Title : SIMFONI HITAM Chap 3

Genre : Brothership, Friendship and Family

Rate : T

Cast : Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun

Park Jungsoo as Cho Jung Soo/Leeteuk

Lee Donghae as Cho Dong Hae

Kim Ki Bum as Cho Ki Bum

And other cast

Summary : Dihatiku terukir namamu. Cinta, rindu beradu satu. Namun selalu aku bertanya, adakah aku dihatimu?

Inspired by Simfoni Hitam Sherina.

Warning : Typos, Gaje, OOC, if read dont bash and review after read.

Disclaimer : All them belong to them selves and God, iam just a fan who use their name for my story.

Story by asmawi97

.

.

SIMFONI HITAM CHAPTER 3

.

.

Seorang namja keluar dari sebuah taksi yang sudah mengantarnya tersebut. Dia lalu keluar setelah sebelum nya mengucapkan terimakasih sambil tersenyum pada sang supir.

Dia lalu memandang keseluruhan kota yang akan menjadi tempat tinggal nya sekarang.

''Seoul memang indah..'' ucap namja tersebut sambil tersenyum memandang keramaian kota yang menjadi jantung negri ginseng tersebut.

RING ~ RING ~

''Yeobeoseo Appa... eoh, aku sudah sampai di Seoul. Ne, aku ingin memberikan kejutan untuknya appa, aku akan mengunjungi dia di sekolah nya. Ne, arraseo.'' dia lalu menutup percakapan nya dengan sang Appa setelah sebelum nya berpamitan dengan sang appa.

''Kyuhyun -ah... aku datang.'' ucap namja tersebut sambil tersenyum menatap langit seoul yang hari itu nampak cerah.

Dia lalu mulai berjalan menapaki jalanan Seoul, dia berniat untuk mendatangi sekolah Hannyoung dengan berjalan kaki saja, karena jaraknya tidak terlalu jauh. Akhirnya namja tersebut sampai di tempat tujuannya Hannyoung High School.

Dia mulai mengelilingi sekolah tersebut. Namun dia mengernyitkan dahinya saat melihat sekelompok siswa sedang mengerumuni seseorang. 'apa ada sesuatu yang penting sedang terjadi?' batin namja tersebut.

Dia mencoba menyelusup kedalam keramaian tersebut. Namun namja tersebut membelalakan matanya saat melihat hal yang membuat dia marah. Dia melihat Kyuhyun yang sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri, sedang di hadang oleh beberapa orang. Dua orang lainnya memegangi kedua lengan Kyuhyun dengan erat, Kyuhyun bahkan sampai terlihat sulit bergerak karena mereka berdua.

Sementara seorang lagi memandang Kyuhyun dengan tajam. 'apa Kyuhyun membuat kesalahan?' seperti nya orang itu akan memukul nya. Dengan terburu - buru dia langsung menghampiri mereka dan menghentikan tangan yang akan menyakiti Kyuhyun tersebut.

''Jangan coba - coba menyakiti adik ku , arra?!'' ucap nya emosional. Bagaimana tidak emosional jika kau melihat orang yang kau sayangi akan di sakiti seperti itu.

''Siapa kau?'' jawab Jongin dengan nada kesal. Lagi - lagi kesenangan nya diganggu. Kyuhyun yang sejak tadi menutup mata nya dengan erat membuka matanya, dan membelalakan matanya saat tahu siapa yang sudah menjadi malaikat penolong nya. Dia adalah...

''Shim Chang Min, namaku adalah Shim Chang Min, apa kau ada masalah dengan dongsaeng ku?!'' jawab namja tersebut dengan tegas sambil terus memberikan tatapan tajam bagi Jongin. Ternyata namja tersebut adalah Changmin, Kyuhyun jelas sangat mengenali namja tersebut. Tapi kenapa dia bisa ada disini?

''Mwo? Changmin...'' Jongin tampak berpikir. Seperti nya dia tahu siapa Changmin. ''Mungkinkah kau...''

''Kau benar, aku adalah Shim Changmin. Ayah ku Shim Jae Kyung adalah seorang presdir di sekolah ini. Apa kau punya masalah khusus dengan adik ku, sampai kau ingin memukulnya?!'' Jongin membelalakan matanya, dia tidak begitu percaya. Benarkah Kyuhyun yang sejak kemarin menjadi objek mainannya adalah adik dari seorang putra presdir?

''Tapi... aku tidak begitu percaya padamu. Tidak mungkin dia itu adikmu.''

''Kau mau aku memukul mu baru kau mau melepaskannya?!'' hardik Changmin pada Jongin yang hanya menatapnya dengan senyumnya yang menjengkelkan.

''Aish! Kau tidak usah emosional seperti itu. Ya! Lepaskan bocah itu! '' ucap Jongin tidak rela pada kedua temannya yang sedang memegangi Kyuhyun. Dia lalu memandang kearah Changmin dan saling berhadapan. Jarak mereka saat ini sangat dekat, Changmin masih memberikan tatapan 'membunuhnya' untuk Jongin. Sementara Jongin dia tersenyum seolah dia sudah kebal ditatap seperti itu, dia sepertinya sudah tidak punya rasa malu lagi.

'' aku... sama sekali tidak takut denganmu, apalagi ayahmu yang seorang presdir itu. Aku hanya mengalah untuk mu hari ini, karena kau baru berada di tempat ini. Hanya untuk hari ini, arraseo!'' ucapnya sambil berlalu diiringi teman - temannya yang justru lebih mirip ajudan dibandingkan teman.

''Akupun begitu, hanya untuk hari ini aku akan membiarkanmu lolos. Jika aku tahu kalau kau menyakiti adik ku lagi. Akan ku pastikan kau mendapatkan apa yang seharusnya kau dapatkan.'' Jongin sempat berhenti sebentar mendengar jawaban tegas dari Changmin, namun hanya sebentar karena dia kembali melangkahkan kakinya. Sepertinya dia tidak akan membiarkan Kyuhyun disakiti lagi oleh siapapun termasuk dirinya.

''Ini justru jadi lebih menarik sekarang.'' ucap Jongin dengan seringaian nya yang terlihat begitu menyeramkan.

Kerumunan siswa tersebut juga ikut bubar melihat aktor utama mereka telah pergi meninggalkan lapangan. Mereka seolah telah kehilangan pertunjukan yang menarik, melihat dari wajah mereka yang terlihat begitu kecewa.

.

.

Kibum memandang semua kejadian tersebut dengan tangan yang mengepal erat. Jujur saja, jika tidak ada namja yang bernama Changmin yang mengaku sebagai hyung Kyuhyun itu. Mungkin dia yang akan menyelamatkan dan berlari kearah Kyuhyun. Tidak tahu mengapa, melihat Kyuhyun diperlakukan seperti itu membuat dia cukup kesal. Tapi kenapa?

''Kalau saja dia tidak datang, aku yang akan menghampiri mu Kim Kyuhyun.'' ucap Kibum sambil berlalu dari lorong sekolah tersebut. Langkah kaki nya terlihat sangat berat, dia benar - benar merasa menjadi seseorang yang tidak berguna untuk - Kyuhyun mungkin. Tapi, bukankah itu yang diinginkan mereka?

