harap maklum
Disclaimer: Kuroshitsuji milik Yana Toboso-senpai
Rate : T (beginning)
Clue:
'….' = dalam hati " …."=bicara
-waktu habis-
Melihat Ciel sudah tidak sadarkan diri, sebastian langsung menusuknya dengan belati perak yang dibawanya. Darah berceceran dari tubuh sang pria bersurai abu-abu. Sebastian memeluk ukenya tersebut, dan menjilati darahnya dengan penuh nafsu. Tidak puas hanya itu, sebastianpun mecongkel mata biru ciel yang sudah tak bernyawa itu, lalu menyimpannya di sebuah tempat kaca. Tangan sebastian yang memegang pisau menjelajahi tubuh polos Ciel yang sudah berceceran darah, membuat goresan demi goresan.
"Ini dia" kata sebastian saat menemukan jantung orang terkasih, merobeknya, lalu menikam, dan menggigitnya seperti daging ayam. Membuat wajah sebastian semakin berlumuran darah. Sang deamonpun memotong leher ciel yang pucat dan darahpun mengalir keluar dari sana. Melihat sekeliling, merasa puas akan yang dilakukannya, sebasebastianpun mengecup bibir ciel yang dingin, dan menggendong kepala ciel yang terpisah dari tubuhnya ke pangkuannya sambil mengelus rambut lembut pria imut itu.
" Selamat datng, sekarang kau milikku"
-Alam Deamon-
Ciel membuka matanya pelahan, terkejut, mendapati dirinya yang tak berbusana berada didalam cube kaca dan dikelilingi cairan merah darah yang semi-transparant. Sebuah Rantai hitam yang terhubung dari lehernya ke sesuatu yang tidak diketaahuinya. Sesaat kemudian, pintu cube kaca itu terbuka, cairan yang menyelubungi tubuh cielpun mengalir keluar. Pria bersurai abu-abu itupun keluar dan melihat seorang anak perempuan berrambut pirang yang diikat dua dengan pita merah. Gadis itu melihat ciel dan bertanya
"Kamu... Milik siapa?"
"Apa maksudmu?"
"Rantai itu."
"Aku tidak tahu, siapa kau, dimana aku?"
"Panggil aku Lizzy. Kau ada di dunia antara dunia manusia dan neraka. Alam deamon "
Ciel gemetar mendengar jawaban anak bernama Lizzy tersebut.
" Tadi kau bertanya aku milik siapa.. Bagai mana aku tau?"
Lizzy menunjuk rantai di leher ciel
" Ikuti rantai itu..., ayo!"
Gadis kecil itupun menyuruh Ciel mengikutinya, menyusuri. Rantai perak yang bernoda darah tersebut. Masuk ke dalam alam itu, semakin dalam, semakin gelap dan mengerikan. Sampailah mereka ke depan sebuah gerbang dengan ornamen burung gagak bermata merah.
"Kau... Milik tuanku" kata sang gadis datar
"A-apa maksudmu Lizzy?"
"Tuan Sebas memilihmu" pintu itu sesaat mengeluarkn cahaya. Lizzypun mundur beberapa langkah dari tempatnya semula. Gerbang besar itupun terbuka. Tampaklah sesosok pria bertanduk yang bersurai hitam. Tubuh orang (deamon) itu dililit dengan rantai dan tali hitam, dan ditangannya terdapat rantai yang terhubung pada pria bermata biru didepannya. Melihat wajah orang yang dia kenali, Cielpun langsung lari, dan memeluk Sebastian. Seringaian keluar dari wajah Sebastian. Melihat tuannya, Lizzy membungkuk
" Ada yang bisa saya bantu, tuan?" Tanya Lizzy
" Tidak, Elizabeth. Pergilah" Sebastian kembali masuk kedalam gerbang merah tersebut dengan Ciel dibelakangnya.
"Sebastian?" Wajah Ciel semakin memerah karena sejak tadi tidak mengenakan sehelai benangpun.
"Ada apa sayang? Sekarang, panggil aku Sebas sja"
"Kita mau kemana, Sebastian?"
Sebastian(coret) sebas meoleh kearah Ciel, dan menggigit lehernya
"Sudah kubilang, hanya Sebas" bisik sebas seraya menjilat cuping telinga Ciel, yang disambut erangan keras dari sang uke.
"Se-sebas..."
"Ya?"
"Kenapa aku disini?"
