Part 4: Their Liar

"Shit …!" Changmin merutuk pelan saat mendengar nama magnae Kris tersebut. Entah mengapa ia tak menyukainya. Namun tak menemukan alasannya. Walau Kris tak menyadari perubahan raut wajahnya, namun Changmin merasakan ada hal aneh pada tubuhnya.

Selesai mengikat tali sepatunya, Kris berdiri di hapadan Kris. Setidaknya Kris tak ingin hubungan mereka yang mulai terlihat aneh ini berakhir. Seakan ia menginginkan benang tak kasat mata yang akan terus menghubungkan mereka.

"Kupastikan kita akan segera bicara Hyung. Annyeong." Dan sosok Kris langsung menghilang di balik pintu dorm Changmin. Berharap kalau ia segera kembali ke tempat Tao tanpa seorang pun menyadari. Namun sepertinya Kris salah saat seseorang yang hendak ke kamar Changmin melihat namja itu keluar dari dorm sahabatnya.

"Bukankah itu Kris?" bisiknya pelan.

Namja berambut ikal itu mengendikkan bahunya acuh, dan masuk ke dalam dorm dimana seseorang harus bertanggung jawab karena sudah menghilangkan barang berharga miliknya.

"Yah Food monster, kau harus mengganti PSP-ku!" teriaknya yang hanya dibalas wajah bingung Changmin.

"Kyuhyun?"

.

.

Our Story

Cast:

EvilDragon aka Shim Changmin & Wu Yi Fan Kris

Genre: Romance/Frienship

Rated: T-semi M

Waning: AU, crack pair(?) gila-gilaan, typo, alur cepat,

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

Berniat meneruskan? silahkan…

.

.

Kalau tidak suka tolong beranjak dan menjauh, Mizu gak mau ngotori fict Mizu dengan flame bodoh di fandom ini, Ok^^

.

.

Anda sudah diperingatkan dear

.

.

"Gege!" Tao berlari pada sosok yang baru saja membuka pintu kamar hotel. Memeluk sosok berhoodie itu, tak memperdulikan kalau ulahnya hampir saja membuat Kris terhuyung ke belakang.

"Tao?"

"Hiks … gege kemana saja? Apa gege tahu Tao ketakutan di sini, bahkan Tao merasa sangat lapar sekarang."

Kris mengacak surai hitam Tao, mengelusnya lembut.

"Maafkan gege, sekarang ayo kita sarapan."

"Tidak mau." Tao melepaskan pelukannya pada Kris, wajah baby panda Kris itu tampak kesal dengan bibir yang sudah mengerucut sebal.

"Wae Tao? Gege sudah minta maaf kan. Gege janji tak akan meninggalkan Tao lagi."

Bibir Tao tersenyum tipis memikirkan sesuatu yang pastinya akan menguntungkannnya. Wajah memohon Kris membuatnya bisa menarik keuntungan atas ini.

"Belikan Tao tas gucci terbaru dan boneka panda besar. Baru Tao maafkan gege."

Kris tersenyum kecil, tak apalah. Karena bagaimana pun juga ini salahnya.

"Baiklah. Nanti kita pergi membelinya?"

"Terima kasih, ayo ge. Kita sarapan. Tao lapar." Menarik Kris tak sabar Tao menarik gege jangkungnya itu menuju lobi untuk sarapan. Mengacuhkan kalau Kris sepanjang jalan memasangkan topi dan kaca mata di tubuhnya. Bagaimana pun juga tak boleh ada yang tahu keduanya ada di sini. Lagi pula fans mereka bisa ribut nantinya.

Kris membersihkan mulut Tao, namja panda itu memang sedikit berantakan saat makan. Kris hanya menatap diam Tao membuat namja panda hanya mengerjabkan matanya bingung.

"Gege baik-baik saja?"

"Ne, hanya sedikit umnp—lelah mungkin."

"Ya sudah, gege nanti tidur saja. Tao mau ke tempat Jae umma."

"Tao tahu tempatnya?"

Tao menggeleng, tentu saja mana tahu dirinya dimana Jaejoong tinggal. Bahkan kemarin Jaejoong yang tak sengaja bertemu dengannya.

