WARNING : SEBELUM MEMBACA CHAPTER INI, SILAHKAN BACA CHAPTER TIGA LEBIH DULU, KAREN CHAPTER 3 SUDAH SAYA REMAKE, JADI SILAHKAN BACA CHAPTER 3 DULU UNTUK MENGHINDARI KEBINGUNGAN KETIKA MEMBACA CHAPTER INI OK? ^_^
"maaf saja ya, meskipun aku senang sudah keluar, tapi 'naruto' tidak mengizinkanku berlama-lama, jadi…" naruto kembali menghilang dan muncul dihadapan sasuke yang masih bersandar di pembatas dimensi susano'onya sudah menghilang, "AKAN KUAKHIRI DENGAN CEPAT" naruto menghantam perutnya dengan tangan yang teraliri petir, membuat sasuke memuntahkan makan paginya,
'recipro : extend' …..
SUMMARY :
Dunia terbagi menjadi beberapa dimensi, salah satunya dimensi yang dihuni para penyihir dengan spirit beast mereka, namun ada dimensi yang sihuni oleh makhluk jahat yang berniat menghancrkan dunia, bagaimana kelanjutan ceritanya? Mari baca bersama langsung dari T K P
DISCLAIMER : MASHASHI KISHIMOTO
Vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv
Vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv
Vvvvvvvvvvvvv
Vvvvvv
Vvv
Vv
v
Gumaman naruto disertai suara bising yang menghiasi kakinya, berhasil mengalihkan perhatian sasuke dari rasa penasarannya akibat kata-kata naruto tadi, pemuda berambut bebek itu kembali mengumpulkan tenaga seraya memikirkan cara agar dapat keluar dari situasi berbahaya yang dihadapinya sekarang, dia sadar, jika dia tidak bisa menemukan cara untuk menghindar dari serangan naruto yang selanjutnya, maka dia akan berakhir dengan rasa malu akibat kekalahan dari rakyat biasa. Di sisi penonton sendiri, para 'pengikut' sasuke terutama ketiga gadis fanatiknya itu menatap pujaan hati mereka dengan tatapan khawatir, "kenapa sasuke-kun diam saja, AYO SASUKE-KUN HAJAR ANAK TIDAK TAU MALU ITU" sakura berteriak, diikuti dengan 'yel-yel' oleh hinata dan ino.
Di balkon kepala sekolah dan para sage, empat psang mata penuh pengalaman itu menatap tajam ke arena, "elemen's soul kah, tak kusangka anak seusianya bisa memiliki kemampuan setinggi itu, menciptakan 'pribadi' baru dari elemennya, lalu diisi menggunakan energy elemen alam, bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan sembarang orang" jiraiya berkomentar, "ya, selain itu, mampu mempertahankan kesadaran elemen's soulnya dalam waktu yang relative lama tanpa kehilangan kesadaran, membuktikan kalau dia memiliki kapasitas mana yang tidak main-main, dan lagi, 'kepribadian lainnya' itu sepretinya sangat penurut padanya, mengingat bahwa dia bersedia mengakhiri pertarungan ini karena permintaan sang 'kepribadian utama'" orochimaru membalas.
Hiruzen dan tsunade hanya bisa menatap 'naruto' dalam diam, kemampuan pemuda itu benar-benar membuat mereka berdua sebagai seorang wizard dengan kemampuan yang dianggap tertinggi di KWA tercengang, apa yang membuat pemuda seumuran naruto harus berlatih hingga mencapai level yang sekarang? Dia bukanlah seorang dari klan bangsawan hingga dia tidak punya kewajiban untuk menjadi nomor satu diusia semuda itu, usianya bahkan belum sampai 17 tahun, tsundae dan hiruzen juga yakin, kalau pemuda itu tidak punya alasan hingga dia harus sekuat ini dalam waktu cepat. Mereka bertiga yakin, bahwa jika salah satu dari mereka bertarung dengan naruto, meski yakin bisa menang, bukan tidak mungkin mereka akan babak belur atau bahkan sekarat sebelum berhasil menjatuhkan pemuda tampan itu.
