Chapter 04
The Cyberwar
Relationship
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina, SaIno, NaruSaku, NejiTen, ShikaTema
Warning…!
-Bahasa IT, gaje
-Banyak miss typho
-Alur lumayan kompleks
Sudah seminggu sejak cyberwar tersebut di mulai dan Sasuke masih belum mempunyai cukup informasi untuk mendapatkan file yang diupload oleh korban tersebut. Dan terlihatlah sekarang Sasuke yang dengan frustasi mengutak-atik laptopnya dan langsung mendesah pelan sambil menjambak rambutnya.
"Gak usah terlalu dipikirkan lah, Sasuke. Coba loe banner grabbing ntar mungkin gue bisa exploit vulnerable-nya" Kata Sai yang saat itu sudah memakai seragam sekolah Konohagakure. Sasuke langsung terkejut melihat penampakan makhluk albino yang sekarang lagi cengar-cengir innocent sambil memandangi seragamnya.
"Gue cocok ya ?" Kata Sai sambil sedikit gaya narsis sambil mencium-cium bau bahan kimia yang menghiasi baju seragam tersebut.
"Whatever lah, ayo" Kata Sasuke sambil memasukkan laptopnya kedalam tas dan dengan cekatan dia menenteng tasnya sambil berjalan menuju garasi dan diikuti oleh Sai.
"Sejak kapan kau mau sekolah disini ?" Kata Sasuke sambil mendorong motornya keluar dari garasi. Sai membantunya mendorong motor dengan mendorong tas Sasuke (apaan coba ?)
"Yah...! Aku masih belum tahu, tapi Otou-chan menyuruhku untuk melanjutkan SMA di SMA Konohagakure" Kata Sai sambil sedikit berpikir, kenapa ayahnya mau menyekolahkan dia dan menyerahkan dia pada keluarga Uchiha.
"Mungkin memang ada alasan lain untuk itu" Kata Sasuke sambil berpikir.
"Kau benar" Kata Sai sambil ikut-ikutan berpikir dan sekarang duo jenius tersebut benar-benar tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Sudahlah, gak usah dipikirkan" Kata Sasuke yang sepertinya menyerah dengan keadaan dan kemudian tersenyum kearah Sai yang berada dibelakangnya. Sai tersenyum innocent sambil memiringkan kepalanya.
"Kau benar" Kata Sai sambil duduk dibelakang Sasuke.
"Tapi kuharap aku tahu kebenarannya" Gumam Sai sambil berpegangan pada Sasuke.
-0-
"Siapa tuh ?" Bisik seorang gadis berambut hijau lumut pada gadis disebelahnya yang lagi memainkan hapenya saat melihat Sai turun dari motor Sasuke.
"Kau bisa ke kantor kepala sekolah dulu" Kata Sasuke sambil berjalan meninggalkan Sai yang pergi menuju kantor kepala sekolah aka Tsunade.
Sasuke berjalan dengan mengantongi kedua tangannya di saku celananya sambil menatap kosong ke depan dan berpikir tentang semua tentang cyberwar ini.
"Aku masih belum bisa menghubungkan semua ini" Gumam Sasuke sambil mendesah pelan dan melanjutkan perjalanannya.
"Kau masih bingung" Kata Neji yang sudah ngadem disitu sambil melipat kedua tangannya.
"Yah...! Aku sudah tahu siapa si korban dan keterkaitannya dengan top screet Ltd. Tapi bukti kongkrit tentang ini hanyalah pada file yang diupload oleh si korban ke web top screet. Bila aku mendapatkannya, aku bisa dengan mudah memecahkan masalah ini" Kata Sasuke sambil mengelus-elus dagunya.
"Jika kau belum mendapatkan filenya, kau belum menang cyberwar" Kata Neji sambil tersenyum meremehkan kearah Sasuke yang sekarang sedang berpikir keras.
"Aku akan mencari cara lain untuk masuk kedalam server top screet, tapi bila kulakukan hal itu, aku akan menjadi seorang cracker meskipun aku berusaha menumpas kejahatan. Tapi, bila aku mempunyai cara lain yang lebih mudah aku bisa, tunggu dulu..." Gumam Sasuke sambil memikirkan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
"Bila dia mata-mata, pasti dia mempunyai cukup informasi. Aku tidak perlu menggeledah semua rumah di Konohagakure, yang kuperlukan disini cuma alamatnya. Jadi begitu, aku ada ide" Kata Sasuke dengan wajah antusias yang langsung membuat Neji mengernyit heran melihat kelakuan teman sebangkunya yang tiba-tiba berteriak secara mendadak tersebut.
