Title : Luhan hyung
Author : emasnyasuho
Main cast : HunHan (Sehun x Luhan)
Genre : School life, friendship
WARNING! YAOI; Shounen-Ai; BL; BoyXBoy
Rated : T
Sumary : Sehun sangat mengidolakan sunbaenya bernama Xi Luhan tapi namja berparas putih ini tidak seperti kebanyakan fans lainnya yang selalu menjerit keras ketika bertemu idolanya. Hal itulah yang membuat Kai –sahabat seperjuangannya- merasa jengah melihatnya dan memaksa Sehun untuk segera mempacari Luhan. "Cepatlah kau pacari dia "/ "Tapi Kai aku takut Luhan hyung tidak menerimaku?''/ Hunhan
2 Ulang tahun Baekhyun
Sebenarnya Sehun sangat malas bangun di hari minggu, kalian juga pasti tahu kan hari minggu dimana semua orang bisa beristirahat dari aktivitas yang melelahkan setiap harinya tapi suara benda berbahan aluminium terjatuh di lantai setelah sebelumnya terdengar sura ringisan kesakitan seseorang memaksanya mata berat hampir tertutup serta langkah gontai, Sehun berjalan ke sumber keributan.
"Akh" ringisan itu kembali terdengar
Sontak Sehun melebarkan matanya bulat kemudian setengah berlari menuju dapur melupakan kalau dirinya begitu mengantuk.
"Lu sedang apa?" tanyanya menghampiri Luhan yang duduk meringkuk meringis kesakitan karena telapak kakinya kejatuhan loyang kue yang cukup besar. Telihat juga berserakan sisa-sisa tepung berhamburan di lantai.
"maaf Sehunie, aku lagi membuat kue" kekeh Luhan imut mengabaikan sejenak rasa perih pada telapak kakinya yang terasa berkedut itu.
"Kue?" Sehun menyerit bingung, barulah dia sadar melihat sekeliling dapur penuh dengan bahan dan alat-alat membuat kue.
.
Di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota seoul kedua pria cantik ini menyusuri tiap stand toko yang tersedia mulai dari lantai atas tempat hiburan sampai ke lantai bawah mall yang menjual aneka roti serta kue-kue cantik dan bervariasi rasanya.
"Lu coba liat kue ini" sambil menyikut Luhan disampingnya Baekhyun menunjuk-nunjuk lemari kaca tempat kue yang menarik perhatiannya tersebut diletakkan "sepertinya enak" Baekhyun menjilat bibirnya sepertinya mulai tergoda dengan kue itu.
"kau mau membelinya?" tanya Luhan menatap kue itu kjuga seperti Baekhyun "aku mau, tapi sepertinya harganya mahal dan kuenya terlalu besar "
Luhan terkekeh gemas "yakin hanya karena kuenya besar? Bukannya kau tetap akan makan biarpun kuenya segede gunung?" spontan Baekhyun memanyunkan bibirnya cemberut "aku tidak seperti itu"tolaknya mentah-mentah.
"hahaha iya maafkan aku Baekhyunie"
Lebih baik Luhan menyerah saja menggoda temannya itu daripada dia di tinggal Baekhyun yang kesal di pusat perbelanjaan sebesar ini. Bisa-bisa dia keluar sudah tidak bernyawa lagi karena tersesat di disini, lagipula hanya Baekhyun saja yang tau jalan masuk dan keluar tempat ini. Oh ya itu berlebihan.
Drttt
Drtt
Dering ponsel salah satu dari keduanya berbunyi. Tidak, itu bukan ponsel Luhan tapi ponsel Baekhyun yang berbunyi.
"Lu aku angkat sebentar " Luhan mengangguk memberi kesempatan Baekhyun berbicara pada teman ponselnya sambil melihat-lihat deretan kue di lemari kaca di sekitarnya.
