Title: The Life After Dead
Rating: T
Cast: B.A.P Member
Pairing: BangHim, DaeJae, JongLo
Genre: Romance, Fantasy
WARNING: YAOI / BOYxBOY / TYPO(s)
Chapter 3
"Apa kau benar pernah mendengar atau mengetahui m'toki itu sebelum nya Himchan-ssi?" tanya Jongup setelah Jieun pergi.
"Hmm molla.." Himchan mencoba mengingat nya lagi namun nihil.
"Kalau begitu ada kemungkinan m'toki itu ada padamu"
"Eh?" ucapan Jongup membuat Himchan menoleh kepada nya.
.
.
.
.
.
Chapter 4
Himchan masih belum sepenuh nya percaya dengan apa yang di alami nya. Dia tau kalau sebelum nya dia memang sudah mati lalu kembali hidup berkat ayah nya, tapi sekarang dia sungguh tak percaya bahwa ia kembali mati lagi. Sungguh ingin rasanya dia mengulang waktu dan tidak akan berlari seperti orang bodoh lalu tertabrak sesuatu dan berakhir disini.
"Himchan-ssi?" ucapan Jongup membuyarkan lamunan Himchan. "Y-ya? Ada apa?" ucap Himchan setelah sadar dari lamunan nya.
"Apa kau melamun? Apa kau sedang mencoba memikirkan m'toki itu? Apa kau sudah menemukan nya? Kalau sudah, ayo cepat kita cari benda itu" terdengar ucapan Jongup yang terlalu bersemangat itu. "Eh? Tidak, aku belum tau benda itu ada di mana hehe.." Himchan lalu menggaruk tengkuk nya yang memang sebenarnya tidak gatal.
Jongup terlihat menghela nafas dan memasang raut wajah kecewa. "Hmm tapi mungkin kita bisa mencari nya Jongup-ah.." Himchan jadi tidak tega saat melihat raut wajah kecewa Jongup, lalu ia berusaha untuk menyemangati kembali namja di hadapan nya ini.
"Ahh kau benar.. Ayo kita cari benda itu.. Hmm kita harus memulai nya dari mana? Aku bingung" Himchan terkekeh pelan karena Jongup langsung bersemangat ketika ia mengajak nya untuk mencari benda itu.
Himchan heran kenapa mereka ingin sekali kembali ke kehidupan? Memang Himchan sangat ingin kembali lagi. Tapi ia bingung dengan orang-orang -lebih tepat nya mayat- yang ada di sini, bukan kah mereka sudah lama mati? Tapi kenapa masih menginginkan kehidupan lagi? Hahh sulit untuk di pikirkan, bagi Himchan itu hal yang wajar, tapi tidak bagi orang lain. Orang akan berpikiran bahwa ini gila karena ada mayat yang hidup kembali ckck.
"Apa kau tau di mana portal itu?" tanya Himchan tiba-tiba. "Tentu.. Tapi, itu cukup jauh dari sini.. Kita harus keluar dari pemakaman ini lalu melewati hutan gelap itu Himchan-ssi" Jongup sedikit bergidik saat menunjuk hutan gelap yang berada tepat di depan pemakaman itu.
"Baiklah ayo kita pergi, aku ingin kembali ke kehidupan ku secepatnya" Himchan langsung berjalan keluar dari pemakaman itu. "Ta-tapi itu berbahaya Himchan-ssi.. Apa kau lupa dengan beberapa monster yang kau temui di luar sana?" Jongup langsung menahan tangan Himchan agar tidak berjalan masuk ke dalam hutan itu.
Himchan hanya menghela nafas nya setelah mendengar perkataan Jongup. Memang sejujurnya dia takut jika bertemu monster-monster menjijikan itu lagi. Tapi apa boleh buat, yang ia ingin kan sekarang hanya kembali ke kehidupan nya. "Seperti nya monster-monster itu sedang tidak ada, jadi kita lebih baik segera melewati hutan ini Jongup-ssi.. Dan kalau kau takut lebih baik aku pergi mencari portal itu sendiri saja" Himchan hendak berjalan lagi namun lagi-lagi tangan nya di tahan oleh Jongup. "Tu-tunggu! Hhh.. Baiklah aku akan ikut" Dan akhirnya mereka mulai berjalan memasuki hutan gelap itu, mereka terlihat sedikit merinding saat memasuki nya.
