Lightsaberhun present
.
.
.
belongs to author
.
.
HUNHAN
.
.
.
Sekarang ini seorang yeoja cantik tengah berjalan cepat dengan wajah menahan marah, saat sampai ketempat yang ia tuju ia cepat cepat berteriak,
"TAEYEON EONNIE! EONNIE!"Ia berlari sambil matanya mencari keberadaan yeoja bernama taeyeon,
"Yaampun Tiffany mengapa kau berteriak seperti itu?!aku bisa mendengarmu kok" yeoja bernama taeyeon ini menghampiri tiffany
"eonnie kau harus tahu, nenek lampir, ah tidak tidak nenek sihir saja, eh nenek lampir saja, di-dia akan menghalangi luhan!" kata tiffany
"aku sudah tahu itu, sudah terlihat dari dulu,bahwa dia akan melakukan itu,kau kira dia akan membiarkan luhan hidup? satu satunya kesempatan agar dia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan terdapat pada luhan, intinya , jika luhan tidak bisa menemukan yang bisa membantunya, maka nenek lampir itulah yang akan mengambil kesempatan"kata taeyeon.
"huh dasar nenek lampir,suka curicuri kesempatan,oh iya, tapi sekarang ini ,luhan masih belum mengetahui apa-apa, rasanya aku ingin memberi tahunya semua ini" keluh tiffany
"haha tapi sayangnya bukan kaulah orang yang tepat untuk memberi tahunya " taeyeon melirik tiffany
"benar, kapan sih Ia akan memberi tahu luhan, jika ia memang tidak bisa, biar aku saja" kata tiffany sambil mentilangkan kedua tangannya,kesal.
"waktunya akan datang sebentar lagi,kau tenang saja" kata taeyeon,
"mengapa takdir selalu saja rumit,huh" keluh tiffany
"tenanglah, luhan pasti menemukannya, bulan dan bintang memang sudah ditakdirkan untuk menerangi malam bukan?" ucap taeyeon sambil menyiram bunga yang ada di hadapannya.
"ahh kau benar eonni, kau sangat pintar!" tiffany tertawa sambil mengacungkan 2 jempolnya
"memang" kata taeyeon tersenyum bangga.
.
.
.
Luhan sekarang sedang berada di rumahnya bibi jung,tepatnya dikamarnya yang ada dirumah bibi jung dibawah selimut hello kittynya,menyembunyikan setengah muka sampai ujung kakinya,hanya menyisakan matanya saja, setelah kejadian tadi pagi di kampusnya, ia takkan mau berada sendrian dirumah.
Luhan pov
Hari ini setelah menyelesaikan mata kuliah yang sangat padat aku benar benar lelah, apalagi tadi yeoja bergaun hitam itu menghilang tiba-tiba,sungguh membuatku gila,banyak pertanyaan yang muncul dipikiranku, kemarin saja, ada tangan dingin yang menyentuh leherku, lalu tadi yeoja bergaun hitam,
Jika mereka memang benar muncul dihadapanku,tapi untuk apa? jika mereka hanya mau menakutiku,mereka sudah berhasil, lalu apa?memangnya menakuti orang membuat mereka bahagia begitu? jika mereka mau menakuti orang,takuti saja orang lain,kenapa harus aku, mendengar halhal berbau mistis saja, seharian aku tidak bisa tenang,ahh sudahlah, itu takkan kupikirkan lagi, bisabisa nanti pagi lingkaran hitam muncul dimataku.
aku terus mencoba tertidur,walaupun kejadian mengerikan belakangan ini terus muncul dibenakku,tapi tibatiba
Gelap, dan bau, kosong , hanya asap lekat, rasanya berjalan kemanapun kau takkan menemukan apa itu cahaya, Aku yakin ini mimpi, dan itu artinya,akusudah tertidur.
Aku terus melangkahkan kakiku, dan terus berkata "halo?" berharap seseorang dapat mendengarku, aku terus seperti itu hingga aku mendapatkan bayangan seseorang di depanku, aku tersenyum ia menghampiriku, aku tidak bisa melihat wajahnya ,disini terlalu gelap. Aku terus tersenyum hingga mengalihkan pandanganku karena seseorang memanggilku,lirih.
