U.N.K.N.O.W.N
Naruto saat sedang berjalan-jalan santai ditengah kota, sesekali dia singgah ditoko-toko pinggiran sekedar melihat-lihat. Setelah beberapa minggu dia tidak hadir disekolah, dia menemukan banyak kabar baru yang sebenar bukan baru lagi baginya karena dia sudah mengetahuinya. Mulai kabar tentang pernikahan kekasihnya yang dibatalkan / terjadi sedikit perubahan dimana kekasihnya itu menikah dengan seorang sage-nin (dia sendiri), serta kabar-kabar lainnya.
Yeah dengan akting yang terlihat seperti aslinya Naruto menunjukkan raut wajah sedihnya saat berada diklub Rias, sampai-sampai sang kouhai kesayangannya begitu terkagum-kagum akan aktingnya itu.
Flashback (on)
Setelah sekitar sebulan akhirnya Naruto kembali ke Kuoh Gakuen dengan identitasnya sebagai Sakamaki Naruto. Dan seperti biasanya kehadiran Naruto mengundang teriakan histeris dari para siswi se-Kuoh Gakuen (minus: Sona and OSIS, Rias and Occult Club).
Sepulang sekolah seperti biasa Naruto pergi ke ruang klub kekasihnya itu yang disana sudah ada kekasihnya dan anggota peerage dari kekasihnya itu. Namun ada sesuatu yang berbeda dari sikap Rias yang terlihat menjauhi Naruto, dan setelah ditelusuri akhirnya Naruto pun tahu kalau sang kekasihnya itu kini sudah menikah dan menjadi milik orang lain.
"Oh jadi kau sudah menikah Rias-chan, selamat yah dan maaf aku tak datang dihari spesialmu itu andai saja aku iblis pasti aku akan datang waktu dimana hari pernikahanmu itu. Semoga bahagia selalu bersama suamimu itu" ujar Naruto sambil tersenyum sedih 'palsu' kemudian segera keluar dari ruangan klub Rias meninggalkan dedaunan yang berjatuhan (shunshin). Akeno yang melihat itu ingin sekali mengejar Naruto dan berusaha untuk menenangkan ninja bersurai pirang itu, tapi apa daya kecepatan shunshin Naruto tak dapat dideteksinya.
Disisi lain Issei hanya tiduran santai karena dia jelas sudah mengetahui rencana dari senpainya itu, dan membuatnya hanya santai saja tiduran dipaha Asia. "Jangan ikuti dia Akeno-senpai, biarkan Naruto-senpai sendiri dulu untuk sementara waktu menenangkan hatinya" ucap Issei santai dan masih tetap tiduran memejamkan matanya.
Flashback (off)
Setelah Naruto shunshin dari ruangan klub Rias, dia memunculkan diri tepat didepan gerbang sekolah yang sudah sepi kemudian berjalan santai ke halte bus. Dan pada akhirnya disinilah dia ditengah dan berjalan santai sekedar mencuci mata melihat-lihat dibeberapa toko seperti, toko game, toko manga dan rental DvD, lalu dia pergi ke supermarket dan membeli beberapa bahan makanan serta ramen cup untuk persediaannya di apartement.
Hari-hari berlalu dan nampak terlihat Rias mulai sering menjauhi Naruto, Rias sadar kalau dia itu sudah ada yang memiliki dan itu berarti sudah tak mungkin lagi baginya untuk bersama dengan Naruto. Namun bisakah dia egois? Dia tak pernah ingin berhenti mencintai Sakamaki Naruto yang merupakan cinta pertamanya, sekalipun dia harus menjadi yang ketiga atau keberapa pun tidaklah masalah yang penting bisa bersama dengan pria yang menjadi cinta pertamanya, dia rela menjadi entah yang ke berapa.
Namun apalah daya waktu dimana dia sangat membutuhkan cinta pertamanya itu untuk datang menolongnya, cinta pertamanya itu tidak datang dan kini yang terjadi dan harus dia lakukan adalah menjauhi dan melupakan pemuda pirang yang bernama 'Sakamaki Naruto' sekalipun hal sangat sulit baginya. Dia harus belajar untuk mencintai suaminya, lelaki yang menyelamatkan dirinya dari seorang lelaki playboy yang sangat sombong dan arogan.
Rias kini sedang duduk termenung diruangannya "Andai saja malam itu kau datang Naruto-kun" gumam Rias, nampak setetes cairan bening mulai membasahi pipi putih mulus milik gadis bersurai merah itu. "Kenapa begitu sulit melupakan dirimu Naruto-kun hiks" Rias perlahan mulai terisak.
