THE BEST CHALLENGE

Disclamer: Mas sashi-san.. tolong comblangin kou sama gaara donk..

*puppy eyes no jutsu..

Rate: T

Genre: Romance

Warning: bl, gaje, aneh, pemaksaan cerita, pov berantakan, ooc, alur kecepetan

DON'T LIKE DON'T READ

Summary: Jika pacarmu, yang juga mantan gurumu memberikan sebuah tantangan yang menggoda padamu. "Jika kau mendapat nilai minimal 80, aku akan mengajakmu berkencan. Jika kau mendapat nilai 90, aku akan menciummu. Dan.. Jika kau bisa mendapat nilai sempurna.. Aku akan mengabulkan APAPUN permintaanmu."

Naruto : 18 tahun

Sasuke : 23 tahun

-HAPPY FUJOSHI INDEPENDENCE DAY-

-enjoy plizz-

XXXOOO(^o^)OOOXXX

-THE BEST CHALLENGE-

-Naruto's pov-

'Kenapa? Aku masih tidak percaya dengan kejadian yang kulihat dan kudengar hari minggu lalu. Selama beberapa hari ini aku selalu memikirkannya. Sebenarnya apa yang Sasuke sembunyikan dariku? Dan ada apa antara mereka berdua? Perasaanku sungguh tidak tenang.' Batin Naruto.

"..be.. Dobe!" Ucap seseorang.

Tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang keras menghantam kepalaku.

"Ehh.. Si.. Siapa?" Ucapku seraya mencari pelaku yang memukulku.

Ternyata Sasuke-lah memukulku dengan gulungan buku di tangannya. Aku lupa, kalau saat ini aku sedang melaksanakan kegiatan rutinku, belajar bersam.. Eh.. Tepatnya diajari oleh si Teme.

"Ke.. Kenapa kau memukulku, Teme?" Protesku.

"Kau melamun, Dobe?" Ucap Sasuke seraya mendengus.

"Siapa yang melamun? Enak saja." Bantahku tak terima.

"Oh, ya? Kalau begitu coba kau ulangi apa yang kuterangkan tadi!" Perintah Sasuke.

"Eh.. Ano.. I-itu.."

'Aduuuh.. tadi si Teme bilang apa, ya?' batinku.

"Masih menyangkal, Dobe?" Tanya Sasuke.

"Apa yang kau lamunkan, Dobe? Beberapa hari ini kau sangat aneh." Tanya Sasuke lagi.

"Eh. A-aku biasa saja kok, Teme." Ucapku masih berusaha menghindar, aku juga menghindari kontak matanya.

"Dobe.. Jika kau ada masalah, kau bisa menceritakannya padaku. Kau bisa percaya padaku. Aku akan selalu membantumu, Dobe. Kau tahu, aku bisa melakukan apapun untukmu." Ucap Sasuke lembut seraya mengusap rambut pirangku.

'Heh.. Tumben si Teme ini perhatian? Salah makan apa dia tadi? Apa dia kehabisan tomatnya?' Batinku melongo.

"Kau tahu, Dobe? Jika kau berfikir terlalu keras begitu, kasihan otak dobemu itu. Bisa-bisa kau makin dobe." Ucap Sasuke lagi.

Bisa kurasakan dahiku berkedut kesal.

'Kutarik kata-kataku tadi. Apanya yang perhatian, dia masih menyebalkan, Teme sialan.' Teriakku dalam hati.

"Grr.. Jangan cari gara-gara kau, Teme! Aku sedang tidak ingin meladenimu." Ucapku geram.

"Hn." Balas Sasuke.

'Cih.. aku benci dengan kata itu. bahkan -hn- itu bukan kata. Entah bahasa dari dunia mana. Menyebalkan.' Batinku.

"Apa yang tadi sedang kau pikirkan, Dobe?" Tanya Sasuke.

"Sudah kubilang bukan apa-apa, Teme." Jawabku kesal. Aku sungguh tidak ingin membicarakannya.

Sepertinya Sasuke menyadari maksud dari nada bicaraku. Sehingga dia tak lagi memaksaku.

"Hah.. Terserah kau sajalah, Dobe. Tapi jika kau ingin bercerita, aku akan mendengarkannya." Ucap Sasuke mengalah.

"Lebih baik kita kembali fokus pada ulanganmu besok." Ucap Sasuke lagi.

