Apakah kamu tahu tentang buku bertuah itu?
Buku bertuah itu adalah buku yang misterius. Buku sihir yang merupakan buku peninggalan kakek moyang Naruto. Buku itu diduga disembunyikan di sekolah tua yang berumur 300 tahun, bernama Uzuka Gakuen sehingga para manusia dan makhluk gaib berusaha untuk mendapatkan buku itu. Karena dikatakan buku itu memiliki kekuatan yang terlarang. Maka mereka pun berlomba-lomba mencari buku itu. Namun, usaha mereka ini akan selalu digagalkan oleh para Guardian yang bertugas untuk melindungi keberadaan buku itu di Uzuka Gakuen.
Lalu Guardian baru dari generasi selanjutnya yaitu Namikaze Naruto. Anak dari Guardian lama yang bernama Kushina. Kehadirannya sebagai Guardian baru untuk menggantikan tugas sang ibu. Membuat penghuni dunia gaib gempar dan mengaguminya. Terutama para gadis dan putri-putri dari kerajaan gaib yaitu kerajaan yokai, kerajaan vampire, dan kerajaan hantu. Membuat para gadis penasaran dan ingin bertemu dengan Naruto. Semua makhluk gaib mengatakan Guardian baru sekarang lebih tampan dan lebih kuat dari Guardian sebelumnya. Dikatakan oleh petinggi dunia gaib bahwa Naruto memiliki kekuatan yang misterius selain mewarisi kekuatan elemen es yang diturunkan dari ibunya. Entah kekuatan misterius apa itu. Naruto sendiri belum menyadarinya.
Sebab itulah, banyak makhluk gaib mulai masuk ke dunia manusia dan berbaur di antara manusia lainnya. Mereka ingin mencari buku bertuah itu. Juga ingin mengincar Naruto dan membunuhnya karena ada sebuah kabar bahwa kekuatan misterius di dalam tubuh Naruto itu dapat menghancurkan kerajaan-kerajaan gaib. Untuk itulah, mereka menyamar menjadi manusia dan bersekolah di Uzuka Gakuen. Sekolah di mana Naruto belajar.
.
.
.
Disclaimer:
Masashi Kishimoto
Ichiei Ishibumi
Naruto
High School DxD
The Guardian of Sacred Book
By Hikari Syarahmia
Genre: supranatural/romance/humor/action/friendship/misteri
Pairing:
Naruto x Koneko x Hinata x Asia x Rias
Sasuke x Karin x Sakura x Sona
Issei x Irina
Rating: T
Selasa, 5 Mei 2015
Ost cerita: menjadi pangeranku by Dadali
Cerita ini terinspirasi dari lagu tersebut. Saya langsung mendapatkan ide membuat cerita ini. Maka cerita ini ada namanya kerajaan gaib. Lalu satu lagi, cerita ini terinspirasi juga dari anime kekaishi.
.
.
.
Note: lanjut lagi. Jadi, jangan heran kalau cepat updatenya. Satu pesan saya yaitu jangan baca cerita ini di tengah malam.
.
.
.
Chapter 4: Berkenalan dengan Koneko
.
.
.
Di dunia lain yaitu dunia para yokai.
Dunia antah berantah dengan suasana mencekam dan penuh kegelapan. Tidak ada cahaya menerangi. Hanyalah ribuan partikel parallel yang tidak berujung. Salah satu tempat yang diselimuti kegelapan, seorang laki-laki sedang berdiri tak jauh dari seorang pria yang duduk di atas singgasana. Pria yang duduk di singgasana tersebut telah memiliki keriput di wajahnya. Sepertinya ia sudah tua dan merupakan raja di tempat kegelapan itu.
"Ada apa, Baginda? Sehingga Baginda memanggil hamba untuk menemui Baginda," kata sang laki-laki yang sudah berlutut sambil menundukkan kepalanya kepada sang Raja.
Sang Raja tertawa lebar ketika sang panglima telah datang menemuinya.
"Panglima, aku sangat bersedih sekarang."
"Kenapa Baginda bersedih?"
"Putriku, Toujou Koneko belum juga pulang. Sudah tiga minggu lamanya, ia kabur dari kerajaan ini."
Sang panglima kaget sekali. Kedua matanya yang hijau melebar.
"A-APA? PUTRI KONEKO KABUR DARI KERAJAAN?!"
"Huhuhu, betul sekali, Panglima. Aku sedih sekali," sang Raja mendadak menangis tersedu-sedu."Aku ingin putriku kembali padaku. Panglima, tolong cari hime-ku sekarang. Cari sampai dapat. Kalau putri kesayanganku tidak dapat juga ditemukan, kepalamu akan aku penggal sebagai gantinya, Panglima."