"Himchan-ssi apa ini tidak apa-apa? Aku takut, disini sangat mengerikan" Jongup sangat merinding saat melihat sekeliling nya. "Diamlah, aku juga takut.. Tapi kita harus segera melihat portal itu dan mencari benda hmm apa tadi nama nya? Toki? Tiko? Matok?" Himchan mengetuk-ngetukan telunjuk nya di dagu nya tanda ia sedang benar-benar berpikir keras untuk mengingat nama benda itu. "M'toki.." ucap Jongup sambil menggelengkan kepala saat melihat Himchan yang ia pikir sangat pabo itu. "Nah iya itu! Kita harus menemukan nya.. Lalu sekarang kita harus ke arah mana Jongup-ssi?" ucap Himchan lalu menghentikan langkah nya setelah cukup jauh berjalan dan sekarang mereka berada di tengah-tengah hutan gelap itu.
Terlihat beberapa arah jalan yang terbagi di hadapan mereka. "Jongup-ssi kita harus ke arah mana?" ucap Himchan lagi. "Hmm.. Mungkin ke arah kanan.. Ah, atau ke arah kiri.. Tidak tidak, seharus nya kita lurus saja.. Eh, benar tidak ya?" Himchan menghela nafas nya. "Pabo.. Sebenarnya kau tau tidak?" tanya Himchan yang jengkel dengan jawaban Jongup mengenai arah jalan tadi. "Molla.." ingin rasanya Himchan melempar namja di hadapan nya ini, tapi itu tidak mungkin. "Yak! Jongup, Bagaimana bisa kau mengajak ku kesini tapi kau tidak tau jalan nya? Hhh pabo.." Himchan lalu memijat pelipis nya, sungguh ia ingin cepat-cepat pulang. "Hey, kan tadi kau yang memaksa ku untuk pergi ke sini dan aku tidak pernah mengajak mu, kau sendiri yang memaksa" ucap Jongup tidak mau kalah.
.
Sementara itu, di lain tempat..
Terlihat yeoja memasuki mansion yang terlihat menyeramkan lengkap dengan seringai yang terpatri di bibir nya.
"Apa kalian tidak bisa bekerja?! Bagaimana bisa tanaman ku mati semua?! Kalian sangat bodoh! Yak! Apa yang kau lakukan kenapa tanaman ku mau di buang?! Hey, setidak nya hormatilah tanaman itu kubur dengan baik bukan di buang seperti itu!" terdengar suara yeoja dari dalam mansion itu yang cukup melengking dan dapat menyakitkan pendengaran siapa pun yang baru mendengarnya.
"Ehem.. Leader Hyosung.." ucap Jieun saat sudah masuk ke dalam mansion itu dan berdiri di dekat yeoja yang sedari tadi sedang berteriak-teriak memaki bawahan nya yang sekarang sedang berdiri di hadapan nya dengan menunduk ketakutan.
"WAE?!" teriak Hyosung pada Jieun karena merasa aktifitas -ayo berteriak- nya terganggu.
Jieun langsung menutup telinga nya rapat-rapat karena teriakan dari Leader nya itu. "Aniyo, hanya saja aku ingin mengabarkan berita tentang m'toki" Hyosung langsung beralih menatap Jieun setelah mendengar kata 'm'toki'. "Apa kau mempunyai kabar baik? Cepat beritahu aku Jieun-ssi.. Dan kalian para mahluk bodoh cepat keluar!" ucap Hyosung setelah menghampiri Jieun lalu mengusir bawahan nya.
Jieun kembali menyeringai karena bisa mengalihkan perhatian sang leader hanya karena menyebut benda bernama 'm'toki' itu. "Sepertinya kita kedatangan mayat baru.. Dan kemungkinan dia adalah kunci untuk mengetahui dimana m'toki itu"
"Benarkah? Sekarang dimana dia?" Hyosung terlihat bersemangat saat mendengar ucapan Jieun tadi. "Entahlah, tadi aku menemui nya di pemakaman dengan teman nya yang terlihat bodoh itu ckck" ucap Jieun. "Hmm.. Baiklah aku akan menyuruh para bawahan ku yang bodoh itu mencarinya.. Hahh semoga mereka tidak melakukan kesalahan, mereka sangat bodoh kau tau?" Jieun hanya terkekeh kecil melihat sang leader. "Ya ya ya, aku tau.. Mereka memang terlihat sangat bodoh" lalu Jieun memutar bola mata nya malas.
