Apa itu perasaan cinta?
Apakah jika aku melubangi hatimu dan mengorek dalamnya, aku akan dapat mengerti apa itu perasaan 'cinta'.
Sebuah kata yang selalu kalian ucapkan juga agung-agungkan karena memiliki kekuatan besar dan mampu membuat seseorang menjadi lebih kuat dan hebat.
Apakah kekuatan 'cinta' bisa sehebat dan sedasyat itu?
Tapi bagiku seorang Espada yang terlahir dari kehampahaan, keputus asaan.
Perasaan cinta adalah hal yang tak bisa kurasakan dan mengerti karena aku tak pernah memiliki hati terlebih perasaan seperti rasa sakit, takut, senang, kecewa atau-pun cinta. Karena bagiku kekuatan adalah segala-galanya.
Tapi mengapa Onna, kau mampu membuatku goyah dan bertanya-tanya, apakah perasaan cinta bisa terasa indah seperti ini?
Katakan padaku Onna, apa itu sebenarnya cinta dan apakah aku memiliki hati sepertimu?
Disclaimer : Tite Kubo
Rate : T
Genre : Romance & Hurt/Comfort
Pair : Ulquiorra x Orihime
~ Endless Black ~
WARNING : Typo bertebaran dimana-mana, EYD amburadul, penempatan tanda baca yang tidak sesuai, OOC, dan masih banyak kekurangannya.
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
X0X0X0X0X0X0X0X
Hari ini ada yang berbeda di istana Hueco Mundo karena seluruh Espada diminta untuk berkumpul diaula utama istana, karena biasanya jika semua Espada diminta untuk berkumpul di aula utama pasti ada hal penting yang akan disampaikan oleh penguasa mereka yang untuk saat ini adalah Ulquiorra menggantikan posisi serta kepemimpinan Aizen sementara waktu hingga Raja Hueco Mundo itu bangkit kembali.
Para Espada berpikir dan mengira-ngira kalau Ulquiorra akan menyampaikan sebuah rencana baru atau berita yang cukup penting untuk mereka semua. Dan dari pada menduga-duga lebih baik mendengarnya sendiri dari mulut Espada bermata Emerald itu.
Satu persatu para Espada datang dan duduk dikursi mereka masing-masing sesuai dengan nomor yang ada ditubuh mereka. Walaupun Ulquiorra adalah Espada nomor empat namun kemampuannya diatas teman-teman Espada-nya, karena hanya Ulquiorra yang bisa menjadi Resurreccion Segunda Etapa atau tahap pelepasan ke dua dari para Espada juga pemilik dari Cero hitam. Setelah semua Espada berkumpul dan hadir termasuk Nelliel dan Nnoitra yang diberi tugas oleh Ulquiorra membawa tubuh Ichigo Kurosaki kembali ke Soul Society, sepasang suami istri Espada ini menyempatkan hadir dipertemuan karena bagaimana-pun mereka juga bagian dari Hueco Mundo dan salah satu dari sepuluh Espada tertinggi.
TAP
TAP
TAP
Ulquiorra berjalan masuk kedalam aula dengan memasukkan kedua tangannya kedalam kantung celananya, cara berjalannya terlihat elegan dan santai namun sangat berkelas layaknya seorang bangsawan saat berjalan, dingin juga angkuh.
Semua mata memandang kearah Ulquiorra, memperhatikan kedatangan Espada bermata Emerald itu.
SET...
Ulquiorra duduk dibangku utama milik Aizen, tak ada satu-pun Espada yang berani atau di ijinkan untuk duduk dibangku itu kecuali Ulquiorra yang kini menjadi pemimpin mereka semua.
Sesaat sebelum mengeluarkan suaranya, Ulquiorra memejamkan kedua matanya sejenak lalu membukanya dan menampilkan iris Emerald-nya yang terlihat dingin dan kosong karena memang dirinya diciptakan dari kehampaan juga keputus asaan, tak heran diantara Espada lainnya Ulquiorra-lah satu-satunya yang tak pernah menunjukkan ekpresi marah, sedih, senang atau-pun sakit. Pandangan matanya selalu terlihat datar, dingin juga kosong mencerminkan keadaan dirinya yang terlahir dari kehampaan.
"Terima kasih karena sudah mau datang dan berkumpul disini," ucap Ulquiorra datar.
"Apa yang ingin kau katakan pada kami semua?" tanya Grimmjow ketus.
Espada tampan bersurai biru ini terlihat tidak tenang juga tidak nyaman duduk dibangkunya. Kedua tangan Grimmjow terasa gatal karena ingin menghajar juga membunuh Ichigo, mengingat saat ini Shinigami bersurai orange itu tengah terkurung tak berdaya dipenjara bawah tanah. Akan tetapi Ulquiorra tak mengijinkannya dan meminta semua Espada tak melakukan sesuatu atau berbuat bodoh dengan menyerang Ichigo.
BRAK!
Grimmjow memukul keras meja didepannya meluapkan perasaan kesal dan emosinya, "Cepat katakan, mengapa kau mengumpulkan kami disini?! Dan beri kami alasan juga penjelasan mengapa kami tidak boleh menyerang Ichigo yang merupakan musuh kita?!" cecar Grimmjow dengan nada tinggi.