Perkataan sang raja tersebut sukses membuat wajah sang Panglima pucat. Sweatdrop besar muncul di kepalanya.
'Ini perintah atau ancaman sih?' batin sang Panglima di dalam hatinya sendiri.
Lantas sang Panglima menganggukkan kepalanya untuk sang Raja.
"Ba-Baiklah, Baginda! Perintah Baginda akan hamba laksanakan segera!"
"CEPAT CARI PUTRIKU. AKU BENAR-BENAR TIDAK BISA HIDUP TANPA PUTRIKU, KONEKO-HIME, HUHUHU !" sang Raja terus menangis histeris tanpa berhenti. Sehingga sang Panglima sweatdrop melihatnya.
'Raja yokai yang aneh,' batin sang Panglima sekali lagi di dalam hatinya.
.
.
.
Naruto dan Sasuke sudah keluar dari ruang kepala sekolah. Kini mereka berdua berjalan di lorong yang membentuk kubah dengan dinding batu berwarna abu-abu. Lorong tersebut sangat panjang, sepi dan agak remang-remang meskipun ada sinar matahari yang menyembul dari balik jendela kecil berbentuk segitiga.
Dua laki-laki tampan itu berjalan dengan diam. Naruto berjalan santai sambil melipatkan kedua tangannya di belakang lehernya. Sedangkan Sasuke berjalan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana panjangnya. Mereka berdua terus terdiam setelah selesai menghadap Kushina di ruang kepala sekolah.
Di sela-sela perjalanannya menuju tujuan masing-masing, Sasuke membuka suaranya.
"Hei, Dobe!"
"Apa, hah?"
Naruto menoleh dengan tampang yang sewot.
"Apakah kamu yakin tidak butuh bantuanku untuk menemanimu berjaga nanti malam? Apalagi Asia tidak ada."
"Tidak. Aku tidak butuh bantuanmu. Jangan meremehkan kemampuanku, Teme."
Naruto menatap tajam wajah Sasuke. Sasuke menatap Naruto dengan datar.
"Maksudku bukan begitu. Kamu tahu, malam ini malam jumat. Malam di mana banyak makhluk halus bergentayangan. Kaasan-mu khawatir banyak yang menyerang di saat kamu berjaga sendirian."
"Aku tidak takut kok. Ada Shinju yang menemani aku."
"Shinju? Siapa itu?"
"Kucing peliharaanku."
"Kucing? Sejak kapan kamu memelihara kucing, Dobe?"
Naruto semakin menatap tajam ke arah Sasuke. Ia menghentikan langkahnya sejenak. Begitu juga dengan Sasuke.
"Kamu itu banyak tanya ya," ucap Naruto menurunkan kedua tangannya dari belakang lehernya."Jangan ikut campur dalam urusanku, Teme!"
Kali ini, Naruto mengepalkan tinjunya ke arah depan si Sasuke. Sasuke menanggapi sikap Naruto ini dengan santai. Ia menepis tangan Naruto itu dengan keras.
"Dasar, kamu tetap keras kepala dari dulu. Tidak pernah berubah."
"Kamu juga. Kamu selalu ingin tahu tentang apa yang ingin aku lakukan. DASAR TEME!"
"Tentu saja aku ingin tahu. Sebab, aku ini sahabatmu dari kecil. Ingat itu, Dobe!"
Naruto terdiam karena perkataan Sasuke tersebut. Sasuke menatapnya sinis sekarang. Kedua laki-laki itu kini bersitegang dalam aura persaingan yang kuat.
Sedetik kemudian, Sasuke melirik ke arah ujung lorong. Ternyata mereka sudah berada di antara lorong yang bercabang dua.
Setelah itu, Sasuke mendengus pelan.
"Baiklah, aku mau pergi dulu menenangkan diri. Sampai nanti, Dobe," Sasuke pergi begitu saja sambil mengangkat tangan kanannya untuk Naruto yang terpaku berdiri. Naruto diam membisu dan menatap kepergian Sasuke ke arah lorong yang berada di sebelah kiri.
("Tentu saja aku ingin tahu. Sebab, aku ini sahabatmu dari kecil. Ingat itu, Dobe!")
Perkataan Sasuke barusan terngiang-ngiang di telinganya. Ternyata Sasuke, yang menurut Naruto sangat menyebalkan itu, dia masih menganggap Naruto sebagai sahabatnya. Meskipun mereka sering bertengkar dan tidak akur begitu. Di mana Sasuke selalu membuat Naruto merasa ingin marah padanya. Entahlah, sifat Sasuke yang dingin, datar dan kalau berbicara itu selalu sinis. Sehingga Naruto sering kesal karenanya. Namun, bagi Naruto sendiri. Sasuke adalah rival sekaligus sahabat baiknya. Rival dalam segi kekuatan supranatural. Kekuatan supranatural Naruto lebih bawah daripada Sasuke. Sebab, kekuatan supranatural Sasuke lebih hebat daripada Naruto.