Kembali ke arena, naruto bersiap melancarkan serangan terakhirnya, melesat dalam satu kedipan mata, dan lalu
BBUAAAKHHH
Mengantam sasuke dengan tangan yang teraliri petir, membuat sasuke memuntahkan makan paginya, sekaligus membuat pingsan pemuda keturunan uciha itu. Melihat sasuke sudah tidak sadarkan diri, wasit mengangkat tangannya dan menunjuk naruto yang entah sejak kapan sudah kembali ke penampilan normalnya, "PEMENANGNYA, KAZEMINARI NARUTO!" tidak ada tepuk tangan maupun sorakan yang mengiringi kemenangan naruto, yang tentu saja tidak dipedulikan oleh si 'putih' itu, "BATTLE DIMENSION, DIMENSION ONE, LOCK", arena berubah menjadi seperti ruang auditorium, menandakan dimensi arena sudah ditutup.
Naruto melangkah keluar dengan santai, meninggalkan sasuke yang tengah diurus oleh staf medis, namun ketika akan melangkah mendekati pintu, langkahnya terhalangi oleh para pengikut sasuke, "kau…, APA YANG KAU LAKUKAN PADA SASUKE-KUN!", ino menunjuk naruto dengan tatapan marah, "KAU PASTI MENGGUNAKAN CARA CURANG UNTUK MENGALAHKAN SASUKE-KUN BUKAN?, MENGAKULAH", naruto mengangkat sebelah alisnya, membuat ino semakin marah, bersiap melepaskan sihirnya, namun ditahan oleh sai, "hentikan yamanaka-san, menggunakan sihir diluar arena pertarungan dan tanpa persetujuan guru, akan membuatmu berada dalam masalah, meski kau adalah seorang pewaris klan sekalipun" sai menengahi, neji menimplai, "…..selain itu, tuduhanmu padanya tentang menggunakan cara curang itu tidak berdasar sama sekali, kau tentu tau, tidak ada yang bisa menggunakan cara curang dalam dimension arena, karena jika itu terjadi, maka dia akan langsung dikeluarkan secara otomatis dari arena….." timpalan neji membuat ino, hinata dan sakura memandang neji dengan tatapan tidak percaya, "lalu bagaimana sasuke-kun bisa kalah", pertanyaan sakura membuat naruto sedikit kesal, dia lelah, setelah menggunakan salah satu kartu trufnya, tentu saja tubuhnya perlu diistirahatkan, dan sekarang para pengikut fanatic si rambut bebek ini mengganggu istirahatnya?, "menyingkirlah…." Desisan naruto mengalihkan pandangan mereka yang sedang bertengkar, "sebelum aku menyingkirkan kalian".
Intimidasi naruto entah bagaimana membuat mereka semua secara tidak sadar membuka jalan untuk pemuda itu, mererka hanya mampu terdiam ketika naruto berjalan melewati mereka, aura yang dikeluarkannya benar-benar tidak bersahabat, terutama sakura, dia kembali mengingat saat naruto mengancam mereka hari itu, agar mereka tidak mengganggu kehidupan si putih, agar mereka menjauh darinya, namun sakura yang terlanjur marah langsung kalap dan melemparkan sihir elemen air, puluhan jarum air melesat kea rah naruto, namun tanpa sakura sadari, "sudah kubilang, menyingkirlah" sebuah desisan tajam berasal dari belakang sakura membuat gadis berambut pink itu terperanjat, sensasi dingin di lehernya akibat sihir angina naruto yang ditajamkan membuat gadis itu berkeringat dingin, "jika kau tidak ingin menyingkir jangan salahkan aku jika klan haruno harus mencari pewaris yang baru" tidak ada satupun dari 8 orang yang ada disana yang bergerak untuk menolong sakura, pasalnya leher gadis itu sudah sedikit mengeluarkan darah meski naruto hanya menempelkan tangangannya pada leher gadis itu, sedetik kemudian, naruto melepaskan sihirnya, kembali berjalan meninggalkan mereka yang masih syok atas kejadian barusan.
Disisi naruto, pemuda bersurai putih itu berjalan dilorong akademi, namun tak jauh didepannya, seorang pria bertubuh kekar dan berambut pendek berwarna hitam kembali menghadang, tak menghiraukan pria itu, naruto hanya berjalan melewatinya, ketika naruto sudah berada dibelakang pria itu, "kazeminari" naruto berhenti, tidak mengalihkan pandangannya, dan hanya menatap datar kedepan, "apa yang kau inginkan, juumonji" pria yang dipanggil juumonji itu berbalik menghadap naruto yang masih memunggunginya, "ada yang ingin kami bicarakan denganmu", "sudah tak ada lagi yang harus kita bicarakan, kalian sendiri yang bilang begitu bukan?" naruto membalas, juumonji hanya menghela nafas, "kami tau ta-", "jika kalian tau, maka jangan pernah ganggu aku lagi", naruto kembali melanjutkan langkahnya, namun sebuah hawa dingin kembali menghentikan kakinya, "kali ini apa yang kau inginkan, yotsuba" tak jauh dari posisi juumoni, seorang gadis bersurai hitam dan bermata biru, menatap naruto dengan pandangan sedih, "seperti yang juumonji-kun sampaikan naruto-kun, kami hanya ingin bicara".
