Infigilate From Hell
.
The true lord of hell
.
.
Sehun ~ Luhan
.
Fantasy, Romance, fluffy, hurt
YAOI
Soundtrack (Luhan - 勋章 /Medals)
.
.
.
© Ell
.
.
Mereka diam pada posisi masing-masing. Tidak seorangpun dari mereka berniat bergerak. Lebih tepatnya bagi pangeran khayangan mengingat ia tidak bisa berbuat seenaknya diwilayah kekuasaan, tanah kelahiran pangeran kegelapan. Salah bergerak, ia bisa terbakar api neraka.
Sehun sendiri diam dengan tatapan tajam yang sedari tadi mengarah pada kedua tangan pangeran khayangan yang berada dilipatan kedua kaki Luhan dan bawah lehernya. Senakal-nakalnya kelakuannya, ia belum mau berurusan dengan putra penguasa khayangan, tapi, jika orang khayangan itu sendiri yang mendatangi kediamannya itu cerita yang berbeda
"pertama, sebagai sopan santun yang selalu dijunjung tinggi oleh penghuni khayangan. Bolehkah saya bertanya…" Sehun menggantungkan ucapannya sedikit geli untuk mengucapkan kalimat selanjutnya. "yang mulia Kris calon penguasa khayangan?" Sehun tidak ingin mengucapkannya namun bagaimanapun, ia harus bersikap sopan terhadap orang yang kedudukannya sama dengannya, apa lagi Kris lebih tua beberapa ratus tahun darinya.
Kris sendiri hanya menganggukkan kepala seraya berkata "apa kiranya yang membuat sang aggung dari neraka ini begitu penasaran? Silahkan." Sehun menggertakan rahangnya, ia benar-benar tidak menyukai orang-orang khayangan, khususnya dilingkungan kaisar langit. Seperti salah satu yang ada dihadapannya ini. Karna Sehun tidak bisa membaca mereka.
"apa kiranya yang membawa anda berkunjung kemari?" ia melirik Kris sebelum beralih menatap Luhan yang masih terbaring lemas tak berdaya dipelukan lelaki itu. "apa anda tidak diberitau jika membawa pergi pendosa yang sudah menjadi penghuni neraka adalah sebuah pelanggaran keras didunia bawah?" benar, Sehun harus melakukan sesuatu untuk mencegah Kris membawa Luhan dengan alasan apapun, walaupun Sehun tau Luhan bukanlah salah satu pendosa. Itu hanya alasan. Dan tentu saja Sehun tau Kris masuk kesini tanpa izin dari siapapun.
Kris mengangkat sebelah alisnya kearah Sehun sebelum beralih menatap wajah Luhan yang terus mengeryit tidak tenang. Ia lalu kembali menatap Sehun
"yang terlihat darinya adalah bersih dan suci. Satu-satunya yang bercahaya didalam neraka ini selain api. Aku tidak melihat jiwa seorang pendosa dalam dirinya." Kris tersenyum tipis dimana hal itu terlihat seperti senyum merehkan dimata Sehun. "disini bukanlah tempat seharusnya ia berada. Jadi, bisakah yang agung membiarkan saya membawanya pergi tanpa kendala apapun?" walaupun Kris bermaksud dengan niat yang baik, tapi bagi Sehun, Kris terdengar seperti memancing kemarahannya yang sedari tadi sudah ingin meledak.
"apa anda tidak belajar peraturan yang ada dineraka?" ia menyeringai namun Kris tidak terpengaruh sama sekali. "mahkluk hidup atau mati yang terjebak dalam neraka, berdosa atapun suci tidak akan bisa keluar dari sini dalam keadaan apapun." Ujar Sehun penuh tekanan. Kris hanya mengangguk-angguk seolah meremehkannya dan itu semakin memancing kemarahan Sehun
"jika yang agung berbicara soal peraturan, bolehkah saya mengoreksi sedikit?" ia tersenyum lagi sebelum melanjutkan kata-katanya. "saya hanya mencoba menyelamatkan seseorang yang tidak sepantasnya berada disini dan saya tidak merasa melanggar aturan. Tapi, bagaimana dengan yang agung sendiri? Apa yang agung sudah mempelajari aturan dunia atas? Lantas, apa yang agung sudah belajar dari hukuman selama ini?"
Dengan tornadonya yang terus berputar, Sehun melangkah maju namun Kris sama sekali tak menghindarinya. Raut wajah sang pangeran kegelapan terlihat sangat murka dan itu pertanda bagi Kris agar lebih siap siaga.
"kau menyindirku?" ujarnya disertai erangan. Ia benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Bahkan ia tidak perduli untuk bicara sopan
"saya tidak bermaksud. Tapi, jika yang agung merasa seperti itu. Apa yang bisa saya lakukan?" Kris menyeringai. Ia merasa tidak perlu berbasa basi lagi. Ia sudah memancing seorang iblis
"baiklah." Sehun menghela napas. Ia coba bernegosisasi lagi secara baik-baik. "aku akan membiarkanmu pergi, tapi biarkan anak itu tinggal." Ujarnya lagi menunjuk Luhan. Namun, Kris hanya menggeleng membuatnya mengeram marah dan segera menuntun tornadonya kearah Kris berniat merebut Luhan sebelum ia membakar penghuni khayangan itu. Ia tidak mau Luhan ikut terbakar. Namun dengan gesit Kris menghindarinya dan terbang kearah yang berlawanan dengan Sehun.
