The way of love

Cast:

Lee Donghae

Kim Eunhyuk

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Synopsis:

Semua berawal dari jalan takdir yang mempertemukan cinta mereka. Tentang penyesalan, cinta bertepuk sebelah tangan, dan semangat hidup. "saya guru kesenian baru yang akan mengajar kalian, selama saya disini mohon bantuanya" || "Hyukkie, kau baik-baik saja" || "maaf tapi saya mohon, jangan mencampuri urusan saya" || "saat dia menari mengingatkanku padamu, chagi" || "bolehkah aku merasakan cinta? Setelah dosa besar yang aku lakukan?" || "aku tidak akan membiarkanmu mendekati penjahat itu, apapun yang terjadi" HAEHYUK STORY

.

.

Rate T, romantic, angst

Warning: AU, GJ, amburadul, aneh, BL/yaoi, OOC, EYD berterbaran

Yang ndak suka aku cuma mau bilang "aku rapopo" salah deng, yang ndak suka jangan dibaca!

Chapter 4

Beberapa hari kemudian, Eunhyuk kembali berangkat sekolah setelah dua hari izin sakit. Dia berangkat sekolah seperti biasa tanpa semangat dan tetap dengan wajah datar. Saat memasuki gerbang sekolah namja manis ini sedikit heran dengan para siswa. Mereka tampak mengerumuni papan pengumuman yang berada dikoridor utama. Eunhyuk yang tidak peduli memilih berjalan melewati mereka. Saat sampai dikelas, dia juga mendapati hal yang sama. Siswa kelasnya berkerumun membicarakan sesuatu, Sungmin juga ada disana.

"bagaimana ini? Kita harus memenangkan festival seni tahun ini"

"benar! Kita tidak boleh kalah dengan kelas sebelah! Mereka menyombongkan diri dan mengolok kelas kita!"

"ugh ingin sekali aku bakar mereka" obrolan itu terdengar sampai telinga Eunhyuk, tapi si namja manis tetap bertampang acuh, karena dia tidak mungkin ikut dalam gerombolan itu walaupun ingin.

"hei hei… ini festival seni tiap tahun disekolah! Kita tidak boleh ikut hanya gara-gara ingin balas dendam! Kita harus tunjukkan kemampuan kita" kata Sungmin sambil mengepalkan tangan membuat beberapa murid mengangguk setuju.

"baiklah-baiklah… lalu sekarang apa yang akan kita pertunjukkan?" pertanyaan salah satu siswa membuat yang lain diam. Mereka tampak serius berpikir sampai tidak menyadari Donghae berdiri di depan kelas.

"hkem apa pelajaran sudah bisa dimulai?" tanya Donghae dengan senyum menawannya membuat para siswa kembali ke bangkunya. Donghae memerinyitkan alis saat melihat wajah para muridnya yang bertampang murung.

"ada apa anak-anak? Sepertinya kalian tidak bersemangat?" Donghae kembali bertanya, membuat beberapa siswa menghela napas.

"songsaenim tahu, akan diadakan festival seni di sekolah" jelas namja bersurai hitam yang menjadi ketua kelas disini. Donghae mengangguk.

"dan kami bingung apa yang akan kami tampilkan di festival itu"

"kami tidak ingin kalah dari kelas sebelah yang selalu mengolok kami" perkataan itu sukses membuat siswa bersurai hijau mendapat deathglare dari teman-temannya. "oh… yah maksudku kami ingin menunjukkan kalau kelas ini juga mampu hehe" katanya sambil tertawa canggung. Donghae tersenyum sambil menggeleng.

"apakah songsaenim memiliki ide?"

"songsaenim tolonglah kami~"

"eum.. bagaimana kalau kalian membuat drama musical" kata Donghae yang membuat para siswa langsung duduk tegak.

"maksud songsaenim?"

"seperti pertunjukkan teather dengan tari dan nyanyian! Kurasa kalian dapat melakukanya"

"apakah songsaenim yakin?"

"tentu saja! Kalian adalah muridku yang paling hebat! Aku merasa sangat senang berada di kelas ini" kata Donghae mencoba meyakinkan. "bukankah kalian sudah belajar dance, bagiku dance kalian tidak buruk, hanya perlu diasah dan memberanikan diri tampil di depan umum" ucap Donghae sambil melirik Eunhyuk yang duduk menatapnya di pojokan kelas. Eunhyuk yang merasa risih memilih mengalihkan tatapannya ke jendela. Donghae tersenyum kecil melihat kelakuan dingin muridnya ini.

