Fanfiction
Cast : Jongin, Sehun
Genre : Romance, Drama, Fantasy
Warn : Sexual Content
Summary : Sehun baru saja membeli mainan baru yaitu seorang hybrid anjing manis bernama Jongin. Kini ia bisa menjadikan seluruh fantasinya menjadi kenyataan, termasuk fantasi masa kecilnya yang tidak ia sangka akan terwujud yaitu jatuh cinta. HunKai/SeKai/SeJong. Yaoi. Jongin!Hybrid. Rated M.
Part Four
Day Twenty Five
Sehun tidak bisa tidak terpukau melihat keadaan Jongin sekarang. Hybrid itu terikat dikursi penumpang dibelakangnya. Bukan hanya tangannya, tapi seluruh tubuhnya. Tidak salah ia memasang bondage belt di dada, perut dan pinggang hingga pahanya, tubuh ramping Jongin terlihat sangat menggairahkan dengan berbagai sabuk menahan gerakan hybrid itu. Kaki langsing Jongin ditekuk dan masing-masing diikat dengan keadaan menekuk dengan belt membuat bongkahan pantat Jongin terlihat jelas. Tubuh ramping Jongin terlihat sangat menggiurkan dibelakang sana. Sehun sangat tidak konsentrasi menyetir mobilnya dengan pemandangan indah yang memantul di spion.
"Uhmm..Daddyhh.." Jongin mengerang pelan merasakan lengannya mulai pegal akibat diikat kebelakang dan dadanya jadi melengkung ke depan.
"Kenapa Jongin? Apa Jongin ingin sesuatu?" Sehun bertanya dengan suara lembut.
"Jongin lelah Daddy.." Jongin memandangi tubuhnya yang dipasangi begitu banyak sabuk hitam. Sedikit terlalu kencang memang, tapi membuat Jongin merasa…seksi. Penis mungilnya setengah menegang dengan keadaannya dirinya yang tidak berdaya.
"Lelah? Bukankah Jongin senang? Lihat itu penis Jongin mulai berdiri." Sehun tahu kalau peliharaannya itu menikmati permainan mereka. Well, Jongin selalu menikmati permainannya. "Kalau Jongin tidak mengganggu Daddy rapat, pasti Jongin akan duduk disamping Daddy dan lubang Jongin diisi mainan kesukaan Jongin, bukan butt plug yang tidak bisa menyentuh prostat Jongin.."
"Hmm..ngghh.." Jongin semakin kepanasan dengan kata-kata Sehun yang ditelinga terlalu vulgar.
"Jongin bisa bermain dengan penis Daddy selama Daddy menyetir, mungkin Jongin juga bisa mendapat sperma Daddy kalau Jongin memainkan penis Daddy dengan benar." Sehun yang berbicara dan dia juga yang menahan erangan membayangkan Jongin bermain dengan penisnya sementara dirinya menyetir dengan kecepatan tinggi menembus jalanan sepi Seoul pukul satu dini hari.
"Jongin mau penis Daddy. Jongin kangen penis Daddy." Kata-kata Sehun berpengaruh besar pada Jongin. Tubuhnya semakin menginginkan Sehun, ia ingin mengulum penis Sehun yang sedang menyetir, lalu ia ingin sperma Sehun menghilangkan dahaganya.
"Daddy tidak yakin mau memberikan penis Daddy untuk anak nakal sepertimu."
"Anghh..Daddyhhh..pleaaaseeeee..lubang Jongin sudah gatal sekali.." Butt plug yang mengisi rektum Jongin sama sekali tidak membantunya mendapatkan kepuasan. Jongin berusaha bergerak naik turun agar prostatnya disentuh sebentar saja tapi apa daya, butt plug itu hanya sepanjang lima sentimeter dengan diameter lima sentimeter pula, kurang panjang untuk menyentuh bagian terdalam anusnya.
"Shit..kau semakin hari semakin binal saja Jong.." Sehun meremas kemudinya dengan keras. Melihat tubuh Jongin naik turun seperti itu dari spion membuat penis Sehun memberontak dibawah sana.
Tidak sabar lagi untuk bermain dengan peliharaannya, Sehun menepikan mobil mahalnya dipinggir jalan yang sepi. Hanya ada deretan toko-toko yang masih gelap dan tidak ada orang berlalu-lalang sama sekali. Sehun meminggirkan mobilnya dengan asal dan segera bergabung dengan Jongin di kursi penumpang belakang.
"Daddyhhh..tadi Jongin hanya..hanya.." Jongin mencari-cari alasan agar Sehun mau memaafkan kenakalannya dan segera memperkosa lubangnya yang sudah terasa sangat gatal.
"Hanya apa?"
Jongin tidak bisa menemukan kebohongan yang tepat. Tingkah nakalnya tadi sepenuhnya karena dorongan nafsu seksual yang sudah berhari-hari ia pendam. Melihat Sehun begitu menggoda dengan jas dan rambut berantakan, belum lagi kewibawaannya yang sangat mendominasi ruang kantor tadi. Jongin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh daddy-nya.