"Baiklah.. Ya! Kalian cepat cari dua mahluk bodoh itu! Pasti mereka tidak jauh dari sini, dan cepat bawa dia ke hadapan ku!" Hyosung berteriak kepada dua bawahan nya yang berupa monster besar dan terlihat menjijikan yang sedari tadi berdiri di dekat pintu. Tanpa mengucapkan apapun, kedua bawahan nya langsung menuruti sang leader lalu pergi untuk menjalan kan perintah nya.
"Jika aku sudah memiliki benda itu, lalu aku akan menjalankan misi ku yang sangat bagus itu.. Aku akan mengubah kematian menjadi kehidupan, dan kehidupan menjadi kematian.. Dengan begitu dunia kehidupan akan milik kita Jieun-ssi, dan dendam kita akan terbalas terutama dengan orang-orang yang sudah membuat kita berada pada kematian seperti ini haha!" ucap Hyosung dengan tawa licik nya.
.
Kita kembali lagi dengan dua orang namja yang sedang memperdebatkan arah jalan di tengah hutan itu.
"Jongup-ah, kau tidak bisa menyalahkan ku. Tadi kau bilang kau tau dimana portal itu. Sekarang kau tidak tau. Jadi sebenarnya kau tau atau tidak eoh?" Himchan berdecak kesal saat melihat namja di hadapan nya ini terus berusaha berpikir dengan tampang pabbo nya itu. "Aku kan hanya bilang tau dimana portal nya, aku tidak bilang bahwa aku tau arah jalan nya" Ingin rasanya Himchan membanting mahluk pabbo di hadapan nya ini, namun ia urungkan saat melihat sesuatu bergerak di belakang Jongup.
"Eungg.. Jongup-ah.. I-itu sepertinya ada sesuatu disana.." Himchan menatap takut pada semak-semak yang bergerak di belakang Jongup. "Apa? Sudahlah jangan mencoba membodohi ku.." ucap Jongup lalu menyilangkan tangan nya di depan dada. "Hhh.. Kau memang bodoh Jongup-ah.. Tapi kau harus liat ke belakang mu itu seperti ada yang bergerak di belakang sana" Himchan berusaha menunjuk-nunjuk arah belakang Jongup, tapi Jongup tak kunjung menoleh. Ada apa sebenarnya dengan anak ini? Menoleh saja tidak mau, dasar bulan!
"Grrr.."
"Eh? Suara apa itu? Apa itu suaramu Himchan-ssi? Err suara mu aneh seperti monster sedang menggeram" ucap Jongup dengan bodoh nya.
"Itu bukan suara ku pabbo! Lihatlah ke belakang mu, sepertinya ada sesuatu di sana. Dan suara itu seperti nya dari sana. Tunggu.. Tadi apa yang kau katakan? Suara monster? Jangan-jangan i-itu..." Himchan menatap horror semak-semak yang sekarang sudah tersingkir itu karena dua mahluk yang besar dan menjijikan itu melewati nya, dan sekarang dua mahluk itu ada di hadapan nya, lebih tepat nya ada di belakang Jongup.
"Jo-jongup lihatlah di belakang mu.."
"Hahh sudahlah tak usah seperti it—" Himchan memaksa memutar kan tubuh Jongup agar berbalik dan menatap monster di belakang nya.
Jongup membulatkan mata nya saat sudah berbalik dan menatap horror dua monster menjijikan di hadapan nya. "Hehe.. Hai.." ucap Jongup dengan cengiran bodoh nya lalu melambaikan tangan nya kepada dua monster di hadapan nya itu. "Himchan-ssi.." Jongup masih menyengir tidak jelas lalu melirik Himchan yang ada di belakang nya. "Ya?" Himchan terus menatap dua monster itu. "RUN FOR YOUR LIFE!" Jongup langsung menarik Himchan lalu berlari entah kemana arah nya itu ia tidak peduli yang penting berlari (?) oke maaf, maksud nya ia tidak peduli yang penting mereka mencoba menghindar dari kejaran dua monster itu.