"songsaenim benar! Kita pasti bisa teman-teman, ayo buktikan kalau kita memang mampu melakukanya" kata sang ketua kelas membuat para siswa bersorak semangat. "apakah songsaenim bersedia membimbing kami?"

"ayolah songsaenim kami mohon~"

"songsaenim kami akan sangat berterimakasih pada songsaenim"

"tapi saya bukanlah wali kelas kalian"

"oh ayolah~ apa songsaenim tidak kasihan pada kami? Wali kelas kami guru tua dan hampir pensiun"

"kami akan membicarakan ini pada wali kelas kami" semua murid terus mencoba merayu Donghae. Donghae tersenyum kecil lalu kembali melirik Eunhyuk yang sedang sibuk dengan bukunya.

'mungkin dengan ini, aku bisa memperlihatkan pada mereka bahwa dia adalah pendencer yang hebat' kata Donghae dalam hati. setelah itu dia tersenyum dan mengangguk membuat semua siswa bersorak gembira. Dari balik bukunya Eunhyuk melirik Donghae yang tengah tersenyum lebar membuat namja manis ini terpaku untuk beberapa saat.

_skip time_

Bel pulang sekolah sudah berbunyi setengah jam yang lalu. Tapi hal ini tidak membuat kelas 3 IPA 1 sepi. semua siswa malah tampak bersemangat mengobrol dengan teman yang lain. Kecuali Eunhyuk yang sejak tadi tetap bergelut dengan bukunya. Donghae memasuki kelas membuat para siswa kembali ke bangku.

"waah kalian terlihat bersemangat ya? hebat!"

"tentu saja songsaenim kami bersungguh-sungguh dengan festival ini" kata salah satu siswa yang mendapat anggukan dari siswa lain.

"baguslah! Sekarang sekertaris kelas maju, lakukan voting tentang tema yang akan kita tampilkan" mereka semua merapatkan hal ini. Hingga jam menunjukkan pukul 5 sore, akhirnya mereka selesai dengan urusan pertunjukkan ini.

"oke aku akan bacakan semua hasil rapat kita" kata sang sekertaris. Donghae duduk ditempatnya dan terus menatap si namja manis yang terus menunduk di sudut kelas. "kelas kita akan menampilkan judul pink lotus, di papan sudah dicantumkan peran masing-masing dan semua siswa dikelas harus ikut! Ada pertanyaan? Baiklah rapat selesai terimakasih" setelah itu semuanya berterimakasih pada Donghae dan meninggalkan kelas begitupun dengan Eunhyuk yang membuat sang guru menghela napas panjang. Dia melihat kembali daftar nama di papan tulis, Eunhyuk berada di urutan paling bawah dengan tugas sebagai penabur bunga.

…haehyuk…

Hari-hari berikutnya tampak SMA blue world sibuk dengan persiapan festival. Ada yang sedang berlatih untuk acara seni, ada yang merapatkan dana, dekor panggung dan sebagainya. Seperti di kelas 3 IPA 1, siswa disini sibuk berlatih untuk drama musical yang akan ditampilkan nanti. Tampak Sungmin sedang mencoba kostum bunga teratai sambil memutar-mutar badanya. Dia mendekati Eunhyuk yang sibuk memotongi kertas untuk bunganya.

"Hyukkie tadaa~ bagaimana penampilanku?" tanya Sungmin dengan mata berbinar. Eunhyuk tersenyum kecil lalu mengangguk. "eum… apa itu tanda kau menyukainya? Kyaaaa aku juga suka! Apalagi bunga teratai ini berwarna merah jambu, cantik sekali" Sungmin duduk disamping Eunhyuk memandang wajah sahabatnya ini.

"Hyukkie…" panggil Sungmin yang disahuti gumaman oleh si namja manis. "sebenarnya kalau boleh jujur, aku ingin kau yang jadi bunga teratainya! Dan memakai kostum ini" Eunhyuk mengentikan kegiatanya, membuat Sungmin menggigit bibir bawah. "jangan marah ya? aku hanya ingin melihat tarianmu lagi… seperti dulu" Eunhyuk menghembuskaan napas berat dan berdiri dari kursinya. Sungmin mencoba menghentikan sahabatnya ini.

"apa aku salah mengatakan hal itu? Aku hanya, hanya berharab bisa melihatmu lagi… bersinar seperti dulu"

"itu hanya masa lalu, Minie! Sekarang inilah aku, aku tidak akan mungkin kembali ke masa bodoh itu! Aku mohon padamu jangan mengungkitnya lagi" Eunhyuk berlari keluar kelas, meninggalkan Sungmin yang mematung ditempatnya.