"Aku membutuhkanmu untuk membaca beberapa kode jaringan" Kata Sasuke sambil sedikit menyeringai kecil dan kemudian berjalan keatas tangga menuju kelasnya. Neji melirik kebawah sebentar dan melihat Sai yang saat itu berjalan dengan mengantongi kedua sakunya dengan pandangan lurus kedepan. Lalu beralih menuju Sasuke yang masih terlihat senang dengan sebuah seringai kemenangan terukir jelas di bibirnya.
"Kalian berdua terlalu mirip untuk menjadi saudara sepupu" Gumam Neji sambil berlalu dari situ menghampiri Sasuke yang sudah hampir mencapai kelasnya.
-0-
"Sakura-chan, jangan sekarang donk" Pinta Naruto yang waktu itu sudah berada di dalam kelasnya sambil memohon-mohon pada Sakura yang waktu itu adalah teman sebangkunya.
"Kau ini kenapa sih, Naruto. Saat diajakin jalan aja kok nolak-nolak gitu, emangnya kau gak sayang lagi sama aku" Ketus Sakura yang memang saat itu kesal banget gara-gara dia selalu ditolak oleh Naruto saat ngajakin date.
"Ayolah, Sakura-chan. Sasuke baru saja sms aku kalo hari ini ada acara penting banget. Tolong ya...!" Kata Naruto yang masih tetep gigih memohon-mohon pada Sakura yang waktu itu sudah keki berat ama Naruto yang menurutnya kurang perhatian.
"Oh, gitu...! Jadi Sasuke lebih penting daripada aku" Kata Sakura yang kelihatannya udah merajuk tingkat dewa pada Naruto yang saat itu masih tetep memohon-mohon pada Sakura untuk mengizinkannya tidak nge-date.
"Bukan gitu Sakura-chan, kau tahu kan kalau aku ikut sama grup cyberwarnya Sasuke jadi..." Belum sempat Naruto melanjutkan omongannya tapi dia telah dipotong oleh Sakura.
"Omong kosong, kau gak peduli padaku. Aku ngambek sama kamu" Kata Sakura sambil memukul dada Naruto dan pergi dari sana meninggalkan Naruto yang masih duduk dibangkunya sendiri.
"Hhhh...! Kenapa sih dengan makhluk yang bernama cewek ini sih" Keluh Naruto yang sepertinya gak pernah khawatir tentang kengambekan Sakura yang sudah menjadi-jadi dan sekarang dia malah melipat kedua tangannya dibelakang kepalanya sambil mendesah pelan.
"Hei...! Lu lagi marahan ya ?" Kata Tenten yang saat itu sepertinya melihat NaruSaku yang lagi marahan dan debat hebat. Naruto melirik sebentar pada Tenten sebelum akhirnya mendesah pelan.
"Ya, kau sudah denger kan tadi" Kata Naruto sambil melirik Tenten dengan wajah bosan. Tenten hanya tertawa kecil melihat Naruto yang sepertinya sedang kesusahan tersebut.
"Cuman masalah sepele kan ? Kutahu itu" Kata Tenten yang hanya dibales dengan lirikan bosan oleh Naruto dan memutar matanya jenaka.
"Yah...! Aku gak tau reaksi apa yang berada di OTAK kalian itu" Kata Naruto sambil menekankan kata OTAK sambil mendekatkan wajahnya ke Tenten dengan wajah meledek.
"Apa kata lu dah, percuma ngadepin duren galau" Kata Tenten sambil meledek balik si Naruto yang emang udah bener-bener galau tingkat dewa gara-gara Sakura yang sekarang entah kemana.
"Suka-suka lu dah, eh, ngomong-ngomong hubungan lu ama Neji gimana ?" Tanya Naruto yang sepertinya mau memancing amarah Tenten.
"Ngapain lu mengalihkan bahan pembicaraan ?" Tanya Tenten yang sepertinya curiga ama tuh duren busuk yang sekarang lagi menyeringai kearahnya.
"Hehe...! Gak papa sih, gue liat si Neji cuekin lu tuh, apa lu bisa tahan ama dia ?" Tanya Naruto yang sukses buat Tenten menggeram menahan marah sambil terus mencoba menahan hasrat buat melempar Naruto keluar kelas.
"Hehe...! Gue cuman bercanda kok" Kata Naruto yang langsung nyengir innocent sambil membentuk huruf V dengan jari tengah dan jari telunjuknya jadinya kayak gini nih ^_^v.
'Sialan nih anak, mau coba nggodain gue. Gue lempar juga lu' Batin Tenten mulai berniat nista pada Naruto.