Tanpa disadarinya ada seorang pemuda bersurai pirang yang sedang mengamatinya dari atap sekolah, pemuda yang namanya sedang dia gumamkan sedari tadi.
"Bersabarlah Rias sampai waktunya nanti kau akan bahagia bersama lelaki yang kau cintai" gumam Naruto yang sedari tadi memperhatikan Rias dari atap sekolah. Setelah selesai mengamati gadisnya sekaligus istrinya itu, Naruto langsung menghilang dari atap gedung. Tanpa dia sadari juga kalau ada seorang gadis bersurai raven gaya pony tail sedang memperhatikannya dari balik tembok lain. 'Naruto-kun' gumam gadis itu.
Disebuah tower dipusat Tokyo berdiri seorang pemuda bersurai pirang jabrik memakai seragam Kuoh Gakuen. Dengan pupil mata saphirenya dia memandangi seluruh kota dari atas tower tempat dia berdiri. Tanpa disadarinya muncul bayangan hitam dibelakangnya yang langsung menusuknya dengan katana hitam beraura kegelapan.
Tusukan katana yang menembus punggung hingga dada pemuda pirang itu, membuatnya jatuh seketika dari tower tempatnya berdiri tadi. Pemuda bersurai itu jatuh dengan kepala lebih dulu membentur tanah, membuat kepala pemuda itu pecah dengan telinga, mulut, hidung, dan mata yang mengeluarkan darah, disekujur tubuh pemuda itu mengeluarkan aura kegelapan yang mungkin hanya dapat dilihat oleh beberapa orang atau makhluk tertentu.
- Ruang Penelitian Klub Ilmu Gaib -
"Berita terkini, seorang pemuda bersurai pirang menjatuhkan diri dari Tokyo Tower, dan tewas ditempat" suara TV diruangan klub Rias menarik perhatian semua orang diruangan itu. "Akeno coba tingkat volume TV-nya" suruh Rias pada queennya yang sedang berdiri disampingnya.
Kini semua perhatian mereka tertuju pada layar TV berukuran 42 inch, sebuah berita tentang tewasnya seorang pemuda pirang yang terlihat cukup familiar dimata mereka. "T-Tidak mungkin itu Naruto-senpai" ucap Issei terbata saat melihat sosok jasad pemuda bersurai pirang yang sangat dia kenali. "Tidak itu pasti orang lain, itu pasti bukan Naruto-kun" ucap Akeno menggelengkan kepalanya. Rias hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, "Coba perhatikan ada sedikit aura hitam ditubuhnya" ucap Kiba yang sedang memperhatikan dengan saksama jasad pemuda yang mereka identifikasikan sebagai Naruto.
"Semuanya kita pergi kesana, Akeno segera persiapkan lingkaran sihir dan berteleport kesana" perintah Rias dan langsung dituruti oleh semua anggota peeragenya. Beberapa menit kemudian Akeno sudah selesai membuat lingkaran sihir teleportasi, dan mereka semua langsung masuk dalam lingkaran sihir itu kemudian menghilang.
- Tokyo Tower -
Nampak waktu seakan-akan berhenti seketika saat dimana sebuah lingkaran sihir merah dengan lambang keluarga Gremory muncul, dari balik lingkaran sihir itu terlihat beberapa anak muda berseragam Kuoh Gakuen. Yah mereka adalah Rias dan kelompoknya yang kini sudah sampai di Tokyo Tower.
"Naruto, Naruto-kun bangun" Rias dan Akeno mengguncang-guncangkan jasad pemuda bersurai pirang itu. Kedua gadis itu menangis histeris melihat orang yang mereka cintai kini terkapar tak bernyawa. Sementara itu seorang pemuda bersurai coklat, yang merupakan host dari sang kaisar naga merah perlahan berjalan mendekati jasad pemuda bersurai pirang itu. "Na-Naruto-senpai katakan ini bohongkan, cepat bangun senpai tertawalah" Issei memegang wajah pemuda pirang itu yang merupakan senpainya.
Dijarak yang dikatakan cukup jauh dari tempat Rias dan kelompoknya, nampak sosok misterius berjubah hitam sedang menyeringgai. Ditangan kanannya menggenggam sebilah katana yang memancarkan aura hitam pekat. "Khu khu khu tak kusangka bisa semudah ini membunuhmu Narutora Devilluke, komandan perang sekaligus saudara sepupu dari King Devilluke" gumam sosok itu sambil melihat katana hitamnya yang masih berlumuran darah.