Sehun dengan cepat menyadari hal itupun mengejar Kris disertai amukan api neraka yang terus menyalak menghalangi jalan Kris. Namun dengan gesit pula Kris menghindarinya dan Sehun semakin mengeram marah, ia tidak akan membiarkan Kris keluar membawa Luhan. Dan dengan kekuasaannya, ia menarik keluar para hellnd guard dimanapun mereka berada menghalangi jalan masuk neraka. Ia juga memanggil beberapa iblis yang ikut mengejar Kris yang sudah sangat terdesak. Sehun bisa saja melakukannya sendiri, ia bisa melakukan apapun yang ia mau terhadap Kris selama tidak ada Luhan digendongannya. Ia tidak mau kekuatannya sampai melukai Luhan.
Kris yang sudah semakin dekat jalan masuk neraka mengeluarkan pedangnya yang langsung bercahaya. Tanpa keraguan sedikitpun ia mengarahkan ujung pedangnya kearah kumpulan hellnd guard yang menghalangi pintu masuk neraka. Namun, sebelum itu terjadi, sesuatu menariknya dari belakang. Kris menoleh dan sebuah bayangan hitam melilit pergelangan kakinya hingga ia tidak bisa terbang lebih jauh. Sementara itu Sehun dibelakang sana menatapnya dalam diam dengan raut penuh kemenangan. Namun, hal itu tidak berlangsung lama saat Kris ikut tersenyum mengejek dan melempar Luhan kearah kerumunan hellnd guard yang kelaparan. Sehun melotot tidak percaya.
"TIDAK!" teriaknya lengah hingga melepas belenggunya dipergelangan kaki Kris. Ia lalu menyalak api kearah para hellnd guard sebelum Luhan jatuh kekerumunan itu. Para hellnd guard membubarkan diri lari ketakutan dan kesempatan itu digunakan Kris dengan cepat terbang kearah Luhan. Ia menangkap pemuda itu sebelum akhirnya terbang keatas dengan kecepatan penuh keluar dari neraka. Untuk menang, kau harus berfikir dengan cerdas. Kris sudah mengiranya, ia tau Sehun dengan mudah dapat mengalahkannya namun anak itu menahannya dan itu membuat Kris bertanya-tanya, tidak mungkin hanya demi satu warga neraka yang ada dalam gendongannya. Ia hanya mencoba peruntungan dengan melempar Luhan kekerumunan hellnd guard, ia tidak benar-benar akan membiarkan Luhan jadi santapan mereka. Namun, siapa sangka Sehun terpancing dengan hal itu.
Sehun yang gagal mencegat Kris pun mengeram marah. Ia berteriak dengan keras hingga kemurkaannya terdengar disetiap sudut neraka, mengguncang tanah neraka hingga teriakan warga neraka sahut menyahut disana sini karena panic dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Api-api saling menyalak tak beraturan membuat jeritan serta rauangan memilukan terdengar makin menjadi-jadi.
Sehun tidak perduli. Gambar akar yang tadinya hanya menjalar dari ujung matanya kini naik ke pelipisnya dan lingkar kelopak matanya mulai memerah saking murkanya.
.
Sementara itu, tidak hanya didalam neraka. Diatas sana, dikediaman penguasa alam bawah dimana keluarga Sehun tengah berkumpul juga terjadi guncangan hingga membuat semua orang bertanya-tanya tak terkecuali sang penguasa alam bawah.
Tak jauh berbeda, diatas permukaan bumi juga terjadi gempa disana sini hingga memancing naiknya air laut. Tidak hanya penguasa laut yang terheran-heran namun para dewa dan penguasa ikut bertanya-tanya.
Siapa sangka hanya kemarahan pangeran kegelapan namun bumi ikut menyuarakan kemarahannya. Lihat apa yang telah dilakukan oleh putra kedua kaisar langit.
Segala sesuatunya masih berguncang saat ayah Sehun, Nickhun turun kedalam neraka diikuti kakak-kakak lelaki Sehun guna mencari tau apa yang sebenarnya sudah terjadi. Mereka memang hidup abadi dengan jeritan dan raunagan memilukan penuh penyesalan namun tidak terdengar semengerikan saat ini ditelinga mereka.
Belum mencapai dasar neraka, mereka berhenti saat melihat kobaran api yang menyalak tak tentu arah seakaan ingin naik keatas dan membakar apapun yang ada diatas sana. Kakak-kakak Sehun, Jaehyun, Kyuhyun dan Chanyeol saling berpandangan.
