Chapter 4
"hahh... hari enaknya ngapain ya?" Naruto nampak berpikir apa yang akan dia lakukan di hari libur seperti ini. pasalnya dia nggak ada jadwal latihan maupun jadwal belajar. jadi dia bingung hendak melakukan apa.
"lebih baik aku latihan sendiri aja. sekalian jalan-jalan" akhirnya dia memutuskan untuk beranjak mandi, hari ini rencananya dia akan jogging dan berlatih boxing di ruang klub boxing. kelebihan yang di dapat jika kita masuk asrama adalah kita bisa menggunakan fasilitas yang ada tanpa perlu repot mengurus ijin.
Setelah selesai mandi, Naruto segera mengganti bajunya dengan pakaian olahraga, celana trainning berwarna hitam dengan garis putih di setiap sisinya yang terbuat dari bahan parasut. t-shirt berwarna putih dengan lengan pendek yang pas sekali di tubuhnya yang atletis, handuk dan tak lupa juga jaket lengan panjang berbahan parasut yang terdapat tudung kepalanya. jaket berwarna hitam dengan garis putih yang senada dengan celananya, serta sepatu khusus yang disediakan pihak sekolah karena dia berprestasi di bidang olah raga.
Saat sudah siap, Naruto membawa handuk, minum serta ponselnya untuk berjaga-jaga. dia memulai joggingnya di taman sekolah. cukup lengang karena yang tinggal di asrama hanya sekitar 45 orang termasuk staff yang ditugaskan diasrama. Tapi itu nggak jadi masalah buat Naruto.
Drrrt.. Drrt..
Ada e-mail masuk, saat dia tengah asik berjogging ria, 'mungkin Kyuu' pikir Naruto, dia berhenti di dekat pohon, sambil membuka e-mail yang baru saja masuk itu.
-from: Kyuu-chan
-to: Naru-boy
kakak~~
Lagi apa liburan begini?
Aku ada kabar baik buat kakak~ :3
Mau dengar nggak… ^-^
"dasar rubah kecil itu, kenapa nggak langsung aja sih." Gerutu Naruto, tapi dengan wajah yang ceria, karena dia senang adiknya seperti itu. Tak mau menunggu lama, Naruto langsung membalas e-mail tersebut
-to: Kyuu-chan
-from: Naru-boy
Yak! Kau rubah cilik! ¬_¬
Langsung bilang aja lagii~ ^o^
Apa kabar baiknya?
Send
Diputuskan, Naruto akan duduk sebentar menanti balasan dari adiknya tercinta. Tentu saja nggak cuman duduk diem aja, melainkan melakukan push-up juga sit-up. Dipikirannya emang nggak ada yang lebih penting dari olahraga. Saking seriusnya, Naruto sampe nggak sadar kalo dari tadi dia diliatin ama sepasang mata beriris jade.
Satu hal yang nggak Naruto tau, yaitu sepupunya Gaara juga tinggal di asrama, tepat disebelah asrama yang dia tempati. Sebenarnya pihak keluarga Gaara nggak setuju dengan itu, tapi mau bagaimana lagi, Gaara sendiri bersikeras ingin tinggal diasrama. Dan sekarang tengah mengikuti sang sepupu yang terlihat duduk nyaman [nyaman dari mananya coba?] dibawah pohon.
Drrtt... Drrttt...
Ponsel Naruto bergetar lagi, tanda bahwa ada e-mail masuk. Tak perlu menunggu lama untuknya membuka e-mail itu. Dia penasaran dengan kabar bagus yang bakalan Kurama kasih tahukan ke dirinya
-from: Kyuu-chan
-to: Naru-boy
Hehehe…. =D
Sabar dong kakakku sayang…
Kabarnya adalah… [...]
Naruto mengernyitkan dahinya, meskipun dia sebenarnya senang mengentahui kabar gembira tersebut. Dan tanpa sadar dia telah tersenyum charming, membuat siapa aja yang melihat senyumannya itu meleleh. Tak luput juga, sang sepupu yang tengah tersepona akan keampuhan senyum charmingnya Naruto.
-from: Naru-boy
-to: Kyuu-chan
[speachless]
Aku sampe nggak percaya ama kabar yang kamu kirim ini.
Tapi kalo itu beneran, maka…
Selamat...
Aku siap menyambutnya dengan senang, ^-^
Send
Naruto menghela napas lega, lalu dia segera bangkit dan melanjutkan sesi latihan rutinya itu. Mulai berjogging lagi, kurang lebih… sepuluh kali putaran lagi, baru dia akan menuju ke gedung olahraga.