Tanpa disadari sosok misterius itu dibelakangnya sudah sosok berjas putih, dengan celana panjang putih, dan sepatuh putih. Sosok berpakaian serba putih itu hanya tersenyum mendengar gumaman dari sosok misterius berjubah dibelakangnya.
"Seperti inilah setiap makhluk entah itu manusia, malaikat, iblis, ataupun makhluk lain semuanya sama memiliki sisi gelap tersendiri" gumam sosok berpakaian putih itu, kemudian dia menatap ke langit "Narutora Devilluke atau Sakamaki Naruto, aku ingin melihat bagaimana perjalanan hidupmu selanjutnya nak" lanjut sosok berpakaian putih itu sambil tersenyum.
Sosok berpakaian / berjas putih itu dengan santai berjalan menembus apa saja yang dilewatinya tubuhnya seakan-akan sangat transparan. Kemudian perlahan menghilang tanpa bekas dan tanpa disadari oleh siapa pun disana.
Rias dan Akeno terus-menerus menangis histeris begitu pula dengan Issei dan Asia, Kiba hanya bisa menunduk dan menangis dalam diam.
Tiba-tiba dibelakang mereka muncul lingkaran sihir berlambang keluarga Gremory dan keluarga Sitri, nampak dari balik kedua lingkaran sihir itu beberapa orang pria dan wanita. Mereka adalah Sirzechs Lucifer, Lord Gremory, Lord Sitri, Lady Gremory, Lady Sitri, Ajuka Beelzebub, Falbium Asmodeus, Serafall Leviathan. Namun bukan hanya para iblis juga yang muncul ditempat itu, tapi juga muncul dua orang petinggi malaikat jatuh mereka adalah Azazel dan Baraqiel. "ANATA" teriak Serafall histeris dan langsung berhambur ke arah jasad pemuda pirang itu kemudian memeluk erat jasad pemuda pirang yang tidak lain adalah suaminya sendiri. "Anata hiks bangun... Anata" Serafall terus menangis sambil menggoyangkan pelan jasad suaminya itu.
Tiga Maou lainnya beserta kepala keluarga dan kedua pemimpin malaikat jatuh itu, hanya dapat memandang sedih melihatnya. Rias dan anggota kelompoknya pun cukup terkejut, mengetahui kalau pemuda pirang yang merupakan teman sekolah mereka, adalah suami dari seorang iblis wanita terkuat di Underworld sekaligus seorang Maou. Namun rasa terkejut mereka itu, mereka sampingkan namun belum beberapa saat mereka harus kembali terkejut terutama Rias.
Bagaimana tidak kini tubuh pemuda bersurai pirang itu sedikit bercahaya, dan secara perlahan fisik pemuda bersurai pirang itu mulai berubah. Rambut pirang Naruto mulai memanjang dan pakaian yang dikenakannya berubah, menjadi setelan montsuki putih yang ternoda oleh darah.
"Ja-Jadi Na-Naruto-kun it-itu adalah Narutora Devilluke hiks" Rias semakin menanguis histeris saat melihat sosok asli dari Naruto yang ternyata adalah suaminya sendiri. Perubahan fisik Naruto kini sudah menunjukkan fisik sejatinya, namun tetaplah sama dalam kondisi tak bernyawa dan sebuah luka tusukan pun nampak terlihat didada Naruto. "Lu-Luka itu, tidak salah lagi Naruto-san dibunuh" Sirzechs langsung membuka suara saat melihat luka tusukan didada Naruto. Semua mata pun tertuju pada luka tusukan itu, "Serafall-dono coba anda hadapkan kemari bagian punggung Narutora-san" ucap Baraqiel yang menyadari ada yang aneh dengan luka tusukan itu.
Dan setelah Serafall membalikkan tubuh sang suami, semua orang disana dapat melihat lubang tusukan yang sedikit lebih lebar dan dipenuhi aura kegelapan. "Tidak salah lagi Narutora-san diserang dari belakang oleh seseorang" ucap Baraqiel saat melihat luka tusukan dipunggung Naruto.
"Kalau memang Naruto dibunuh" Azazel diam sejenak kemudian melanjutkan perkataannya "Siapa orang atau makhluk yang membunuhnya? Secara Naruto bukanlah manusia biasa saja dia itu memiliki kemampuan yang setara dengan empat orang Maou. Bagaimana bisa dia dibunuh dengan mudah" ujar Azazel mengeluarkan isi pemikirannya.