Wajah Grimmjow terlihat marah, kesal karena tak bisa membalaskan dendamnya pada Ichigo, orang yang sudah menghilangkan tangan kanannya walaupun Orihime sudah mengembalikannya dengan jurus Soten Kisshun, tapi tetap saja dendam dihati Grimmjow belum reda sebelum bisa menebas tubuh Ichigo menjadi dua bagian.
"Tenangkanlah dirimu Grimmjow, aku tak mau ada keributan ditempat ini," Ulquiorra memadang tajam pada Sexta Espada itu seraya mengeluarkan hawa Reiatsu-nya yang terasa menyesakkan dada bahkan membuat Grimmjow sedikit kesulitan bernafas.
"Maaf jika aku membuat kalian semua bertanya-tanya dan menunggu,"
Semua Espada terdiam dan memasang kedua kuping mereka baik-baik mendengarkan berita apa yang akan disampaikan oleh Ulquiorra.
"Aku harap ini bukan berita buruk dan tugas berat." Batin Yammy seraya memandang Ulquiorra.
"Aku sudah menjadikan Orihime sebagi ratu di Hueco Mundo dan kini ia adalah istriku." Ucap Ulquiorra lantang.
Semua Espada terlihat kaget juga syok mendengarnya, mereka semua tak mempercayai dengan pernyataan dari Ulquiorra. Terlebih Syazel dan Yammy yang menganggap kalau Espada bersurai hitam itu sudah gila dan rencana dari Ulquiorra adalah salah mengingat kalau Orihime bisa menghancurkan Ulquiorra.
BRAK!
Grimmjow mendobrak meja kembali, kali ini ia menatap tajam pada Ulquiorra, "Jangan bercanda denganku Ulquiorra!"
"Apa aku tidak salah dengar ini, Ulquiorra?" Yammy mempertanyakan keputusan dari temannya itu.
Tia Harribel terdiam dan sedikit menundukkan wajahnya, ada raut kesedihan yang terlihat jelas diwajah Espada berkulit eksotis ini tak kala pria pujaan hatinya menikahi Orihime, gadis Shinigami yang merupakan musuh mereka.
Srek
Tia Harribel mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Bibir bawahnya ia gigit kuat-kuat menahan suara isak tangisnya bagaimana-pun sebagai salah satu Espada terkuat di Hueco Mundo ia tak boleh terlihat lemah terlebih menitikan air matanya didepan teman-temannya karena itu adalah sebuah hal yang memalukan.
"Aku sudah memikirkan ini dengan matang dan aku yakin dengan keputusanku. Jika memang diantara kalian ada yang tidak setuju, bahkan menentang hal ini," Ulquiorra baranjak bangun dari kursinya lalu menatap semua Espada yang duduk dihadapannya dengan memasang berbagai ekpresi, "Silahkah menghunuskan pedang kalian dan bertarung denganku sampai titik darah penghabisan. Karena aku tidak akan merubah keputusanku sama sekali." Ucapnya dingin dengan mata mengitimidasi seluruh Espada.
Hening dan tak ada suara penolakan atau protes keras yang terdengar dari para Espada karena melawan Ulquiorra sama saja dengan menggali lubang kuburan mereka sendiri, mengingat Ulquiorra sudah menyerap kekuatan Kotodama milik Aizen walupun hanya setengah namun itu membuatnya jauh lebih kuat dari mereka semua. Setelah menyampaikan hal penting itu, Ulquiorra langsung pergi meninggalkan aula istana dan kembali ke kamarnya menemui Orihime yang saat ini pasti sedang meringkuk menangis sedih karena harus berpisah dengan keluarganya dan menjadi bagian dari tempat ini untuk selama-lamanya.
BRAK
BUGH
DUAK
Grimmjow meninju keras meja didepannya meluapkan perasaan kesalnya, dirinya tak habis pikir bagaimana bisa Ulquiorra menjadikan Orihime sebagai istrinya yang merupakan gadis Shinigami juga adik dari orang yang sudah membunuh Aizen, pencipta mereka semua.
"Akan kubunuh gadis Shinigami itu." Racau Grimmjow.
Tia Harribel masih menunduk diam pandangan matanya menatap sendu lantai aula yang berwarna putih tulang, diam-diam Syazel menyeringai kecil melihat ekspresi dari Espada berkulit ekstotis didepannya saat ini. Sebuah ide serta rencana licik langsung tersusun rapih dan detail di dalam otaknya, dengan situasi ini ia akan mengambil sedikit keuntungan untuk bisa menguasai semuanya dan menyingkirkan Ulquiorra selama-lamanya.
.
.
.
Seorang gadis bersurai oranye kecokelatan terlihat tengah duduk meringkuk diatas kasur, kepalanya ia tenggelamkan kedalam lipatan lututnya, bahunya terlihat gemetaran hebat dan suara isak tangis samar-samar terdengar.
"Hikss...kak-I-chi..." ucapnya sesenggukkan.
