Ini ceritaku. Mana ceritamu?

Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto

Pairing Haruno Sakura & Uchiha Sasuke

Enjoy reading guys!

Check this out

.

.

.

Sakura tahu ia termasuk gadis manja. Tapi ia tak pernah tahu bahwa ada lagi gadis manja yang 1000 kali lipat lebih manja dan menyebalkan dibanding Sakura. Sakura bakal manja saat waktu mengijinkan. Ia jadi manja juga lihat- lihat sikon dulu serta sama siapa dulu kok. Nggak kaya' gadis itu yang sama siapa, kapan aja dan dimana aja manja. Sasuke juga gitu lagi, Hinata manjanya nggak ketulungan tetep aja diladenin. Sebenernya siapa sih pacarnya Sasuke itu. Sakura apa Hinata. Masa' Hinata minta apa- apa aja dikabulin. Hello, di sini lagi ada cewek kamu bang. Masa' kamu malah ngerespon yang sana. Mau putus?

Duh, jadi gini ceritanya. Hari ini itu hari minggu dan merupakan hari kencannya Sakura. Dan mereka niat nonton film di mall. Sebenernya awannya cerah dan mendukung sih buat kencan, tapi ketika udah sampe' di tempat tujuan mendadak si awan langsung berubah hitam dan hujan deres. Itu adalah perumpamaan yang sama kaya' hatinya Sakura. Waktu mau berangkat kencan dia ceria benget nggak ketulungan. Eh, pas udah sampe langsung bete tingkat dewa. Gimana nggak sebel coba, waktu di mall itu dia ketemu Hinata yang lagi kencan sama Naruto. Kalian bilang nggak ada masalah? Nggak ada masalah gimana. Asal kalian tahu ya, Hinata itu walaupun udah punya pacar a.k.a Naruto, dia bakal tetep aja manja sama yang lain termasuk sama cowoknya Sakura bang Sasuke. Udah paham sekarang? Nah, kalo udah paham bagus deh. Jadi kalian bakal berpikir Sakura itu normal kalo sekarang dia lagi sebel. Dan sepanjang acara kencan itu, Hinata nempel terus sama Sasuke. Sementara Sasuke juga nurut aja sama Hinata dan berakhirlah Sakura sama Naruto. Bukannya Sakura nggak seneng dan nggak menghormati Naruto, tapi please deh ini itu waktu kencan sist. Dan itu artinya waktunya Sakura dan Sasuke. Cuma berdua aja. Tanpa ada gangguan pihak lain. Baik pihak ketiga maupun keempat. Harusnya.

Setelah kedua pasangan ini pisah, akhirnya Sakura ngambek sama Sasuke. Nggak peduli Sasuke peka atau nggak. Alhasil sepanjang perjalanan pulang Sakura Cuma diem aja. Untungnya pas pulang ini mereka Cuma berdua dan pasangan satunya pulang sendiri nggak nebeng.

.

.

.

.

Kalian tahu berapa lama Sasuke sadar kalo Sakura ngambek?

3 hari men. 3 hari. Sadis banget nggak sih saking telatnya dia nyadar. Alasannya katanya gara- gara dikira Sasuke ayang Sakura itu lagi sariawan makanya dia diem aja nggak banyak ngomong. Dasar nggak peka deh. Waktu udah peka juga gitu lagi, masih nanya salahnya apa. Emang dia nggak naydar apa, Sakura itu lagi sakit hati sama abang. Sadar dong bang, sadar.

Tapi emang dasar Sasukenya kali ya, dia emang pinter kalo masalah akademik dan baka banget kalo masalah cinta jadi ya akhirnya Sakura njelasin apa alasan dia marah. Dan disini Sakura merasa sedih, abang Sasuke nggak ngertiin masalah Sakura. Dia malah balik marah sama Sakura. Katanya, Hinata itu emang daridulu udah gitu. Jadi ya biasa ajalah, kamu kok nggak dewasa.

'Hello bang, Sakura ini sakit hati. Tapi kamu kok malah gitu sih', batin Sakura

"Kamu juga tahu kalo aku emang care ke semua orang. Kalo ada cewek minta tolong aku juga baisanya nolongin, jadi ngapain kamu marah", lanjut Sasuke

"Tapi Sasu..."

"Tapi apalagi Sakura? Perasaan kamu pasti marah kalo aku deket- deket sama cewek. Kamu nggak percaya sama aku? Aku nggak mungkin ngapa- ngapai Saku. Nggak usah cemburu juga sama merke termasuk Hinata. Kamu biasanya juga santai aja kenapa sekarang gitu. Nggak dewasa ah"

"Ini bukan masalah dewasa nggak dewasa Sasuke. Tapi ini tentang sikap kamu"

"Terus kamu maunya apa? Aku nggak boleh berteman sama satu cewek pun selain kamu gitu? Nonsense lah. Jangan ngada- ngada"

"Aku nggak maksud gitu"

"Nggak maksud gitu, tapi mau kamu yang gitu. Tau' lah aku masuk kelas dulu"

"Sasuke-kun"

.

.

.

.

Di kelas Sasuke

"Lho kenapa bro?", sapa Gaara

"Hn"

"Ya elah, gue nggak ngerti maksud bahasa planet lho satu itu"

"Hn"

"Sial"

"Lho lagi berantem sama Sakura?", cerocos Shikamaru tiba- tiba.

"Kok lho tau?"