''Aku... tidak akan bisa menyayangi nya lagi.'' ucapnya sambil menggeleng, dia benar - benar merasa tidak berguna. Tapi di satu sisi dia juga sangat menghormati keputusan hyungduel yang terlihat tidak menyukai Kyuhyun.

.

.

SIMFONI HITAM

.

.

Kyuhyun sedang membersihkan luka Taemin dengan telaten dan cukup hati - hati, di taman sekolah tersebut. Dia agak terkejut melihat luka nya cukup parah. Kalau saja Changmin tidak datang dia pasti juga akan bernasib sama seperti Taemin. Lalu kemana pergi nya Changmin? Dia sedang mengurus kepindahan nya ke sekolah baru nya ini.

''Taemin -ah... apa ini sangat sakit?'' Kyuhyun bertanya dengan nada cemas yang sangat kentara pada Taemin.

''Aniyo... ini hanya luka kecil, biasanya justru lebih parah dari ini.'' Kyuhyun membelalakan matanya. Biasanya justru lebih parah dari ini?!

''Mereka benar - benar seperti monster di sekolah ini! Apa hak mereka sampai menyakiti mu seperti ini. Memangnya siapa mereka, mereka hanyalah seorang siswa sekolah sama seperti kita. Hanya karena orangtua mereka punya latar belakang yang berbeda, jadi mereka berhak untuk menyakiti mu... Dasar menyebalkan!'' umpat Kyuhyun

Untuk sesaat mereka terdiam satu sama lain. Kyuhyun masih terus mengobati luka Taemin, dia tidak berhenti mengumpat panjang pendek karena penderitaan yang sudah dialami Taemin selama berada di sekolah ini.

Taemin hanya tersenyum melihat Kyuhyun yang seperti itu. Kyuhyun, meskipun dia juga sama seperti mereka. Tapi dia tidak keberatan untuk berteman dengannya.

''Kyuhyun -ah... aku akan pindah sekolah.''

''MWO?!'' Tanpa sadar Kyuhyun menekan luka Taemin dengan keras membuat Taemin berteriak. Kyuhyun benar - benar terkejut dengan pernyataan Taemin.

''akh appo! Kyuhyun -ah kenapa kau menekan lukaku begitu keras.'' Kyuhyun langsung panik, Taemin benar - benar terlihat kesakitan. Tapi dia benar - benar kaget. Mau bagaimana lagi.

''Mianhae aku terlalu kaget tadi.'' ucap Kyuhyun terlihat sangat menyesal, emosinya memang agak labil sekarang.

''Gwenchana... Gumawo karena sudah mau menjadi temanku Kyu. Mengetahui bahwa kau juga bermartabat tinggi sama seperti mereka, membuat ku berpikir bahwa semua orang kaya itu tidak sama.'' Kyuhyun merasa sangat terharu mendengar pernyataan Taemin. Tapi kenapa dia harus pindah? Kyuhyun harus berusaha mempertahankan Taemin disini.

''Kalau begitu kau harus tetap berada disini Taemin -ah... aku janji akan melindungi mu. Sungguh!'' Taemin menggelengkan kepalanya membuat Kyuhyun kecewa.

''Tidak bisa Kyuhyun -ah... aku sudah tidak ingin berada di tempat ini lagi.'' jawaban Taemin membuat Kyuhyun semakin membuat Kyuhyun sedih saja.

''Jadi, kau akan tetap pergi dari sekolah ini Taemin - ah?'' tanya Kyuhyun untuk ke sekian kalinya.

''Nde, tempat ini tidak cocok denganku. Aku bersyukur setidaknya sekarang kau punya seseorang yang akan melindungi mu Kyu.'' Taemin tersenyum dengan sangat tulus padanya, membuat dia terenyuh. Taemin tidak punya salah apapun pada mereka, tapi mereka memperlakukan Taemin sangat buruk hanya karena derajat kekayaan nya. bukankah hanya tuhan yang boleh menilai derajat seorang manusia?!

''Mianhae aku tak bisa melindungi mu tadi, gumawo karena kau sudah bersedia menjadi temanku.'' Taemin mengangguk dia lalu beranjak dari tempat duduknya.

''Ah! Aku harus pergi, Kyu.''

''Secepat itu?''

Taemin mengangguk dia lalu berlalu dari sana, meninggalkan sekolah yang selama ini membuat nya penuh dengan warna kelabu. Dia melambaikan tangannya pada Kyuhyun begitupun sebaliknya. Meskipun pertemanan mereka sangat singkat, namun persahabatan yang dilandasi ketulusan akan membekas dihati mereka masing - masing.

''Dia sudah pergi...'' Kyuhyun menghela nafasnya. Tadinya jika memang Changmin akan bersekolah disini, dia ingin membuat Taemin nyaman berada di sekolah ini, tapi sekarang sepertinya itu tidak mungkin.

PUK

Tiba - tiba Changmin sudah berada disebelah nya sambil menepuk - nepuk kepalanya, seperti seorang ayah yang sedang menenangkan putranya.

''Relakan dia, mungkin tempat ini memang tidak cocok untuknya. arraseo.'' mata Changmin memang mengarah pada Taemin yang semakin menjauh. Namun tangannya tidak berhenti mengelus rambut Kyuhyun dengan sangat lembut. Membuat Kyuhyun kesal dan langsung menatap Changmin dengan tajam.

''Ya Shim Changmin! Berhenti memperlakukan ku seperti anak kecil!'' umpat Kyuhyun sambil menghempaskan tangan Changmin yang terus mengelus rambutnya tersebut dengan kasar.

''Wae? kau memang masih kecil Kyuhyun -ah...'' jawab Changmin dengan senyum jahilnya. Membuat Kyuhyun naik pitam.

''YA! Neo... berhenti disana Shim Changmin!''

Mereka lalu berlarian mengejar satu sama lain. Kyuhyun yang tidak mau di panggil anak kecil terus, mengejar Changmin yang justru semakin gentar menggodanya. Sepertinya dia sangat senang mengganggu Kyuhyun.

.

.

SIMFONI HITAM

.

.

Kibum tidak fokus pada guru yang sedang menjelaskan beberapa hal di depan kelas tersebut. Wajah Kyuhyun terus terbayang di benaknya, anak itu terlihat sangat ketakutan saat tangan Jongin akan menghantam wajahnya.

Jujur dia... merasa kesal!

Tapi kenapa dia jadi merasa kesal. Bukankah ini yang diinginkan nya dan juga hyungduel? membuat Kyuhyun merasa tidak nyaman tinggal di Seoul. Salah satunya dengan cara membuat dia dimusuhi satu sekolah. Tapi sepertinya Kyuhyun bukanlah anak yang pantang menyerah.