Sementara Nickhun dengan kekuasaannya coba mengendalikan api itu namun tidak bisa. Hal itu membuat Nickhun serta kakak-kakak Sehun terperanga. Bagaimana bisa peliharaan ayah mereka itu tidak menurut pada pemiliknya?
Menyadari hal itu, Nichkun mengeram marah memerintah api-api itu agar tidak menghalangi mereka dan kali ini api-api itupun menyingkir memberi mereka jalan masuk neraka. Sesampainya didasar neraka, keadaan benar-benar kacau tak terkendali. Entah apa yang terjadi atau siapapun yang melakukan ini kakak-kakak Sehun benar-benar takjub. Mereka saja tidak bisa membuat keadaan semengerikan ini walaupun mereka memiliki hak masing-masing untuk mengendalikan neraka. Bahkan Kyuhyun yang merupakan keturunan penguasa alam bawah dan seorang iblis.
Nichkun dan kakak-kakak Sehun mengedarkan pandangan mereka kepenjuru neraka dan tidak menemukan satupun hellnd guard atau iblis yang berkeliaran. Sedangkan para pendosa yang mendapat hukuman kebanyakan hangus terbakar. Hingga beberapa saat kemudian mereka melihat pusaran api membentuk tornado raksasa dikejauhan. Mereka langsung tahu siapa dalang dari semua ini
Dengan geram, Nichkun menuju kesana diikuti ketiga putranya. Ia sudah berteriak marah dan berniat mengeluarkan ceramah yang diakhiri hukuman untuk putra bungsunya namun semua kata-kata itu hanya tertahan dalam benaknya saat melihat keadaan Sehun.
Sementara Jaehyun, Kyuhyun dan Chanyeol sendiri kembali mundur selangkah saat melihat adik mereka.
"Se-Sehun.." gumam ketiganya tidak percaya
Sementara yang disebut namanya hanya menyeringai sambil berkata. "apa seperti itu ucapan selamat datang seorang kakak pada adiknya?" ia lalu menatap Nichkun. "bagaimana ini ayah? Sepertinya mereka tidak menyukaiku." Ia membuat raut wajah sedih namun dengan cepat berubah seperti tengah memikirkan sesuatu. "ah, mungkin ayah juga tidak menyukaiku." Dan setelahnya ia tertawa terbahak-bahak. Namun terdengar lebih mengerikan dari suara apapun yang pernah mereka dengar.
"segelnya…." Gumam Chanyeol melihat garis-garis hitam yang mengintip dari dada, merambat keleher, pelipis kini naik kedahi Sehun dan Chanyeol dapat menyimpulkan sesuatu yang besar telah menanti.
.
.
.
.
Luhan terbangun merasakan sebuah guncangan yang tiba-tiba. Hanya sekali namun sangat kuat hingga membuatnya hampir saja jatiuh dari tempat tidur empuk yang tengah ia tempati. Ia mengerjab beberapa kali membiasakan diri dengan cahaya yang ada sebelum akhirnya terduduk tiba-tiba sepenuhnya sadar ia tidak tau sedang berada dimana.
Tempat itu begitu indah hingga ia mengira bahwa ia berada di surga. Dimana sebuat tempat tidur lembut layaknya kapas yang tengah ia tempati berada ditengah-tengah sebuah taman bunga nan hijau yang sangat indah. Ada banyak jenis bunga dan kupu-kupu membuat Luhan tidak tahan hanya berbaring ditempat tidur. Ia pun memilih turun menapakan kaki diatas rumput yang terasa sangat lembut memanjakan telapak kakinya lalu berjalan kearah bunga-bungan yang tersebar disekitarnya. Ia memetik dan menghirup wanginya lalu bergumam. Kupu-kupu ikut mendekati bunga yang tengah dipegangnya hingga membuatnya sedikit terkikik
"apa aku benar-benar disurga?" ujarnya cukup keras seraya memandangi kupu-kupu yang bertengger diatas bunga yang tengah digenggam olehnya
"tempat ini lebih dari surga." Sahut seseorang tiba-tiba membuat Luhan menoleh dan mendapati seorang pria dengan pakai serba putih yang terlihat bagus. Wajahnya juga sangat tampan sampai-sampai Luhan berfikir ia baru saja bertemu seorang pangeran. Namun, hal itu benar adanya, pangeran khayangan.
