Chapter Four of Fate/Dragon: Unlimited Blade Worlds: We are Devil!
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Disclaimer: Typemoon and Ichie Ishibumi and Others
Idea: AoiKishi
Genre: Adventure, Fantasy, Action, Humor
Rating: T+ (-M)
Warning: Typo, Alternate Universe, sedikit Out of Character, Genius Shirou
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Nanti akan dijelaskan lebih lanjut tentang kemampuan Shirou dan Logic kenapa dia bisa dengan mudah melakukan Spam Noble Phantasm dichpater-chapter berikutnya. Tapi untuk mempermudah kalian, hint simple nya adalah Shirou memiliki kecocokan/afinitas yang jauh lebih tinggi antara dirinya dengan Element dan Origin miliknya [Sword]. Tapi, untuk rincinya masih dirahasiakan.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
# Malam / Kediaman Sona Sitri / Kamar mandi / Senin / 18.06 #
"Rias, apa kau mendengar rumor yang beredar selama beberapa bulan terakhir ini?"
"Rumor yang mana? Apa tentang hilangnya pecahan Excalibur yang disampaikan utusan gereja beberapa hari yang lalu? Adanya rumor kemungkinan faction baru yang muncul? Rumor tentang adanya doujin Sirzern x Azazel yang tersebar di underworld? Atau gosip-gosip lainya?"
"Bukan, bukan rumor-rumor itu yang kumaksu-! Hei! Dari mana kau tahu tentang masalah doujin itu? Aku baru mendengarnya!"
"Fufufu… kau tahu sendiri kan, bahwa aku sangat menyukai budaya manusia, terutama didaerah yang kita tinggal ini, jepang? Doujin, Figurine, Gunpla, Anime, Manga, Light Novel dan banyak maha karya kebudayaan manusia lainya tersebar dijepang! Aku menyukai semuanya, terutama yang bergenre Yuri, dan BL!"
"Yu-yuri? BL? Apa kau termasuk mereka yang dinamakan Otaku?"
"Tidak! Aku hanya penggemar kesenian jepang saja! Hmph! Aku bukan seperti otaku yang hanya bisa berfantasi saja! Karena itulah, Aku mencoba menerapkan hal yang hampir serupa didunia nyata."
"Maksudmu?"
"Ck ck ck! Mana Sona jenius yang kukenal?"ucap Rias sambil menggerakkan jari telunjuknya, "Kau sudah mengetahui semua peerage milikku, bukan? Tentu shouta Gasper juga dihitung. Jadi…" lanjutnya seraya menghentikan penjelasan miliknya diakhir, berharap agar Sona menebak lanjutanya.
"Ja-ja-jangan-jangan, alasan kau memilih peeragemu karena didasari hal seperti itu?" Ucap Sona dengan sedikit blushing.
Mendapati hal ini, Rias tersenyum lebar.
"Benar! Apa selama ini kau belum menyadarinya? Aku sengaja langsung menerima Akeno karena dia pas dengan type Onee-chan dan sedikit sadis. Tapi, 'Teknik' tangan miliknya sangat hebat, loh! Aku juga mendapat hadiah dari kakakku berupa seorang Loli Koneko chan yang saangat Imuuut dan membuat siapa saja ingin membullynya! Apa kau pernah melihat, bagaimana raut wajah, dan reaksi tubuhnya, ketika aku dan Akeno melakukan hal 'ini itu' pada dirinya? Saaaaaangat menggemaskan! Fuehehe…. Dan kuharap, Kiba akan berhenti menahan perasaanya dan mulai melakukan 'sesuatu' terhadap Gasper! Oh, ayolah, siapa yang tidak suka dengan pasangan Ikemen(lelaki tampan) dan Shouta(lelaki imut)? Adapun Issei dan Asia, meskipun mereka sedikit diluar rencanaku. Kupikir mereka berdua cukup bagus untuk memenuhi kuota Drama starigh pair, mereka berdua terlihat seperti kakak dan adik, karena itulah aku menyuruh Asia untuk tinggal dirumahnya, tidak seperti Akeno dan Koneko yang tinggal bersamaku. Semoga cinta terlarang segera bersemi dari mereka! Huahaha! Sekarang yang tersisa adalah type Milf! Dan koleksi Drama Real Live milikku akan sempurna!"
Mulut Sona menganga untuk sesaat, lalu dia menutupnya, menepuk dahinya, kemudian menggeleng-geleng.
"Pantas saja sifat, dan karakteristik dari peerage milikmu terlihat unik juga sedikit berbeda dari lainya. Dan alasan kau menyuruh Asia tinggal serumah dengan Hyuudo, dikarenakan hal seperti itu? Apa kau sudah merencanakan semua ini?"
"Tentu saja! Apa type 'childhood friend' seperti dirimu, tidak menyadari hal seperti ini dari ku? Mou… Sona-chan kejam!" ucap Rias sambil mendekatkan dirinya dan berusaha memeluk Sona. Sedangkan Sona yang sedikit blushing , berusaha menahan Rias dengan kedua tanganya untuk tidak mendekat.
"Berhentilah mengatakan hal aneh kepadaku! Dan berheti bersikap seperti ini! Aku tidak ingin kau menjadi Serafall onee chan yang kedua!"
"Mouuu! Ayolah, hentikanlah sifat tsun-tsun milikmu. Serafall onee, sudah mengajarkanku semua rahasia milikmu! Ku ku… sebaiknya kau menyerah saja." Ucap Rias, tidak menyerah untuk memeluk Sona, seperti halnya yang sering mereka lakukan dimasa kecil.
Setelah beberapa detik kemudian Sona menyerah, dan membiarkan dirinya dipeluk.
"Hahhh….. baiklah, aku menyerah…" ucap Sona dengan sedikiiiiit semburat merah menghiasi wajahnya.
Toh, jarang-jarang mereka bisa melakukan hal seperti ini. Di hadapan orang-orang, mereka harus tampil layaknya seorang Ouju-sama, dan berusaha bersikap layaknya elit devil pure blood keturunan Gremory dan Sitri sebagaimana mestinya.
Tapi, saat ini mereka hanya berdua, telanjang, dan berendam di kolam air hangat yang terletak kamar mandi megah di rumah Sona. Jadi, tak mengapa, sesekali membiarkan mereka menjadi diri mereka yang sesungguhnya. Tidak perlu kedok, ataupun akting. Bukan Sitri dan Gremory, melainkan Sona dan Rias, dua devil yang sudah berteman semenjak kecil.
Keduanya pun menikmati ikatan perasaan dan kehangatan tubuh satu sama lain dalam pelukan.
Setelah beberapa saat berlalu, Sona lah yang pertama menggerakkan badanya untuk menjauh dari pelukan Rias.
"Ok, kita sudah terlalu lama berendam, lebih baik kita melanjutkan percakapan kita setelah berpakaian dan makan malam" ucap Sona, seraya berjalan menjauh mendekati handuk dan pakaian gantinya.
"Baiklah"jawab Rias singkat, sementara senyum menghiasi wajahnya.
.
Disaat makan malam, mereka memulai pembicaraan mereka, dan hal ini berlangsung sampai setelah makan malam selesai.
Saat ini, keduanya duduk disofa ruang tamu, memakai piyama tidur masing-masing, piyama Sona bercorak kelinci-kelinci kecil, sedangkan piyama Rias bercorak telapak kucing. Mereka berbincang dengan ditemani cemilan dan Tv yang dibiarkan menyala.