"Jongin begitu merindukan penis Daddy?" Sehun membelai wajah merah Jongin.
"Iya Daddy. Jongin sangat merindukan penis Daddy. Jongin ini dipeluk Daddy, dicium Daddy, dan ditumbuk anusnya oleh penis Daddy." Jongin menganggukkan kepalanya dengan cepat. Dirinya berkata jujur, ia memang sangat merindukan sentuhan Sehun.
"Tapi kan Daddy pernah memberi tahu Jongin kalau Jongin tidak boleh bertindak seperti itu ketika ada orang lain. Belum lagi tadi kita sedang tidak di kamar. Kalau orang lain tahu bagaimana? Jongin mau diculik lalu diperkosa dan berpisah dengan Daddy?" Sehun menakut-nakuti Jongin dengan ancaman kosong. Tidak mungkin ada yang memisahkan mereka saat ini, kecuali kematian.
"Ma-maaf Daddy. Jongin pikir Daddy akan senang kalau Jongin membuat Daddy nyaman." Jongin memandang Sehun dengan wajah penuh ketakutan. Berpisah dengan Sehun adalah hal terakhir yang Jongin harapkan.
"Maka dari itu patuhi seluruh aturan Daddy. Semua itu untuk kebaikan Jongin." Sehun menjilat lidahnya yang terasa begitu kering melihat tubuh terikat Jongin. Begitu puas Sehun dengan peliharaannya ini, semakin hari semakin binal, semakin manja padanya, semakin membuatnya tidak betah dikantor…
"Baik Daddy." Jongin menganggukkan kepalanya kuat-kuat agar sesi bicara mereka segera selesai dan berpindah ke sesi bercinta yang panas. Jongin memajukan kepalanya mendekati wajah Sehun, memohon untuk dicium.
"Kau benar-benar membuatku gila, bagaimana bisa kau bisa menggemaskan dan menggairahkan disaat yang bersamaan?" Sehun bergumam pada dirinya sendiri, ditangkupnya pipi tembam Jongin dan dengan segera ia lumat bibir penuh yang sedari tadi berusaha menggapai bibirnya.
Jongin menutup matanya dan menikmati bibir tipis Sehun yang melumat bibirnya kasar dan tidak sabaran. Bibirnya digigit dan dihisap bergantian tanpa henti, hal ini membuat Jongin semakin kepanasan, ia ingin meremas rambut hitam Sehun agar ciuman mereka semakin mendalam.
Merasa penisnya sudah semakin tegang, Sehun segera melepaskan ciumannya dan mendorong tubuh Jongin sejenak untuk membuat tempat agar ia bisa menurunkan celananya. Ruangan sempit dalam mobil itu membuat Sehun semakin terasa panas, ditindihnya tubuh Jongin yang tangannya masih terikat ke belakang dan kakinya yang ditekuk dan terikat. Kedua kaki Jongin dibuka lebar-lebar agar Sehun bisa melihat lubang yang akan memberinya kenikmatan.
"Jongin sudah tegang sekali. Haruskah Daddy langsung memulai permainan tanpa persiapan?" Sehun menggesek penis tegang Jongin dengan penisnya yang juga sudah sangat tegang.
"Anghh, masukkan saja Daddyhhh..Jongin sudah tidak tahanhhh.." Pinggul Jongin ikut bergerak agar friksi pada penisnya semakin kuat. Sehun menyeringai dan segera menarik pinggul Jongin agar semakin naik. Tanpa memperdulikan lubang anus Jongin yang masih dipenuhi butt plug, Sehun menghujam lubang itu dengan penis besarnya. Hanya ada sisa pelumas yang beberapa jam lalu Jongin gunakan sebelum berangkat ke kantor Sehun dan pelumas itu sudah nyaris kering didalam anusnya.
"Akhhh! Daddyyhhhhh!" Jongin mengigit bibirnya kuat-kuat ketika sensasi menyakitkan dibawah sana memenuhi seluruh saraf tubuhnya. Sehun tidak peduli dengan sakit yang dirasakan Jongin, penisnya sudah sangat merindukan pijatan dinding anus Jongin.
"Kau masih seketat yang aku ingat." Sehun memegang sandaran kursi agar gerakannya tidak goyah dan bisa semakin cepat. Sedangkan Jongin dibawah sana hanya bisa mengikuti gerakan kasar Sehun yang menghujam lubangnya tanpa perasaan. Jongin merindukan hal ini, bercinta hingga ia merasakan sakit dan nikmat yang tidak terperi.
Mobil Sehun bergerak tanpa irama dan pasti akan menimbulkan tanya bagi setiap orang yang melihatnya. Untung saja saat ini sudah lewat tengah malam, kemungkinan mereka tertangkap karena bercinta didalam mobil sangat kecil.
"Ahhhnn…Daddyhhhh…mmhhh…" Jongin merintih setiap prostatnya ditumbuk oleh ujung penis Sehun. Tubuh terikat Jongin tertekuk menyakitkan diantara jok mobil dan tubuh kekar Sehun, tangan Jongin terasa pegal dan punggungnya nyeri tapi rasa tidak nyamannya itu tidak sebanding dengan kenikmatan yang ia rasakan dibawah sana.