"disini kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, sedangkan disurga kau harus mengikuti aturan agar tidak dikeluarkan darisana." Ujarnya lagi
"si-siapa kau?" gagap Luhan saat Kris berjalan kearahnya membuat Luhan berjalan mundur dan saat jarak mereka tersisa 2 langkah, Kris menghentikan langkahnya. Ia lalu terkekeh sambil mencodongkan tubuhnya kearah Luhan
"aku? Aku Kris, orang yang menyelamatkanmu." Ujarnya dengan senyum yang membuat Luhan merona hingga memalingkan wajahnya kesegala arah asal tidak menatap pemuda didepannya ini. Mendengar ucapan pemuda itu membuat Luhan teringat peristiwa mengerikan yang ia alami dan itu membuatnya merinding. Ia lalu menatap pemuda dihadapannya penuh rasa terimakasih yang membuat Kris tersenyum makin lebar
"la-lalu, aku ada dimana? Dan… dan apa yang harus aku lakukan untuk membalasmu yang telah menolongku?" tanya Luhan penuh harap
Mendengar hal itu membuat Kris tersenyum makin lebar. Kini semua hal semakin mudah baginya. Siapa sangka, sebuah kebetulan yang tidak disengaja olehnya membuahkan hasil yang tak terkira. Kris tau Sehun lebih berhak atas Luhan karna anak itu yang menguru Luhan selama ini. Namun, sebuah awal berasal darinya jadi ia merasa lebih berhak atas Luhan. Kris sudah berbaik hati memberi Sehun kesempatan saat Luhan masih berada di bumi namun anak itu hanya menyia-nyiakannya dan saat Luhan dikorbankan, maka Luhan sudah menjadi hak Kris. Begitulah pikirnya
"mudah saja." Ujar Kris menegakkan tubuhnya. Luhan menatapnya dengan antusias dan itu sangat lucu dimata Kris. "kau hanya perlu terus berada disisiku. Apapun yang terjadi, kau harus selalu disampingku. Dan kau harus mengingatnya, dimanapun kau berada, aku adalah tempatmu kembali." Luhan mengeryit tidak mengerti namun akhirnya ia mengangguk sedikit kaku. Hal itu membuat Kris terkikik. "ingat Luhan, aku adalah rumahmu. Dimanapun kau berada dan apapun yang terjadi. Aku adalah tempatmu kembali." Luhan terdiam mencerna setiap kalimat yang diucapkan oleh Kris sebelum akhirnya mengangguk patuh membuat Kris tersenyum dan mengusap puncuk kepalanya
"dan soal ini dimana. Harusnya kau sudah bisa menyimpulkannya mengingat semua hal yang telah kau alami." Luhan menautkan kedua alis tidak mengerti. "yang jelas, tempat ini lebih baik dari surga. Aku akan pergi. Nikmatilah waktumu. Kau bisa memanggilku jika memerlukan sesuatu." Ujarnya lagi sebelum berbalik pergi dan terbang dibalik awan.
Luhan menganga, ia berjalan cepat kearah dimana Kris menghilang dan melihat gumpalan-gumpalan awan dibawah sana. Jadi ia ada diatas awan? Luhan dibuat takjub. Ia lalu mendongak kedepan dan melihat cahaya matahari dikejauhan sebelum mendongak keatas dan ia baru sadar tidak melihat langit melainkan bintang-bintang dalam kegelapan luar angkasa serta planet-planet yang terlihat kecil namun tampak jelas dikedua bola matanya. Kata woah keluar begitu saja dari dua belah bibirnya. Sungguh ini adalah tempat yang sangat indah, bahkan rasanya ia bisa menghitung banyak bintang diatas sana.
.
.
.
.
Jaehyun melirik seseorang yang duduk dengan angkuh diujung sana. Tak beda jauh dengan Kyuhyun yang mendecih pelan sebelum beralih melirik seorang lelaki paruh baya disamping orang yang duduk angkuh diujung sana—Sehun—
Sehun yang dapat membaca semua situasi dalam lingkungan itu menatap kedua kakaknya yang langsung berpaling menatap kelain arah.
"ada apa hyeong-hyeongku tersayang? Aku akan dengarkan protes dari kalian?" ujarnya dengan nada yang dibuat semanja mungkin namun dengan tatapan mata mencela. Jaehyun dan Kyuhyun yang merasa diarahkan atas ucapan itu hanya bisa membatin dengan kata 'sabar'.
Sialan, mereka ingin melakukan sesuatu atau setidaknya memaki Sehun yang kini tengah duduk diatas singgasana yang seharusnya diduduki oleh Nichkun. Sementara ayah mereka itu hanya berdiri diam disamping anak bungsunya itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Tapi, mereka tau, satu kata atau tindakan saja yang tidak disukai oleh Sehun. Tamatlah riwayat mereka.
Tiffany, dewi angin selatan, ibu Sehun hanya bisa menatap putranya dengan sedih disamping suaminya. Banyak yang ingin ia tanyakan entah secara langsung atau dalam benaknya namun ia sama sekali tidak berani bersuara. Orang yang duduk dengan angkuh disamping kirinya seolah bukan putra yang selama ini dibesarkannya.
Namun, satu pertanyaan yang sama dibenak semua orang dalam lingkungan itu. Bagaimana bisa segel yang sudah susah payah dan dijaga selama berates-ratus tahun oleh para penguasa dan dewa terdahulu bisa lepas begitu saja?
Mereka tau suatu hari segel itu akan lepas secara perlahan dan mereka harus mempersiapkan diri saat hari itu terjadi. Namun, tidak ada petunjuk atau pemberitahuan apapun jika segel itu bisa lepas secara utuh.
