Halo semuanyaaa...aaa...Tabita Pinkybunny datang membawa chapter 4! Chapter ini sengaja Tabita buat sebelum Tabita melaksanakan UTS dan dibuat secara kilat. Jadi mohon maaf jika chapter 4 ini agak jelek, banyak kesalahan, banyak keanehan dan buat reader semua kecewa. Ok, ga' usah banyak basa-basi lagi, CHAPTER 4 UPDATE!
Balasan Review :
asadia diajeng reformanti akil :
Ya Allah, makasih juga karena sudah menghadirkan orang baik yang mau baca n ngereview fic ini seperti asadia ^_^
4ntk4-ch4n :
Kalau Itachi ga' boleh bilang suka sama Sakura, berarti boleh bilang suka sama Tabita donk? *ngarep* V^_^
Violetz Eminemers :
Mari kita berdoa agar Sakura segera sembuh dari amnesianya. Berdoa mulai...*PLAAAK!*
Uchiharu'nhiela Sasusaku :
Sabar...sabar...Orang sabar disayang pacar. He3...
VVVV :
Ceweknya Itachi kan Tabita. Wkwkwk...*PLAAAK!*
QRen :
Ceritanya jadi aneh n ancur ya? Tabita memang ga' berbakat. Hik...hiks...(T_T)
Akira Tsukiyomi :
Aku ikutan nari donk, boleh ga'? Ehm, NH itu apa ya? Maklum, Tabita author baru yang belum berpengalaman. He3...
ichiyama qalbi-neechan :
Alow, salam kenal juga. Wuiiih...kamu hebat ya, tebakannya tepat. Punya indera keenam ya? ^_^
Sweety Choco-berry :
Thankz karena udah baca n review. Update datang! Soal cewek berambut biru, sebentar lagi juga kamu pasti tahu V^_^
hoshiNamikazEmiUzumakI mles log :
Yoa, chap 4 update!
Putri Luna :
Makasih udah baca n bilang fic ini bagus. Salam bulan juga dari Tabita V^_^
Sasusaku Hikaruno-chan :
Aku usahain Saku cepet sembuh. Biar Sasu ga' tersiksa terus. He3...
Mayumi Nakano :
Mari buktikan apa tebakan kamu benar atau tidak. He3...
OtonaZ15 :
Makasih udah baca n review. Sudah dilanjut!
Second Wedding
By
Tabita Pinkybunny
Disclaimer :
Sejak pertama kali diciptakan hingga kini,
Naruto masih tetap punya
Masashi Kishimoto
Pairing :
SasuSaku dan ItaSaku
Warning :
Cerita GaJe, typo, ancur dan berantakan.
Humor garing dan ga' lucu.
Don't like, don't read !
No flame !
Summary :
Apa jadinya jika Sakura yang istri Sasuke
tiba-tiba mengalami amnesia dan
justru menganggap Itachi sebagai suaminya ?
Chapter 4
"Selamat pagi, Itachi-kun..." sapa seorang wanita pink dengan ceria pada kakak iparnya. Ehm ralat, pada 'suami' sementaranya.
Yang disapa pun segera menolehkan kepala berkuncirnya dari ativitas membaca koran untuk menatap sang penyapa.
"Pagi juga, Sakura-chan. Kau sudah bangun?"
"Hm, tapi maaf aku agak kesiangan. Semalam aku tidak bisa tidur."
"Tidak apa-apa Sakura-chan, aku bisa mengerti. Kau pasti sangat lelah kan?" kata Itachi sambil tangannya sibuk membalik halaman ketiga dari koran paginya.
Sakura berdiri tepat dibelakang kursi yang diduduki Itachi dan melingkarkan kedua tangannya ke leher pria Uchiha itu. Itachi yang mendapatkan perlakuan itu pun segera melipat korannya, memegang tangan Sakura yang melingkari lehernya, dan mengecupnya sekilas. Dan untung baginya karena Sasuke tidak melihat perbuatannya itu pada Sakura. Karena jika dia melihatnya, sudah bisa dipastikan Itachi akan langsung digampar oleh Sasuke dan dia harus mengucapkan selamat tinggal pada bibirnya yang sexy karena Sasuke sudah memotongnya menjadi kecil-kecil dan menumisnya.