"Handphone Tao mana?"

"Ketinggalan di dorm, Ge. Kalau ada, semalam Tao sudah menelpon gege dan pasti tidak kelaparan semalaman."

Kris tersenyum kikuk tanpa sengaja Tao membeberkan salahnya. Rasanya dia benar-benar gege yang buruk. Berada di sisi Changmin membuatnya melupakan posisinya tidak hanya sebagai leader EXO-M namun juga sebagai gege namja panda ini."

"Gege akan kirimkan pesan dulu pada Jaejoong sunbae. Kalau dia tak sibuk gege bisa antarkan Tao ke sana."

Namja panda itu mengangguk. Kembali menghabiskan semua makanan di atas meja. Perutnya benar-benar lapar. Seharusnya Kris tak meninggalkannya sendiri semalam. Bahkan Tao sangat ketakutan seakan ia berada seorang diri di negeri yang bahkan sering mereka datangi.

"Gege lihat itu."

Maniks Kris menoleh pada televisi dimana sedang menyiarkan keributan di bandara karena kedatangan EXO-M.

Kris memijat kepalanya bingung apa yang akan dikatakannya nanti. Mencari alasan pada membernya tak akan semudah memberikan alasan pada Tao. Mereka pasti akan menginterogasinya habis-habisan.

Keributan terlihat di bandara Incheon tersebut. Karena fans mereka yang memenuhi seisi bandara. Terlebih ada hal aneh yang terlihat di bandara tersebut. Karena sang leader dan sang magnae tak terlihat di sana. Hanya ada empat orang anggota EXO-M. Hal ini tentu saja membuat fans mereka penuh tanda tanya tentang apa yang terjadi.

"Tao sudah? Ayo pergi," bisik Kris pelan. Sedari tadi ia merasakan bisik-bisik dari penghuni lobi yang ikut sarapan. Sepertinya mereka mulai menyadari siapa dua orang yang tengah sarapan di meja sudut terlebih dengan berita yang baru saja masuk di televisi.

Menggenggam tangan Tao. Kris membawa namja panda itu kembali ke atas. Mengambil semua barang mereka dan bergegas check out dari hotel tersebut.

Keributan mulai terjadi saat salah satu dari petugas hotel menyenggol Tao dan membuat topi dan kacamata Tao jatuh.

"Itu Tao."

"Tao."

"Huang zi Tao."

Beberapa fans yang ada di sana mulai meneriaki nama sang magnae. Membuat Kris terpaksa menarik Tao berlari dari sekumpulan fans yang mulai mengejar mereka. Ini rasanya menegangkan membuat semua orang akan menyadari kalau mereka ada di Korea. Dalam hati Kris hanya bisa berdoa semua saja orang SM tak berpikir buruk tentang hal ini walau kemungkinannya tipis.

"Gege!"

Tao berteriak saat tangannya terlepas dari Kris. Beberapa fans di luar berhasil mengejar mereka dan sekarang mengelilingi magnae dan leader EXO-M itu. Hampir saja magnae EXO-M itu menangis melihat ramainya orang di sekitar mereka.

"Tao … Kris naik."

Kris melihat dari jauh seseorang yang memarkir mobil Audi A6 hitam di tepi jalan. Tak berpikir panjang Kris kembali menarik Tao masuk menuju mobil tersebut. Meninggalkan fans mereka yang kini tak bisa berbuat apa-apa. Pikiran itu salah saat beberapa dari mereka menyadari plat dan jenis mobil tersebut.

"Bukankah itu mobil Shim Changmin?" bisik mereka satu sama lain.

.

.

.

"Huwaaa gege itu tadi mengerikan." Tao mensedekapkan tangannya pada kejadian yang baru saja mereka alami. Baru kali ini mereka keluar tanpa manajer bahkan bodyguard dan sekarang rasanya Tao tak akan melakukannya lagi kecuali bersama gege-gegenya .

"Hyung …" Kris berbisik pelan pada namja yang masih menyetir di depan. Walau tangannya masih memeluk Tao yang sedikit ketakutan di dadanya. Maniksnya masih terus bertanya.

