UNIVERSE and G.A.L.A.X.Y
©Skylar.K
Wu Yi Fan and Huang Zi Tao
Drama/ Romance/ Fluff
.
.
.
Galaxy, wanna take a walk with me?
Wanna cross the twinkling Milky Way and hold hands and walk with me?
"Peach!"
Pemuda bersurai keperakan yang nyaris putih itu berhenti mengayunkan ayunan kecil yang di dudukinya sejak 30 menit yang lalu, mengangkat wajahnya menatap lurus ke depan. Menatap pada sosok pria tinggi bersurai keemasan memakai mantel hitam yang tengah berlari kecil membawa sebuah paper bag kecil di tangan kanannya.
Pemuda yang di panggil peach itu mengulas senyum di bibir kissable nya ketika si pria tampan semakin dekat dengannya yang berada di area bermain anak.
Untungnya hari sudah beranjak sore, yang artinya pengunjung taman ini sudah memilih untuk pulang.
"Gege tidak perlu berlari seperti itu" suaranya terdengar lembut, menatap prihatin pria tampan yang kini telah berdiri di hadapannya.
"Sudah berapa lama kau menunggu gege disini?" bukannya menjawab, pria pemilik auburn itu malah balik bertanya.
Peach mengangkat bahu kecil, lalu melepaskan pegangannya pada rantai ayunan yang sejak tadi di cengkramnya.
"Hanya 30 menit" ucapnya setelah melihat pada jam tangannya. Pria di depannya itu mendesah keras, lalu memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya di ayunan di samping kanan pemuda manis itu.
"Maaf, tadi gege ada rapat dadakan" sesalnya bersungguh-sungguh. Pemuda manis itu tersenyum, lalu mengangguk kecil.
"Tidak perlu minta maaf ge. Seharusnya aku yang berkata begitu, aku yang sudah mengajak gege ke taman ini" bibir kissable kemerahan itu masih tersenyum indah.
Kris, nama pria tampan itu mengulurkan satu tangannya, mengusak lembut surai keperakan pemuda manis yang selalu dapat membuatnya nyaman.
"Ini untuk mu" Kris meletakkan paper bag kecil yang di bawanya diatas pangkuan si pemuda peach yang kini menatapnya bingung.
"Apa ini ge?" black pearl nya menatap lugu pada pria tampan yang duduk di ayunan di sisi kanannya. Kris menyunggingkan senyum tipis.
"Lihat saja"
Tao, si pemuda peach, dengan alis bertaut mulai merogoh ke dalam paper bag itu, mengambil isinya. Yaitu sebuah kotak berkuruan sedang berwarna biru tua. Ia pun kembali menatap Kris yang tak lepas memperhatikannya. Dan pria itu mengangguk singkat, sebuah tanda jika ia boleh membukanya.
Maka ia pun membuka kotak itu perlahan, dan seketika terdiam saat melihat isi di dalam kotak pipih itu.
"Apa ini ge?" tanyanya, menatap bingung pada si tampan Kris.
Pria itu meraih kotak tersebut dari tangan Tao dan mengambil sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk Saturnus. Bola kecil itu di taburi serpihan emas di bagian cincin yang mengitarinya, memberi kesan mewah dan elegan.
"Kau pernah bilang kalau gege seperti galaxy 'kan?" Kris kembali menatap Tao. Pemuda manis itu mengangguk polos.
"Kenapa kau anggap gege seperti galaxy?"
Tao mengerjap lucu, kemudian tersenyum tipis. "Karena sejak aku mengenal gege, aku jadi tahu jika Dunia ini sangat luas. Gege mengajari ku banyak hal, dan gege juga lah yang menunjukkan Dunia padaku"
"Tidak semuanya peach"
"Memang, tapi semua yang ada di dalam diri gege itu menakjubkan. Aku melihat apa yang tidak pernah ku lihat dari diriku, gege itu galaxy yang luas dan menakjubkan"
"Tapi galaxy tidak ada artinya jika tidak ada berbagai planet dan benda yang mengisinya. Kau tahu"
"Galaxy gege memiliki itu"
"Ya, galaxy gege memilikinya, dan kau adalah bagian dari galaxy gege"
Auburn Kris bertemu black pearl Tao. Pemuda bermata Panda itu mengalihkan pandangannya ke depan, kemudian menggeleng lemah.