"Hmmm… jadi, kemungkinan sumber anomaly yang tejadi di dimension gap beberapa bulan yang lalu, kemungkinan besar ada di Fuyuki city? Dan fraksi-fraksi lain juga sedang melakukan pengumpulan informasi"
"Ya, begitulah menurut info yang kudapat dari Serafall nee. Untuk sekarang, info ini masih dirahasiakan, hanya para Maou, dan para petinggi-petinggi dan Devil Council yang mengetahuinya."
"Hm… kenapa Sirzern Onii-chan tidak memberi tahuku?"
"Tentu saja karena informasi ini seharusnya tidak kita ketahui, aku tidak sengaja membaca dokumen yang berhamburan ketika merapikan ruang kerja Onee-chanku"
"Fufu.. ternyata Serafall nee masih saja bersikap bebas dan tidak bisa diandalkan dalam hal kerapian"
"Ya, dia masih Onee-chan yang biasanya."
"Jadi, apa rencanamu setelah ini? Tentu kau memiliki rencana tersendiri bukan? Jarang-jarang kau mengajakku 'seorang teman masa kecil yang terabaikan' untuk menginap dirumahmu tanpa alasan tertentu"
"Hei..., kau mengatakanya seolah-olah aku orang jahat. Oke, aku minta maaf karena tidak bisa sering-sering bercengkrama denganmu. Kau tahu, menjadi ketua Osis dan mengatur urusan sekolah sendirian bukan hal yang mudah, bukan?" ucap Sona.
Memang benar, Kuoh Academy memiliki seorang kepala sekolah yang masih dirahasian identitasnya. Tapi, urusan laporan dan sebagainya diserahkan kepada Osis. Sehingga, mau tidak mau Sona yang menjabat sebagai ketua harus mengurusnya. (Saat ini, karakter kepala sekolah belum diketahui di LN DxD maupun Animenya. Jadi apakah ada seseorang yang bisa memberitahukanya kepada Kishi?)
"Sudah kubilang, lebih baik kau lepaskan saja jabatanmu sebagai Ketua Osis, dan pindah menjadi Ketua di salah satu Klub. Dengan begitu, pekerjaanmu akan berkurang"
"Dan, membiarkan sekolah jatuh pada kebangkrutan dan kehancuran kalau diserahkan kepada orang lain yang tidak bertanggung jawab atau kurang cakap dalam tugasnya? Jangan harap! Hmph!"
"Hahh… Baiklah, lebih baik kita teruskan tentang rumor yang kau jelaskan sebelumnya. Jadi apa rencanamu? Apa kau berusaha pergi kesana dan mencari tahu sendiri akan kebenaranya?"
"Karena sumber anomaly berada di Fuyuki City dan bersekolah di salah satu sekolah sihir. Maka, sudah pasti kita yang pure blood devil tidak diperbolehkan masuk. Karena itulah aku meminta bantuanmu Rias. Aku ingin Hyuudo Issei di transfer ke Homurahara Academy untuk sesaat."
"Hm, tidak masalah. Tapi, kenapa harus Issei? Dan kenapa tidak langsung saja menemuinya, tanpa harus transfer sekolah? Bukankah hal itu lebih mudah?"
"Aku memilih Issei, karena kuakui, dia merupakan salah satu half devil yang terkuat yang kita miliki. Dengan Boosted Gear miliknya, dia merupakan kandidat Ultimate Devil dimasa akan datang. Dan tentu, kau juga akan mendapat keuntungan dalam hal ini. Dengan membiarkan Issei belajar mengenai sihir, ada kemungkinan besar menambah kemampuan bertarung miliknya"
"Dan alasanku untuk tidak menemui target secara langsung, karena menurut info yang kubaca, dia cukup berbahaya. Jadi, kontak langsung atau memaksanya tidak memungkinkan. Ini terbukti dengan laporan yang menyebutkan bahwa selama 2 bulan terakhir ini, pihak devil kehilangan lebih dari 20 orang pilihan. Dan begitu pula para Fallen Angel yang sepertinya kehilangan lebih banyak orang. Lalu, saat ini belum ada catatan korban dari pihak Angel, sepertinya mereka lebih memilih untuk mengamati dari jauh." lanjut Sona.
"Hmm... apa info yang kau dapat ini akurat? Kalau dia memang sangat berbahaya, kenapa para maou atau pemimpin fraksi lainya tidak memerintahkan untuk memburunya? Kau tahu bukan, mungkin saja informasi yang kau dapat salah. Tidak jarang para devil melakukan semacam paksaan atau sejenisnya?"
"Hm... itu benar, ada beberapa rumor yang kudengar dari salah satu Phenex, bahwa yang menjadi sumber Anomali ini hanya menyerang jika diserang terlebih dahulu. Awalnya pihak council tidak mempercayainya. Namun setelah beberapa minggu berlalu. Akhirnya para petinggi menghentikan usaha mereka untuk melakukan dengan cara paksa. Setelah mereka yakin bahwa pemilik anomaly ini tidak memihak pada siapa pun. Namun, aku masih kurang puas dengan informasi samar seperti itu, karena itulah aku ingin memastikanya dan mengumpulkan informasi melewati cara lain. Yaitu, dengan mengirim Issei, sebagai murid di Homuhara Academy. Tentu, pemuda itu tidak akan menyadari bahwa Isei yang latar belakangnya manusia normal sedang menjalankan misi rahasia sebagai mata-mata"
"Sona memang jenius!"
"Um... itu tidak benar, ini hanyalah ide yang sudah umum. Ada kemungkinan beberapa petinggi devil atau Fraksi lain memiliki Ide yang sama, dan saat ini mengirim mata-mata mereka kesekolah itu."
"Oh? Benarkah? Kalau begitu kutarik kata-kataku barusan. Dan kuganti dengan Sona memang tsun-tsun dan bodoh. Hehe..."
"Heii!"
"Ahaha... maaf, aku hanya bercanda"
Dan perbincangan dari dua devil ini berlanjut hingga larut malam. Meninggalkan Tv yang saat ini menonton tingkah laku mereka.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
## Kembali Sekitar Dua Bulan Yang Lalu / Pagi hari / Fuyuki City / Rabu / 07.16 ##
"Shit! Aku terlambat!"
Terlihat Shirou sedang berlari dengan kecepatan normal miliknya.
'Ugh! Meskipun aku benci pelarajan sekolah. Bukan berarti aku benci bersekolah. Soalnya, disana banyak orang yang bisa ku bully. Er salah, maksudnya disana banyak teman yang bisa kuajak kukerjai. Yah, hanya untuk bercanda!' Batin Shirou dalam larinya, seraya matanya memandang kesekitar mendapati beberapa pejalan kaki lainya yang berlalu lalang.
'Hm... sekitar seminggu ini, aku sering melihat beberapa Devil, Fallen, dan Angel yang menyamar menjadi manusia berkeliaran di Fuyuki City. Tujuan mereka sama, yaitu mencari dan memantau keberadaanku. Yah, itu hal yang wajar setelah kehebohan yang kami buat di Gap Dimension'
'Meskipun aku ingin membunuh sebagian besar dari mereka. Itu dikarenakan sebagian besar para devil dan fallen yang dikirim ialah mereka yang sesuai dengan tugas Assasin, yaitu mata-mata dan pembunuhan. Tapiii... tidaklah sopan untukku menghampiri mereka dengan sok kenal. Lalu membunuh tanpa tanya. Well, Aniki dan Tousan mengajarkan ku sopan santun. Mau tidak mau aku harus mengikutinya. Hmm... 'Mereka yang ingin membunuh harus bersiap untuk dibunuh'? 'Jangan menyerang sebelum diserang'? Err... 'Sedia payung sebelum hujan'?'
