone di saku jaketnya, disentuhnya layar smartphone berharap ada missed call atau sekedar pesan masuk dari Kibum. Tapi layar smartphonenya bersih tidak ada missed call ataupun pesan masuk sama sekali dan hal ini tambah membuat pikiran Siwon tidak tenang.
Bukan..Siwon tidak menyukai Kibum tapi jika istri virtualnya mulai sakit dan diketahui orangtuanya pasti orangtuanya akan menginap di rumahnya dan memaksa ia dan Kibum untuk tidur sekamar. Ah, itu bukan pilihan yang baik makanya Siwon akan berusaha merawat Kibum dan tidak membuat orangtuanya khawatir.
.
.
.
Usai kuliah, Siwon berlari menuju mobilnya yang terparkir rapi di deretan mobil mewah mahasiswa kampus, tidak dihiraukan teriakan Tiffany yang meneriakkan namanya hingga membuat mahasiswa lain menutup telinga mereka. Mobil Siwon melaju kencang menembus padatnya jalan raya hari ini, tujuannya adalah sampai rumah secepat mungkin dan memastikan Kibum baik-baik saja. Pikirannya sudah dibuat kalut hanya memikirkan kondisi Kibum yang seorang diri di rumah.
Rumah SiBum POV*
Sementara di rumah mewahnya, Kibum hanya duduk melamun di meja dapur, sesekali meletakkan kepalanya di meja karena merasa bosan. Ia ingin menonton TV tapi ia masih ingat peraturan tentang batas wilayah yang ditetapkannya, ia bisa saja melanggar aturan tapi ia harus berpegang teguh dengan aturan yang ditetapkan oleh dirinya sendiri. Sebenarnya ia bisa saja memasang TV di kamarnya tapi uang tabungannya disita orangtuanya saat pertama kali menikah dengan Siwon, jadi orangtuanya menyarankan Kibum untuk meminta segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhannya kepada suaminya. Yah, walaupun Siwon setiap bulan memberikan jatah uang untuk kebutuhannya tapi tetap saja tidak bisa menghamburkan uang yang bukan miliknya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan hah?" bentak Siwon yang melihat Kibum meletakkan kepalanya di meja makan.
"Menurutmu?"
"Kenapa tidak istirahat?"
"Aku sudah sembuh"
Siwon berjalan mendekati Kibum dan meletakkan punggung tangannya di dahi yeoja yang mematung dihadapannya, wajah Siwon terlihat sedang memikirkan sesuatu. Sesekali alis Siwon bergerak-gerak,Kibum tersenyum simpul.
"Waeyo?"
"Gwenchana"
"Jangan bilang kamu naksir aku" goda Siwon yang sukses membuat jantung Kibum meloncat dari tempatnya
"Aigoo~~ punya nyali kamu berkata seperti itu"
TOKK…TOKKK….(katanya rumah Kibum and Siwon mewah, ko bunyi bel'nya kayak gitu)
"CHAGIYA…SIWON CHAGIYA…." teriak seorang yeoja bernama Tiffany
Kibum dan Siwon langsung lempar pandang dengan kehadiran yeojachingu Siwon yang sudah menunggu di depan pintu rumah mereka tanpa diundang, Siwon menarik tangan Kibum menuju kamar di lantai bawah yang letaknya dekat dengan ruang tamu. Langkah kaki namja tampan ini terbirit-birit berlari kecil untuk segera membukakan pintu rumahnya.
"Chagi-ah, gwenchana?"
"Gweenchana, waeyo Tiff?"
"Aku hanya khawatir kamu sakit, aku tadi melihatmu buru-buru pulang"
"Mianhae chagi-ah, aku hanya ingin istirahat"
CHUUU… Tiffany mengecup bibir Siwon agak lama, tanpa disadari mereka Kibum melihatnya dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka, adegan sepasang kekasih yang mencium suami virtualnya. Terdengar gemeretak gigi Kibum yang geram menyaksikan pasangan mesum, tangannya mengepal bersiap melampiaskan kekesalannya.
.
.
.
Kampus POV*
Keesokan harinya Kibum sudah kuliah tapi kondisinya masih belum terlalu fit, wajahnya nampak pucat. Ia berkumpul dengan temannya di bawah pohon rindang, mendengarkan ketiga sahabatnya tertawa.
"Kibummie,, kenapa kamu melamun ?" kaget Wookie saat berada di kantin
"Jinjja? Kamu terlalu memperhatikanku"
"Aigoo~~ Kibummie, sejak kapan kamu belajar berbohong"
"Aiihh, aku tidak berbohong Minnie-ah"
"Aku hanya mendukung semua keputusan yang akan kamu pilih, kami selalu ada untukmu Kibummie"
"Maksudmu?"
"Yah, pilihan hatimu. Sudah lama kami tidak melihat uri prince mencari masalah denganmu. Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari kami"
"Hihihi… Hyukkie lucu. Sejak kapan kamu berbicara seperti itu!"
"Sejak Donghae sunbae mendekatiku"
"MWOOOOO?" teriakan Kibum, Sungmin, dan Ryeowook berhasil membuat Eunhyuk terjengkang dengan posisi tidak elit
.
