Title : Love Is Feeling

Author : In Hyun

Genre :Romance, school life, family, hurt, comfort.

Main Cast : Byun Baek Hyun

Kim Jong In As Kim Kai

Oh Se Hun

Do Kyung Soo

Park Chan Yeol

Huang Zi Tao

Kris

Tae Hyung

And another cast

Pair : KaiBaek/HunBaek/KrisTao/KaiSoo

Warning : GS for uke, typo bertebaran di penjuru dunia(?) OOC.

Disclaimer : ini ide murni dari otak saya yang lagi senang nulis FF. Gak ada maksud buat menistakan cast yang saya paKai. Karena ini hanya imajinasi saya saja.

Mianhae jika ceritanya kurang bagus, soalnya saya masih baru di dunia perFFan

Aku harap para readers yang baca wajib komen, tau wajb kan :D harus ne. karena bagi seorang author komen itu berarti.

NO BASHHHH…

NO silent reader…

NO plagiat….

Bagi yang gak suka GS jangan baca. Tapi kalau tetap mau juga gak apa-apa XD

Ok gak usah banyak bacon(?) lagi let's read…

"jangan beritahukan namamu, jika kita bertemu suatu hari nanti kau baru boleh memberitahuku. Siapa tahu saja takdir mempertemukan kita lagi seperti di drama yang pernah aku nonton"

"hahah kau sungguh ajaib, percaya dengan hal semacam itu. Tapi baiklah suatu saat nanti aku akan menagih janjimu" ucap Kai mengacak surai Baek Hyun gemas. Sepertinya Kai benar-benar jatuh akan pesona seorang Byun Baek Hyun. Akankah takdir benar-benar mempertemukan mereka kembali? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Chapter 4

Setelah puas mengitari kota New York bersama Kai, Baek Hyun kemudian diantar pulang. Sebagai kenang-kenangan Kai memberikan gantungan ponsel untuk Baek Hyun yaitu replika patung liberty. Keesokan harinya Baek Hyun menuju bandara New York diantar oleh sang appa, sedikit kecewa karena tidak bisa melihat Kai untuk terakhir kalinya, setidaknya itu yang ada dipikiran Baek Hyun.

"Baek Hyunnie jaga dirimu baik-baik, appa menyayangimu. Sampaikan salam appa untuk eomma dan Tae Hyung katakan pada mereka kalau appa sangat menyayangi mereka. Berikan eommamu juga uang ini. Walaupun tidak seberapa, tapi ini akan membantu keungan eommamu" Baek Hyun memeluk appanya erat, Baek Hyun sungguh sangat sedih harus meninggalkan appanya.

"appa juga harus jaga diri, jangan telat makan dan istirahalah secukupnya" appa Baek Hyun menghapus air mata sang buah hati.

"ne appa akan menjaga diri"

Baek Hyun masuk kedalam meninggalkan appanya yang tengah melambaikan tangannya. Tak jauh dari sana seorang namja tengah berlari menuju bandara, namun sayang Baek Hyun sudah masuk ke dalam. Namja yang ternyata adalah Kai itu harus menelan pil kekecewaan. Aku yakin Baek Hyun kita akan bertemu lagi.

Love Is Feeling

Seoul, Korea Selatan

Baek Hyun menjalani harinya seperti biasanya, saat pulang sekolah dia akan bekerja part time di toko ataupun kafe-kafe yang ada di Seoul. Seminggu yang lalu adalah pengalaman yang paling berkesan Baek Hyun di New York. Mungkin Kai adalah salah satu alasan mengapa perjalanannya sangat menarik. Namun sepertinya dia harus terbangun dari mimpi indahnya, dia harus banyak mengumpulkan uang untuk membeli handphone baru yang hilang di New York.

"Chogi, aku ingin memesan" seorang namja melambaikan tangannya, Baek Hyun kemudiam menghampiri namja yang hendak memesan tadi.

"anda ingin memesan apa?" tanya Baek Hyun hendak menuliskan pesanan sang pelanggan.

"kau ingin apa Se Hun-ah?" tanya Su Ho pada Se Hun yang kini tengah asik berkutat dengan PSPnya.

