~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~
"Hyung.."
Chanyeol membuang tatapannya setelah mendengar suara lemah Baekhyun. Ia meremas kedua tangannya sendiri berusaha untuk menahan dirinya agar tidak memeluk tubuh Baekhyun. Ia harus bisa mengendalikan dirinya sendiri.
"Aku.. mencintaimu."
Deg!
Chanyeol langsung mengalihkan pandangannya pada Baekhyun setelah mendengar pernyataan cinta Baekhyun. Ia terkejut bukan main dan jantungnya berdegup dengan sangat keras menyadari jika Baekhyun merasakan apa yang ia rasakan selama ini terhadapnya.
Tanpa ragu, Chanyeol segera menarik tangan Baekhyun dan mencengkram wajah Baekhyun dengan satu tangannya. Chanyeol memejamkan kedua matanya bersamaan dengan bibirnya yang menempel sempurna di atas bibir tipis yang sangat ia rindukan itu.
'Aku mencium bibir adikku sendiri untuk yang kedua kalinya setelah sekian lama kami tidak bertemu. Kurasa aku benar-benar mencintainya. Byun Baekhyun.. kau mendengarkan aku? Aku sangat mencintaimu.'
Chanyeol bisa merasakan tubuh Baekhyun sedikit menegang ketika ia memberikan sebuah ciuman yang sangat dalam pada Baekhyun. Tangan Baekhyun perlahan terangkat untuk menyentuh dada Chanyeol dan betapa bahagianya ia karena dada Chanyeol berdegup dengan sangat keras ketika menciumnya seperti ini. Ia bahkan tidak memperdulikan apapun yang berada disekitar mereka.
Ia merasakan sebuah perasaan yang sangat nyaman saat Chanyeol menciumnya dengan dalam seperti ini. Apakah ciuman ini adalah pembuktian dari Chanyeol jika Chanyeol juga merindukannya dan..
Mencintainya?
Baekhyun memejamkan kedua matanya dengan erat ketika Chanyeol semakin menyesap bibirnya dengan dalam. Ia kembali merasakan sosok Chanyeol yang dulu, Chanyeol yang menjadi Hyung pelindungnya yang begitu menyayanginya. Tanpa ragu, Baekhyun membalas ciuman Chanyeol dengan menyesap bibir bawah Chanyeol. Perasaan ini sangatlah mendebarkan untuknya. Dan ia masih menyimpan satu pertanyaan kenapa Chanyeol menciumnya seperti ini. Apakah Chanyeol..
"Baekhyun.. aku juga mencintaimu."
Baekhyun membuka matanya sedikit terkejut dengan ucapan Chanyeol setelah ciuman mereka terlepas. Dan tanpa sadar Baekhyun kembali meneteskan airmatanya, lalu ia menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Hyung.. ini salah," lirih Baekhyun.
Chanyeol kembali membawa tubuh Baekhyun kedalam pelukannya. Kemudian ia mendekatkan bibirnya pada telinga Baekhyun, dan membuka bibirnya untuk mengatakan sesuatu.
"Mari kita nikmati kesalahan kita."
.
.
.
~oOo~ SECRET LOVE ~oOo~
.
.
.
Author :
Yuta CBKSHH
Tittle :
SECRET LOVE (CHANBAEK)
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Support Cast :
Other cast (EXO's members)
Rating :
M ++
Genre :
Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort
Length :
Chaptered
Disclaimer :
Fanfict yang terinspirasi dari Lagu Little Mix yang berjudul Secret Love Song, dan untuk beberapa scene Yuta ambil dari Drama Korea yang berjudul Heart, karena Drama itu sangat menginspirasi Yuta dalam pembuatan FF ini. Di tulis oleh Yuta sendiri tanpa di bantu oleh siapapun. PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa nerima cerita ini dengan baik ^^
Warning :
BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE ! NC-21 ! DLDR ! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!
Summary :
ChanBaek True Love Story. "Apakah kita bisa melakukan ini tanpa bersembunyi lagi? Aku ingin semua orang melihat kita." – Baekhyun. "Kita harus tetap bersembunyi karena cinta kita adalah sebuah kesalahan. Mereka tidak akan bisa menerima cinta kita." – Chanyeol. (CHANBAEK) Slight Official Pairing! RnR!
Backsong :
Little Mix ft. Jason Derulo – Secret Love Song
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
Langkah kaki Chanyeol membawanya kembali ke apartemen miliknya. Dengan Baekhyun yang berada di gendongannya karena Baekhyun nampak terlelap ketika mereka berada di dalam mobil perjalanan menuju apartemen Chanyeol. Baekhyun nampak lelah dan Chanyeol tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh Baekhyun selama satu hari ini sehingga Baekhyun kelelahan seperti ini.
Setelah pertemuan dan pernyataan cinta mereka yang begitu mendadak tadi, Chanyeol memutuskan untuk membawa Baekhyun ke apartemennya karena ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Baekhyun. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga Baekhyun seperti apa yang ia lakukan dulu.
Ternyata sosok Baekhyun sama sekali tidak berubah. Baekhyun masihlah menjadi adik kecilnya yang manis dan bahkan Baekhyun terlihat bertambah cantik. Chanyeol tidak tahu apa yang ada dipikirannya sehingga ia mampu berpikiran seperti itu, karena Chanyeol pun hanya mengatakan apa yang ia rasakan. Baekhyun semakin terlihat cantik dan itulah yang membuatnya semakin jatuh cinta pada adiknya tersebut.
Dengan perlahan Chanyeol membaringkan tubuh mungil Baekhyun di atas ranjang mewahnya. Menyelimuti tubuh Baekhyun dan membenarkan posisi tubuh Baekhyun agar Baekhyun tidur dengan nyaman. Tangannya terangkat untuk membelai wajah cantik Baekhyun yang sedang terlelap itu, lalu mengecup singkat bibir tipis nan manis itu.