"Tapi, Ten. Gue penasaran kenapa hubungan lu ama tuh kunti rambut coklat bisa aman-aman aja, padahal Neji juga cukup sibuk ngurusin cyberwar ini" Kata Naruto yang ternyata oh ternyata mencoba untuk menyelikidi masalah Tenten ama Neji yang akur-akur aja meskipun si Tenten dicuekin abis-abisan.
"Entah, gue juga kagak tau"
-0-
"Hajimemashite, watashiwa Shimura Sai-desu" Kata Sai yang saat itu sudah masuk kedalam kelas X-2. Ngapain tuh anak disini, padahal dia kan murid mutasi ? Ternyata SMA Konohagakure tidak menerima murid mutasi dan dengan sangat tidak elitnya menendang Sai menuju kelas X-2 bersama dengan siswa yang seharusnya menjadi juniornya.
"Baiklah Sai, silahkan duduk dibangku nomer dua dari belakang deret paling kanan dekat jendela" Kata Kakashi yang saat itu mengajar dikelas tersebut. Sai pun langsung berjalan menuju arah yang di katakan oleh Kakashi.
"Anak baru tuh" Kata seseorang dengan rambut hijau tadi pada temannya yang sepertinya masih asyik main hape disebelahnya.
"Masa bodoh" Kata cewek berambut pirang panjang tersebut sambil cengar-cengir sendiri melihat hapenya tersebut.
"Cakep lho"
-0-
"Kudengar Sasuke-senpai sudah tau siapa anak tersebut" Kata Shikamaru sambil menguap panjang kearah Hinata yang saat itu masih sibuk membaca sebuah buku tentang desain grafis. Hinata pun menutup bukunya sambil mendesah panjang.
"Entahlah, kemarin dia menelepon aku dan minta untuk bertemu dirumahnya. Katanya dia butuh bantuan beberapa orang untuk menemukan bukti kunci kejahatan ini" Kata Hinata sambil membaca pesan yang dikirimkan oleh Sasuke kemarin.
"Yah...! Bila Sasuke-senpai bener-bener mengetahui siapa sang korban, maka kunci yang dibutuhkan ada pada file upload pada komputer korban. Sehingga pilihan pertama Sasuke-senpai adalah harus mengambil file tersebut secara paksa di server top screet, dan aku masih belum menggambarkan kemungkinan lainnya" Kata Shikamaru yang sepertinya sudah mulai ngerti arah kasus tersebut.
"Mungkin begitu, tapi resikonya bakalan sangat besar" Kata Hinata yang saat itu sudah terduduk bosan karena menunggu sang sensei yang belum juga datang.
"Kurasa beberapa sensei hari ini rapat dan aku yakin kalo kelas Temari-senpai sepi jadi..." Shikamaru tidak meneruskan kalimatnya dan langsung meninggalkan Hinata yang sepertinya masih tertarik untuk membaca buku desain grafis tersebut.
-0-
"Shikamaru-kun, jam kosong juga ?" Tanya Temari sambil tersenyum manis begitu melihat Shikamaru yang berjalan kearahnya sambil mengantongi kedua tangannya, kayaknya nih anak ketularan ama SasuNeji yang juga suka mengantongi tangannya sendiri.
"Maaf ya, Temari-senpai. Aku terlalu sibuk buat ngurusin cyberwar" Kata Shikamaru sambil mengangkat sebelah tangannya kearah Temari dan kemudian menyandarkan tubuhnya ke dinding sebelah Temari.
"Hehe...! Gak papa kok, lagian aku juga punya adik kecil yang manis banget yang juga pecinta teknologi" Kata Temari sambil sedikit tersenyum mengingat adik kecilnya tersebut.
"Heh...! Beneran ?" Kata Shikamaru yang tampak antusias dengan kabar yang dibawa oleh Temari.
"Haha...! Beneran, nih fotonya" Kata Temari sambil menunjukkan foto seorang cowok berambut merah bata acak-acakan yang sedang memegang sebuah robot buatan.
"Tampan ya" Puji Shikamaru.
"Ya, dia amat terobsesi dengan apa yang disebut robot. Rumah kami pun cukup penuh dengan robot dan itu sangat mengesankan bukan ?" Kata Temari dengan antusias yang langsung disambut dengan anggukan plus cengiran khas dari Shikamaru yang saat ini sudah mengangkat wajahnya dan melihat langit yang saat itu tengah mendung.
"Langit mendung banget, apakah ada yang gak beres" Gumam Shikamaru yang melihat mendung tebal tersebut membawa banyak muatan hujan dan hal itu sukses membuat Shikamaru berpikir macam-macam tentang hujan tersebut.