"Itachi-kun..." kata Sakura manja dan makin memperat pelukannya pada Itachi.
"Hn."
"Hari ini bisa tidak kau temani aku ke butik langgananku? Aku ingin membeli gaun baru?" tanya Sakura penuh harap.
"Maafkan aku, Sakura-chan. Sepertinya aku tidak bisa. Hari ini aku harus menghadiri 2 rapat penting dan bertemu klien dari Thailand. Jadi kau minta tolong Sasuke saja untuk mengantarmu."
"Tapi Itachi-kun..."
"Selamat pagi..." sapa Sasuke yang baru saja turun dari tangga dengan wajah cemberut akutnya sisa dari pertengkarannya semalam dengan Itachi (Reader semua masih ingat kan, dia ngambek gara-gara apa? ^_^)
"Sasuke, apa hari ini kau sibuk?" tanya Itachi.
Sasuke sejenak berpikir dan mencoba mengingat-ingat sesuatu, untuk selanjutnya menjawab pertanyaan Itachi. "Tidak, memang kenapa?"
"Apa kau bisa mengantar Sakura-chan ke butik langganannya? Dia bilang ingin membeli sebuah gaun baru."
"Aku..."
"Kalau tidak bisa juga tidak apa-apa. Sepertinya kalian berdua sudah punya acara masing-masing. Jadi aku..."
"Hn, aku bisa." jawab Sasuke memotong ucapan Sakura, yang membuat wanita soft pink itu menatapnya heran.
"Baguslah kalau begitu, aku jadi lega sekarang. Hari ini aku sangat sibuk. Jadi aku tidak bisa mengantar Sakura-chan."
"Kau tenang saja, serahkan semuanya padaku. Akan aku lakukan apapun demi Sakura." kata Sasuke yang langsung membuat wajah Sakura merona.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Sebuah mobil Jaguar hitam melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya Konoha. Didalamnya terlihat 2 orang anak manusia (ya iyalah anak manusia, masa anak monyet O.o) yang duduk bersebelahan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Mereka sepertinya tengah berkutat dengan pikiran mereka masing-masing. Ini terlihat dari raut wajah keduanya yang begitu menampakkan keseriusan.
"Sasuke..." panggil Sakura mencoba memecah keheningan.
"Hn." jawab Sasuke singkat sambil masih fokus menyetir dan memperhatikan lalu lintas jalan raya Konoha yang memang bisa dibilang sangat padat.
"Ehm, ano..." Sakura meremas ujung roknya karena gugup.
"Hn, kenapa?"
"A...Apa maksud ucapanmu tadi pagi itu? A...Aku benar-benar tak mengerti." Sakura menundukkan kepala pinknya dan tak berani menatap pria tampan disebelahnya. Jujur, saat ini dia merasa malu mengungkit kembali perkataan Sasuke padanya tadi pagi yang sudah sukses membuatnya berblushing ria.
"Perkataanku yang mana?" tanya Sasuke balik yang membuat Sakura bertambah malu karena harus menguraikan kata demi kata ucapan Sasuke.
'Uh, Sasuke benar-benar menyebalkan! Kenapa dia justru bertanya balik padaku soal perkataannya tadi pagi? Aku kan jadi malu. Dasar!' kata Sakura dalam hati sambil terus merutuki kebodohannya.
"Sakura, perkataanku yang mana yang kau maksud? Kenapa kau malah diam, hm?" Sasuke mengulangi kembali pertanyaannya dengan melirik sekilas pada Sakura yang terlihat sedang gugup.
"Ah, ma...maaf. Aku tadi sedikit melamun. Maksudku adalah perkataanmu tadi pagi yang mengatakan kalau kau akan melakukan apapun untukku. Itu apa maksudnya?"
"Tidak ada maksud apapun. Memang kenapa? Apa ada yang salah jika aku mengatakan hal itu? Kau kan istriku." kata Sasuke tanpa sadar yang langsung membuat Sakura tersentak.
"Aku istrimu? Maksudmu apa?"
Sasuke yang menyadari ucapannya pun kelihatan sangat gugup dan menjadi salah tingkah. Sekarang dia harus segera memutar otaknya dan memikirkan sebuah jawaban yang tepat atas kecerobohan yang dia lakukan. Jawaban yang masuk akal dan tak membuat Sakura menjadi curiga.