Nichkun memikirkan banyak hal dalam benaknya namun segera ia enyahkan karna Sehun sudah pasti bisa membacanya. Nichkun hanya bisa berharap putra bungsunya ini tidak akan berbuat sesuatu yang membuat kacau alam semesta.
"sayang sekali aku tidak bisa menjamin itu ayah." Nichkun terkesiap saat tiba-tiba Sehun bersuara seraya menatapnya. "seseorang telah mengambil sesuatu yang berhaga miliku." Ia lalu berdiri dengan angkuh mengedarkan pandangan keseluruh penjuru ruangan. "aku ingin memberinya sedikit waktu untuk mengembalikan hal itu padaku. Tapi, jika dia tidak mengembalikannya." Ia lalu berbalik lagi menatap Nichkun sambil menyeringai. "jangan salahkan aku atas apa yang akan terjadi."
Semuanya tidak mengerti apa yang Sehun bicarakan, namun satu hal yang mereka pahami. Sesuatu yang besar mau tidak mau akan terjadi.
Nichkun sendiri merasa ia tidak berguna sebagai ayah maupun penguasa alam bawah. Saat masih muda, ia diberitau bahwa salah satu keturunannya akan melampaui batas kekuatan dan kekuasaannya. Nichkun sudah was-was saat putra pertamanya—Jaehyun—begitupun putri pertamanya Dara. Namun saat Chanyeol lahir, perasaan was-was itu hilang dan lenyap saat Jiyeon lahir. Namun semua berubah saat kelahiran Sehun. Ia tidak menyangka jika yang dimaksud adalah putra bungsunya.
Kelahiran anak itu mendatangkan malapetaka dimana-mana hingga para penguasa dan dewa terdahulu harus bertindak. Nichkun tidak menyadarinya, saat Tiffany mengandung anak itu semua baik-baik saja, bahkan kehamilan istri ke-4 nya itu normal-normal saja seperti istrinya yang lain.
Nichkun masih tidak percaya bahwa yang dimaksud oleh dewa Junsu—dewa 2 generasi sebelumnya yang bertugas untuk mengatur masa depan, yang dua generasi setelahnya digantikan oleh Onew saat ini—adalah Sehun hingga beberapa saat yang lalu. Ia menyaksikan dan mengalami sendiri, seorang penguasa tidak bisa mengendalikan semua peliharaannya yang malah berbalik menyerangnya dan patuh terhadap putra bungsunya.
"orang yang tidak bisa mengendalikan pasukan dan peliharaannya tidak pantas lagi mendapat gelar raja."
Ia tidak menyangka dirinya kehilangan kekuasaan dengan cara seperti ini. Bahkan penghinaan oleh putranya sendiri. Ia memang seorang penguasa alam bawah, namun bukan berarti ia adalah orang yang jahat. Itu tidak benar sama sekali, sesuatu yang berasal dari hal yang buruk tidak berarti harus menjadi buruk pula. Tapi Sehun? Sebenarnya sifat siapa yang menurun kepada anak itu?
Mungkin, saat ia berpakaian putih bersih ataupun hitam dengan sedikit garis yang mengintip dari dada menjalar keleher dan pelipisnya. Sehun adalah putra yang menuruni sifatnya, namun Sehun yang berdiri dihadapannya saat ini… sungguh tidak terlihat layaknya Sehun, putranya.
"aku akan bermurah hati pada hyeong-hyeongku tersayang untuk melakukan duel denganku atas posisi ayah kita tercinta yang sudah seharusnya pension."
Kalimat itu terngiang lagi dibenak Nichkun. Yeah, memang seharusnya posisi seorang penguasa dialihkan secara hormat dengan melakukan duel antar saudara yang disaksikan oleh para petinggi khayangan, laut dan alam bawah. Namun, yang ia dapati hanyalah keterpakuan dan kebungkaman ketiga putranya yang berarti sebuah kemenangan untuk si bungsu. Sudah pasti ketiga putranya tidak akan bisa melawan Sehun, apa lagi dengan ketiga putrinya. Dalam keadaan biasa saja mereka harus bersusah payah mengalahkan adik mereka itu, apa lagi saat segel yang membelenggu kekuatan mengerikan dalam dirinya telah lenyap. Satu-satunya cara adalah meminta bantuan kepada penguasa dan dewa diatas sana.
"tidak perlu ayah." Sehun kembali menatap Nichkun yang sedari tadi tanpa sadar telah membatin. "aku akan dating untuk menyapa mereka."
Nichkun menggeleng. Ia tau 'menyapa' yang dimaksud oleh Sehun.
Sementara Sehun sendiri sudah memikirkan matang-matang apa yang akan ia lakukan. Ia tidak tau segel apa yang dimaksud oleh semua orang, tapi yang pasti ia merasa saat ini dirinya begitu bebas dan menggebu-gebu. Ia pernah merasakan perasaan seperti ini namun ia tidak ingat itu kapan, hanya bahwa ia menyukainya karna ia merasa bisa memiliki apapun yang ia inginkan dan lakukan.