"luhan..." Aku mencarinya,seseorang yang memanggilku, tapi tidak kutemukan, jadi kuputuskan menoleh lagi pada seseorang di depanku tadi, saat kulihat, ia sudah di depanku, berada kira-kira 3meter dihapanku, seorang lelaki,ya cukup tampan,tapi lebih tampan sehun, aku berpikir bahwa, jika setiap hari aku bermimpi seperti ini, maksudku, bermimpi bertemu pria pria tampan, yaampun aku tidak boleh terlihat jones dihadapannya, jadi aku tersenyum,dan lelaki itu malah tertawa dan berkata,
"tampan ya? tentu saja , tapi aku sudah ada yang punya" Aku melongo, beruntung sekali pasti siapapun dia ,tapi tunggu, ia baru membaca pikiranku?! bagaimana bisa?!
"tentu saja bisa, aku ini serba bisa" ia menyunggingkan senyumnya, tapi tiba-tiba suara lirih itu memanggilku lagi,
"luhan...", lelaki yang ada di hadapanku ini seperti menahan amarahnya, jadi aku mencoba mengalihkan pandanganku dan mencari siapa yang memanggilku,ketika kulihat kebelakang,seorang wanita bersenyum mengerikan tadi pagi ada di belakangku, apa dia yang memanggilku?,lalu tiba-tiba seseorang menarik lenganku, dan berlari, maksudku, berlari menarikku,dia si laki-laki tampan tadi dia yang menarikku,berkata,
"kau terlalu banyak berfikir luhan, kau seharusnya lari!"aku berfikir mengapa aku harus lari, karena aku takut aku harus berlari? , tapi lelaki itu melanjutkan
"terakhir kali kau takut kau langsung berlari ke rumah namja itu bukan, siapa namanya, seun? ah sehun, iya benar sehun" mengapa ia mengetahui sehun, orang ini benar benar ajaib.
"sambil berlari saja kau masih bisa berpikir aku ajaib xi luhan,kau ini sedang dalam bahaya tahu!" aku? bahaya? bahaya apa?. Aku sudah terlalu lelah jika harus bicara sambil berlari, toh lagipula ia juga bisa membaca pikirankukan. Tapi ia tidak membalas pikiranku lagi,kami terus berlari hingga aku tersadar bahwa ada cahaya terang dari seluruh kegelapan ini,Akhirnyaaa
kami sampai , bisa kulihat, ini sangat indah, air terjun menjulang tinggi,pohon pohon rindang, bungan bertebaran,sungguh indah, dan kutolehkan pandanganku ketempat tadi ke tempat 'gelap' itu, itu aku hanya seperti melewati pintu kaca besar, wow benar benar gelap,beruntung sekali rasanya sudah keluar dari sana,aku terus melihat keindahan di sekitarku ini, hingga namja tampan itu berkata,
"Ia sudah menunggumu"
"siapa?" tanyaku, tentu saja aku bingung, ternyata di mimpi juga ada yang mau bertemu denganku hihii
"Ia terpaksa bertemu denganmu, kau tahu" senyumku langsung hilang, tapi ternyata ia bilang "hanya bercanda luhan, sesungguhnya ia ingin membantumu,dan luhan, ini bukan mimpi"
"membantuku?untuk?" tanyaku,
"tidak ada sesi pertanyaan lagi xi luhan,sekarang masuk"aku mendengus kesal dan berjalan menghentakkan kakiku, masuk ketempat yang namja tadi sebutkan, aku bahkan tidak tahu siapa namanya,bisa kudengar suara tawa terkikik di belakangku, itu pasti namja tadi, dia ternyata menyebalkan,tampan menyebalkan,terlihat percuma,aku lebih suka tampan cuek,sehunku, mengapa ia tidak mampir ke mimpiku ini, tibatiba namja dibelakangku bilang,
"cuek ya? ahaha cuek juga berarti menyebalkan xi luhan, kau ini aneh menyukai orang cuek,bagaimana bisa ia peka nanti?dan ia mampir ke mimpimu? tapi sekarang kau tidak bisa tidur, jadi bermimpinya nanti saja,ayo cepat haha luhan luhan" aku bingung jadi aku bertanya,
"bermimpinya nanti saja? haha lalu ini apa kalau bukan mimpi?" Ia tidak menjawabku lagi. Kami sampai pada pintu besar seperti benteng terlalu tinggi, aku sampai tidak bisa melihat apa isinya, wow saat terbuka, itu sebuah kastil putih, orang-orang berpakaian kerajaan eropa melalu lalang dihadapanku,pink,merah,kuning,ungu muda, baju-baju mereka benar benar baju impian, aku saja datang kemari di suguhi dengan senyuman tiap orang yang berlalu di depanku, merasa seperti putri.