Sasuke memiliki kekuatan supranatural yaitu elemen petir. Di mana Sasuke bisa menggunakan kekuatan petirnya untuk memusnahkan para hantu. Juga Sasuke memiliki pedang pembasmi hantu keturunan klan-nya. Karena itu, seperti halnya dengan Naruto. Sasuke juga harus memburu hantu semalaman suntuk di tempat-tempat tertentu. Sesuai dengan permintaan orang-orang yang menjadi klien-nya dalam membersihkan tempat-tempat yang diketahui ada 'penunggunya'. Sasuke akan memburu 'penunggu' itu sampai akhirnya berhasil dimusnahkan.
Sungguh pekerjaan paruh waktu di nomor dua. Tentunya, setelah sekolah selesai. Karena itu, Naruto merasa dirinya masih kalah dengan Sasuke yang selalu unggul darinya. Maka Naruto selalu kesal dengan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Sasuke padanya. Ia merasa terpojok dan lemah. Harga dirinya sebagai Guardian baru semakin jauh terbelakang. Sehingga Naruto merasa kekuatan supranaturalnya yaitu kekkai gekkai es adalah kekuatan yang terlemah. Apalagi Naruto mempunyai kelemahan yang hampir seluruh dua dunia tahu. Yaitu ia takut dengan namanya hantu.
Sebagai Guardian yang baru saja ditunjuk selama tiga minggu ini, Naruto sudah banyak menghadapi serangan-serangan dari makhluk-makhluk lainnya. Lalu hampir saja nyawanya melayang ketika berjaga sendirian. Karena itu, dia butuh seorang partner untuk membantu dan menemani dirinya untuk melindungi Uzuka Gakuen dari serangan makhluk-makhluk halus yang ingin mencari buku bertuah tersebut.
Lalu partner-nya yang selama ini membantu yaitu Argento Asia. Asia sedang izin karena ada urusan keluarga selama seminggu. Entah kapan pulangnya. Naruto sudah sangat cemas selama empat hari ini, karena tidak adanya sahabat perempuannya yang selalu membantunya.
Tapi, sejak kemunculan kucing putih yang bernama Shinju itu, membuat Naruto agak lega. Dia menjadikan kucing putih itu sebagai partner-nya untuk menemaninya berjaga selama empat hari ini. Pengganti Asia. Lagi pula, Shinju itu sangat pintar. Berbeda dengan kucing-kucing yang lainnya.
Mengingat Shinju, membuat Naruto tersentak. Ia ingat kalau si kucing itu masih berada dalam tasnya.
"Shinju ...," Naruto menepuk jidatnya."Kenapa aku bisa lupa kalau Shinju masih ada dalam tas itu? Waduh, Shinju pasti sudah tidak betah karena dikurung begitu di dalam tas!"
Naruto segera berlari-lari cepat ke arah lorong yang satunya. Lorong yang menuju jalan lurus ke depan. Di mana lorong bercabang dua.
Di tengah perjalanannya menempuh lorong lurus ini, Naruto berlari-lari kecil untuk segera sampai ke kelasnya. Ia khawatir Shinju kehabisan napas karena kekurangan oksigen akibat terlalu lama di dalam tasnya. Ia sangat terburu-buru untuk pergi.
'Shinju ...,' batin Naruto terus berlari-lari menyusuri lorong yang sangat panjang ini. Hingga menemukan sebuah tangga yang menurun ke lantai dua. Sebab, Naruto berada di lantai tiga sekarang.
SREK!
Di ujung lorong sana, samar-samar terlihat sosok orang yang berdiri dari arah berlawanan dari Naruto. Naruto pun tersentak sedikit ketika melihat orang itu dari kejauhan.
"Si-siapa itu?"
Tampaklah wajah seorang gadis cantik. Berambut merah panjang sebatas paha. Bermata hijau yang bersinar. Kulitnya yang putih. Senyuman yang menawan. Pokoknya sempurna sekali.
Membuat Naruto menghentikan larinya. Ia pun terpaku menyaksikan seorang gadis yang sangat cantik seperti bidadari.
"Ca-cantiknya ...," gumam Naruto pelan dengan rona merah di kedua pipinya. Ia berdiri dengan kikuk dan tidak bergerak sama sekali. Mendadak tatapan matanya menerawang kosong begitu.
DEG!
Gadis berambut merah yang berdiri di ujung lorong tersebut. Ia masih saja tersenyum manis sambil berjalan pelan ke arah Naruto yang telah berdiri mematung tanpa sadar sama sekali.