"Ma...Maksudku tadi adalah karena kau adalah istri kakakku. Jadi apapun akan aku lakukan untukmu. Iya, begitulah maksudku tadi." jawab Sasuke dengan sebua tawa yang dipaksakan. Dan Sakura hanya menanggapinya dengan ber'oh' ria, meskipun sebenarnya dia masih bingung dengan jawaban yang dilontarkan oleh Sasuke.
Perusahaan Uchiha.
Seorang wanita cantik berambut biru berjalan dengan anggunnya melewati lorong sebuah kantor yang bisa dibilang cukup besar dan juga mewah. Langkah kaki jenjangnya kini berhenti tepat didepan sebuah meja bertuliskan 'sekretaris'.
"Aku ingin bertemu tuan Uchiha." katanya langsung tanpa basa-basi.
"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya, nona?" tanya sekretaris itu.
"Aku tak perlu membuat janji jika aku ingin bertemu dengannya. Katakan saja padaku, dia ada diruangannya atau tidak."
"Tuan Uchiha memang ada diruangannya, tapi anda harus membuat janji terlebih dahulu jika anda ingin bertemu dengan beliau. Tuan Uchiha sangat sibuk, nona. Jadi..."
BRAAAK! "Berani sekali kau melarangku bertemu dengannya! Kau itu hanyalah seorang sekretaris. Jadi jangan berani kau menghalang-halangiku untuk bertemu dengannya. Apa kau tidak tahu siapa aku, hah!" kata wanita itu kesal saat sebelumnya dia sempat menggebrak meja sekretaris.
"Maafkan saya, nona. Bukan maksud saya untuk menghalangi anda bertemu tuan Uchiha. Saya hanya menjalankan perintah saja untuk tidak sembarangan menerima tamu."
"Tamu sembarangan? Kau bilang aku tamu sembarangan? Dasar kurang ajar! Dengar dan ingat baik-baik ya, aku ini adalah kekasih tuan Uchiha. Dan aku punya hak untuk menemuinya kapanpun aku mau. Jadi kau jangan pernah melarangku lagi jika tiba-tiba aku ingin bertemu dengannya. Camkan itu!" kata wanita itu panjang lebar dan segera menerobos masuk begitu saja ke ruang kerja yang pintunya bercat silver. Tanpa mengindahkan sedikit pun sang sekretaris yang berusaha keras mencegahnya masuk.
"Nona, tolong jangan seperti ini. Anda tidak bisa masuk begitu saja." Sekretaris itu mencoba menarik tangan sang wanita berambut biru, namun langsung ditepisnya dengan mudah.
"Lepaskan! Aku ingin bertemu dengan tuan Uchiha."
"Tapi nona..."
"Ada apa ini! Kenapa ribut sekali!"
"Ma...Maafkan saya, Direktur. Bukan maksud saya untuk mengganggu pekerjaan anda. Hanya saja nona ini memaksa menerobos masuk ke ruangan anda. Saya sudah berusaha mencegahnya, tapi nona ini tidak mau dengar." Sekretaris itu nampak begitu ketakutan dan tak berani menatap wajah atasannya.
"Nona siapa yang kau maksud? Siapa dia?" Itachi mengamati wanita berambut biru itu dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan mata onyxnya.
"Aku. Apa kau lupa padaku, Itachi?" Wanita berambut biru itu pun mendekati Itachi dan melepas kacamata hitamnya. Tanpa ragu dan penuh kePDan, dia pun mengibaskan rambut biru panjangnya yang untung saja bebas kutu bak model iklan shampoo di TV. Yang dia yakini akan langsung membuat Itachi segera mengingat dan mengenalinya.
"Konan!"
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Setelah selesai dengan acara belanja mereka (Sebenarnya bukan mereka, karena yang asyik belanja hanya Sakura. Sedangkan Sasuke hanya jadi penunggu setia) Sakura dan Sasuke memutuskan untuk mampir sebentar ke sebuah restoran yang tak jauh dari butik langganan Sakura.