Eunhyuk terus berlari sampai berada di atap gedung. Tempat sepi yang menjadi favoritnya. Namja bersurai coklat madu ini duduk menyender dipagar tembok. Menekuk lutut dan menenggelamkan kepala disana. Dia tidak mau orang melihat air matanya. Cukup dia dan tuhan yang tahu bagaimana rasa sakit di hatinya.

"hiks.. hiks a-aku hiks… aku juga ingin menari lagi, aku juga ingin hiks kembali ke masaku dulu Minie! Aku ingin hiks" Eunhyuk tetap menangis sesenggukan. Padahal jika boleh jujur dia capek menangis, dia lelah terus mengeluarkan air mata. Kalau air mata punya kapasitas batasan mungkin dia sudah kehabisan sejak dulu. Tidak bisa dipungkiri di dalam hati ada rasa iri dengan teman-temannya. Dapat menari dan bebas melakukan hal yang disuka. Tidak seperti Eunhyuk yang terus merasa dikekang dan dipaksa melakukan hal yang sebenarnya tidak dia inginkan. Eunhyuk ingin kembali seperti dulu, Eunhyuk lelah melakukan ini semua. Tapi ketakutan dan rasa bersalah itu kembali muncul.

Eunhyuk mendongakkan wajah, dan berjalan mendekati pintu. Saat tidak sengaja dia mendengar suara benda jatuh disana. Eunhyuk terdiam menatap sang songsaenim yang beberapa kali menolongnya. Songsaenim muda bersurai brunette itu merutuki kebodohannya dan tersenyum canggung.

"maaf aku mengagetkanmu! Su-sungguh aku tidak sengaja, dan yah a-aku tidak berniat menguping, a-aku…." Belum selesai Donghae menjelaskan, Eunhyuk dengan wajah kesal berjalan meninggalkan sang guru. Donghae memegang pergelangan tangan Eunhyuk mencoba menghentikan namja manis ini. "kalau memang kau ingin, kenapa kau tidak tampil di festival itu?" hening, Donghae diam menunggu jawaban muridnya yang tengah menunduk ini. Tiba-tiba Eunhyuk melepaskan genggaman tangan Donghae dan menatap sang guru dengan sorot mata dingin.

"maaf tapi saya mohon… jangan mencampuri urusan saya" setelah mengatakan itu Eunhyuk berjalan menuruni anak tangga. Menyisahkan Donghae yang terdiam ditempatnya.

Seminggu setelah kejadian itu. Donghae tidak pernah menemukan Eunhyuk menari saat jam pulang sekolah lagi. Bahkan dia tidak menemukan Eunhyuk diatap saat jam makan siang atau jam kosong. Sepertinya si namja manis itu sengaja ingin menjauh darinya.

Donghae yang tengah berada dikantornya tepatnya duduk di samping jendela sambil menghembuskan napas. Dia tidak tahu kenapa, tapi saat menemukan Eunhyuk seperti ini, hatinya gelisah. Dia merasa sangat bersalah. Tapi dia bingung apa yang harus dilakukanya Seperti saat di kelas. Eunhyuk terus menunduk bahkan tidak ingin menatapnya. Muridnya itu semakin acuh dan dingin. Bahkan saat dia meminta tolong namja manis itu langsung pergi dari kelas.

Donghae tidak tahu… dia tidak akan mungkin berpikir sampai seperti ini jika berhadapan dengan orang lain. Hanya Eunhyuk orang pertama yang membuatnya gelisah tanpa sebab yang jelas seperti ini. Perasaan unik yang baru dirasakanya.

…haehyuk…

Hari minggu yang cerah. Donghae berniat berjalan-jalan sambil mencari buku bacaan baru. Saat melewati sebuah gereja dengan taman bunga yang indah, Donghae berhenti. Matanya tidak sengaja menemukan seorang namja bersurai coklat madu tengah duduk sambil memainkan gitar. Di hadapanya beberapa anak kecil menari dengan gembira. Namja itu menyanyi dengan sangat bebas, senyum pun tidak hilang dari wajah manisnya. Sangat mempesona!. Refleks Donghae turun dari sepedanya dan berjalan mendekati gerombolan itu.

Namja berwajah manis itu menghentikan petikan gitarnya, membuat anak-anak dihadapanya bertepuk tangan dan memeluk si namja.

"hyung, mainkan lagu lagi ya?"