"Ohhh…Daddy besarhhhh…" Jongin menatap dada bidang Sehun yang bergerak diatasnya. Otot dada dan perut Sehun tercetak jelas dari balik kemeja putih yang dibasahi oleh keringat.
"Anghhh..cepat Daddyhh.." Lubang Jongin rasanya sudah sangat perih tapi ia masih ingin terus dimanja prostatnya. Penis mungilnya sudah sangat tegang dan precum banyak membasahi perutnya dan kemeja Sehun.
"AHHHH! Sa-sakithh..oohhh..nhhnnn…" Puting Jongin baru saja ditarik dan digigit oleh Sehun hingga sedikit berdarah. Mata Jongin mulai berkunang-kunang, lubangnya yang dihajar tanpa perasaan dan sensasi ngilu yang baru saja menerpa dadanya.
"Tatap Daddy dan katakan betapa Jongin menyukai penis Daddy mengisi lubang Jongin dengan kasar." Sehun menatap tajam peliharaannya yang memejamkan mata.
"Nghh..ahhh..pe-penis Daddyh—AHH!" Jongin menjerit kembali ketika putingnya digigit hingga berdarah lagi. Rasa sakit itu datang bersamaan dengan rasa sakit diantara kakinya. Jongin baru saja akan orgasme sayangnya tangan Sehun meremas pangkal penisnya hingga cairan cintanya tidak bisa keluar sama sekali.
"Katakan dengan jelas Jongin atau Daddy tidak akan memberikanmu orgasme semalaman." Sehun menaikkan kecepatan pinggulnya, butt plug yang ada didalam anus Jongin membuat penisnya terasa sangat nikmat. Butt plug itu memiliki permukaan yang bergerigi sehingga penisnya terasa sangat geli setiap ia mengeluar masukkan penisnya dalam lubang Jongin.
"Ahhh..pe-penis Daddy sangat besarhhh..mmhhmm…lubang Jongin penuh d-dan terasa sesakhhh.." Bibir Jongin bergetar dengan setiap kata yang terucap dari bibirnya. Kenikmatan dan kesakitan yang ia rasakan saat ini sama besarnya, ia tidak tahu mana yang lebih mendominasi dan itu membuat Jongin kesulitan berkata-kata.
"Hanya itu?" Sehun menarik tubuh Jongin yang sedikit melorot. Dicengkramnya rambut Jongin dan diciuminya rahang Jongin hingga menimbulkan bekas. "Jongin tidak ingin sperma Daddy?"
"Mau! Mau! Jongin mauhh..ahhh..Dadddyyyyhhhhh!" Jongin menjerit lagi. Penis Sehun yang ia pikir sudah masuk maksimal ke dalam tubuhnya ternyata masih bisa masuk lebih dalam lagi. Perut Jongin rasanya dikocok oleh penis Sehun, pantatnya diremas Sehun hingga tidak ada jarak antara pinggul mereka. Penisnya sudah ingin sekali meledakkan sperma tapi ia takut karena Sehun pasti akan murka jika Jongin orgasme tanpa perizinannya meskipun tangan Sehun sudah tidak lagi melingkupi penis Jongin.
"Buka mulutmu sayang." Sehun sebentar lagi sudah mencapai puncak. Lima hari tidak menerima pijatan dinding anus Jongin, membuat spermanya cepat keluar malam ini. Jongin juga merasakan hal itu, penis Sehun berkedut keras didalam anusnya. Ah, betapa rindunya Jongin dengan kehangatan sperma Sehun.
"Ohh..nikmatnya…" Sehun mengeluarkan penisnya dan mengarahkan senjatanya itu didepan wajah Jongin. Cairan putih yang hangat dan kental berebut keluar dari lubang kecil pada penis Sehun.
"Hmm..good boy.." Sehun tersenyum puas melihat Jongin yang bermandikan spermanya. Jongin yang masih terengah-engah terus membuka mulutnya hingga tidak ada lagi sperma yang keluar dari penis majikannya, meskipun sebenarnya Jongin lebih ingin cairan hangat itu memenuhi lubangnya.
"Such a good boy for Daddy.." Sehun mengecup kening Jongin yang berkeringat.
"Daddy…" Jongin menatap mata Sehun yang sudah tidak setajam tadi, mata Sehun sudah lebih hangat. "Pe-penis Jonginhh.." Jongin menatap penisnya yang masih tegang dan basah.
"Uh-uh, penis Jongin masih keras ya.." Sehun berkata ringan dengan nada riang. Jongin menegang mendengar suara ramah Sehun, biasanya selalu ada hal buruk yang terjadi pada dirinya—lubangnya lebih tepat—jika Sehun berbicara dengan nada ramah palsu seperti itu.
"Da-daddy jangan hukum Jongin.." Jongin menggigil ketakutan.