Mereka berdua memilih untuk duduk didekat kaca yang bisa memperlihatkan hampir secara keseluruhan suasana kota Konoha pada siang hari. Mengingat restoran ini letaknya memang sangat strategis di pusat kota.
Restoran mewah ini adalah tempat yang dulu sering dikunjungi Sasuke dan Sakura saat mereka masih berpacaran dulu hingga sampai mereka menikah. Dan restoran ini juga menjadi salah satu tempat favorit Sakura, selain taman dan pantai tentunya. Tapi itu dulu, sebelum Sakura mengidap amnesia.
Suasana di restoran yang bernama 'Aloha' ini memang masih sama seperti beberapa tahun lalu. Yang berbeda hanyalah perasaan Sasuke saja ketika dirinya mengajak Sakura ke restoran ini.
Dulu setiap dia mengajak Sakura ke restoran ini, ada rasa bahagia dan kepuasan tersendiri dalam diri Sasuke. Rasa puas setiap melihat wajah cantik bidadari pinknya itu yang selalu saja ceria dan tersenyum jika datang kemari.
Dan Sasuke ingat betul bahwa setiap dirinya dan Sakura berkunjung ke restoran 'Aloha', istrinya itu selalu saja memesan steak ikan tuna dan strawberry milkshake yang menjadi menu favorit Sakura sekaligus menjadi menu andalan dari restoran bergaya Inggris ini.
Dan asal kalian tahu saja, Sakura bahkan bisa menghabiskan 3 porsi steak ikan tuna dan 2 gelas strawberry milkshake sekaligus. Yang membuat Sasuke hanya bisa melongo dan berkata dalam hati 'amazing, fantastis, dan bombastis' secara berkali-kali. Dan itu cukup membuat bibir Sasuke menyunggingkan sebuah senyuman jika pria raven itu kembali mengingat masa-masa itu.
"He...he...he..." Sasuke tertawa sendiri tanpa sebab yang jelas, yang membuat Sakura yang duduk didepannya menjadi sedikit cemas dan ketakutan.
'Lho kok, Sasuke tertawa sendiri? Apa yang lucu? Perasaan, tidak ada kejadian lucu apapun yang kami alami. Jadi kenapa tiba-tiba dia tertawa? Jangan-jangan Sasuke punya penyakit gila yang sering kumat. Ini benar-benar gawat!' kata Sakura dalam hati masih sambil memperhatikan Sasuke yang masih tertawa gaje.
"Sasuke..."
"He...he...he...ya? Ada apa?"
"A...Apa kau tidak apa-apa?"
"He...he...he...tentu saja. Memang kenapa?"
"Tidak, bukan apa-apa. Hanya saja aku agak bingung. Kenapa kau tiba-tiba tertawa?"
Sasuke yang mulai bisa mencerna pertanyaan Sakura pun akhirnya berhenti tertawa dan kembali bersikap cool seperti biasanya. Apalagi setelah tadi indera pendengarannya sayup-sayup mendengar bisikan pengunjung restoran lain berupa kata-kata 'Sungguh sayang, tampan-tampan tapi sinting' yang langsung membuat Sasuke sweatdroped ditempat.
"Ehem, maaf. Aku tidak apa-apa, Sakura. Jadi kau tak perlu mencemaskanku."
"Tapi kenapa tadi kau tertawa sendiri? Apa ada yang lucu?"
"Ah, itu. I...Itu karena aku tiba-tiba teringat dengan salah satu teman kuliahku di Konoha University dulu. Dia orangnya sangat lucu. Jadi setiap aku ingat padanya, aku selalu tertawa. Begitulah..."
"Ooo...begitu. Aku pikir tadi kau kenapa. Untung saja kalau begitu."
"Untung? Untung kenapa?"
"Untung karena kau masih waras dan tidak gila." jawab Sakura innocent yang membuat Sasuke cengo seketika. Karena dirinya yang dinobatkan menjadi pria tertampan seKonoha dan hampir sedunia, dibilang gila.
'Untung saja dia itu istriku. Kalau tidak, dia pasti sudah aku jadikan dodol strawberry' umpat Sasuke dalam hati dan akhirnya tersenyum dengan terpaksa.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
"Kapan kau kembali dari Paris?" tanya Itachi kemudian menyeruput sedikit kopinya.
