Podjok Balesan Repiuw

Kiyohara: Mangap eh maap sekali kayaknya Kiyohara san salah orang deh. Author NGGAK pernah sekalipun join di Houkiboshi. Apalagi pake nama Kushina.

.hoshi. na-chan.: Maap ya.. Tunggu aja klo mau tentang Akatsuki.. Author ada idenya siih.. Tapi pereview pilih sendiri deh! Mau secret present, MinaKushi lagi, ato Akatsuki yang dibikin abis ini komplit..

A/N: Hueeee… Sorry dorry morry yach telat updetnyaah.. Abis lagi asik-asiknya main harpes.. Mumpung libur.. Hehehe.. (Author jadul!)

Shibuya-Enma (selanjutnya kita singkat Enma aja. Dia temennya Auhtor selain Izumi Anko): Busyet!! Hari gini masih belom tamat lu main Harvest Moon?? Yang pertama lagi!! Ckckckck…

A/N: Mo gimana lagi Ma.. Secara gitu lho, gue nggak punya Pe-Es(tapi anehnya Author punya CD PS Harvest Moon ama memory card)..

Enma: Trus lu main pake apa??

A/N: Bru aja ntu dibeliin emulator Pe-Es buat di Kompie. Tapi klo yang sebelum-sebelumnya sih numpang main di rumah orang.. Hehehe…

Enma en Izumi: es-we-teee.. Sweatdrop 100

A/N: Yaudah deh, langsung aja nyok masuk ke chapter IV!! Go!!(mang judul lagu apa?).

Disclaimer: terutama banget Masashi Kishimoto, pengarangnya Bleach, ama pengarangnya Alice 19th. Selebihnya terserah deh!

Blinding Line

Chapter IV

Minato dan Kushina menatap Dark bersamaan. Sadar ada makhluk asing.

Dark sweatdrop sambil makan diliatin gitu. Gue salah ngomong yak?? Batin Dark.

Minato melirik Kushina. "Bagaimana?"

Kushina menghela napas melihat Dark. "Menurut peraturan Soul Society, kami dilarang membawa manusia sipil (ya elah.. manusia sipil.. kayak apaan aja –Author dijitak Kushina-) masuk ke dalam masalah kami. Tetapi berhubung dia adalah teman anda, Namikaze-sama dan telah secara tidak langsung terkait dengan masalah ini, maka keputusan untuk menjelaskannya atau tidak kami serahkan pada anda," jelas Kushina.

Mendadak Dark grudak-gruduk dan ngegaet Minato kepojok ruangan sambil munggungin Kushina.

"Min, lu musti jelasin ini semua ke gua! MUSTI!! Kalo lu nggak jelasin, gue nggak bisa pedekate!!"perintah Dark histeris sambil bisik-bisik dan nunjuk diem-diem kearah Kushina.

Minato sweatdrop.

"Serah lu aja deh!" jawab Minato males.

Dark membalik badan kearah Kushina sambil nyengir sedangkan Minato pasang muka mau muntah.

"Bagaimana?" Tanya Kushina polos.

"Boleh deh.. Boleh," jawab Minato yang udah keringet dingin sama hawa membunuhnya Dark.

Kushina jelasin panjang x lebar x tinggi= volume (Alah! Lebay!) sama Dark. Isi penjelasannya sih sama kayak Kushina jelasin Minato. Tapi bedanya klo Minato cengo en bengong waktu dijelasin, Dark malah cengar-cengir kayak orang sarap di lampu merah.

"Ooohh.. Jadi Kushina chan ini Shinigami ya.." goda Dark sambil nyengar-nyengir eS-kA-eS-Dhee..

"I.. iya.." jawab Kushina yang udah ngerasa ni orang rada-rada nggak normal.

Minato yang merinding dengerin rayuan gombalnya Dark cepet-cepet nyamber tasnya.

"Wooii.. Mau sekolah gak?? Gue duluan ya," Minato nyelonong gitu aja ke pintu. "Oh ya Kushina san, tolong jaga rumah ya," pinta Minato sambil ngebuka pintu.

"Eh, tungguin gue!!" teriak Dark sambil ikut-ikutan nyamber tas. "Babay Kushina chan.." ujar Dark narsis sambil kissbye.

Klo bukan temennya Namikaze-sama, udah gue tebas ntu makhluk!! Batin Kushina yang eneg digombalin gitu.

"Minato!! Tunggu!!" teriak Dark yang ngos-ngosan sambil loncat-loncat di atas pagar. Berusaha nyusul Minato yang naik sepeda. Minato cuek aja.

"Hei hei!! Buru-buru amat sih mas.. Nyante aja lagi.. Roma masih jauh!" ujar Dark sambil tetep lari-lari.

"Siapa yang mau ke Roma bego?! Gue maunya ke sekolah!" balas Minato.

Dark cengar-cengir sendiri. Muka mesum ala Jiraiya mode on. "Hehe.. Cemburu ya aku godain Kushina chan.." ujar Dark.