"luhan, ia ada di taman belakang, kau hampiri saja dia" kata namja tampan ini, "eh kau mau kemana?" tanyaku karena sepertinya ia beranjak pergi,
"menemui seseorang,aku akan memberi tahunya bahwa kau datang" dia memang aneh, jadi kuputuskan membiarkannya, lagipula jika aku mau bangun dari mimpi aku kan tak memerlukannya,tapi ia berkata
"sudah kubilang, ini bukan mimpi, bermimpinya nanti saja" ia tertawa dan melenggang pergi,tapi sebelum dia pergi aku ingin bertanya,
"hey, siapa namamu" kubilang, sedikit keras karena ia sudah berada sedikit jauh dariku, ia bilang " Chanyeol! Park Chanyeol!" ia berteriak lalu pergi, jadi itu namanya,aku langsung menuruti kata chanyeol , ketaman belakang.
Aku melihat seorang yeoja berambut cokelat tua panjang membelakangiku, berbaju putih, wangi dan, saat ia berbalik menghadapku, ia benar-benar cantik.
"halo xi luhan" ia lembut menyapaku
"h-halo" aku mengembangkan bibirku memperlihatkan gigiku,merasa itu sudah senyum terbaikku.
"kau pastidibuat pusing olehnya bukan?dia memang begitu, tapi sesungguhnya, disanalah letak kelebihannya, oh iya namaku aerin" katanya
"hehe,senang mengenalmu aerin, tapi , tidak! dia itu benar benar menyebalkan, tapi dia cukup baik, dia membantuku keluar dari-" aku tidak bisa melanjutkannya karena aku tidak tahu tadi itu aku berada dimana,tapi yeoja itu meneruskan ucapanku
"kegelapan" ia tersenyum lirih,lalu melanjutkan,"luhan kau tahu, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ingin padamu, kau terlalu awal untuk mengetahuinya,tapi keadaan nya tidak bisa tertolong lagi, kegelapan benar-benar sudah mengejarmu"aerin berkata begitu,aneh.
"aku tidak mengerti aerin" kataku
"baiklah biar kujelaskan dari awal,yang sebenarnya,tapi berjanjilah, pertama ini bukan mimpi luhan,mungkin saat ini kau berpikir kau sedang bermimpi tapi ini bukan mimpi kami bisa saja membawamu saat kau sedang bersama temanmu atau kapan saja, tapi kami sadar bahwa kami tidak bisa melakukannya ketika banyak orang, orang-orang akan mengira kau diculik nanti, kedua kau tidak boleh marah,protes atau bahkan membenci... dirimu sendiri, orangtuamu, ataupun takdir, itu sudah ketentuan hidup seseorang bukan? jika nanti kau marahpun,kau tidak bisa mengubahnya,benar?,jadi lebih baik kau menerima jalan keluarnya, ketiga,... kau harus percaya luhan.