Chanyeol sangat menyayangi dan mencintai adiknya tersebut.
Ia rasa Baekhyun akan aman jika berada di kamar apartemennya. Ia bisa saja beralasan pada semua orang jika Baekhyun adalah adiknya, karena kenyataannya memang seperti itu. Meskipun orang-orang tidak tahu jika ia mencintai adiknya sendiri.
Ini bukanlah masalah harga dirinya, karena ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan oleh orang-orang jika ia tidaklah normal karena mencintai adiknya sendiri. Tetapi yang ia permasalahkan adalah Baekhyun. Ia tidak ingin Baekhyun di hujat karena 'hubungan tersembunyi' yang saat ini mereka jalani, karena ia sudah berjanji untuk melindungi Baekhyun hingga ia mati.
"Aku sudah berhasil memilikimu, maka dari itu aku akan berjuang untuk mempertahankanmu apapun yang akan terjadi padaku nanti," gumam Chanyeol sambil terus memperhatikan wajah Baekhyun.
Kemudian Chanyeol terdiam karena merasakan pergerakan dari Baekhyun. Dan dengan perlahan Baekhyun membuka kedua matanya, lalu melemparkan senyuman lemahnya pada Chanyeol. Baekhyun terlihat ingin bangkit dari posisi tidurnya, dan dengan sigap Chanyeol membantu Baekhyun terbangun.
"Hyung membangunkanmu?"
Baekhyun menggeleng lemah. Kemudian jemarinya terangkat untuk mengusap pipi Chanyeol dengan lembut. Ternyata ia masih tidak menyangka jika pertemuannya dengan Chanyeol adalah sebuah kenyataan. Ia sangat bersyukur karena ini semua bukanlah mimpi. Chanyeol benar-benar ada di hadapannya dan ia bisa menyentuh wajah Chanyeol dengan tangannya sendiri.
"Hyung.. aku hanya ingin mengatakan jika aku mencintaimu," lirih Baekhyun hampir mirip seperti sebuah bisikan.
"Baekhyun.. Hyung-"
"Bukan sebagai Hyung saja. Aku mencintai Hyung sebagai kekasihku," potong Baekhyun dengan cepat.
Chanyeol lagi-lagi terdiam dan matanya terus menatap jauh ke dalam mata indah Baekhyun. Mencari sebuah kebohongan namun sayangnya ia tidak dapat menemukannya. Kemudian tangannya terangkat untuk memegang tangan Baekhyun yang masih berada di wajahnya, lalu ia kecup punggung tangan Baekhyun dengan lembut.
"Apa kau tahu betapa hancurnya aku setelah kau meninggalkanku?"
"Maafkan aku Hyung.."
"Aku terus berusaha meyakinkan diriku jika aku tidak mencintaimu. Tetapi aku tidak bisa setelah bertahun-tahun aku mencoba untuk melupakanmu. Kita sudah berpisah dalam waktu yang sangat lama, Baekhyun. Juga.. kenapa kau tiba-tiba muncul di hadapanku dan mengatakan jika kau mencintaiku? Apa kau sengaja melakukan ini semua? Atau kau hanya ingin mempermainkanku?"
Baekhyun menggeleng dengan cepat. Lalu ia mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Chanyeol yang masih menggenggam tangannya.
"Aku tidak memiliki harapan lagi Hyung, tetapi aku ingin terus bersamamu selama hidupku. Dan aku rasa keinginanku ini bukanlah sebuah harapan, tetapi sebuah perasaan cinta yang hanya aku rasakan padamu."
"Apakah kau senang jika ternyata aku juga mencintaimu dan membalas cintamu?"
Baekhyun mengangguk dengan cepat dan matanya sudah berkaca-kaca siap meneteskan kristal beningnya.
"Kumohon lakukan itu untukku," gumam Baekhyun.
"Kau siap menerima semua resiko yang akan kita hadapi jika kita memiliki sebuah hubungan layaknya seorang kekasih?"
Chanyeol hanya ingin memastikan jika Baekhyun tidak akan terluka karena 'hubungan tersembunyi' yang mereka jalani nanti. Karena menurutnya, hubungan ini bukanlah hubungan yang mudah untuk di jalani layaknya pasangan yang normal.
"Hyung akan menemaniku untuk menghadapi itu semua?"
Tanpa menjawab, Chanyeol langsung membawa Baekhyun kedalam pelukannya. Tidak ada yang perlu ia ragukan lagi dari perasaan cintanya ini. Ia pun merasakan apa yang di rasakan oleh Baekhyun. Ia sangat mencintai Baekhyun dan tentu ia siap menemani Baekhyun untuk menghadapi ini semua.
"Maukah kau menjadi kekasihku, Byun Baekhyun?"
Baekhyun memejamkan kedua matanya bersamaan dengan airmata yang sedari tadi tahan menetes deras membasahi wajahnya. Ia bahkan sampai terisak, dan kemudian ia memeluk tubuh tinggi Chanyeol dengan sangat erat, membalas pelukan Chanyeol tak kalah hangat. Ia mungkin akan mengalami banyak kesulitan jika orang lain mengetahui hubungannya dengan Chanyeol. Tetapi bukankah segala sesuatunya memiliki resiko masing-masing? Dan ia yakin ia mampu melalui itu semua bersama Chanyeol. Lelaki yang di cintainya.
Baekhyun menganggukkan kepalanya untuk menjawab pernyataan cinta Chanyeol. Mulai detik ini, ia akan menganggap Chanyeol sebagai kekasihnya yang ia cintai. Bukan hanya sekedar Hyung yang melindunginya saja. Ia membutuhkan Chanyeol bersama cintanya, dan itu sudah lebih dari cukup bagi Baekhyun.