Naruto kesal, tangannya mengepal, disekitarnya angina seperti berhembus liar, menghasilkan goresan-goresan kecil pada tiang dan tembok akademi, "sudah aku katakan, tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, jadi berhentilah menggangguku" naruto sedikit membalikkan kepalanya, hingga matanya yang telah dalam mode 'king' menyebarkan terror pada kedua orang itu, "sampaikan ini juga pada saegusa, tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, kalian sendiri yang telah membuang persahabatan kita hanya demi memenuhi keserakahan kalian, memanfaatkanku demi kepuasan klan kalian, setelah semua itu kalian fikir aku akan kembali?, JANGAN BERCANDA!" hempasan aura berwarna putih kebiruan mendorong kedua orang didepan naruto mundur. Naruto menutup mata dan menghela nafas pelan, "pergilah, aku sedang lelah, dan berhentilah mengikutiku, kalian tau sendiri akibatnya jika 'dia' mengamuk" selepas mengetakan itu, naruto berbalik dan melanjutkan langkahnya kekamar untuk istirahat.
Sementara juumonji dan gadis yang dipanggil yotsuba oleh naruto masih berdiam di tempat itu, hingga seorang gadis berambut hitam bermata merah keluar dari balik tiang, "kau sudah dengar sendiri saegusa, dia tidak ingin kita mengganggunya lagi" gadis yang dipanggil saegusa itu menunduk, dia mendengar semuanya, Karena itulah dia merasa sedih, " aku tau juumonji-kun semua yang terjadi pada naruto-kun adalah kesalahanku, karena keegoisanku ingin menjadikan sepuluh master klan sebagai yang terkuat, aku memanfaatkan naruto-kun, hingga…. Hingga" gadis yotsuba dengan nama lengkap yotsuba miyuki itu menenangkan saegusa dengan memeluknya, juumonnji sendiri menatap lorong akademi dengan tatapa miris, "ini bukan hanya salahmu, ini salah kita semua, seperti yang naruto bilang, demi memenuhi keserakahan klan kita, kita bahkan mengorbankan sahabat kita sendiri, dan sekarang setelah kita pernah berniat membunuhnya demi mengambil kekuatannya, kita tiba-tiba dating dan berniat minta maaf, tentu saja dia tidak akan melakukan itu dengan mudah".
Skip two days later
Dua hari pasca pertandingan naruto dan sasuke, serta pertemuan naruto dengan orang-orang dari masa lalunya, kini pemuda bermata emas itu tengah duduk dikelas mendengarkan penjelasan dari salah satu guru akademi yang paling terkenal dengan kemalasannya kecuali dalam misi, hatake kakashi, pria yang entah kenapa menggunakan penutup wajah hingga hanya memperlihatkan wajah bagian atas serta rambutnya itu, tengah menjelaskan mengenai, "kunjungan wisata ini akan kita adakan di Kyoto, lebih tepatnya teritory para yokai, sebagai wujud kerjasama antara akademi ini dengan pihak yokai, maka kita akan mengirimkan beberapa siswa dan siswi dari setiap kelas sebagai perwakilan, mulai dari kelas dengan tingkatan F hingga kelas tingkatan S, tentu saja kalian yang merupakan kelas dengan tingkatan A akan diwakili oleh 10 siswa dengan kemampuan tertinggi pada saat ujian masuk, dengan kata lain 10 besar yang berhasil saat ujian masuk akan mewakili kelas ini saat kunjungan nanti, siapa tau saja kalian akan mendapatkan partner saat disana" seorang siswa tiba-tiba saja mengangkat tangannya, "sensei, apa maksudnya dengan partner?", "oh nagumo-kun, partner yang kumaksudkan adalah, partner bertarung, lebih seperti menjalin kontrak, tidak seperti sacred beast kalian yang akan hidup dan mati bersama kalian, partner ini hanya akan berfungsi dan bisa kalian panggil hanya pada saat bertarung saja, ini akan lebih memudahkan kalian, karena jika setiap kalian bertarung dengan mengandalkan sacred beast kalian saja, maka itu akan sangat merepotkan kalian, karena memanggil sacred beast saja membutuhkan mana yang tidak sedikit, kau mengerti?" pertanyaan kakashi dijawab anggukan oleh nagumo, "baiklah, jika tidak ada yang ingin ditanyakan lagi maka kelas ini kututup disini, sampai jumpa di kunjungan nanti".