"Karena kau milikku... Selamat datang di duniaku, prince"
Takut saat mendengar jawaban pria bertanduk didepanya.
"Omong-omong siapa gadis bermata hijau tadi?"
" Elizabeth.. Deamon yang menjaga gerbang, anak buahku"
Seringaian lagi-lagi muncul di wajah Sebastian, membuat Ciel semakin curiga. Akhirnya mereka masuk ke sebuah mansion super megah dengan nuansa gothic. Sebastianpun menuntun Ciel melewati koridor bernuansa menyeramkan
"A-aku takut"
Kata ciel perlahan tpi tetap didengar Sebastian. Sebastianpun memeluk tubuh Ciel yang tidak berbusana sama sekali itu dengan lembut. Tangannya menyentuh kulit tubuh Ciel yang dingin dan membuat gerakan- gerakan kecil yang membuat Ciel nikmat. Sebastianpun akhirnya melepaskan pelukannya dan membawa ciel ala bridal style menuju sebuah ruangan berpintu oak, dan masuk kesana. Bau anyir pun tercium di ruangan itu.
" Kenapa kau membawaku kesini?"
"Untuk menjadikanmu santapan makamku"
Tidak mmengerti dgn apa yang diucapkann sebas, Ciel berkata
"Aku tidak enak! Bukankah makanan buatanmu yang biasanya enak"
"Begitu? Mari kubuktikan bahwa kau itu lezat"
Mata merah sebas berkilat melihat tubuh pria didepannya
"Um.. Sebas, jangan menatapku begitu!"
"Jangan memerintahku, sayang"
Sebas langsung memeluk pinggang Ciel dan membaringkannya di ranjang ruangan itu, dan langsung melumatnya.
"Mmh mgmm"
Ciel membalas ciuman sebas perlahan. Sebas memperbolehkan ukenyaa tersebut menjelajahi mulutnya yang hangat dengan lidahnya, lalu langsung kembalu menguasai permainan dan menjelajagi dinding rongga mulut Ciel. Kedua deamon itu saling melumat terus menerus karena tidak lagi membutuhkan oksigen. Tangan seb. bastian tidak hanya menganggur, ia memilin nipple dan mengelus kejantanan Ciel yang nyaris menegang.
"Ngh aghh mh!" Akhirnya sebaspun menyudahi ciuman mereka, dan berailih menjilati leher ciel
"Se-sebas. Ahh...! Berhentihh..."
"Hn? Aku akan membuatmu ketagihan, sayang..."
Tangan sebas tak henti mengelus 'milik' Ciel. Sebaspun mengalihkan wajahnya ke perut Ciel yang menggoda, lalu turun mengulum kejantanan Ciel yang menegang. Lalu, memasukkan jarinya ke lubang Ciel yang sudah mulai basah.
"Kau... Menginginkanku berhenti, kan?"
"Nghhh..."
"Sekarang aku berhenti.."
Sebas melepaskan jaarinya, lalu berjalan mengarah ke luar.
Melihat tubuhnya sendiri yang sudah basah, kejantanannya yang mmenegang, lubangnya yang basah, Ciel merasa sayang mengakhirinya ' kan sudah sampai sini...'
"Se-sebas...?"
"Hn?"
"T-tunggu..." Sebaspun tersenyum ala devil
"Sudahkuduga... Haha.."
Sebas langsung kembali melumat Ciel, tetapi tiba-tiba tersengarlah suara yang sangat mereka kenal di ruang sebelah.
"Aarghhhh! Cl-claude!"
Ciel langsung menatap Sebas, dan Sebas mengetahui apa arti tatapan itu.
"Cih, pengganggu itu"
"Alois, kenapaa?!"
"Itu urusan kakakku.."
"Kakakmu?"
"Cloud.. Claude Faustus"
Mata Ciel membulat. Sebas langsung menggendong pria berkalung rantai di depannya ala bridal style menuju ruang sebelah sambil menjilatinya
'Alois... Apa dia baik saja? Kenapa dia disini? Kenapa?..'
"C-Clouddd! Sa-sakit!" Teriak Alois
'Cklek'
Pintupun terbuka, dan..
To be continued...
Read and Review all ^^ Thx for reading
Special thanks::
mariashine87, corn flakes, AkuNoMeshitsukai,
Lee Kibum: Iyadong, maaf ya kalau update kelamaan... sorry.. *bow* tunggu ya
seidocamui: Sipp.. Harap bersabar utk Chap selanjutnya yaa :9
Salam manis dari Cherr99