"Aku akan mencari pembunuh suamiku hiks akan kupastikan orang yang membunuh suamiku akan mati ditanganku hiks" ucap Serafall sambil terisak dia masih memeluk erat jasad sang suami. Lady Sitri yang melihat kondisi putri sulungnya yang dalam keadaan tertekan, langsung mendekat dan memegang kedua bahu putrinya. "Tenangkan dirimu Serafall" ucap Lady Sitri sambil mengelus surai hitam putri sulungnya.
Rias POV
Kenapa dunia ini tidak adil kenapa lelaki yang kucintai lelaki yang menjadi suamiku dibunuh, kenapa Tuhan? Apakah sebegitu bencinya Kau pada kaum iblis sampai Kau merebutnya dariku.
Aku hanya bisa menatap jasad Naruto dalam pelukan kakak dari sahabat sekaligus rivalku, aku juga ingin memeluknya, aku juga istrinya. Tanpa kusadari tanganku mulai menggenggam tangan kanan Naruto yang kini terasa sangat dingin.
Ku genggam erat tangan kanan suamiku, airmata ini rasanya tak dapat kuhentikan. Terus-menerus aku menangis namun itu percuma saja tangisan takkan membangunkannya. Dia takkan bangun dan mengusap airmataku.
Lelaki yang kucintai dan tanpa kusadari menjadi suamiku, kini sudah tak bernyawa dibunuh entah oleh siapa. "A-Aku akan mencari pembunuh suamiku dan membunuhnya dengan tanganku sendiri" desisku ditengah isakan kesedihanku.
Dapat kurasakan kedua pundakku dipegang oleh seseorang, aku menoleh kebelakang dapat kulihat ibukulah yang memegang pundakku. "Tenanglah Rias, ibu tahu ini semua berat bagimu tapi relakan lah kepergian suamimu" hibur ibuku, belaian tangannya mengelus surai merahku.
Normal POV
Lord Gremory menatap istrinya yang kini sedang menghibur menenangkan putrinya. Dia hanya bisa diam, dalam hatinya berbagai macam jenis sumpah serapah terlontar untuk orang yang sudah membunuh menantunya. Hal yang sama pun terjadi pada Lord Sitri dia hanya bisa diam dan menatap putri sulungnya itu.
"Hoi hoi Otou-sama, Okaa-sama, Sirzechs-nii, dan kalian kenapa hah? Apa ada acara makan barbeque bersama? Kenapa tak mengajakku heh" teriak seorang pemuda bersurai pirang panjang diikat pony tail, pemuda itu mengenakan t-shirt ungu muda dengan motif bunga lavender, sementara bagian bawahnya mengenakan celana jeans coklat cream selutut, tak lupa juga dia membawa sebuah payung.
Semua orang disana yang mendengar suara yang cukup terasa familiar ditelinga mereka, langsung membuat mereka menatap ke sumber suara itu.
"EHH!" Teriak semua orang disana terkejut dan ada seorang pemuda bersurai coklat yang pingsan seketika.
"Hei kalian seperti melihat hantu saja hah" seru. Naruto menatap polos beberapa para iblis dan dua malaikat jatuh yang berada didepannya.
"K-Kau Naruto kan?" tanya Azazel masih sedikit ragu kemudian pandangannya beralih ke sosok yang berada dalam pelukan Serafall. Hal yang dilakukan Azazel pun nampak diikuti semua or- iblis dan malaikat jatuh satunya yang ada disitu.
"Bukan, aku Narto penjual bakmie ayam. Jelaslah aku ini Naruto, apa kau sudah lupa denganku hah ero da-tenshin" sembur Naruto.
Setelah beberapa menit melakukan gerakan senam leher, tatapan semua yang ada disana 'minus Issei (lagi pingsan) & Naruto (orang yang ditatap)' tertuju pada pemuda bersurai pirang pony tail yang sedang memegang payung dan juga sedang memandang mereka dengan tatapan polos.
"Sudah selesai senam lehernya?" tanya Naruto dengan nada polos. Dan dalam beberapa detik kemudian tombak cahaya dari Azazel, blok aura power destruction dari Sirzechs sudah terlempar menuju ke arah Naruto.