"terserah kau saja hyung" jawab Se Hun acuh.

"dasar anak ini, harusnya kau menatapku jika sedang berbicara. Tidak sopan sekali" Su Ho tidak habis pikir dengan hobaenya yang satu ini.

"mian, jadi anda ingin memesan apa?" tanya Baek Hyun lagi.

"oh iya aku hampir lupa, hmm tolong buble tea 2" Su Ho tersenyum kearah Baek Hyun, namja itu memamerkan senyum angel andalannya.

"ne, tunggu sebentar" Baek Hyun kemudian berlalu mengambil pesanan Su Ho. Senyum namja tadi menenangkan, tapi tidak untuk namja yang ada di sampingnya.

Tidak lama setelah itu Tao dan Kris tiba sambil bergandengan tangan.

"kalian tega sekali meninggalkan aku dan Tao" Kris sungguh kesal karena tadi mereka berempat janjian tapi malah Su Ho dan Se Hun malah pergi meninggalkannya.

"itu salahmu sendiri, siapa suruh tidak berhenti menebar kemesraan dengan Tao. Akhirnya kau tidak sadar kami sudah pergi" Su Ho mencoba membela diri.

"ini buble tea anda" Baek Hyun membawa 2 buble tea untuk Su Ho.

"Baek Hyunnie kau kah itu?" Tao yang tadi hanya diam mendadak berteriak saat melihat sahabatnya.

"Tao-ah" seru Baek Hyun, kemudian dihadiahi pelukan erat oleh Tao.

" ya gadis tengik, kapan kau kembali dari New York. Kau bahkan tidak mengabariku saat kembali" Tao menggerutu kesal, walaupun begitu tapi ia sungguh senang bisa melihat Baek Hyun lagi setelah 2 minggu tidak bertemu.

"mian Tao, handphonku rusak saat di New York"

"kapan kau kembali Baek Hyun-ah" tanya Kris, tidak heran Kris bisa mengenal Baek Hyun. Sejak pacaran dengan Tao 4 bulan yang lalu Tao langsung memperkenalkan namjachingunya itu pada sahabat sejak kecilnya.

"seminggu yang lalu oppa"

"mwo seminggu yang lalu dan kau tidak mengabariku. Hah ini pasti karena kau sudah mendapat kenalan bule yang tampan di sana. Ayo mengaku saja" Tao menggoda Baek Hyun, kemudian dibalas pukulan ringan di lengannya oleh Baek Hyun.

"ehemmm ada orang lain disini" Se Hun yang sejak tadi diam akhirnya jengah juga dengan acara reunian ini.

"hahah mian, oh iya Baek Hyunnie kenalkan ini Su Ho oppa, dia sunbaeku di sekolah. Dan yang menyebalkan tadi adalah tuan OH SE HUN dia seangkatan dengan kita" Tao memperkenalkan Se Hun dengan banyak penekanan ditiap namanya.

"annyeong Baek Hyun imnida" Baek Hyun membungkuk sedikit.

"ne annyeong Baek Hyun-ah, kau bisa memanggilku Su Ho oppa" Baek Hyun sungguh menyukai senyum namja ini.

"tadi namaku sudah diperkenalkan jadi tidak usah diulang lagi" namja ini wajahnya datar sekali, seperti mayat hidup saja.

"kalau begitu aku permisi dulu, aku pergi dulu Tao-ah. Masih banyak pelanggan yang harus dilayani lagi"

"ne, lain kali kita akan mengobrol banyak" Baek Hyun kemudian berlalu pergi meninggalkan Tao dan teman-temanya.

Love Is Feeling

New York

Kai memperhatikan layar ponselnya, di sana terpampang foto gadis cantik yang sedang tersenyum dengan latar foto gedung-gedung town square. Itu adalah foto Baek Hyun. Kai mengambil foto itu saat Baek Hyun melupakan kameranya di mobil Kai. Jika gadis bermata sipit itu tahu pasti ia akan marah, pikir kai. Kai mengusap layar handphonenya memperlihatkan berbagai foto Baek Hyun dengan berbagai pose yang sangat lucu. Kai tak henti-hentinya tersenyum. Namun kegiatannya sepertinya harus ia tunda saat handphonenya bergetar 'appa is calling"

"yeoboseo appa" jika eommanya yang menelfon pasti kai akan malas mengangkatnya.

