Bola Voly dan Bola Basket

Sebelum kecerita saya mau minta maaf dulu bukan maksud saya tidak mau membalas review tapi memang waktu itu waktu sedang tidak mengizinkan. ( ketahuan mama ku bukan belajar kan masih UTS waktu itu palah lagi ngetik akunya ) sekali lagi saya minta maaf *bungkuk – bungkuk. Saya benar – benar minta maaf.

Jadi baru bisa balas review skg ( UTSnya baru selesai sabtu kemarin )

Balesan review :

Vaa Vanelf : apa skg sama yang sebelumnya sudah panjang? Apa ini juga masih berantakan? Makasih atas masukannya itu sangat berarti bagi saya.

Max Hyera : apa penulisannya skg udh bener...? apa masih ada yang salah..? kalau ada beritahu saya ya. Masukannya sangat berarti bagi saya...

Shyelf : kalau yang Hae jadi cwe ntar ya aku pikir dulu. Ehm, umur saya masih 14 tahun tapi udh di panggil eonni gpplah biar kelihatan dewasa. Taemin di chapter sebelumnya bukan oon v, polos. Maaf ya sudah membuat Taemin jadi begitu.

Yehyuk Eunhae : enggak kok Hyukienya ga hilang ingatan Cuma pusing 7 keliling hehehe. Yah, sepertinya Kibum sudah mulai suka ma Hyukienya. Sudah saya lanjutkan kan...

Parkhyukkie :ada v, nanti adegannya waktu Haehyuk sudah menjalin tali asmara( caelah bahasa ku ribet bgt ) sabar aja ya...

Cho SunaKyu73229 Ae :sudah ada lanjutannya

AngelFishy :kita liat nanti diakhir cerita ok apakah Haehyuk or Kihyuk harap sabar menunggu endingnya.

Momimichi :saya sudah update tapi maaf kalau ga kilat updatenya.

All : makasih udh review moga ga bosen review saya hehehe...

Balik untuk memulai cerita.

Bola Voly dan Bola Basket

Genre : Romance

Pair : Lee Donghae ( namja )

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk ( yeoja )

Kim Kibum ( namja )

Lee Sungmin ( Yeoja )

Warning : cerita sama judul ga nyambung.

Chapter 4

Kibum POV

Ya ampun kenapa hatiku sangat hancur seakan akan ada layangan yang sedang terbang di siang hari yang berangin tiba – tiba ada petir tepat mengenai layang – layangku nah layang – layang itu adalah hatiku. Apa sedang aku rasakan ini?

"gomawo Kibum." Ucapnya sambil memelukku.

Ya Tuhan kenapa dia memelukku dan kenapa hatiku sangat sakit saat Eunhyuk menceritakan ceritanya.

"oh ya Bummie ( melepas pelukannya ), kamu tau ga apa keinginan terbesarku sekarang?" ucapnya dengan pandangan mata ke arah mataku.

"apa?" jawabku lemas.

Entahlah, aku sendiri tidak tau tentang perasaanku ini. Tiap kali Hyukie menyebutkan nama namja ikan itu ( tau kan siapa? ) hatiku terasa seperti ada sayatan – sayatan yang semakin lama semakin berubah semakin besar dan sangat perih.

" kenapa jawabnya lemas gitu sih? Ini kan masih pagi." Tanyanya lagi. Sehingga terpaksa aku mencari alasan.

" tentu saja aku sangat lemas. Kau memelukku terlalu kencang dan kau tau aku tidak bisa nafas." Ucapku merubah suara ku supaya tidak lemas.

" hehehe maaf.." jawabnya dengan senyum yang menurutku sangat manis.

" ne, aku maafkan. Tadi kamu tanya apa? Kamu nanya ke aku tentang apa keinginan terbesarmu sekarang ini bukan?" tanyaku.

" he'emtz.." jawabnya sambil mengangguk.

"ehm, biar ku tebak." Ucapku dengan gaya orang berfikir.