"Entahlah, kuharap semuanya beres"
-0-
"Jadi, kan, Sasuke ?" Tanya Neji yang waktu itu sudah bersiap-siap mengemasi barang-barangnya. Hujan sudah cukup lebat diluar tapi sepertinya mereka cukup nekat untuk tetap pada rencana.
"Tentu saja, kau bawa mantel baju kan ?" Tanya Sasuke yang saat itu sudah menyiapkan mantel yang berbentuk setelan dari baju dan celana. Neji pun mengeluarkan mantel yang sama berwarna coklat muda.
"Sasuke-senpai" Teriak Shikamaru yang saat itu sudah bermantel warna biru di luar kelas Sasuke.
"Kau kerumah saja dulu bareng Hinata" Kata Sasuke sambil berlari keluar kelas dan menuruni tangga dengan sangat tergesa-gesa menuju kelas X-2.
-0-
"Wah...! Hujan" Kata Sai sambil menadahkan air hujan tersebut di tangannya.
"Mana mantelku dibawa Sasuke lagi" Keluhnya sambil sekarang duduk di bangku yang disediakan di beranda depan kelas. Matanya menerawang mendung tebal yang tak kunjung menghilang meskipun hujan sudah cukup lebat.
Sai melihat cewek berambut pirang yang sepertinya lagi dengan lincahnya bermain hape sambil sedikit menyeringai puas dan kadang-kadang cemberut kesal.
Sai pun tersenyum dan mendekati cewek tersebut.
"Hai...!" Sapa Sai yang sekarang sudah duduk disamping cewek tersebut sambil tersenyum pelan. Cewek tersebut tampak terkejut dengan kehadiran Sai dan langsung menengok kearah Sai, sedetik kemudian dia terkejut kembali dan sekarang malah menengok kearah hapenya.
"Huwaa...! Level gue udah tinggi, sekarang mati" Tiba-tiba saja cewek tersebut menjerit gaje melihat layar hapenya dan sukses membuat Sai budek sesaat.
"Ini semua gara-gara lu. Cepet ganti" Tuntut Ino yang langsung menyalahkan Sai atas perbuatan nista yang telah dia lakukan pada gamenya.
"Mana ?" Tantang Sai yang sepertinya sebel ama tuh anak. Tadi aja dicuekin, sekarang malah dituduh yang bukan-bukan. Apes dah.
Sai pun mengutak-atik hape tersebut dengan lincah dan beberapa menit kemudian menyerahkan kembali pada si cewek.
"Nih, kau tadi sampai sini kan ?" Tanya Sai sambil menyerahkan hape cewek yang sekarang tengah terpukau.
"Gimana kau menyelesaikannya ?" Tanya cewek tersebut yang sepertinya masih takjub dengan keahlian Sai yang mampu menyelesaikan game tersebut hanya dengan waktu singkat.
"Aku adalah gamer PC. Dan sangat mudah melakukannya bila di hape" Kata Sai sambil tersenyum.
"Nih, mantel loe" Kata Sasuke yang sepertinya masih mau merusak suasana sambil melempar mantel pada Sai.
"Baiklah, jaa ne" Kata Sai sambil melambaikan kedua tangannya.
"Tunggu dulu, siapa namamu ?" Tanya cewek tersebut sambil berteriak.
"Sai...!"
-0-
"Gue kesel disuruh nunggu" Keluh Shikamaru yang sepertinya sudah sukses ngetem diteras rumah Sasuke bareng Neji dan Hinata.
Tak lama kemudian, Sasuke dan Sai pun datang dengan motor dan mantel berwarna sama. Sasuke pun melepas helmnya dan menunjukkan wajahnya yang sekarang tengah basah oleh air hujan.
"Huahhh...! Pengap" Keluh Sai sambil melepas helmnya.
"Kalian..."
Apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh Sasuke ? Siapa cewek yang bersama dengan Sai ? Apakah Sai dan Sasuke punya hubungan lain ?
TBC
Fyuhh...! Gomen dah kalo ceritanya sangat mbulet kayak gini. Author emang gak pandai buat cerita tentang petualangan kayak gini, tapi akan author usahakan lah.
Kata-kata sudah tidak terlalu banyak disini, akan saya jelaskan.
1. Banner Grabbing, kegiatan hacking untuk melihat apa sistem operasi yang digunakan oleh server.
2. Eksploit, itu berarti menggunakan sebuah celah keamanan untuk menjelajahi setiap data yang berada pada server.
Moga-moga aja ngerti dah.
Happy Read