'Ah, sudahlah. Bukan salahku tidak mengingat ceramah panjang dan membosankan milik mereka berdua. Selain itu, meskipun aku memiliki Perfect Analysis, bukan berarti aku harus memiliki Perfect Memory dan mengingat hal-hal yang tidak penting. Aku menscan hal-hal yang tidak penting hanya untuk mengisi dan mengabiskan waktuku saja. Aku bukanlah Suster dari To aru Majutsu Universe yang memiliki Perfect Memory. Aku hanyalah Emiya Shirou.'
(Alasan Shirou mengetahui keberadaan Index-chan adalah: karena salah satu Shirou di paralel lain mendapati dirinya terjebak didalam tubuh gadis gara-gara ulah Zelretch dan terpaksa tinggal dalam waktu yang lama di Academy City)'
Shirou yang sudah hampir terlambat memutuskan mengambil jalan pintas melewati beberapa pepohonan yang ada ditaman kota Fuyuki.
Disaat itulah, dua devil yang salah satunya berambut coklat, dan lainya berwarna pirang, disertai dengan berpakaian layaknya turis asing mendekat kearah Shirou. Manusia lain mungkin akan mengira bahwa keduanya hanyalah dua orang asing yang sedang menikmati jalan-jalan pagi. Dan kedua devil itupun masih mengira bahwa Shirou tidak mengetahui bahwa mereka berdua devil dalam penampilan seperti ini. Atau, seandainya Shirou mengetahui keduanya adalah devil, mereka masih mengira bahwa Shirou belum mengetahui tujuan mereka.
"Hei.. anak muda, bolehkah kami bertanya jalan?"
"Sepertinya kami tersesat"
'Qwenthur Barbotage, yang sudah membunuh 251 manusia, dan 75 iblis. Dan Havia Winchell, membunuh 314 manusia, dan 82 iblis. Keduanya adalah agen bawahan dari Diehaueser Belial. Whoa... dua orang pembunuh elit yang ditugaskan langsung oleh petinggi Devil. Hmm... tak kusangka bahwa aku akan seterkenal ini. Well, tetap saja, pembunuh harus dihukum, aku tidak mempermasalahkan mereka membunuh devil karena tugas dari atasan. Tapi aku tidak suka perlakuan mereka dengan membunuh manusia satu desa 132 tahun yang lalu hanya dikarenakan marah karena tidak disambut baik oleh penduduk desa. Lalu hidup setelahnya tanpa ada penyesalan, oh, tidak lupa pula beberapa puluh manusia yang mereka bunuh setelah kejadian itu sampai sekarang.'
"Anak muda.. apa kau mengerti apa yang kami ucapkan?"
"Apakah bahasa kami aneh?"
Shirou yang sudah selesai melakukan pertimbangan menjawab pertanyaan mereka.
"Maaf devil-san, aku tidak punya waktu untuk basa basi. Kalau tidak cepat-cepat aku bisa terlambat masuk sekolah!" ucap Shirou seraya berlalu hendak meninggalkan keduanya.
'Hm... meskipun mereka target yang bisa dibunuh. Asalkan tidak menggangguku, bukan masalah' pikir Shirou.
Namun, dua Devil yang sudah dilewati Shirou, tiba-tiba muncul kembali dihadapannya dengan gerakan cepat.
"Hei.. anak muda.. meskipun kau sepertinya mengetahui bahwa kami devil, bukan berarti kau bisa mengacuhkan kami. Bukankah kami sudah bertanya dengan sopan padamu?"
"Aku tidak peduli apa kata atasan, tapi kalau kau membuatku kesal, aku akan menghajarmu terlebih dahulu. Lalu menyerahkan dirimu yang setengah hidup pada mere-"
[Gae Bolg]
Jleb!
Usaha untuk tampil sangar dari para Devil gagal total. Karena tiba-tiba saja devil berambut coklat medapati paru-paru dan bagian kanan dadanya berlubang, lalu terbatuk darah. Shirou sengaja tidak menargetkan jantungnya, karena akan merepotkan apabila salah satu orang pilihan dari petinggi Devil mati. Dan mereka akan menuntut balas kepada Shirou.
Well... karena pertemuan pertama, Shirou masih sedikit berbaik hati, tapi, kalau mereka memang bersikeras? Itu masalah lain. Lagipula, kali ini Shirou yang memulai serangan duluan. Beda halnya kalau para devil yang menyerangnya terlebih dulu. Kalau mereka yang memulai, bisa diperkirakan keduanya akan menjadi korban kemampuan [Gae Bolg] yang sesungguhnya.
"Ohokk!"
"Havia! Apa yang terjadi!" ucap devil lainya yang langsung mendekati temanya yang hampir mati.
"Karena aku mengetahui bahwa kalian adalah devil yang keras kepala. Untuk mempersingkat urusan ini, maka aku sengaja menyerang temanmu dan tidak membunuhnya. Tapi, dia akan mati kalau kau biarkan begitu saja, lebih baik kau batalkan misi kali ini, dan bawa dia pulang lalu berikan Phoenix Tear sebelum terlambat. Ok, aku pergi dulu. Daaah!" ucap Shioru seraya kembali melanjutkan perjalananya.
Sementara itu, Qwenthur yang sebernanya ingin melanjutkan misi, terpaksa membatalkanya dan memilih keselamatan rekanya, dan menyampaikan laporan kepada atasan.
.
# Sepuluh jam setelah pertemuan dengan 2 Devil / malam hari / Fuyuki City / Rabu / 17.46 #
Ketika pulang dari super market dengan kedua tangan membawa bahan-bahan makanan untuk makan malam. Shirou kali ini ditemui oleh empat Fallen angel.
"Ada urusan apa kalian menemuiku?" ucap Shirou memulai untuk menghemat waktu, meskipun dia tahu siapa dan apa tujuan mereka, juga memperkirakan ada kemungkinan 84% terjadi pertempuran. Karena dilihat dari sejarah keempat orang ini, 3 orang lelaki dari merka adalah pengikut fanatik Kokabiel. Yang artinya mereka suka perang dan perkelahian. Adapun yang satunya lagi, seorang fallen wanita yang bersedia melakukan misi karena ingin diberikan pujian oleh Kokabiel. Tentu, jumlah Kill mereka berempat terhadap Manusia dan Devil cukup tinggi. Ditambah, dua lelaki yang berambut panjang dan pendek yang disana juga pernah membunuh sesama fallen.
"Kami bertugas membawamu, Kokabiel sama ingin-" ucapan salah satu mereka terhenti dengan jawaban dari Shirou.
"Maaf, Fallen-san, aku harus pulang cepat. Aniki akan marah kalau aku telat membawakan bahan untuk makan malam. Jadi, kumohon sampaikan pada pimpinan kalian, aku tidak tertarik dengan negosiasi, bantuan, pemberian Sacred Gear, ataupun dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk Holy Sword Project. Ok, sampai nanti" ucap Shirou cepat, seraya berlalu melewati mereka.
Setelah melangkah dari para fallen sejauh 14m. Tiba-tiba saja, dua orang fallen lelaki melemparkan tombak cahaya ke arah Shirou.
Trank!
Trank!
Namun, kedua tombak cahaya, dipentalkan setelah menabrak Great Sword normal yang dibuat dari Myrthil yang orang-orang masa abad pertengahan menyebutnya [Heavy Blade], yaitu sebuah pedang dengan ukuran besar yang muncul dan menancap ditanah, tepat dibelakang Shirou.
