Time Traveling
Himawaarii Nara
Cast :
Himawari Uzumaki
Shikadai Nara
Boruto Uzumaki
No flame!
Enjoy
•
Time traveling
Naruto maupun Hinata masih bingung dengan gadis di depan mereka ini
" bagaimana ya aku menjelaskan nya aduhh "
Himawari menggaruk pipi kirinya yang tidak gatal
" umh kalian itu orang tua ku "
Kalimat polos yang keluar dari bibir Himawari sukses membuat kedua manusia di ruangan itu terkejut
" eh! tu-tunggu dulu, kami bahkan baru berpacaran "
Naruto menggeleng tada menolak, bagaimana bisa gadis asing seperti Himawari datang dan mengatakan bahwa Ia anak mereka
" Kakashi sensei ? "
Hinata menatap Kakashi sejenak, berharap ini bukan lelucon atau apa pun yang baginya ini tidak lah sebuah candaan
" Hinata, Naruto, gadis ini tidak berbohong, dia.. "
Era Hokage 7
Boruto dan Shikadai tampak duduk di ruang tamu rumah Naruto, pembicaraan yang cukup panjang tadi jelas membuat kedua nya menjadi tampak tenang
" Jadi? kau bisa membawa kita ke masa depan? "
" ya, dengan kolaborasi Cakra Nara dan Cakra Hyuga "
" Aku mengerti, mengapa tidak kita lakukan sekarang? "
Shikadai menatap Boruto kaget, sambil menunjuk lantai rumah Boruto
" sekarang? disini? "
Boruto menganggu mantap, tentu saja bagi Boruto lebih cepat lebih baik
" tentu saja "
Shikamaru sudah sampai di rumah nya, Shikamaru dapat melihat terdapat sapatu ibunya di dalam, hanya saja sepatu Shikadai tidak ada
" Ibu? kau disini? "
Yoshino menatap kearah Shikamaru, ada jeda beberapa saat hingga akhirnya Yoshino membalas pertanyaan Shikamaru
" Hm, Ibu dari tadi disini "
Shikamaru hanya menganggu dan mencari keberadaan Shikadai, namun sepertinya Shikadai memang benar - benar tidak di rumah
" Ibu? boleh aku berbicara? "
Yoshino mengangguk, Wanita yabg usianya itu sudah lebih dari setengah abad itu berharap anaknya tidaj bertanya tentang gulungan itu
" Bu, aku ingin mengambil gulungan jutsu Ruang dan waktu milik keluarga Nara, aku yakin ibu tau dimana ayah meletakannya "
Yoshino seakan kehabisan oksigen, Yoshino beberapa kali memperbaiki posisi duduknya, ia yakin sekali Shikamaru menyadari posisinya yang sudah tidak nyaman itu
" Ibu? "
Shikamaru menatap ibunya itu curiga, seakan menyembunyikan sesuatu, shikamaru sangat mengerti ibunya
" Ya? Oh gulungan itu, aduh dimana ya.. "
Yoshino berpura - pura melupakan gulungan itu, kakinya dan tangganya mendingin, bibirnya pun sudah tidak nyaman untuk berbiacara
" Ibu? apa ada yang kau sembunyikan? "
Yoshino diam sesaat lalu membuang wajah nya ke arah lain , ia harus mengatakannya
" Aku memberikan nya kepada Shikadai "
" Maksut ibu? "
Yoshino menarik nafas nya sekali lagi, ia yakin anaknya dapat mengerti dan mencerna kalimat dari dirinya tadi
" Ibu memberikan pada Shikadai "
Tubuh Shikamaru menengang, apa yang ibunya pikirkan, mengapa memberikan kepada Shikadai, yang Shikamaru Yoshino tau bahwa Shikadai belum pantas melakukan Jutsu ruang dan waktu
" Mengapa ibu berikan?! "
Suara Shikamaru meninggi
" Karna aku tau kalau kau tidak akan mengizinkan Shikadai menyelamatkan Himawari ! "
" Tapi Shikadai masih terlalu muda untuk bermain - main dengan jutsu tersebut, IBU! "
Shikamaru sangat marah, suaranya meninggi, ini kali pertamanya Shikamaru bertengkar sehebat ini kepada ibunya
Sreet
Shikamari dan Yoshino memandang kearah pintu, sosok yang sedari tadi menjadi perbincangan telah berada di ruangan
" Dimana gulungan itu?! "
Shikamaru berjalan kearah Shikadai, namun Shikadai seketika berlari keluar, ia tidak akan menyerahkan nya, ia akan menyelamatkan Himawari apa pun caranya
Hinata dan Naruto serta beberapa Shinobi yang mengikuti rapat terbeut cukup gelisa, mereka menunggu Shikamaru yang tak kunjung kembali dari tadi
" Bagaimana kalau kita menyusul saja, Hokage - Sama? "
Sasuke memandang Naruto, sebenarnya dari tadi Naruto memikirkan itu.