PUK

Tiba - tiba ada yang melempari nya dengan kertas yang sudah di gulung sedemikian rupa. Dia lalu membuka dan mencoba membacanya

'Ya Cho Kibum tadi aku menang besar, Taemin pabbo itu akan segera pergi dari sekolah ini. Tapi sekarang mainanku jadi cuma satu, tapi Kyuhyun benar - benar mainan yang menarik.' Kibum memandang coretan tangan diatas kertas milik Jongin. Dia memang satu kelas dengan Jongin, tapi mereka tidak terlalu dekat. Hanya sesekali saja mereka berinteraksi saat ada sesuatu yang penting.

'Jangan bicara padaku pabbo!' balas Kibum dan langsung melemparnya tepat kearah kepala Jongin. Kibum cukup puas melihat lemparan nya tepat sasaran, dia tertawa kecil lalu kembali melihat catatannya seolah tidak terjadi apa - apa.

''Kibum haksaeng... you have any problem with my class?'' tanya seorang guru bahasa inggris pada Kibum yang masih tersenyum kecil dan terlihat tidak memperhatikan pelajarannya.

''No Sir! Sorry...''

''Kalau begitu perhatikan kelasku!'' ucap guru tersebut kembali dalam bahasa inggris.

aish sial! ini semua karena Kyuhyun, dia terus muncul di pikiran ku. Ya Kim Kyuhyun! kau membuat ku dimarahi seorang guru untuk pertama kalinya.

'Daebak, Kim Kyuhyun. Kau benar - benar luar biasa.' batin Kibum dalam hatinya.

.

.

.

SIMFONI HITAM

.

.

.

Changmin dan Kyuhyun sedang menikmati makanan mereka di sebuah kedai restoran yang cukup dekat dari sekolah tersebut. Setelah aksi kejar - kejaran mereka tadi, Changmin langsung mengatakan lelah dan mood nya menurun karena kelaparan. Dasar food monster!

Kyuhyun mengangkat kepalanya yang sejak tadi fokus pada makanannya, kini beralih pada Changmin yang memakan makanannya dengan sangat lahap.'apa Changmin belum makan selama satu tahun?!'

''Changmin -ah...'' Changmin mengangkat kepalanya dan mengisyaratkan ' ada apa ' dengan matanya. Dia benar - benar tidak bisa diganggu saat sedang makan, apalagi hidangan tersebut sangat lezat.

''Kenapa kau pindah ke Seoul, apa karena aku?'' tanya Kyuhyun

''ppppthh hahaha.. '' Changmin hanya terus tertawa mendengar pertanyaan Kyuhyun.

''YA! Shim Changmin berhenti tertawa!'' Kyuhyun menggembung kan pipi nya melihat Changmin, yang justru tertawa mendengar pertanyaan nya. Memangnya apa yang lucu dengan pertanyaan nya!

''Aku pindah ke Seoul karena eomma ingin pindah ke Seoul, bukan karena kau Kyuhyunie.'' Kyuhyun mempoutkan mulutnya

''Benar bukan karena aku? syukurlah, lagipula aku tidak mau gara - gara aku, kau memaksa untuk pindah pada orangtua mu.'' ucap Kyuhyun sambil memakan makanannya dengan santai.

''Sudah kubilang bukan karena kau!''

.

''Pokoknya aku juga mau pindah ke Seoul titik! Kalau Appa dan eomma tidak mengijinkan ku aku akan mogok makan!'' Changmin lalu berlalu dari kedua orang tuanya dengan langkah yang sangat lebar. Dia juga menghentakan kakinya dengan keras tanda ia benar - benar serius pada orangtua nya.

''Aish! Yeobeo, turuti saja apa maunya.''

''Geurae, Kyuhyun memang selalu menjadi prioritas utama putra kita.''

.

Changmin meringis mengingat dia memang memaksa kedua orangtua nya untuk pindah ke Seoul. Dan memang salah satu alasan nya adalah Kyuhyun. Dia khawatir sahabat nya tersebut tidak memiliki teman atau tidak merasa nyaman karena berada di tempat baru. Tapi dia tidak mungkin mengakuinya didepan Kyuhyun, bisa - bisa dia malu sekali.

''lalu kenapa didepan semua orang kau mengaku sebagai kakak ku?!'' Changmin kembali menghentikan makannya dan menatap Kyuhyun yang seperti sedang menginterogasi dirinya.

''Lalu aku harus mengaku sebagai siapa? Haraboeji, halmeoni, ahjumma, yeojachingu?'' ucap Changmin sambil menirukan suara - suara yang dia sebutkan membuat Kyuhyun tertawa.

''YA! Geumanhae...''

''Itukan tidak mungkin Kyuhyun -ah... itu alasan hanya agar mereka berhenti mengganggu mu.'' Kyuhyun mengangguk mengerti. Changmin memang sahabat nya yang benar - benar sangat perhatian. Changmin kembali pada kegiatan nya yang tertunda, yaitu makan.

Changmin makan dengan sangat lahap. Lagi. membuat Kyuhyun benar - benar memikirkan Changmin memang belum makan selama satu tahun. Namun sesuatu yang terlintas di benaknya membuat dia kembali menghentikan makannya dan memandang Changmin. Lagi.

''Changmin -ah... Aku mau kembali bermain piano ''

UHUK

Changmin yang sedang makan dengan sangat lahap itu langsung tersedak mendengar penuturan sahabatnya itu.

''MWORAGO?!''

''Aish! Kenapa reaksi mu seperti itu?! akukan tidak bilang kalau aku mau bunuh diri! aku hanya mengatakan ingin kembali bermain piano.''

''Apa kau yakin?'' Kyuhyun mengangguk dia sudah sangat yakin dengan keputusan nya. ''Aku ingin saat eomma pulang nanti dia bisa melihat permainan piano ku''

''Aku hanya berharap kau baik - baik saja Kyuhyun - ah.''

.

.

.

SIMFONI HITAM

.

.

.

Kyuhyun pulang ke rumahnya setelah sebelumnya Changmin mengantar nya. Changmin bilang besok dia akan menjemput nya untuk berangkat sekolah.

Kyuhyun memasuki halaman rumahnya dengan pelan,

Kyuhyun membulat kan matanya lucu saat melihat hyung ikannya sedang membersihkan kolam ikan yang berada di halaman rumah mereka. Jarang - jarang hyung nya tersebut berada di rumah

''Hae hyung... Kyuhyun pulang ~'' Kyuhyun menghampiri Donghae dan menyapa Donghae begitu semangat, bahkan terlihat terlalu semangat.

KRIK KRIK ~

Hening tidak ada jawaban, Donghae masih terus fokus pada kolam ikan kesayangannya. Kyuhyun tersenyum dia lalu bergegas masuk kerumah tersebut untuk menggantikan pakaian nya. Sepertinya mengganggu Donghae akan sangat menyenangkan. Hehehe

Kyuhyun sudah membersihkan dirinya, dia juga sudah membersihkan rumah yang sejak kemarin menjadi tanggung jawabnya.

Dia lalu mendekat kearah Donghae, bahkan terlihat tidak ada jarak antara mereka sekarang. Membuat Donghae risih dan langsung memandangnya dengan tajam.