Sudah hampir satu jam Orihime menangis seperti ini tak terbangun dari pingsannya setelah menggunakan kekuatan rohnya untuk menolong sang kakak, saat terbangun dirinya bukan berada didalam kamar yang biasa ia tempati melainkan sebuah kamar yang luas dengan berbagai ornamen klasik serta mewah namun tetap saja cat dinding kamar ini di dominasi oleh warna putih sama seperti kamarnya. Kini Orihime sudah berganti pakaian tak mengenakan Yukata tidur berwarna ungu muda yang dikenakan melainkan pakaian yang dikenakan oleh para Espada, tapi hal ini tak aneh mengingat kini dirinya sudah menjadi bagian dari Hueco Mundo.
Tangis Orihime semakin deras tak kala mengingat kalau ia sudah menjadi istri dari Ulquiorra, Espada yang sudah menculik juga melukai sang kakak hingga sekarat, dirinya tak mengerti mengapa kakaknya bisa kalah dari Espada bersurai hitam itu padahal saat pertarungan lima puluh tahun lalu dengan mudahnya kakaknya mengalahkan Aizen, pemimpin para Espada. Apakah kekuatan Ichigo sudah melemah dan mulai menghilang karena sering menstransfer Reiatsu miliknya untuk Orihime demi kelangsungan hidupnya
Andai saja Orihime tidak terlahir lemah serta sakit-sakitan seperti ini mungkin dirinya bisa lebih berguna dan tidak menyusahkan untuk sang kakak serta ayahnya yang selalu menjaganya.
"A-ayah...i-ibu...k-kak Ichi..." isaknya lirih.
CKLEK
Terdengar suara pintu terbuka tapi Orihime tetap pada posisinya enggan untuk melihat siapa yang masuk kedalam kamar karena ia sudah tahu dari hawa Reiatsu yang dirasakannya kalau Ulquiorra-lah yang datang. Espada tampan ini berjalan pelan menuju ranjang besar miliknya, pandangan matanya lurus menatap sosok sang istri yang tengah meringkuk menangis diatas kasur seperti dugaannya. Ulquiorra terkadang berpikir mengapa Orihime selalu saja menangis bahkan mudah mengelurakan serta meluapakn emosinya, apakah gadis itu tidak merasa letih atau lelah melakukan hal tak berguna seperti menangis dan meratapi keadaannya.
"Sudah waktunya makan, Onna," ujarnya dingin tak mempedulikan tangisan sang istri.
"A-aku-ti-tidak la-lapar..hikss..." sahut Orihime sesenggukkan.
"Kau tetap harus makan, aku tidak mau kau mati kelaparan ka-"
"A-aku adalah alat untukmu," sela Orihime sinis dan penuh nada kebencian mendalam.
Ditolehkan wajahnya yang terlihat sembab juga berantakan karena air mata, kedua mata abu-abu milik Orihime memandang tajam dan dingin pada Ulquiorra, dirinya tahu segala bentuk perhatian, kebaikan yang dilakukan oleh Espada bersurai hitam itu bahkan memaksanya untuk menikah dengannya adalah demi bisa mengikat selama-lamanya ditempat ini juga membangkitkan Aizen. Karena dimata Ulquiorra sendiri Orihime hanyalah alat bukannya seorang istri terlebih mahkluk hidup yang memiliki perasaan dan hati.
Karena yang di inginkan oleh Ulquiorra bukanlah dirinya melainkan kekuatan yang dimiliki oleh Orihime. Andai saja ia bisa memutar kembali waktu lebih baik mati bersama sang kakak dari pada harus terkurung dan terpenjara ditempat ini lagi pula Orihime akan mati pada akhirnya setelah menggunakan seluruh kekuatannya membangkitkan Aizen kembali. Jadi mati hari ini, esok atau kapan-pun sama saja karena kematiannya sudah ditentukan oleh Ulquiorra, suaminya sendiri.
Orihime ingin tertawa lebar mendapati dirinya terjebak dalam situasi rumit serta aneh ini, padahal dulu ia selalu membayangkan melakukan sebuah upacara pernikahan yang indah di sebuah taman bunga dan memakai Shiromoku peninggalan sang ibu lalu ada ayah, Ichigo juga teman-temannya hadir dalam pernikahannya. Sejak kecil dirinya selalu berharap mendapatkan suami yang tampan, baik serta kuat seperti kakak dan ayahnya dua orang pria paling berarti dan dicintai didalam hidupnya. Tapi kenyataan saat ini menampar keras Orihime kalau semua keinginan serta khayalannya harus pupus dan kandas karena yang menjadi suaminya adalah Ulquiorra, musuh Soul Society dan orang yang akan mengakhiri kehidupannya juga.
Ulquiorra berdiri diam disamping ranjang, bibir pucatnya terkatup rapat melihat Orihime yang memandangnya penuh kebencian dan hal itu wajar dilakukan mengingat ia-lah orang yang sudah melukai kakaknya juga memaksa Orihime untuk menjadi istrinya walaupun sebenarnya pernikahan itu dilakukan Ulquiora untuk mengikat serta mengekang Orihime selamanya ditempat ini sampai semua pecahan Hougyoku terkumpul dan Aizen dibangkitkan kembali.