"bagaimana kabarmu?"

"aku tahu, appa menelfonku malam-malam begini bukan sekedar untuk menanyakan kabarku. Langsung keintinya saja, sekarang aku lelah" memang kedengaran Kai tidak sopan terhadap appanya, tapi dia sudah jengah. Karena dia tidak pernah betul-betul mendapat perhatian orang tuanya terutama sang appa.

"baiklah appa langsung saja ke inti. Appa menelfonmu agar kau kembali ke Korea bulan depan dan akan sekolah disini. Pasti kau juga sudah mendengar dari sekertaris appa. Kalau begitu istirahatlah" appanya tidak membicarakan perihal pertunangan Kai dengan Kyung Soo. Menurutnya sebaiknya Kai diberitahu saat ia kembali nanti. Lagipula Kai tidak akan mampu menolak keinginan tuan Kim.

Saat terdengar bunyi PIP tanda sambungan sudah diakhiri. Kai melempar Handphone itu ke kasurnya. Entah ia harus senang mendengar bahwa ia tidak harus tinggal lagi ditempat yang menurutnya asing ini, ataukah sedih karena harus merasakan memiliki keluarga tapi tidak seperti memilikinya. Memanggil eomma yang bahkan bukan eommamu, dan eomma kandungmu harus terkurung dalam sangkar emas appanya. Namun ada satu yang bisa membuat hatinya menghangat, jika ia kembali berarti ada kemungkinan ia akan bertemu lagi dengan Baek Hyun. Mungkinkah ?

"apakah inilah pilihan yang tepat? Haruskah aku kembali sekarang?"

Love Is Feeling

Seol, Korea Selatan

"annyeong Seoul!" gumam seorang namja saat pertama kali menginjakkan kakinya di bandara Incheon.

"anyeonghasimikka tuan muda. Akhirnya anda kembali" seorang pria yang sudah berumur, atau bisa dipanggil Dong Hae menghampiri tuan mudanya.

"ahh lama tidak bertemu ahjussi, kenapa tidak usah berbicara formal kepadaku. Panggil namaku saja juka kita hanya berdua"

"hahah tentu Kai-ah, kau sudah tumbuh sebesar ini. Kau bahkan mengalahkan tinggiku" seseorang yang tadi dipanggil tuan muda itu ternyata adalah Kai.

"tentu saja ahjussi, aku tumbuh dengan baik. Appaku sangat tahu bagaimana membesarkan anaknya dengan uangnya itu" Kai tersenyum getir, bukan maksudnya untuk memamerkan uang keluarganya. Namun sebaliknya, itu adalah kata-kata yang mengisyaratkan betapa terlukanya Kai hidup selama ini tanpa kasih sayang melainkan dengan uang appanya.

"tenang saja Kai, suatu saat nanti kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini" Dong Hae yang mengerti arah ucapan Kai barusan mencoba menghibur remaja tersebut.

Dong Hae adalah sekertaris kepercayaan keluarga Kim, dia sudah mengabdi pada keluarga ini semenjak ia masih kecil. Bersama dengan appanya, dan sekarang kini giliran Chan Yeol anak Dong Hae yang nantinya akan mendampingi tuan muda keluarga Kim.

"Kai-ah, eomma tidak menyangka kau sudah tumbuh sebesar ini. Apakah kau hidup dengan baik di sana? Kau makan dengan baik kan? Bagaiman dengan temanmu, mereka pasti sangat cantik dan juga tampan-tampan. Eomma suka melihat drama-drama orang Eropa. Mereka berbahasa inggris dengan baik. Wah sungguh sangat keren, apa ada yang kau suka diantara temanmu itu?" Kai hanya tersenyum mananggapi ocehan eommanya. Mungkin salah ssatu alasan kenapa Kai menyukai Baek Hyun. Eommanya mirip dengan gadis imut itu. Sangat cerewet pikirnya.