"Kemarin siang tepatnya." Konan melipat tangannya ke dada dan menyadarkan tubuhnya disofa. "Bagaimana kabar Sasuke? Apa dia baik, hm?"
"Hn, dia sangat baik. Dia masih sibuk mengurusi perusahaan Sharingan."
"Begitu ya, lalu bagaimana kabar dia? Wanita gulali itu."
"Dia bukan wanita gulali, Konan. Dia punya nama. Namanya Uchiha Sakura. Dan aku kira kau juga tahu itu kan?"
"Ya...ya...aku tahu, Itachi. Aku tadi hanya bercanda saja. Janganlah kau anggap serius seperti itu."
Itachi memutar bola matanya bosan dan kembali menyeruput kopinya yang masih tersisa setengah cangkir. "Aku tidak tahu kalau urusanmu sebagai model di Paris sudah selesai? Jangan bilang kau sudah pensiun?" Itachi tersenyum menyindir pada wanita didepannya yang langsung disambut dengan deathglare andalan.
"Huh, lucu sekali pertanyaanmu itu. Tapi sayang aku belum pensiun menjadi model. Maaf membuatmu kecewa, tuan Uchiha." Konan tak kalah ketus.
"Hn, baguslah kalau begitu. Itu berarti kau masih laku, nona Konan." Itachi kembali menyindir.
'Dasar Itachi! Berani-beraninya dia menganggapku tidak laku. Padahal aku ini kan model paling laris di Paris. Untung saja yang mengataiku itu pria tampan macam dia. Kalau tidak, dia pasti sudah aku jadikan origami.'
"Lalu apa tujuanmu kembali ke Konoha?"
"Menyelesaikan urusan kita."
"Urusan kita? Maksudmu?"
"Kita lanjutkan kembali hubungan kita yang tertunda. Dan aku rasa kau pasti masih ingat betul kalau kita berdua belum putus. Iya kan, Itachi-kun?" tanya Konan dibuat semanis dan secentil mungkin, yang membuat Itachi bukannya tergoda tapi justru malah membuatnya ingin muntah.
"Tapi bukannya kau sudah memutuskan aku saat kau akan pergi ke Paris 3 tahun yang lalu?"
"Aku tidak pernah memutuskanmu, Itachi. Waktu itu aku hanya pergi sebentar saja untuk mengejar cita-citaku sebagai model. Tapi kini aku kembali lagi untukmu, sayang. Jadi, kau mau melanjutkan hubungan kita lagi kan?"
Itachi POV.
Aduh, bagaimana ini? Aku harus menjawab apa? Saat ini aku benar-benar merasa bingung. Terus terang saja, perasaan cinta dan sayangku pada Konan sudah banyak berkurang. Atau singkatnya aku mulai tak merasakan perasaan apapun padanya. Dulu aku akui memang Konan adalah wanita yang sangat aku cintai dan mampu membuatku tergila-gila. Bahkan demi dia, apapun rela aku lakukan asalkan dia terus bisa berada disisiku.
Tapi semenjak dia memutuskan meninggalkanku dan lebih memilih karier dan ketenarannya 3 tahun yang lalu, semuanya berubah. Rasa cinta dan sayangku padanya tiba-tiba saja seperti terkikis sedikit demi sedikit dan berangsur mulai menghilang. Bahkan serasa lenyap begitu saja. Dan ini mungkin terjadi karena aku sangat kecewa dan sakit hati atas sikap dan perlakuannya padaku. Dia tega meninggalkan diriku begitu saja tanpa mempedulikan perasaanku saat itu. Dan meski aku sudah memohon padanya hingga merendahkan diriku sebagai seorang Uchiha, tetap saja dia pergi meninggalkanku dan tak pernah sedikit pun memberi kabar. Hingga aku menganggap bahwa dirinya sudah melupakanku dan mungkin saja dia telah mendapat seorang kekasih baru.
Tapi rupanya takdir sedang ingin bermain denganku kali ini. Terbukti disaat aku sudah bisa melupakan Konan, tiba-tiba saja sekarang dia muncul kembali dihadapanku dan mengatakan bahwa dia ingin meneruskan hubungan kami yang 'tertunda'. Hah, yang benar saja? Ini benar-benar konyol dan sangat tidak masuk akal.