Sementara itu, Shirou berpaling mengadap para Fallen dengan 3 Tombak merah yang sudah melayang disampingnya.
[Gae-Bolg!]
Jleb-Jleb-Jleb!
Tiga orang fallen dikejutkan dengan jantung mereka yang tiba-tiba ditembus oleh benda asing. Kemudian tubuh lunglai mereka jatuh menghantam tanah. Beberapa detik setelahnya, mereka mati.
"Kyaaaaaaaa!"
Tentu fallen wanita terkejut dan panik mendapati 3 rekanya yang mati dengan tiba-tiba.
"Oi! Kau yang disana, aku akan membiarkanmu hidup kalau kau membawa mayat mereka pergi. Soalnya, Aku tidak ingin repot melakukanya." Ucap Shirou.
Wanita yang saat ini tubuhnya bergetar karena ketakutan, dengan gerakan takut-takut, menghadap kearah pemuda yang seharusnya menjadi target mereka malam ini.
Kemudian, mata fallen wanita itu mendapati bahwa terdapat 3 benda berbentuk tombak berwarna merah yang masing-masing melayang diatas, kanan dan kiri pemuda. Lalu ketiga tombak itu menghilang dengan partikel cahaya putih.
"Kau mendengarku fallen san?"
Fallen wanita itu mengangguk takut, dan dengan perlahan mendekati 3 mayat parnernya.
Setelah menyaksikan fallen dan beberapa mayat itu menghilang dengan teleportasi sihir. Shirou kembali berlari dengan cukup cepat, tidak ingin membuat Ophis hime menunggu Jelly melon dan ice Cream Chocolate Favoritenya.
'Hm... aku penasaran, kenapa Shirou paralel lain tidak menggunakan Gae Bolg seperti ku? Padahal Simple, hemat waktu, dan tidak merepotkan.'
'Tiga [Gae Bolg] yang ku trace sebelumnya adalah lesser Noble Phantasm dengan rank C. Berupa copy-an mentah dari Original [Gae Bolg] yang hanya terdiri dari bahan dasar [Gae-Bolg] yaitu Red Steel Gem dan sebagian historynya saja, yaitu kemampuan One-Hit-Thrust-Skill. Aku tidak perlu repot-repot mentrace keseluruhan complete [Gae Bolg] untuk melawan mereka. Sendainya diriku yang lain lebih mahir dalam hal Tracing seperti Archer nii san, tentu hal seperti membuat copyan jelek seperti ini, merupakan hal yang mudah. Buktinya saja, salah satu diriku dari paralel lain bisa mentrace pedang raksasa yang memiliki Divine Construct [Ig-Alima] kualitas rendah dengan mudah, lalu kenapa yang lain tidak?' (Referensi silakan baca manga Fate Kaleid)
Shirou pun terus berlari sambil mengingat memori-memori yang didapatnya dari Aniki. Karena sudah sering dan berkali-kali melakukan Scan terhadap EMIYA, paling tidak, saat ini Shirou bisa mengingat hampir 76% ingatan yang terkumpul selama beberapa milenium itu. Seperti pepatah bilang [lancar kaji karena diulang], karena mustahil untuk mengingat semuanya sekaligus, jadi sejak dari dunia asalnya sampai sekarang, terkadang Shirou menscan EMIYA dalam waktu bosan miliknya. Tentu tanpa diketahui EMIYA.
'Hm, ternyata sebagian besar 'Emiya Shirou' memiliki alasan yang berbeda untuk tidak mentrace noble phantasm seperti [Ig Alima] atau [Gae Bolg]. Pertama, sebagian dari mereka meskipun bisa mentrace [Gae Bolg], tapi tidak menemui pedang raksasa itu sewaktu mereka hidup. Kedua, karena sebagian dari mereka belum sampai tingkat master dalam hal Tracing seperti Archer nii-san dan beberapa Shirou lainya. Ketiga, mereka lebih memilih Kanshou, Byakuya, dan beberapa Noble Phantasm level rendah lainya, dari pada memakai Noble Phantasm milik Servant yang pernah ditemui. Heh, mereka terlalu peduli untuk menghormati Heroic spirit lainya, sehingga merasa enggan menggunakan Noble Phantasm milik mereka. Alasan aneh, toh, semua Noble Phantasm adalah senjata. Bahkan Archer nii tidak ragu dan tidak peduli untuk menghancurkan mereka. Keempat, karena mereka berfikiran tidak mampu melakukan sesuatu hal yang lebih dari kemampuan manusia normal. Sayang sekali, padahal sejak awal, kita para Shirou memang dilahirkan dan ditakdirkan melebihi kemampuan normal manusia.'
'Ada pula mereka yang memiliki alasan minor lain, seperti mereka memiliki origin dan element berbeda, atau tidak memiliki Mana yang cukup untuk MageCraft, atau sama sekali tidak bisa menggunakan Magecraft, atau mendapat kutukan dari Api yang dihasilkan Holy Grail sebelumnya, atau hal-hal kecil lainya. Bukan masalah sih, toh mereka memiliki pribadi masing-masing. Aku tidak berhak untuk memprotes keadaan mereka.'
'Lagi pula, kebanyakan Shirou tidak sepertiku, seorang magus yang 'hanya' memiliki kemampuan Perfect Struktual Analisis lalu menggunakan pada tubuhnya sendiri sehingga mengetahui detail dirinya dengan sempurna dan memiliki ingatan sebelum terjadinya Insiden kebakaran besar Fuyuki. Mereka tidak menyadari keanehan, kenapa mereka bisa memiliki Origin Sword dan Element Sword. Dan mereka tidak menyadari, bahwa [We are Swords]!'
'Meski demikian, aku juga sedikit iri dengan mereka yang hidup normal seperti itu. Bisa menikmati damainya keseharian mereka dengan menemui hal-hal yang baru dan menarik. Tanpa harus mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang kebaikan dan kejelekan para makluk yang hidup disekitar mereka.'
'Hahaha... sepertinya hanya aku seorang yang merasa terasingkan. Karena, bisa mengetahui segala sesuatu itu tidaklah semenarik seperti yang para magus pikirkan. Mencapai Root? Dan menemukan semua pengetahuan dari dunia? Apa mereka bodoh? Mengetahui hal-hal kecil seperti ini saja sudah membuat hidupmu berubah menjadi bosan. Apa yang terjadi jika kau bisa mengetahui masa depan, masa lalu, semua kemungkinan yang akan terjadi, dan semua hal-hal yang tidak ada kaitanya dengan dirimu?'
'Ah, sudahlah, itu bukan urusanku. Aku hanya bisa berduka cita, bagi mereka yang berhasil mencapai Root. Haha... rasakanlah bagaimana rasanya Infinite kebosanan yang kau dapat ketika mendapat semua pengetahuan! Hahaha'
.
[Huachin! Huachin! Huachin!]
Di paralel yang lain terdapat seorang bersin-bersin tidak keruan, dia berambut hitam, berada ditengah ruangan putih yang luaaas dan duduk disinggasana yang diterangi oleh cahaya putih menyilaukan.
[Huachin! Ugh... Sialan kau paralel Emiya Shirou! Bisa-bisanya kau mengejekku dan membuat diriku bersin!]
.
# Tiga hari setelah hari pertemuan dengan 4 Fallen Angel / siang hari / Taman Fuyuki City / Sabtu / 13.56 #
Shirou yang sedang membolos setelah jam makan siang, lalu memilih tidur-tiduran dibawah pohon, terpaksa bangun, karena kehadiran beberapa devil. Lebih tepatnya 12 orang, delapan lelaki, dan empat perempuan. Mereka semua berasal dari klan yang berbeda, dan ada 2 orang yang berasal dari Phenex Clan, sepertinya mereka berdualah yang memimpin pasukan kecil ini.