Cukup lama Luhan menunggu pembicaraan Bakhyun dengan sang penelponnya, sampai Luhan sempat-sempatnya berbicara dengan salah satu pembuat kue yang tengah membuat kue di dapur toko itu. Bukan bermaksud menggoda atau mengganggu si koki pembuat kue itu tapi Luhan hanya terlalu penasaran bagaimana cara membuat kue agar terlihat bagus atau semacamnya siapa tahu saja dia bisa membuatnya sekali-kali untuk Sehun.
"Lu" Luhan terlonjak kaget dengan tepukan Baekhyun di pundaknya yang tiba-tiba dan tepat di saat dia baru keluar dari dapur toko itu.
Baekhyun memberikan senyum manisnya membuat Luhan menyerit bingung dan mulai berpikir Baekhyun tersenyum karena bertelponan dengan seseorang di telpon tadi.
"Lu besok malam kau harus datang ke rumahku, aku akan mengadakan pesta"
"pesta? Pesta apa?"
Kembali Bekhyun tersenyum kini dengan malu-malu "Pesta ulang tahunku"
Setelah itu kalian tahu kan apa yang akan Luhan lakukan besoknya bertepat dengan hari minggu? Setelah pulang dari sana Luhan sudah mempersiapkan segala keperluannya.
Sehun mengangguk mengerti dengan cerita Luhan barusan "akh" sambil mengobati Luka lecet pada telapak kaki Luhan.
"jadi Lulu bermaksud membuat kue untuknya?" tanya Sehun dingin seraya memasukkan obat-obatan yang digunakannya untuk mengobati luka Luhan tadi ke dalam kotak P3K yang tertempel di dinding ruang tamu.
Luhan kembali berdiri dari duduknya di sofa menuju dapur melanjutkan membuat ulang adonan kuenya yang tumpah tadi. Sehun mengikutinya kemudian "kenapa tidak membeli kue saja Lu?"
Dalam reguhan Sehun Luhan menggeleng tanda dia tidak setuju dengan usul Sehun "Ani, akan lebih menyenangkan kalau kue buatan sendiri" Sehun mengangguk di pundak Luhan.
Di lepasnya lengannya pada pinggang ramping Luhan tadi, setelah itu Sehun berdiri di samping Luhan dan mulai ikut membantu Luhan membuat kue meskipun dia sendiri tidak tahu bagaimana cara membuat kue.
"sudahlah Lulu duduk saja, biar aku yang mengerjakannya"
.
.
Hari begitu cepat berlalu baru saja Sehun merasa bangun pagi beberapa menit lalu tapi tidak serasa jam sudah pukul 5 petang, begitupun dengan Luhan yang mulai bersiap-siap untuk mengunjungi pesta Baekhyun nanti malam.
"Sehuunie, masukkan kuenya dulu ke dalam kulkas nanti malam kita bawa ke tempat Baekhyun" ujar begitu keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuh kecilnya. Bukan tidak mungkin itu malah mengundang tatapan menggoda dari sang kekasih yang masih terpaku di sofa dekat kasurnya sambil menonton televisi.
Sehun memang polos sama seperti Luhan bahkan lebih polos dari Luhan tapi dia tidak pernah tidak peka bila Luhan sedang dalam keadaan seperti itu. Didekatinya Luhan yang kini tengah menyisir rambut basahnya dengan sisir birunya. Di peluknya pinggang ramping Luhan, yang di peluk tidak kaget dengan perlakuan Sehun dia sudah terlebih dahulu melihat gerak-gerik Sehun di depan cermin.
"Sehun aku baru habis mandi jangan menggodaku" Luhan masih tetap menyisir rambutnya menahan rasa geli pada lehernya karena terkena terpaan napas Sehun "sebentar saja Lu"
Pletak
Luhan memukul telak kepala Sehun menghasilkan ringisan sakit dari yang lebih muda "Lulu jahat sama Sehunie" mulut Sehun cemberut lucu, mukanya terlihat seperti akan menangis dan kedua tangannya memegang bagian kepalanya yang terkena pukulan sisir Luhan. Kekehan terdengar dari bibir manis Luhan.