"Jika kau memang sudah mengetahui hal itu maka bersikaplah selayaknya sebagai alat dan berhentilah menangis, tak seharusnya kau bersedih untuk kakakmu yang bo-"
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Ulquiorra.
Orihime mantap nyalang pada Espada bermata Emerald itu karena sudah berani menghina kakaknya.
Ulquioraa hanya menatap datar dan dingin pada Orihime yang tengah menatapnya penuh kebencian juga amarah.
"Satu jam lagi makan malammu tiba dan aku ingin kau menghabiskannya." Ujar Ulquiorra seraya keluar dari dalam kamar.
BLAM
SRUK
Tubuh Orihime jatuh terduduk diatas ranjang dan tak lama bulir-bulir air mata mengalir kembali dari kedua iris abu-abunya, "Hiks...Hiks...Hiks,"
Orihime merutuki dirinya yang menjadi Shinigami lemah dan mudah terpedaya, andai saja ia memiliki fisik yang kuat tak sakit-sakitan seperti ini mungkin dirinya bisa menyelamatkan sang kakak beserta teman-temannya. Tapi apa dayanya, Orihime hanyalah Shinigami lemah dengan kemampuan tubuh terbatas walaupun kekuatan Kotodama-nya hebat dan tak ada yang menandingi.
oOoOoOoOo
Sesuai dengan perintah dan permintaan dari Ulquiorra, Nelleil bersama sang suami membawa tubuh Ichigo yang masih tak sadarkan diri kepada teman-teman Shinigami-nya yang berada disekitar istana Hueco Mundo karena mereka semua tidak bisa masuk mengingat saat ini kekuatan mereka kalah jauh serta jumlah dari para Espada.
BRUK
Nnoitra melemparkan tubuh Ichigo pada seorang Shinigami bersurai merah yang tengah bersembunyi dibalik reruntuhan bebatuan disekitar istana. Dan dengan sigap dan cepat pemuda bersurai merah itu menangkap tubuh Ichigo yang tak sadarkan diri.
"Kembalilah kalian semua ke Soul Society, kedatangan kalian ketempat ini hanyalah sia-sia karena kini Orihime sudah menjadi bagian dari kami,"
Rukia menaikkan sebelah alisnya menatap tajam sepasang suami istri Espada didepannya, "Apa maksud ucapanmu?!"
SRUK
Espada bertubuh tinggi itu menarik sedikit bajunya lalu memperlihatkan sebuah simbol tepat didada kirinya membuat semua Shinigami heran sekaligus bingung dengan apa yang dilakukan oleh Nnoitra.
"Di dada kiri Orihime juga ada tanda seperti ini dan begitu pula dengan Ulquiorra," jawab Nnoitra yang masih membuat semua orang terlihat bingung dan terus bertanya-tanya apa maksud dari tato aneh itu.
"Orihime sudah menjadi istri abadi dari Ulquiorra, di dada kirinya juga ada simbol seperti ini." Kata Nelliel berharap mereka semua dapat mengerti perkataannya.
Hening, mereka semua langsung syok sekaligus kaget luar biasa mendengar hal ini. Bagaimana bisa Orihime menikah dengan Ulquiorra yang merupakan musuh dari Soul Society dan tak tahukan Orihime kalau mereka datang kemari untuk menyelamatkannya, tapi kini mereka harus mendengar kabar mengejutkan sekaligus menyesakkan dada kalau Orihime sudah menikah dengan Espada bersurai hitam itu.
Apa yang sebenarnya terjadi saat ini?
Hal ini membuat Renji bertanya-tanya didalam hati, mengapa Orihime mau menikah dengan Ulquiorra lalu Ichigo bisa kalah dengan Ulquiorra yang merupakan anak buah dari Aizen padahal dulu kekuatan Espada bermata Emerald itu jauh dibawah Ichigo mengingat lima puluh tahun yang lalu pemuda bermata madu itu berhasil mengalahkan Aizen.
"Kembalilah kalian ke Soul Society dan jangan pernah berfikir atau berniat membawa pergi Orihime dari tempat ini karena kini ia adalah Ratu di istana Hueco Mundo," ucap Nnoitra lantang.
Renji menggeram kesal mendengarnya dirinya merasa kesal juga marah dengan hal ini dan dengan sangat terpaksa ia membawa Ichigo kembali ke Soul Society. Kali ini mereka boleh kalah dan tak berhasil membawa kembali Orihime tapi hal ini tak membuat mereka semua menyerah untuk menyelamatkan gadis bersurai oranye kecokelatan itu. Terlebih Orihime adalah kunci utama para Espada untuk membangkitkan Aizen dan hal itu tidak akan mereka biarkan, perang besar lima puluh tahun yang lalu tak boleh terjadi lagi karena kejadian itu sudah banyak membuat mereka kehilangan, sedih, terluka bahkan Soul Society berada diambang kehancuran waktu itu. Untung saja keajaiban terjadi, Ichigo berhasil mengalahkan Aizen dan memukul mundur semua Espada pada perang waktu itu, berkata pemuda bermata madu itulah Soul Society menang dan kedamaian tercipta hingga sekarang ini.