Shiro menggunakan Perfect Struktual Analysis terhadap mereka. Dan mendapat semua informasi, seperti jumlah kill yang pernah mereka lakukan, tujuan mereka kali ini (yaitu memakai cara kekerasan dan memaksa Shirou ikut dengan mereka untuk bertemu dengan Devil Council), mengetahui kemampuan serta data pribadi lainya, seperti Three Size para gadis.
"Hahh... Aku tahu tujuan kalian kemari. Tapi, maaf saja, aku tidak ada niat untuk mengikuti perintah dari para petinggi Devil. Dan kalian telah menganggu tidur ku. Apa kalian tidak bisa memilih waktu yang tepat? Atau kalian sengaja membuatku kesa-"
Dhuaaar...!
Tiba-tiba dua orang devil menembakan bola api raksasa kearah Shirou. Dan seperti sebelumnya, kali ini Shirou mentrace 2 pedang besar/great sword dihadapanya untuk menangkis api, yang kali ini bentuknya terlihat jelas, tidak seperti sebelumnya yang masih samar karena di trace malam hari. Dengan bantuan cahaya matahari para devil bisa menyaksikan, bahwa masing-masing memiki lebar hampri seperti tubuh Shirou (sekitar 40 cm) dan panjang pedang hampir 2 meter (tepatnya 198 cm). Pedang-pedang yang bernama [Heavy Blade] ini mirip pedang-pedang polos bergaya eropa lainya. Tidak ada ukiran maupun hiasan, hanya pedang normal yang terbuat dari bahan yang kuat dan keras.
'Ok, aku mulai membenci para clan Phenex yang menyebalkan ini'
"Hn, karena kalian yang memulai duluan. Jadi jangan salahkan aku kalau kalian tewas"
Pernyataan Shirou dijawab dengan para devil yang menerjang Shirou atau menembakkan api raksasa.
Shirou kembali memunculkan dua pedang besar dihadapanya untuk menangkis bola-bola api. Dan menggunakan tubuh yang sudah di reinforcement melompat kebelakang dengan cepat untuk menghindari gerakan cepat milik para Devil. Bagaimanapun juga, Devil elit yang dihadapan Shirou memiliki kekuatan, stamina, dan kecepatan layaknya Servant. Tiga hari sebelumnya, Shirou berhasil mengalahkan lawan, karena elemen kejutan.
Tapi, kali ini berbeda, musuh sudah bersiap dan siaga untuk bertarung melawan Shirou.
Shirou kemudian menangkis tembakan-tembakan sihir dari iblis selain Phenex menggunakan Kansho dan Byakuya. Dan beradu CQC (Close Quarter Combat) dengan beberapa devil lain.
'Untunglah tidak ada dari mereka yang ahli dalam seni pedang' batin Shirou seraya menangkis pukulan dan tendangan menggunakan dua pedang ditanganya, lalu kembali melompat untuk menghindar dari tembakan sihir dan bongkahan-bongkahan Es tajam yang mengarah padanya.
Ketika Shirou mendarat, dengan cekatan, dia mentrace 12 buah Pedang kembar ditanganya, lalu melemparkannya kearah para Devil yang menghadang.
'Ok, persiapan sudah selesai'
Sebagian besar devil berhasil menghindari lemparan pedang, namun ada 1 devil yang tidak sempat menghindar dan mendapat luka berupa tangan yang hampir putus, namun tersambung kembali dengan cepat. Karena lelaki devil ini merupakan salah satu dari anggota Phenex clan.
Devil yang lain kembali menyerang Shirou.
"Hei, lebih baik, kalian perhatikan arah belakang kalian!" ucah Shirou
"Heh, tipuan Klasik untuk mengecoh seperti itu tidak akan bergun-"
Jrasss!
Jrass!
Jrass!
3 devil yang berdiri di bagian belakang berhasil dikenai pedang bomereang (Kansho/Byakuya) dan mendapatkan luka fatal karena pedang itu menancap di punggung mereka. Adapun devil yang lain berhasil selamat dengan luka kecil, hanya sayap yang terpotong. Atau luka goresan dibadan, akibat menghindar disaat-saat terakhir.
Akhirnya Shirou berhasil mengalihkan perhatian musuh sesaat, dan dalam waktu sesaat inilah, Shirou mentrace 10 [Gae Bolg] kualitas rendah yang melayang disekitarnya.
Satu Pria devil dari Klan Sitri yang sebelumnya membaca laporan objek buruan kali ini dengan detail, langsung ingat akan satu kalimat dilaporan yang bercetak hitam.
- Berhati-hatilah, dengan tombak merah yang dimunculkan target -
"Ini gawat! Semuany-" namun ucapan devil ini untuk memperingatkan teman-temanya, tidak bisa keluar sempurna dari mulutnya. Satu kata terakhir yang didengar sebelum suatu benda menembus jantungnya adalah:
... Bolg!]
Dalam sekejap, 10 orang devil mati karena tusukan di jantungya.
"Fyuh, kerja bagus! Pasti Lancer akan bangga padaku kalau melihat bagaimana aku menggunakan tombak kesayangan miliknya untuk menghapus kejahatan dimuka bumi ini"
Shirou kemudian, menghilangkan 10 tombak merah itu, dan dengan cepat memunculkan satu pedang besar dihadapan tubuhnya, untuk menangkis bola api yang ditembakkan salah satu perempuan Devil Phenex. Sementara lelaki Devil Phenex yang lain masih terkejut karena dengan mudahnya Pria Manusia dihadapanya membunuh devil Ranking pertengahan (Midle Rank) yang menjadi bawahan mereka untuk misi kali ini.
"Kau... kau... Kau Pembunuh kejam! Monster!"
"Well, aku bukalah pembunuh kejam atau Monster, Ojou chan. Tapi, pastinya aku bukan hero ataupun Saint. Aku hanyalah pedang yang bertugas untuk menegakkan keadilan. Ada beberapa standar orang yang menjadi kill target milikku. Pertama, alasan mereka membunuh. Kedua, jumlah kill lebih dari 10, well sebenarnya Archer nii yang memberikan syarat yang satu ini. Kenapa harus 10? Padahal 2 kan sudah termasuk hitungan plural/jamak? Ah, lupakan saja. Aku hanya berbicara sendiri"
"A-A-Apa maksud perkataanmu?" tanya gadis pirang keheranan.
"Seperti yang kubilang, aku hanya membunuh orang yang pantas untuk dibunuh. Seperi halnya kakakmu Riser Phenex yang berada disana."
Mendengar dirinya sedang dibicarakan, Riser marah.
"KAU! KAU hanya manusia rendahan! Berani-beraninya kau menggagalkan rencanaku untuk mendapatkan nama baikku kembali! Meskipun para petinggi menginginkan kau hidup. Tapi, aku berpendapat lain, aku akan membunuhmu saat ini juga! Rasakan ini!" dan Riser yang kali ini serius untuk membunuh, kembali menembakkan bola api super panas yang lebih besar dari bola-bola api sebelumnya kearah Shirou. Sayang sekali, satu lusin pedang besar muncul dan menghalangi apinya mencapai sasaran.
Setelah mengamati bahwa beberapa pedang miliknya meleleh, Shiro berkesimpulan, bahwa noble Phantasm Rank D tidak cukup untuk menghentikan api yang dihadapinya kali ini.