"Kita pergi dulu. Simpan saja pertanyaanmu untuk nanti," ujar Changmin dingin. Mengepalkan tangannya pada stir mobil menahan gejolak cemburu—yang tak disadarinya.

.

.

.

Beberapa jam yang lalu. Dorm DB5K

"Ya … apa yang kau lakukan Kyu?" tanya Changmin frustasi pada namja team mate Evilnya yang seenak jidat hyungnya masuk dan mengacak-ngacak kamarnya. Mencari sesuatu yang tak diketahuinya apa.

"PSP mu mana min?"

Chagmin hanya bisa menggeleng pelan melihat ulah Kyuhyun yang masih mengacak kamarnya tanpa meminta jawabannya. Changmin hanya membiarkannya saja toh Kyuhyun memang sering melakukannya. Dan dirinya tak pernah keberatan akan hal itu.

Duduk di depan tab nya Changmin mulai berselancar di dunia maya. Walau tak pernah memiliki aku resmi yang diketahui fansnya bukan berarti magnae DB5K itu tak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi diantara fansnya. Bahkan ia bisa melihat keadaan hyung kesayangannya hanya dari para cassie yang tersebar di seluruh dunia yang selalu mendapatkan berita tentang mereka. Benar-benar seperti ninja.

"Jadi benar ya, yang tadi keluar itu Kris?"

Changmin menghentikan gerakan jarinya saat Kyuhyun memilih duduk di sampingnya dengan PSP di tangannya. Sepertinya Evil Suju itu berhasil menemukan PSP yang disembunyikannya di laci meja nakas.

"Apa maksudmu Kyu?"

Kyuhyun menunjuk line yang keluar dari salah satu twitter yang mengatakan kedatangan EXO-M tanpa personil lengkap. Dan Changmin berhasil menemukan maksud Kyuhyun. Mengangguk tapi sesaat kemudian Changmin menatap horor pada Kyuhyun.

"Apa?" tanya Kyuhyun datar.

"Kau … kau bertemu Kris, Kyu?" tanya Changmin pelan. Ia tak berharap ada yang mengetahui hal ini terlebih Evil satu ini. Biarlah ini menjadi rahasia antara dirinya dan Kris—padahal Yunho juga mengetahuinya—salahkan saja Changmin yang masih terikat tak menyadari kalau Kris sempat bertemu hyungnya—lihat chap sebelumnya.

"Jika yang kau maksud namja blonde jangkung yang keluar dari dorm DB5K di pagi hari dengan mengenakan hoodie. Ya, aku melihatnya."

"Jangan katakan pada siapa pun Kyu."

Statement singkat Changmin tersebut, membuat seringai Kyuhyun mengembang. Sepertinya ia bisa mendapatkan sesuatu akan hal ini walau sebenarnya Kyuhyun lebih penasaran dengan alasan mengapa seorang namja bisa keluar di pagi hari dari dorm Changmin. Apa Kris menginap di sini.

Merasakan hawa Evil yang menguat dari Kyuhyun, Changmin menepuk kepalanya. Seharusnya ia tahu meminta sesuatu pada team mate Evilnya ini tentu harus ada balasannya. Equivalent trade istilahnya.

"Tenang saja min, aku tak akan meminta hadiah tutup mulutku sekarang kok?" ujar Kyuhyun santai sembari memainkan PSP yang dipastikan menjadi miliknya, "tapi apa tidak apa-apa blonde jangkung itu berkeliaran di luar sana sementara membernya datang ke Korea?"

"Shit!" Changmin merutuk pelan. Mengambil jaket dan kunci mobilnya. Magnae DB5K itu berlari sepanjang lorong dorm menuju mobilnya. Mengapa baru disadarinya sekarang, bila EXO-M datang ke Korea tanpa formasi lengkap semua fans mereka pasti mulai menyadari kalau namja blonde jangkung yang sedari kemarin berkeliaran adalah leader EXO-M tak menutup kemungkinan kalau sekarang Kris sedang berlari menghindari fans mereka.

Changmin tak menyadari kalau seringaian twin Evil yang bermain PSP tanpa menghiraukannya semakin naik. Kyuhyun tertawa pelan tentang mainan baru yang akan dimainkannya—menggoda seorang Shim Changmin.