.
.
Jam kuliah sudah selesai dan Kibum memilih pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang beberapa hari lalu sudah ia pinjam. Kedatangannya disambut senyum ceria dari pustakawan yang sudah mengenalnya karena sering mengerjakan tugas atau sekedar mencari referensi buku bacaan.
Saat sedang menunggu kartu perpustakaannya mendapat stempel dari pustakawan, Kibum memilih menyusuri satu per satu rak buku untuk mencari novel atau sekedar buku bacaan sebagai pengusir rasa bosannya jika sedang di rumah. Matanya memicing saat mendengar aktifitas di salah satu sudut perpustakaan yang jarang didatangi mahasiswa kampusnya karena terkenal sering terjadi hal mistis. Yah, banyak gossip beredar jika di salah satu sudut perpustakaan yang kurang pencahayaan lampu sering muncul suara aneh yang bisa membuat bulu kuduk berdiri. Ada berita, dulu pernah ada mahasiswi kampusnya yang meninggal karena bunuh diri di salah satu sudut perpustakaan itu. Makanya banyak mahasiswa yang menghindari salah satu sudut perpustakaan itu, apalagi hanya seorang diri.
Perlahan badannya sudah merapat tepat di balik rak buku,tidak ada rasa takut yang menyergapnya. Ia lebih takut dengan hewan bernama tikus. Nafasnya berderu dengan hawa perpustakaan yang terkesan seram, kondisi tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk mengetahui misteri perpustakaan kampusnya. Kepalanya perlahan bergerak mengintip dari balik rak. Wajahnya sudah menyembul dari balik rak buku, dan dalam sekejap matanya membulat penuh serta mulutnya siap untuk berteriak sekencang mungkin melihat pemandangan tepat di depan matanya.
Tubuh mungilnya bergetar hebat, keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya, matanya tak bisa lepas dari pemandangan di depannya, jantungnya berpacu cepat, kakinya seolah membatu dan sulit untuk digerakkan, mulutnya berusaha bergerak tapi sebuah tangan kekar sudah membekapnya dan mendorong tubuh mungilnya hingga terhempas ke dinding agak kasar.
"Gwenchana Kibum. Gwenchana" suara lembut itu mengalun merdu tepat di telinganya. Badannya masih terasa kaku dan matanya sudah bersiap meloncat keluar jika tidak segera ditolong karena melihat seekor tikus sedang mencacah buku yang tergeletak di lantai. Ia benar-benar tidak siap mengulang kejadian buruk yang baru kemarin dialaminya.
Kibum terdiam, ia bisa merasakan suara tadi melemaskan ototnya yang tegang. Ia sadar dengan posisinya sekarang, tubuh mungilnya terhimpit antara dinding dan namja bertubuh kekar yang sekarang dalam posisi memeluknya. Aroma parfum yang menguar mengingatkannya pada seseorang yang dikenalnya.
Brukkkhhh….
Tangan Kibum mendorong kasar tubuh namja yang memeluknya, raut wajahnya kembali menegang karena suami virtualnya sengaja mencari kesempatan dalam ketakutan yang sedang dialaminya ketika melihat tikus. Siwon terjembab di lantai perpustakaan yang dingin dan matanya tak lepas dari yeoja yang memandangnya tajam.
"Choi Siwon bodoh, beraninya kamu memelukku" desis Kibum. Sebenarnya ia ingin berteriak tapi ia masih menghormati tata tertib di perpustakaan untuk tidak membuat gaduh.
"Aku hanya mencegahmu berteriak"
"Aku tidak berteriak bodoh"
"Oh yeah,, tapi menjerit histeris melihat hewan imut tadi"
"Grrhh…imut katamu" Kibum menggeram mendengar ucapan Siwon yang mengatakan makhluk menjijikan tadi sebagai hewan imut, tangannya gesit meraih salah satu buku yang tertata apid an melemparkannya tepat di wajah Siwon.
Siwon POV*
Dasar yeoja aneh, harusnya dia berterimakasih padaku karena sudah aku selamatkan dari tikus. Jika aku tidak datang tepat waktu mungkin mulutnya sudah mengeluarkan suara nenek sihirnya yang menyeramkan itu, bahkan hantu pun akan lebih tercengang mendengar suaranya.
Aku kembali mencium dan menyesap wangi melati yang menguar dari rambut panjang terurainya. Aroma yang sudah membuatku kecanduan untuk kembali merasakan wangi tubuhnya.
STOP, aku sudah punya TIFFANY HWANG. TIFFANY HWANG… TIFFANY HWANG… (stop bang, gw tau kagak usah diulang yahh)
Siwon POV END*
Kibum berlari meninggalkan perpustakaan secepat mungkin sebelum emosinya siap meledak jika berlama-lama dengan Siwon. Tangannya sudah gatal ingin mencakar wajah Siwon yang selalu membuat emosinya naik setiap melihat senyum terukir di bibir jeleknya itu.