Aku hanya diam, tak menanggapi perkataannya dan mulai mencoba berkonsentrasi.

'Bagaimana mungkin aku bisa bercerita padanya. Kalau penyebab aku bertingkah aneh begini adalah dia sendiri.' Ucapku dalam hati.

Dan berbagai pertanyaan pun terus menggema di fikiranku.

'Apa benar Sasuke berselingkuh dengan Sakura?' Teriakku dalam hati. Aku semakin terdiam. Sakit.. Sungguh sangat sakit hatiku saat ini. Kurasakan tetesan airmata sepertinya mulai menggenang di pelupuk mataku. Tapi aku berusaha sekuat tenaga menahannya . Aku tidak mau menangis di hadapannya.

-end Naruto's pov-

XXXOOO(^o^)OOOXXX

Sudah lebih dari seminggu sejak insiden itu. Berbagai macam pertanyaan itu masih juga berkecamuk di otak Naruto. Berhari-hari, siang dan malam Naruto berusaha mencari jawaban, tapi dia tidak juga menemukan alasan "kenapa Sasuke berbohong kepadanya?". Tak henti-hentinya setiap malam Naruto meneteskan butiran-butiran bening sebagai penghantar tidurnya. Bahkan ramen kesukaannya pun tidak dapat membuat perasaannya membaik. Semua hal itu sangat mengganggunya sehingga dia tidak dapat berkonsentrasi saat mengerjakan ujian dari mata pelajaran yang paling dia kuasai dan sukai itu.

Sebenarnya Sasuke sudah menanyakan apa alasan Naruto bersikap aneh akhir-akhir ini. Berusaha membujuknya dengan berbagai cara. Tapi sang kekasih tetap memilih bungkam seribu bahasa. Walau terkadang Naruto menunjukan cengiran khasnya yang tentu saja terlihat sangat dipaksakan. Tapi yang paling parah adalah sikap Naruto yang terkesan menghindarinya sekarang. Kontan saja hal ini membuat sang bungsu Uchiha ini marah. Sangat marah sehingga bila ada pemicu sekecil apapun dia akan siap meledak. Seperti saat ini.

"Apa-apan nilai ini, Dobe?" Geram Sasuke seraya menyodorkan lembaran kertas ujian bernilai empat puluh tiga tepat di depan wajah Naruto.

Naruto hanya terdiam menundukkan wajahnya. Tak berani menatap wajah Sasuke.

"Bagaimana kau bisa mendapat nilai seperti ini pada pelajaran ini? Nilaimu turun drastis, Dobe. Biasanya kau bisa mendapat nilai sembilan puluh di pelajaran ini. Kenapa kali ini kau mendapat nilai seperti ini." Marah Sasuke.

"Jawab, Dobe." Ucap Sasuke dengan penuh emosi.

"Apa ini ada hubungannya dengan tingkah lakumu yang akhir-akhir ini aneh itu, Dobe?" Ucap Sasuke lagi.

Naruto hanya terdiam, bahkan dia tidak bergerak sedikitpun. Berbagai macam pikiran dan perasan bercampur aduk dalam diri dan benaknya. Melihat Naruto hanya terdiam tanpa terlihat tanda-tanda bahwa dia akan memjawab pertanyaan Sasuke itu pun, membuat Sasuke semakin murka.

"Jawab, Dobe! Apa kau tuli, hah?" Bentak Sasuke

"Apa yang kau sembunyikan dariku, Dobe? Kau tahu bukan aku paling tidak suka jika kau tidak berkata jujur atau bahkan merahasiakan sesuatu dariku? Aku sudah sangat sabar menghadapimu, Dobe." Marah Sasuke lagi yang terus mencercanya dengan berbagai pertanyaan. Ya.. Ini bukan hanya masalah nilai, tapi masalah tentang sikap Naruto akhir-akhir ini yang terlihat mengabaikannya, bahkan menghindarinya. Dan masalah nilai itu hanya seperti sebuah tombol pemicu.

Tidak tahan dengan semua perkataan Sasuke, Naruto pun mulai angkat suara. Mengeluarkan semua perasaan dan sakit hati yang selama ini menyiksanya.

"Kau tidak berhak bicara seperti itu padaku, Teme!" Teriak Naruto.

Sekarang gantian sang Uchiha bungsu itulah yang terdiam seketika mendengar teriakkan Naruto. Apalagi saat dilihatnya lelehan bening yang mulai mengalir deras di kedua pipi tan sang kekasih. Ya.. Terdiam karena baru sekali ini dia melihat Naruto menangis di hadapannya.