Waktu istirahat di KWA sangatlah penting bagi para siswanya, kenapa? Ada dua hal, yang pertama bagi murid kelas C keatas, mereka bisa mendapatkan makanan murah bahkan gratis, yang kedua, bagi murid kelas B ke atas mereka bisa memeras murid dibawahnya dengan mudah tentu saja. Disisi sasuke dan 8 orang temannya, mereka tengah duduk di meja kantin dengan santai(plus sombongnya yang minta ampun), tidak ada yang berani bahkan untuk hanya sekedar lewat, tapi sepertinya ketidak beruntungan menghinggapi seorang siswa berambut model mangkok, yang tengah berjalan dengan santainya disampin meja sasuke dkk, yang kemudian tersandung, dan menumpahkan semangkuk ramen panas tepat didepan sasuke, "ma-ma-maafkan aku uciha-sama, ak-aku tidak sengaja" siswa tadi segera mengambil sapu tangan dari sakunya dan berniat membersihkan seragam sasuke, namun tiba-tiba saja sebuah tendangan bersarang diperutnya, dia melayang dan menabrak beberapa meja hingga hancur, "tidak sengaja kau bilang?, apa kau pikir ketidak sengajaanmu itu bisa membebaskanmu dari kesalahanmu? HAH" sasuke meraung, menatap siswa tadi dengan pandangan garang, mendudukan dirinya didepan siswa itu, memegang kedua pipinya, "siapa namamu", "l-l-lee", sasuke menyeringai, "lee, dari namamu kau seorang petarung, iya kan?" lee mengangguk lemah, perutnya terasa sakit, selain itu terlihat seperti bekas terbakar disana, sasuke pasti menggunaka elemennya saat menendang.
Kantin KWA tiba-tiba menjadi lengang, tidak ada yang mau menolong lee, tentu saja, siapa yang mau berurusan dengan pewaris dari salah satu sepuluh master klan. Sasuke masih memgangi pipi lee, "karena kau seorang petarung, maka bagaimana kalau kau sparring denganku?" wajah lee memucat, dia tidak mungkin menang melawan sasuke, meski kemampuan bertarungnya lumayan hebat, tapi melawan sasuke yang memiliki kemampuan sihir diatas rata-rata murid lainnya sama saja dengan bunuh diri, karena itulah, lee segera menggelengkan kepalanya dengan cepat, "kau ingin aku memaafkanmu bukan?, kalau begitu bertarunglah denganku, tenang saja, aku akan sedikit lembut padamu" nada menyeramkan serta ekspresi gelap sasuke semaikn membuat lee benar-benar ingin lari saat itu juga, dia hamper saja kencing dicelana jika saja, "apa yang kau lakukan uciha" sebuah suara mengalihkan perhatian sasuke dkk dan juga lee, tak jauh dari mereka, seorang namikaze kurama berdiri dengan ekspresi datarnya, jika dilihat lebih jelas ekspresi kemarahan akan samar terlihat diwajah tampannya, "sebaiknya hentikan apapun yang ingin kau lakukan sebelum aku yang akan menghentikanmu" ancaman kurama terbukti ampuh dengan sasuke yang mendecih sebal sembari menatap tajam lee, "sampai jumpa lain waktu lee" desisan itu menandakan kemarahan sasuke yang masih belum reda.