"Anggap aku sebagai kekasihmu dan jangan pernah memanggilku Hyung jika kita sedang berdua. Akupun akan melakukan hal yang sama, karena aku membutuhkanmu sebagai kekasihku, Baekhyun."
Chanyeol melepaskan pelukannya dan hendak mencium bibir Baekhyun kembali. Tetapi Baekhyun lebih dulu menahannya dan Baekhyun mengembangkan senyumannya. Namun sedetik kemudian Baekhyun memejamkan kembali kedua matanya dan membuka sedikit bibirnya untuk menerima ciuman dari Chanyeol.
"Kita adalah sepasang kekasih Hyung," gumam Baekhyun sebelum bibir Chanyeol menyentuh bibirnya. Kemudian ia menerima ciuman Chanyeol dengan memegang bahu Chanyeol. Merasakan lembutnya belaian bibir Chanyeol pada bibirnya. Terasa begitu hangat dan mendebarkan.
Jadi.. apakah seperti ini rasanya di cium oleh kekasihmu sendiri?
Diwaktu ini aku menemukan sebuah jalan
Dimana disana terdapat kau berdiri
Kau pasti akan terkejut ketika aku berlari
Ke arahmu, karena kau yang aku tuju saat ini
Percayailah cintaku
Aku tidak akan pernah berubah untukmu
Tuhan menciptakan kita
Meskipun aku tidak tahu apakah cinta ini tercipta untuk kita
Aku yakin cintaku ini tidak salah
Aku hanya ingin kita membicarakan kita
Perasaan yang aku pancarkan melalui airmata
Bagaimana aku menjelaskannya?
Dan suatu hari nanti..
Apakah hubungan kita bisa menjadi lebih baik?
Apakah aku bisa selalu bersamamu hingga akhir?
Apakah permintaanku ini berlebihan?
Aku ingin hidup lebih lama untuk melihatmu lebih lama..
Aku ingin hidup bersama cinta kita yang tersembunyi.
.
.
.
~oOo~ SECRET LOVE ~oOo~
.
.
.
"Kai.. kau melihat adikmu?"
Kai langsung menolehkan kepalanya pada sang Ayah ketika dengan tiba-tiba sang Ayah memanggilnya sambil menuruni anak tangga.
Kai yang sedang menyiapkan sarapannya di meja makan, mendadak terkejut karena raut wajah Ayahnya yang nampak khawatir. Terlebih baru saja sang Ayah menanyakan dimana keberadaan sang Adik, yaitu Baekhyun.
"Apakah Baekhyun tidak ada dikamarnya?" tanya Kai mencoba untuk memastikan kondisi yang tengah terjadi saat ini.
Kemudian Kai segera berlari ke arah kamar Baekhyun ketika Tuan Kim hanya menggelengkan kepalanya. Pikirannya tiba-tiba kalut karena ia tidak mendapati Baekhyun sama sekali di kamarnya. Terlebih ketika ia mengingat perkataan Baekhyun semalam yang mengatakan jika ia tidak tahu apakah ia mampu bertahan lebih lama lagi atau tidak.
Baekhyun terlihat begitu lemah ketika ia menangis di dalam pelukannya. Kai sudah berusaha untuk terus menguatkan Baekhyun agar Baekhyun bertahan lebih lama lagi hingga dirinya menikah dan memiliki sebuah keturunan. Tetapi Baekhyun tidak merespon perkataannya dan justu inilah yang terjadi, Baekhyun lari dari rumah tanpa kabar.
Tentu disinilah Kai yang paling khawatir di antara semua orang. Baekhyun adalah tanggung jawabnya juga karena Baekhyun sudah menjadi adiknya. Tidak memandang jika mereka tidak memiliki ikatan darah, tetapi melihat hubungan persaudaraan mereka yang terjalin sudah cukup lama, membuat Kai sangat menyayangi Baekhyun melebihi saudara kandungnya sendiri. Terlebih kondisi Baekhyun yang nyatanya tidaklah sehat dan kuat seperti kelihatannya.
'Baekhyun, kau berlari kemana? Kenapa kau tidak membicarakan hal ini padaku?' batin Kai yang sudah terduduk lemas di dalam kamar Baekhyun.
Kemudian Tuan Kim muncul mendekati sang putra untuk sekedar meminta penjelasan. Dilihat dari hubungan Kai dan Baekhyun yang sangat akrab, mungkin saja Kai mengetahui alasan kenapa Baekhyun tiba-tiba kabur dari rumah ini. Dan juga, Baekhyun sama sekali tidak membawa apapun bahkan pakaiannya sendiri.
"Mungkin ini karena kesalahan Ayah yang selalu memaksa Baekhyun untuk tidak menemui Hyungnya. Mungkin kau tahu kemana Baekhyun pergi. Ayah mohon bantu Ayah. Ayah tidak memiliki harapan lain selain Baekhyun," ucap Tuan Kim dengan nada bicara yang sedikit menyesal.
Kai menghela nafasnya dan kemudian ia menganggukkan kepalanya.
"Aku.. akan mencarinya."
Kai menyadari jika Ayahnya bertidak seperti ini adalah karena kesalahannya. Ia menjadi anak yang tidak berguna dan hanya mempermalukan Ayahnya. Kai tidak tahu secara pasti, tetapi satu hal yang membuatnya menjadi seorang yang tidak normal yaitu setelah Ibunya meninggal dunia. Ayahnya nampak frustasi dan bahkan Ayahnya sempat menghancurkan hidupnya sendiri dengan melakukan hal yang tidak terduga.
Ayahnya membawa banyak wanita ke rumahnya dan dari sanalah perasaan benci Kai terhadap wanita semakin membesar. Namun Ayahnya menyadari kesalahannya dan mungkin ini adalah pukulan berat setelah kehilangan istrinya, yaitu Kai putra satu-satunya ia miliki ternyata menyukai seorang lelaki juga.