"Ini pasti menarik," ujarnya pelan.

.

Hampir lima belas menit Changmin mengelilingi tempat sekitar dormnya. Mencari hotel di dekat sana. Melihat Kris yang hanya berjalan kaki kemarin bisa dipastikan kalau hotel tempat Kris menginap tak jauh dari sini.

Dari jauh akhirnya Changmin melihat namja blonde tersebut. Berlari sembari menggenggam tangan pemuda tinggi lainnya—Tao. Entah mengapa membuat perasaanya kesal seketika. Namun menyelatkan Kris dari kerumunan fans itu lebih penting dari pada mencari tahu perasaan kesalnya tiap kali ada namja panda itu di dekat Kris.

"Kris … Tao … naik!"

Membuka pintu belakang mobilnya Changmin memerintah keduanya untuk segera naik. Saat dilihatnya fans mereka berhasil mendapatkan keduanya. Namun Changmin bernapas lega saat keduanya berhasil naik. Melajukan mobilnya meninggalkan sekerumunan orang tersebut. Changmin berdoa di dalam hati tak ada seorang pun yang mengenali mereka—berharap penyamaran kecilnya bisa mengecoh—walau sebenarnya percuma.

.

Ketiganya berdiri di depan dorm EXO. Tak berniat untuk masuk.

Kris hanya bisa diam di samping Changmin yang sedari tadi mendiamkannya. Menghela napas pelan, Kris tak tahu harus mengatakan apa saat aura dingin dari Changmin tepat menusuknya. Seingatnya tadi pagi masih baik-baik saja mengapa sekarang sunbaenya ini memasang wajah dingin bak es begini.

"Gege?" Tao berbisik pelan pada Kris. Rasanya ia ingin menangis melihat 'kedinginan' ini. Bersembunyi di balik punggung Kris, Tao mengintip kecil pada Changmin yang sedari tadi menatapnya melalui lirikan mata walau tak secara langsung.

Berbalik dan mengusap pelan surai Tao, Kris berujar menenangkan magnaenya. Berpikir kalau Tao ketakutakan tentang hal yang barusan terjadi. Tak menyadari kalau Tao ketakutakan pada tatapan Changmin yang semakin menusuk saat Kris semakin intents mengusap kepalanya.

"Umma!" Tao berlari dari punggung Kris. Menubruk rombongan EXO-M yang baru saja datang dan memeluk erat Lay yang baru saja terlihat di tikungan. Meminta perlindungan ummanya dari Evil DB5K yang hendak memakannya hidup-hidup tanpa tahu alasannya.

"Aku pergi."

Kris tahu menghela napas hanya akan menghilangkan satu kebahagiaannya. Namun terpaksa dilakukannya saat Changmin pamit pergi saat melihat membernya sudah datang. Maniksnya menatap sendu seakan tak rela. Bagaimana tidak kalau rasanya benar-benar tak nyaman melihat wajah dan sikap Changmin begitu dingin padanya.

Puk

Seseorang menepuk pundaknya, membuat Kris menoleh ke belakang dan menemukan kelima membernya—sepertinya manajer hyung sudah masuk— sudah berdiri dihadapannya dengan Tao yang masih belum melepaskan pelukannya dari Lay.

"Kau harus menjelaskan semuanya duizzangku tercinta. Terlebih seenaknya saja membawa babyku pergi," ujar Lay tersenyum manis walau Kris tahu senyum manis Lay berarti mimpi buruk untuknya.

"Aku tahu."

"Bagus. Ayo masuk. Kau harus menjelaskan semuanya tanpa terkecuali."

Berhentilah menghela napas leader-ssi kau hanya akan membuang kebahagiaanmu lagi untuk kesekian kali.

.

"Kau bercanda!" koor manis itu cukup memekakkan telinga Kris saat dia dengan terpaksa—garis bawahi itu terpaksa—terlebih melihat keempat membernya membawa peralatan dapur jaga-jaga kalau Kris berbohong— menceritakan semuanya pada kesebelas membernya—termasuk EXO-K yang terlihat antusiaa dan penasaran dengan cerita Lay—tentang pesan yang mereka baca saat di China—kecuali Tao karena namja panda itu tak begitu tertarik mendengarnya. Masih takut pada seorang bernama Shim Changmin.