Maka orang - orang yang berada di ruangan tersebut berjalan keluar menuju kediaman Nara
Shikadai bersembunyi, namun Shikamaru lebih cerdas , maka sedari tadi Shikadai hanya menghabiskan waktu dan tenaga nya hanya untuk bersembunyi
" Hosh hosh.. "
Wajah dan tubuh Shikadai sudah di lumuri oleh keringat yang tak henti - hentinya mengalir, namun wajah Shikadai menunjukan Ekspresi terkejut
" Shikadai? "
" Hokage - Sama? "
Shikadai bertemu dengan Naruto dan beberapa rekan nya Naruto, Shikadai ingin saja lari, tapi kaki nya sudah kesemutan, ia sudah sangat lelah
Tak berapa lama Shikamaru samapi di tempat Naruto, Hinata dan lainnya dan tentu saja Shikadai juga disana
" Naruto, Gulungan tersebut ada sdi Shikadai "
Shikadai menyembunyikan gulungannya, ia melangkah berusaha menjauh dari mereka, Namun dengan cepat Naruto memakai kagebunshin nya
" Shikadai, berikan kepada Hokage - Sama "
Shikamaru bertitah , Shikadai tak ingin melawan siapa pun disini hanya saja baginya menolong Himawari adalah prioritasnya
" Hentikan! "
Dari atas terdengar suara seseorang berteriak, dengan rambut kuningnya Boruto mendarat dengan sempurna
"Ayah! aku dan Shikadai akan menolong Himawari! "
Sambil bergebu - gebu tanggan Boruto ia letakan tanggannya di dadanya dengan deretan giginya
" Boruto! kau itu baru jounin, belum berpengalaman, lebih baik Ninja senior seperti Shikamaru atau Sai saja yang melakukan ini "
Naruto memandang anak lelakinya itu, ia yakin sekali bahwa Boruto tidak akan semuda itu menuruti perintahnya
" Ayah! hi.. "
Boruto terhenti berbicara saat melihat posisi Shikadai yang lama - lama berposisi sujud, sambil menempelkan kepalanya ke tanah, Shikadai memohon dengan sungguh - sungguh
" Hokage - sama, Aku mohon.. aku mohon "
" Tapi shikadai, kau belum.. "
" Aku memohon kepada mu Hokage - sama, bahkan jika aku harus menukar nyawa ku untuk Himawari, akan ku lakukan , jadi ku mohon.. "
Hanya kalimat mohon dan mohon yang keluar dari bibir Shikadai, Hinata sudah tak kuasa menaha air mata nya, Bahu Shikadai yang kokoh bergetar habat
" Aku mohon.. "
Naruto masih diam seribu bahasa, lalu memandang ke arah Shikamaru sesaat, Shikamari hanya memilih diam dan memandang lelaki yang sangat mirip Shikamaru itu, tampa memberi jawaban
Era Hokage 6
" APA? MASA DEPAN?! "
" Tenanglah Naruto kun "
Hinata tampak menenangkan Naruto sejenak, lalu memandang Himawari sesaat
' Kumis dan wajah nya mirip Naruto kun, tapi rambutnya itu, indigo seperti ku '
Hinata berguma dalam hatinya, dari segi fisik Himawari memang benar - benar percampuran antara Hinata dan Naruto
" Aku percaya kok "
Semua mata kembali berfokus pada Hinata
" Dari segi fisik dia sangat mirip dengan ku dan Naruto kun, tapi sepertinya Sifat mu lebih mendominasi ke Naruto kun ya "