"Apa kau belum belajar tentang kesombongan dan kesalahanmu di Rating Game sebelumnya. Sepertinya terlalu banyak berteman dengan Diodora Astaroth membuatmu bodoh. Dan aku kembali mengingatkan, bahwa mempermainkan kehidupan manusia bukanlah hobi yang baik!" ucap Shiro dengan nada dingin diakhir kata-kanya, seraya melangkah perlahan kearah Riser, dan memunculkan tombak merah bernama [Gae Dearg] dan tombak kuning keemasan yang bernama [Gae Buidhe], lalu dengan bantuan Reinforcement tubuh yang masih aktif, Shirou mulai berlari, melesat kerah Riser.
"Onii-chan!" Ravel Phenex hanya bisa berteriak karena seorang pembunuh menuju kakaknya. Saat ini kepalanya masih dipenuhi pertanyaan, apa maksud perkataan manusia dihadapanya? Kenapa dia bisa mengetahui nama Kakaknya? Lalu kenapa dia lebih cepat dari sebelumnya? Ravel bukanlah tipe petarung, dia adalah Type Mage, yang bisa menghasilkan damage besar dari serangan api miliknya, jadi tidak mungkin bisa mengimbangi kecepatan pemuda ini. Apa yang mereka hadapi ini benar-benar manusia?
Riser yang mengira bahwa yang dilakukan manusia dihadapanya bodoh, lalu menembakkan dua bola api super panas dan super besar dari tangannya dengan tujuan untuk menghanguskan tubuh manusia itu dengan panas api miliknya. Namun hal itu gagal, dengan gerakan cepat, Shirou mensabetkan secara Vertikal tombak berwarna merah untuk membelah bola api miliknya, dan tangannya yang lain melemparkan tombak berwarna kuning tepat ke tubuhnya.
Dalam jarak sedekat ini (3 meter) meskipun Riser berusaha menghindar, dia tetap tidak bisa lolos dari mata Shirou yang memperkirakan arah gerak Riser, sehingga semuanya berakhir dengan ujung tombak [Gae Budhie] yang menembus perut riser.
"Heh.. kau bodoh, kami adalah Klan Phenex, hanya benda dengan elemen Holy yang bisa melukai- Ohok! Ap-Ap apa-apan ini? Ti-tidak mungkin!" ucap Riser dengan wajah horor. Setelah kekalah melawan Issei dia semakin berhati-hati dengan benda yang dihadapinya. Dan saat ini tombak, dan beberapa pedang yang dimunculkan manusia ini tidak mengandung unsur Holy, yang ada malah aura hitam yang mengerikan yang memancar dari 10 tombak merah yang sebelumnya. Adapun 2 tombak yang dipegang pemuda kali ini memiliki aura yang berbeda.
"Kau terkejut? Tentu saja benda yang menusukmu saat ini tidak mengandung element Holy. Kau tidak seharusnya cepat berasumsi bahwa hanya satu element yang bisa melukai kalian. Well, meskipun ini bukan gayaku. Tapi, karena kau sudah hampir mati, dan aku sedikit kasihan melihat wajah memelas dan kebingungan milikmu, aku akan memberimu bonus pengetahuan."
"Ohok! Kau! Siala-blegh!"
Ucapan Riser terhenti ketika Shirou mencabut tombaknya, lalu menuskanya kembali ke daerah diafragma.
"No! No! No!... seorang vilain sepertimu tidak seharunya berkomentar disaat seperti ini. Baiklah, kita lanjutkan. Jadi, ringkasnya, senjata yang kutusukkan padamu mengandung elemen kutukan yang membuat luka yang dihasilkanya tidak bisa disembuhkan. Do you Understand?"
Mendengar penjelasan Shirou, mata Riser membulat sempurna!
"Yep, dengan kata lain, regenerasi super cepat yang kau banggakan tidak akan berguna? Bagaimana? Tombak milikku lebih berbahaya dari tombah cahaya yang dimiliki para gagak fallen bukan?"
Akhirnya, Risei tidak sempat menjawab pertanyaan Shirou, karena sudah terlalu banyak darah yang keluar dari dua luka tusukan yang didapatnya, disertai dengan kutukan yang menyebar keseluruh tubuhnya. Dan Phenex yang dikenal abadi pun mati dengan wajah kesakitan.
Syuuut...
DHUAAAAARRR!
Terjadi ledakan yang menganguskan area radius 55 meter disekitar Shirou,
"Ojo-chan, apa maksudmu menyerang orang baik seperti diriku?"
"KAU! Berani-beraninya KAU melukai kakakku!"
Teriak Ravel, sementara ada sedikti rasa takut dihatinya, karena pemuda ini baru saja menangkis serangan terkuat miliknya dengan memunculkan 3 pedang besar berwana merah membara layaknya magma. Kemudian pedang itu hancur dan berubah menjadi partikel putih.
'Hm... untunglah kali ini aku sudah menpersiapkan [Flametongue Blade] Noble Phantasm Rank C untuk menggantikan pedang biasa bernama [Heavy Blade] yang sebelumnya kugunakan untuk menangkis serangan mereka. Meskipun [Flametongue Blade] hanya Lesser Noble phantasm, paling tidak cukup efektif untuk menahan serangan api. Fyuh.. tetap saja, serangan tadi membuat udara disekitar panas, ku pikir aku akan terpanggang. Apa aku harus mentrace [IceBrand Blade]? Tidak, tidak, aku tidak ingin arena pertempuran diselimuti kabut, karena efek api bertemu Es.'
"Hei, kau, gadis devil, aku tidak hanya melukainya, tapi membunuhnya" Ucap Shirou datar, lalu berjalan kesamping, karena Ravel langsung berlari dengan lambat kearah tubuh Riser.
Awalnya Ravel tidak percaya, tidak mungikn ada yang bisa membunuh klan Phenex. Itulah yang dipercayainya sejak kecil, tapi fakta itu berubah. Karena tepat dihadapanya adalah pembunuh dari kakaknya.
Dengan mata merah, dan airmata yang masing mengalir, Ravel menatap tajam Shirou! meskipun dia takut, tapi perasaan benci memenuhi dirinya saat ini!
"Hiks... Kau... Kau pembunuh kejam... Hiks.. kau.. kau.. huaaa!"
"Hei, hei, hei... kenapa kau membenciku? Dan kenapa kau malah membela penjahat seperti orang ini? Berbeda denganmu, yang belum pernah terlibat pembunuhan secara langsung, karena kau hanya mengikuti kakakmu dalam misi-misi miliknya, dan hanya diperlakukan sebagai hiasan saja. Orang yang kau kenal sebagai kakakmu ini, selama 285 tahun lebih, dia sudah membunuh 497 manusia, 135 Devil dan melecehkan 361 wanita. Kau tidak mengetahuinya karena dia diam-diam melakukanya bersama-sama Diodora Astaroth. Kalau kau tak percaya tanyakan saja pada Deodoran atau apapun namanya itu."
"Hiks... Hiks.. I-itu tidak mungkin! Kakakku orang yang baik! Hiks.. Di-dia tidak pernah-"
"Lalu, kau sendiri? Apa kau tahu apa yang dilakukanya di kastil Astaroth?" tanya Shirou, dan dijawab Ravel dengan gelengan kecil.
"Hahh..., sudah saatnya aku pergi. Kalau kau masih tidak percaya, aku bisa membuktikannya kepadamu dengan [Memory Dagger] yang ku punya. Tapi, untuk saat ini aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku harus kesekolah, karena sepulang sekolah nanti, aku memiliki janji untuk membantu Sakura menyelesaikan tugas OSIS" ucap Shirou seraya mendekati genangan darah Riser.