"iya hyung~ satu lagu lagi"

"hahaha hyung ingin… tapi tidak bisa! Ini waktunya hyung pulang"

"yah hyung~ kami masih merindukan hyung! hyung hanya kemari seminggu sekali, itupun sebentar" anak-anak berjumlah lima itu terus merengek membuat si namja kewalahan.

"tiga minggu hyung tidak kethini? Kami di penampungan thangat kethepian" kata anak yang paling kecil. Namja itu tersenyum dan menggendongnya.

"mian, hyung juga ingin kesini tapi banyak yang terjadi"

"bilang saja hyung tidak ingin kesini lagi"

"hei… kenapa kau mengatakan hal itu? Hyung sangat senang disini, saat disini hyung bisa menjadi diri sendiri, hyung merasa sangat bebas tanpa ada siksaan dan cacian" namja manis itu mulai meneteskan air mata membuat anak yang paling kecil mengulurkan tangan dan mengusap air yang mengaalir ke pipi putih itu.

"hyung jangan menangith, kami akan thedih jika hyung thedih"

"hyung tunggu kami dewasa ya! kalau aku sudah dewasa, aku pasti menjadi polisi dan menangkap orang-orang yang jahat pada hyung"

"aku akan jadi presiden yang akan membuat pasal baru! Semua orang harus bisa menari dan menyanyi! Karena sejak dulu daerah kita memang daerah seni"

"aku mau jadi suami hyung saja!" mereka semua tertawa, namja manis itu juga ikut tertawa. Inilah rahasianya. Dia akan melepaskan topeng dingin dan acuhnya pada hari minggu di gereja ini, bersama dengan anak-anak jalanan yang tinggal di penampungan gereja. Menjadi diri sendiri, menghibur dirinya dan merenggangkan otot tertawanya. Alasan ibu dan inilah dia masih bisa bertahan didunia ini. Tanpa disadarinya, namja yang sebenarnya sangat ingin dijauhninya mengetahui hal ini. Namja itu terus terpaku ditempatnya dengan jantung berdebar dan semburat merah di pipinya.

Donghae terus memperhatikan namja manis itu. Bahkan sampai si namja menunggu bus untuk pulang. Donghae lupa apa tujuan aslinya pergi ke luar rumah. Dia lebih tertarik berada disini, melihat sang namja manis yang terus membuatnya terpana. Tidak terasa dia sudah menunggu si namja yang saat ini sedang duduk dihalte selama setengah jam. Donghae menatap keatas, melihat langit yang mulai mendung dengan setitik air hujan yang tidak sengaja mengenainya lagi.

"sepertinya akan hujan… bagaimana denganya nanti?" tanya Donghae dalam hati, setelah membulatkan tekad namja berbalut kemeja kuning ini mendekati halte. Dia menghentikan sepedanya persis di depan si namja manis. Namja yang sedang bersenandung sambil menggoyang-goyangkan kakinya seperti anak kecil itu mendongak, dan langsung membulatkan mata.

"sedang apa kau disini, Kim Eunhyuk?" tanya Donghae berpura-pura tidak tahu. Namja manis yang ternyata adalah Eunhyuk itu menunduk sambil menggigit bibir bawahnya takut. Setelah itu dia mendongak dan menatap sang guru seolah berkata bukan urusanmu. Donghae tersenyum kecil sambil menggeleng. "muridku yang satu ini ternyata sopan sekali ya? apa salah seorang guru memperhatikan anak didiknya"

"ini bukan disekolah, jadi tidak dipermasalahkan jika menganggap sama-sama tidak kenal"

"begitukah? Jadi walaupun sang guru bertemu muridnya dijalan saat sedang sekarat tertabrak mobil, apakah sang murid masih tetap acuh dan menganggap tidak saling kenal?" tanya Donghae yang membuat Eunhyuk terdiam. Namja itu mengalihkan tatapanya.

"saya baru selesai dari gereja" kata Eunhyuk pelan, membuat Donghae tersenyum lebih lebar.

"sepertinya akan turun hujan, dan bus yang kau tunggu belum datang" kata Donghae sambil celingukan. Eunhyuk meliriknya dan kembali menunduk.

"gwenchana, saya masih bisa menunggu"

"aku bisa memberi tumpangan, kalau kau mau?"

"tidak perlu songsaenim, itu tidak sopan dan akan merepotkan anda! Ini juga bukan urusan anda" jawab Eunhyuk, Donghae tetap tersenyum lalu turun dari motor dan duduk disamping Eunhyuk. Namja manis ini menautkan alis lalu melirik sang guru yang sedang menggosok tanganya. "kenapa songsaenim duduk disini?"