Hinata tersenyum lembut , Naruto seakan ada yang bermain di perut nya, walau ia tau Hinata tersenyum ke gadis yang di sebut Himawari itu, namun tak bisa di pungkiri bahwa senyum Hinata sangat mempesona, Sedangkan Himawari terdiam sejenak, bahkan sifat ibunya tidak perna berubah tetap ramah dan anggun
" Hmm iya, ibu "
Himawari menggaruk pipinya yang bersemu malu
" Karna usia kita yang hanya berselisi sedikit, kau bisa memanggil ku Hinata dan Naruto saja ya, Himawari? "
Himawari mengeleng cepat, ia tak begitu berminat untuk soal panggilannya ke Naruto maupun Hinata di Konoha zaman ini
" Tidak mau ya? "
" Rasanya aneh bu "
Hinata menunduk sedikit bertanda mengerti
" Baiklah, Hinata boleh aku memintah tolong pada mu? "
Kakashi memandang Hinata sejenak, 3 pasang mata tersebut pun menoleh ke arah Kakashi
" Himawari, dia boleh kan ku titip kan di tempat mu dulu? "
Hinata , Naruto dan Himawari pun saling bertukar pandang sejenak, walau Himawari adalah Hinata dan Naruto tapi tidak mungkin kan ia tidur bersama Naruto
" Ba-baikla Hokage- sama "
" Benarkah?! "
Himawari berbinar - binar , Hinata pun mengangguk kepalanya mantap
" Tentu saja! "
Naruto memalingkan wajahnya ke arah yang berbeda
' aku kan juga mau tidur sama Hinata chan '
Himawari sudah berada di sebuah ruangan istirahat khusus tamu di rumah Hinata
" Baiklah, kau boleh istirahat Himawari "
Hinata berdiri dan bergegas meninggalkan Himawari, serta menunggalakan beberapa baju milik Hinata
" I-ibu "
Hinata membalikan tubuhnya, walau ia tahu panggilan itu sangat asing di telingannya, tapi ia tahu Himawari memanggilnya
" ya? "
" Mau tidur bersama ku malam ini? "
Era Hokage 7
Shikadai masih berlutut di atas permukaan bumi , Naruto masih tetap bungkam
" Shikamaru dan Sai akan lebih baik "
" Tapi ini harus berkolaborasi dengan cakra Hyuga ayah "
Shikamaru maupun bergantian saling memandang
" Baiklah , tegakan badan mu "
Shikadai bangkit , namun masih duduk berlutut di tanah Konoha itu
" Ada satu syarat "
" Apa itu Hokage sama? "
" bawa Himawari pulang, dengan selamat! "
Shikadai tersenyum disudut bibirnya dengan kepercayaan dirinya
" Pasti! "
Lingkaran dengan bintang di tengah nya, Terdapat Boruto dan Shikadai di pusaran tersebut, Shikadai sesegera mungkin membuka gulungan nya, lalu membentangkan, lalu Boruto maupun Shikadai menggigit ujung jari jempolnya, hingga mengeluarkan darah, darah tersebut di teteskan ke gulungan tersebut.
Naruto maupun yanglainnya melihat dari kejauhan , perlahan - lahan cahaya putih di beberapa cela dari segel tersebut
" Ini saat nya "
Shikadai hanya mengangguk sesaat, lalu cahaya putih tersebut melenyapkan mereka
TBC
wkwkwkwk sepertinya chapter ini sangat - sangat ambigu kekekeke~
Terimakasih untuk semua pembaca yang sudah setia menunggu, aku menyangi kaliaaan hehe
dan untuk Ein mikara , Happy Wedding to youuuu~ suksesss!
tunggu Chapter berikutanyaa yaaaa~
udah panjang kan chapternya hehehw, doakan terusyaaa
ps : doakan aku ujian mid semester ini~