"kenapa dia tersenyum senang seperti itu? Apa yang membuatnya senang…?" Tanya Gaara pada rumput yang bergoyang [kok kayak lagu yak]. Masih diam terpaku memikirkan, apa yang dapat membuat sepupunya itu senang. Meskipun Naruto tipe cowok yang murah senyum, tapi jarang juga dia menunjukan sifat senangnya yang tulus seperti itu.
DEG! DEG! DEG!
'kenapa jatungku berdetak kencang seperti ini' batin Gaara sambil memegang dada kirinya yang terasa berdetak kencang. Akhirnya diputuskan untuknya segera kembali ke asrama, takutnya dia akan mendapat masalah dengan jantungnya jika dia tetap mengikuti Naruto.
[¶¶¶]
Disebuah kamar yang serba putih, terlihat sangat bersih dan bersinar. Seorang pemuda dengan rambutnya yang berwarna dark blue itu tengah sibuk dengan sebuah tablet di tanganya. Seperti sedang mencari atau melihat sesuatu. Mari kita intip apa yang tengah pemuda itu lakukan…
"hm… jadi begitu. Dia hanya murid beasiswa." Gumamnya lirih, dengan seringaian yang tak biasa terpampang di wajahnya yang tampan.
"Naruto Namikaze, aku pasti akan mendapatkanmu" ucapnya penuh dengan mabisi untuk memiliki sang pemuda blonde, yang potretnya kini tengah dipandangi pemuda dark blue aka Sasuke Uchiha.
"kau benar-benar tertarik pada pemuda pirang itu? Suke?" Tanya sang kakak kembar, Itachi, yang kini telah berdiri di samping Sasuke.
"hn" jawabnya, irit kata.
"aku nggak percaya, kalo kau jadi menyimpang gini. Tapi, yah aku dukung apapun keputusanmu itu, asalkan nggak merepotkan banyak orang." Oceh Itachi yang langsung merebahkan tubuhnya di ranjang king size milik sang adik.
"cerewet… kalo kau udah nemu orang yang membuat hatimu kacau. Pasti kau akan lebih parah dariku, entah orang itu cewek atau cowok sekalipun." Tegas Sasuke yang tau bagaimana sikap kakak kembarnya itu, bukan hanya sifat kakaknya, tapi sifat keluarga Uchiha, diamana apa yang dia inginkan harus menjadi miliknya, seutuhnya.
"hn" giliran sang kakak yang irit kata. Dasar Uchiha.
Hening…
Diantara mereka berdua tak ada yang mau membuka percakapan, karena mereka terlelap dengan pemikiran masing-masing. Tentang apa yang akan terjadi di hari yang mendatang. Ya, besok akan menjadi hari yang sangat mengejutkan untuk semua murid Konoha Gakuen. Hahaha…
"kakak, aku akan tinggal diasrama" celetuk Sasuke yang sukses membuat Itachi kaget bukan main, nggak biasanya adiknya ini membuat keputusan yang sangat nggak Uchiha banget gitu. Mana ada Uchiha yang mau terkekang dengan aturan ketat asrama. Tapi Itachi paham satu hal, kalo adiknya udah buat keputusan, maka akan sangat susah untuk menghentikannya. Itulah sifat keras kepala Sasuke.
"kenapa mendadak?" Tanya Itachi dengan tenang, padahal hatinya masih was was.
"aku udah mikirin ini sejak aku ketemu bocah itu. Dan aku udah ajuin proposal ke pihak sekolah" jawab Sasuke enteng, beda banget ama sikap kakaknya sekarang yang jadi kalang kabut.
"apa... kau benar-benar serius, Suke?" Tanya Itachi hati-hati, takut kalo ada yang salah ama ucapannya dan buat adik semata wayangnya ini ngamuk.
"hn" jawabnya. Sasuke mulai mengepak semua barang dan pakaian yang akan dibawanya nanti, bahkan dia udah siapin semuannya. Termasuk bilang ke orang tuannya tentang keputusannya ini. Setuju atau nggak, Sasuke akan tetap pindah dan tinggal diasrama.
"hahh… baiklah, aku akan menemanimu. Pasti ayah juga maunya aku ikut." Putus Itachi, yakin dengan apa yang akan ayahnya katakana nanti.
"hn, terserah" mau bagaimanapun, Sasuke juga nggak bisa menghentikan kakaknya.
Itachi membantu adiknya untuk packing. Dia juga akan packing, tapi nanti setelah barang yang akan Sasuke bawa sudah di pack semuannya, benar-benar kakak yang perhatian, aku jadi pengen punya kakak kayak Tachi deh #ngarep!
"ini udah semuannya?"
"hn"
"kalo gitu, aku juga mau packing dulu, nanti tinggal minta tolong sama Kakashi buat ngirim barang kita ke asrama" Itachi beranjak setelah mendengar 'hn' dari adiknya. Dia berjalan menuju ke kamarnya yang tepat bersebelahan.