Namun tanpa ia sadari, keinginan itulah yang mengendalikannya saat ini hingga ia tidak bisa membedakan benar atau salah.
.
.
.
.
Sehun duduk diatas tornado besar dengan kegelapan yang lebih pekat menyelimutinya diatas awan. Kedua bola mata cokelatnya mengarah kesebuah bangunan indah berwarna putih dengan kilauan cahaya yang melingkar diatas atap-atap runcing berwarna emas bangunan itu—istana langit—
Ia lalu tersenyum sinis. Bagaimana mungkin didalam laut dan diatas sini dengan istana yang sangat indah sementara dialam bawah hanya kegelapan dan lantai sederhana yang bahkan tidak memiliki atap? Bukankah seharusnya istana penguasa alam bawah lebih megah? Sebagai tuan dari neraka dan segala sesuatu yang jahat harusnya alam bawah lebih menyilaukan dan kaya akan kemewahan dunia. Sesuatu yang diinginkan oleh manusia hingga membutakan mereka.
Yeah, memang seharusnya begitu.
Memikirkannya membuat Sehun tertawa. Ia lalu menopang sebelah dagunya dengan tangan kiri. Bukan tanpa alasan ia mengamati bangunan itu. Ia tengah mencari keberadaan Luhan didalam sana. Namun ia tidak merasakannya sama sekali. Maka ia tidak perlu memikirkan pengecualian apapun untuk…
Sehun mengangkat telunjuk tangan kanannya mengarah kebangunan itu yang secara tiba-tiba merobohkan salah satu paviliunnya hingga penghuni bangunan itu keluar sambil berteriak ketakutan. Mereka terheran-heran dan bertanya-tanya. Sebenarnya apa yang sedari tadi terjadi?
Tak lama mereka berfikir, bangunan lainnya kembali roboh dan kali ini memancing penguasa khayangan beserta keluarganya keluar. Sehun menyeringai angkuh sambil bergumam "pilihan yang tepat" lalu ia membuka telapak tangannya lebar-lebar sebelum menutupnya secara perlahan layaknya bangunan utama yang juga hancur secara perlahan-lahan.
Sehun tau istana itu dibangun oleh dewa-dewa dan pasukan langit terdahulu. Tentu saja dengan perlindungan dan kekuatan dari mereka. Namun, saat ini, siapapun bukanlah tandingannya. Entah itu kaisar langit sekalipun.
Sementara Kris yang saat itu juga dalam keadaan bingung tidak sengaja melihat bayangan hitam dikejauhan. Ia lalu menepuk bahu kakak tertuanya ikut melihat dikajuhan dan mereka sudah bisa menebak siapa yang melakukan ini. Tapi, bagaimana mungkin anak itu? Yang mereka tau, sekuat-kuatnya Sehun. Ia pasti tidak bisa menghancurkan bangunan yang dibangun dan dijaga oleh para leluhur khayangan.
Namun, melihat bayangan itu semakin dekat dan jelas dipenglihatan mereka. Kini tidak hanya mereka namun semua sadar sesuatu yang jahat telah bangun dari tidurnya. Sehun sendiri tertawa dalam hati melihat raut wajah semua penghuni langit yang melihat kedatangannya seakan melihat kehancuran dunia. Segala sesuatunya memang mudah, tapi tidak terasa begitu menyenangkan saat tak seorangpun yang bisa melawan atau mengejarnya dan memberi hukuman. Tapi, untuk apa ia perduli?
"ada apa paman? Paman tidak ingin memberi ucapan selamat padaku? Hadiah mungkin? Aku baru saja menggantikan posisi ayah." Ujar Sehun santai menatap penguasa khayangan—Yunho— namun membuat tercengang semua penghuni langit tak terkecuali Yunho sendiri. Ia tidak heran melihat perubahan fisik dan aura anak itu namun tetap saja, ia masih tidak percaya bahwa Nichkun ditundukan oleh putranya sendiri dengan mudah. Putranya yang paling kecil
Yunho lalu menoleh menatapi sisa-sisa bangunan istananya sebelum kembali menatap Sehun.