"itu juga bukan urusanmu" jawabnya singkat membuat Eunhyuk terbelalak dan refleks mengerucutkan bibir. Hening, mereka berdua terus terdiam. Eunhyuk menggeratkan kedua tanganya, sedangkan Donghae tersenyum kecil sambil sesekali melirik si namja manis.

'dia benar-benar imut jika seperti ini' kata Donghae dalam hati. mereka langsung terperanjat kaget saat mendengar rintik-rintik hujan turun. Tanpa babibu Donghae segera mengandeng tangan Eunhyuk menuju motornya. Dia bahkan tidak menunggu protes dari si namja manis dan langsung mengendarai motornya mencari tempat berteduh terdekat.

Disinilah mereka sekarang, sebuah café bergaya minimalis. Eunhyuk keluar dari kamar mandi dan duduk di hadapan Donghae yang sedang asik menatap hujan dari jendela besar yang terpasang disampingnya. Eunhyuk menatap Donghae sebentar lalu kembali menunduk. Tidak lama kemudian pesanan mereka datang.

"susu coklat hangat dan cake strawberry" kata sang pelayan sambil menghidangkan dihadapan Eunhyuk. Namja manis ini mengangguk sebagai jawaban.

"kopi tanpa gula dan waffle madu, silahkan tuan"

"gomawo" setelah pelayan pergi Donghae menatap Eunhyuk yang entah sadar atau tidak sedang tersenyum dengan mata berbinar. Namja manis ini seperti tidak pernah melihat makanan itu selama beratus-ratus tahun, membuat Donghae tertawa cekikikan. Eunhyuk yang mendengarnya menatap sang guru bingung.

"ada yang salah?" tanyanya dengan wajah dibuat sedingin mungkin membuat Donghae menggeleng. 'aku tidak mau menganggunya dulu, kalau aku sampai salah bicara bisa-bisa dia pergi dan acuh lagi padaku' kata Donghae dalam hati.

Mereka mulai menikmati makanan itu dalam keheningan. Sesekali Donghae melirik Eunhyuk yang asik menikmati potongan strawberry terakhir. Dia bahkan tidak menyadari cream kue yang tertinggal di sisi bibir kissablenya. Setelah muridnya ini selesai makan, Donghae langsung mengambil tisu dan mengusapkanya pada bibir Eunhyuk. Donghae yakin melihat semburat merah di pipi putih itu sebelum si pemilik menundukkan wajah.

"oh iya untuk apa kau ke gereja? Apakah kau bisa bernyanyi?" tanya Donghae dengan wajah meremehkan. Eunhyuk berdecak kesal sambil mengerucutkan bibir.

"songsaenim meremehkan saya?"

"eum bukankah itu nyata?"

"jangan sombong Lee songsaenim! Memangnya songsaenim bisa bernyanyi?"

"kau perlu bukti?" mereka berdua terus berdebat. Membuat rasa canggung dan dingin itu menghilang. Sepertinya tembok yang menghalangi namja manis ini mulai retak. Membuat Donghae dapat melihat sisi lain dari Eunhyuk. Dia seperti manusia pada umunya bukan autis atau apalah yang dicap oleh anak-anak itu. Dia malah seperti anak kecil, polos mudah marah, lembut dan baik. Bahkan dia namja yang banyak bicara dan suka bergurau. Hanya saja kenapa Eunhyuk terus berusaha menutupinya dengan topeng dingin dan acuhnya? Apalagi dia tidak menunjukkan bakat dancenya pada orang lain. Hal inilah yang terus dipertanyakan Donghae dalam hatinya. Tapi dia tidak ingin menanyakannya dulu pada Eunhyuk. Dia tidak mau keakraban ini berubah menjadi canggung lagi. Mungkin kalau datang waktu yang tepat dia bisa menanyakanya.

"sepertinya hujan sudah berhenti" kata Donghae sambil menatap jendela café. Eunhyuk juga ikut menatap jendela sambil mengangguk. "kajja, aku antar pulang" mereka berjalan dalam keheningan. Sampai mata Donghae menemukan sebuah mobil di seberang jalan. dari dalam mobil mewah itu keluarlah seorang namja dengan pakaian formal dan namja berumur yang sedang sibuk menelpon. Kedua namja itu dikawal oleh beberapa bodyguard berjalan mendekati mereka.