"Tidak ge. Aku bukan bagian dari galaxy gege" ucapnya pelan. Ia menunduk menatap sepatunya. Kris mengernyit.
"Kenapa bukan?" ia menuntut jawaban.
Tao menghela nafas pendek, dan kembali menatap Kris yang kini menatapnya penuh selidik. Tersenyum getir, menampakkan kesenduan di manik black pearl miliknya.
"Aku bukan apa-apa di bandingkan galaxy gege"
Kris menghela nafas samar, kemudian bangkit berdiri. Ia mendekati Tao yang masih duduk di ayunan, memperhatikannya dengan kesedihan di maniknya yang indah.
"Kau bahkan lebih dari bagian galaxy gege peach" ujarnya lembut, seraya menekuk kedua lututnya di hadapan Tao. Membutnya kini setengah bersimpuh dengan tubuh tegap, hingga posisinya sejajar dengan Tao yang duduk di ayunan, kini menatapnya kaget atas tindakannya yang tiba-tiba.
"Apa yang gege lakukan? Berdiri lah ge!" Tao bergerak tak nyaman. Hendak bangkit berdiri, tapi Kris lebih dulu menahannya.
Pria tampan itu tersenyum lembut, kembali mendudukkan Tao di ayunan. Ia menggenggam kedua tangan pemuda manis itu, menyalurkan kehangatan yang tulus dari dasar hatinya.
"Galaxy tidak akan ada jika tidak ada alam semesta. Dan kau adalah semesta gege. Universe, jagat raya, yang membentuk semua yang ada di dalamnya" ujarnya lembut. Tao mengarahkan pandangannya ke bawah, karena kini matanya telah berembun.
"Tidak ge" ia menggeleng lemah. Suaranya pun terdengar agak serak.
Kris melepaskan satu genggamannya, meraih dagu Tao agar kembali memandangnya. "Kenapa tidak, hm?"
"Aku tidak pantas untuk gege. Aku dekat dengan gege seperti ini saja sudah membuatku senang" pertahanan Tao runtuh. Liquid beningnya tidak bisa di cegah untuk keluar saat ia mengatakannya.
"Jangan menangis peach" Kris menyeka lembut air mata di pipi Tao dengan jemari panjangnya. Ia tidak suka melihat semestanya menangis seperti ini. Terlalu menyakitkan.
"Siapa yang bilang kau tidak pantas? Jangan dengarkan apa kata orang. Gege cukup tahu mana yang baik dan tidak untuk hidup gege" ia masih menyeka setiap air mata yang merambati pipi halus Tao.
"Apa gege tidak malu dekat dengan ku? Di bandingkan gege yang seperti Pangeran, aku hanya rakyat jelata yang tidak tahu malu igin berteman dengan orang seperti gege" Tao terisak. Kris menggelengkan kepalanya pelan.
"Gege juga sama sepertimu peach. Gege bukan Pangeran, jadi gege tidak harus memilih untuk dekat dengan siapapun"
"Tapi mereka bilang..."
"Jangan dengarkan mereka peach. Bahkan dirimu lebih baik dari mereka yang selalu membicarakan keburukan orang lain. Menurutmu siapa yang lebih pantas yang di anggap sebagai yang tidak berguna, hm?"
"Tapi gege punya segalanya, gege seorang Direktur, gege berasal dari keluarga terpandang, gege tampan, sedangkan akuー"
"Sshhh..." Kris menempelkan jari telunjuknya di bibir kissable Tao. "Jangan bicara seperti itu, gege tidak pernah melihat status mu peach. Gege mohon, kalau kau bicara seperti itu, gege benar-benar terluka" ujarnya menatap sedih.
Tao berhasil mengubah tangisnya menjadi isakan kecil yang lolos dari belah bibir kissable nya. Melihat Kris yang kini tersenyum padanya, dan menyeka pipinya yang basah.