Apapun akan mereka lakukan demi melindungi kedamaian Soul Society walaupun harus membunuh Orihime sekalipun jika memang itu cara serta jalan terakhir yang harus mereka lakukan demi mencegah kehancuran dunia roh.
X0X0X0X0X0X0X0X
BRAK
Pintu kamar Orihime terbuka kasar dan menampilkan tiga Arrancar wanita yang merupakan anak buah dari Tia Harribel Espada berkulit eksotis salah satu anak buah Ulquiorra.
Orihime hanya diam menatap ketiga Arrancar itu dengan pandangan mata datar juga bingung.
Apa yang dilakukan ketiga Arrancar itu dikamarnya?
Apakah mereka datang untuk mengantarkan makanan, tapi Orihime tidak melihat salah satu dari mereka membawa meja dorong berisikan makanan. Atau mereka ingin menjenguknya tapi itu mustahil dan tak mungkin terjadi mengingat tak ada satu-pun orang yang dikenal Orihime di istana ini bahkan terlihat jelas dari pandangan mata mereka semua kalau Orihime sangat dibenci dan ta di inginkan berada di istana Hueco Mundo ini.
Jejak air mata masih membekas di kedua pipinya, "Ma-mau apa kalian kesini?" tanya Orihime dengan setengah terisak.
Bukannya menjawab salah satu Arrancar berambut hitam pendek sebahu malah menampar wajah Orihime hingga membuat Orihime jatuh tersungkur keatas ranjang.
PLAK
"AAAA!" Pekik Orihime.
Pipi kanan Orihime terasa panas dan perih karena ditampar oleh Arrancar bersurai hitam itu.
SREK
Dijambaknya rambut oranye kecokelatan milik Orihime oleh Apache hingga tubuh sang Ratu Hueco Mundo itu naik keatas.
"Le-lepaskan..." rintih Orihime.
"Baik jika itu maumu." Apache langsung mendorong tubuh Orihime hingga jatuh tersungkur kelantai dan wajahnya sedikit lecet karena membentur lantai dengan keras.
Liquid bening mulai mengalir perlahan dari kedua iris abu-abunya, mengapa mereka semua memperlakukannya dengan kejam apa salahnya pada mereka semua mengapa Orihime harus menerima perlakuan seperti ini.
"Lihatlah, Mila Rose Sunsun," ujar Apache pada kedua temannya yang berdiri angkuh didepan Orihime.
Apache menjambak rambut Orihime dan memaksa gadis bermata abu-abu itu untuk melihatnya, "Kau adalah wanita lemah dan tak pernah pantas bersanding dengan Ulquiorra-sama, karena yang pantas bersamanya adalah Harribel-sama bukan kau. Gadis Shinigami lemah dan bodoh seperti kakakmu," hina Apache dengan diiringi tawa lebarnya.
GREP
Orihime mencengkeram tangan Apache erat dan menatap tajam pada Arrancar bersurai hitam sebahu itu, "Jangan pernah menghina kak Ichigo,"
WHUSSS
BRUK
"AAAAA!"
Tubuh Apache terhempas jauh terkena gelombang Reiatsu aneh yang terpancar dari tubuh Orihime. Kelima Shunshun Rikka milik Orihime berterbangan disekelilingi tubuhnya membentuk perisai melindung sang Nona dari serangan apapun.
"Cih! Ternyata kau punya kekuatan juga." Apache bangun dari posisinya dan bersiap menyerang bersama kedua temannya.
Tiga lawan satu itu terlihat curang dan tak adil terlebih lawanya adalah para Arrancar yang merupakan anak buah kepercayaan dari Tia Harribel Espada bernomor dua. Tapi Orihime tidak gentar ataupun takut karena mereka sudah menghina kakaknya, orang yang paling dicintai, sayangi juga hormati oleh Orihime.
"Ugh..." Orihime memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Hahahaha...Rasakan itu gadis lemah," ledek Apache dengan tertawa lebar dan senang.
Apache mengarahkan pedanganya tepat kearah Orihime yang terlihat kelelahan dan menahan sakit tak terkira ditubuhnya karena menggunakan kekuatan Kotadama-nya untuk bertarung padahal hal itu dilarang keras oleh sang ayah karena akan berakibat fatal dan buruk pada tubuhnya bahkan bisa menyebabkan kematian untuk Orihime.
"Mati kau."
BLAARRR
TRANGGG
Seseorang menangkis serangan dari Apache.
Tubuh Arrancar wanita itu gemetaran hebat saat melihat sosok Ulquiorra dihadapannya dengan pandangan mata membunuh.
"U-Ulquiorra-sama!" seru Apache kaget dan takut.
SRIIINGGG
Ulquiorra mengeluarkan pedang miliknya, "Bersiap-siaplah menerima kematian kalian."
Bisa Orihime lihat kalau wajah ketiga Arrancar yang tadi menyerangnya terlihat ketakutan bahkan salah satu dari mereka duduk bersimpuh dihadapan Ulquiorra meminta pengampunan dari Ulquiorra.