''Kenapa kau duduk disitu. Minggir! jangan terlalu dekat denganku!'' lagi - lagi Donghae menyuruhnya untuk menjauh, dengan nada yang sangat dingin, membuat Kyuhyun mempoutkan mulutnya. Tapi tetap menuruti perintah Donghae, yaitu menjauh.

''Aku hanya ingin melihat ikan - ikan koi yang sangat cantik. Melihat ikan segar seperti ini bisa mengurangi stress Hae hyung...'' Kyuhyun memandang ikan koi yang berada di kolam tersebut dengan mata yang berbinar. Melihat warna - warna dari koi tersebut memang membuat nya agak rileks.

''Terserah... asal kau jangan dekat - dekat denganku dan jangan sampai membuat ikanku jadi stres!'' ucap Donghae dengan ketus.

''Arraseo... Hae hyungie.'' jawab Kyuhyun sambil tersenyum manis. Sangat manis sampai membuat Donghae sebal.

Kyuhyun masih memperhatikan Donghae. Hyung nya tersebut masih fokus dengan kegiatan nya. Dia benar - benar telaten dengan kebersihan dan kesehatan ikan nya.

'Huh Hae hyung lebih sayang ikan dari pada aku yang notabene adalah adiknya! Dasar menyebalkan!'

Tiba - tiba terlintas ide jahil dikepala Kyuhyun. Dia lalu masuk kedalam rumah dan kembali dengan membawa sebuah jaring ikan dan juga sebuah ember kecil.

''Hae hyung karena kau bilang pada seluruh orang kalau aku bersekolah dengan mengandalkan beasiswa...'' Kyuhyun melihat Donghae yang masih fokus dengan membersihkan kolam ikannya, dengan mata yang berkilat terang seolah memiliki rencana yang sangat brilian.

''Jadi... Bolehkah aku menjual satu saja ikan koimu?'' Donghae langsung menghentikan kegiatan 'mari membersihkan kolamnya' dan melihat kearah Kyuhyun. Dia langsung membelalakan matanya, saat Kyuhyun benar - benar menangkap seekor koi miliknya. Dan memasukan nya ke dalam sebuah ember.

''YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!'' Kyuhyun menatap polos kearah Donghae.

''Hae hyung pasti tau apa yang akan kulakukan.'' ucap Kyuhyun dengan senyum jahilnya. Membuat Donghae menjadi cemas dengan kelangsungan hidup si koi.

''YA! Kalau kau berani melakukan sesuatu yang bisa membahayakan ikanku... Kau akan mati!'' Kyuhyun tidak mengindahkan peringatan Donghae, dia justru berlarian ke luar rumahnya.

''YA Kim Kyuhyun! Berhenti disana, jangan coba - coba untuk menggoreng nya!'' Donghae benar - benar dibuat emosi dengan perlakuan Kyuhyun terhadap koinya. Kenapa anak itu begitu berani pada ku?!

''ANIYO... Aku hanya akan menjual nya pada ahjussi yang berada di depan kompleks rumah kita. Aku tidak bisa membiayai sekolah ku, ijinkan aku untuk menjualnya.'' ucap Kyuhyun dengan senyum yang mengembang. Dia sangat senang bisa kembali berinteraksi dengan hyung nya tersebut. Kyuhyun menggoyang kan embernya sambil terus berlari dari kejaran Donghae. Mereka masih terus saling mengejar satu sama lain

Namun tiba - tiba sebuah mobil truk pengangkut barang dari arah yang berlawanan datang menuju Kyuhyun . Kyuhyun yang tidak memperhatikan jalan terus berlari kearah truk tersebut.

TIIN ~

''YA! KIM KYUHYUN...AWAAAAS!'' Donghae berteriak pada Kyuhyun yang masih terus berlari. Kyuhyun yang berlari tidak memperhatikan truk tersebut, saat dia sudah melihat truk tersebut Kyuhyun hanya bisa membelalakan matanya. Otak dan kakinya terasa beku sekarang dia seolah terhipnotis oleh suara klakson tersebut.

CIIIT

BRAK!

Donghae hanya bisa memandang semua kejadian tersebut dengan mata yang membelalak, bahkan matanya terlihat berkaca - kaca sekarang. Apa sesuatu yang buruk akan terjadi pada 'seseorang' yang special untuknya?

.

.

''Mianhae kami tidak bisa menolongnya, keadaan nya sangat parah saat dibawa kemari. Relakan saja dia.'' ucap dokter tersebut sambil berlalu setelah sebelumnya menepuk bahu Donghae untuk memberikan semangat.

Donghae mengepalkan tangannya lalu memukulkan nya ke tembok. ''Kalau saja aku tidak mengejarnya, mungkin aku tidak akan kehilangan dia.'' ucap Donghae sambil terisak.

''Hae hyung mianhae... Aku membuat koimu meninggal.'' Donghae menghentikan tangisnya dan langsung memandang tajam kearah Kyuhyun, Kyuhyun yang ditatap seperti itu langsung menundukkan kepalanya.

Kyuhyun hanya mendapat luka kecil karena truk tersebut berhenti tepat satu senti didepan tubuhnya. Jadi sekarang dia tentu baik - baik saja. Namun nyawa koi Donghae tidak tertolong, ikan malang tersebut akhirnya mati setelah sebelumnya terlempar dari ember yang dibawa Kyuhyun.

''Gara - gara kau... Ikan koi kesayanganku mati! Kim Kyuhyun, kau benar - benar akan mendapat hukuman yang menyeramkan dariku.'' Donghae menghampiri Kyuhyun, dia melangkahkan kakinya dengan sangat lebar. Seolah benar - benar akan segera membunuh Kyuhyun. saat jarak mereka sudah dekat Kyuhyun langsung memundurkan tubuhnya. Takut - takut hyung nya hilap.

Donghae mengangkat tangannya, lalu menjatuhkan nya di kepala Kyuhyun. Kyuhyun yang terkejut dengan perlakuan Donghae membuka matanya, dia terkejut saat hyung nya mengelus rambutnya dengan sangat lembut membuat Kyuhyun tersenyum.

''Hae hyung...'' Kyuhyun benar - benar terharu, ini yang sangat diinginkan nya. Mendapat perhatian dari hyungduel.

Namun tiba - tiba tangan Donghae beralih pada telinga Kyuhyun dan memelintir nya dengan keras. ''YA Hae Hyung kenapa kau memelintir telingaku! Appo appo hyung...'' teriak Kyuhyun. Donghae benar - benar menghukum nya, telinga nya benar - benar sakit sekarang.

''Ini balasan yang tepat untuk seorang yang sudah membuat koiku mati!'' jawab Donghae tajam.

''Mianhae Hae hyung Jeongmal Mianhae...'' Kyuhyun terus berteriak minta maaf sementara Donghae tidak berhenti mengumpat panjang pendek pada Kyuhyun. Klinik hewan 24 jam tersebut terdengar ramai karena teriakan Kyuhyun dan juga Donghae.

.

.

Donghae merebahkan seluruh tubuhnya dikasur empuk miliknya. Dia berbaring telentang dan menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan.