Detik berikutnya Dark bakalan tambah ngos-ngosan gara-gara musti lari ke sekolah sambil ngehindarin sepeda yang dilempar Minato.

Gue cemburu? Kenal aja baru!! Batin Minato sambil nendang mejanya di kelas. Dark langsung dilarikan ke UKS begitu nyampe sekolah karena gegar otak ketiban sadel sepeda.

"Yak anak-anak! Selamat pagi! Buka buku kalian, halaman.." ujar Iruka sensei yang baru buka pintu.

Minato ngebuka bukunya dengan malas-malasan. Shikaku tidur ditutup buku. Author, Izumi en Enma sama aja, cuman koloni yang ini pada makan(maklum, belon sempet sarapan).

"Terciumm.."desis sebuah suara dari kegelapan. "Dia ada.. Disini.." nada pada desisan itu makin tinggi. Menunjukkan keganasan sang pemilik suara.

Minato udah goyang-goyang kepala. Hampir ngikutin jejak Shikaku ngubah SMA 1 Konohagakure jadi waduk iler.

DJEGUAAAAAAAAAARRRR!! Ledakan mendadak itu membuat Minato melonjak dari bangkunya. Iruka yang lagi asik-asik jelasin pelajaran ngerasa keganggu.

"Buset deh! Apa anak kelas seni rupa, Deidara dan Sasori, main petasan yang diumpetin di dalem boneka lagi?!" ujar Iruka sambil menuju ke jendela. Ngeliat biang keroknya keributan.

Tapi yang ada di sana cuma kerusakan parah dilapangan. Tidak ada orang. Sepi.

Iruka mengerutkan kening. Tapi hanya bisa sesaat.

Dark tidur-tiduran sendiri di ranjang UKS. Guru UKS, Tsunade sensei, lagi keluar buat main judi sama anak-anak veteran.

Dark menaruh lengannya di kening. Coba saat ini ada Kushina chan yang merawatku… Batin Dark sambil nyengir mesum tapi ekspresinya langsung berubah. Atau.. Risa chan..

Ledakan di luar UKS membuat Dark langsung terduduk di ranjangnya. Sunyin sesaat sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengintip lewat jendela. Melihat apa yang terjadi di luar.

Ada lubang besar menganga di tengah lapangan. Sangat besar. Membuat Dark bertanya-tanya apakah Sasori dan Deidara sedang bermain permainan favorit baru mereka. Bom boneka.

Minato tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bangkunya yang berada di sebelah jendela membuatnya bisa berhadapan langsung dengan makhluk itu.

White Isles.

Dia kembali.

Sama halnya dengan Minato, White Isles juga langsung dapat melihatnya.

"Ssshh.. Temaann.. Daaarkk..Kuunn…" desis White Isles sambil menatap Minato lekat-lekat.

Dark Kun? Batin Minato.

White Isles menggerung panjang sebelum mengalihkan perhatiannya dari Minato. Tapi mendadak White Isles memegangi kepalanya. Seperti kesakitan.

Bunuh dia.. ujar sebuah suara di benak White Isles. Memberinya perintah. Dia Through Eyes… Bunuh dia..

"Tapi.. Tapi…" bantah White Isles sambil tetap memegangi kepalanya.

Kenapa tuh makhluk? Kena migrain mendadak? Batin Minato bingung sambil tetap memperhatikan White Isles.

TIDAK ADA KATA TAPI!! Jerit suara dari benak White Isles. "GUAAAAAAAARRRGHHHHHHHH!!" ronta White Isles yang merasa kepalanya mau pecah saat suara itu berteriak.

"Hhh.. Hhh.." White Isles menyerah. "Baiklah.. Orochimaru sama.." gerungnya.

Orochimaru?? Minato ngangkat alis. White Isles menatap Minato dengan berang sambil mengayunkan tangannya.

GAWAT!! Batin Minato. "SEMUANYA MERUNDUK!!" teriak Minato.

Tapi Minato kurang cepat. Ayunan tangan White Isles menyebabkan setengah dari kelas hancur dan beberapa murid luka-luka.

"Through.. Eyes.." geram White Isles.

Sadar dirinya yang diincar, Minato segera lari keluar ruangan.

"Namikaze san!! Mau kemana kamu?? Pelajaran belum selesai!!" teriak Iruka sambil memapah beberapa murid untuk dibawa ke UKS.

"Maaf pak!! Saya ijin sakit perut!!" balas Minato sambil berteriak di koridor.

Minato berlari sambil berpikir. Dark Kun? Hollow itu kenal Dark?! Tiba-tiba ingatan akan sebuah suara berkelebat di benak Minato. Makhluk itu adalah Hollow. Arwah yang kehilangan rantai takdirnya dan terkontaminasi oleh Mara. Minato tersentak. Dia ingat Kushina pernah menjelaskan mengenai hal itu. Jangan-jangan Hollow itu arwah yang dulu sering mengikuti Dark ?! Setelah berusaha mengingat-ingat beberapa saat, Minato baru sadar bahwa arwah yang biasanya mengikuti Dark mendadak saja menghilang. Dia tidak pernah sadar sebelumnya karena banyaknya kejutan yang diterimanya. DARK DALAM BAHAYA!! Teriak Minato dalam hati.