Donghae yang gugup segera mengandeng tangan Eunhyuk berlari pergi dari sana. Eunhyuk yang bingung memilih diam. Dia tidak berniat mencampuri urusan sang songsaenim. Sampai mengambil motor dan berjalan pulang mereka tetap setia dengan keheningan.

"kau yakin turun disini?" tanya Donghae yang dibalas anggukan oleh Eunhyuk. "aku bisa mengantarkanmu sampai depan rumah, nanti aku akan meminta maaf pada orang tuamu"

"tidak usah songsaenim, saya sudah berterimakasih songsaenim mau mengantarkan saya" kata Eunhyuk yang masih setia menunduk. "permisi" Eunhyuk berjalan pergi. Donghae hendak memanggilnya tapi langsung diurungkan. Namja tampan itu tetap ada disana sampai melihat Eunhyuk menghilang dibelokkan jalan.

…haehyuk…

Donghae masuk kedalam rumah. Dia langsung berjalan kedapur, tenggorokannya terasa kering saat ini. Dengan membabi buta namja tampan ini menegak air putihnya. Setelah puas dia menghembuskan napas beberapa kali lalu duduk mencengkram kepala.

"mereka sudah mencariku sampai kesini" kata Donghae dengan mimic wajah gelisah. "apa yang harus aku lakukan! Kalau sampai ketahuan, aku pasti tidak bisa kabur lagi"

…haehyuk…

Pagi itu Eunhyuk berangkat sekolah sepeti biasa. Yang membuatnya special adalah saat berjalan dari halaman ke gedung, dia mendapati sang guru aka Lee Donghae tengah memarkirkan sepedanya di parkiran. Dan mereka pun bertemu pandang.

Donghae tersenyum sebagai ucapan selamat pagi. Eunhyuk menunduk malu dan berjalan pergi, menyisahkan Donghae yang terdiam kecewa ditempatnya. Eunhyuk terus berlari sampai ke loker sekolah. Dia membuka loker hanya untuk tempat persembunyian wajahnya yang merona. Dia tidak tahu ada apa dengannya? Yang jelas dia merasa seperti darah hangat menjalar ke seluruh tubuh, dan berkumpul di pipi. Membuat wajah manis itu bersemu merah. Apa karena kejadian kemarin? Dia melihat sisi lain dari sang guru yang sepertinya khusus di perlihatkan padanya? Entahlah Eunhyuk juga bingung bagaimana menjawab dan mendeskripsikannya.

"Hyukkie, annyeong!" seruan itu datang dari seorang namja imut bername tag 'Lee Sungmin'. Namja itu tersenyum lima jari dan merangkul pundak sahabatnya.

"a-annyeong" sapa Eunhyuk, membuat namja penyuka warna merah muda ini memerinyitkan alis.

"hari ini kau sarapan apa Hyukkie? Atau pagi ini kepalamu terbentur?"

"ada yang salah?"

"sejak kapan seorang Lee Eunhyuk membalas sapaan orang?" tanya Sungmin yang dibalas gelengan singkat dari yang bersangkutan. Eunhyuk yang takut diintrogasi, memilih pergi dari sini menyisahkan Sungmin yang kelabakan sendiri.

"Hyukkie tunggu!"

Ditempat tidak jauh dari Eunhyuk dan Sungmin. Berdiri beberapa namja dan satu yeoja yang terus memperhatikan adegan itu. Sepertinya yeoja itu tampak kesal pada Eunhyuk. Terbukti sorot matanya yang tajam untuk namja manis itu.

"apa kalian sudah mencari informasi yang tepat?"

"nde, nona"

"bagus! Laksanakan tugas kalian! Aku tidak mau melihat dia lagi!"

…haehyuk…

Sungmin duduk bersama Eunhyuk yang sibuk membaca buku di perpustakaan. Tapi sepertinya namja imut ini merasakan sesuatu. Dia terus menatap sekeliling mencari hal yang mencurigakan.

"kau kenapa?" tanya Eunhyuk yang membuat Sungmin tersenyum canggung.

"ti-tidak! Tidak ada apa-apa" jawab Sungmin gugup. Eunhyuk hanya mengangkat bahu dan kembali membaca bukunya.

Bel pulang sekolah berbunyi. Murid-murid mulai meninggalkan sekolah. Sungmin tampak berjalan di koridor sekolah yang mulai sepi, dia terdiam saat meliahat 3 orang namja berjalan di depannya. Samar-samar Sungmin bisa mendengar obrolan mereka.

"hahaha ini hal termudah yang diberikan bos untuk kita"

"benar! Hanya membereskan namja autis macam itu! Dengan menutup mata aku bisa melakukannya!"

