Drabble of ChangKyu

Pairing : Ofc ChangKyu -.-"

A/N : Semua drabble adalah one shot jadi tidak ada hubungannya satu sama lain.

Slight : Victoria F(x)


Inspired by my brother's (another) quote :
I will smile, I will fake the smile if I need to, for the sake of being with someone I love,

"Yobosseyo?"

" Yobosseyo, Minnie-ah?"

"Jangan memanggilku dengan nama itu lagi, Vict." Changmin menghela nafas. "Semua sudah berakhir diantara kita, bahkan kita tidak pernah memiliki sebuah awal. Aku tidak ingin memberimu harapan kosong dengan bersikap baik melebihi teman."

Terdengar helaan nafas juga line seberang.

"Baiklah, Changmin. Masih bolehkah aku merindukanmu?" Tanya wanita berdarah China itu.

Diam sesaat.

"Tidak Vict, tidak bisa. Kau tahu, sejak awal, kau adalah temanku, aku... tidak pernah memiliki perasaan apapun lebih dari itu. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan mengharapkanku."

Gadis itu tahu, akan seperti itu lagi jawaban yang diberikan magnae TVXQ, namun salahkan kalau ia tidak bisa, tidak ingin menyerah untuk terakhir kalinya?

"Lalu kenapa waktu itu kau baik padaku Chang? Kenapa kau memberikan harapan padaku? Karena Kyuhyun yang memintanya? Karena Kyuhyun menyadari perasaanku padamu? Dan memintamu bersikap baik padaku?... Dan kau setuju... Tanpa tahu bahwa kau justru mencintainya? Astaga Chang... Apakah kau akan mekakukan apapun yang diminta Kyuhyun?"

Giliran Changmin terdiam sesaat. "Aku akan melakukan apapun yang dimintanya.. Bagiku, Kyuhyn adalah orang yang.. kapanpun dia memintaku datang.. dimanapun... aku akan berlari padanya.."

"Lalu kenapa kau tidak pernah menyatakan perasaanmu padanya?"

Changmin menggelengkan kepalanya, meski dia tahu Victoria tak kan bisa melihatnya. "Karena aku takut persahabatan ini hancur Vict. Lagipula... lagipula... dia sudah memiliki orang lain yang dicintainya... Dia bahagia dengan orang itu.."

Victoria mendengus keras. Dua sahabatnya benar-benar bodoh. "darimana kau tahu jika Kyuhyun bahagia? Darimana kau tahu? Darimana kau tahu jika persahabatanmu dengannya akan hancur jika kau mengutarakan perasaanmu?"

Tidak ada sahutan dari Changmin, membuat Victoria kembali mendengus kesal.

"Dengar Chang. Aku kehilangan Nickhun karena aku terlalu pengecut untuk mengutarakan perasaanku. Dan sekarang aku menyesal melihat dia bersama Tiffany. Meskipun pada akhirnya ditolak, aku tahu bagaimana perasaannya padaku. Tapi sekarang semua sudah terlambat untukku."

"Lalu apa bedanya denganku?" Ujar Changmin. "Kyuhyun juga sudah bersama orang lain sekarang, dan satu-satunya yang tertinggal agar aku bisa bersamanya adalah status sahabat yang sekarang kusandang."

Victoria sebenarnya simpati dan kasihan juga dengan Changmin. Gadis itu tahu seberapa besar Changmin menyayangi Kyuhyun. Gadis itulah salah satu saksinya. Walau sebenarnya Victoria masih menyimpan sedikit rasa bagi Changmin (ketika ia patah hati dengan Nickhun dan mengagumi Changmin,sahabatnya, Kyuhyun yang tahu tentang itu langsung mendesak Changmin untuk mendekatinya. Sebenarnya siapa sih yang bodoh di sini? Si bodoh Changmin yang mau saja berkorban asal Kyuhyun senang tanpa mengindahkan hatinya sendiri? Atau si tidak peka Kyuhyun yang menderita karena hubungannya dengan orang itu namun seakan buta karena tidak bisa melihat Changmin yang sangat menyayanginya dan selalu disisinya? Duh, cinta memang membuat semua orang genius bertransformasi menjadi idiot.)