"Ayolah … aku sudah menceritakan semuanya pada kalian. Dan sekarang buang wajah bodoh itu."

Dan peralatan dapur itu mampir di kepalan Kris bukan karena ia berbohong. Namun karena membernya tak terima dikatakan bodoh. Sekarang siapa yang bodoh. Terbang ke Korea tanpa alasan yang jelas terlebih hanya karena seorang Shim Changmin.

"Jangan katakan kau menyukai Changmin sunbae, Kris?" tanya Suho. Leader EXO-K itu cukup heran dengan tindak tanduk Kris tak biasanya namja canadian itu bertindak segegabah ini. Beruntung Changmin sunbae menyelamatkan mereka—saat di hotel—jika tidak entah apa yang terjadi.

"Aku tak tahu. Sudahlah aku lelah." Beranjak dari sidang dadakannya, Kris masuk ke kamarnya di dorm EXO-K tersebut. Mengacuhkan kesepuluh orang yang masih belum percaya tentang cerita Kris—walau sebenarnya Kris mengarang indah menyembunyikan kalau ia bahkan sudah pernah tidur dengan Changmin—dipaksa karena permainan mereka tepatnya malah menginap lagi semalam.

"Sekarang bagaimana hyung?" tanya Kai. Namja yang hanya diam saja sedari tadi akhirnya bersuara.

"Sudahlah. Biarkan saja sekarang lebih baik cari alasan mengapa Kris terbang dahulu ke Korea. Aku tak yakin mereka tak bertanya soal ini terlebih foto kejadian dikejar fans itu pasti beredar dengan cepat."

Mereka semua terpaksa mengangguk. Mencari alasan untuk menutupi semuanya. Setelah album comeback mereka—alasan mereka datang ke Korea— selesai sepertinya melanjutkan interogasi sang naga sepertinya akan menarik terlebih salah mereka merasakan ada yang disembunyikan Kris yang berhubungan dengan sunbae mereka. Begitulah pikiran mereka.

'Tunggu nanti duizzang sayang," bathin mereka bersamaan. Kapan lagi bisa mengerjai naga pabbo yang bahkan tak paham tentang kelakukannya sendiri bahkan terbang ke Korea dengan dalih marah pada Changmin karena mengotori pikiran polos Tao. Ckckckck … Kris … Kris.

.

Kris masih berguling-guling tak tenang di atas kasur. Walau katanya lelah namun mata dan pikirannya tak mau istirahat. Perasaanya benar-benar tak enak. Perasaan bersalah menyergapnya. Seakan ia melakukan kesalahan besar sehingga menyebabkan perubahan sikap magnae DB5K itu.

"Arggghhh … sudahlah." Mengambil handphonenya Kris mendial nomor yang dihafalnya akhir-akhir ini.

Dua tiga kali hanya mail box yang menyapanya. Padahal biasanya nomor namja itu selalu aktif untuknya—atau Kris yang terlalu percaya diri dengan statement.

"Dasar Shim Changmin pabbo!" teriak Kris kesal tak menyadari kalau pasangan SuLay berada di balik pintu kamarnya dan tengah menggeleng melihat kelakuan labil Kris bak anak remaja. Dan seharusnya Kris sadar kalau dirinya berada di dorm tak seorang diri dan tak ada peredam di kamarnya.

.

"Kenapa, Min?" tanya Kyuhyun heran. Sejak kembali entah dari mana. Changmin terlihat diam bahkan food monster itu mengacuhkan makanan yang baru saja sampai di dormnya—kiriman Jajeoong yang datang saat Changmin pergi.

Ini benar-benar keajaiban dunia saat seorang Shim Changmin mengacuhkan kekasihnya sendiri yang selalu diklaim belahan jiwanya.

"Kris?" Tebakan Kyuhyun sepertinya tak meleset saat melihat Changmin mengepalkan tangannya. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Changmin. Walau tak tahu apa yang terjadi sepertinya Changmin benar-benar bodoh kalau sudah menyangkut namja blonde tersebut.