"Daddy sebenarnya tidak ingin menghukum Jongin, tapi Jongin terlalu nakal hari ini. Daddy tidak bisa menoleransi kenakalan Jongin lagi." Sehun memakai lagi celana panjangnya yang tadi ia lepas hanya sampai mata kakinya.
"Please Daddyhh…hiks.." Jongin mulai merengek, penyesalan baru ia rasakan karena mengganggu Sehun ketika rapat tadi.
"Shh, jangan menangis. Jongin akan menyukai hukuman Daddy malam ini." Sehun membuka tas kerja yang ia bawa dari perjalanan bisnisnya. Tangannya merogoh-rogoh sesuatu didalam sana sedangkan tangan satunya membelai-belai rambut Jongin dengan lembut.
"Nah, ini oleh-oleh Daddy untuk Jongin." Sehun mengeluarkan sebuah benda pipih berbahan metal yang panjang dan Jongin tidak begitu mengetahui alat apa itu.
"Jangan banyak bergerak, Daddy tidak ingin penis Jongin terluka nanti." Sehun mengelus-elus penis Jongin sejenak sebelum mendekatkan benda yang disebutnya hadiah pada bagian tervital Jongin.
"Shh..Dad-daddyhh.." Tubuh Jongin menegang merasakan dinginnya benda panjang yang menyentuh lubang penisnya. Matanya membelalak ngeri melihat kemana Sehun mengarahkan benda pipih tersebut.
"No..no…Daddyhhh…janganhhh…AKHHH!" Sounding rod masuk dengan sempurna kedalam lubang penis Jongin. Tubuh ramping itu mengejang merasakan sensasi baru dari mainan yang dikenakan Sehun untuknya. Dingin dan tidak nyaman. Tubuhnya yang diikat berkeringat banyak sekali, tangan dan kakinya sudah sangat pegal dengan posisinya yang sangat tidak nyaman itu.
"Bagaimana? Nikmat bukan?" Sehun tersenyum puas melihat ekspresi yang dikeluarkan Jongin. Hybrid itu sudah seksi tanpa harus memasang wajah sensual seolah minta digagahi.
"Ohhh…Daddyhhhh…rasanya..rasanya…" Jongin tidak bisa mendeskripsikan rasa yang tercipta dengan sounding rod didalam tubuhnya. Sakit? Lumayan. Geli? Iya. Nyeri? Iya juga. Nikmat? Sangat.
"Daddy akan pasang cincin ini, oke? Jongin harus menahan orgasme sampai rumah. Jangan sampai Daddy menemukan sedikit saja cairan yang keluar dari lubang penismu." Sehun berkata lembut seraya memasangkan sebuah cock ring baru yang belum pernah Jongin lihat.
"Hiks..ja-jangan Daddyhh..penis Jongin sudah sakit sekali..hiks.." Jongin menitikkan air matanya dan memasang wajah memohon pada Sehun. Benda metal didalam lubang urine-nya ini sangat menyiksa.
"Uwaaahhhh! Daddyyyhhhh!" Jongin menjerit lagi begitu Sehun mengeluar masukkan sounding rod dengan kecepatan pelan. Rasanya sangat nikmat titik sensitifnya dimanjakan dari lubang depannya, juga sangat menyakitkan karena sperma yang terkumpul dalam bola kembarnya sama sekali tidak bisa keluar.
Sehun melumat bibir Jongin lagi seraya memasang vibrator kecil diantar bola kembar Jongin. Hybrid itu sudah tidak bisa menjerit lagi, suaranya sudah habis. Bibirnya terbuka lebar tanpa ada suara yang keluar. Hanya bisa ia nikmati getaran vibrator pada bolanya serta tangan Sehun yang masih nakal memainkan sounding rod didalam penisnya.
"Be a good boy and hold it just for 30 minutes." Sehun mengecup pelan kepala Jongin. Tidak tega sebenarnya melihat Jongin menahan sakit sampai bibirnya bergetar seperti itu, tapi melihat Jongin yang serba diikat dan menderita seperti ini menjadi sensasi tersendiri untuk Sehun.
Sehun membuka pintu belakang dan keluar dari mobil. Digendongnya tubuh Jongin dengan hati-hati dan memindahkannya ke tempat duduk disamping kursi pengemudi. Sehun lagi-lagi berdecak puas melihat Jongin yang duduk didepan dengan kaki tertekuk dan terbuka lebar, tangannya diikat kebelakang serta penis mungil itu begitu merah dan tegang.
Begitu terburu-buru Sehun duduk dibalik setir dan mengemudikan kembali mobilnya menuju apartemennya. Rengekan dan tangisan Jongin sepanjang jalan membuat penis Sehun tegang kembali. Berkali-kali ia membelai lembut kepala Jongin agar hybrid itu merasa lebih baik meskipun kadang ia dengan kejamnya menggoyangkan dan memutar sounding rod dalam penis Jongin. Membuat Jongin menjerit dengan sisa-sisa suara yang ia miliki, penis mungil itu sudah sangat merah menahan cairan didalamnya.