"Aku tahu, tapi bukankah kau juga ingin bersamanya Chang? Tidakkah kau ingin Kyuhyun agar benar-benar melihatmu sebagai laki-laki dan membalas perasaanmu?"

"Tidak juga. Apapun itu, asal Kyuhyun bahagia. Dia layak untuk bahagia. Aku akan menjaga kebagiaannya."

"Walau bukan denganmu? Walau kau harus bertahan dengan posisi sahabat dan menatapnya tertawa dengan orang lain?" Desak Victoria.

"Ya. Walau dengan itu semua.." Jawab Changmin.

"Kau ini sungguh bodoh." Umpat Victoria.

"Aku tahu." Changmin tersenyum.

"Dan kau akan tetap tersenyum walau hatimu sakit melihat Kyuhyun mencintai orang lain? Asal Kyuhyun bahagia?"

"Aku... akan tetap tersenyum.. selama aku bisa bersamanya, selama dia ada disisiku. Dalam bentuk apapun itu. I will smile, I will fake the smile if I need, for the sake of being with him. Although it will hurt much that he sees somebody else. As long as he is happy."

Victoria harus mengakui, dia kagum terhadap besarnya hati Changmin.

"Kau tahu Chang? Mungkin dulu aku tertarik padamu, karena mengetahui bahwa kau sangat menyayangi Kyuhyun.. Ah, ternyata aku ini sama saja seperti Super Junior oppadeul yang sangat protective padanya ya. Aish!" Victoria berdecak sebal. Terjawab sudah.

"Ahahaha. Kyuhyunku memang istimewa, dia bisa membuat semua orang menjadi sangat menyayanginya.. Dia sangat istimewa.." Changmin tertawa.

"Hmh, baiklah kalau begitu. Aku masih ada latihan lagi. Baik-baiklah kau di Jepang, okay?" Ucap Victoria menyudahi pembicaraan dengan Changmin.

"Tentu. Kau juga Vict."

"Ingatlah satu hal... kau sendiri juga harus berbahagia.."

Dan diputuslah sambungan telfon itu.

Changmin berdiri dibalkon, masih menggenggam telfon selulernya. Kepalanya menengadah menatap langit Tokyo.

'Aku mencintaimu, Kyu... Dan mencintaimu saja sudah cukup membuatmu bahagia. ' Bisiknya pada langit malam. Mungkin jadwal yang padat di Jepang membuatnya sedikit merasa kesepian. Yunho mungkin sedang sibuk bercakap-cakap dengan Jaejoong lewat telfon di kamar sebelah.

Drrrt.. drrrt..

Ponselnya bergetar. Changmin tersenyum menatap nama yang terpampang di layar ponselnya.

"Yobosseyo Kyu.."

"Yobosseyo ShimChwang.."

.

.

.

.

.

.

Beberapa menit sebelumnya,

"Kau dengar itu kan Kyu?" Tanya Victoria sambil berbalik menghadap magnae Super Junior.

Kyuhyun tersenyum, matanya menatap ponsel yang digenggam Victoria dengan kilat sedih. "Aku dengar semuanya Vict, tetapi aku sendiri tidak tahu apa yang harus kulakukan. Kau tahu, ini rumit."

"Aku tahu," Potong Victoria. "Aku hanya ingin kau tahu perasaan Changmin padamu. Aku tidak ingin membuatmu memutuskan sesuatu tergesa-gesa. Kau sendiri yang tahu hatimu... Aku hanya ingin kau juga bahagia, dengan siapapun kau nantinya, okay?"

Kyuhyun mengangguk.

Biarlah sang waktu yang menjawab...