Ia tahu jika Kai sama sekali tidak bisa disembuhkan karena Kai sangat mencintai kekasih lelakinya itu dan bahkan Kai pernah mengancam akan bunuh diri jika Ayahnya berusaha untuk menjauhinya dari sang kekasih. Lebih baik ia membiarkan Kai menjadi penyuka sesama jenis, dari pada ia kehilangan Kai untuk selama-lamanya. Kadang kehidupan harus memaksa kita memiliki pilihan yang sangat sulit agar kita tidak kehilangan sesuatu yang paling berharga didalam hidup kita. Dan itulah yang sedang di alami oleh Tuan Kim.
"Maafkan Ayah."
"Aku yang seharusnya meminta maaf karena telah menjadi anak yang tidak berguna bagi Ayah. Aku akan berusaha membahagiakan Ayah meskipun itu melalui orang lain. Aku akan berusaha membawa Baekhyun kembali."
.
.
.
~oOo~ SECRET LOVE ~oOo~
.
.
.
"Kau tidak mengatakan bagaimana kau bisa berada disini? Dimana Tuan Kim?"
Baekhyun menundukkan kepalanya takut untuk menatap Chanyeol yang sudah duduk di kursi makan yang berada di seberangnya. Baekhyun tidak tahu harus menjelaskan semua pada Chanyeol dengan cara apa. Ia tidak ingin Chanyeol marah terhadapnya karena nyatanya ia telah melarikan diri dari rumah Tuan Kim.
"Tuan Kim memperlakukanmu dengan baik bukan?" tanya Chanyeol lagi karena Baekhyun belum menjawab pertanyaannya yang pertama.
"Ne. Ayah dan Kai Hyung memperlakukanku dengan sangat baik hingga aku tumbuh dewasa seperti sekarang ini."
"Lalu, kenapa kau memohon padaku untuk tinggal disini? Kau tidak bisa membohongiku, Baekhyun. Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
Baekhyun menghela nafasnya karena menyadari jika ia tidak mampu berbohong pada Chanyeol. Chanyeol akan selalu mengetahui apa yang ia sembunyikan, dan terpaksa Baekhyun mengatakan hal itu dengan sejujur-jujurnya.
"Aku lari dari rumah. Aku ingin bertemu denganmu," ucap Baekhyun dengan datar.
"Kenapa kau melakukannya? Apa kau tahu jika Tuan Kim akan kecewa padamu nantinya?"
"Aku akan kembali ke rumah itu nanti. Tetapi untuk saat ini, kumohon padamu izinkan aku untuk tinggal disini. Aku ingin bersamamu untuk saat ini."
Chanyeol menghela nafasnya dan ia memaklumi Baekhyun yang terlihat sangat merindukannya. Mungkin untuk beberapa waktu membiarkan Baekhyun tinggal di apartemennya, tidak akan menjadi masalah.
"Baiklah. Untuk sementara waktu, karena bagaimanapun tempat tinggalmu adalah di rumah Tuan Kim. Bukan disini.."
"Hyung.."
"Berhenti memanggilku Hyung saat kita sedang berdua. Panggil aku Chanyeol."
"Um.. C-chanyeol.. apa aku boleh bertanya sesuatu?"
Lidah Baekhyun terasa asing memanggil Hyung nya itu hanya dengan nama saja. Tetapi ia harus membiasakan dirinya untuk menyebut Chanyeol dengan nama karena status mereka saat ini bukanlah menjadi kakak adik lagi, melainkan sepasang kekasih.
"Katakanlah."
"Apa kau tidak bekerja? Lalu bagaimana caranya kau hidup dan bisa menyewa apartemen semewah ini?"
Chanyeol tersenyum mendengarkan pertanyaan Baekhyun. Kemudian ia bangkit dari posisi duduknya karena nampaknya ia telah selesai dengan acara makannya. Perlahan ia berjalan mendekati Baekhyun dan mendudukkan dirinya tepat di samping Baekhyun. Dan ia kembali tertawa mendapati reaksi terkejut Baekhyun ketika ia memeluk pinggang kekasih mungilnya tersebut.
"Aku bekerja di malam hari. Aku akan bekerja setelah memastikan kau tertidur," bisik Chanyeol sambil mengehirup aroma tubuh yang menguar dari leher Baekhyun.
Baekhyun terkikik geli dan ia meraih tangan Chanyeol yang masih memeluk pinggangnya.
"Jika begitu, kau harus kembali beristirahat," jawab Baekhyun dengan pipinya yang menempel pada pipi Chanyeol karena Chanyeol masih menciumi lehernya.
"Kupikir kau akan memintaku untuk membelikanmu pakaian. Apa kau tidak ingin memakai pakaian?" Chanyeol ikut tertawa karena ia berhasil menggoda kekasihnya tersebut.
"Aku bisa memakai pakaianmu hihi.. hentikan Chanyeol, ini geli."
Chanyeol menghentikan kegiatannya menciumi leher Baekhyun dan dengan cepat ia membawa Baekhyun ke atas pangkuannya.
"Kau tahu? Aku sangat senang ketika kau menyebut namaku. Lakukan itu setiap hari untukku."
Baekhyun hanya mengangguk dan ia tersenyum sangat manis pada Chanyeol. Iapun merasa sangat senang karena Chanyeol memperlakukannya layaknya seorang kekasih. Ia tidak ingin hal manis ini cepat berakhir.
"Baiklah, sekarang temani aku tidur. Dan aku akan membelikanmu pakaian setelah aku pulang bekerja nanti."
"Ne Chanyeol," ucap Baekhyun dengan ceria.