Ada apa dengan Naruto?
Naruto tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Hingga sang gadis pun sampai di dekatnya. Jarak mereka cukup dekat.
Wajah Naruto tetap memerah ketika menatap dekat wajah si gadis. Gadis itu tetap saja menebarkan pesonanya untuk sang Guardian tampan itu.
Tiba-tiba ...
Dari senyum menawan sang gadis, muncul sepasang gigi taring yang menyembul di kedua sisi mulutnya. Seketika senyuman yang manis berubah menjadi seringaian yang lebar dan menakutkan.
"Akhirnya kamu masuk dalam perangkapku, Guardian yang tampan," ujar si gadis yang terus menyeringai."Hahaha, dengan begitu mudahnya kamu terpesona dengan kecantikanku."
Secara perlahan-lahan si gadis mulai ingin melakukan niatnya yaitu menghisap kekuatan supranatural milik Naruto tersebut. Ia akan menghisap kekuatan Naruto melalui leher Naruto. Bukan menghisap darah. Seperti kebanyakan vampire-vampire biasa lainnya.
Tunggu dulu, berarti gadis ini adalah bangsa vampire hitam. Seperti yang diduga Kushina. Ternyata memang benar.
Gadis itu hampir mengigit leher Naruto dengan gigi taringnya. Tapi, ia merasakan ada yang mendekatinya dengan cepat.
WHUUUSH!
Tiba-tiba, muncul sesuatu yang bergerak secepat kilat menuju gadis itu. Gadis itu menyadarinya. Matanya menajam ke arah asal datangnya serangan.
BATS!
Gadis itu segera melompat salto ke belakang untuk menghindari serangan.
HUP!
Si gadis mendarat di lantai dengan anggunnya. Lantas ia melirik ke arah serangan yang kini menancap di dinding. Ternyata serangan itu berupa tombak hitam yang berasap.
'Tombak hitam,' batin si gadis itu menyipitkan mata hijaunya yang kini menyala milik yokai Nekomata yaitu ...'
"TOUJOU KONEKO!" seru gadis itu melebarkan kedua matanya ketika melihat siapa yang berdiri di depan Naruto kini. Seorang gadis berambut perak dengan telinga kucing dan dua ekor berwarna putih. Ia memasang wajah garangnya.
"JANGAN DEKATI, NARUTO-KUN, GREMORY RIAS! PUTRI DARI RAJA BANGSA VAMPIRE HITAM!" Koneko berteriak keras sekali."JIKA KAU MASIH INGIN MENDEKATINYA. AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MEMUSNAHKANMU SEKARANG JUGA!"
Dua gadis itu saling menatap tajam. Sementara Naruto yang berdiri di belakang Koneko. Ia masih tidak sadar. Ia masih tidak dapat bergerak. Rupanya ia terkena hipnotis.
"Huh, sial!" Rias menggeram kesal. Seketika ia pun berubah wujud menjadi kelewar berwarna hitam. Ia kabur begitu saja dan terbang menghilang mendadak.
Koneko terperanjat melihatnya.
"HEI, TUNGGU! JANGAN KABUR!" Koneko berniat ingin mengejarnya. Namun, niatnya batal ketika mendengar suara benda yang jatuh.
BRUUK!
Lalu Koneko menoleh ke belakang. Naruto sudah tergeletak dalam keadaan terlentang.
"NARUTO-KUN!"
Gadis yang berambut perak pendek model bob itu langsung menghampiri sang Guardian. Koneko sangat mencemaskan keadaan laki-laki yang disukainya ini.
"Na-Naruto-kun ...," Koneko meletakkan kepala Naruto yang kelihatan lunglai begitu di atas kedua pahanya."A-apa vampire hitam itu berhasil menghisap kekuatan Naruto-kun?"
Leher Naruto diperiksanya dengan teliti. Ternyata tidak ada bekas apapun. Koneko menghelakan napasnya.
"Syukurlah Naruto-kun tidak apa-apa," Koneko tersenyum kecil. Dia terus menggenggam tangan Naruto.
Bersamaan itu pula, terbukalah mata Naruto secara perlahan-lahan karena merasakan tangan kanannya dipegang seseorang.
Setelah pandangannya terbuka setengahnya, pertama yang ia lihat adalah sepasang mata kuning emas yang mengingatkannya pada Shinju.
"Shinju ...," Naruto yang belum sadar sepenuhnya karena masih ada sisa-sisa kekuatan hipnotis dari Rias tadi. Dalam pandangannya sekarang adalah wajah si kucing imut yang bernama Shinju.