—
Jongin rasanya sudah akan pingsan. Hampir tiga jam ia menahan orgasmenya dan selama tiga jam itu pula Jongin harus pasrah dengan segala rangsangan yang diberikan Sehun padanya. Sehun terus menggoda seluruh bagian tubuhnya tanpa membiarkan dirinya mencapai puncak. Lelaki pemiliknya itu bahkan sudah orgasme dua kali dan Jongin masih belum dibiarkan mendapatkan orgasme satu kali pun.
Jongin sudah mengulum penis Sehun dan membiarkan sperma Sehun membasahi seluruh wajahnya, lalu lubang sempitnya kembali diperkosa dengan kasar hingga pahanya dialiri sperma Sehun yang begitu banyak. Jongin sudah memohon dan menangis pada Sehun agar setidaknya membiarkan ia orgasme satu kali saja.
Seluruh tubuh Jongin juga pegal bukan main. Setelah keluar dari mobil, Sehun melepaskan bondage belt pada seluruh tubuhnya dan mengganti sabuk-sabuk itu dengan borgol dipergelangan tangannya yang dikaitkan pada bed post. Jongin sedikit bersyukur dengan hal ini, setidaknya ia bisa berbaring diatas kasur dan tubuhnya tidak lagi tertekuk dengan paksa. Bermacam-macam vibrator dan dildo sudah bergantian mengisi lubangnya, mulai dari yang berukuran luar biasa besar, bergerigi hingga anal beads menyiksa prostatnya. Bagi Jongin, malam ini adalah malam terpanjang untuknya.
Dipandanginya Sehun yang duduk di sofa kamar tidur mereka dengan mata nyaris terpejam, tubuhnya lelah, matanya berat dan rasa sakit yang begitu intens diantara kakinya. Sehun sibuk dengan kertas-kertas dan Jongin sangat benci itu, ia paling kesal ketika Sehun lebih memperhatikan kertas-kertas dibandingkan dirinya.
"Daddyh..ahh.." Jongin memanggil Sehun untuk kesekian kalinya. Pinggulnya bergerak lemah dengan sisa tenaga yang ia miliki dan vibrator hitam besar menggesek cepat prostatnya.
"Hm?" Sehun hanya bergumam pelan.
"Hiks..Daddyh.." Jongin tidak tahu harus memohon dengan cara apalagi agar Sehun mengasihani dirinya. "Jo-jonginhh..ahhh.." Penisnya kembali berkedut menyakitkan.
"Jongin, lihat Daddy." Sehun tiba-tiba sudah berada diatas kasur bersama Jongin. Mata Jongin mencoba menatap Sehun lekat-lekat. "Daddy akan memberikan sebuah orgasme pada Jongin tapi Jongin harus memuaskan Daddy terlebih dahulu."
"Be-benarkah? Uhh..nghh.." Jari-jari Sehun yang membelai perut dan dadanya membuat Jongin melenguh lagi. Jongin bersyukur akhirnya hukumannya akan segera selesai, ia berjanji pada dirinya sendiri agar jangan pernah sekalipun mengganggu Sehun ditempat umum seperti itu lagi.
"Hm.." Sehun menciumi mata Jongin penuh kasih sayang. Memang Sehun sedikit kejam pada Jongin dalam urusan ranjang, tapi lama-lama melihat Jongin merintih dan memohon seperti ini hati Sehun dikalahkan oleh nafsunya. Bagaimanapun juga tiga jam bukan waktu yang sebentar menyiksa Jongin hingga nyaris pingsan seperti ini.
Sehun melepas borgol ditangan Jongin masih sambil memainkan sounding rod dan vibrator secara bergantian, membuat Jongin tidak henti-hentinya merengek, mendesah hingga memohon agar Sehun merobek hole-nya saja tanpa mempermainkan tubuhnya lagi.
"Akhhh..please Daddyhhh..tusuk Jongin sekaranghhh.." Jongin begitu pasrah dan membiarkan Sehun yang duduk bersender di head bed menuntunnya untuk duduk diatas pangkuan Sehun dan membelakangi lelaki tampan itu.
"Good boy..hmm.." Sehun ikut mendesah merasakan penisnya lagi-lagi bergesekan dengan kulit halus Jongin yang lembab oleh keringat. "Masukkan sendiri penis Daddy dan bergeraklah sampai sperma Daddy memenuhi lubangmu.." Sehun membelai-belai permukaan lubang Jongin yang masih terisi vibrator, dikeluarkannya perlahan sex toy raksasa itu dan segera ia gesekkan kepala penisnya pada lubang yang merekah milik Jongin.
"Daddy sangat baik bukan? Mengeluarkan mainan ini terlebih dahulu?" Sehun menunjukkan vibrator bergerigi ditangannya pada Jongin. Hybrid itu hanya mengangguk cepat dan berusaha memasukkan penis Sehun dalam lubangnya dalam sekali hentak. Ekor anjingnya bergerak mengelus perut Sehun lembut.