"Aku mohon padamu Ulquiorra, ampuni mereka bertiga," sela Tia Harribel yang tiba-tiba datang masuk kedalam kamar.
"Harribel-sama!" Seru Apache senang.
Ketiga Arrancar ini sangat terharu dan senang dengan kedatangan dari Espada bersurai kuning itu yang meminta pengampunan Ulquiorra untuk mereka bertiga.
"Baiklah untuk kali ini aku akan memaafkan mereka tapi jika saja diantara kalian ada yang berani melukainya seujung jari saja akan aku pastikan kalau tubuh kalian hancur lebur menjadi serpihan debu," ancam Ulquiorra dingin seraya memasukkan kembali pedangnya.
"Terima kasih Ulquiorra-sama." Ketiga Arrancar ini membungkukkan tubuhnya pada Ulquiorra.
BRUKK!
Tiba-tiba tubuh Orihime jatuh tak sadarkan diri karena tubuhnya sudah mencapai batas gara-gara menggunakan kekuatan Kotodama-nya.
"Onna!" Teriak Ulquiorra kaget.
Bisa Ulquiorra rasakan hawa Reiatsu dari Orihime yang terasa melemah jika ia tidak segera mengalirkan hawa Reiatsu miliknya bisa-bisa gadis bersurai oranye kecokelatan ini akan mati.
Cup'
Ulquiorra mencium Orihime tepat dibibirnya untuk mengalirkan Reiatsu miliknya pada Orihime. Espada tampan ini tidak menyadari kalau beberapa pasang mata menatapnya dengan syok dan kaget tentunya melihatnya mencium Orihime didepan mata mereka semua. Ulquiorra sendiri tidak merasa risih ataupun malu melakukannya mengingat apa yang dilakukan Ulquiorra adalah menyelamatkan nyawa Orihime.
SREK...
Tia Harribel meremas erat salah satu tangannya menahan gejolak emosi serta amarah dihatinya saat ini yang tengah meledak-ledak melihat adegan mesra didepan matanya. Tanpa berkata sepatah kata-pun Tia Harribel pergi meninggalkan kamar Ulquiorra di ikuti oleh Apache dan teman-temannya yang berjalan mengekor dibelakangnya.
"Orihime Kurosaki." Desis Tia Harribel penuh kebencian.
Untung saja Tia Harribel adalah Espada yang sangat pandai menyembunyikan emosi erta ekspresi wajahnya jika tidak, bisa dipastikan kalau Espada bersurai kuning ini akan menangis sedih dan pilu bahkan berteriak histeris melihat pria pujaan hatinya mencium gadis lain didepan matanya sekalipun itu adalah istrinya sendiri. Tia Harribel tidak suka dan cemburu melihatnya, karena bagaiamana-pun didalam sudut hatinya yang terdalam ada sebuah perasaan khusus untuk Espada bermata Emerald itu.
"Apache, Sunsun, Mila Rose kita pergi dari sini." Ujarnya seraya pergi meninggalkan kamar Ulquiorra.
Untuk menghilangkan emosi hatinya, Tia Harribel memutuskan untuk pergi ketengah gurun berlatih tarung dengan siapa saja yang ditemuinya. Dan diam-diam dari kejauhan Syazel menyaksikannya dengan ekspresi wajah senang.
"Ini semakin menarik dan seru." Gumam Syazel seraya menyeringai kejam.
Entah apa yang tengah dipikirkan oleh Espada bersurai merah muda ini pada Tia Harribel mengingat Syazel adalah Espada yang haus akan kekuasaan serta serakah dalam segala hal termasuk ingin menguasai Hueco Mundo menggantikan Ulquiorra yang saat ini tengah berkuasa menggantikan Aizen sementara waktu.
.
.
.
Saat terbangun Orihime menemukan dirinya berada diatas kasur dan pakaiannya sudah berganti dengan sebuah dress putih panjang tanpa lengan selutut. Pandangan matanya mengedar melihat sekeliling kamar dan iris abu-abu miliknya menemukan seorang pria bersurai hitam tengah duduk didekat ranjangnya.
"Kau sudah bangun, Onna," Ulquiorra berjalan mendekat pada sang istri.
"Apakah ada bagian tubuhmu yang terasa sakit?" tanyanya saat berdiri disamping Orihime dan menatapnya penuh arti.
Orihime menggelengkan kepalanya pelan, "Ti-tidak, aku..."
KRUCUKKK!
Terdengar suara keras dari perut Orihime membuat gadis Shinigami ini malu setengah mati pada Ulquiorra yang memandanginya datar tanpa ekspresi. Orihime menundukkan wajahnya dalam malu menatap Espada bermata Emerald itu.
"Aku akan menyuruh pelayan untuk membawakan makanan untukmu." Ulquiorra langsung berjalan keluar kamar tanpa menanyakan apa-apa pada Orihime atau-pun berkomentar mengenai suara perut dari sang istri.