''YA! Kenapa kau mengelus rambutnya tadi, neo pabbonika!'' ucap Donghae sambil mengumpat panjang pendek pada tangannya. Tadi tangannya tersebut tanpa sadar mengelus rambut Kyuhyun, padahal dia berniat untuk menjambaknya.

Tapi tubuhnya seolah bergerak secara naluri. Otaknya memerintahkan untuk tidak melakukan hal tersebut. Tapi tubuhnya seolah merindukan hal tersebut.

''Aku... tidak mau menyayangi nya lagi.'' ucapn nya lirih sambil tetap memandang kearah langit - langit kamarnya.

.

.

SIMFONI HITAM

.

.

Kyuhyun terus membolak - balik channel tv tersebut. Sudah hampir satu jam dia berada di depan tv, tapi seperti nya tidak ada acara yang menarik.

Dia tidak mau lagi menunggu hyungduel seperti kemarin - kemarin dan membuat dia kelaparan . Mereka sering pulang tepat pukul 10 malam, membuat dia kesal. Hyungduel sering bepergian tanpa mengajaknya, mereka benar - benar menghindari Kyuhyun.

''HYUNGDEUL MENYEBALKAAAN!'' Kyuhyun hampir saja akan melempar remote tv tersebut. Saat dia ingat hyungduel pasti akan marah - marah dan memintanya untuk mengganti rugi. Dasar perhitungan!

''aish! Eomma... Kenapa eomma susah sekali untuk dihubungi?!'' Kyuhyun mengeluh saat lagi - lagi dia mendengar suara operator bukan eomma nya. Sejak dia tinggal disini dia sulit sekali menghubungi eomma nya.

''Apa eomma sangat sibuk sekarang?'' ucap Kyuhyun sambil mengelus wajah eomma nya yang berada di foto ponselnya.

Kyuhyun juga mengingat seberapa sering dia bisa berinteraksi dengan hyungduel. Hanya sesekali saja Kyuhyun bisa berinteraksi dengan hyungduel, selebihnya mereka lebih suka menjauh dan menghindar membuat Kyuhyun benar - benar kesepian.

.

.

Sementara di waktu yang sama. Disebuah kedai restoran yang cukup mewah, Leeteuk, Donghae dan juga Kibum sedang memakan makan malam mereka. Tentunya tanpa Kyuhyun.

''Hae -ah... sampai kapan kita harus seperti ini? uang hyung bisa menipis jika terus menerus makan malam di restoran mahal seperti ini..'' Leeteuk bertanya pada Donghae yang sedang memakan makanannya dengan hidmat.

''Sampai bocah itu pergi dari rumah kita hyung!'' Leeteuk membulatkan matanya, berarti selama satu bulan setiap malam mereka akan terus makan diluar?! Andwae... bisa - bisa dia bangkrut.

''Tapi sampai kapan? kita sudah melihatnya sampai sekarang. Kyuhyun bukanlah anak yang pantang menyerah, buktinya dia sudah bertahan selama satu pekan dengan kita.'' Donghae langsung menatap Leeteuk dengan tajam, Leeteuk yang ditatap seperti itu langsung menelan salivanya sulit. Donghae benar - benar menyeramkan saat tatapan nya sudah seperti itu.

''Jadi maksud hyung, aku harus menerimanya begitu?''

''Hanya satu bulan Hae -ah... dia berada di rumah kita hanya satu bulan. Kita hanya menolong eomma bukan Kyuhyun. Coba pikirkan hal itu.''

''Satu bulan, satu jam, bahkan satu detik pun. Aku tidak bisa terus menerus melihat bocah itu. Karena dia, menyimpan banyak kenangan buruk bagiku!'' Leeteuk menghela nafasnya melihat Donghae yang berlalu dari sana.

Dia tidak ingin hal seperti ini terus berkelanjutan, dia sering melihat Kyuhyun terlihat kesepian karena mereka jarang berada di rumah. Lalu kenapa aku merasa kasihan saat Kyuhyun terlihat kesepian

'Apa mungkin... aku mulai menyayangi nya. Lagi?'

Kibum memandang Leeteuk yang terlihat seperti merenung, sementara Donghae sepertinya sudah pergi.

''Sebaiknya kita pulang saja Teuki hyung...'' ucap nya pada Leeteuk.

.

.

''Kyuhyun -ah...'' Changmin melambaikan tangannya semangat dan tersenyum dengan lebar kearah Kyuhyun.

''Changmin -ah...'' Kyuhyun menghampiri Changmin yang hari itu membawa motornya. Mereka akan berangkat sekolah bersama dan seperti janji Changmin dia akan menjemput Kyuhyun setiap pagi.

Kyuhyun melihat daftar kelas tambahan di tangannya, dengan tenang. Tanpa gangguan dari murid - murid sekolah ini lagi. Semenjak Changmin bersamanya, dia jadi tidak terlalu diganggu.

''Han Sonsaengnim bilang setidaknya aku harus memilih salah satu dari ini semua.''dia sangat bingung harus memilih apa.

Dia lalu melihat daftar tersebut satu persatu dan mulai membaca nya.

OLAHRAGA

''Aku tidak terlalu suka olahraga.'' ucapnya sambil mencoret daftar kegiatan olahraga.

MUSIK ORKESTRA

Kyuhyun memasuki ruangan musik dia sekolah itu. Kyuhyun lalu mencoba mendekati piano yang berada tersebut, namun baru beberapa langkah dari sana dia sudah sangat gemetar. Kyuhyun mencoba menetralkan nafasnya seperti yang diajarkan Changmin padanya saat merasa takut.

''Ya haksaeng... apa yang sedang kau lakukan?'' seorang guru muda mendekati Kyuhyun, sepertinya dia sangat penasaran dengan apa yang Kyuhyun lakukan didepan piano tersebut.

''eoh... anyeong haseyo Sonsaengnim.'' Kyuhyun membungkukan tubuhnya.

''Kenapa hanya melihat dari jauh?'' tanya guru tersebut, dia cukup heran kenapa anak ini hanya melihat piano dari kejauhan.

''Ne?''

''Kau hanya melihat dari jauh piano tersebut. Wae?'' guru tersebut mengulang pertanyaan nya, membuat Kyuhyun malu dan menggaruk tengkuknya.

''Aku sangat ingin memainkan nya Sonsaengnim. Tapi, aku sangat takut'' guru tersebut menautkan alisnya. Apa sisi menakutkan dari piano?

''Kenapa kau sangat takut?'' tanya guru tersebut.

''Eomma bilang saat aku masih kecil, aku pernah mengalami kecelakaan saat sedang memainkan piano. Mungkin itu alasannya.'' guru tersebut mengangguk mengerti.

''Bagaimana kalau mulai sekarang kita menjadi teman? Saat kau ingin bermain piano temuilah aku. Aku pasti akan menemani mu'' ucap guru tersebut sambil tersenyum. Membuat Kyuhyun membulatkan matanya lucu.

''Jinja Sonsaengnim?!'' guru tersebut mengangguk. Dia lalu melihat sekeliling nya dan membisikan sesuatu pada Kyuhyun.

