Title: Ije Mak Shijaktwen Iyagi (The Story Has Just Begun) – WHY
Genre: Family. Romance.
Rate: T
Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Shim (Jung) Changmin, Kim Junsu, Park Yoochun, and other.
YunJaeMin family.
Disclaimer: Saya cuma pinjam nama. Yunho milik Jaejoong dan Jaejoong milik Yunho. Plot is mine.
Pairing: Of course Yunjae.
Warning: AU. OOC. BL. MPREG. typo
Note: Italic = flashback
.
[The Story Has Just Begun – WHY]
.
Seorang namja tampan berlesung pipi berhenti sejenak di depan sebuah ruang rawat rumah sakit yang pintunya setengah terbuka menampakkan keadaan di dalam.
'Jaejoongie?' pikirnya.
Namja itu kemudian memasuki ruang rawat itu, "Jaejoongie?" sapanya dengan menampakkan wajahnya tepat di hadapan Jaejoong yang sedang membaca buku sambil bersandar pada kepala ranjang.
Seketika Jaejoong menjatuhkan bukunya karena terkejut, "Si.. Siwon ah.."
"Akhirnya bisa bertemu denganmu." Ujar Siwon sambil memeluk tubuh Jaejoong.
"Wae?" gumam Jaejoong di pelukan Siwon. Air matanya perlahan menetes.
"Wae? Kenapa saat itu kau tak datang?"
Siwon yang tak mengerti ucapan Jaejoong melepas pelukannya dan menatap namja cantik itu penuh tanya, "Saat itu? Aaah.. saat 4th anniversary kita?"
"Kau tau? Karena saat itu kau tidak datang, aku harus mengalami hal buruk!"
"A.. apa maksudmu? Ha.. hal buruk apa?"
"Sudahlah, itu sudah berlalu. Pergilah!"
"Tapi.."
"Kumohon.." melas Jaejoong , tak terasa air mata mengaliri pipi putihnya.
Siwon menghela napas sebentar, "Arraseo. Mianhae.." ujarnya kemudian menunduk dan berlalu pergi.
"Hiks… Appa.."
Air mata Jaejoong mengalir deras, teringat kejadian-kejadian yang dulu menimpanya.
Changmin yang baru saja bangun tidur, segera menghampiri Jaejoong, "Eomma.. waeyo?"
Jaejoong mengalihkan pandangannya tak menatap Changmin. Namja cantik itu kemudian mengambil sebuah pisau buah yang berada di meja nakas samping ranjangnya dan melangkah ke kamar mandi yang berada di dalam ruang rawatnya.
"Eo.. eomma.. picau itu untuk apa?"
Jaejoong tak menjawab, malah menutup pintu dengan kamar mandi dengan keras dan mengunci dirinya di dalam sana.
Changmin yang melihat Yoochun yang baru memasuki ruangan segera berseru, "Jucciiiii! Eomma..", sambil menunjuk-nunjuk pintu kamar mandi.
"Ada apa?" Tanya Yoochun heran.
"Eomma tadi membawa picau dan macuk ke dalam."
"Mwo?!", kaget, Yoochun melakukan hal yang sama seperti yang Changmin lakukan, menggedor-gedor pintu, "Hyung.. hyung.. apa yang kau lakukan? Hyung, jangan berbuat macam-macam dengan pisau itu!".
Tak ada jawaban dari Jaejoong, bahkan tak terdengar suara apapun di dalam, "Hyung, jawab aku!"
"Aiissh..kudobrak saja pintunya."
BRAKK
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya pintu itu terbuka juga, menampakkan Jaejoong yang tak sadarkan diri dengan kedua pergelangan tangannya yang mengeluarkan banyak sekali darah.
"Huweeeee… eommaaaaa…"
Yoochun segera menghampiri Jaejoong dan memangkunya, "Hyung.. gawat. Denyut nadinya lemah."