"Hoi ero-datenshi sialan, dan kau kakak ipar sialan apa kalian mau membunuhku hah" sembur Naruto yang dengan indah bersalto ke atas dan berdiri diudara secara terbalik. "Satu hal yang kami tahu kau takkan mati dengan serangan itu" balas Sirzechs dan Azazel bersamaan sambil mendeatglare Naruto, 'Ini bagaikan de ja vu saja' ucap Naruto dalam hati, sambil menatap Azazel dan Sirzechs dengan tatapan marah yang dibuat-buat.
- di tempat sosok berjubah hitam misterius -
"Ap-Apa dia masih hidup, terus apa yang tadi ku bunuh" ucap sosok misterius itu terbata sekalian terkejut, saat melihat kehadiran Naruto. "Hn kau disuruh siapa heh?" Terdengar suara disamping sosok misterius itu yang kini sudah berdiri sosok pemuda bersurai pirang, yang sama dengan yang berdiri bersama para iblis dan malaikat jatuh.
"Sebaiknya kau kembali saja ke bosmu dan kau minta misi lain" lanjut Naruto sambil memakan sepotong paha ayam bakar. Dan langsung saja kemunculan Naruto membuat sosok misterius itu shock seketika. Siapa sih yang tidak shock kalau tiba-tiba orang yang baru saja dibunuh kini sudah berdiri disamping dan sedang memakan sepotong paha ayam bakar.
"Gyaa hantuu!" teriak sosok misterius itu dan pingsan seketika "Heh enak saja lelaki tampan seperti ini kau bilang hantu, sialan kau, mati saja kau sana" balas Naruto dan langsung menendang sosok misterius itu ke langit.
Kembali ke posisi Naruto bersama dua istrinya berserta keluarganya dan dua orang malaikat jatuh. "Hoi Naruto kenapa tadi kami hampir tak merasakan aura kehidupanmu" tanya Sirzechs dan didukung anggukan dari Maou lainnya serta dua malaikat jatuh. "Kalian mengangguk bersama jadi terlihat aneh" celetuk Naruto "Aku memang sengaja menekankan aura kehidupanku sampai tak terasa" lanjut Naruto.
"Ja-Jadi Na-Naruto adalah Narutora Devilluke suami buchou" ucap Kiba sedikit terbata, Naruto hanya membalas dengan anggukan dan senyum tipis.
Grepp
"Baka baka hiks kau membuatku khawatir Anata" Serafall langsung memeluk erat Naruto sambil memukul-mukul pelan dada Naruto. "Hehe maaf Tsuma, jangan cengeng gitu donk" Naruto mulai mengelus surai hitam istri keduanya itu sembari menenangkan sang istri. "Na-Naruto-" ucap Rias sedikit canggung, membuat Naruto langsung saja memandangnya, sementara itu Serafall masih tetap setia berada dipelukan sang suami tercinta.
"Kenapa Rias-hime, apakah kau masih ingin menjauh dariku lagi?" Naruto tersenyum lembut menatap istri ketiganya itu "Mau kupeluk?" tanya Naruto. Dan langsung saja Rias berlari memeluk lelaki sekaligus cinta pertamanya itu sambil terisak sedih bercampur kecewa dan marah tapi senang, karena tak pernah dia sangka lelaki pirang yang menyelamatkannya dan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dicintainya.
Ditengah kemesraan dua wanita dan lelaki pirang itu, ada dua orang wanita yang berada ditempat berbeda yang memandang dengan tatapan cemas. Wanita pertama dialah Himejima Akeno, gadis yang sangat mencintai Naruto. Ingin rasanya Akeno dipeluk oleh Naruto, oleh orang yang sangat dicintainya itu.
Sementara wanita kedua adalah seorang wanita berjubah hitam dengan tudung menutupi wajah putihnya, sedang berdiri cukup dekat dari tempat Naruto. "Humm dasar baka entah kenapa aku bisa jadi istri lelaki baka seperti dia" gumam sosok wanita berjubah hitam itu.
"Sepertinya aku merasakan kehadirannya" ucap Naruto kemudian melepaskan pelukan dua wanita yang berstatus istrinya. Naruto menatap Serafall "Yups dia ada disana Anata" ucap Serafall sambil menunjuk sosok berjubah hitam yang sedang lagi duduk santai diatas tower Tokyo, dan langsung saja membuat tatapan para iblis disana beserta malaikat jatuh yang ada disana mengikuti arah tunjukan Serafall.