''Saat kita hanya berdua, panggil saja aku Siwon hyung. Kau juga boleh ikut dalam musik orkestra sekolah ini kalau kau masih bingung, kau mau mengambil kelas tambahan apa di sekolah ini.'' Kyuhyun tersenyum dengan lebar. Sepertinya rencananya untuk kembali bermain piano berjalan dengan sangat mulus. Untuk saat ini.

.

.

.

SIMFONI HITAM

.

.

.

Kibum sedang belajar dikamarnya, hari ini dia tidak ikut dengan hyungduel untuk menghindari Kyuhyun dengan cara makan di luar. Sebagai siswa tingkat 3 dia benar - benar harus serius belajar.

TUK

Lampu di kamarnya tiba - tiba mati.

''Aissh!.. Kenapa lampunya tiba - tiba mati ?''

AAAARRGHHHH

Kibum tiba - tiba menagakan duduknya 'siapa itu yang berteriak apa mungkin hantu?' Kibum bergidik, kenapa suasana nya jadi horor begini?

EOMMAAA ~

Lagi. suara teriakan itu ada lagi. Kibum membelalakan matanya 'Haah bukankah itu suara Kyuhyun? Dia kenapa?'

Kibum lalu berinisiatif berjalan keluar kamar nya dan menggunakan ponsel nya sebagai penerangan. ''Ya Kim Kyuhyun wae geurae, kau dimana?'' Kibum memandang keseluruhan kamar Kyuhyun. Gelap. Sama seperti ruangan - ruangan yang ada dirumah ini, lalu kenapa bocah itu berteriak?! Dasar!

Hiks... Hiks...

Kibum yang akan beranjak pergi dari kamar tersebut menghentikan pergerakan kakinya saat dia mendengar isakan tangis dari dalam kamar tersebut, ia lalu memasuki kamar yang sangat dihindari nya bahkan saat Kyuhyun tidak ada.

Kibum melihat nya, Kyuhyun dongsaeng nya sedang duduk di pojok kamar sambil memeluk kedua lutut nya. ''Ya kim Kyuhyun, ada apa denganmu bangunlah! Jangan bercanda denganku aku tidak suka! '' ucap Kibum sambil mengguncang bahu Kyuhyun, walau samar Kibum bisa melihat Tubuh Kyuhyun bergetar 'apa dia sedang ketakutan?'

''YAK!'' Kibum berteriak di depan Kyuhyun membuat anak itu tersentak dan dengan tiba - tiba langsung memeluknya dengan erat.

''du... wa.. ju.. se..yo,eo..mma'' Kyuhyun terus bergumam minta tolong dengan suara yang bergetar, Kibum memandang Kyuhyun dengan heran 'Kenapa dia tiba - tiba seperti ini?

''YA! Lepas..!'' Kibum mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun, tapi Kyuhyun tetap bergeming. Anak itu bahkan semakin mengeratkan pelukan nya. Jadi apa yang harusnya dia lakukan?

Dengan ragu Kibum mengangkat tangannya dan mulai mengusap pelan dan teratur punggung Kyuhyun agar anak itu lebih tenang. ''Te- tenanglah Kim Kyuhyun, kau... aman bersamaku.'' Kibum mengusap pelan punggung Kyuhyun sambil terus mengucapkan bahwa dia aman.

Dia melakukan itu berulang - ulang sampai terdengar dengkuran halus dari Kyuhyun. Membuat Kibum menegakan tubuhnya. 'apa anak itu tertidur. Di pangkuan nya?!

Satu hal yang sekarang dia ketahui tentang Kyuhyun. Dia... Phobia ruangan gelap.

Lampu kembali menyala. Kibum melihat Kyuhyun yang masih memeluk nya dengan sangat erat, dia bahkan jadi sulit bergerak karena bocah tersebut. Dia lalu memindah kan Kyuhyun ke kasurnya dan mengusap dahi Kyuhyun untuk sekedar mengecek apakah dia demam atau tidak.

Dia lalu menghela nafasnya saat Kyuhyun baik - baik saja, suhu tubuh nya tetap normal. ''Setidaknya kau tidak demam dan tidak akan menyusahkan kami.'' namun dia tidak segera beranjak dari kamar tersebut dia justru malah melihat wajah Kyuhyun dengan intens.

''Kau... sangat mirip dengan eomma. Hidung mu, bibirmu, bahkan senyum mu. Semuanya. Kau... Kenapa hanya kau yang mirip eomma?! Kenapa hanya kau yang begitu mirip dengan eomma, melihat mu sedekat ini membuat ku merasa dekat dengan eomma.'' ucap Kibum tulus sambil memandang wajah Kyuhyun. Dia lalu menyelimutinya dan beranjak pergi dari kamar tersebut. Tentu saja tanpa mematikan lampunya.

''Kibumie...?'' Kibum yang baru saja menutup pintu kamar Kyuhyun langsung melonjak kaget dan melihat siapa yang sudah mengagetkan nya. ''Ah! Hae hyung, kapan kau pulang?'' Kibum gugup, bukannya menjawab dia malah bertanya balik pada hyung nya tersebut.

'' kenapa kau keluar dari kamar bocah itu?'' Donghae menatap Kibum seperti sedang menginterogasi membuat Kibum semakin gugup.

''Ng anu... Ah! Aku ke kamar ku dulu Hae hyung. Jalja!'' ucap Kibum gugup sambil tersenyum aneh pada Donghae. Donghae memandang Kibum yang bersikap aneh, dia lalu beralih pada pintu yang baru saja di masuki Kibum dengan sendu.

''Mungkinkah... kau mulai menyayangi nya lagi. Kibumie?''

.

.

SIMFONI HITAM

.

.

Seorang wanita berambut panjang memainkan sebuah piano ditengah ruangan yang sangat gelap. Dia juga menyanyikan sebuah lagu dengan suaranya yang cukup merdu.

Geunyoga dolaoneyo mianhadago haneyo iksukhaetdeon geuriun ge songilro eorumanjyoeyo

(Dia datang kembali. Berkata, bahwa dia sangat menyesal. Sentuhan tangan lembut yang sangat ku rindukan)

Nal boneun ansseuron nungil deutgo sipdeon Geu moksori, dajeonghage ijen ulji malraneyo.

(Dengan tatapan lembutnya padaku. Dan suara indah yang sangat ku rindukan, lembut berkata menyuruhku untuk tidak menangis lagi.)

Neol nae pume aneumyeon sarajyeo beorigo nunmuli heulro begaereul joksimyeon. Nan geujeya jameseo ggaeeoyo. Achimeun neul irohke. My love ~

(Saat ku dekap dengan erat dirimu dalam peluk ku, saat itu juga kau menghilang. Air mata membasahi bantal ku, selalu seperti ini setiap pagi ku.)

Yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado. Dasineun ggumguji angireul baraedo. Oneuldo geunyoro, naneun jami deulsuga isseo.

(Aku berharap akan tertidur seperti ini selamanya, dan terbangun dengan merasakan kehadiranmu. Meskipun aku berharap ini bukan mimpi. Seperti hari ini, aku tertidur dengan merasakan kehadirannya.)