Melupakan sejenak rasa sakit yang ia rasakan. Mengabaikan perasaan lelah yang terus saja menyerangnya hingga saat ini. Ia hanya ingin nampak sempurna di hadapan Chanyeol, dan tentu ia akan menepati janjinya untuk kembali pada Tuan Kim.
Ya, Baekhyun berjanji akan kembali ke Tuan Kim jika ia sudah benar-benar tidak mampu menahan penyakitnya. Ketika tubuhnya semakin melemah dan ia tidak mampu mendampingi Chanyeol lagi.
Ia hanya membutuhkan sedikit waktu untuk bersama Chanyeol karena ia ingin merasakan kebahagiaan di sisa waktu hidupnya.
.
.
.
~oOo~ SECRET LOVE ~oOo~
.
.
.
Kai nampak terengah-engah karena berlari dari parkiran mobilnya menuju sebuah halte dimana disana sudah terdapat kekasihnya yang tengah menunggunya seorang diri. Kai berusaha untuk mengembangkan senyumannya ketika melihat sosok kekasih mungilnya yang terduduk di halte bus tempat biasa mereka bertemu. Hingga kekasihnya menyadari kedatangannya, Kai mulai melangkah mendekatinya dan merentangkan kedua tangannya.
"Senang bisa bertemu denganmu. Aku harus bersembunyi dari Ayah agar aku bisa bertemu denganmu. Maaf telah membuatmu menunggu, Kyungsoo."
Grep!
Kyungsoo -kekasih Kai- segera memeluk tubuh Kai dengan erat. Menenggelamkan kepalanya di dada Kai seolah mereka tidak bertemu dalam waktu yang lama. Meskipun pada kenyataannya, mereka tidak bertemu dalam waktu seminggu karena Kai sangat sibuk mengajari Baekhyun tentang urusan perusahaan. Hingga akhirnya mereka bisa kembali bertemu karena Kyungsoo yang memaksa Kai untuk segera menemuinya.
Kyungsoo menghubungi Kai secara tiba-tiba dengan suara yang bergetar terdengar seperti orang yang menangis dan ketakutan. Maka dari itu Kai segera menemui Kyungsoo karena ia sangat khawatir dengan apa yang telah terjadi pada Kyungsoo. Apakah Kyungsoo kembali bertengkar dengan Hyungnya?
"Katakan apa yang terjadi. Jangan membuatku khawatir, Kyungsoo," ucap Kai masih dengan suara yang terengah-engah.
"Kris Hyung.. d-dia memukulku hiks! Dia melakukannya lagi."
Kai terdiam sejenak dan memperhatikan tubuh Kyungsoo diam-diam. Tanpa sengaja ia melihat terdapat sedikit luka di pelipis Kyungsoo dan hal itu membuatnya terkejut bukan main. Kai langsung melepaskan pelukannya lalu memegang kedua bahu Kyungsoo untuk meminta penjelasan.
"Kau harus segera melaporkannya pada polisi."
"Tidak. Aku masih membutuhkannya. Bantu aku Kai.. kumohon."
"Satu-satunya cara agar kau tidak terus terluka seperti ini adalah melaporkan kakakmu pada polisi. Kau tidak memiliki pilihan lain, Kyung. Aku tidak ingin kejadian masa lalu kembali terjadi padamu."
Flashback
"Sudah ku katakan padamu untuk tidak mengurusi pekerjaanku, Do Kyungsoo! Aku melakukan ini semua untuk menghidupimu!"
"Hiks! Kau tidak seharusnya melakukan pekerjaan itu Hyung! Kau masih bisa melakukan pekerjaan lain.. a-aku.. hiks! A-aku tidak ingin Hyung terluka!"
Airmata sudah membanjiri wajah Kyungsoo karena ia kembali berdebat dengan sang kakak. Hal ini sudah sering terjadi ketika Kyungsoo mendapati Kris tiba di rumah -yang telah menjadi markas mereka- dalam keadaan yang sangat kacau.
Kris pulang dalam keadaan mabuk dan babak belur juga dengan banyak cipratan darah di seluruh pakaian yang di kenakannya. Selain membunuh orang, Kyungsoo juga mengetahui jika Kris senang pergi ke club malam untuk mabuk dan tak jarang juga ia mendapati Kris babak belur karena Kris berkelahi. Kyungsoo tau jika Kris adalah orang yang sangat keras, tetapi bukan berarti Kyungsoo membiarkan Kris begitu saja.
Kedua orangtua mereka sudah pergi meninggalkan mereka dalam kemiskinan. Dan Kyungsoo bersyukur karena Kris masih bertanggung akan kehidupannya. Namun Kris menyembunyikan pekerjaannya darinya, dan itulah yang membuat Kyungsoo sedikit curiga karena Kris mendapatkan banyak uang dengan mudah hanya dalam waktu semalam. Hingga pada suatu hari, Kris mengakui semuanya tentang pekerjaannya yang menjadi seorang pembunuh bayaran ketika Kyungsoo mengancam akan bunuh diri jika Kris terus membohonginya. Dan itu sangatlah membuat Kyungsoo terkejut.
Namun tidak ada yang dapat Kyungsoo lakukan karena setiap ia melarang Kris, maka Kris akan memukulnya dan terus berteriak padanya agar ia berhenti mengurusi pekerjaannya. Hingga pada puncaknya Kyungsoo merasa jika ia sudah tidak tahan lagi hidup bersama Kris. Ia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya tanpa tujuan yang jelas.
Kyungsoo merasa sangat lelah karena ia sudah berjalan dalam jarak yang cukup jauh. Hari pun sudah semakin gelap dan Kyungsoo memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya di sebuah kursi yang berada di taman kota yang sepi. Kyungsoo hampir saja terlelap disana jika saja tidak ada seorang lelaki yang tiba-tiba datang menghampirinya dan menyelimuti tubuhnya dengan jaket milik orang tersebut.