"D-Dia kan sang Queen of Underworld salah satu dari Extra Demon dengan kekuatan yang dapat disetarakan dengan Leviathan-sama" ucap Rias kaget saat melihat sosok wanita berjubah hitam itu yang sedang memandang mereka. "Rias-tan tahu dia itu istri pertama Naruto" ujar Serafall sambil tersenyum ceria dan membuat beberapa iblis muda disana termasuk Rias kaget. "Di-Dia juga istri Naruto-kun?" Rias terbata menatap ke arah Serafall. "Hoi turunlah onee-sama" teriak Serafall sambil melambaikan tangan ke arah sosok wanita berjubah hitam itu, namun sayang wanita berjubah hitam itu sudah berdiri kemudian menghilang dalam lingkaran sihir khas keluarga Sitri.
"Sudahlah dia memang seperti itu, walaupun lebih sering berdiam dan menyendiri dia itu baik dan sangat peduli terhadap siapa pun, sebaiknya sekarang kita pergi makan dulu" ajak Lucius sang ayah dari Sirzechs dan Rias.
"Kami pergi dulu masih ada urusan lain" ucap Azazel diikuti Baraqiel yang masih takut untuk mendekati putrinya. "Kami juga masih ada sedikit urusan" ucap Falbium dan Ajuka kemudian langsung menghilang dalam lingkaran sihir mereka. Tak berapa lama Lord dan Lady Sitri pun pergi setelah mengembalikan keadaan waktu yang terhenti itu.
[Time Skip]
Setelah selesai makan malam bersama disebuah restaurant ditengah kota, Sirzechs bersama Lord dan Lady Gremory pun kembali ke Underworld meninggalkan Naruto, Serafall, Rias berserta kelompoknya.
"Buchou kami pergi dulu, hari sudah mulai gelap nih" "Kami juga pergi dulu buchou" ucap Issei, Asia, Kiba, dan Koneko meninggalkan Naruto, Serafall, Rias, dan Akeno.
"Jadi nama asli Naruto-kun itu Narutora yah" ujar Akeno sambil tersenyum, "Yah begitulah" balas Naruto santai sembari menyeruput milkshakenya 'sluuurrrpp' "Naruto-kun bolehkah aku menginap dimansionmu malam ini" tanya Serafall "Tentu saja boleh, kau kan istriku" balas Naruto "Naruto apa aku juga boleh menginap dimansionmu" tanya Rias sedikit menundukkan kepalanya malu "Tentu saja, dan kau juga boleh ikut Akeno" balas Naruto. [Scene Break]
Setelah turun dari bus Naruto mengajak ketiga wanita yang bersamanya itu berjalan ke sebuah rumah kecil dipinggiran kota. "Ehh ini mansion Naruto-kun?" ucap Akeno sedikit heran, dengan rumah kecil yang lebih cocok disebut kios atau stand makanan dibandingkan rumah apalagi mansion. "Memangnya kenapa Akeno-chan?" tanya Naruto "Lebih baik kita masuk saja dulu" lanjut Naruto tanpa menunggu jawaban Akeno.
Setelah memasuki kios kecil itu, Naruto langsung mengajak ketiga gadis itu kesebuah ruangan dan menekan tombol kecil yang mirip seperti kontak lampu. Beberapa menit kemudian Naruto keluar dari ruangan itu dengan ketiga gadisnya masih setia mengikutinya. Namun betapa terkejutnya Rias dan Akeno saat mereka keluar dari ruangan itu, kini dihadapan mereka ada onsen yang cukup besar disamping onsen itu ada beberapa kamar.
"I-Ini di-dimana Naruto-kun?" tanya Akeno dan Rias bersamaan, mereka takjub dengan apa yang kini ada didepan mereka.
Bagaimana mereka tidak takjub kini dihadapan mereka ada onsen yang seluas kolam renang di Kuoh Gakuen disampingnya terdapat kamar atau mungkin ruangan, selain itu terdapat bar kecil bergaya kedai tradisional jepang dan dinding yang berukiran jepang tradisional.
"Ini dikedalaman 5000m dibawah tanah Rias-tan, Akeno-tan. Dan inilah mansion Naruto-kun. Itu disebelah sana bar kecil, disana tempat koleksi senjata, dan disana ada ruangan pribadiku, disana ada ruangan pribadinya, dan yang paling dekat onsen itu kamar Naruto dan istrinya, dibelakang bar itu ruangan makan, dibalik ruang koleksi senjata ada taman serta kebun kecil Naruto. Dan kalau kalian tanya bagaimana bisa ini semua terbentuk, itu semua adalah rahasia alam hihihi" jelas Serafall yang memang sudah sering tinggal dengan Naruto. Sementara Rias dan Akeno masih terlihat takjub dan kagum.