"hahaha kalau kau menutup mata, aku bahkan tidak menyentuhnya!"

"sudah! Cepat bergerak, mumpung namja aneh itu masih ada dikelas" pembicaraan itu membuat Sungmin membulatkan mata.

"bukanya Eunhyuk masih ada dikelas?" Sungmin langsung berlari, mencoba membenarkan firasatnya. Dan ternyata benar, saat dikelas, Eunhyuk sudah dikerumuni oleh lebih dari 7 orang dan salah satu dari mereka adalah ketiga namja itu.

Wajah Eunhyuk tampak babak belur, sampai mengeluarkan darah. Sungmin diam dengan gigi menggerutuk melihat adegan perut Eunhyuk yang ditendang dan rambut dijambak hanya untuk mendongakkan wajah.

"apa yang kalian lakukan?" pertanyaan itu sukses membuat semua yang ada disana menatap Sungmin. Mereka berdecak dan tersenyum meremehkan.

"pergi sebelum kau juga kami hajar" kata namja yang paling besar. Sungmin tetap diam dengan sorot mata yang tajam.

"dia berani pada kita! Hajar" setelah mendapat perintah seperti itu 5 orang dari mereka mengeroyok Sungmin. Tapi jangan kira dia akan langsung tumbang, gelar material arts yang disandangnya membuat namja ini kuat. Permainan kaki yang dipergunakanya cukup untuk melumpuhkan semua. Para berandalan itu tidak kehilangan akal, mereka mengerumuni Sungmin lagi, saat Sungmin lengah salah satu dari mereka memukul tengkuk Sungmin dengan balok. Membuat namja imut ini terhuyung, dan dengan yakin berandalan tadi memukul kaki Sungmin. Sungmin jatuh sambil meringis menahan rasa sakit yang teramat di kakinya. Eunhyuk merangkak mendekati Sungmin.

"Minie, Sungminie… Min…." panggil Eunhyuk dengan leleran air mata.

"hahaha sekarang pahlawanmu sudah kalah! Kau hanya perlu menutup mata menerima kematianmu, namja aneh!" namja itu mengangkat tongkatnya siap untuk memukul kepala Eunhyuk yang menunduk mendekap Sungmin.

"sedang apa kalian!" seruan itu sukses membuat para namja berandalan melihat ke pintu dan menemukan sang songsaenim berdiri dengan wajah kaget. Namja-namja itu memilih kabur dari jendela, menyisahkan Eunhyuk yang tetap menangis sambil memeluk Sungmin yang pingsan.

"Eunhyuk…"

"hiks…hiks songsaenim tolong Minie, tolong dia hiks… tolong dia" ucap Eunhyuk tanpa melihat sang songsaenim yang duduk dihadapannya.

"sudah tenanglah… kita bawa Sungmin kerumah sakit ya?"

"hiks, kalau sampai terjadi apa-apa hiks… aku harus bagaimana? Ini semua kesalahanku hiks… songsaenim aku memang namja tidak berguna kan?" tanya Eunhyuk sambil melihat wajah sang guru dari mata penuh airnya. "kenapa semua orang membenciku? Apa salahku Donghae songsaenim? Apa?" Donghae mengulurkan tanganya, dan mengelus rambut Eunhyuk. Berusaha menyalurkan semangatnya di diri namja rapuh ini.

"kita bawa Sungmin kerumah sakit, kajja" Donghae mengendong Sungmin dan berjalan bersama Eunhyuk menuju rumah sakit terdekat.

.

.tbc

.

Lohaaaaa #teriak dari jendela kamar hyuk

Ada yang nunggu saia? #kepedean lu Kang! #maenin jamur

Oh iya kalian uda liat mamacita blom? Gimana perasaan kalian? Seneng kan? pastinya donk harus! Kayak saia liat mommy ama sidady ikan, et dah makin lope lope deh

Haepa disana keliatan guanteng, keren pakai bingit, si hyukma… saia Cuma bisa teriak teriak gj liat rambut blonde itu lagi

Tapi yang saia heran kok si umin matanya ndak keliatan? Apa emang disengaja ya? #geleng2 ama kyupil

Wadoh kebanyakan singsong ini lebih baik langsung balas-balas review

Hein-Zhouhee1015: iya aku aja yang nulis sambil berderai air mata #bo'ong #plak, hehehe seneng deh liat chingu nebak-nebak gini, eum…. Sabar nde chingu pasti nanti keungkap kok siapa hyungnya hyuk itu, dichap ini saia kasih haehyuk moment aja, gimana? Oke gomawo reviewnya

Dekdes: iya, hidup Hyuk mah selalu malang disini #sodorin sapu tangan ama balon angry bird… gomawo reviewnya

Eunhaejr: hahaha bener? Bener nih feelnya dapet? huwaaaa gomawo chingu #pelukpeluk, hahaha kalau gitu lebih baik judulnya diganti something something haehyuk gitu ya? hahaha gomawo nde ini uda dilanjut lo?