#Author : taukan yang aku maksud? Kalau ga tau yang kaya gini nih jari telunjuk kanan ke dahi ( jidat ) terus tangan kirinya menompang ke dagu.

# Readers : udh tau kali..

#Author :hehehe ( nyenger watados ) *abaikan*

Kibum POV END

Eunhyuk POV

"ah, aku tau pasti kamu mau..." ucap Kibum dengan nada menggoda. " PERSEDIAAN PISANGMU SELAMA SEUMUR HIDUP MU TERSEDIA. IYA KAN?" ucap Kibum lagi tapi sekarang dengan semangat 45 dan sontak membuat seisi kelas menatap kami berdua bahkan ada yang tertawa mendengar ucapan Kibum.

" iihh, Kibum jangan kencang – kencang pelankan suaramu." Menepuk kepalanya dan dia hanya tertawa.

" hehehe maaf. Tapi benarkan? Jawab saja ga uash malu kalau sama aku tu. Aku kan SAHABATMU." Ucapnya dengan percaya diri.

"kecilkan suaramu Kibum. Kau membuatku malu tau. Liat gara – gara kamu berteriak seperti itu mereka semua melihat ke kita. Kamu enak tidak malu lah aku MALU SANGAT." Ucapku.

" yey, tapi benerkan. Udah jawab aja." Ucapnya dengan percaya diri. ( lagi ).

" tentu saja SALAH. Emangnya aku monyet apa? Persediaan pisang harus ada."

" lho, kok salah? Apa kamu lupa kamu kan emang monyet bukannya kamu suka pisang?" tanyanya bingung karena jawabannya SALAH.

" iya aku akui aku memang suka pisang tapi bukan berarti aku monyet kan. Apa setiap orang yang suka pisang itu monyet?" tanyaku.

"iya iya trus apa dong yang benernya? Kan aku salah?"

" jawabannya adalah jeng jeng jeng." Ucapku menarik nafas. " ini tentang Donghae lagi." Ucapku lagi.

Eunhyuk POV END

Kibum POV

"iya iya trus apa dong yang benernya? Kan aku salah?" ucapku. Jujur aku sangat penasaran apa keinginannya sekarang ini. Tapi aku merasa keinginanya itu ada kaitannya dengan Donghae ya. Hah, perasaanku tidak enak.

" jawabannya adalah jeng jeng jeng." Ucapnya menarik nafas.

' perasaanku semakin tidak enak saja ini. Sepertinya sungguh tentang Donghae lagi. Aku jadi penasaran seperti apa wajah Donghae itu sesempurna apa sih dia?' Ucapku dalam hati. ( disini Kibum belum ketemu Donghae sama sekali ).

" ini tentang Donghae lagi. " ucapnya.

' sudah ku duga pasti tentang Donghae lagi.' Batinku.

" Oh Donghae yang ikan itu bukan?" tebakku.

" ih, dia bukan kaya ikan tau tapi pangeran ikan ( ?). Nah, keinginanku ada sangkut pautnya dengan Donghae yaitu. Aku pengan banget bisa jadi miliknya ( tau kan maksudnya ) walapun hanya satu minggu juga ga pa – pa asalkan dia mencintaiku secara tulus. Itulah keinginanku memang sih terkesan konyol karena kan aku hanya yeoja biasa saja sedangkan dia namja yang sangat populer. Tapi bermimpi sedikit tidak pa pa kan. Selama mimpi itu gratis kenapa harus takut bermimpi. Iya ga?" jelasnya panjang lebar.

' kenapa keinginannya membuat ku semakin merasa sakit. Bukannya dia itu sahabatku harusnya aku bahagia selama dia juga bahagia. Tapi kenapa saat dia mengucapkan keinginanya hatiku tersa sangat sakit.' Batinku.