"bagaimana Kai bisa menjawab pertanyaanmu yang bahkan mengalahkan pertanyaan ujian masuk universitas itu" appa yang tadi hanya diam saat Kai datang akhirnya angkat bicara. Mereka kini duduk di ruang keluarga, saat Kai tiba dia langsung mencari eomma dan appanya untuk memberi salam.

"kau tidak usah ikut campur oppa, Kai kan putraku. Dan juga mana mungkin ujian masuk universitas seperti itu. Jika memang iya, orang tidak waraspun akan langsung lulus" Rye Wook tidak terima dengan Kang In.

"aku hidup dengan baik eomma" sang eomma sedari tadi sangan lengket dengan putranya itu hanya mampu tersenyum.

"ne, kau pasti hidup dengan baik di sana" jawab Rye Wook sambil mengusap wajah sang anak.

"jadi kapan kau ingin mulai masuk sekolah?" tanya Kang In.

"terserah appa saja"

"baiklah, kalau begitu lusa kau bisa masuk. Karena besok kau harus ikut appa ke perusahaan. Media ingin meliput keluarga kita, jaga sikapmu besok"

"ne appa" Kai melirik eommanya sekilas, dan seperti dugaannya. Ada guratan kekecewaan di wajah eommanya. Siapa yang tidak kecewa jika disaat anak dan suamimu tampil dipublik, kau harus bersemmbunyi di balik layar.

"kalau begitu aku pamit eomma, appa. Aku ingin istirahat dulu" Kai membungkuk sedikit kemudian berlalu.

Drama keluarga Kim dimulai ketika Kang In dijodohkan dengan Hee Chul, anak dari rekan kerja appanya. Namun menginjak 6 tahun usia perrnikahan Kang In dan Hee Chul, mereka tidak kunjung diberi keturunan, dan ternyata Hee Chul divonis dokter tidak bisa memiliki keturunan. Hal ini kemudian dirahasiakan oleh Hee Chul dan Kang In, karena jika Kang In memberitahu eommanya dia berniat ingin bunuh diri.

Hee Chul yang memang sangat mencintai suaminya tidak rela jika dia harus dipisahkan dengan Kang In, karena ibu mertuanya berniat memisahkan mereka jika Hee Chul tidak bisa memberikan penerus bagi keluarga Kim. Eomma Kang In sangat gusar kala itu. Bagaiaman tidak Kang In adala anak satu-satunya, dan jika dia tidak memiliki anak maka garis keturunan keluarga Kim akan terputus. Lalu siapa yang akan mewarisi perusahaan mereka. Dan saat itulah, Hee Chul membawa Rye Wook dalam kehidupan mereka.

Rye wook hanya gadis desa, yang hidup dengan neneknya saja. Hee Chul dikenalkan dengan gadis polos yang bahkan baru duduk di bangku senior high school itu oleh sahabatnya. Dengan iming-iming harta dan kebagahagiaan, Hee Chul mencoba membujuk Rye Wook. Dan juga akan menjanjikan kehidupan yang layak bagi neneknya. Rye Wook yang memang bermimpi ingin hidup di kota itu langsung setuju. Dan berakhirlah dia menjadi istri kedua Kim Kang In. Yang rencana awalnya Rye Wook bukan untuk dijadikan istri melainkan hanya utuk melahirkan keturunan Kim saja. Namun takdir berkata lain, ternyata Kang In mencintai Rye Wook. Hee Chul awalnya menolak namun Kang In mengancam.

"jika kau tidak setuju, aku akan membocorkan kepada eommaku bahwa kau mandul" itulah kata-kata yang terlontar dari mulut Kang In.

Rye Wook akhirnya melahirkan keturunan Kim, seorang putra yang tampan. Eomma Kang In sangat bahagia. Dramapun tettap dilakukan, eomma dan appa Kang In hanya mengetahui bahwa Hee Chul adalah ibu dari anak yang baru lahir.