Kyuhyun menuruni anak tangga dengan sangat pelan. Takut merusak alunan piano yang sedang di mainkan tersebut. Namun tiba - tiba permainan piano dan lagu tersebut itu berakhir.

Wanita tersebut tiba - tiba melihat kearah Kyuhyun dengan tajam, wajahnya terlihat sangat menyeramkan membuat Kyuhyun langsung mundur beberapa langkah.

wanita tersebut terlihat mengeluarkan darah dari matanya 'apa dia menangis'

''du... wa... juse... yo.'' ucap nya memegang tangan Kyuhyun dengan erat. Entah kenapa wanita tersebut sudah berada di depan Kyuhyun sekarang.

''ANDWAEEE..''

hah... hah

Kyuhyun langsung terbangun dari tidurnya. Mimpi itu, kenapa mimpi itu datang lagi. Setelah sekian lama, apa ini karena dia ingin kembali bermain piano?

''Sebenarnya siapa kau?'' jika sudah begini dia tidak mungkin bisa tidur kembali. Mimpi itu, seolah menjadi racun bagi tidurnya.

''eomma... bogoshipoyo.'' biasanya jika dia mendapat mimpi buruk seperti sekarang. Eomma nya akan menenangkan nya sampai dia kembali terlelap. Tapi, hyungduel mana mungkin mau melakukan hal tersebut pada nya.

.

.

.

Kyuhyun sedang berjalan dengan santai di lorong sekolah tersebut. Dia terus menundukan kepalanya. Hari ini dia tidak terlalu bersemangat, selain karena dia merasa tidak enak badan. Mimpi itu, menjadi salah satu penyebabnya.

'kenapa wanita itu selalu minta tolong padaku... Siapa dia sebenarnya?' Kyuhyun menghela nafasnya, dia terus memikirkan hal tersebut. Tapi tetap saja dia tidak pernah menemukan jawaban nya. Otaknya terasa buntu.

Namun tiba - tiba ada yang mencegat nya, dia hanya melihat sepatu nya karena sejak tadi Kyuhyun menunduk. Kyuhyun lalu beralih pada pemilik sepatu tersebut dan bingo. Ternyata Lee Jongin pemilik sepatu tersebut, Kyuhyun menatap Jongin dengan malas.

Bukankah sudah jelas kalau dia bukan dari kalangan rendahan, tapi kenapa sunbae nya ini menemuinya. Lagi.

''Kim Kyuhyun, sekarang kau merasa tempat ini milikmu?'' Kyuhyun melihat nya ternyata dia sunbae nya Lee Jongin. Dia tersenyum lebar kearah Kyuhyun.

''Sunbae -nim, aku sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun saat ini.'' ucap Kyuhyun datar sambil mencoba untuk berlalu dari sana. Namun tangan Jongin mencegatnya.

''Kau mau kemana? ada baiknya kita mengobrol dulu.'' ucap Jongin sambil mengeratkan pegangannya pada tangan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terlihat kesakitan.

''Sunbae -nim, lepaskan! Bukankah sudah ku bilang aku punya urusan lain di sekolah ini.'' ucap Kyuhyun marah, tapi sepertinya Jongin tidak akan pernah mendengarnya.

''Ini yang membuat ku tertarik bermain denganmu. Jika Taemin yang ku perlakukan seperti ini, dia hanya akan diam lalu setelah itu menangis. Dia bukan mainan yang menarik.'' ucap Jongin panjang lebar pada Kyuhyun yang sepertinya tidak tertarik sedikitpun.

''Akupun begitu, aku bukanlah mainanmu! Jadi lepaskan aku!'' Kyuhyun terus mencoba melawan Jongin dan melepaskan tangannya dari cengkeraman sunbae nya tersebut. Tapi percuma dia kalah kuat.

''Tapi... bagiku, kau tetaplah Kim Kyuhyun mainanku. Itu sebabnya jangan coba - coba melawan ku! Di sekolah ini tidak ada yang berani padaku secara terang - terangan kecuali kau. Kau benar - benar membuat ku malu Kim.'' Kyuhyun hanya menatap datar wajah sunbae nya tersebut. Dia sudah terlalu sering mendengar nya.

''sunbae - nim, aku harus pergi ke kelasku. Jadi tolong lepaskan!'' bukannya melepaskan Kyuhyun Jongin malah menyeret Kyuhyun menjauh dari lorong tersebut, entah akan kemana. Membuat Kyuhyun membelalakan matanya kaget karena diperlakukan seolah dia memang mainan.

''SUNBAE - NIM... YA LEE JONGIN! LEPASKAN!'' Kyuhyun sudah tidak mempedulikan kesopanan sekarang. Sekarang dia hanya ingin pergi ke kelasnya. Tubuhnya sedang sakit sekarang dan Jongin menyeret tubuhnya begitu kuat, membuat dia semakin sakit saja.

BRUKK!

Jongin menghempaskan tubuh Kyuhyun dilantai yang sangat dingin dan juga kotor. Apa dia berada di gudang sekarang.

''YA! Apa yang kau lakukan!'' teriak Kyuhyun marah pada Jongin yang hanya tersenyum menyebalkan. Badannya sakit sekali di hempaskan begitu saja seperti sampah.

''Kelas terakhir adalah Han Sonsaengnim, guru tersebut terkenal sangat garang jika ketahuan muridnya ada yang bolos di kelasnya. Dia akan menghukum muridnya, dengan hukuman yang cukup berat.'' Jongin bercerita panjang lebar pada Kyuhyun, Kyuhyun tidak begitu peduli dengan apa yang di ucapkan Jongin. Yang dia inginkan sekarang hanyalah kembali ke kelasnya.

''Memangnya apa peduli ku, jika guru itu sangat kejam. Aku cukup rajin di sekolah ini.'' jawab Kyuhyun acuh dia memang tidak begitu peduli.

Jongin menyeringai kearah Kyuhyun, seperti nya dia punya niat yang buruk pada Kyuhyun.

''Tapi tidak untuk sekarang, Kim Kyuhyun..''

BRAKK!

Jongin menutup pintu gudang tersebut dan mengunci Kyuhyun yang jelas - jelas masih berada di dalam gudang yang gelap tersebut.

Kyuhyun yang terkejut hanya bisa membelalakan matanya, saat pintu itu tertutup dengan rapat. Dia baru sadar dengan apa yang terjadi dengannya, saat tidak ada cahaya sedikitpun diruangan tersebut.

Kyuhyun setengah berlari kearah pintu dan mencoba membuka pintu tersebut. Tapi percuma, pintu itu sudah terkunci atau tepatnya di kunci dari luar.

''Sunbae -nim tolong buka pintu nya!'' Kyuhyun masih berusaha membuka pintu tersebut. Dia benar - benar takut sekarang, dia tidak peduli jika harus sampai memohon pada Jongin agar dia mau membuka pintunya.

.

Diluar pintu tersebut Jongin menyeringai dengan lebar, mendengar Kyuhyun memohon dengan sangat padanya, membuat nya sangat senang. Seperti nya rencana nya untuk membuat Kyuhyun takut padanya berhasil.