Kibum POV END

Eunhyuk POV

" ih, dia bukan kaya ikan tau tapi pangeran ikan ( ?). Nah, keinginanku ada sangkut pautnya dengan Donghae yaitu. Aku pengan banget bisa jadi miliknya ( tau kan maksudnya ) walapun hanya satu minggu juga ga pa – pa asalkan dia mencintaiku secara tulus. Itulah keinginanku memang sih terkesan konyol karena kan aku hanya yeoja biasa saja sedangkan dia namja yang sangat populer. Tapi bermimpi sedikit tidak pa pa kan. Selama mimpi itu gratis kenapa harus takut bermimpi. Iya ga?" jelasku panjang lebar.

' kenapa Kibum palah diam? Trus kenapa raut wajahnya jadi sedih? Ada apa dengan Kibum?' tanyaku dalam hati.

" Kibum kenapa..." pertanyaanku terpus oleh suara seseorang.

" duduk ditempat masing – masing sekarang kita ulangan dadakan." Ucap guru kami yang tiba – tiba masuk.

" Yah..." jawab kami serempak.

Tet...tet...tet...tet... ( anggap bel pulang sekolah. Kok sekolahnya cepet banget ceritanya lama ya ).

" ayo Kibum kita pulang." Ucapku sambil menarik tangannya. Dia hanya menurut.

Kami berdua berjalan melewati lorong – lorong sekolah yang sudah mulai sepi. Tiba – tiba aku melihat sepasang muda – mudi ( beh lebe sangat ) maksudku sepasang namja dan yeoja yang sedang bergandengan tangan tidak lupa dengan senyum yang ada dimereka berdua. Kami berjalan semakin dekat dengan mereka berdua. '

sepertinya aku tau namja yang sedang bersama yeoja itu separtinya itu Donghae.' Tebakku dalam hati.

Namja yang sudah berhasil merebut hatiku tapi sepertinya akan berubah manjadi namja yang berhasil meremukan hatiku. Aku dan Kibum berjalan semakin dekat dan berbenar tebakanku namja dan yeoja itu Donghae tapi siapa yang yeoja di sebelahnya? Tangan Yeoja itu memegang lengan Donghae erat.

' Yeoja itu juga sangat imut dengan rambut yang dibiarkan terurai. Sepertinya aku juga mengenal yeoja itu. Oh ya aku ingat dia kan Lee Sungmin yeoja yang sangat populer sesekolah ini. Tapi sedang apa mereka berdua di sini belum lagi mereka hanya berdua dengan bergandengan tangan. Apa mereka pacaran?' tanyaku dalam hati.

Eunhyuk POV END

Kibum POV

Aku dan Eunhyuk berjalan melewati lorong – lorong sekolah yang mulai sepi. Aku sesekali melirik ke arah Eunyuk tiba – tiba raut wajahnya berubah sedih saat aku dan Eunhyuk mulai mendekat ke arah sepasang namja dan yeoja. Kami semakin dekat ke arah sepasamg namja dan yeoja itu ku dengar namja tersebut memanggil Eunhyuk.

" hai Hyukie. Kita ketemu lagi. Gimana kepalamu masih sakit?" tanya namja itu pada sahabatku.

Kibum POV END

Eunhyuk POV

"hai Hyukie. Kita ketemu lagi. Gimana kepalamu masih sakit?" tanya namja itu.

"oh, hai Donghae. Iya kita ketemu lagi. Kepalaku udah ga sakit kok." Ucapku berusaha untuk tersenyum.'kepalaku memang tidak sakit tapi sekarang hatiku yang sakit.' Ucapku dalam hati.

Eunhyuk POV END

Kibum POV

"oh, hai Donghae. Iya kita ketemu lagi. Kepalaku udah ga sakit kok." Ucapnya berusaha untuk tersenyum.

'oh, jadi ini yang namanya Donghae. Kalau di lihat memang tampan sih tapi, siapa yang yeoja yang di sebelahnya?' batinku. Aku melirik ke arah Eunhyuk dia masih sempat tersenyum walau aku tau itu hanya senyum palsunya untuk menyembuyikan rasa sakit di hatinya.