"Hah … dasar. Ya sudah aku pulang dulu, Min. Oh, ya tadi ada titipan pesan Yunho hyung. Kau harus bersiap-siap untuk konser Catch Me Tour kalian. Yunho hyung akan menjemputmu sekitar jam 5 untuk berangkat. Dan hidupkan handphonemu kau membuat semua orang susah." Tak menunggu jawaban Changmin, Kyuhyun menutup pintu dorm DB5K itu. Berlalu pergi walau dengan PSP Changmin yang masih di tangannya.

"Evil Pabbo."

.

Changmin tahu tak seharusnya ia memiliki perasan ini melihat bagaimana dekatnya Tao dengan Kris. Dan dengan bodohnya dia marah-marah seorang diri bahkan mengacuhkan Kris dengan wajah dingin.

"Aku benar-benar pabbo," ujarnya pelan. Menutup matanya.

Seharusnya semua ini tak berlanjut. Namun Changmin sadar ada yang tertinggal di benaknya. Mengingat tubuh dan wajah Kris yang mengerang di bawahnya. Mendesahkan namanya dan berteriak penuh kenikmatan. Rasa bibir Kris di bibirnya. Manis dan penuh gairah.

Itulah mengapa Changmin iseng mengirimkan pesan pada Kris waktu itu dan tak menyangka Kris akan menyusul datang langsung ke Korea.

Changmin masih ingat bagaimana wangi yang dirindukannya itu kembali di pelukanya malam itu. Membuat Changmin tak bisa tidur semalaman. Hampir saja ia menyentuh Kris untuk kedua kali walau ia berhasil menandai dada putih itu dengan puluhan kissmark. Dan berkata alasan bodoh untuk menyembunyikan ulahnya. Sungguh Changmin merutuk di dalam hati.

"Apa yang sudah kau lakukan padaku, Kris?" tanya changmin pelan.

Changmin tak akan pernah ditemukannya jawabannya selama dirinya tak menyadari perasaanya sendiri. Seorang Evil magnae DB5K telah jatuh pada seorang duizzang milik EXO-M.

.

Hampir sebulan lamanya baik Kris dan Changmin tak bisa bertemu. Bahkan hanya menggunakan ponsel sekedar bertanya. Tidak jika Changmin masih belum mau mengaktifkan ponselnya sendiri. Bahkan Yunho harus meggeleng pelan melihat ulah magnae kesayangan kekasihnya itu. Di depan stage dan ribuan Cassiopeia Changmin memang berhasil membuat World Tour mereka penuh dengan sebuah semangat merah bak indahnya perlambang DB5K itu namun ada yang salah saat tirai di tutup wajahnya kembali mendingin.

Rasanya Changmin bahkan lebih pintar memainkan peran dibandingkan dirinya untuk menutupi apapun yang terjadi pada mereka. Bahkan saat foto-foto penyelamatan yang dilakukannya itu berhasil memenuhi dunia maya. Changmin hanya menjawabnya dengan senyuman. Membuat rumor yang hendak merebak pada fans mereka dan fans EXO padam dengan sendirinya.

"Kau baik-baik saja?"

Changmin tersenyum tipis. Tertawa pelan yang malah membuat Yunho semakin khawatir.

"Istirahatlah dulu, Min. Kau terlihat lelah."

Menuju ruang gantinya, Changmin memanfaatkan waktu istirahat mereka yang sedikit hanya untuk mengingat seorang nun jauh di sana.

Memutar mv Hoobaenya yang baru saja release Changmin tersenyum kecil. Video itu baru relesae beberapa hari yang lalu membuatnya menjadi hiburan kesayangannya akhir-akhir ini. Diputarnya berulang kali lagi dan lagi.

Melihat seseorang walau hanya dalam bentuk tak nyara, setidaknya Changmin tahu dia baik-baik saja.

Rambutnya tak lagi blonde, berwarna hitam sama dengan dirinya. Entah mengapa Changmin kurang menyukainya.