"Ohhh…Jonginhhh…kau luar biasa.." Sehun mencengkram pinggang ramping Jongin erat-erat. Penisnya baru saja dipijat oleh dinding anus Jongin yang sangat ketat. Benar-benar ajaib memang tubuh Jongin, setiap kali mereka bercinta selalu seperti kali pertama.
"Kyaahh…oohh…mhhm..Daddyhhh…anghhh..penuhhh…" Jongin mendongakkan kepalanya dengan sensual. Penis Sehun dan vibrator tadi memang ukurannya hampir sama tapi penis Sehun beratus-ratus kali lebih nikmat.
"Ahhh…unghh..uhh..Daddyhhh…" Jongin langsung menggerakkan pinggulnya naik turun, tangannya mencengkram paha Sehun agar gerakannya stabil dan membantunya agar tidak mudah lelah. Menahan orgasme selama tiga jam itu benar-benar menguras tenaga lho!
"Ohh..Jongin sengaja mengetatkan lubang Jongin? Hm?" Sehun memijat pantat Jongin dengan gemas. Bagi Sehun, lubang Jongin malam ini terasa lebih ketat dari biasanya entah apa penyebabnya.
"Ti-tidakhhh..anghh..Daddy yang besarhhh..ohhh..enak sekali Daddyhh.." Jongin mencengkram paha Sehun dan mulai menggerakkan pinggangnya naik turun. Sehun menatap bahagia pantat Jongin yang bergerak seksi didepannya.
PLAK!
"Oh! Daddyhhh lagiiihh!" Jongin semakin bergairah dengan pukulan dipantatnya.
PLAK!
"Anjing nakal!" Sehun menggeram mendengar permintaan Jongin.
PLAK!
PLAK!
"Nghh..Daddyhhhh..ohhh..penis Daddy semakin besarhhh…" Jongin memutar pinggulnya sambil terus bergerak naik turun dan itu membuat Sehun mencengkram pinggang Jongin erat-erat. Semakin hari pelayan yang diberikan Jongin semakin nikmat.
"ANGGHH! J-jangan Daddyyhh!" Jongin mengerang kencang ketika merasa penisnya yang sudah sangat nyeri dimainkan lagi oleh Sehun. Sounding rod didalam penisnya digerakkan keluar masuk dan sesekali diputar.
"Mhhhmmm..unghh…nyahhh..Daddyhhh…" Gerakan pinggul Jongin sedikit memelan karena kenikmatan dan kesakitan yang diberikan Sehun pada penisnya.
PLAK!
PLAK!
"Jangan malas!" Sehun menampar pantat Jongin lagi agar hybrid-nya itu bergerak lebih cepat. Jongin menaikkan kecepatan pinggulnya lagi dan tangannya mencengkram paha Sehun semakin kuat.
"Akhhh…le-lepas Daddyhhh…nghhh..uhhh…sa-sakithhh…" Jongin menatap peninya yang masih menjadi bahan mainan oleh Sehun. Cincin metal yang menahan orgasmenya dimainkan Sehun sebelum dilepas, namun tetap saja Jongin tidak bisa orgasme, lubangnya masih ditutupi oleh sounding rod.
"Hiks…ahhh…ngghhh…enak sekalihhh..ohh…" Tubuh Jongin sudah lelah tapi rasa takutnya pada hukuman Sehun membuatnya memaksakan diri untuk terus bergerak. Rasa sakit dan nikmat menyelimuti tubuhnya. Tangan Sehun yang meremasi dadanya dan juga penis abuse-nya. Dinding penisnya terasa geli, nikmat, pedih dan penuh. Belum lagi jika Sehun menggerakkan sounding rod dengan gerakan memutar, Jongin rasanya ingin gila.
"Nghh..lelahh..ohhh…unhh..mhhmm…" Jongin merengek pada Sehun agar berganti posisi karena sungguh tubuhnya sudah kehabisan tenaga. Sudah berapa jam tubuhnya dipermainkan seperti ini oleh Sehun?
PLAK!
"Sedikit lagi baby.." Sehun mulai ikut menggerakkan pinggulnya membantu Jongin yang sepertinya sudah akan pingsan tapi tangannya masih saja memainkan sounding rod dipenis Jongin. Sehun tahu jika Jongin merasakan kenikmatan yang begitu intens diantara rasa sakit itu.
"Mhhmm…penis Daddy semakin besarhhh..ohhh…"
"Ayo keluarkan bersamahhh..nghhh..ahhh.."
"Ohhh…Daddyhhh…aghhh..mhmm..penuhi Jongin pleasehhh…" Jongin yang merasakan penis Sehun semakin membesar didalamnya menjadi semakin bersemangat. Semakin cepat Sehun orgasme kali ini maka semakin cepat pula hukumannya malam ini selesai.
"Shithh…Jongin mengetatkan lubang Jongin? Hm?" Sehun yang sudah hampir mencapai orgasmenya mendorong tubuh Jongin agar menungging tanpa melepaskan tautan tubuh bagian bawah mereka.
PLAK!
PLAK!
PLAK!