"makanya jangan menggodaku kalau aku habis mandi. Mandi dulu sana, kita harus ke rumah Baekhyun " tidak peduli dengan ringisan menyedihkan Sehun, Luhan lebih memilih keluar kamar menuju dapur kemudian meletakkan kue ulang tahun Baekhyun ke dalam kulkas agar tetap utuh dan enak bila dimakan dengan keadaan dingin. Setelah itu tinggal menunggu pukul 7 malam tepatnya saat ulang tahun Baekhyun dimulai barulah Luhan mengeluarkannya.
.
.
.
.
Bel rumah Baekhyun berbunyi sangat kencang dan berulang kali, sepertinya tamunya sangat memaksanya masuk. Baekhyun lari terburu-buru menuju pintu takut belnya rusak karena tamu memencet beberapa kali dengan cepat.
"Baekhyunie Saengil Chukae hamima " begitu pintu dibuka tanpa di sadari Baekhyun, Luhan menerjang tubuhnya memeluknya dengan sangat erat sampai dia sendiri hampir terjungkal ke belakang kalau saja Sehun tidak dengan sigap menahan lengan Luhan.
Sambil menetralkan napasnya karena ulah Luhan, Baekhyun pun mempersilahkan masuk Sehun dan Luhan kedalam rumahnya tempat pesta Baekhyun berlangsung. Baekhyun meminta ijin pada Sehun dan Luhan untuk ke dapur membawakan minuman.
Begitu sampai di ruang pesta Luhan mengangkat kotak kue yang dibawanya ke depan wajah Baekhyun "Baekhyun ini untukmu" sambil tersenyum manis.
Baekhyun yang baru datang membawakan dua gelas minuman dingin untuk Sehun dan Luhan, terkejut dengan pemberian Luhan yang ternyata dibuka berisi kue coklat terlihat sangat enak dan tidak begitu besar "Gomawo Lu" kemudian meletakkannya di meja.
Mata Sehun tidak sengaja menangkap wajah Kai yang tengah berbicara dengan namja lain yang lebih tinggi darinya. Karena penasaran Sehun pun menghampirinya meninggalkan Luhan dan Baekhyun yang masih mengobrol.
"Oh Sehun?" Sahabatnya itu kaget melihat kehadirannya, Sehun terheran dengan itu padahal Kai sudah tahu kalau Luhan adalah temannya Baekhyun dan secara otomatis dia juga menghadiri pesta Baekhyun sebagai kekasih Luhan.
Meskipun Sehun terlihat dingin diluarnya tapi dia tetap ramah pada siapa saja termasuk pada pria tinggi di samping kirinya itu terbukti dengan senyuman damai dari bibirnya.
"namanya Park Chanyeol" Kai memperkenalkan nama namja itu, dan namja tinggi itu pun menjabat tangan Sehun ramah "Oh Sehun"
Tidak berapa lama Baekhyun datang bersama Luhan dibelakangnya.
Sehun sempat kaget karena Bakhyun dengan lancangnya langsung memeluk namja bertubuh tinggi di sampingnya yakni Park Chanyeol "yeolie"
Kai Terkekeh meliat ekspresi wajah Sehun yang terlihat lucu dan lugu. Matanya berkedip-kedip kebingungan "dia pacarnya Baekhyun" bisiknya mengerti dengan kebingungan Sehun.
Sehun mengangguk paham. Ternyata dia pacar Baekhyun, si cerewet Baekhyun menjadi pacar si tinggi Chanyeol. Perpaduan yang aneh tapi boleh juga pikir Sehun.
Selang dua jam acara pesta mulai dari ucapan selamat untuk Beekhyun, kemudian meniup lilin, memotong kue, sampai yang terakhir menonton drama korea bergenre sedih pada layar proyektor yang sudah disiapkan Baekhyun sebelum pesta dimulai.
Eh sejak kapan di acara ulang tahun ada daftar acaranya menonton drama korea bergenre sedih? Entahlah itu hanya Baekhyun dan Luhan saja yang menikmatinya sedang Kai dan Chanyeol hanya menonton diselingin dengan menguap mungkin ceritanya terlalu membosankan.
