DF!

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Tidak ada keuntungan komersial yang kami dapat dari membuat cerita ini.

Genre : parody/ friendship

Rated : T

Chapter 4.

FEAR

.

.

.

Hari itu, Sakura menemani Ino berbelanja barang-barang keperluan shinobi. Itu rutinitas yang biasa. Yang tidak biasa adalah bahwa Sakura terus mengulum es krim sepanjang perjalanan.

"Sudah es krim keberapa?" tanya Ino sambil mengangkat alisnya.

"Limwah," jawab Sakura tanpa mau repot-repot menyingkirkan es dari mulutnya.

Ino menggeleng. "Apa nggak ada cara lain untuk membekukan gusimu supaya tidak mengeluarkan darah?"

Sakura mengangkat bahu dengan tak acuh. "Mungkin ada, tapi aku malas memikirkan. Lagi pula, aku tidak gampang gendut ini, kok, jadi nggak masalah."

Ino memonyongkan bibirnya. "Eh, eh, aku punya cerita seram. Mau mendengarkan?"

Sakura hanya memberi jawaban dari isyarat matanya.

"Dengar," lanjut Ino, "zaman dahulu, ada seorang perempuan bernama Haruno Sakura yang terlalu cuek. Dia memang anak yang nggak gampang gendut. Namun, karena terlalu percaya diri, Sakura pun terus-terusan memakan es krim hanya untuk membekukan gusinya yang baru saja dioperasi."

"Apanya yang cerita seram? Itu kan hanya—"

"Aku belum selesai," ujar Ino cepat, "terus dan terus, Sakura memakan es krim setiap harinya. Lalu … saat ia sadar … beratnya sudah naik 10 kg! HIIIII! SERAAAAMMM!"

Sakura memandang Ino dengan tatapan datar.

"Hahaha, begitulah," ujar Ino sambil menjulurkan lidahnya.

"Ino," panggil Sakura mendadak. Ia kini sesaat mengabaikan es krimnya hingga lelehan es krim itu menghantam tanah di bawahnya. "Aku punya cerita yang lebih mengerikan." Wajah Sakura sudah menampakkan keseriusan yang mengerikan.

Melihat itu, Ino pun dipaksa menelan ludah. "A-apa?"

"Ceritamu tadi…."

"Yaaa…?"

"Bayangkan kalau anaknya bernama 'Yamanaka Ino'."

"GYAAAA! ITU MENGERIKAAN SEKALIIII! TIDAAAKKK!"

Setelah itu Sakura kerepotan menenangkan Ino yang mendadak histeris.

***chapter 4. Owari***


Devil Foxie: wakakakaka! Kami datang lagi membawa chapter 4! XD Btw, mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa masih seputar gigi Sakura, ya? Cerita tentang gigi untuk sementara berakhir di chapter 4 ini, soalnya belum ada cerita lanjutan, sih, buat nasib gigi Sakura :P

Suu: mom enak bangeeet~ makan sebanyak apa pun nggak gendut-gendut~ *head desk*

V3: ufufufu~ iya, doooong~ V3 gitu, lho~!

Suu: aaah~ karena aku lagi down, jadi kuserahkan jawaban review-nya pada Mom lagi.

V3: … alasan aja! Yaudah, ayo kita bales-balesin review~!

MizuumiYuki : eh, enak aja gak pake mikir, wakkakakaa, kalo gak pake mikir, gak terjdi pembentukan kalimat seperti ini. Mana katanya mau nyumbang ide? XD

kookynachita : aku lebih bagus daripada Bella, Ka XD LOL

skyesphantom : hahaha, kejadian lebay itu emang nggak bikin mainstream XD

Michelle I. Xe : rasanya darah? Agak-agak asin dan kayak rasa besi gitu deh… tapi lama-lama enak #loh?

Uchiha Michiko-chan 'Elf : wah bukan banyak lagi, pasca operasi itu ngomong aja jahitannya kebuka, bener-bener harus mingkem all the time! T_T

Rei Jo : thank you, Rei XD

Tsukiyomi Aori Hotori : hehehe, tunggu kekocakan lainnya, jangan ke mana-mana setelah pesan-pesan berikut ini~

Devil foxie: terima kasih banyak untuk semua yang udah baca, review, nge-fave, serta nge-follow~. Jangan lupa review lagi, ya~ XD

Arigatou,

Devil Foxie