"Ohhh…spank Jongin harderhh..anghhh…" Jongin juga bisa merasakan perutnya mulai dipenuhi ombak kenikmatan dan pukulan-pukulan itu membuat Jongin semakin jauh merasakan ombak yang akan membawanya kedalam pulau surga dunia.
"ANGHHH! Dadddyyyhhh! Ge-gelihhh..ahhh.." Jongin mencengkram erat seprai dibawahnya karena lagi-lagi Sehun memainkan sounding rod dipenisnya. Dikeluar masukkan benda metal itu dengan cepat, prostatnya dimanja dari belakang dan depan membuat Jongin menjerit penuh nikmat. Bola kembarnya sudah sangat merah dan cairan precum semakin berebut keluar dari sela-sela lubang penis Jongin.
"Le-lepas Daddyhhh..ahh..Jongin a-akanhhh..unghh..yahh.." Mata Jongin sudah mulai tidak fokus, sebentar lagi dia akan orgasme dan jika kali ini ia tidak juga mengeluarkan cairan yang sedari tadi ia tahan pasti Jongin akan pingsan.
"Mhhmmm…nyahhh…Daddyhhh…" Sehun menaikkan kecepatan pinggulnya yang menghajar lubang Jongin begitu beringas. Digigitinya tengkuk Jongin hingga timbul bercak-bercak merah, tidak lupa ia memberikan kenikmatan lebih pada Jongin dengan terus memainkan sounding rod. Sehun bisa merasakan penis mungil itu berkedut-kedut kencang, tangannya mulai dibasahi oleh cairan precum yang berhasil lolos.
"Ohhh..Daddyhh…Jo-jongin sudah dekathhh…ahhhh…nyahhh.." Jongin ikut menggerakkan pinggulnya lagi. Tangan Sehun mengocok penisnya cepat setelah mengeluarkan sounding rod menyakitkan tersebut. Dinding anusnya mencengkram penis Sehun semakin kuat dan Sehun pun ikut terlempar dalam dunia putih bersama Jongin.
"Daddy loves Jongin.." Sehun berbisik lirih ketika orgasme menghantam tubuhnya.
"AANGHHHH! DADDYYYHHHHHH!" Tubuh Jongin bergetar kencang, orgasmenya malam ini sungguh luar biasa. Setelah berjam-jam ia menahan segala cairan dalam penisnya, akhirnya berkali-kali sperma meledak dan membasahi seprai. Begitu kuat sperma yang mengucur dari penisnya hingga dada dan lehernya ikut terkena cairan itu.
Sehun masih terus mengecupi leher dan bahu Jongin sambil terus menggerakkan pinggangnya perlahan untuk memastikan semua cairannya keluar didalam anus Jongin. Jantung Sehun berdebar cepat memikirkan kata-kata yang baru ia ucapkan pada Jongin barusan.
Daddy loves Jongin.
Memang benar jika Sehun mulai tidak bisa hidup tanpa Jongin, setiap pagi Jongin adalah orang pertama yang ia cari. Setelah memastikan Jongin ada disampingnya dan baik-baik saja, baru Sehun merasa tenang dan bisa memulai harinya. Sehun mulai terbiasa dengan masakan-masakan aneh buatan Jongin bahkan Sehun memberikan ruang khusus bagi Jongin untuk menyalurkan hobi menjahitnya. Kini sebagian besar baju yang ia pakai merupakan buatan Jongin. Tapi mencintai Jongin? Sehun tidak pernah mencintai apapun seingatnya, bahkan kedua orang tuanya. Entah apa yang mendorong dirinya tadi untuk mengatakan cinta pada Jongin tadi.
"Hmm..sudah Daddy, jangan digerakkan nanti penis Daddy bangun lagi. Jongin sudah sangat lelah.." Jongin menggeliat tidak nyaman karena penis Sehun masih bergerak pelan didalam tubuhnya. Sehun melepaskan tautan tubuh mereka dan merebahkan tubuh Jongin diatas kasur yang tidak terkena sperma mereka dan berbaring miring agar bisa memandangi wajah mengantuk Jongin.
"Jongin keluar banyak sekali." Sehun terkekeh melihat genangan basah diatas kasurnya.
"Gara-gara Daddy sih.." Jongin bergumam menahan malu dan melihat kekacauan yang ia buat barusan.
"Habisnya Jongin nakal, makanya harus Daddy hukum.." Sehun mengecup hidung Jongin gemas.
"Iya, iya. Jongin minta maaf, Jongin tidak akan melakukan hal seperti itu lagi kalau Daddy sedang dengan teman-teman Daddy." Jongin memainkan jarinya pada dada bidang Sehun sambil tersenyum manis pada Sehun. "Jongin loves Daddy too." Jongin menaikkan sedikit kepalanya untuk mengecup bibir tipis Sehun.
Sehun hanya tersenyum dan membelai rambut Jongin. Tidak bisa dipungkiri jika bermesraan dengan Jongin setelah bercinta adalah hal yang paling ia sukai saat ini, keduanya masih berkeringat dan berceceran sperma, masih belum memakai apapun ditubuh mereka dan berada diatas kasur yang tidak berbentuk lagi.