"Hiyyaaa waktunya untuk mandi sekarang" teriak Serafall dengan nada kekanak-kanakannya dan dalam sekejap mata sudah melepaskan semua pakaian yang ada ditubuhnya.
Naruto hanya melirik Serafall sekilas kemudian berjalan ke arah ruangannya, sementara Rias dan Akeno masih terdiam. "Rias-tan, Akeno-tan ayo kalian juga harus mandi" ajak Serafall atau lebih tepatnya seret Serafall dengan paksa sang maou sudah menelanjangi dua gadis itu.
"Kyaaa Leviathan-sama" pekik Rias dan Akeno berbarengan saat ditelanjangi oleh Serafall dan langsung diseret - cebur paksa ke dalam onsen.
"Ingat kalian jangan memanggilku dengan 'sama' cukup panggil Onee-chan saja" ujar Serafall yang baru saja menceburkan kedua 'adik' barunya itu.
Tiba-tiba terdengar pekikan 'Kyaaa' seorang gadis bersurai raven saat kedua aset berharganya sudah diremas oleh sang maou. "Sera-nee-chama jangan diremas ahhhnn" ucap Akeno diselingi desahan halus saat Serafall meremas kedua dadanya. Rias langsung melongo seketika sambil menyilangkan kedua tangannya melindungi dadanya. "Rias-tan waktunya Onee-chan meremas oppaimu khukhu" setelah meremas dada Akeno perlahan Serafall mulai mendekati Rias dengan posisi tangan yang seperti siap meremas.
Tiba-tiba tanpa diduga muncul sebuah portal biru terang berbentuk lingkaran dengan simbol aneh, tepat didekat onsen dimana Rias, Serafall, Akeno yang sedang mandi. "EHHH!" pekik ketiga gadis itu menyadari sudah ada seorang lelaki bersurai hitam ikal, dengan bulu merak dikepalanya, dan kulit badannya yang berwarna unik 'biru'. Sontak saja para gadis disana menutup bagian dada dan selangkangan mereka. "Hei! Siapa kau seenaknya masuk saja!?" teriak Serafall dengan wajah yang memerah marah, bagaimana tidak ada seorang lelaki yang tidak mereka kenal, tiba-tiba saja muncul disaat mereka sedang mandi. Akeno dan Rias langsung sembunyi dibelakang Serafall.
"Wahh ada tamu rupanya, tiga orang gadis pula apa si kuning itu mau main foursome?" gumam lelaki itu sambil mencubit dagunya menatap tiga perempuan didepannya, tanpa mempedulikan pekikan dari tiga perempuan itu dan pertanyaan dari sang maou.
"Hei kau sudah datang ternyata, Krisna-sama" ucap Naruto yang baru keluar dari ruangannya dan hanya memakai boxer, Naruto langsung saja menyapa lelaki itu. "Yah aku sudah datang dan kau tak perlu memanggilku seperti itu sahabatku" balas lelaki biru itu yang bernama Krisna. "Hey! Aku memang harus memanggilmu seperti itu, kau itu kan dewa" ucap Naruto dengan nada datar.
"Hah aku gak mau dipanggil seperti itu kau juga dewa kan. Ehm tapi sepertinya kau sedang ingin melakukan 'itu' yah?" balas Krisna sambil sedikit tersenyum menggoda Naruto. Sementara para wanita kini sedang terbengong-bengong melihat interaksi antara Naruto dan lelaki biru itu yang mereka ketahui bernama Krisna.
"Hm mungkin iya tapi kau sudah datang dan itu menghilangkan moodku" ucap Naruto dengan tampang datar. Kemudian duduk disebuah sofa didekat onsen "Duduklah dulu" ajak Naruto pada lelaki itu untuk duduk bersamanya.
"Humm ada masalah apa kau sampai membuatmu muncul diatas onsen ku dan melihat ketiga istriku itu" tanya Naruto sambil menyeruput ice vannilla, Naruto menatap ke arah lelaki biru yang menjadi sahabatnya itu sekaligus seorang dewa. "Sebelum itu aku ingin bertanya, apa kau tahu organisasi yang bernama Khaos Brigade?" tanya Krisna.