"Shinju, ternyata kamu di sini," kata Naruto tersenyum kecil sambil menggerakkan tangannya kirinya yang bebas untuk memegang kepala Shinju yang di depannya ini. Ternyata tangan kirinya memegang pipinya Koneko. Membuat Koneko kaget karena pipinya dipegang oleh Naruto. Lamunan indahnya pun terbuyarkan karena senang Naruto tidak apa-apa.
"Eh?" Koneko melirik ke bawah. Naruto tersenyum dengan manisnya sambil terus memegang pipi Koneko.
BRUUUSH!
Wajah Koneko memerah padam. Jantungnya berdetak dengan kencang sekali. Lalu Naruto yang semakin lama semakin memperhatikannya dengan lembut.
Tiba-tiba, kedua mata Naruto membulat sempurna.
"WAAAAAH!"
Akhirnya terjadi gempa bumi besar. Secara refleks, Naruto bangkit dari acara pingsannya dan menjauh cepat dari Koneko. Wajahnya pucat seketika karena tidak sengaja melirik telinga Koneko yang berbentuk telinga kucing.
"KA-KAMU SIAPA?!" teriak Naruto menunjuk Koneko dengan bergetar. Membuat Koneko sweatdrop melihatnya. Koneko pun sudah tahu apa yang terjadi.
'Gawat, Naruto-kun jadi takut melihat penampilanku setengah yokai begini. Bodohnya aku,' batin Koneko merutuki dirinya sendiri.'Aku harus mengubah penampilanku seperti biasanya.'
"Ja-jangan takut. Aku bukan hantu. Aku yokai nekomata."
"Yo-yokai nekomata?"
"Iya."
Naruto masih memasang wajah horror-nya. Membuat Koneko speechless melihatnya.
'Ya ampun, kenapa Guardian bisa setakut ini? Memanglah aku harus berubah wujud seperti manusia biasa.'
Lantas Koneko menghelakan napasnya lagi. Ia menghilangkan setengah yokai-nya itu. Berupa sepasang telinga kucing dan dua ekor kucing itu. Koneko segera merubah dirinya.
POF!
Wujud Koneko sekarang adalah gadis yang berpakaian sekolah. Ia menyesuaikan dirinya agar Naruto tidak takut lagi padanya.
"Bagaimana kamu tidak takut lagi padaku?" tanya Koneko menampilkan senyumnya yang malu-malu kucing."Maafkan aku ya karena membuatmu takut."
Melihat penampilan Koneko yang memakai pakaian khas Uzuka Gakuen, membuat Naruto terpana melihatnya.
'Ternyata cewek yang waktu itu,' pikir Naruto yang kini sudah berwajah seperti biasa.'Dia adalah seorang yokai.'
Karena dilihat Naruto seperti itu, membuat rona merah hinggap di kedua pipi Koneko. Bersamaan juga, Naruto berjalan menghampirinya.
"Aku kira hantu. Ternyata seorang gadis yokai," kata Naruto menyengir lebar."Kalau yokai sih, aku tidak takut sama sekali. Karena aku juga mempunyai sahabat dari bangsa yokai."
"Oh, begitu ya."
"Iya."
Naruto mengangguk-angguk cepat. Wajah Koneko masih memerah rona.
"Oh iya, namamu siapa?" tanya Naruto sambil mengulurkan tangannya kepada Koneko.
Koneko ternganga dan terpana menatap tangan Naruto yang terulur ke arahnya.
Dengan sikap malu-malu, Koneko menyambut tangan Naruto tersebut.
"A-aku Toujou Koneko," jawab Koneko gugup setengah mati. Gila, yokai yang terkenal dingin dan datar ini, bisa gugup di depan seorang laki-laki. Tentu saja, karena ia sangat menyukai laki-laki ini sejak pandangan yang pertama.
"Aku Namikaze Naruto."
"Sudah tahu kok."
"Eh, sudah tahu?"
"Iya, kamu sangat terkenal di dunia gaib. Semua makhluk halus membicarakanmu dan mengaguminya. Terutama para gadis ...," Koneko segera menutup mulutnya karena harus membeberkan semua yang terjadi di dunia gaib saat ini.
Salah satu alis Naruto terangkat ke atas.
"Eh, aku terkenal di dunia gaib? Semuanya mengagumiku? Kenapa?" tanya Naruto menunjuk dirinya sendiri.
Koneko membuka mulutnya.
"A-anu itu. Nggak penting kok," Koneko tersenyum hambar."Kalau gitu, aku mau balik pulang dulu."
Koneko mengalihkan perhatian. Ia ingin kabur untuk menghindari Naruto yang akan bertanya lebih jauh kepadanya. Ia berbalik badan akan pergi.
GREP!
Tangan Koneko ditangkap oleh Naruto dengan cepat. Membuat Koneko menghentikan langkahnya.