Kurama yang melihat lee masih berbaring, memutuskan untuk mendekati pemuda berambut bob itu lalu memeriksa keadaannya, "bagaimana keadaanmu", lee hanya mampu tersenyum meringis seraya mencoba menguatkan dirinya, "tidak terlalu buruk senpai" sebuah kebohongan yang tertangkap jelas dimata kurama, "kau kuat, tapi akan lebih baik jika kita mengobati lukamu lebih dulu" kurama membantu lee berjalan dengan memapahnya, menimbulkan tatapan iri dari beberapa gadis disana, melihat betapa beruntungnya orang seperti lee bisa dipapah oleh kurama. Perjalanan mereka ke ruang kesehatan tidak begitu lama, mengingat kantin dan ruang kesehatan tidak begitu jauh, setelah masuk, kurama mendudukkan lee, dikursi hingga tak lama kemudian, seorang masuk. Tusnade senju melihat lee dan kurama yang tengah duduk terpisah, melihat perut lee membuat tsunade segera memberikan pertolongan segera, "apa yang terjadi padanya kurama", "uciha sasuke" nama yang disebutkan kurama sudah cukup membuat tsunade mengerti garis besarnya, "kusarankan kau menjauh darinya lee-kun", kurama terperanjat, "kau tau dia?", mendengar pertanyaan kurama sonatk membuat tsunade terkekeh kecil, "tentu saja, siapa yang tak akan kenal siswa yang menjadi langganan ruang kesehatan ini?, lee-kun sering keluar masuk ruang kesehatan karena luka berat maupun ringan setelah latihan maupun sparring dengan murid lainnya" kurama kembali terkaget mendengar penjelasan tsunade, "kenapa kau sampai seperti itu?" lee sedikit menundukkan kepalanya, "aku tidak begitu mahir dalam sihir, karena itulah aku memfokuskan diriku dalam berlatih martial art's, serta beberapa seni beladiri lainnya, meski sihirku tidak sekuat teman-teman yang lain, aku ingin membuktikan bahwa meski tanpa sihir sekalipun aku akan menjadi prajurit yang kuat".
Perkataan tanpa ragu yang dikeluarkan lee membuat kurama tertegun hingga akhirnya tersenyum senang, "kau hebat" hanya itu yang bisa dikatakan kurama, tekad yang dimiliki lee mungkin setara dengan 'orang itu', "kau mirip dengan'nya'", "eh?, 'dengannya'?, siapa senpai", lee bertanya, tapi hanya dijawab dengan senyuman oleh kurama, "cepatlah sembuh, lalu sparringlah denganku" entah kenapa tantangan yang diajukan oleh kurama tidak membuat lee takut, tak seperti tantangan yang diajukan sasuke, daripada bertarung melawan, lebih seperti berlatih bersama, karena itulah tanpa ragu lee menjawab, "ha'I, dengan senang hati" jawabnya bersemangat. Setelah berbincang sebentar dengan lee, kurama memutuskan untuk pergi lebih dulu, dengan dalih ada urusan yang cukup penting untuk diselesaikan.
Selepas keluar dari ruang kesehatan kurama tampak berjalan menuju belakang gedung akademi, disana terlihat seseorang sedang memunggunginya, "maaf membuatmu menunggu", orang itu masih belum berbalik, "ada apa hingga kau memintaku bertemu disini", "kita akan bergerak tak lama lagi, 'mereka' juga sudah memulai pergerakan, sebelum itu, kita harus menemukan'nya' lebih dulu dibanding mereka", kurama terkekeh, "aku sudah menemukannya" orang itu berbalik, dengan tatapan terkejut dia menatap kurama, "kau, sejak kapan?" kurama kembali terkekeh, "sejak satu tahun yang lalu, lebih tepatnya bertemu secara tidak sengaja" orang itu menatap kurama kesal, "dan kau tidak membertahukannya kepadaku?", "butuh waktu, terlebih lagi 'dia' baru saja 'bangkit', untuk sekarang masih 50%, jadi masih butuh waktu cukup lama, karena itu jugalah aku baru memberitahukannya sekarang" orang itu menghela nafas, "aku mengerti, lebih baik tetap jaga 'dia', akan terjadi hal yang buruk jika sampai jatuh ketangan yang salah" kurama mengangguk.
Hening melanda mereka cukup lama, hingga salah satunya mulai angkat bicara, "untuk saat ini hanya itu yang bisa kusampaikan, berhati-hatilah jangan sampai 'terlihat' atau mereka akan 'menggigitmu'" setelah berkata demikian orang itu menghilang, meninggalkan kurama yang menatap langit sore dengan tatapan sendu, 'heh, bersembunyi dibalik kegelapan untuk melindungi cahaya, benar-benar seorang pahlawa heee, tapi sampai kapan kau akan seperti itu….
….kaguya"
T B C
Holaaaaaa, ryuga-kun disini, ini chapter empat yang saya bilang, oya, saya memasukkan beberapa karakter yang pastinya sudah dikenal oleh senpai serta para reader pecinta anime sekalian, cerita ini rencananya akan saya lanjutkan hingga episode yang entah keberapa, tentang jadwal up saya tida kbisa berkata pasti, jadi silahkan ditunggu saja bagi yang berminat, itu saja.
Hakumei ryuga OUT