Jantung Sehun akan bekerja lebih cepat setiap Jongin memberikan senyuman manis yang membuat mata hybridnya itu membentuk sebuah garis juga kecupan manis pada pipi atau bibirnya. Sehun tahu jika ia jatuh hati pada Jongin hanya saja ia tidak mau mengakuinya, bagi Sehun, cinta adalah hal yang paling rumit di dunia dan Sehun harus menghindarinya.
"Daddy?"
"Hm?"
"Kata Chanyeol Hyung, dikantor Daddy banyak monster ya?"
"Monster?"
"Iya, monster. Benar kah Daddy?" Sehun tidak tahu harus menjelaskan apa tapi yang jelas Sehun akan menjitak kepala Chanyeol besok karena sudah membodohi Jongin. Mungkin setelah ini Sehun akan memberi sedikit pendidikan pada Jongin agar hybrid itu tidak mudah termakan oleh omongan orang lain. "Memang ada beberapa monster dikantor Daddy tapi mereka monster yang baik."
"Oh, monster yang baik." Jongin terdengar menghela nafas lega dan Sehun tidak tahan untuk tidak mengecupi wajah Jongin dengan lembut. Siapa yang tidak gemas dengan hybrid anjing yang telinganya terus bergerak-gerak menggemaskan dan wajah imut dengan tingkah yang lugu?
"Jongin mau mandi, lengket sekali." Jongin bangkit dari tidurnya dengan rintihan, seluruh bagian tubunya terasa sangat nyeri tapi setelah permainan gilanya dengan Sehun barusan, ia merasa sangat lengket.
Sehun menggigit bibirnya melihat pantat Jongin yang berjalan menjauh menuju kamar mandi. Ah, pantat itu masih saja membangunkan hewan buas dalam dirinya meskipun sebenarnya Sehun juga sudah lelah karena perjalanan panjangnya dari luar kota dan juga permainan panasnya dengan Jongin yang memakan waktu berjam-jam. Garis-garis kemerahan bekas bondage belt ditubuh Jongin juga membuat Sehun semakin terangsang, dan kaki jenjang Jongin? Sehun ingin kaki itu melingkar dipinggangnya sementara ia menenggelamkan penisnya diantara bongkahan daging kenyal milik Jongin.
"Daddy ikut mandi, ya?"
"Tidak boleh!" Jongin menghentikan langkahnya yang tertatih-tatih.
"Kenapa?!" Sehun melotot mendengar penolakan Jongin. Dia disini adalah pemilik rumah dan pemilik Jongin, mana ada peliharaan yang menolak perintah tuannya?
"Nanti Daddy menyerang Jongin lagi, pantat Jongin sudah sangat sakit Dad!" Jongin mengomel dengan wajah menggemaskan, tangannya memegangi pinggangnya yang nyeri dan satu lagi mengelus-elus pantatnya yang perih akibat tamparan Sehun yang sangat kasar.
"Ayolah Jongin, Daddy janji akan bermain sangaaaat lembut." Sehun memohon sambil memasang wajah memelas. Heran juga Sehun pada dirinya, bisa saja kan ia tinggal menyeret Jongin menuju kamar mandi dan memperkosa hybrid itu disana tapi ia malah memohon seperti ini.
"Tidak mau!"
"Jongin tega melihat penis Daddy seperti ini?" Sehun menunjuk selangkangannya dimana penisnya sudah setengah menegang. "Gara-gara pantat Jongin, penis Daddy langsung tegang lagi."
"Uh.." Pipi Jongin merona melihat mainan kesukaannya sudah membesar lagi terlebih itu semua hanya karena pemandangan pantatnya saja. "Ba-baiklah, tapi tidak boleh pakai mainan ya?"
Sehun langsung bersorak kegirangan dan berlari untuk menggendong Jongin menuju kamar mandi. Biarpun saat ini sudah menunjukkan pukul lima pagi dan keduanya belum tidur sama sekali, Sehun tetap dipenuhi semangat karena ada Jongin bersamanya. Well, sepertinya besok Sehun akan membolos bekerja.
"Daddy!" Jongin menjerit terkejut karena Sehun menggendong dirinya dan nyaris berlari masuk kedalam kamar mandi. Senyuman muncul pada wajah Jongin, sungguh bahagianya ia dengan kepulangan Sehun. Tidak apa ia tidak bisa berjalan selama berhari-hari asalkan ia bisa terus bermesraan dengan Sehun-nya.
To Be Continue
Makasih review-reviewnya chingudeul!
Seri yang ini lebih terfokus sama explicit scenes ya, jadi fluff-nya cuma bonus aja
Semoga banyak yang suka ya sama seri ini hihi
Kurang hot ngga sih BDSM-nya?
Baru pertama kali nyobain bikin yang kayak gini takut kurang memuaskan wkwk
Mohon review-nya ya, tolong kritik dan saran atau sekedar pendapat tentang chapter ini, cukup hot apa engga?
Selamat Malam Jum'at ya chingudeul!
Happy holidaaaaay!