"TUNGGU, KONEKO-CHAN!"
Koneko membulatkan kedua matanya karena Naruto memanggilnya dengan sebutan 'chan'.
Lalu Koneko menolehkan kepalanya untuk menghadap Naruto. Naruto sedang tersenyum manis untuk Koneko.
Keduanya saling terdiam sambil menatap lama sekali. Entah apa yang terjadi.
Hening. Beberapa mata-mata gaib sangat kesal melihat adegan romantis yang terjadi di antara Naruto dan Koneko. Mereka iri dan menggeram sendiri.
"A-ano, bisa lepaskan tanganku sekarang?" Koneko memalingkan wajahnya yang sudah memerah padam.
"Aku akan melepaskan tanganmu, jika kamu mau menjadi parnert-ku dan membantu aku untuk berjaga di malam ini," Naruto menggenggam erat tangan Koneko dan menyodorkan permintaan yang akan menggetarkan hati Koneko sekarang.
Semakin memerahlah wajah Koneko. Ia merasakan jantungnya mulai berdetak kencang lagi.
Dengan cepat, Koneko menjawabnya.
"Ba-baiklah, aku akan datang untuk membantumu."
Terukirlah senyuman lagi di wajah tampan Naruto. Lalu ia melepaskan tangan Koneko.
"Aku tunggu kedatanganmu, Koneko-chan."
Jantung Koneko seakan ingin pecah sekarang juga. Mendengar Naruto mengatakan kalimat itu padanya.
Setelah itu, Koneko pergi dan menghilang dari pandangan Naruto. Naruto terus tersenyum walaupun ia tahu kalau Koneko sudah pergi. Entah mengapa, dia merasa senang sekali. Wajahnya memerah rona.
"Hehehe," Naruto menyengir lebar dengan wajah yang kemerahan."Dia memang seperti Shinju."
Lantas Naruto meneruskan langkahnya untuk menuju kelasnya. Ia ingin menemui kucing Shinju-nya yang masih tinggal di dalam tas miliknya. Padahal sosok Shinju adalah Koneko sendiri. Naruto belum mengetahuinya.
Lalu mata-mata gaib mengikuti kemana Naruto pergi sekarang. Koneko juga terus mengawasi Naruto dari mata-mata gaib itu. Ia masih berada tak jauh dari Naruto sekarang.
.
.
.
Malam jumat yang mencekam dan gelap gulita sekali. Langit tak berbintang. Hanya tampak bulan setengah cakram yang malu-malu di balik awan yang berarak. Angin malam tetap bertiup kencang. Namun, malam ini, angin bertiup sangat kencang seperti dilanda badai.
Di sekolah besar yang bagaikan kastil itu, Uzuka Gakuen, telah ditunggui oleh laki-laki berambut pirang dan bermata biru. Wajahnya menegang. Di tangan kanannya telah tergenggam sebuah pedang putih kristal dengan gagang kepala musang.
Di depan laki-laki berambut pirang tersebut, melayang-layanglah makhluk halus yang berpakaian kimono merah. Rambutnya hitam tergerai dan berkibar-kibar seperti bendera. Dua matanya putih dan menonjol keluar. Mulutnya menyeringai dengan lebar sekali hingga tampaklah deretan gigi-giginya yang menghitam. Wajahnya penuh luka merah yang bernanah. Rupanya obake sejenis rokuro-kubi yaitu hantu leher panjang.
Naruto menatap hantu di depannya dengan perasaan yang bergetar. Perasaannya tidak enak.
SYAAAT!
Hantu itu memanjangkan lehernya secepat kilat ke arah Naruto. Naruto menyipitkan kedua matanya.
"CONVEX CUT!" seru Naruto melayangkan pedang yukianesa-nya.
WHUUUSH!
Terbentuklah tebasan elemen es yang melengkung seperti bentuk bulan sabit dari dalam pedang tersebut. Lalu langsung meluncur hendak memotong leher hantu itu.
SYAAAT!
Hantu itu dapat menghindari serangan Naruto. Naruto menggeram kesal.
"SIAL!"
Lantas Naruto memperhatikan gerakan makhluk itu. Dia tiba-tiba menghilang tanpa diduga.
'Dasar, dia menghilang lagi,' batin Naruto sudah kesal setengah mati sambil memperhatikan keadaan sekitar.
Sudah cukup lama ia bertarung melawan hantu leher panjang itu. Ia melawannya sendiri. Sementara kucingnya yang bernama Shinju juga mendadak hilang entah kemana sejak diserang hantu leher panjang ini.
Tiba-tiba, tanah di mana Naruto berpijak, bergetar kuat.
GREGEK! GREGEK! GREGEK!
Membuat Naruto bergerak kesana-kemari seperti orang mabuk.