Sepertinya mulai saat ini Orihime harus mendidik perutnya untuk tidak berbunyi sembarangan. Hampir saja Orihime mati karena malu ,untung saja Ulquiorra adalah Espada yang selalu berwajah datar dan bersikap dingin jadinya tidak menambah rasa malu Orihime pada sang suami.
Beberapa menit kemudian makanan untuk Orihime datang diantar oleh seorang Arrancar wanita dan dibelakangnya ada Ulquiorra mengikuti masuk kedalam kamar. Makanan yang disajikan untuk Orihime terbilang mewah dan bergizi tinggi. Entah darimana para pelayan mendapatkan masakan semewah dan enak ini, padahal tak pernah sekali-pun Orihime melihat para Espada atau Arrancar memakan sesuatu bahkan tak ada satu-pun pohon yang tumbuh di Hueco Mundo mengingat hanya ada hamparan luas gurun pasir dan hanya ada bulan besar yang menjadi penerangan tempat para Hollow ini.
Orihime sudah duduk manis di kursinya saat Arrancar wanita itu menghidangkan makanan mewah diatas meja.
"Makanlah yang banyak Onna agar tubuhmu sehat dan tenagamu kembali." Kata Ulquiorra seraya duduk disamping Orihime menemaninya makan.
"I-iya." Orihime mulai memakan makanannya sementara Ulquiorra hanya duduk diam dikursinya seraya memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celana.
Pandangan mata Ulquiorra fokus melihat Orihime yang tengah menyantap makanannya tanpa berkedip membuat gadis bersurai oranye kecokelatan itu salah tingkah dan gugup dibuatnya.
"U-Ulquiorra-sama kau tidak makan juga?" tanyanya ragu dan berusaha menghilangkan keguggupannya.
"Aku tidak bisa makan sepertimu Onna," jawabnya datar tanpa ekspresi.
"Kenapa?! Padahal masakan ini enak sekali, kau harus mencobanya," Orihime menawarkan makanannya.
"Terima kasih Onna. Tapi kami para Hollow hanya memakan para jiwa manusia atau Shinigami karena mereka adalah sumber tenaga dan kehidupan kami," jelas Ulquiorra datar.
Sendok yang dipegang oleh Orihime nyaris jatuh jika saja genggaman tangannya tidak kuat. Orihime baru tahu kalau ternyata para Espada hanya makan jiwa bukan makanan yang biasa dimakan oleh Orihime.
Orihime-pun melanjutkan acara makan dengan dengan tenang tanpa menawari kembali makanan miliknya pada Ulquiorra. Semua makanan yang tersaji didepan Orihime disantap habis olehnya tanpa tersisa sedikit-pun maklum saja sudah sejak pagi Orihime tidak makan dan hanya menangis saja membuat perutnya benar-benar terasa lapar.
X0X0X0X0X0X0X0X
"A-pa?! seru Isshin tak percaya.
Kedua mata pria bersurai hitam pendek ini melebar sempurna tak kala mendengar dari mulut Renji mengatakan kalau putri kesayangannya sudah menikah dengan Ulquiorra bahkan menjadi Ratu di Hueco Mundo.
"Itu tidak mungkin terjadi Renji! Putriku tidak mungkin menikah dengan Espada itu!" teriak Isshin lantang menyanggah ucapan dari pemuda bersurai merah itu.
Renji menghela nafasnya cepat lalu menatap pria paruh baya itu, "Aku juga tidak ingin mempercayai hal ini paman tapi para Espada itu bilang kini Orihime adalah istri abadi dari Ulquiorra dan kita semua harus bisa menerima kenyataan itu suka atau tidak," balas Renji dingin.
Isshin diam seribu bahasa tak bisa berkata atau-pun membalas perkataan dari Renji, ia hanya bisa meremas kedua tangannya meluapkan perasaan amarah dihatinya.
Ketua Yamamoto Genryusai dan para anggota divisi empat puluh enam akan membahas hal ini mengingat kini Orihime sudah menjadi bagian dari Hueco Mundo dan merupakan musuh mereka. Tindakan dan hal apa yang harus dilakukan juga diambil semuanya akan ditentukan berdasarkan hasil rapat dengan para anggota divisi empat puluh enam.
Isshin hanya bisa menunggu serta mendengarkan keputusan apa yang akan diambil oleh Soul Society pada putrinya dan ia berharap kalau bukan sebuah keputusan buruk yang akan diterimanya.
Renji dan teman-temannya diberi hukuman oleh Ketua Yamamoto Genryusai karena sudah melanggar perintahnya dengan datang ke Hueco Mundo untuk menyelamatkan Orihime. Tak hanya itu saja hukuman dari pria tua paling dihormati di Gotei tiga belas, Renji dan teman-temannya di bebas tugaskan selama satu minggu penuh. Mereka semua dipaksa untuk berlibur dan berdiam diri dirumah tidak di ijinkan menggunakan atribut Shinigami atau-pun menggunakan kekuatan mereka untuk sementara waktu. Hal ini membuat Renji sebal dan merasa susah mengingat dirinya paling suka berlatih teknik pedang bersama sang Komandan Byakuya Kuchiki untuk meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan Zanpakuto-nya.