Dark masih cengo liatin pemandangan di luar jendela UKS. Loh?? Kenapa mendadak ruang kelasku ancur?? Batinnya bingung.

Ckiiiittttttt… BRUAK!! Minato yang nggak bisa ngontrol kecepatan larinya jatuh terguling di depan pintu ruang UKS.

Dark yang kaget dengan suara jatuh Minato berlari menghampiri pintu UKS.

"Lho? Minato kun?" tanya Dark bingung sambil ngeliatin Minato yang nyungsep di tumpukan boks dekat pintu UKS. "Lagi ngapain? Mo ikut bolos ya?" tanya Dark yang nyengir iseng sambil ngulurin tangan buat bantu Minato berdiri.

Minato langsung menyambar tangan Dark yang terulur ke arahnya. "Kita harus pergi.. Kita berdua.. Harus.." ujar Minato sambil memandang tajam Dark.

"Heh? Kenapa? Ada apa?" tanya Dark bingung.

Minato menyeret Dark untuk berlari bersamanya. "Hei! Tunggu dulu!!" pinta Dark yang tergopoh-gopoh menyeimbangkan tubuhnya dengan kecepatan gerak Minato.

"Kita diincar!!" jelas Minato sambil toa. Mereka berdua berlari menuju pintu belakang sekolah. Berusaha pergi sejauh mungkin.

KRAAAAAKKKK!! White Isles meloncat ke depan mereka. Menghalangi keduanya untuk pergi lebih jauh daripada ini.

"Cih! Sial!" desis Minato yang mendadak mengerem lajunya.

"Wuah!!" Dark berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang hampir jatuh karena pengereman mendadak ini. "Ada apa sih Minato kun? Siapa yang ngincer kita? Polisi?" tanya Dark yang masih kebingungan.

"Bukan. Hollow," jawab Minato sambil menatap ke atas.

Dark ikut-ikutan menatap ke atas. Tapi dia tidak bisa melihat apa-apa. Yang bisa dilihatnya hanyalah lubang besar di tanah.

"Through Eyes.. dan Dark Kun.." desis White Isles sambil mengacungkan cakarnya yang tajam pada mereka berdua.

Meskipun Dark tidak bisa melihat White Isles, tapi dia tetap bisa membaca gerakan White Isles lewat derik dan pergerakan tanah yang dipijak White Isles. Dark sadar akan apa yang akan terjadi.

"MINATO KUN!! AWAS!!" teriak Dark sambil mendadak berdiri di depan Minato untuk melindunginya.

Cakar-cakar White Isles mengenai tubuh Dark dengan telaknya. Menyebabkan tubuh Dark terlempar sejauh beberapa meter. Tapi saat tubuh Dark terlempar, Minato melihat sesuatu yang ganjil. Yang tidak biasa pada Dark.

"DARK!!" teriak Minato sambil menghampiri Dark.

CHAPTER IV END

Pein: Yak! Karena Chapter IV udah tamat kita kembali ke acara favorit kita, "DISCUSSION WITH AKATSUKI". Dengan saya, Pein, sebagai pembawa acara karena Author kita lagi diiket dibangku dan dilakban oleh Minato yang dendam kesumat. Topik kita kali ini adalah: Apa sih isi otak Author?

Minato: MIE AYAM (sejenis ramen ala Indonesia)!! PASTI ITU!!

Kushina: Loh? Bukannya Nas-Gor (Nasi Goreng)?

Naruto: Ah mami papi gimana sih… yang bener tuh cookies tauk..

Zetsu: Capcay kali…

Tobi: Bayem!!

Kakuzu: Yang jelas gak mungkin Breadtalk.. Kemahalan..

A/N: WOI!! SIALAN LU NGACO SEMUA!! YANG BENER TUH TUH ASAM LAMBUNG TAUK!! (-Author berhasil buka lakban-)

All: -sweatdropped-

Sakura: Author, yang bener tuh bukannya asam amino?

A/N: Eh? Iya kali yak.. Author lupa.. Ingetnya ada asem-asemnya doang..

Sai: Sakura san, sudahlah. Wajar saja kalau dia lupa. Bagaimanapun dia hanyalah manusia biasa yang nilai Biologinya 4.. (-senyum tanpa dosa-)

A/N: AAARRGGGHHH!! RESE LU SAI!! GUE BEJEK-BEJEK NTAR LU!! (-berusaha berontak di bangku-)

Pein: Saudara saudara sekalian seiman dan setanah air, karena Author mendadak mengamuk dan dibutuhkan 14 jounin, 26 chuunin dan satu suntikan kloform ukuran gajah untuk menenangkannya, maka kita sudahi dulu acara kita sampai sini. Sampai jumpa di acara "DISCUSSION WITH AKATSUKI" selanjutnya!