Kibum menghampiri mobil Minho yang sudah terparkir di luar gerbang kampusnya, dihempaskan tubuhnya ke kursi sedikit kasar, sekedar melampiaskan emosinya. Keduanya sudah janjian untuk mengunjungi restoran Chef tampan.
"Wae Kibummie?" Minho menatap wajah Kibum yang memerah
"Aku sangat kesal. Bisa kah kita pergi sekarang oppa?"
"Ne, Kibummie"
Minho langsung memacu mobilnya dan langsung meluncur ke restoran miliknya. Di restoran, Kibum diajari oleh Minho untuk membuat ramen serta beberapa masakan Jepang yang terkenal. Mata Kibum tak lepas dari tangan chef yang dengan gesit meracik masakan Jepang, jari-jari panjangnya lihai ketika memotong sayuran dan daging panggang untuk dijadikan hiasan diatas ramen. Terdengar tepuk tangan yang berasal dari tangan mungil yeoja di sampingnya, matanya melirik sekilas dan melihat senyum menawan yang selama ini dikaguminya. Senyum yang dijadikannya sebuah semangat untuk menjadi chef terbaik, itu semua karena Kim Kibum.
"Wah, Takoyaki,Oden, dan Ramen hemmhh… Chef Jung daebakk" ucap Kibum girang
"Aniyo, ini bukan apa-apa. Jika aku tidak mengenalmu mungkin makanan ini tidak tersaji dengan baik"
"Eh, aku?"
"Ne Kim Kibum. Karenamu lah aku memiliki semangat untuk menjadi chef dan melanjutkan restoran milik orangtuaku" jawab Minho tegas dan langsung menatap Kibum yang kaget dengan penjelasannya. Mata yeoja cantik itu membulat seketika dengan mulut sedikit terbuka, terlihat semburat merah sudah menjalari pipi mulusnya.
"Karena kamu pula orang pertama yang merasakan ramen buatanku. Kamu pernah datang ke kedai ramen milik Tuan Shin Donghae kan? Saat pertama kali kita bertemu" lanjutnya seraya mengacak pelan rambut yang tergerai hingga sebatas punggung.
"Ah, itu aku sudah lupa oppa"
"Aku belajar membuat ramen darinya, dan malam itu aku diberi kesempatan menyajikan ramen buatanku kepada pengunjung. Dan kamu terlihat sangat menikmati ramen buatanku"
"Aku lapar malam itu"
"Jadi kamu tidak suka ramen buatanku?" sahut Minho lesu dan langsung menggembungkan pipinya.
"Aniyo oppa, tentu aku sangat bercanda. Jangan marah ne" rayu Kibum dengan wajah aegyonya dan menyandarkan dagunya di bahu sang chef dengan killer smile andalannya.
"Aku tidak bisa marah padamu Kibummie" ucap Minho sembari menolehkan wajahnya. Ia bisa dengan jelas merasakan wajah Kibum yang 5 centi tepat di depannya, begitu dekat dan jelas melihat skinywhite-nya. Entah apa alasannya, Minho mulai mendekatkan wajahnya, perasaan dalam dirinya menyeruak untuk segera menyambar bibir merah yang sudah lama menggoda imannya. Kibum yang menyadari posisi "tidak normalnya" dengan chef tampan hanya diam dan terhipnotis dengan mata indah milik Minho. Ia juga tidak bisa menolak.
Suasana dapur yang sepi karena sedang jam istirahat, menimbulkan moment keduanya untuk saling menunjukkan perasaan yang sebenarnya. Keduanya memang belum mau terbuka menganai perasaan masing2 tapi dari tatapan mata keduanya dan cara mereka memperlakukan satu sama lain sudah cukup membuktikan ada rasa suka diantara keduanya.
3 centi lagi, 2… dan….ahh….
.
.
.
So, ini chapter lanjutan yang sudah author janjikan. Mianhae kalo ada ketidaksinambungan jalan cerita dengan keinginan kalian. Mianhae juga kalo ada typo dalam penulisan fanfict ini. Author sudah berusaha semaksimal mungkin meminimalisir ke-typo-an yang akan membuat para readers bingung. Semoga kalian memaklumi…
Oh ya, ada yang tanya kelanjutan FF author yang lain enggak ? #senyum gaje (R : kagak thorr. FFmu Menuhin screenplay doank | A : *udah pasang muka mau nangis* tegaaa…|). hehe…
Karena author lagi ada mood, diusahakan besok bakalan update FF yang belum kelar. So, stay tune here.
Dan juga, author mau buat pengumuman penting mengenai SiBum Days Love (bagi yang suka) yang diadain ama author "Kim Nyx Eunjung", buat yang minat menyalurkan fanfiction SiBum silahkan hubungi author Kim Nyx Eunjung yahh. Mohon partisipasinya ya, ini buat merayakan SBDL yang sudah agak berkurang populasinya. Gomawo your attention *hug hug hug*
Jeongmal kamsahamnida buat yang sudah meninggalkan jejaknya. Mianhae *deep bow* karena author tidak menyebut nama kalian satu-satu. Mind to review again, my beloved readers? .