Setelah Shirou mengambil Sample darah Riser dengan pisau aneh dengan mata tumpul, berbahan kristal transparan, dengan beberapa ukiran rune kecil menghiasi seluruh pisau. Tiba-tiba saja, pisau itu mulai mengisap darah yang menempel di pisau dan berkelip pelan. Kemudian, Shirou melemparkan pisau itu disamping Ravel yang masih menangisi Risei.
"Nah, ambil saja pisau itu, lalu goreskan tipis pada salah satu bagian tubuhmu. Tenang saja, pisau itu tidak menimbulkan luka. Karena, dia adalah pisau yang tidak digunakan untuk membunuh, melainkan berfungsi sebagai medium dalam melakukan Ritual Sharrar Sharab (Water Mirror Image) dimana satu tetes darah bisa menunjukkan sebagian history atau memory kepada orang yang digoresnya. Ah, aku perlu menambahkan. Karena pisau itu terdiri dari 88% kristal mana alami, maka pisau ini cukup rapuh, sensitif dengan benturan, dan setelah sekali penggunan, pisau itu akan hancur lebur dengan sendirinya. Bahkan Sang Magi, Aladdin, membuat satu pisau ini sangatlah sulit, diproses dengan sangat hati-hati dan memakan waktu yang cukup lama. Jadi, gunakanlah sebaik-baiknya " Shirou pun berjalan santai menjauh dari Ravel dengan kedua tangan dikantongnya.
.
# Besok harinya, 17 jam setelah pertempuran dengan 12 Devil / Pagi hari / Taman Fuyuki City / Minggu / 05.56 #
Shirou yang sedang Jogging pagi dihadang oleh 15 Fallen Angel. Shirou yang sudah menduga hal seperti ini. Dan sudah melihat tanda-tanda kehadiran mereka dari kejauhan dengan menggunakan Claivoyance versi miliknya. Langsung mentrace 15 tombak merah.
[Gae Bolg!]
Dan langsung membunuh semua fallen ketika mereka sampai di jarak tembak Shirou. Kenapa kali ini Shirou langsung membunuh mereka? Tentu, karena kali ini yang datang kepada Shirou adalah mereka yang lebih kejam dari fallen sebelumnya. Mereka adalah pasukan khusus milik Kokabiel yang berprofesi sebagai pembunuh manusia dan iblis. Berbeda dari sebelumnya yang masih ditugaskan untuk negosiasi. Jadi, dari pada memperpanjang pertarungan lebih baik diselesaikan dengan segera.
Setelah semuanya terbunuh, Shirou membiarkan tubuh mereka, tentu dengan boundary yang sebelumnya Shirou pasang disekitar mayat, supaya para manusia atau pejalan lain tidak mendekati daerah itu. Ada kemungkinan teman-teman fallen atau fraksi lain yang akan menemukan mayat mereka dan melakukan urusan selanjutnya
.
# 6 hari setelah pembunuhan 15 Fallen / Malam hari / Taman Fuyuki City / Sabtu / 18.13 #
Beberapa orang dari Fraksi Hero mendatangi dirinya. Mereka yang muncul saat itu adalah, keturunan Jeanne, keturunan Heracles, dan keturunan Cao cao.
Dan perjumpaan mereka berakhir singkat, karena Shirou kembali melemparkan [Gae Bolg] menuju paru-paru sebelah kanan Heracles sebelum mereka mendekat sejauh 300 meter dari Shirou. Tidak lupa, satu menit sesudahnya Shirou mengirimkan email singkat kepada Jeanne, untuk menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin bergabung atau berurusan dengan Khaos Brigade maupun Hero Faction. Dan meminta maaf karena meskipun tidak menargetkan jantungya, tetap saja Shirou yang tanpa aba-aba langsung menusuk Heracles. (Oh, kalian tentu sudah tahu bagaimana Shirou mendapatkan Three Size Jeanne dan alamat Emailnya bukan?)
Kali ini Shirou terlihat tergesa-gesa berlari kerumah, karena setelah pulang dari sekolah tadi, tiba-tiba saja dia mendapati Aniki yang menelponya dalam keadaan panik, dan berkata bahwa stok jelly melon kesuakaan Ophis telah habis! Padahal dua hari yang lalu, setelah pulang kerja, Aniki sudah membelikan 4 kardus Jelly rasa melon. Pasti para penghuni lain yang ikut mamakanya!
Karena itulah, malam ini selain membeli bahan makanan, Shirou juga membeli Snack pesanan dari Ophis dan pengunia lain. Yaitu berupa 12 bungkus Jelly rasa Mellon, (yang merupakan stok sementara untuk Ophis malam ini, karena besok Aniki akan membelinya dalam jumlah banyak, dengan mobil tentu akan mudah membawa 4 atau 5 kardus sekaligus). Beberapa ice krim stick berbagai rasa pesanan Fujii nee, Sakura dan Illya chan yang kebetulam mampir, Ice Cream kotak rasa Fanila Yougurt pesanan Mashiro, dan juga beragam kue kering dan keripik berbagai rasa pesanan Artoria sensei.
'Hahh... karena besok libur, pasti mereka akan mengadakan pesta cemilan malam ini' batin Shirou seraya melanjutkan jalan cepatnya.
.
# 2 hari setelah bertemu Hero Faction / Pagi hari / Pinggir jalan menuju Homurahara Academy / Senin / 07.10 #
Shirou yang sedang berjalan menuju Homurahara Academy dihadang oleh 8 gadis Fallen cantik dengan Oppai yang gede.
'OK! Ini Absurd! Kemarin Kokabiel, sekarang Azazel yang tertarik merekrutku? Hahh... apa fallen mesum itu menyadari bahwa cara yang dipakai Kokabiel itu salah, lalu mencoba pendekatan dengan cara lain? Atau memang ini kebiasaan Azazel dalam merekrut orang lain? Sudahlah, kalau aku bertemu dengan dirinya, aku akan mendapatkan jawabanya nanti. Saat ini yang kutahu dari gadis-gadis dihadapanku, bahwa mereka yang diutus Azazel saat ini hanya fallen yang jatuh karena hal seperti patah hati, cinta terlarang, dan melakukan *Piiip*! Ck! Bukan target bunuh, apa boleh buat.'
"Ne.. ne... abang yang disana! Boleh kenalan gak?"
"Halo pemuda tampan, siapa namanu?"
"Heyaa... Ikemen san?"
Dan kata-kata manis lainya keluar dari mereka satu demi satu. Adapun Shirou hanya bisa mengehala nafas bosan mendengarnya.
Sementara itu, Sakura yang masih ada disamping Shirou menarik lengan pendek tangan kanan seragam Shirou.
"Um... Shirou kun, kau kenal mereka?"
"Ah, aku tidak kenal mereka Sakura chan. Mungkin mereka hanya Fans ku. Kau sudah mendengarnya kan? Bahwa akhir-akhir ini ada rumor tentang para gadis yang membuat Fansclub untuk diriku dan Archer nii?" mendengar penjelasan Shirou, Sakura mengangguk sedikit blushing. Yep, karena dia juga mendaftar jadi anggota Fansclub Shirou!
"Hm.., sepertinya mereka ada urusan denganku. Bisakah kau tunggu sebentar?"
Sakura kemudian mengangguk kembali, sementara Shirou mendekati para fallen.
Sesudahnya para gadis fallen mengajak Shirou menuju jalan buntu yang tidak jauh dari tempat sakura menunggu.