mengerti?, aku tidak akan cerita jika kau tidak mau berjanji semua itu" ku dengarkan dia dari awal, aku penasaran, kegelapan mengejarku?dan ini bukan mimpi? jadi kuputuskan,
"baiklah baiklah aku berjanji padamu aerin" tapi aerin menggeleng
"kau bukan berjanji padaku luhan, tapi pada dirimu sendiri" diriku sendiri? tidak boleh mengira ini mimpi, tidak boleh marah,protes,benci,dan harus percaya,mungkin... itu mudah
"ya baiklah aku berjanji"
"bagus, jadi sebenarnya luhan, ibumu itu menikah dengan seorang hantu, aku tidak tahu pasti caranya, tapi yang jelas,konsekuensinya sangat berbahaya, tentu saja itu dilarang,saat menikah, guad sang pemimpin hantu,mungkin kalau tidak salah, ia melarang ayahmu dan memperingatkan untuk tidak melakukannya, tapi orangtuamu bersihkeras tidak mendengarnya, jadi mereka memutuskan untuk bersama,sampai suatu hari ibumu hamil, dan kelahiranmu sampai ditelinga sang guad, ia benar benar tidak terima, ia berkata pada ayahmu bahwa,kau 'luhan' memang bisa menjadi manusia jika ayahmu merelakan hidupnya untukmu tapi hanya sementara kau bisa menjadi manusia dan entah sampai kapan waktunya ,ayahmu tak perduli jadi ia merelakan hidupnya untukmu,walaupun ia tau hidup mu 'luhan' takkan lama jika kau berada diantara dua dunia,dan kurasa waktunya sudah dekat, jika para hantu tahu maka mereka akan mengejarmu, memperebutkan tubuhmu jika kau lengah,dan waktu yang akan datang itu hanya bisa diketahui oleh mereka yang menginginkan tubuhmu,
maksudku mereka yang menginginkan tubuhmu akan tahu kapan waktu lengahmu datang,dan menurutku waktu lengahmu itu datang ketika kau berpikiran seseorang yang kau percaya tidak mempercayaimu/membencimu ,dan karena semakin hari, kemampuan mempertahankan dirimu akan semakin berkurang bisa dibuktikan dengan belakangan ini kau terus terusan melihat sesuatu berbau mistis bukan,
mereka sudah mengejarmu luhan, tapi kau tenang saja , kau memiliki jalan keluar",
Aku yang sudah berlinang airmata karena mendengar ia bercerita tentang ayahku yang merelakan hidupnya ,aku selama ini mengira ia meninggalkan ibu dan aku,
"apa itu?" kataku ,jari telunjuknya menyentuh kalung pemberian ibuku, dan berkata "ini bukan kalung biasa luhan, ibumu mengibaratkan, suatu hari jika kau memang sudah lengah, kau berarti sedang berada dalam kegelapan, jadi ia memberikan kalung itu untukmu, jika kau menemukan orang yang bisa membantumu, kalung itu akan bersinar,dan orang yang bisa membantumu, adalah orang yang percaya dan mencintaimu apa adanya, dan kau harus mencarinya"
"lalu jika aku tidak menemukannya?"tanyaku
"maka kau tidak seharusnya membiarkan itu terjadi,memangnya kau ingin perjuangan orang tuamu sia-sia?" aku menggeleng keras, tentu saja aku tidak mau.
aku terdiam dan memikirkan apa yang barusan dikatakannya, semuanya itu tidak masuk akal, tapi aku sudah berjanji akan percaya, dan terlebih lagi, aku mana mungkin tidak bisa percaya pada ayahku, jika suatu hari aku bisa bertemu dengannya, aku akan mengucapkan bahwa aku menyayanginya.
kami terus dia dengan pikiran masing masing hingga suara teriakan mengagetkanku dan aerin "LUHAN" yeoja cantik lagi, datang menghampiriku
"Luhan aku inigin sekali bertemu denganmu luhan!" ia memelukku ,dan melanjutkan "namaku tiffany luhan, taeyeon eonnie tadinya ingin ikut, tapi ia memlikili beberapa urusann penting di kebunnya, oh iya tadi Chanyeol bilang ia tidak bisa kemari lagi, ia perlu berkeliling istana untuk berjaga-jaga"
akupun menjawab "tiffany kalau begitu sampaikan saja salamku pada taeyeon eonnie , dan chanyeol, bilang saja terima kasih untuk tadi"
tiffany menganggukkan kepalanya dan setelahnya berkata "ah aku sungguh ingin lebih lama bersamamu luhan"
"tapi sepertinya kau sudah harus kembali luhan" aku hanya tersenyum, dan ia bilang
"sekarang pejamkanlah matamu luhan, dan berpikirlah sekarang kau mau pulang kerumahmu,tapi jangan sekalikali berpikir ini mimpi ya luhan, ini nyata,mengerti!"
aku menganggukan kepalaku dan memejamkan mataku, aku melakukan tepat seperti yang ia minta, tapi mengapa tidak ada balasan,suara pun tidak ada, saat aku membuka mataku, ternyata, aku sudah berdiri di depan rumah bibi jung, dan itu artinya , ini memang nyata, aku?anak seorang hantu?aku?
.
.
.
.
TBC
Sorry kalo ada typo hehe
yang nanya baca aja ya ceritanya, nanti kejawabko satu satu 'semoga' hehe
maaf juga kalo kalian ga ngerti,
pokonya yaa gitu hehe
nanti hunhan momentnya ya, chap ini kaya ngejelasin doang, tapi maaf kl ga ngerti, tanya aja
RnR