Beda Kai Chanyeol beda pula dengan Sehun yang sekejap berubah menjadi sangat cerewet seperti ibu-ibu karena banyak bertanya pada Luhan tentang alur cerita drama itu misalnya Kenapa wanita di situ tidak berterus terang kalau dia mencintai pria itu? Atau pertanyaan aneh lainnya seperti kenapa pria itu tidak mendorong saja wanita di depannya dari gedung berlantai lima bukan malah menolongnya? Ayolah Sehun bahkan pemeran utamanya saja tidak tahu kenapa dia harus melakukan adegan seperti itu. Luhan hanya menjawab entahlah atau berdehem saja.
Lupakan saja bagian menonton drama korea itu karena Sehun, Luhan dan Kai sudah pulang beberapa menit lalu dan menyisakan Chanyeol yang masih duduk di sofa.
"Yeolie coba ini kue buatan Sehun dan Luhan" Baekhyun menyodorkan sepiring potongan kue buatan Sehun dan Luhan pada kekasihnya.
Sebagai kekasih yang baik dan selalu menjaga perasaan kekasihnya Chanyeol pun menerimanya dengan tersenyum senang "Makasih Baekkie" ucapnya setelah mencicipi satu potongan kecil.
"Bagaimana rasanya?" Baekhyun duduk disamping Chanyeol tidak sabar menunggu reaksinya.
Chanyeol mengulum bibirnya menahan agar kunyahan kue dimulutnya tidak keluar berhambur mengenai wajah cantik Baekhyun. Dengan payahnya dia menelannya sampai masuk tenggorokannya menimbulkan helaan napas lega setelahnya.
"Rasanya ..." Chanyeol tampak berpikir.
Flasback
"Lu setelah memasukkan tepung dan mentega selanjutnya apa?" tanya Sehun dengan celemek yang berpindah pada dirinya mengambil alih pekerjaan Luhan.
Sehun memang menyuruh Luhan duduk saja, tidak tega melihat Luhan yang terlihat meringis kesakitan karena kakinya yang lecet tadi. Dia tidak ingin Luhan terluka lagi untuk kedua kalinya jadilah dia sendiri yang menggantikannya membuat kue masih dengan intruksi Luhan.
"liat saja di kertasnya" jawab Luhan tidak begitu terdengar karena wajahnya tenggelam masuk ke dalam lenganya yang digunakan sebagai bantalan kepalanya. Sehun samar-samar mendengarnya lalu meraih kertas putih di atas meja makan berisi daftar bahan-bahan dan langkah-langkah membuat kue itu.
Sehun membaca langkah selanjutnya yaitu langkah nomor 2 di situ tertera tulisan
masukkan tepung, mentega, telur, dan gula ke dalam adonan
Tanpa berlama-lama membaca, Sehun lantas membuka lemari atas yang biasanya berisi bumbu-bumbu dapur dan tanpa melihatnya Sehun memasukkan bahan yang dia pikir adalah gula. Seandainya Sehun lebih teliti dan mau memperhatikan setiap bumbu masakan di sana pastilah dia bisa membedakan mana gula dan mana garam, karena kedua terlihat mirip dari segi bentuknya sialnya Luhan menyimpan kedua bahan itu pada tempat yang rupa yang sama dan tidak tembus pandang.
Semoga saja bahan yang dimasukkan Sehun ke dalam adonan kue memang benar gula.
Flasback off
.
.
.
.
Yang ini pasti garing yah? Apalagi moment hunhannya dikit hehe, author lagi pengen bikin Sehun jadi polos lagi wkwkwk *sungkemsamaSehun*
Yang manis-manis sudah, yang polos-polos sudah, Selanjutnya mau yang gimana? Sedih atau gimana? Ini ff gak ada konfliknya.
Mending tulis aja di riviewnya, makin banyak makin cepat updatenya hohoho (gak janji yah)
Typo berceceran
Gomawo