Rye Wook semenjak itu hanya terkurung di rumah bak istana itu. Hidupnya kian membaik ketika umur Kai menginjak 3 tahun nenek dan kakek kai meninggal dalam kecelakaan pesawat. Kemudian 11 tahun kemudian Hee Chul memutuskan untuk keluar dari rumah. Dan hidup diistananya sendiri, dia tidak tahan dengan Kang In yang seolah tidak perhatian padanya lagi.

Jadi kapan drama ini akan berkahir?

Sore ini Baek Hyun memulai pekerjaannya lagi di sebuah mini market. Entah sudah berapa jenis pekerjaan yang sudah ia lakukan, dari jadi pencuci piring, penyanyi, pelayan kafe, dan penjaga mini market. Tipe yeoja pekerja keras memang, yang penting menurutnya bisa membantu ekonomi orang tuanya karena sudah bisa hidup mandiri. Namun kali ini pekerjaanya sudah paten, saat pulang sekolah dia akan langsung bekerja di sini. Baek Hyun mulai melancarkan aksi selfienya, karena pembeli tidak ada yang perluh dilayani kemudian mengaploadnya di Ignya. Kini ia sudah mendapatkan handphone barunya, walaupun ia beli dengan mencicilnya.

"hei, kau tidak dibayar disini untuk berfoto kan. Kau pikir dirimu model?" acara mari selfie versi Baek Hyun terhenti karena mendengar suara namja yang sangat menyebalkan menurutnya. Suara ini sudah sangat ia hafal saat beberapa hari yang lalu. Yang selalu datang hampir 2 minggu belakangan ini.

"wae" Baek Hyun memajukan wajahnya menantang.

"tidak sopan sekali, apa perluh aku memanggil bosmu"

"yakk, sebenarnya apa maumu Se Hun-ssi" Baek Hyun mulai geram juga, setiap hari harus diganggu oleh namja albino ini.

"hahaha kau lucu sekali jika sedang marah. Ambilkan aku ramen dan buble tea Baek Hyun-ssi" jawab Se Hun sambil mengedipkan matanya.

Aku ingin muntah melihatnya, Baek Hyun berlalu mengambil pesanan Se Hun.

"ini makan dengan baik oke" Baek Hyun tersenyum dipaksakan, dengan sedikit wajah sinis.

Aku sepertinya betul-betul menyukainya, belum pernah ada yeoja yang seberani dia melawanku. Akhirnya Se Hun memakan ramennya dengan senyum nyang mampu membuat semua yeoja bertekuk lutut padanya, tidak terkecuali mungkin juga Baek Hyun jika ia melihatnya. Senyum mematikan tuan muda Oh.

Dipinggir seberang jalan seorang namja tan sejak tadi tidak berhenti memperhatikan aktifitas seorang yeoja yang tengah sibuk melayani pelanggan.

Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu adalah kata-kata yang ingin aku ucapkan ketika bertemu denganmu. Kata-kata yang membuat hatiku bergetar. Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, bahkan jika kita berada ditempat yang berbeda aku akan selamanya hanya melihatmu Baek Hyun-nie. Dan kini aku menemukanmu.

~~~TBC~~~

Pasti tahu dong kata-kata tadi punya siapa, review again juseyeo. Aku sangat senang kalau reviewnya banyak, dan bukan Cuma hanya ngomong lanjuttttt. Tapi aku lebih menghargai reveiw itu dibanding yang jadi silent reader. Mau next? Review yang banyak.

#bow

Oh iya hampir lupa FF Shining Like A Star aku tunda updatenya. Soalnya SIDERnya banyak banget. Aduhh pusing dari 200 lebih view chap 4 nya yang review Cuma 5 orang.

#ngenes bangettttt

BALASAN REVIEW CHAP 3

Rnine21 : hahah namanya juga si emak Baek. Centil emang :D

ByunViBaek : hahah cinta pada pandangan pertama. Maksih udah review.

Kkamjong : maksih udah review. Selamat membca next chapnya :D

Kapel : hee mugkin gak terlalu ribet konfliknya. Nanti gak ada ujungnay. Thanks uda review.

: salam kenal juga. Heheh HunBaeknya udah ketemu tuh

MARI REVIEWWWWWW