"WAAH, APA INI?!" teriak Naruto panik."KE-KENAPA TERJADI GEMPA BUMI MENDADAK?!"
DRAAAK!
Muncul sebuah tangan berkuku tajam dari dalam tanah dan langsung menangkap kedua kaki Naruto. Naruto tersentak dan membelalakkan kedua matanya. Ia lengah.
"Eh?" Naruto melirik ke bawah.
DRAAAK!
Tanah kembali terbuka. Muncul sebuah leher panjang dari dalam tanah. Lalu leher itu membelit tubuh Naruto dengan kuat. Naruto tidak menduga ini semua. Ia mulai merasa badannya melemah dan napasnya juga mulai sesak.
'Na-napasku se-sesak,' batin Naruto di dalam hatinya. Pedang pun terlepas dari tangan Naruto.
TRAK!
Pedang itu mendarat di tanah. Naruto tidak bisa bergerak sama sekali. Kedua kakinya ditahan oleh dua tangan yang menyembul dari dalam tanah. Lalu leher panjang yang terus membelit tubuh Naruto dengan kuat seperti ular. Napas Naruto semakin sesak. Wajahnya makin memucat.
"Khu ... Khu ... Khu ... Akhirnya kamu tertangkap juga, Guardian tampan," tiba-tiba leher yang paling puncak berubah menjadi sebuah kepala seorang gadis cantik.
Naruto membulatkan kedua matanya. Ia tahu suara siapa itu.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
AREA MEMBALAS REVIEW:
.
msyukronx:
lanjut bang . bisa masukin karakter kurumi tokisaki dari anime date a live sebagai penyelamat di saat genting :v
Jawab:
Jangan panggil saya bang. Saya ini cewek. Bukan cowok.
Hm, permintaanmu boleh juga. Akan saya pertimbangkan. Ini udah lanjut.
.
Saikari Ara Nafiel:
Rias gk masuk pair Naruto?
Jawab:
Masuk pair kok. Buat persaingan merebut naruto biar lebih seru.
.
samsul hutamara:
saa unik yo ,ceritanya unik dan pertama mungkin, yo next chapt ditunggu yo
Jawab:
Terima kasih atas reviewnya. Ini udah lanjut.
.
Reyvanrifqi
Oke next
Jawab:
Ini udah lanjut
.
Ryoko:
Wah, suatu kejutan, ternyata kamu adalah cewek.
.
.
Bisa masukin Tokine!? Dan terakhir, usia kamu berapa, tinggal dimana, tingginya berapa, ukuran baju kamu berapa, sekolah dimana, kelas berapa dan eeee apa ya? Mmm itu, udah punya pacar belum?
Udah itu aja dan lanjut!
Jawab:
Kaget ya kalau saya cewek. Hehehe, saya memang cewek asli dan tulen kok.
Tokine? Hm, lihat aja dulu perkembangan ceritanya gimana. Saya akan mempertimbangkan akan memasukkan Tokine ke dalam cerita ini.
Wah, pertanyaanmu banyak juga. Ok, akan saya jawab. Usia saya 20 tahun ke atas. Saya tinggal di pekanbaru. Tinggi 148 cm. Ukuran baju L. Saya lagi cuti kuliah. Saya nggak punya pacar.
Ini ceritanya udah saya lanjut.
.
dey46:
mia-san knpa cuma mini harem? tambahin lg dong. mia-san lbih bagus mslh pair nya ngalir aja biar penasaran, tkutnya nanti mia-san kejebak dan mlah bngung mau kemana. sedikit saran rias masukin ke daftar harem biar nanti ada sedikit konflik. antara neko dan vampir.
Jawab:
Saranmu bagus juga. Ok deh, lihat aja nanti ya.
.
Kitsune:
Yosh.!ditunggu chap depan, tapi kalo bisa wordnya dipanjangin.
1 lagi apa naruto bakal punya patner, kayak anjing, rubah, srigala, gagak, elang, dll.
Jawab:
Ok, kapan-kapan saya panjangin ceritanya. Segini aja dulu di chapter kali ini.
Ada kok parnert naruto berupa hewan yaitu kyuubi si musang berekor sembilan yang menjadi penghuni pedang yukianesa dan juga burung merak yang berbulu emas. Burung merak ini bakal muncul di episode selanjutnya.
.
Neko Twins Kagamine:
ada vampir apa hinata atau yang lain dipair rias sama issei jadi hinata juga nanti ras vampir?
Jawab:
Hinata tidak termasuk ras vampire. Dia akan menjadi ras ghost atau hantu. Yang lainnya bakal ada yang termasuk ras yokai, vampire, hantu, dan werewolf.