"Kau lebih cantik saat surai pirang itu menghiasi kepalamu, Kris." Changmin tak tahu mengapa sedalam ini Kris bisa mempengaruhinya. Video yang baru saja dilihatnya itu adalah mv Wolf chinese vers. dimana dengan jelas ia bisa melihat Kris dengan rambut barunya berwarna hitam pekat dengan potongan pendek. Walau sebenarnya Changmin memiliki semua teaser pict milik EXO-M tepatnya milik Kris.

"Yah setidaknya aku hanya ingin membuat semua kembali seperti semula, Kris. Lupakan semua yang sudah terjadi," bisik Changmin mengelus pelan wajah Kris saat ia sengaja mempause tepat saat Kris di sorot langsung.

"Dan aku mungkin bisa menghilangkan rasa kesal dan sakit ini padamu."

.

"Gege …" Tao memanggil pelan pada namja yang sedari tadi melamun. Sepertinya akhir-akhir ini gege kesayangannya itu sering kali melamun. Bahkan terlihat seperti orang bisu dan tuli mengacuhkan semua orang di sekitar mereka.

"Gege … Kris ge!" Tao terpaksa berteriak saat Kris masih tak menolehkan kepalanya. Beruntung teriakan Tao akhirnya mengembalikan Kris pada dunia ini. Tersenyum kikuk Kris meminta maaf pada namja panda yang kini berbalik memandangnya kesal.

"Waeyo baby? Kenapa berteriak pada gege?" Kris mencubi kedua pipi Tao yang semakin menggembungkan pipinya kesal.

"Gege melamun. Apa gege tahu kalau kebanyakan melamun itu nanti kemasukan setan lo?"

Kris tertawa hambar mendengarnya, 'ne, kau benar Tao. Gegemu memang sedang kemasukan setan. Evil yang kini tak mau hilang dari kepalaku,' bathin Kris di dalam hati.

"Gege, baik-baik saja Tao."

"Ya sudah. Ayo berangkat, semuanya sudah menuggu." Menarik gege jangkungnya itu, Tao menarik Kris dimana semua member EXO sudah menunggu. Sejak album Wolf mereka meledak di pasaran, tawaran berdatangan dari mana-mana membuat kesibukan mereka benar-benar menggila. Bahkan sepertinya member kesayangannya lupa untuk melakukan niat manis mereka pada Kris. Terlebih saat namja jangkung itu acap kali kedapatan melamun di sela-sela waktu senggang mereka.

"Kau baik-baik saja, Kris?" tanya Lay khawatir bagaimana pun juga ia tak ingin ada yang sakit diantara mereka. Tadi dirinya memang menyuruh Tao memanggil Kris rasanya ada yang aneh dengan namja ini.

"Aku baik-baik saja … ayo berangkat."

Mengikuti yang lain yang sudah meninggalkan dorm. Kris berjalan di belakang semuanya. Tersenyum dan mencoba tertawa tipis saat pasangan happy virus itu mulai beraksi sepanjang perjalanan mereka ke studio.

Menatap keluar jendela sepanjang perjalanan yang sebenarnya tak ada apa-apa Kris kembali melamun. Memikirkan seseorang yang tengah melanjutkan perjalanan tour worl di luar negeri.

Kris tak pernah sekali pun melewatkan penampilan DB5K tour world di luar negeri diam-diam. Memperhatikan satu diantara dua member tersebut yang selalu berada di kepalanya. Melihat tawa dan ulah usil sunbaenya itu benar-benar menghangatkan bathinnya.

'Sepertinya kau baik-baik saja hyung? Dan hanya aku yang terpuruk dengan bodohnya di sini.'

Memasang earphonenya, Kris memasang lagu-lagu yang berada di folder paling bawah. Berisi suara namja yang bisa sedikit membuat hatinya membaik—lagu-lagu DB5K terutama lagu solo Changmin.

Meremas sedikit jantungnya yang terasa sakit, bahkan Kris harus menelan pil pahit dengan semua keacuhan Changmin sebulan terakhir ini.

'Kenapa kau mengacuhkanku, hyung? Apa kau menginginkan ini semua berakhir seakan tanpa terjadi apa-apa?' senyum kecil itu benar-benar menyakitkan. Mungkin Kris masih tak tahu mengapa Changmin menjauhinya, berpikir dirinya melakukan hal yang benar-benar membuat Changmin tersinggung.