"Hosh.. Hosh.." Himchan tampak terengah-engah karena Jongup yang tiba-tiba memaksa nya untuk berlari tanpa aba-aba seperti ini. Kedua monster itu terus mengejar mereka sampai akhirnya mereka berhenti di ujung jurang. "Himchan-ssi.. Sepertinya kita benar-benar terjebak" ucap Jongup sambil menatap horror kedua monster yang mulai mendekati mereka. "Ahh aku tidak mau tau.. Hikss.. Appa, mereka menjijikan hikss" Himchan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya. Jongup mendengar isakan Himchan, ia mengerti Himchan sangat ketakutan karena mungkin ini baru pertama kali nya ia melihat monster menjijikan seperti ini. Kedua monster itu tampak berlari dan mungkin akan menterkam Himchan dan Jongup dengan sekali gerakan. Namun, melihat itu Jongup langsung mendorong Himchan ke arah kanan, lalu ia menghempaskan tubuh nya ke samping kiri. Dengan bodoh nya monster itu terus berlari sampai melebihi batas ujung juran dan akhirnya jatuh ke dalam jurang itu. Ckck bodoh sekali. Mungkin memang benar apa kata leader mereka, bahwa bawahan nya sangat bodoh.
"Aww.." Himchan meringis saat merasakan dirinya terhempas begitu saja. "Yak! Monster sialan, kenapa kau mendorong- .. Eh? Dimana monster nya?" Himchan sempat mengomel tidak jelas sebelum ia membuka mata nya lalu menatap ke arah Jongup yang ada di sebrang nya. "Jongup?" Himchan bangkit lalu menghampiri Jongup yang masih tergeletak begitu saja. "Jongup? Kau tidak apa?" Himchan menepok-nepok pipi Jongup dengan tidak berperikeMOONan (?) "Yak Jongup! Irreonaaa.." Himchan mengguncangkan tubuh Jongup dengan tidak sabar. "Hiks.. Jongup-ah bangun lah, aku takut.." Himchan benar-benar bergidik saat melihat sekeliling nya.
"Hyung.. Kau berisik.." Himchan langsung menatap Jongup, apa dia sudah sadar? Atau hanya berpura-pura? "Yak! Moon Jongup cepat buka mata mu! Dan sejak kapan kau memanggil ku 'Hyung' eoh?" Jongup langsung membuka mata nya lalu bangkit dari kubur (?) oke sekali lagi maaf, maksud nya bangkit dari kegiatan —mari tergeletak— nya. "Kau berisik sekali. Dan aku rasa kau itu lebih tua dari pada aku, jadi ku panggil kau 'Hyung'. Tidak apa kan?" ucap Jongup dengan cengiran konyol nya. "Sok tau sekali kau. Mana mungkin aku lebih tua, pasti kau lah yang lebih tua!" Himchan tidak terima di sebut tua —atau lebih tepat nya lebih tua— seperti itu. "Benarkah? Aku ini 95 lines.. Dan kau?" Himchan nampak menggerak-gerakan bola mata nya lalu menggigit bibir bawah nya "Eumm.. A-aku 96 lines!"
"Hahaha kau bohong sekali. Cepat katakan sejujurnya, lagian apa salah nya jika aku memanggil mu Hyung?" Himchan memutar bola mata nya malas, untuk apa sih orang ini menanyai hal seperti ini batin nya. "Baiklah.. Hmm.. Aku.. A-aku.."
"Ya? Kau?" Jongup tampak menunggu Himchan. "A-aku.. 90.."
"Mwo? Ahahaha jauh sekali dari 96, kau lucu Hyung hahahaha" Jongup tertawa dengan konyol nya sambil menekankan kata-kata 'Hyung'. "Ish! Tapi aku belum terlalu tua juga! Dan kenapa tiba-tiba kau ingin sekali memanggil ku Hyung eoh?" Himchan mempoutkan bibir nya lucu. "Eh? Apa tidak boleh aku memanggil mu Hyung? Baiklah aku akan memanggil mu Noona, ku rasa itu lebih cocok" Jongup langsung berlari menjauhi Himchan saat melihat Himchan mendelikan mata nya ke arah nya. "Yak! Moon Jongup! Mau kemana kau?! Dan jangan panggil aku noona!" Himchan berusaha mengejar Jongup dan mereka memulai kegiatan —ayo berkejaran di tengah hutan— itu.