Dia yang meninggalkanku begitu saja, sekarang kembali lagi dan memintaku untuk kembali menjadi kekasihnya. Dan dia meminta agar aku setuju dengan keinginannya itu. Lalu sekarang aku harus menjawab apa?
Jika aku katakan kalau aku menolaknya, aku yakin 100% dia tetap tak akan peduli akan hal itu. Dan masih bersikeras untuk melanjutkan hubungan cinta kami berdua. Tapi jika aku bilang aku setuju, itu hanya akan semakin memperumit masalah ini. Terlebih lagi sekarang aku harus bertanggungjawab pada Sakura dan masih berpura-pura menjadi suaminya. Dan tak mungkin meninggalkan Sakura begitu saja untuk kembali bersama Konan. Itu pasti akan membuat Sakura sangat sedih dan terluka.
Tapi jika aku jujur dan mengatakan kebohongan yang aku lakukan ini pada Konan, dia pasti akan marah besar dan tak menutup kemungkinan Konan akan melaukan hal buruk pada Sakura. Mengingat aku tahu benar bagaimana karakteristiknya. Jadi sekarang, aku harus bagaimana? Apa yang sebaiknya aku lakukan? Demi Tuhan, aku ingin siapa pun dapat menolongku dari situasi ini. Siapa pun...
"Itachi, kau mendengar pertanyaanku tadi kan?" Konan mengejutkanku dan menyadarkanku dari lamunan.
"Ah, ya. Tentu saja aku mendengarnya."
"Lalu, apa jawabanmu? Kau mau kembali menjalin hubungan denganku kan?"
"Itu...aku butuh waktu untuk berpikir."
"Kenapa begitu? Kenapa kau harus memikirkannya lagi? Apa kau sudah punya kekasih baru, hah!" Konan meminta penjelasan dariku dan terlihat wajahnya begitu menyeramkan. Hingga membuatku harus menelan ludah berkali-kali.
"Te...tentu saja tidak. Aku tidak punya kekasih baru. Sungguh..."
"Lalu, kenapa kau meminta waktu lagi untuk berpikir?"
"Ya, karena aku pikir itu yang terbaik. Maksudku, kita kan sudah lama tak bertemu ataupun berkomunikasi selama kurang lebih 3 tahun. Jadi dengan kita mengambil waktu untuk berpikir, aku rasa itu bisa menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kita lagi. Benar kan?" Aku berusaha meyakinkan Konan agar dia menyetujui usulanku ini. Dan sepertinya aku berhasil. Ini terbukti dari wajahnya yang terlihat sedang menimbang dan berpikir sesuatu.
"Yah, baiklah. Aku setuju. Aku rasa tak ada buruknya juga mengambil waktu untuk memikirkan kembali hubungan kita. Toh aku yakin kalau kau masih sangat mencintaiku dan masih ingin menjadi kekasihku. Iya kan Itachi, sayang?"
"Ah, i...iya. Te...tentu saja. He...he...he..." jawabku gugup sambil tersenyum bodoh.
Normal POV.
"Ehm, tapi nanti malam aku boleh datang ke rumahmu kan?"
"Jangan!" teriak Itachi tiba-tiba yang membuat Konan menatapnya heran.
"Jangan? Memang kenapa?"
"Nanti malam aku ada acara. Kucing tetanggaku melahirkan dan majikannya membuat pesta perayaan besar-besaran. Jadi aku harus menghadiri acara tersebut sebagai penghormatan. Begitulah..."
"Aneh sekali, masa hanya kucing melahirkan dibuat pesta perayaan segala. Benar-benar tak masuk akal."
"Kucing tetanggaku itu sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Jadi wajar kalau dibuat pesta untuk menyambut kelahiran anak kucingnya."
"Begitu ya. Ehm, kalau begitu aku ke rumahmu besok siang saja ya?"
"Tidak bisa juga. Besok aku ada rapat dengan klien dari Indonesia. Dan aku akan super sibuk besok."
"Uh, menyebalkan! Nanti malam tidak bisa, besok juga tidak bisa. Lalu kapan aku bisa ke rumahmu, hm?" Konan melipat tangannya di dada dan mengerucutkan bibirnya kesal. Itachi pun segera memutar otaknya cepat. Dia harus segera menemukan cara yang tepat agar Konan menunda kunjungannya ke kediaman Uchiha dan bertemu dengan Sakura.