"Yang gege tahu, kau adalah pekerja keras, dan berkemauan besar. Gege suka dengan semangatmu, gege suka dengan semua yang ada pada dirimu, sekalipun kau yang cengeng dan manja. Gege suka semuanya"
Tampak rona merah muda kini menghiasi pipi basah Tao. Pemuda manis itu kembali menunduk, menyembunyikan wajahnya yang menghangat, meski Kris sudah terlanjur melihatnya. Dan hal itu membuat galaxy tampan itu tersenyum.
"Galaxy gege tidak akan pernah ada jika tidak ada semestamu peach" ujanya lagi, sangat lembut. "Kau adalah universe dimana galaxy gege hidup" imbuhnya.
Tao mengangkat wajahnya yang sudah memerah, keping black pearl nya bergulir malu-malu. Menghindari auburn Kris yang menatapnya lekat. Tapi pria tampan itu menarik dagunya lembut, membuatnya mau tak mau harus balas menatap auburn tajam itu.
"A-aku...aku bahkan tidak seindah gege. M-mana mungkin aku ini semesta gege" ia berkata malu-malu.
"Gege juga begitu. Gege tidak pernah menganggap gege ini menakjubkan, sampai kau yang bilang kalau gege seperti galaxy. Karena keindahan seseorang tidak akan bisa di lihat sendiri oleh orang itu peach, butuh orang lain untuk melihatnya, dan mengatakan jika orang itu indah. Agar Dunia tahu seperti apa keindahan yang di milikinya"
Tao menggigit bibirnya kecil. "Dan...seperti apa keindahan semesta ku ge?" tanyanya mencicit. Kris tersenyum.
"Lebih indah dari galaxy gege. Lebih menakjubkan, lebih berkilau, lebih mempesona. Karena semesta lah yang membentuk galaxy"
Tao kembali menunduk, dan Kris bangkit berdiri. Ia membungkukkan tubuhnya condong kearah Tao, membuat pemuda bermata Panda itu berjingkat kecil di ayunannya, kaget. Ia semakin bingung saat pria tampan bermarga Wu itu seperti tengah memasangkan sesuatu di lehernya. Dan saat Kris menjauhkan tubuhnya, Tao meraba bagian dadanya, merasakan liontin bulat, ia pun menunduk melihat kalung yang sudah menggantung indah lehernya.
"Gege..." ia kembali mengangkat wajahnya, mendongak menatap Kris yang berdiri di depannya.
"Universe tidak boleh menolak galaxy, karena kalau universe menolak, maka itu artinya kehancuran untuk galaxy"
"Gege yakin? Apa nanti gege tidak menyesal?" Tao meremas liontin Saturnus kalungnya. Menatap Kris dengan goresan kegelisahan di manik black pearl nya.
"Kenapa gege harus menyesal? Semesta yang menciptakan galaxy, jadi gege harus berterima kasih padamu"
Tao mengerutkan dahinya lucu. "Kenapa?" kini keping hitam itu menatap Kris bingung.
"Karena semesta sudah menciptakan galaxy. Hari itu saat kau menemukan gege yang mabuk parah dan hampir bunuh diri, saat itu galaxy gege terbentuk, berkat semestanya"
Kris tersenyum lembut.
"Galaxy gege memiliki batas peach, sedangkan semesta milikmu tidak. Karena itu gege membutuhkan mu untuk tetap menjadi semesta gege dan menjaga galaxy gege. Jadi maukah kau menjadi kekasih gege?"
Wajah manis Tao memerah sempurna. Bibir kissable nya sampai menutup-terbuka seperti ikan yang di keluarkan dari dalam air. Dan Kris meraih tangan Tao, membimbing semestanya itu untuk bangkit berdiri.
"Gege sungguh-sungguh?" pemuda Panda itu mencicit.
"Apa gege terlihat bercanda?"
Tao menggeleng cepat. "Tapi kalau merekaー"
"Jangan dengarkan mereka. Memang apa pengaruhnya mereka pada semesta dan galaxy, hm? Mereka hanya bebatuan asteroid kecil yang tidak lebih dari debu di jagat raya"
"Tapi aku takut ge"
"Apa yang kau takutkan peach? Semesta gege jauh lebih kuat dan tak terhingga, buktinya sampai saat ini semesta gege masih berdiri di hadapan gege"
Tao ingin mengatakan 'bersedia' tapi dirinya tidak bisa begitu saja menepis ketakutannya.