"Oh ya Hyukie perkenalkan ini Sungmin yeojachinguku." Ucapnya memperkenalkan yeoja di sebelahnya. Aku melirik lagi ke arah Hyukie dan benar dugaanku dia terlihat sangat sedih walaupun dia berusaha tersenyum tapi tetap saja terlihat olehku.

Kibum POV END

Eunhyuk POV

Aku berusaha terus tersenyum walaupun hatiku sangat hancur padahal baru tadipagi aku mengucapkan apa keinginanku tapi sekarang sepertinya keinginanku tidak pernah kesampaian.

"Oh ya Hyukie perkenalkan ini Sungmin yeojachinguku kami baru saja jadian." Ucapnya.

"hai, namaku Lee Sungmin. Tapi kalian bisa panggil aku Minnie kok biar terlihat lebih dekat." Ucap yeoja imut yang ada di sebelah Donghae sambil menjulurkan tangannya dan tersenyum sangat manis ke arah ku.

"namaku Lee Hyukjae tapi biasa di panggil Eunhyuk." Ucapku menjabat tangannya aku pun ikut tersenyum walau senyum itu aku paksakan. "oh ya kenalkan ini temanku Kim Kibum." Ucapku sambil menunjuk ke arah Kibum.

"hai namaku Kim Kibum tapi kalian bisa memanggilku Kibum." Ucap namja di sebelahku.

"aku Donghae." Ucap namja yang benama Donghae itu.

"aku Lee Sungmin." Ucap yeoja yang di sebelah Donghae.

"Hyukie ayo kita pulang bukannya kamu ada acara dengan keluargamu?"

"ha, acara keluarga?" ucapku bingung. Bagaimana tidak aku kan memang tidak ada janji atau acara keluarga sekarang ini.

Eunhyuk POV END

Kibum POV

"Hyukie ayo kita pulang bukannya kamu ada acara dengan keluargamu?" ucapku pada Hyukie supaya bisa mengeluarkan dia dari situasi ini.

"ha, acara keluarga?" ucapnya bingung.

' Hyukie babo. Aku mencari alasan itu untuk mengeluarkanmu dari situasi ini.' Batinku.

"iya acara keluarga." Ucapku sambil mengedap – ngedipkan mataku untuk memberinya kode.

"kenapa matamu kedap – kedip gitu. Apa kamu kelilipan?" tanya Hyukie dengan polosnya.

' sekarang aku tau kalau kamu benar – benar babo. Apa dia tidak tau cara membaca ekspresi muka. Baiklah aku menyerah sepertinya aku harus menariknya.' Ucapku dalam hati.

"ah, sepertinya kamu benar – benar lupa. Ya sudah ayo kita pulang. Kami permisi dulu bye." Ucapku sambil menarik tangan Hyukie untuk menjauh dari pasangan kekasih itu.

" bye juga. Kibum, jaga Hyukie baik – baik." teriak Donghae. Aku hanya mengangkat ibu jariku ke udara.

setelah kami berdua cukup jauh dari pasangan kekasih tadi aku merasakan tangan Hyukie bergetar setelah itu seperti ada suara isakan tangis. Aku menoleh ke arahnya dan benar dia menangis.

Kibum POV END

Eunhyuk POV

Aku merasa hatiku sangat sesak serasa tidak pernah bernafas setelah aku merasa sudah cukup jauh dari Donghae. Aku tidak kuat menahan tangis dan akhirnya tangisku pun pecah.

" Hyukie kamu menangis?" nada suara Kibum terlihat khawatir.

"Kibum hiks...hiks...hiks...hati ku sakit...sangat sakit Kibum hiks... hiks.. hiks..."akhirnya aku menagis juga. Kibum langsung memelukku entah mengapa aku merasa sangat nyaman.

Eunhyuk POV END

Kibum POV

"sudah tidak papa kok aku ada di sini aku akan menjagamu." Aku memeluknya erat memberikannya rasa nyaman sebenarnya aku juga merasa sedih saat melihat sahabatku atau orang yang aku cintai ini begitu lemah.