"aku tidak tau apa yang terjadi dialam bawah. Tapi, taukah kau jika tindakanmu ini melanggar hukum langit?" ujar Yunho tanpa rasa takut sedikitpun walau ia tau bahwa yang berdiri dihadapannya ini adalah seorang penguasa kegelapan yang sesungguhnya. Sehun yang mendengar itu mendecih pelan dengan raut wajah tanpa ekspresi seperti biasa
"apa aku harus perduli?" ia lalu melipat kedua tangannya didepan dada dengan angkuhnya menatap semua yang ada disana. "aku hanya ingin memberi salam dan bicara soal aturan." Ia lalu beralih menatap Kris. "bukankah impas jika kita sama-sama melanggar?" ia lalu menyeringai melihat raut wajah Kris yang berubah keras
"apa maksudmu." Ujar Yunho maju selangkah. Sehun kembali menatapnya
"oh, dia belum memberitau paman?" ujarnya terus menatap Yunho. Ia bahkan tidak lagi menggunakan kata-kata yang sopan untuk semuanya. Untuk apa? Saat ini ialah yang berkuasa atas segalanya. Tidak ada yang bisa menghentikannya. "seorang keluarga penguasa khayangan telah berani turun keneraka dan membawa lari salah satu warga neraka." Ia lalu kembali beralih menatap Kris. "bukankah itu itu impas? Dia mencuri dan aku membalas dengan menghancurkan istananya." Ujarnya lagi masih menatap Kris hingga membuat semua penghuni langit kini beralih menatap Kris yang berwajah tegang. Sial! Umpatnya. Ia benar-benar tidak mengira akan terjadi seperti ini
"aku sudah memberinya kesempatan dari kemarin. Tapi, dia tidak dating untuk mengembalikannya. Maka dari itu, aku tidak bisa lagi bermurah hati." Ujar Sehun lagi
"apa yang kau maksud itu Kris?" tanya Yunho yang kemudian dijawab Sehun dengan senyuman sinis. "sebenarnya apa yang kau lakukan?" tanyanya lagi menghampiri Kris
"pilihan yang tepat tidak menempatkannya didalam istana." Sehun lalu tersenyum mengejek. "dengan begitu aku bisa menghancurkan bangunan itu." Ujarnya lagi mengangkat telapak tangannya lalu mengepalkannya dan dengan mudah bangunan istana yang tadinya porak poranda kini tak tersisa rata diatas awan membuat semua yang melihat kejadian itu menganga ngeri ketakutan.
Yunho yang melihatnya kini beralih lagi menatap Kris dengan mata menyala-nyala penuh amatah. Ia menyalahkan perbuatan putranya itu yang membuat keadaan jadi seperti ini.
"SEBENARNYA APA YANG TELAH KAU LAKUKAN HAH?!" teriaknya menarik kerah pakaian Kris. Cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba berubah mendung seketika dan itu membuat Sehun semakin senang. "APA YANG COBA KAU SEMBUNYIKAN?! KATAKAN!"
"ti-tidak, tunggu dulu ayah—"
"jangan panggil aku seperti itu! Aku tidak pernah mendidik putraku untuk melanggar peraturan dan mempermalukan kekuasaan langit!" Yunho lalu menghempaskan tubuh Kris hingga terhuyung dan hampir jatuh kebumi. Ia lalu beralih menatap panglima Minho—putra Donghae si dewa perang—hingga membuat Minho terkesiap. "cepat kerahkan pasukan kekediaman Kris dan cari keberadaan manusia itu."
"tidak! Ayah, tidak!" amuk Kris coba menghalangi Minho yang kini bersama beberapa prajurit langit berniat pergi melaksanakan perintah. "jangan. Jangan lakukan itu." Ia lalu menatap Sehun kalut "dialah yang salah. Semua ini salahnya!" ia kembali menatap Yunho. "aku hanya mengambil apa yang seharusnya dari awal menjadi miliku!" Sehun yang mendengar penuturan itu mengerutkan kedua alisnya tidak suka
"seharusnya kau belajar. Sesuatu yang jatuh ke neraka tidak bisa menjadi milik siapapun. Begitupun yang ada disurga. Mereka hanya akan menjadi hak tempat mereka berada tidak perduli apapun alasannya." Ujar Yunho namun Kris tidak perduli
"tidak ayah, ini sebuah kesalahan. Harusnya saat itu ia tidak berada dineraka." Ia masih keras kepala. Yunho tidak percaya putranya yang biasanya bersikap dewasa ini tengah merengek dan memohon padanya. "dia bukan milik siapapun termasuk Sehun. Dari awal dia adalah milikku bahkan ia lahir dibumi!" jelasnya penuh tekanan namun tak seorangpun ingin mendengarkannya dan itu membuatnya marah.
"paman, bisakah seseorang menunjukan jalan untukku? Aku akan menjemputnya sendiri." Ujar Sehun tiba-tiba hingga Kris bertiak memakinya membuat para dewa bahkan ayahnya sendiri tidak percaya. Seorang keturunan penguasa khayangan tidak sepantasnya memaki atau berkata kasar karna itu adalah sebuah pelanggaran. Sementara Sehun yang mendengar itu semakin senang. Ia lalu beralih menatap Minho yang mengisyaratkannya untuk mengikutinya. Sehun cukup takjub terhadap Minho. Pemuda itu terlihat tetap tenang saat semua orang terus merubah ekspresi mereka.
Sebelum pergi terlalu jauh. Yunho tiba-tiba memanggilnya setelah menjatuhkan hukuman terhadap Kris yang sudah berniat mengarahkan serangan kearah Sehun namun segera ditahan oleh Yunho.