"Bagaimana kalau suatu hari ada yang mencoba memisahkan kita?" kembali ia melemparkan ketakutan di manik indahnya.
"Tidak akan peach. Semesta dan galaxy tidak akan berpisah. Kau tidak percaya pada gege?"
"Aku percaya ge"
"Kalau begitu?"
Tao menarik nafas pendek, kemudian mengangguk mantap. "Aku mau ge. Aku mau jadi kekasih gege"
Senyum di bibir plum Kris mengembang seketika. Ia menarik tangan Tao yang di genggamnya, hingga membuat tubuh pemuda Panda itu menempel erat padanya. Ia memeluknya erat, serta menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang semesta.
"I love you Huang Zi Tao. Please keep be my universe for my galaxy"
Tao tersenyum, balas memeluk sang galaxy. "I love you too ge. And please stay be my galaxy in my universe"
Should I do it or not? After thinking about it
The midwinter confession that ran away after my breath stopped from your eyes
Did it float off to the Milky Way that is faintly shining in the sky?
Galaxy, wanna take a walk with me?
The twinkling Tinkerbell pixie dust will make me float
END
Inspirated from ©AKMU: Galaxy
Sebenernya ff ini mau di bikin chaptered yang tema per partnya di ambil dari segala sesuatu hal berbau angkasa, tapi karena tiba-tiba ga mood, mungkin karena terlalu banyak ide baru yang muncul, jadinya terlantar deh. Aku putusin buat di post aja, kalaupun ada lanjutannya pasti ntar tiba2 nongol next partnya, haha /author labil :v
Jadi, selagi gw juga lagi bikin Adore, gw post yang ini dulu. Lagi ga maksimal mikir juga, soalnya lagu flu, pusing, padahal baru kelar sakit tenggorokan -.,-
And bagi yang baper soal interview Sina, gw cukup bangga dengan HZT, dia mengakui kalau dia menyesal telah mengucapkan sesuatu yang jahat soal WYF(udah tau apa kan? Jadi ga perlu gw ketik lagi). Dan bisa di tebak jika dia menerima banyak hujatan lagi, dan mungkin tidak akan berhenti. Sebenarnya nggak ada yang salah dan benar, tinggal nunggu aja gimana tanggapan WYF soal permintaan maaf HZT yang terselubung itu(bagi gw terselubung, soalnya dia ngomong menyesal gitu pas wawancara).
Terlepas dari semua itu, gw tetap ga malu ataupun menyesal ngefans sama HZT. Semata gw ngomong seperti ini bukan karena dia Idola gw, tapi karena gw memandang segala sesuatu hal dari sudut yang lain. Saat yang lain bilang "pengkhianat teriak pengkhianat" maka gw akan bilang " dia mengaku meski tahu jika dia akan kembali di hujat", saat yang lain bilang "cari sensasi" maka gw bilang "dia berusaha mengatakan apa yang belum atau tertunda untuk di katakan", saat mereka bilang "itu karena lo suka sama HZT", gw bilang "Iya gw suka sama HZT, tapi bukan berarti gw jadi bego' dan membabi buta. Seperti yang kalian lakukan, gw bisa aja ngehujat kalian karena jelek2in HZT. Tapi gw ga ngelakuin itu karena gw ga mau jadi kayak kalian, dan karena gw cuma fans yang bisanya cuma nonton, gw ga mau jadi fans yang sok tahu seperti yang kalian lakukan"
Well, Miley Cyrus said: "Remember only God can judge ya, forget the haters cause somebody loves ya" in 'We Can't Stop' song.
Jadi maklum kalau kita jadi baper soal semua itu, tapi ingat jangan buat celah bagi mereka(haters) untuk semakin menghina HZT hanya karena kita(pendukung) menanggapi mereka dengan kepala yang panas. Cukup tanggapi dengan senyum(meski di dalem sakit), dan percaya dengan HZT. Everythings gonna be ok.
Daaaaannn~ semoga ff ini bisa bikin kalian senyum lagi ya? Jangan sedih terus2an :3
Last! Keep health ya semua, dan jangan lupa review, otte? #wink
©Skylar.K