Jongin terus melangkahkan kakinya berirama, seolah teriakan ketakutan Kyuhyun menjadi musik pengiring yang indah untuknya. Dia tidak berniat sedikitpun untuk mengeluarkan Kyuhyun dari gudang tersebut. Biarlah anak itu berada disana sampai Han Sonsaengnim keluar dari kelasnya. Baru dia akan berbaik hati mengeluarkan Kyuhyun dari sana.

''Sudah ku bilang, tidak ada seorang pun yang boleh berani padaku. Termasuk kau Kim Kyuhyun.''

.

.

Sementara digudang yang gelap tersebut Kyuhyun memeluk kedua lututnya tubuhnya bergetar karena ketakutan.

'Bagaimana ini,Otakku terasa kosong sekarang, aku tidak bisa melihat apapun semuanya gelap. Aku juga jadi merasa sulit bernafas diruangan gelap seperti ini. ''eomma... Du.. waju.. seyo..'' Kyuhyun terus merapalkan nama eomma nya sambil terus menepuk dada nya dengan kepalan tangan nya. Dada nya benar - benar terasa sempit, seperti tidak ada udara yang masuk kedalam paru - parunya.

Di tengah kesakitan nya, tiba - tiba alunan piano dan juga lagu yang semalam dia dengar di mimpinya. Kembali terdengar nyata bahkan Kyuhyun bisa dengan jelas mendengar suara merdu wanita tersebut. wanita itu, dia datang lagi. Bukankah semalam dia berada di mimpiku? Kenapa sekarang aku juga harus melihat nya lagi.

''Jebbal... jangan dekati aku.'' Kyuhyun memohon dengan suara yang bergetar tapi seolah tidak mendengarkan nya wanita bergaun hitam tersebut terus mendekatinya. Kyuhyun terus mencoba beringsut mundur, tapi percuma nafasnya semakin pendek dan dia tidak punya banyak tenaga lagi.

''ANDWAEEEE...''

.

.

Changmin mencari Kyuhyun di seluruh ruangan sekolah ini, sahabat nya tersebut tiba - tiba menghilang setelah dia bilang ingin ke toilet.

''Aish! Kyuhyun -ah... dimana kau sekarang?''

.

''Kibum -ah...'' Kibum memandang Jongin dengan malas, ada apa lagi dengan anak ini, kenapa dia terlihat sangat senang? Dia memasuki kelasnya sambil bersiul dan tersenyum pada teman - teman nya.

''Ada apa?'' jawab Kibum sambil tetap fokus pada buku yang sedang di bacanya.

''Aish! Kali ini pasti benar - benar akan menarik. Kibum -ah...'' Kibum mengalihkan tatapan nya dari buku bacaan nya beralih pada Jongin.

''Ini tentang Kyuhyun.'' Kibum menghela nafasnya, apa lagi yang di perbuat Jongin pada Kyuhyun. Tapi apa pedulinya, bukankah sekarang dia punya seorang guardian angel yang bernama Changmin itu.

Kibum mengedikan bahunya seolah tidak peduli. ''Bukankah sudah ku bilang aku tidak peduli apapun yang kau lakukan padanya?'' Jongin lalu mendekati Kibum dia lalu membisikan sesuatu padanya.

''Aku... menguncinya di gudang sekolah ini, tempat itu sangat gelap dan juga kotor. Dia bahkan sempat memohon padaku agar aku membuka pintunya.'' bisik Jongin di telinga Kibum. Dia lalu tertawa, dan melanjutkan ceritanya.

''Padahal pelajaran terakhir adalah Han Sonsaengnim, dia pasti akan mendapat hukuman yang sangat berat. Ah! Aku benar - benar merasa akan segera mendapat pertunjukan yang sangat menarik.'' Jongin berlalu dari Kibum, dia tidak berhenti tertawa sepertinya dia memang benar - benar senang. Namun dia menghentikan tawa nya saat sebuah buku tebal mendarat di kepalanya.

''YA! Cho Kibum kenapa kau melempari ku dengan buku tebalmu!'' bukannya menjawab Kibum justru menghampiri Jongin dengan langkah yang sangat lebar. Dia mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan

BUGH!

Jongin menatap Kibum marah, apa salah dia tiba - tiba Kibum memukul nya. Jongin segera bangkit akan membalas Kibum, tapi suara menyeramkan Kibum menghentikan nya.

''Kyuhyun... DIA PHOBIA RUANGAN GELAP, PABBO!'' Kibum benar marah sekarang, dia benar - benar sangat emosi dengan apa yang dilakukan Jongin pada Kyuhyun. Dia sudah melihat dengan sangat jelas, bagaimana Kyuhyun takut pada ruangan gelap kemarin malam.

.

.

Changmin masih terus mencari Kyuhyun di setiap lorong sekolah. Sebentar lagi bel akan berbunyi dia harus segera menemukan Kyuhyun.

''Aish! Kyuhyun -ah... sebenarnya kau dimana?'' Changmin masih terus melihat kesana kemari. Saat matanya melihat Kibum. Bukankah dia salahsatu hyung nya Kyuhyun?

Bukannya kembali mencari Kyuhyun, Changmin justru memilih untuk mengikuti Kibum, mungkin saja dia akan menemui Kyuhyun. Dia terus mengikuti Kibum sampai Kibum berhenti di depan sebuah pintu.

ANDWAEEEE

Bukankah itu suara Kyuhyun, apa mungkin dia berada di gudang tersebut? Gudang itu sangat gelap Kyuhyun pasti... Changmin dengan cepat menghampiri Kibum.

''YA! Kibum -ssi kau mengunci Kyuhyun didalam gudang?!'' Changmin bertanya dengan nada yang sangat tajam pada Kibum yang sedang membuka kunci pintu tersebut dengan tangan yang bergetar.

''Kyuhyun itu phobia ruangan gelap, cepat buka pintunya!'' Changmin berteriak marah didepan Kibum, dia sangat tahu bagaimana keadaan Kyuhyun saat berada di ruangan gelap.

ANDWAEEE...

''SUDAH KU BILANG, KAU HARUS CEPAT!'' Changmin tidak mengindahkan sopan santun pada Kibum yang notabene lebih tua darinya saat ini. Yang dia pikirkan sekarang hanyalah bagaimana keadaan Kyuhyun didalam?

Pintunya berhasil terbuka, Changmin dan Kibum langsung memasuki gudang tersebut dengan sangat tergesa. Mereka memandang keseluruhan ruangan tersebut. sangat gelap.

Mereka membelalakan matanya saat menemukan Kyuhyun yang terbaring di lantai yang sangat kotor tersebut. Wajahnya terlihat sangat pucat, dan mereka tidak melihat adanya tarikan nafas dari anak itu.

''KIM KYUHYUN / KYUHYUN - AH...''

.

TBC

.

.

Apa yang akan terjadi pada Kyuhyun selanjutnya?

Dan siapa wanita yang selalu ada dalam mimpi Kyuhyun?

REVIEW... PLEAAASEE.

Review dari kalian semua buat aku semangat melanjutkan cerita nya. ^_^