"hiks...hiks...hiks...Huwe..." tangisnya pecah. Aku merasa sekarang bajuku menjadi basah dengan air matanya dan juga ingusnya.

"sudah jangan menagis lagi aku akan selalu melindungimu aku janji." Ucapku menenagkannya lagi.

"gomawo Kibum sudah mau menjagaku. Main, aku hanya bisa merepotkanmu." Ucapnya melepas pelukan kami berdua.

"itulah gunanya sahabat saling melindungi satu sama lain tanpa minta balasan." Aku mengusap air matanya dengan menggunakan ibu jariku.

"srooottt ( dia menyedot ingusnya ) makasih Kibum. Kamu memang SAHABATku yang sangat baik." Ucapnya sambil tersenyum.

Aku hanya mengganguk. " ayo kita pulang hari sudah mulai sore." Dia hanya menggangukkan kepalanya. Aku menariknya menaiki motorku. Di sepanjang perjalanan dia hanya diam setelah sampai di depan rumah dia segera turun dan mengembalikan helmnya padaku.

"kalau ada apa – apa cepat hubungi aku. Jangan membuatku khawatir." Ucapku tegas.

"ne Kibum kenapa kamu jadi seperti umma ku sih." Jawabnya dengan tersenyum.

"nah, gitu dong senyum kan kelihatan manis. Aku pulang dulu ya. Ingat jaga dirimu baik – baik."

"iya Kibum umma sudah sana pulang." Ucapnya

Kibum POV END

Eunhyuk POV

Setelah Kibum pergi aku segera masuk ke rumah. Dan dirumah sepertinya aku mendengar keributan.

"KALAU KAMU MEMANG MENYAYANGIKU KENAPA KAMU HARUS SELINGKUH DENGAN YEOJA MURAHAN ITU?" teriak ummaku ke appa ku.

Sungguh baru kali ini aku melihat ummaku sangat marah. Pikiranku langsung memikirkan adikku satu – satuny siapa lagi kalau bukan Jino adik kesayanganku yang baru berumur 5 tahun dia masih terlalu kecil untuk melihat pertengkaran ini. Aku berlari memasuki kamar adiku. Aku melihatnya masih bermain dengan mainan mobil – mobilanyaaku tersenyum untung adiku tidak mendengar ini semua.

BLAK...

Pintu kamar adiku terbuka aku melihat umma ku dengan mata yang memerah sepertinya umma ku habis menagis.

"Jino jalan – jalan yuk sama umma kita pergi dulu ( sambil mengendong adikku ).Hyukie jaga diri baik – baik. Umma akan pergi dulu pasti umma akan kembali." Ucap ummaku.

Umma ku keluar dari kamar Jino sambil menggendong Jino tidak lupa umma ku membawa koper yang sangat besar. Aku melihat appaku hanya duduk di ruang kursi tengah sambil menundukan mukanya.

" umma aku ikut umma." Rengekku.

" kamu harus sekolah sayang kamu sama appa kamu saja ingat masa depanmu." Umma ku meneteskan air mata.

"umma kenapa menagis bukannya kita mau jalan – jalan nanti kita akan senang – senang kan umma? Kenapa Hyukie noona tidak boleh ikut?" ucap adikku debngan polos.

"Hyukie noona harus sekolah sayang nanti Hyukie noona pasti akan menjemput kita sayang. ( umma menoleh ke arahku ) jaga baik – baik keadaanmu chagi suatu saat nanti umma akan menjemputmu setelah hati umma tenang. Selamat tinggal sayang umma sayang kamu." Umma mengecup dahiku.

Setelah umma pergi air mataku tidak terbendung lagi aku menghampiri appa ku yang masih tertunduk.

" INI SEMUA GARA – GARA BENCI APPA." Aku tidak peduli dengan keadaan appaku.

Aku berlali ke kamarku dan menengelamkan kepalaku ke bantal.

" semua NAMJA sama saja aku benci kalian semua." Air mataku sekin deras mengalir.

TBC