.
maulana59:
wah cpet bner up ny broo...hmm chap kli in jg memuaskan dngn memulai pngenalan char yg lain jd it akn memudhkn pmbca memahami ceritanya. ...mgkn it aj dri ane.
apa bner kmu cwek bro?
gk nyangka ane ad author cwek yg mau buat fict genre ny sprti ini...salut dh buat kmu ..
Jawab:
Wah, chapter sebelumnya cukup bagus. Baik, terima kasih atas semua dukunganmu ya.
Hehehe, banyak yang kaget kalau saya ini memang cewek. Tapi, saya masih banyak belajar untuk membuat cerita ini menjadi lebih baik lagi. Semoga chapter kali ini akan membuatmu terhibur.
.
Esya 27 BC:
Chap dpan buat fighting ya ya ya ! 0negai . .
Jawab:
Ini udah ada fightingnya sedikit.
.
dianrusdianto39:
Thor tentang fhair kenapa hinata ma sasuke kenapa gk ma naruto aja thor..hinaa nya buat naruto aja yah
Jawab:
Sasuke gak dipasangkan sama hinata kok. Tapi, nanti hinata juga dijadikan peran penting dalam persaingan merebut cinta naruto.
.
yuuki hatsu:
jgn lanjut om :v
oh ya, harem naru kan isix unik, klo asia pasto bakal mulus tapi klo rias gimana om. Waktu tau rias tu vampire gw jdi ke ingat anime rosario vampire S2 Eps 13 :v di situ tsukune kan ketemu ma otuo-sanx moka :v, habis tu klo di pikir ide lo bagus jga bikin gremory family jdi vampire familiy, sungguh varokah bro
Jawab:
Udah saya bilang kalau saya ini cewek. Masa kamu masih panggil saya om? Maksudmu jangan lanjut?
Oh, ada kesamaannya sama anime lain. Saya baru tahu. Adegan ceritanya murni dari otak saya sendiri. Rias itu memang cocok dijadiin vampire.
.
anti sasuhina:
thor hinata masukin pair naruto ya
kalo engga saya bakar cerita anda ini
gwahahaha ( tertawa jahat ).
dan 6 huruf buat anda
l. a. n. j. u. t
Jawab:
Kagak jadi hinata dipairkan sama sasuke. Saya juga gak sreg hinata dipairkan sama sasuke.
Ok, hinata bakal masuk dalam daftar pair Naruto. Lalu jangan bakar cerita saya ini. Kamu mengerti?
Ini udah lanjut.
.
Kuroibo:
UnFav Tq
Jawab:
Thank you
.
Guest:
kenapa suke sama hinata jujur itu menurunkan minat baca ku satu level
tp ya sudahlah kalo ini buat kelansungan jalan cerita, aku fine fine saja
Jawab:
Gak jadi kok. Sasuke dipairkan sama hinata. Jadi, anda tidak perlu kecewa.
.
hino-san:
aarrgghh sayang sekali hinata jadi pairnya sasuke. padahal aq berharap hinata jadi pairnya naruto. tapi mau bagaimana lagi, semuanya kehendak author.
Jawab:
Semoga pairnya sesuai harapanmu. Tapi, lihat saja nanti.
*senyum penuh misteri*
.
.
.
Sekilas chapter selanjutnya:
Chapter 5 : Perasaan Naruto
"Ternyata kamu pandai meramal. Apakah kamu bisa meramalku juga? Aku ingin tahu siapakah cewek yang bakal menjadi pasanganku di masa depan nanti. Aku penasaran sekali."/ AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU HIDUP, NARUTO-KUN. AKU AKAN MEMBUNUHMU AGAR KAMU BISA BERSAMAKU!"/ "PERANG DIMULAI! SERBU!"/ "Tapi, matamu sama persis seperti mata Shinju. Jangan-jangan ..."/ "Naruto-kun, kamu benar-benar baik sekali. Aku sangat menyukaimu. Mungkin lebih mencintaimu. Aku harap aku bisa mendapatkan cintamu. Aku akan menunggu saat itu tiba. Di mana kamu menyatakan cintamu padaku. Aku percaya suatu hari nanti kamu juga menyukaiku."/ "Entahlah, mungkin begitu. Tapi, akhir-akhir ini ada seorang cewek yang benar-benar menarik hatiku. Dia itu sangat istimewa. Aku pikir apakah aku bisa jatuh cinta padanya? Dia sungguh cewek yang manis,"/ "A-apakah Naruto-kun sudah datang? Aku ingin memberikan surat ini kepadanya."
.
.
.
Yap, segini saja tentang chapter 4. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang chapter kali ini?
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
Salam
Hikari Syarahmia
Review yang baik dan sopan ya. ^^
Ingat saya ini adalah cewek. Bukan cowok.