"Huh! Menyebalkan sekali!" Dengus Renji sebal.
*#*
Sementara itu Ichigo tersadar dari pisangannya sehari setelah kepulangannya ke Soul Society. Saat terbangun hal pertama yang ditanyakan oleh Ichigo adalah tentang sang adik, Orihime. Namun Isshin selaku sang ayah belum mau membicarakan juga membahas tentang Orihime mengingat kini situasi sedikit rumit dan keadaan Ichigo belum sepenuhnya pulih akibat luka yang dialaminya.
"Ayah akan ceritakan semuanya padamu tapi nanti setelah keadaanmu sudah membaik,"
"Tapi ayah aku su..."
"Kau masih butuh banyak beristirahat dan memulihkan kembali kekuatan rohmu," sela Isshin.
Ichigo terdiam dan terpaksa menuruti perintah sang ayah karena apa yang dikatannya ada benarnya.
Untuk sementara semua orang diminta untuk tidak membicarakan Orihime terlebih memberitahukan kebenaran mengenai status Orihime yang kini sudah resmi menjadi istri dari Ulquiorra juga bagian dari Hueco Mundo yang merupakan musuh Soul Society.
Jika Ichigo mengetahui kebenaran ini, bisa Isshin pastikan seratus persen kalau anak sulungnya itu akan nekat pergi kembali ke Hueco Mundo menyelamatkan Orihime bahkan akan membunuh Ulquiorra karena sudah berani memaksa Orihime untuk menikah dengannya. Ditambah dengan keputusan ketua Yamamoto yang menerima bantuan dari para Quincy untuk menyelamatkan Orihime dengan menikahkannya dengan Ishida sebagai bukti perjanjian damai antara Soul Society dan para Quincy menambah daftar panjang rentetan masalah yang sedang dihadapi oleh Isshin.
Andai saja saat itu Isshin memperketat penjagaan dan memperkuat dinding perisai atau kekai disekitra rumahnya Orihime tidak mungkin diculik oleh para Espada dan masalah ini tidak mungkin terjadi.
"Haah~" Isshin menghembuskan nafasnya cepat.
Dipandanginya langit Soul Society yang terlihat cerah dan biru, pikirannya menerawang memikirkan Orihime, putri kesayangannya itu, "Ayah harap kau baik-baik saja, Orihime." Ucapnya penuh harap.
Sebagai seorang ayah Isshin merasa sudah gagal karena tidak bisa menjaga dan melindungi anak-anaknya padahal dulu ia sudah berjanji pada mendiang sang istri untuk menjaga Orihime baik-baik karena suatu hari nanti akan banyak pihak atau orang yang menginginkan kekuatan yang dimiliki Orihime. Tapi Isshin tidak bisa menepati janjinya pada mendiang sang istri bahkan saat ini ia tidak bisa berdaya juga tak mampu menolong putrinya dari jeratan tangan Ulquiorra karena sebagian kekuatan rohnya sudah diberikan pada Orihime saat lahir demi menyelematkan nyawa putri kecilnya waktu itu. Saat ini yang bisa dilakukan oleh Isshin adalah berdoa serta menaruh harapan besar pada Ichigo karena hanya putra sulungnya itu yang bisa menyelamatkan Orihime.
TBC
A/N : Sebelumnya Inoue mau meminta maaf karena menelantarkan Fic ini lama sekali# Bungkuk badan dalam-dalam^^
Maaf jika kelanjutannya tidak sesuai keinginan, harapan serta bayangannya.
hiru neesan : Terima kasih karena sudah mau menunggu kelanjutan Fic ini dan mohon maaf kalau updatenya kelamaan^^
Moku-Chan : Makasih sudah mau membaca Fic ini, semoga suka dengan kelanjutannya.
ULQUIHIME : Maafkan Inoue karena baru bisa update semoga suka dengan kelanjutannya.
INOcent Cassiopeia : Kekuatan Ichigo sedikit terserap oleh Orihime karena selalu memberikan Reiastu miliknya dan Ulquiorra bertambah kuat karena mengambil sebagian kekuatan dari Aizen jadinya Ichigo kalah dalam pertarungan melawan Ulquiorra dan mungkin akan ada cinta segi banyak tapi semuanya tergantung jalan cerita^^
ika cahaya : Terima kasih sudah bilang Fic ini bagus dan mohon maaf baru bisa melanjutkan.
Inoue mengucapkan banyak terima kasih kepada siapapun karena sudah mau membaca Fic ini.
Tapi jika berkenan Read and Riviewnya ^^
Untuk semua kelanjutan semua Fic milik Inoue sedang dalam pengetikan dan pengerjaan semuanya tapi Inoue tidak bisa update cepat-cepat karena suatu hal dan mungkin untuk semua Fic milik Inoue akan diupdate semuanya setelah lebaran atau bulan Agustus.
Jadi mohon sabar menunggu dan untuk kelanjutan Fic ini akan Inoue usahakan chapter 5nya bisa update berbarengan dengan Fic yang lainnya.
Inoue mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan^^
Inoue Kazeka