Reasia95: hehehe mian kalau buat chingu nunggu lama~ #bow, waaa chingu kayaknya penasaran bingit ya? sampai nanya sepanjang itu hihihi #towel pipi, hahaha pertanyaan pertama, kenapa si hyuk dikatain kayak gitu… ini semua karena sifatnya! Dia itu terlalu tertutup dan menjauh dari dunia luar. Eum anti social gitulah! Makanya ndak ada yang suka ama dia, kalau si appanya kan uda dijelasin tu sang appa suka ama hyungnya hyukma aja, ndak suka ama hyukma karena kurang pinter dan bisanya Cuma dance! terus frustasi karena hyungnya hyukma meninggal. Jadi hyukma deh yang disalahin! Kalau pinter, sebenernya si hyukma ndak pinter banget Cuma karena paksaan ini dia harus belajar terus… kalau ngetok mereka saia setuju chingu! Chingu pakai centong nasi, saia pakai penanak nasinya gimana? Iya, kekasihnya hae itu mirip2 dikit la ama kepribadian si hyukma, waaa kalau hyungnya si hyukma saia belum bisa kasih bocoran, tapi menurut chingu enaknya siapa? Hahahaha seneng deh liat chingunya penasaran #digetok pakai centong nasi, ciat ciat ciat, waaaa chingu sampai menebak sedetail itu hihihi kasih piring cantik untuk hadiah, eum…. Masalah itu bakalan dibuka dichap-chap selanjutnya! Tapi pasti rate m itu ada hubungannya ama semua ini nanti, tebakan chingu itu….? Eum… hehehe #ketawa nista oke ini uda dilanjut lo? Gomawo reviewnya ya ^^

Ranigaem1: hahaha mungkin kebanyakan disiksa, jadi sedikit stress chingu hehehe, tapi kalau orang stressnya kayak hyukma ya aku bawa pulang aja #dibakar Hae, pasti! Pasti nanti bahagia, eum mungkin sih hehe #ketawa nista, ini uda dilanjut gomawo reviewnya

Abilhikmah: jangan nangis chingu #sodorin tisu, dibalik sedih pasti ada kebahagian! gomawo reviewnya

Novapolariself: waaa kalau nanti si hyukma kabur, dia bakalan tidur dimana chingu? Jadi gelandangan? Masa ada gelandangan semanis hyukma? Jangan nangis chingu #sodorin baju hae hehehe gomawo reviewnya

Guest: hehehe mian membuat menunggu, hehehehe waaaaa penasaran bingit tingkat dewa ya chingu ^^ sama kayak pertanyaan Reasia95 nih! Pertanyaan pertama karena sifat hyukma yang anti social makanya dikatain sampai kayak gitu, waaa kalau hyung and kekasihnya hae oppa saia ndak bisa nyebutin merek dan apakah mereka orang yang sama atau ndak hehehe itu mah masih rahasia perusahaan, kalau chap 1 rate m itu, pasti kok ada hubungannya ama semua ini! Hehehe oke gomawo reviewnya ^^

Jiae-Haehyuk: jangan nangis bro#kasih balon nemo, waaaa sejak kapan si hae punya pacar angin? Hehehe ketawa saia baca ini chingu, iya chingu mian tuntutan peran jadi si hyukma harus disiksa disiksa dulu, tapi ndak lama kok chingu hehehe sabar ya? ini uda dilanjut gomawo reviewnyaa

Isroie106: amien, semoga ndak kesiksa… kesiksa lagi si hyukma #tabur kembang, waaa itu masih rahasia perusahaan, tunggu chap-chap selanjutnya nde chingu, gomawo reviewnya

HAEHYUK IS REAL: hahaha iya si bapak hyuk itu ndak tau apa kulit hyukma kan harus mulus tanpa corengan (?), tenang chingu iron man udah dating jadi si hyuk bakalan cepet bahagia #lirik hae, gomawo reviewnya chingu

.

.gomawo untuk semua #bow

Okelah see you next chap