"Yah aku tahu, itu organisasi yang dibentuk oleh Ophis dengan anggota yang memiliki kekuatan gila-gilaan" balas Naruto, "Indra masuk dalam organisasi itu" ucap Krisna sambil menunduk. "Oh, aku sudah tahu kok, memangnya kenapa?" tanya balik Naruto dengan nada yang terkesan biasa-biasa saja, membuat Krisna merasa sedikit jengkel dengan sifat santai sahabatnya itu.
"Kau tahu kan itu organisasi dengan unsur gelap, yang bisa menghancurkan dunia, bahkan Tuhan dalam injil dikatakan takluk terhadap salah satu anggota Khaos Brigade pemegang True Longinus dan kau kan mereka itu pengacau" [Krisna]
"Humm ya aku tahu, memangnya kenapa?" [Naruto]
"Grrrr... Kalau saja aku bukan sang Wisnu pasti sudah kubenturkan kepalamu itu ditembok sana" [Krisna]
"Kau bisa membenturkannya kok jika kau mau" [Naruto]
"Narutora! Aku serius!" [Krisna]
"Aku malah dua rius" [Naruto]
"Kau! Grr!" [Krisna]
"Hahaha mengerjaimu itu lucu juga yah hahaha aku sudah tahu semua info itu Krisna, sekarang kau ingin apa? Kau ingin aku menyeret mereka dalam neraka heh" [Naruto]
"Seperti kau bisa saja, Tuhan dalam injil saja tewas bagaimana denganmu" [Krisna]
"Ehem sebaiknya perkataanmu itu diralat dulu kawan, Tuhan tak pernah tewas. Kalau Tuhan otomatis kita semua tewas, ingat kau itu layaknya Tuhan juga tapi dalam persepsi agama lain" ujar Naruto dengan nada serius, "Bagiku longinus apalah itu, tak lebih dari sebuah tusuk gigi saja, perlu kau ketahui longinus spear itu sejatinya adalah tombak yang dibalut holy blood saja" lanjut Naruto santai. Sementara Krisna malah terkejut mendengar perkataan Naruto tentang senjata yang dikatakan sebagai senjata terkuat.
Disisi lain Serafall - Rias - Akeno terus menatap Naruto dan lelaki yang mereka kenal bernama Krisna itu dengan tatapan marah karena muncul sembarangan. Entah mengapa mereka menyadari satu hal 'Mereka seakan menjadi tuli seketika saat lelaki biru itu sedang mengobrol dengan Naruto'.
Beberapa menit berlalu pembicaraan Naruto dan Krisna sudah berhenti. -Krakkk- muncul seorang wanita bertudung hitam, memasuki ruangan itu lewat sebuah lift. Wanita itu melepaskan jubah hitamnya menampilkan surai indigo dan pupil mata amethysnya. Kedatangan wanita itu juga seakan merobek kekkai kedap suara yang dibuat Krisna sejak dia mengobrol dengan Naruto.
"Kyaaa Onee-sama mandi bareng yuk!" teriak Serafall dan langsung saja keluar dari air tanpa sehelai benang pun.
Krisna dan Naruto hanya sweatdrop melihat apa yang dilakukan maou itu. 'Apa dia tak berpikir kalau ada lelaki lain disini' batin Krisna dan Naruto secara bersamaan. Sementara Akeno dan Rias nampak terkejut bagaimana tidak seorang ultimate highclass devil, yang terkenal penyendiri sekarang ada dihadapan mereka.
Hinata Lilith Leviathan salah satu iblis terkuat di UNDERWORLD memiliki kekuatan yang sangat gila dan berada diatas Serafall Leviathan. Seorang iblis dari golongan maou lama yang menentang dan memukul mundur 500 pasukan iblis maou lama. Seharusnya dirinya menjadi pemegang gelar Leviathan namun dia malah melepasnya, dengan alasan 'hal itu terlalu merepotkan' mau tak mau para dewan iblis UNDERWORLD menuruti keinginannya untuk tetap bebas.
"Tadaima" ucap Hinata sambil tersenyum lembut menatap Naruto dan Serafall, kemudian menatap Rias dan Akeno, lalu tatapannya berakhir pada lelaki biru didekat Naruto. "Okaerinasai Tsuma" balas Naruto tersenyum tipis, "Okaerinasai Onee-chan" balas Serafall.
"Humm sepertinya ada adik-adik baru nih" ucap Hinata menatap Rias dan Akeno, dapat terlihat jelas seringgaian tipis dibibir Hinata saat menatap Rias dan Akeno.
'Terjadi lagi' batin Serafall dan Naruto bersamaan