Namja berjidat lebar itu menidurkan Jaejoong di ranjangnya lalu segera pergi ke ruang dokter. Memberitahu Junsu lalu memanggil dokter. Tiga orang disana bersama Yoochun segera berlari menghampiri ruang rawat Jaejoong.
Sesampainya disana, Yunho menggendong Changmin yang sedang menangis histeris.
"Kalian semua tunggulah di luar." Pinta dokter pada 2yuminsu.
.
~yunjae~
.
Dokter dan beberapa suster yang keluar dengan mendorong ranjang beserta Jaejoong di atasnya untuk dibawa ke ruang operasi langsung dihampiri oleh Yoochun dan Junsu dan diberondong pertanyaan, "Uisangnim, apa yang terjadi? Kenapa dengan Jae hyung?"
Setelah Jaejoong bersama para suster memasuki ruang operasi, dokter yang masih di luar menahan Yoochun dan Junsu yang ingin ikut masuk dan menatap dua sejoli itu, "Sepertinya pasien mengalami semacam depresi sehingga berbuat di luar akal sehatnya. Kami tim dokter akan berusaha sebaik mungkin."
Dokter itu menunduk pada Yoosu kemudian masuk ke ruang operasi.
"Appa.. hiks.. eomma kenapa? Kenapa tadi tangan eomma beldalah?"
"Eomma akan baik-baik saja. Uljima…"
"Sebelum eomma macuk kamal mandi, eomma menangic."
Junsu yang terkejut mendengar perkataan Changmin memandang Yoochun penuh tanya.
"Aku tidak tau. Aku datang saat Jae hyung sudah mengurung diri di dalam kamar mandi dan saat aku berhasil mendobrak pintunya, Jae hyung sudah tak sadarkan diri dan kedua pergelangannya sudah teriris. Hmm, memang aku melihat sedikit bekas air mata." Jelas Yoochun.
"Minnie.. apa kau membuat eommamu menangis?"
Changmin menggeleng, "Min balu caja bangun tidul dan eomma cudah menangic, appa.."
Semua terdiam. Tenggelam dengan pikiran masing-masing menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Kecuali Changmin, bocah 5 tahun itu masih saja menangis. Tiba-tiba datang seorang namja tampan berlesung pipi menghampiri 2yuminsu.
"Ma.. maaf.. aku Siwon."
Pernah mendengar nama itu, Yunho memandang Siwon tajam menunggu namja itu melanjutkan perkataannya.
"Aku namjachingunya Jaejoong.."
Yoochun dan Junsu yang pernah diceritakan oleh Jaejoong masa lalunya namun tak mengetahui nama Siwon lantas saling berpandangan kemudian keduanya menatap Siwon tajam, berbeda dengan Yunho yang langsung menundukkan wajahnya merasa sudah mendapat jawaban atas apa yang terjadi dengan Jaejoong.
"Aku mendengar apa yang tadi kalian bicarakan. Aku tadi datang ke ruang rawatnya dan langsung memeluknya.. lalu ia berkata mengenai hal buruk di masa lalu. Aku tidak tau hal buruk apa itu tapi itu pasti karena salahku. Aku benar-benar minta maaf. Pukul aku sesuka kalian." Jelas Siwon sambil membungkukkan badannya dalam.
"Jadi dia menangis karena teringat masa lalu.." lirih Junsu.
Yoochun menarik Siwon ke pojok koridor yang sepi dengan mencengkeram kerah kemeja namja berlesung pipi itu.
"Chunnie..!" seru Junsu sambil menghampiri Yoochun yang sepertinya akan meledak.
"Chunnie.. kumohon. Jangan memukulnya! Ia sudah meminta maaf dan merasa bersalah. Lepaskan saja dia…"
Yoochun melepas cengkeramannya, "Tolong jangan muncul lagi di hadapan Jae hyung!" kemudian berlalu kembali ke depan ruang operasi.
"Yoochun ah, Junsu yah.. aku pulang dulu. Changmin sepertinya sangat lelah. Aku akan mengistirahatkannya di rumah lalu kembali kesini."