Jongup menghentikan langkah nya setelah lari-larian tak tentu arah bersama Himchan. Sepertinya mereka sering kali berlari karena Moon Jongup.
BRUK
"Yak! Kenapa kau berhenti tiba-tiba?" Himchan nampak sewot saat Jongup berhenti tiba-tiba dan menyebabkan ia tertabrak punggung Jongup. "Hmm noona.." Jongup menatap lurus ke depan. "Apa? Eh? Hei! Jangan memanggil ku noona, aku ini namja! N-A-M-J-A!" Lalu Himchan menjitak kecil kepala Jongup dari belakang. "Aishh.. Baiklah Hyung.. Seperti nya di depan sana ada sebuah pemakaman.. Kita bisa beristirahat dulu di sana" ucap Jongup sambil mengelus kepala nya lalu menunjuk ke arah depan nya. "Benarkah? Ayo cepat kita kesana, aku lelah sekali" mereka pun berjalan mendekati pemakaman kecil itu. Pemakan itu memang tidak terlalu besar, hanya ada beberapa makam dan beberapa peti di luar makam nya.
"Hyung.. Sebaiknya kau tunggu di sini dulu, aku akan mengecek ke dalam pemakaman itu" Himchan hanya menganggukan kepala nya lalu berdiri di dekat pohon besar yang tidak terlalu jauh dari pagar pemakaman itu. Jongup membuka pagar pemakaman itu lalu mulai memasuki area pemakaman itu. Ia tampak mengedar kan pandangan nya, mengecek tempat ini aman atau tidak. "Apa yang kau lakukan disini?" Jongup tampak terkejut saat mendengar suara berat dari arah belakang nya, dengan hati-hati ia menoleh ke belakang dan mendapatkan namja yang tampak err mengerikan. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya namja itu sekali lagi dengan datar nya. "Eumm.. I-itu.. Anu.. Hmm.." Jongup tampak bergetar saat menatap namja di hadapan nya ini. "Yak! Jawab yang benar! Kau ingin aku patahkan eoh?!" Teriak namja itu lalu bersiap ingin mematahkan tulang-tulang Jongup. "Tunggu!" namja tadi menghentikan aksi nya lalu menoleh ke asal suara tersebut. Dan ternyata itu adalah suara Himchan yang tadi langsung berlari saat melihat Jongup di datangi oleh namja itu.
Namja itu menyeringai saat melihat Himchan lalu menghampiri nya "Hai manis, apa yang kau lakukan di sini humm?" ucap namja itu sambil terus menatap Himchan. "Aku dan teman ku hanya ingin menumpang beristirahat di sini.. Bolehkah? Dan jangan sebut aku manis! Aku ini namja!" Himchan nampak tidak takut dengan namja itu dan malah menjawab nya dengan sewot. "Kau manis sekali.. Tentu saja boleh, kau boleh beristirahat di sini.. Dan oh ya apa namja bodoh ini teman mu?" Namja itu menunjuk Jongup yang ada di belakang nya. "Iya, dan dia bukan namja bodoh. Dia Moon Jongup.. Hhh" Himchan memutar bola mata nya. "Baiklah Moon kau bisa beristirahat di dalam peti-peti yang ada di sana.." Namja itu menunjuk deretan beberapa peti di sana. "Ah ye, gomawo.. Dan hmm.. Bagaimana dengan Himchan hyung? Apa dia boleh beristirahat bersama ku juga?" tanya Jongup menatap Himchan. "Himchan? Ahh jadi namja manis ini bernama Himchan? Tentu saja dia tidak boleh beristirahat dengan mu" Jongup bingung dengan ucapan namja itu. "W-wae?" tanya Jongup. "Karena dia akan beristirahat bersama ku, sekarang kau pergilah jangan mengganggu ku" usir namja itu, lalu Jongup pun berjalan ke salah satu peti di sana.