"KAU.. Ini semua gara-gara kau, Teme. Kenapa kau berbohong tidak bisa mengantarku, tapi kau malah pergi bersama Sakura. Tentang percakapan kalian. Apa yang kau sembunyikan dariku, Teme? SEKARANG SIAPA YANG BERBOHONG DAN MENYEMBUNYIKAN SESUATU, HAH?" Jerit Naruto.

"Apa kau berselingkuh dengannya? Kau lebih memilih bersama Sakura dibanding bersamaku? Kau.. Apa kau mau memutuskanku?" Ucap Naruto masih tidak terkendali.

Sasuke masih terdiam. Berusaha mencerna perkataan sang kekasih.

"Aku selalu memikirkannya, Teme. Mana mungkin kau akan terus bersamaku selamanya. Kau dianugrahi wajah yang tampan, kekayaan yang melimpah dan juga kejeniusan. Sedangkan aku..Aku hanya orang biasa, seorang laki-laki pula. Aku tidak akan bisa memberimu apa yang bisa diberikan oleh seorang wanita. Aku.. Aku tidak akan bisa memberimu keturunan, Teme. Keturunan untuk meneruskan.. hikz." Ucap Naruto lirih. Dia tidak sanggup meneruskan kata-katanya lagi. Hanya lelehan bening yg semakin deras dan isakan yang semakin terdengar jelas yang kini memenuhi ruangan itu.

"Jadi itu yang selama ini ada di benakmu, Dobe." Geram Sasuke setelah sadar dari diamnya. Sasuke pun mencengkeram erat kedua bahu Naruto, memaksa Naruto untuk menghadap padanya.

"Apa kau tidak mempercayaiku, Dobe? Aku sungguh-sungguh mencintaimu dan aku sangat serius dengan hubungan kita. Aku tidak perduli dengan semua para wanita murahan itu atau masalah keturunan atau apapun. Aku hanya perduli padamu, Dobe. Aku mencintaimu. HANYA kau." Ucap Sasuke memberi penekanan pada akhir kalimatnya.

Naruto masih terdiam. Masih mengalihkan kepalanya dan memejamkan matanya dengan erat. Dia tidak punya keberanian untuk melihat ke dalam mata kelam itu sekarang. Jujur dia sangat bahagia saat mendengar Sasuke mengucapkan hal itu, tapi tetap saja hal itu tidak lantas membuat ketakutan dan sakit hatinya lenyap begitu saja.

"Jawab, Dobe! Tatap aku!" Perintah Sasuke.

Tak melihat reaksi apapun dari kekasihnya. Sasuke pun memegang kedua pipi Naruto, merengkuhnya dalam genggaman tangannya dan memaksa Naruto untuk menatap ke arahnya.

"Buka matamu, Dobe! Tatap mataku dan lihatlah. Apa aku berbohong padamu, Dobe." Ucap Sasuke lembut pada Naruto yang masih terisak.

Mendengar nada bicara Sasuke yang sangat berbeda dari biasanya membuatnya sedikit terkejut. Sontak Naruto pun membuka matanya. Memandang ke dalam mata onyx milik Sasuke. Lembut.. Mata hitam itu terlihat lembut kali ini. Ketulusan, kesungguhan dan kejujuran tersirat dalam mata sewarna malam tersebut. Membuat Naruto tertegun.

"Tapi.. Tapi waktu itu.. kau dengan Sakura.." Ucap Naruto menahan segukannya.

"Hah.. Dobe.. Dengarkan aku dulu, Ok. Kau tahu itu hanya masalah kecil. Dan kau malah membuatnya menjadi serumit ini, Baka." Dengus Sasuke seraya memeluk Naruto dan mengusap kepalanya.

"Waktu itu.." Ucap Sasuke terhenti saat terdengar sebuah lagu klasik mengalun dengan lembut. Bunyi handphone miliknya.

Tanpa melepas dekapannya dengan tangan kirinya Sasuke merogoh saku celananya, melihat nama yang tertera dilayar. Tapi setelah mengetahui siapa yang menelponnya, Sasuke malah melepaskan pelukkannya dan baru mengangkatnya.

"Ada apa, Sakura?" Jawab Sasuke. Dia sekarang berada di depan pintu kamar Naruto, agak jauh dari tempatnya dan Naruto berada tadi.