"Iya lah. Muka lho lecek banget gitu. Siapa lagi yang bisa gituin lho selain Sakura"

"maksud lho apa?", timpal Gaara

"Duh, loe kok tumben lemot banget sih Gaar. Yang bisa ngebuat Sasuke lecek gini itu Cuma Sakura. Yang lain nggak bakal bisa, bahkan sampe orochimaru sensei yang terkenal galak itu aja parah- parahnya Sasuke Cuma muka datar nggak sampe lecek gini. Jadi loe kenapa?"

"Gue nggak ngerti sama Sakura kali ini. Dia itu biasanya dewasa tapi tumben sekarang bisa ngambek Cuma gara- gara hal sepele".

"Emang dia kenapa?", tanya Shikamaru

"Iya kenapa?", sambung Gaara kepo.

"Dia marah Cuma gara- gara kemarin pas kencan gue malah lebih merhatiin Hinata daripada dia. Kan dia juga udah tahu Hinata dasarnya manja jadi ya gitu deh, gue turutin aja apa kemauannya Hinata. Tapi nggak Cuma Hinata kali ini, dia juga ngebawa- bawa tentang tingkah gue yang sok care sama para cewek. Gue nggak gitu kali, gue biasa aja ke mereka".

"Lah, loe yang geblek Sas. Pantes aja Sakura marah".

"Maksud loe apa Gaar?"

"Nah, jelasin tuh Gaar maksud loe apa. Kalo masalah cewek gini kaya'nya loe yang lebih paham dibanding gue. Secara cewek loe sama si Sakura sebelas dua belas lah sifatnya", timpal Shikamaru

"Sialan lho Shika. Gue tau loe mau tidur kan?"

"Emang. Hahaha. Zzzz"

"Ya tuhan ini anak udah tidur duluan"

.

.

.

"heh Gaar maksud loe apaan?", sentak Sasuke ke Gaara

"Oh iya, gue lupa. Loe cinta Sakura kan?"

"Loe ngajak berantem"

"hahaha. Sorry sorry. Jadi gini, gue kasih perumpamaan deh. Seandainya loe punya tomat satu truk, tapi diantara satu truk itu ada satu tomat yang keliatan paling enak. Sedap dan nikmat. Jadi apa yang bakal loe lakuin?"

"Loe kok anehs ih. Ya jelas langsung gue pilih buat gue makan lah"

"Duh, gue salah kasih pertanyaan. Maksud gue, loe bakal perlakuin si tomat itu sama si tomat yang lain beda nggak?"

"Ya jelas beda lah. Gue bakal perlakuin itu tomat satu lebih spesial dibanding yang lain. Gue jaga biar nggak ada yang makan selain gue"

"Nah, gitu juga maksud gue. Tomat setruk itu ibaratnya para cewek dan si tomat spesial itu adalah Sakura. Loe paham kelanjutannya kan?"

"Sial. Iyalah gue paham. Pantesan dia marah- marah. Orang kalo tomat aja gue perlakuin spesial kok gue sama cewek gue malah nggak spesial. Sama aja kaya' ke yang lain. Pantesan dia marah"

"Pinter loe udah paham"

"Hn. Thanks sob"

"Sama- sama bro"

Dan diakhirilah percakapan mereka karena Asuma sensei dosen merka hari ini udah datang.

.

.

.

.

Di kantin. Jam istirahat. Dua jam setelah pembicaraan Sasuke dan Gaara. 5 menit setelah jam kuliah berakhir.

Sasuke lagi ngajak Sakura buat makan siang dan minta maaf ke Sakura.

"Kamu kenapa ngajak aku kesini?", tanya Sakura to do point

"Sayang... aku mau minta maaf ke kamu. Aku tau aku salah"

"Hn"

"Kok Cuma Hn sih? Kamu udah maafin aku?"

"Emangnya kamu ngerasa salah?"

"Iya, Sasuke udah tahu dimana letak kesalahan aku. Harusnya aku nggak gitu ke kamu. Harusnya aku nggak memperlakukan kamu sama kaya' cewek lain. Masa' aku udah dapat cinta kamu tapi Sasu gitu"

"Bagus deh kalo udah paham"

"Iya. Jadi Sasuke dimaafin kan?"

"Hn. Asal Sasuke-kun beliin Sakura makan siang"

"Sip deh sayang. Seneng kalo kamu mudah memaafkan gini"

"Ngapain juga dibuat sulit. Toh nanti kalo Sakura mikirin itu malah bikin Sakura tambah drop lagi. Belum tentu juga Sasuke-kun nyadar. Tapi untung juga sih Saske-kun cepet nyadar. Kalo nggak cepet, Sakura mau minta putus aja"

"He? Apaaaaaaaa?"

.

.

.

END dengan gajenya. Wkwkkwk

.

Hari ini out of the topic ya.

.

.

OMAKE

Sasuke janji nggak akan gini lagi ke Sakura. Yang jelas dia nggak mau kehilangan Sakura. Sasuke juga sadar tentang satu hal seperti yang dibilang Sakura tadi pasca acara makan- makan mereka. Kalo yang namanya cewek itu nggak mau diperlakuin sama kaya' cewek lain sama kekasihnya sendiri. Apa bedanya status kalo perlakuan sama. Mending nggak perlu jadi pacar. Toh yang lain masih banyak yang jauh lebih baik. Dan Sasuke bakal ngebuktiin ke Sakura kalo dia bakal jadi yang terbaik buat Sakura.

.

.

.

FIN