"Ok, Fallen Nee-chan sekalian. Aku tidak ingin bertemu Azazel. Dan maaf, aku harus pergi sekolah. Jadi tidak ada waktu untuk menemani kalian bermain-main" ucap Shirou seraya mengacak-ngacak rambutnya sedikit frustasi. Apa yang harus dia lakukan kenapa mereka tanpa harus membunuh?
"Ne, kau dengar yang dikatakanya Lucy san?"
"Ya, Mira nee.. perkataanya kejam sekali. Apa dia tidak suka dengan kita?"
"Maaf, bukan masalah soal suka atau tidak, aku benar-benar tidak ada waktu sekarang. Jadi, tolong kalian pergi sampaikan pada Azazel, aku tidak tertarik dengan tawaran darinya" jawab Shirou
"Hm, aku penasaran, dari mana kau tahu bahwa kami utusan dari Azazel?" tanya wanita yang bernama Erza, (Shirou tentu sudah mengetahui semua nama mereka setelah melakukan Perfect Strutkual Analysis)
"Oh, itu Rahasia. Aku mendapatkan informasi itu dari sumber yang terpercaya" jawabnya
Kemudian, tiba-tiba salah satu wanita hendak menyergap Shirou dari belakang. Untunglah, Shirou dengan refleknya bisa selamat dari 'Oppai Hug' gadis bernama Saeko Busuzima.
"Mou! Kenapa kau menghindar?"
"Tentu saja aku menghindar!"
"Bhoo~"
"Hah..., tidak ada pilihan lain. Sudah lama aku tidak bersungguh- sungguh melakukanya" ucap Shirou.
[Trace ON!]
Dalam sekejap, Shirou memunculkan 300 paku sepanjang 5cm yang melayang disekitaranya. Dan hal ini membuat para Fallen terkejut. (paku bisa dikatergorikan sebagai senjata tajam loh! Selain itu hemat prana!)
[Trace Rapid Bullet]
Dalam sekejap, Shirou menembakkan seluruh paku kearah para wanita Fallen.
Dengan kemampuan accuracy seorang pemanah profesional, Shirou berhasil memaku pakaian mereka kedidinding di pinggir jalan.
"Ok, selesai. Sakura sudah menunggu" ucap Shirou seraya berlari menjauh dari para fallen.
"Heii~ Tungguuu~"
"Lepaskan Kami!"
"Heiiii~"
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
# Satu bulan setelahnya para Fallen, Devil, masih muncul secara berkala untuk memaksa Shirou ikut dengan mereka. Terkadang pihak Hero Faction juga muncul. Dan tentu Shirou berhasil memukul mundur mereka semua dengan beragam taktik murahan dan licik miliknya. #
# Pada akhirnya setelah hampir dua bulan usaha tanpa hasil, para Devil, Fallen, dan Hero menghentikan usaha mereka untuk merekrut Shiroubaik dengan cara damai atau kekerasan. Karena sudah berkali-kali Shirou menyampaikan bahwa dia tidak ingin ikut campur dan berurusan dengan salah satu dari Faction mereka #
# Sementara itu, pihak Angel yang sejak awal Shirou ketahui mengawasi dirinya, juga ikut menghentikan usaha mereka untuk menstalker Shirou. #
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
.
.
.
.
.
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
# Satu bulan dan 2 minggu setelah pertemuan Oppai Fallen / Pagi hari / Homurahara Academy / Senin / 10.31 / Pergantian jam pelajaran #
"Fyuuh.. akhirnya makhluk-makluk tidak jelas itu berhenti menggangguku. Kukira aku memiliki Luck separah Aniki, sehingga selalu terlibat dalam pertempuran dan kekacauan. Dan berakhir dengan melawan ratusan orang atau satu pasukan armada perang seperti yang sering Aniki lakukan dalam tugasnya sebagai Counter Guardian. Ternyata, aku lebih beruntung darinya, hahahaha!"
Sangat disayangkan, karena Shirou bukan Servant, jadi dia tidak bisa mengetahui stasus miliknya. Meskipun Perfect Struktual Analysis bisa mengetahui informasi dan sejarah secara detail. Tetap saja Shirou tidak mengetahui hal Abstrak seperti Luck, Karma, Takdir, Masa Depan, dan lainya.
Shirou bisa mengetahui Rank terhadap Status Servant, karena sebagai master dia mendapatkan Informasi itu dari System saat perang Grail di Fuyuki dunia sebelumnya. Dan Shirou bisa membandingkan kemampuan Noble Phantasm, hanya berdasarkan pengetahuan yang didapatnya dari EMIYA. Selebihnya, hanya perkiraan, karena yang dijalaninya saat ini bukanlah Game, melainkan kehidupan NYATA.
Karena itulah, seperti biasa takdir berkehendak lain terhadap dirinya.
Sementara menunggu guru masuk kelas, Sakura memulai perbincangan terlebih dahulu.
"Shirou kun, apa kau mendengar bahwa hari ini dikelas sebelah terdapat murid transfer baru?"
"Hm? Siapa dia Sakura? Dari pagi aku mengabiskan waktuku melamun (menscan) keluar jendela"
Sakura yang sudah tahu kebiasaan bosan Shirou hanya tersenyum.
"Um, kalau tidak salah namanya Millet Mcgarden dia adalah keturunan Half Jepang-Inggris, dia pindah karena orang tuanya ada urusan dijepang"
"Hmm.. apa kau sudah bertemu denganya?"
Sakura menggeleng.
"Oke. Kalau begitu, jam makan siang nanti kita akan pergi bersama melihat rupa murid transfer ini"
Sakura mengangguk senang, memang inilah yang menjadi incaran sakura. Mencari topik pembicaraan supaya mereka bisa melakukan hal bersama.
.
Dan akhirnya shirou menyadari bahwa takdir tidak berpihak padanya. Ternyata gadis transfer itu adalah Half Fallen, dan mata-mata dari Kokabiel!
Shirou hanya bisa mengehal nafasnya dalam diam.
'Hahh... sepertinya para fallen memang keras kepala. Semoga tidak ada hal-hal merepotkan yang lain untukku'
Dan takdir kembali menggagalkan harapan Shirou, karena 3 hari sesudahnya 2 murid transfer lain bernama Vali Ludwigg dan Shidou Irinia muncul dikelas Shirou.
"Ugh! Sepertinya takdir memang membenci kami para Shirou! Semoga tidak muncul karakter aneh lagi dalam kehidupanku. Mungkin dengan adanya karakter mesum akut adalah hal yang terburuk yang akan terjadi. Hahhh...~ Fukoo daa~ "
Saat itu, di Kuoh city, seorang pemengang Boosted Gear dan dua teman pengintipnya dipukuli gadis klub kendo. Itu diakibatkan gara-gara Issei yang bersin dengan cukup nyaring, dan membuat mereka ketahuan mengintip.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
The End!
Akhirnya! Fic ini berhasil Kishi selesaikan!*Pletak!
Selesai bukan berarti tamat! Ayo tulis lagi! Kalau tidak, berserker akan memukulmu!
Ilya Himeee kau kejaaaaaam!
[To be Countinued!]
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ok, Terima kasih kepada teman-teman yang masih sedia memberikan masukan, membaca, menulis review, bagi-bagi informasi, nge-PM, nge-Favorite, dan nge-Follow fic ini!
Kalau ada pertanyaan atau apapun yang ada dipikiran kalian. Silakan tulis lewat PM atau Review. See ya later..
AoiKishi [Trace: Off]