Terdengar samar-samar oleh Naruto pembicaraan Sasuke.

"Aku tahu. Nanti saja kita bahas. Tempat biasa? Ya.. Baiklah." Ucap Sasuke.

Tentu saja hal ini membuat hati Naruto panas seketika. Baru saja Sasuke mengatakan cinta padanya, sekarang dia malah berselingkuh di depan matanya.

"Dobe.. Hari ini aku.." Belum selesai Sasuke menyelesaikan kalimatnya. Naruto sudah mengusirnya.

"Keluar, Teme! Keluar dari rumahku!" Teriak Naruto seraya mendorong punggung Sasuke untuk segera pergi .

"Apa-apan ini, Dobe?" Ucap Sasuke bingung sekaligus tidak terima.

"Aku tidak percaya padamu, Teme. Ternyata kau benar berselingkuh dengan Sakura. Apa maksudmu dengan "tempat biasa" itu. Ternyata kau sering bertemu dengan Sakura diam-diam. Kalian mengkhianatiku." Teriak Naruto lagi.

"Kau salah, Dobe. Makanya tadi aku ingin menjelaskannya padamu." Ucap Sasuke menahan kedua lengan Naruto yang sedari tadi mendorongnya.

"Kau bohong! PENGKHIANAT!" Teriak Naruto lagi.

"Dengarkan aku, Dobe! Kau salah sangka." Jelas Sasuke.

"Aku tidak mau dengar. Kau pembohong." Jerit Naruto.

"Karena itu dengar dulu, Dobe!" Teriak Sasuke tidak sabar, masih berusaha meyakinkan Naruto.

"TIDAAK.. Pergi! PERGIII!" Jerit Naruto tak terkendali.

Kesal dengan semua sikap dan penolakkan Naruto. Sasuke menarik tangan Naruto dengan kasar. Membawanya menuruni tangga dan menyeret paksa Naruto keluar dari rumahnya.

"Lepaskan akuuu.. Aku tidak mauuu.. Lepaaas.." Tolak Naruto.

"Diam dan ikut aku, Dobe!" Ucap Sasuke dingin.

Tidak dihiraukannya semua teriakan penolakkan dan rontaan Naruto. Semua itu tidak membuat Sasuke menghentikan langkahnya. Tentu saja mudah bagi Sasuke menyeret paksa Naruto. Karena dia jauh lebih kuat daripada Naruto.

Sesampainya di halaman tempat mobil Sasuke terparkir. Sasuke membuka pintu belakang mobilnya. Dan melempar Naruto begitu saja ke jok belakang mobilnya. Bahkan saat rintihan kecil Naruto terdengar pun, Sasuke tidak menghiraukannya.

Setelah menutup pintu belakang dengan kasar.. Sasuke pun masuk dan duduk di kursi kemudinya. Belum sempat Naruto mengeluarkan protesnya, Sasuke langsung menginjak pedal gasnya dan menikung tajam keluar dari halaman rumah Naruto, yang kontan disambut dengan teriakkan histeris sang kekasih.

Teriakan demi teriakan sang kekasih di kursi belakang tak dihiraukan oleh Sasuke, dia terus saja mengendarai mobil sport biru metaliknya melebihi batas kecepatan.

Tak lama kemudian, Sasuke menghentikan laju mobilnya. Mengeremnya secara mendadak, membuat sang kekasih yang berada di kursi belakang itu terjungkal menabrak jok di depan.

"Ergh.. Bisa tidak kau menyetir pelan-pelan, Teme?" Protes Naruto.

Masih tak menghiraukan ocehan Naruto. Sasuke bergegas turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Naruto. Menariknya keluar dengan kasar.

"Lepaskan, Teme! Sakit." Ucap Naruto.

"Mau apa kita ke sini, Teme? Aku mau pulang." Ucap Naruto lagi.

"Diam, Dobe!" Ucap Sasuke dingin membuat Naruto terdiam seketika.

Sasuke pun melangkahkan kakinya ke depan sebuah gerbang rumah yang cukup besar dan menekan tombol bel yang ada di sebelah pintu gerbang tersebut.

Naruto memperhatikan tempatnya berada sekarang. Memperhatikan rumah yang ada di depannya. Rumah bergaya Eropa dengan dinding-dinding bata oranye serta kaca-kaca jendela yang besar, taman yang rimbun dan di dominasi oleh bunga-bunga berwarna-warni. Naruto kenal tempat ini, dia pernah beberapa kali mengunjungi tempat ini. Terlebih lagi dia sangat mengenal pemilik rumah ini.