"kau akan mendapat bagianmu sendiri." Ujarnya sambil melirik runtuhan istana langit. Sehun berbalik menatapnya sambil tersenyum mengejek
"apa ada hukuman yang tidak bisa aku hadapi saat ini?" tanyanya menyombongkan diri
Yunho diam begitupun para petinggi langit. Semua tau jawabannya, tidak ada. Apapun yang tengah mereka rencanakan untuk menghukum atau membalas Sehun, tidak satupun yang akan mempan terhadap anak itu. Ia dalam mode terkuatnya dan mungkin bisa menjadi lebih kuat lagi.
Membaca isi hati semua petinggi langit, Sehun kembali tersenyum mengejek sebelum melanjutkan arah tujuannya. Sebuah senyum mengembang dikedua sudut bibirnya.
Akhirnya, setelah sekian lama waktu dan perjuangan yang ia lewati. Ia akan memiliki Luhan untuk dirinya sendiri.
.
.
.
.
Sehun menapakan kakinya diatas rerumputan hijau nan halus dengan taman yang begitu indah. Kedua alisnya berkerut tajam memikirkan Kris yang mungkin memperlakukan Luhan dengan baik hingga menempatkannya ditempat seperti ini, hal itu sedikit membuat Sehun marah. Tidak ada yang boleh memperlakukan Luhan dengan manis selain dirinya.
Namun, mengingat bahwa sebentar lagi ia akan merealisasikan impiannya membuat Sehun tersenyum makin lebar, senyum yang hanya Luhan yang bisa mengukirnya diwajah sang pangeran atau sekarang penguasa alam bawah. Minho sendiri berada dijalan masuk atas perintah Sehun karna ia tidak ingin Minho mengganggunya dan Luhan nanti.
Berjalan semakin dalam dan sebuah tirai putih terlihat didepannya. Sehun lalu menyingkap tirai itu dan ia mendapati pemandangan yang sama indahnya. Namun, kali ini berkali-kali lipat lebih indah karna dengan cepat ia menemukan sesuatu yang ia cari berdiri ditengah-tengah lingkaran tanaman bunga berwarna-warni dan dikelilingi kupu-kupu berbagai warna.
Dengan senyum yang terus mengembang, perlahan ia berjalan mendekat namun dengan cepat pula disadari oleh Luhan yang tengah menikmati keindahan tempatnya berada. Ia mengira itu Kris hingga membuatnya tersenyum lebar berniat menyambut dan menceritankan banyak hal pada lelaki itu. Namun, saat menoleh dan mendapati wajah seseorang yang tidak dikenalnya membuat Luhan melunturkan senyumnya seraya menatap Sehun teliti.
Pakaian serba hitam dengan rambut berwarna emas diluar dan hitam didalam ditarik keatas berantakan. Gambar yang terlihat seperti akar atau tumpahan tinta yang mengintip dari dada, menjalar keleher, pelipis, rahang, ujung mata dan dahinya. Luhan menatap kedua matanya dengan garis kelopak yang berwarna merah gelap namun entah kenapa begitu indah walau seharusnya itu mengerikan. Lalu kedua bola mata cokelatnya.
Rasanya…
Ia pernah bertemu dengannya….
Sehun tersenyum lembut mendengar isi hati pemuda itu. Luhan berdiri tanpa beralih dari wajahnya seolah berusaha mengingat-ingat hingga.
…S-Sehun?...
Suara batin Luhan membuat Sehun tersenyum makin lebar. Ia lalu menjulurkan tangannya berharap Luhan akan meraihnya.
"benar sekali Luhan. Aku senang kau mengingatku."
.
.
.
.
.
.
To Be Countinue
.
.
.
.
Ell Note
Ye~ yo~ ye~ -_-
Ya ampun~
Ell gak tau ini isinya gimana T_T dan mo bilang apa T_T
Yang jelas chapt ini sistim kebut sehari. Duh!
Gak pake mikir gak pake edit. Udah kebelet pengen update T_T dan karna ide awal udah ada ya tinggal mengalir. Dari pada ketutup lagi idenya sama tugas.
Oh ya, gambarannya Sehun di FF ini dalam mode hitam putih. Coba bayangin aja Sehun di klip video Shinwa – YO
Oke~
Ceritanya masih lanjut kkk~ jalan gak semulus kulit Luhan wkwkwk..
Udah pada taukan si pangeran khayangan yang dimaksud. Wkwkwk.. Kris OOC banget. Maaf maaf… Cuma sementara kok kkk
Yang masih gak ngerti, dicoba lagi ya~ T_T siapa tau beruntung *?
Dan buat kembarannya Ell yang komen Evil Prince? O.O bukannya udah tamat ya?
Last~
Terimakasih buat yang udah bersedia baca, favorite, follow..
Terimakasih sebanyak-banyaknya buat yang udah bersedia review… terimakasih, karna review kalian juga Ell terdorong buat cepat update huhuhu~ T_T
Padahal tadinya udah niaaaaaat banget! Mau update bulan depan kkk~
Oke oke…
Yang terakhir banget. Sekali lagi terimakasih buat semuanya yang udah bersedia baca atau pun Cuma mampir negok FF geje ini kk..
Jya~ ne~