"Aku tidak mungkin membiarkanmu tidur disini. Banyak orang jahat yang bisa saja melukaimu. Jika kau tidak keberatan, aku bisa membiarkanmu untuk menginap dirumahku."
Kyungsoo mengangkat kepalanya dan menatap seorang lelaki tinggi yang baru saja menawarkan sebuah kebaikan padanya. Kyungsoo masih menutup rapat bibirnya ketika lelaki itu mendudukkan dirinya tepat di sampingnya.
Lelaki itu adalah Kai. Lelaki pertama yang tersenyum lembut padanya. Membuat Kyungsoo semakin melemah karena sikap baik Kai terhadapnya. Tidak pernah Kyungsoo merasakan sikap lembut ini dari seseorang, karena hidupnya di besarkan dengan dunia yang keras dan itulah yang membuat dirinya sedikit terguncang bingung akan jati dirinya sendiri.
"Kenapa kau hanya diam saja? Kau nampak tersesat. Mungkin aku bisa membantumu-"
Grep!
Cup!
Kai membulatkan matanya ketika ucapannya terpotong karena ada sebuah bibir yang mendarat sempurna tepat di atas bibirnya. Kai bahkan menjatuhkan kantung plastik yang sedari tadi di bawanya karena ia baru saja belanja makanan ringan dan beberapa minuman kaleng di supermarket. Tak sengaja ia mendapati seorang lelaki mungil yang nampak hampir tertidur disebuah taman seorang diri. Tidak mungkin Kai mengabaikan lelaki itu begitu saja, dan juga entah kenapa hatinya mengatakan jika ia harus menolong lelaki itu.
Tetapi hal yang tak terduga justru terjadi. Lelaki yang bahkan belum ia ketahui namanya ini, menciumnya dengan tiba-tiba dan bodohnya jantungnya berdebar dengan sangat keras. Kai merasakan sebuah perasaan manis dari bibir tebal lelaki ini, dan mulai detik itu Kai merasa gila karena nyatanya yang menciumnya saat ini adalah seorang laki-laki. Sama seperti dirinya.
Kyungsoo terus menyesap bibir Kai dengan putus asa, dan ia sedikit terisak tidak memperdulikan jika Kai akan menganggapnya seseorang yang menjijikkan. Tetapi cukup lama ia menyesap dan mengecup bibir Kai, Kai sama sekali tidak menghindarinya dan justru nampak membalas ciumannya.
Nafas Kyungsoo terengah-engah dan Kyungsoo memandang Kai dengan tatapan yang tidak percaya. Apakah Kai sadar jika dirinya adalah laki-laki? Apakah Kai sadar jika apa yang baru saja mereka lakukan adalah hal yang tidak normal?
"Kenapa kau menciumku?" ucap Kai dengan suara lirihnya saat ciuman mereka terlepas. Ia terus menatap mata bulat Kyungsoo yang berlinang dengan airmata. Kai dapat melihat sebuah kesedihan dan luka dari dalam mata yang indah itu.
"A-apa yang harus aku.. a-aku lakukan?" ucap Kyungsoo dengan sangat lirih nyaris tidak terdengar.
"Siapa namamu?"
"K-kyungsoo.. k-kumohon bantu aku."
Kesan pertama yang terlintas di hati Kai setelah mendengar nama Kyungsoo yaitu..
Nama yang begitu manis, sama seperti si pemilik nama.
Dan sialnya jantung Kai sama sekali tidak mampu berhenti berdegup keras, membuatnya merasakan sebuah perasaan aneh yang disebut dengan rasa ketertarikan.
"Kyungsoo.. kau berhasil membuatku tertarik padamu."
Sejak saat itulah hubungan terlarang Kai dan Kyungsoo di mulai. Kai bahkan sempat terpuruk dan mengurung dirinya karena masalah orientasinya. Ia tidak menduga hal ini akan terjadi dan ia yakin seratus persen jika dirinya adalah lelaki yang normal. Tetapi kenapa ia bisa dengan mudah tertarik pada Kyungsoo di pertemuan pertama mereka? Perasaan ini sangatlah mengejutkan untuknya.
Hingga akhirnya ia mengatakan pada sang Ayah jika ia mencintai seorang lelaki dan mengakui dirinya adalah gay. Sang Ayah tentu kalut tidak terima dengan kenyataan yang ada. Hidupnya sudah hancur semenjak ia kehilangan sang istri, dan sekarang.. putra satu-satunya ia miliki dan ia harapkan ternyata penyuka sesama jenis. Hidupnya kembali hancur tetapi ia segera bangkit ketika tidak sengaja menemukan bocah kecil yang manis di sebuah halte bus dengan anjing putihnya.
Bocah kecil itu adalah Baekhyun. Tuan Kim segera mengadopsi bocah kecil tersebut karena ia benar-benar terdesak dengan sebuah kenyataan pahit yang datang pada kehidupannya.
Flashback end
"Jika Kris Hyung di penjara, maka aku akan di penjara karena terus membantunya menyembunyikan identitasnya. Apa kau siap untuk itu semua?" Kyungsoo terus menatap Kai dengan airmata yang masih mengalir deras di wajah manisnya.
"Aku akan melindungimu, Kyung. Aku tidak akan membiarkan kita berpisah begitu saja. Aku akan berjuang untukmu."
"Disamping itu semua.. aku merasa jika aku hanyalah menjadi parasit di hidupmu. Aku tidak ingin menjadi beban untukmu dan aku rasa.. hiks! Aku rasa kita harus mengakhiri hubungan ini, Kai."
"Kau ingin hubungan kita berakhir setelah kita berjuang sejauh ini? Aku hanya mencintaimu, Kyung. Aku tidak bisa mencintai orang lain."