'Maaf hyung. Bila aku membuatmu marah. Tolong jangan membenciku.'

Dan mata Kris tertutup tertidur diiringi lagu milik Changmin.

Kris tak menyadari kalau beberapa pasang mata melihatnya sedari tadi. Khawatir sedari tadi pada namja yang selalu memasang topeng dengan pintarnya.

"Tenang saja. Biarkan saja dulu Kris menenangkan diri. Kita tak bisa ikut campur seenanya."

"Tapi aku khawatir padanya hyung?"

"Kris orang yang kuat dia pasti baik-baik saja."

Benar seorang Wu Yi Fan memang seorang namja yang kuat. Namun kekuatannya akan berganti kerapuhan saat berhadapan dengan seorang Shim Changmin. Tak mengerti akan rasa yang menggerogoti hatinya perlahan-lahan. Berpikir hanya sebuah rasa bersalah yang membuatnya menutup kemungkinan nama perasaan lain yang berada dihatinya. Kau benar-benar berdosa Shim Changmin.

.

TBC

.

A/n: Yeahh … pada menggalau nih chingudeul. Mian ne Mizu baru bisa update sekarang. Kemarin sibuk ngurus event di page NaruGaa jadi Mizu nyiapin banyak fict NaruGaa ampe gak bisa nyentuh screenplay, mian ne*bow

Balasan review:

FF ini mpreg? Gak, our story gak bakal jadi m-preg ne. Mizu udah siapin ff MinKris m-preg sebagai pengganti our story yang bakal tamat 2-3 chapter lagi. Siapa yang mergokin Kris? Udah tahu yah dari Chappy ini siapa. FF ini suka telat update ya? Benar Mizu memang gak bisa update cepat. Karena Mizu kerja double job dan baru bulan ini free tapi bulan ini ada event page yang buat gak bisa update di sini jadinya, mian ne. Kris jadi seme? Gak. Soal ini udah polling kemarin dan Kris bakal tetep jadi uke. Hubungan keduanya apa? Sekarang belum ada entah nanti ne. Oneshoot Minkrisnya mana? Oneshootnya udah Mizu publish ne lihat di akun Mizu adja ne. Fb ama TW Mizu? Akise Mizuno & Mizu_Ga

Special thanks:

| Kim Ri Ha| Shimmax| Crimson of Devil| | Baby himchan exotics| Kim Eun Seob| Juli Constantine| Mitchikyu| BrightMirachle| Augesteca| minniechangkyu56| BunnyPoro| rdhanr31| ekasudaryadi| anne| OktaLuvJaejoong| Meyla Rahma| Loli93| LiaLu|Daazling kpopers| cilenmelisha| MimiJJWDragonsomnia

Selamat datang Mizu ucapin buat reader baru yang udah baca ama reader lama yang masih mau baca ff ini. Gomawo ne :D

Oh, ya … ini kan FF MinKris tahu dunk siapa seme siapa uke. Dan Mizu gak niat buat ngerubah posisinya lagi jadi tolong minta buat di ubah lagi ne. trus bagi yang gak suka tolong gak usah di baca, Mizu benar-benar gak suka dibilang macam-macam karena biasnya Mizu pasangin. Padahal udah diperingatin di awal mood Mizu benar-benar rusak jadinya. Tolong ne*bow

Mizu mau buat side story key oh heart ada yang mau, genre family? Tapi itu bukan sekuelnya ya . Sekuel key of heart bakal release selesai our story tamat ok.

Special thanks buat yang review Still in Love:

Ekasudaryadi| | anne| askasufa| Kim Eun Seob| Guest| meyminimin| juli constantine|Crimson of dEvil| Ayunhomin| OktaLuvJaejoong| | minniechangyu56| Meyla Rahma| Loli93| Augesteca| Kiryuu Kaitou|Yunho86| Ryeolu| QyuDev178

Pai … pai …

Sampai Jumpa di ff Mizu selanjutnya.

Mizuno

_Thanks for Reading_