Naruto mengarahkan pandangannya pada sebuah papan nama yang berada pada tembok di sebelah gerbang rumah tersebut. Mencoba mencari pembenaran dari kecurigaannya.

Benar saja. Nama tersebut terpampang di sana. Tertulis dengan jelas.

'Haruno'

-TBC-

Aaahh.. GOMEN biqn reader nunggu lama.. *pundung..

Marahkah? TT^TT

Andai kou bs apdet cepet, pasti langsung dpublish deh.. TToTT

Banyak yg kecewa.. *sedih..

Maaf klo alur ceppi ini dirasa kecepetan.. atw malah hambar.. g ad ide lagi.. binun nentuin pov2, maf klo blm bener.. belom bisa.. TToTT

Bales dulu y.. *hikz

Uzumaki Winda: panggil kou aj.. q newbie kok.. ^^.. sankyuu.. pasti q apdet..

Sasuchi Chukacukhe: oohh.. nanti bagi2 y rekamanna.. ^^d.. sankyuu..

Namikaze Lin-chan: byr.. aq seneng kok ngisengin km.. XP

NhiaChayang: lo? Mang naru bodohkan, klo ngga.. ngga bakal dpanggil dobe? *rasengan.. XP.. bkan kejutan kok.. sankyuu msh mw baca smp ceppi ni..

NaruEls: maf y lama.. DX.. *salahkan latihan yg sll biqn kou plang mlm.. DDX.. *tewas.. TToTT.. hee.. ap bedana ciuman sama 'ciuman'? XP.. *mesum mode on.. XP.. aduuuhh.. rate M? rate M? *tewas.. sankyuu msh mw ngikutin smp ceppi ni.. ^^

Aoi no Tsuki: hee.. dr pd esmosi.. enak esmoni.. XP.. kan enak rahasia2an.. *dhajar.. sankyuu ripiuna.. XD

Vii no Kitsune: hee.. maf y apdetna lama.. DX.. aduhh.. O.o;.. panjang2? Kan ceppi 3 kmrn ud panjang.. XP.. sankyuu ud mw baca cerita abal ni.. ^^

Michiru No Akasuna: sankyuu.. ^^ *smoga g mengecewakan

Lavender Hime-chan: hee.. gomen lama apdet.. qkira mah.. g bakal ad yg nungguin.. DDX.. rate naek? Kyana.. *tewas.. sankyuu ripiuna..

Uzukaze touru: kan kmrn gw ud bil. Hiatus dlu.. XP.. *dhajar.. kan lo tw.. gw g brani biqn kisu2.. maluuu.. DDX.. gomen klo mengecewakan.. *g berbakat nulis mang gw.. DX.. pesan n kesan gw trima kok.. ^^.. sankyuu ripiuna..

Assassin Cross: lokan tw gw gmn.. susah apdet kilat.. aplg panjang.. tgantung ceritana aj.. XP.. lagiankan elo yg ngajarin apdet klo mut aj.. XP.. *dhajar.. sankyuu ripiuna.. ^^

Sinta namikaze: sankyuu.. XDD *peluk2 sinta.. heeee.. O.o;.. rate M.. *tewas..

Sankyuu juga buat yg alert n ngfav. Story ni.. ^^

mm.. mw Tanya deh.. klo para reader mwna naru dpt hadiah nilai sempurna ap? Tp maf ni.. kyana g bs ngabulin rate M.. DDX.. *g sanggup nulisna, bkan g mw.. MW BGT malah.. DDDX.. gomen.. tp klo dserempet diqt c bisa.. *g tw jg sih

Maf sekali lagi klo reader pd kecewa ma fic ni or krn apdetna lama.. TT^TT

Klo ada kritik or saran mohon di katakana aja y.. kou terima dengan senang hati.. XDD

Ni cepetkan.. tapi g bs banyak2.. n mgqn agak aneh ceritanya.. semoga para reader g kecewa sm ceppy ini.. ^^

Ttp baca y.. ^^

Bhubung besok lebaran..

Buat yg merayakan atw yg tdk merayakan sekalipun..

Mohon maf lahir batin y klo kou ad salah.. ^^

Always with smile.. ^^

-kou-