"Kau akan bisa. Kau akan bisa melupakanku secara perlahan."
"Jadi kau memintaku untuk menemuimu hanya ingin mengakhiri hubungan kita?"
"Maafkan aku hiks!"
Kai memejamkan kedua matanya dengan erat sejenak, lalu ia kembali menatap kekasihnya tersebut.
"Kyungsoo, aku mencintaimu. Apakah pembuktianku tidaklah cukup?"
Kyungsoo tidak mampu mengeluarkan suaranya karena ia sendiripun belum yakin dengan keputusannya sendiri. Ia masih sangat membutuhkan Kai tetapi ia tidak bisa terus menerus bergantung pada Kai selamanya.
Namun betapa terkejutnya Kyungsoo ketika Kai menangkup wajahnya dan mengecup bibirnya dengan kuat. Kyungsoo tidak mampu melakukan apapun selain menerima ciuman lembut Kai. Tubuhnya serasa mati rasa dan lagi-lagi perasaannya kembali runtuh karena sikap manis Kai.
'Aku juga mencintaimu, Kai. Temani aku untuk terus bertahan.'
.
.
.
~oOo~ SECRET LOVE ~oOo~
.
.
.
"Kau terlihat bahagia, apa telah terjadi sesuatu?" Tanya Sehun yang mendapati Chanyeol baru tiba dimarkas mereka. Sehun nampak sibuk dengan komputernya dan Chanyeol hanya menyeringai menanggapi ucapan rekan anggota kelompoknya tersebut.
"Aku baru tahu jika kau senang mencampuri urusan orang. Jangan banyak bicara, dan beritahu aku siapa nama yang harus aku bunuh malam ini."
Chanyeol berdiri tegap di hadapan Sehun yang fokus pada komputernya untuk mencari data target yang harus dibunuh oleh kelompoknya. Kali ini Chanyeol berpenampilan seperti biasanya dengan jaket kulit hitam, kaos polo hitam dan juga celana jeans hitam.
Chanyeol sangat mencintai warna hitam karena menurutnya warna hitam bisa menyembunyikan apapun yang berada di baliknya. Sama seperti dirinya, jika ia memakai pakaian serba hitam, maka tubuhnya bahkan identitas dapat di sembunyikan. Terbukti dari jati dirinya yang tak pernah terkena target dari polisi barang sedikitpun hingga saat ini.
"Malam ini kau harus membunuh Song Il Suk si investor terbesar Choi Corp, di rumahnya. Cukup mudah, dan pastikan jejakmu tidak terbaca oleh polisi," ucap Sehun sambil memberikan sebuah alamat rumah yang harus Chanyeol datangi malam ini.
Chanyeol menerima alamat itu dan ia mulai menyimpan senjata api nya di saku celana jeansnya.
"Dan juga kau harus pastikan jika uang yang aku terima, tersimpan aman di dalam rekeningku," ucap Chanyeol sebelum dirinya benar-benar meninggalkan markas itu menuju tempat yang akan menjadi saksi bisu pekerjaan kotornya.
"Tentu. Dan jangan terlalu terburu-buru. Song Il Suk memilki banyak penjagaan," peringat Sehun ketika Chanyeol sudah tiba di ambang pintu keluar.
"Kau meremehkanku?"
.
.
.
~oOo~ SECRET LOVE ~oOo~
.
.
.
Baekhyun terbangun dari tidurnya dan ia melirik kearah yang jam dinding yang menempel tepat di hadapannya. Jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, tetapi ia tidak mendapati Chanyeol disampingnya. Padahal seingatnya Chanyeol mengatakan padanya jika Chanyeol bekerja tidak akan lama, tetapi kenapa Chanyeol belum juga tiba di apartemennya?
Baekhyun memutuskan untuk bangkit dari tidurnya. Kaki mungilnya perlahan melangkah di atas marmer yang dingin hanya sekedar untuk melihat suasana apartemen Chanyeol. Ia bahkan belum mengenal setiap sudut apartemen Chanyeol, dan ia pikir tidak akan menjadi masalah jika ia melihat-lihat apartemen ini karena demi apapun ia tidak bisa tertidur kembali karena mengkhawatirkan Chanyeol.
Kaki mungilnya berhenti melangkah ketika ia menatap sebuah figura foto berukuran kecil di atas sebuah nakas kayu. Perlahan tangannya terangkat untuk menyentuh figura itu dan ia menghela nafasnya lemah karena yang terdapat di figura itu adalah foto Chanyeol bersama dengan seorang wanita. Apakah wanita cantik itu adalah kekasih Chanyeol?
Cklek
Baekhyun segera mengalihkan pandangannya dan meletakkan figura foto itu kembali ke tempat semula ketika ia mendengar suara pintu yang terbuka. Baekhyun segera berlari menghampiri Chanyeol yang baru saja tiba di apartemennya. Dan Chanyeol cukup terkejut karena Baekhyun terbangun dari tidurnya.
"Baekhyun, bukankah aku sudah katakan padamu untuk beristirahat dengan baik? Kenapa kau terbangun sepagi ini?"
"Aku mengkhawatirkanmu. Aku masih belum terbiasa melihatmu bekerja larut malam seperti ini. Ah, kau membutuhkan sesuatu? Aku bisa membuatkanmu teh hangat," tawar Baekhyun dengan nada yang terburu-buru.
Chanyeol yang menyadari sikap berbeda dari Baekhyun, segera menahan tangan Baekhyun ketika adiknya itu hendak berjalan menuju dapur. Hingga tatapan mata mereka bertemu dan Chanyeol nampaks seperti menuntut Baekhyun untuk mengatakan sebuah kejujuran padanya.
"Apa yang terjadi?" tanya Chanyeol di antara kesunyian yang menyelimuti atmosfer di sekitar mereka.