"Maaf tapi tidak perlu, Yunho hyung. Aku tidak tau apa yang akan Jae hyung lakukan ketika melihatmu dalam keadaan depresinya akan masa lalu. Aku mohon jangan muncul di hadapannya sebelum keadaan benar-benar membaik." Pinta Junsu.
"Arraseo. Mianhae.."
.
~yunjae~
.
Yunho yang sedang berjalan ke arah mobilnya tiba-tiba dipegang bahunya oleh seseorang. Namja bermata musang itupun menoleh, "Siwon-sshi.."
"Ada yang ingin kutanyakan padamu. Bisa bicara sebentar?"
"Aku menidurkan anakku dulu ne di mobil."
"Nde."
"Bicara di sini saja tidak apa-apa kan? Aku harus segera membawa anakku ke rumah. Dia lelah sekali." Ujar Yunho setelah menidurkan Changmin di jok mobilnya dan kini sedang berdiri di sisi mobilnya berhadapan dengan Siwon.
"Dari pembicaraan kalian, aku menyimpulkan kalau anakmu menyebut Jaejoong 'eomma'. Bisa kau jelaskan?"
"Ne, dia memang anakku dan Jaejoong. Saat perayaan anniversarymu dengannya, aku salah masuk ke kamar hotelnya dan terjadilah semua itu. Sudah cukup kan? Aku pergi dulu. Annyeong.."
Yunho memasuki mobilnya dan duduk di bangku kemudi lalu menjalankan mobilnya meninggalkan Siwon dengan banyak pertanyaan yang masih berputar-putar di benak namja tampan berlesung pipi itu.
TBC
a/n: aaaarrggh, saya baru sadar di chapter kemarin banyak banget kesalahan yang fatal. Saya benar-benar minta maaf. Saya ngetik pas lagi sakit (minta pembelaan ceritanya, hehe). Saya ingin mengeditnya tapi takut alur yang udah berantakan, malah ancur. Jadi maafkan kesalahan saya ya (pasang puppy eyes). Nah ini balasan review:
gothiclolita89: iya, emaknya Yunho emang jahat banget di sini. Bakar yuk rame". Haha, plakk. Gomawo reviewnya^^
YunHolic: iya emang tuh jahat banget yak. Gwaenchana, lebih baik telat daripada gak sama sekali (sok bijak, hehe). Gomawo udah pollow dan gomawo reviewnya^^
JJorien: yap yap yap.. saya suka kok disampahin(?)… soal alur kecepetan, saya juga merasa begitu.. mau diedit, tapi bingung akhirnya biarin aja deh, gak tau harus digimanain lagi, haha plakk. Ini siwon muncul di sini. Sebenernya mau nongolin di chapter kemarin tapi bingung mau taro mana, jadi saya skip aja daripada alur tambah kacau. Nah soal pakai baju itu saya bener-bener lupaaaa. Gomeeeeeeen… ini fatal banget pasti :'( anggep aja mereka udah berpakaian lengkap lagi sebelum bangun bobo (haha, maksa). Saya suka kamu banyak ngomong kok (halah).. yes, hwaiting! Gomawo reviewnya^^
muna. yume: sebenernya Jaejoong gak benci sm Changmin. mama Yunho masih hidup^^. Kehidupan sesudah itu akan dibahas sedikit demi sedikit di chapter berikutnya. Gomawo reviewnya^^
Clein cassie: yap kau benar. Jaejoong gak benci sama Changmin sebenernya. Dia emang marah banget sama keluarga Jung tp bukan Cuma itu alasan Jae jadi benci sama Minnie.. gomawo reviewnya^^
meybi: iya. Gomen.. saya akan berusaha meningkatkan tulisan saya lagi supaya semua kesalahan bisa sedikit-sedikit dihilangkan. Jae jangan mati doong, nanti Yunho mendua *eh menduda maksudnya, hehe. Gomawo reviewnya^^