Karena Itachi sangat yakin 100% bahkan yakin 1000% nanti pasti akan terjadi perang dunia ketiga, jika sampai Sakura dan Konan bertemu. Mengingat mereka berdua dari jaman Fir'aun hidup sampai sekarang tidak pernah bisa akur. Apalagi jika nantinya Konan tahu kebohongan mengenai diri Itachi yang berpura-pura menjadi suami Sakura. Itu adalah suatu 'kegawatan' yang luar biasa.
"Itachi, kau dengar aku kan? Lalu kapan aku bisa ke rumahmu?"
"Ehm, jika aku ada waktu kosong, aku akan mengabarimu. Dan kau bisa berkunjung ke rumahku. Bagaimana?"
"Tapi kapan ada waktu kosongnya? Perasaan kau sibuk terus tuh. Menyebalkan!"
"He...he...he...maaf dech. Tapi kau jangan khawatir, jika aku ada waktu kosong aku pasti akan segera mengabarimu secara kilat bin expres."
"Janji?"
"Aku janji."
"Betul kau tak akan bohong?"
"Betul...betul...betul..." jawab Itachi ala Upin-Ipin.
"Baiklah, aku percaya padamu." kata Konan akhirnya yang langsung membuat Itachi lega dan terhindar dari masalah besar.
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXO
Sakura POV.
Saat ini aku berada dikamar tidurku dan tengah berdiri tepat didepan kaca besar yang sengaja diletakkan disamping ranjang king sizeku. Sudah hampir 15 menit aku berkutat dengan kegiatanku didepan kaca besar ini. Memutar tubuhku kekanan dan kekiri dan mencoba sedikit bergaya bagaikan seorang model.
Ini aku lakukan bukan karena aku ini seorang wanita gila, tidak punya kerjaan ataupun karena aku terkena sindrom narsis tingkat tinggi. Karena ini semua aku lakukan untuk memastikan bahwa diriku benar-benar sudah sempurna untuk menyambut suamiku tercinta, Uchiha Itachi, pulang dari kantornya. Dan berniat untuk memamerkan tubuh seputih porselenku yang kini dibalut sebuah gaun tidur tipis berwarna merah maroon dengan panjang 10 cm diatas lutut. Aku sangat berharap bahwa Itachi akan senang melihat penampilanku malam ini dan menjadikan malam ini adalah malam yang indah untuk kami berdua.
"Sakura-chan, aku pulang..."
Aku mendengar suara Itachi dari luar kamar tidurku, dan sepertinya dia baru saja pulang dari kantor. Dan ini adalah saat yang tepat untuk memberi Itachi kejutan dengan penampilan sexy ku malam ini. Dan semoga rencanaku ini berjalan lancar.
Normal POV.
"Sakura-chan, aku pulang...Kau ada dikamar ya?" Itachi mulai memasuki kamar tidurnya dan mencoba mencari keberadaan sosok Sakura.
"Sakura-chan..." panggilnya lagi, namun belum ada jawaban juga dari Sakura.
"Sakura-chan, aku pul-" kata-kata Itachi langsung terpotong seketika dan bola matanya membulat sempurna ketika tiba-tiba indera penglihatannya menangkap sosok wanita pink berdiri dihadapannya dengan penampilan yang bukan hanya 'WOW' tapi sangat sexy. Penampilan sexy dan menggoda iman ala Uchiha Sakura.
"Hai Itachi-kun, kau sudah pulang?" Sakura mulai mendekati Itachi dan mulai bergaya dengan sexy.
"Y...Ya, aku sudah pulang. Se...seperti yang kau lihat sendiri." kata Itachi gugup dan menelan ludahnya.
"Apa kau lelah, hm?"
"Lu...Lumayan. Ta...Tapi kenapa kau berpenampilan seperti ini, Sakura-chan? A...Apa yang terjadi?"
"Tidak ada yang terjadi, Itachi-kun. Hanya saja aku ingin segera mewujudkan keinginanku."
"Keinginanmu? Ke...Keinginan apa ?"
"Ayo kita buat Uchiha kecil."
TBC