"Yak! Kenapa aku harus bersama mu? Aku saja tidak mengenali mu.. Cih, main seenak nya saja ingin bersama ku" Himchan mendelik kesal dengan kelakuan namja di hadapan nya ini. "Kau ingin mengenalku manis? Kenalkan aku.. Bang Yongguk.. Dan kau? Himchan? Ah seperti nya nama mu akan cocok jika menjadi Bang Himchan.." Lalu namja yang di ketahui bernama Yongguk itu mengerlingkan sebelah mata nya ke arah Himchan. "MWO? Bang Himchan? Yak! Dengarkan baik-baik ya.. Namaku KIM HIMCHAN! Kau tak akan bisa mengganti nama ku! Dan jangan mengedipkan mata mu seperti itu. Itu sangat menjijikan" Yongguk hanya terkekeh melihat Himchan. "Tentu aku bisa mengganti nya, karena sekarang telah aku putuskan bahwa kau akan menjadi milikku.." Himchan hendak protes lagi namun di tahan oleh ucapan Yongguk. "Kau ingin protes? Silahkan.. Tapi kupastikan kau akan beristirahat di tengah hutan sana dan mungkin akan bertemu monster aneh di dalam sana" Himchan nampak berpikir setelah mendengar ucapan Yongguk. "Hhh.. Baiklah terserah apa kata mu.. Tapi, bisakah sekarang kau membiarkan ku beristirahat? Aku lelah sekali" tak bisa di pungkiri Himchan benar-benar lelah setelah berlari-larian tadi lalu melakukan protes nya di hadapan Bang Yongguk. "Tentu saja tuan putri.." Yongguk lalu berjalan ke arah peti yang cukup besar lalu membuka nya dan memasuki peti itu. "Kemarilah.." ucap Yongguk yang telah tiduran di dalam peti itu. "Mwo? Untuk apa aku ke dalam situ? Sudahlah aku tidak ingin bermain-main lagi, aku sangat lelah" Yongguk terkekeh menatap Himchan. "Kemarilah.. Kau akan beristirahat di dalam sini bersama ku" lalu Yongguk menarik tangan Himchan dalam sekali sentakan hingga Himchan akhirnya memasuki peti itu.
"Kenapa aku harus di dalam sini bersama mu? Aku bisa beristirahat di dalam peti lain.. Dan, hei jangan tutup peti nya dulu aku ingin keluar.. Yak, apa-apaan ini jangan memeluk ku!" protes Himchan panjang lebar saat sudah tiduran di dalam peti itu bersama Yongguk. "Diamlah, kau hanya tinggal memejamkan mata mu.. Jika kau protes terus, kau akan bertambah lelah" mau tak mau Himchan pun mengalah dan mulai memejamkan mata nya —di dalam pelukan Bang Yongguk tentunya—
.
.
.
.
.
TBC
.
Hoi~ Chae back.. Ahaha TBC mulu ya? Sabar ya, otak Chae mentok sampe situ wkwk.. Dan Chapter ini lumayan panjang loh XD
BangHim nya udah ketemu kan? Udah kan? XP
Sorry ya kalo lama-lama FF nya aneh dan ga jelas gini, Chae juga bingung sendiri kenapa jadi aneh gini ._.
.
Nada Lim: Ahaha.. Sama, waktu ngetik nya juga jadi ketawa sendiri (?)
NavyDilla: disini Yongguk nya udah ada kan? XD
Matokeke: iya bisa gitu ya wahaha (?)
AlmightyVict: penasaran ya? Sama~~ *loh?*
Bbang2chan: haha Yongguk nya udah ada tuh~ dan pertanyaan nya udah kejawab semua kyk nya di chap ini XD
Real289: thanks for reading & review ^^
Guest: di chap ini udah kejawab kyk nya~ hehe XD
Yui the devil: hmm hidup lagi gak ya... haha tungguin nanti aja ya XD
Leader Kwon: iya kalo bisa Jieun gausah hidup /loh
.
Dan maaf Chae bikin DaeJae nya minta di jitak gitu (?) Demi kelangsungan FF soalnya, kalo ga gitu ntar gaada DaeJae nya ._.
.
THANKS FOR REVIEW! XD XD
REVIEW AGAIN? THANKS~ ^^