Baekhyun segera menundukkan kepalanya seperti yang biasa ia lakukan ketika ia tengah merasa kebingungan.
"Aku sama sekali tidak mengetahui tentang kehidupanmu selama ini," gumam Baekhyun.
Chanyeol mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamarnya dan pandangannya berhenti pada sebuah figura yang berada di atas nakas kayu miliknya. Posisinya nampak berubah dan ia yakin jika Baekhyun baru saja menyentuh figura foto miliknya tersebut.
"Dia adalah mantan kekasihku. Dan kami sudah tidak memiliki hubungan apapun saat ini. Kami benar-benar berpisah tanpa kontak sama sekali," jelas Chanyeol sambil mengangat dagu Baekhyun agar mau menatapnya. Dengan perlahan Baekhyun menatap mata Chanyeol tetapi tatapan Baekhyun masih menyiratkan sebuah pertanyaan.
"Dia mirip sekali denganmu, dan aku terpaksa menjadikannya kekasihku karena aku benar-benar terdesak."
Chanyeol menjeda ucapannya ketika ia teringat tentang kejadian dimana Sunmi memergokinya tengah membunuh seseorang. Chanyeol tidak mungkin memberitahu pekerjaannya pada Baekhyun secepat ini karena ia yakin jika Baekhyun pasti tidak akan senang dengan pekerjaannya.
Baekhyun mengangguk lemah ketika ia mendengar perkataan Chanyeol. Tetapi masih ada sebuah perasaan yang mengganjal hatinya dan itu tidaklah menyenangkan. Bagaimana jika Chanyeol memiliki wanita lain yang tidak di ketahuinya? Bukankah itu akan sangat melukai hatinya?
"Sejauh apa hubungan kalian pada waktu itu?" lirih Baekhyun. Ia benar-benar khawatir jika cinta Chanyeol akan terbagi tidak hanya untuknya saja.
"Aku selalu mengabaikannya karena ketika melihat wajahnya, aku selalu teringat dengan dirimu. Dan sekarang aku sudah memilikimu, tentu aku tidak akan melakukan hal itu lagi."
"Aku akan membuang foto itu," lanjut Chanyeol.
"Aku mempercayaimu," ucap Baekhyun sambil mengecup singkat bibir Chanyeol.
Kemudian senyuman ceria di wajah cantik itu kembali mengembang. Baekhyun dengan antusias membantu Chanyeol melepaskan jaketnya dan tanpa di duga Baekhyun segera berlari menuju ke arah kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Chanyeol.
"Kau tidak harus melakukan hal itu semua, Baekhyun. Aku sudah terbiasa melakukannya sendiri."
Chanyeol melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi menyusul Baekhyun dan ia berdiri tepat di ambang pintu kamar mandi tersebut. Sedangkan Baekhyun yang nampak sudah selesai menyiapkan air hanya untuk Chanyeol, kembali menghampiri Chanyeol lalu memeluk tubuh tinggi itu dengan sangat erat.
"Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untukmu. Aku mencintaimu, Chanyeol."
Chanyeol hanya tersenyum, dan tiba-tiba ia menggendong tubuh Baekhyun ala bridal menuju ke bath up yang sudah terisi oleh air hangat. Meletakkan Baekhyun di dalam bath up air hangat itu, sedangkan ia melepaskan pakaiannya sendiri. Kini Chanyeol sudah berada dalam kondisi topless, namun Baekhyun masih berpakaian lengkap.
Perlahan Chanyeol ikut berendam di dalam bath up itu bersama Baekhyun dan ia memposisikan dirinya tepat di belakang Baekhyun. Kedua lengan kekarnya ia lingkarkan pada pinggang Baekhyun dan memeluknya dengan sangat erat, lalu ia mulai mengecupi leher Baekhyun sambil memejamkan kedua matanya.
"Aku juga mencintaimu. Aku ingin kau melayaniku sebagai seorang kekasih. Aku membutuhkanmu, Byun Baekhyun," bisik Chanyeol dengan suara beratnya. Membuat Baekhyun sedikit mengembangkan senyumannya dan ia hanya mengangguk patuh ketika Chanyeol sudah membawanya kedalam sebuah ciuman yang hangat.
'Asal kau tau. Aku sangat menikmati kesalahan kita ini, Hyung.'
.
.
.
.
.
.
To Be Continued..
.
.
.
.
.
.
Lalalala~ Chanyeol dan Baekhyun udah jadi sepasang kekasih dan masih dalam tahap perkenalan kehidupan mereka masing-masih setelah lama berpisah. Di dalam FF ini, Yuta pengen bawain cerita yang sedikit *ehem* aselole(?)
Jadi siap-siap untuk adegan-adegan yang sedikit panas(?) *emang kompor :v* di chapter selanjutnya :'D
Baekhyun belum tau segalanya tentang Chanyeol, dan Baekhyun juga belum tau kalo pekerjaan Chanyeol adalah seorang pembunuh bayaran. Gimana reaksi Baekhyun pas tau ternyata Chanyeol yang notabenenya adalah orang yang sangat hangat, ternyata memiliki pekerjaan seorang pembunuh?
Penasaran? .g
Dan flashback hubungan KaiSoo ternyata seperti itu. Kai ga sengaja jadi gay karena dia bertemu sama Kyungsoo di waktu yang tidak terduga. Hubungan KaiSoo udah berjalan lama ya, dan hubungan mereka bakalan berpengaruh juga sama hubungan ChanBaek.
Sedangkan Luhan belum saatnya di munculkan :'v *digampar
Pokoknya tunggu aja kelanjutannya yaaa biar greget :'D
Semoga masih banyak yang minat sama FF. AMIN.
OK, LAST!
NEXT?
REVIEW JUSEYO~
YUTA TUNGGU~
TERIMA KASIH~
SARANGHAE BBUING~!
