"hai 'Namja Cantik" sapa wanita itu dengan penekanan dikata 'Namja Cantik'nya

...

"e,emeonni...?!"

"e,emeoni...?!"

"sudah kubilang jangan panggil aku dengan mulut kotormu itu! Tidak sudi!"

"Ma,maafkan aku.."

Mrs Jung yang notabennya Umma Jung Yunho memandangi Jaejoong dari atas hingga kebawah.

"Hei! Kau biarkan aku berdiri disini!?"

Bentak Mrs Jung menaggetkan Jae.

"a,i,iya silahkan masuk emon eh "

Jae mempersilahkan Ibu mertuanya masuk kerumah sederhananya dengan Yunho

Mereka duduk diruang keluarga. Mrs Jung melihat sekeliling rumah dengan kedua mata tajamnya.

Ia melihat foto foto yang berjejer diatas Tempat Api anggun, foto anaknya yang tampan memakai jas rapih, foto anaknya dengan Jae saat masih muda, foto anaknnya dengan Jae saat menikah.

Ia hanya menatap sinis foto foto itu. Lalu kembali menatap Jae yang sedang duduk sambil menundukan kepalanya tidak tahu apa yang harus Namja itu lakukan.

"Ayo kita kerumah sakit sekarang!"

"A,apa?!"

Kata kata Mrs Jung yang tiba tiba mengaggetkan Jaejoong. Ada apa dengan Mrs Jung, Pagi pagi datang kerumahnya dan langsung mengajaknya untuk kerumah sakit.

"kau tau?! Aku sengaja datang kesini, mengcancel semua kegiatan ku bertemu dengan client hanya untuk membuktikan apa Namja seperti mu itu bisa Hamil!?" Bentak

"ta,tapi bagaimana bisa?"

"Bagaimana Apa?! Bagaimana aku mengetahui rumahmu? Bagaimana aku mengetahui jam jam kau ataupun Yunho bekerja atau mengetahui hal hal lainnya? Itu mudah untukku. Yang terpenting sekarang kau dan aku harus kerumah sakit!"

Ia mulai menarik Jae dengan paksa.

"tapi aku harus kesekolah"

Jae mencoba menghentikan tarikan sang ibu mertua. Namun sang mertua tetap memaksa Jae, menyeretnya keluar rumah dan memasukan Jae dengan paksa kedalam mobil sportnya.

"ini hanya sebentar saja tidak akan memakan waktu yang lama! Ayo cepat!"

Fuum! Mobil sport melesat kencang menuju rumah sakit di pulau Jeju ini.

Di dalam rumah sakit.

"bagaimana hasilnya Dokter?!" tanya Mrs Jung tegang menunggu hasil akhir.

"Yaa ini benar benar langka, dan tidak terduga..Selamat nyonya Jaejoong dan Mrs. Jung, nyonya Jaejoong telah hamil 1 minggu."

" terimakasih Dok" Mrs Jung segera pergi dari ruangan dokter, Jae mengikutinya dari belakang.

Raut wajah Umma jung Yunho ini memerah tidak bisa lagi menahan amarahnya lagi. Jae yang melihat hanya menunduk takut.

"Keterlaluan!" Blak! Ia membanting tas Hermes dan Jae kaget dibuatnya

"Gugurkan!"

mata indah Jae membulat dengan sempurna, ia tidak percaya dengan kata kata yang dikeluarkan Mrs Jung ini.

"Apa maksudnya?! Tentu saja aku tidak bisa Mrs Jung, aku sudah menunggu saat sat seperti ini, bukankah anda juga menginginkannya?" ia benar benar masih tidak habis pikir.

"Yah! Aku memang menginginkannya! Tetapi bukan dari seorang Namja seperti mu! Aku menginginkannya benar benar dari wanita tulen! Kau harus tau Kim Jaejoong! Kau benar benar telah menghancurkan hidupku! Hidup keluargaku! Dan yang terpenting... kau telah menghancurkan hidup Yunho Anakku!"

'Bruk!'

'Aakh!'

Mr Jung mendorong Jaejoong kasar hingga ia terjatuh kebelakang menabrak tembok. Dengan tak pedulinya ia imeninggalkan Jae yang kesakitan.

Jae benar benar sedih, Namja cantik itu mulai terisak. apa yang ibu mertuanya lakukan, cara ia memperlakukan Jae mungkin tidak akan pernah berubah semenjak dahulu.

Flashback

Universitas Seoul 3 April 2013

Tap tap tap langkah kakii dari seorang namja tampan membuat pasang mata yang memandang tidak bisa terlepas dari gagah dan tampannya namja ini, jaket kulit hitam yang melekat dibadan dengan celana jeans dan sepatu kulit coklatnya manambah kegagahannya.

Langkahnya berhenti di sebuah ruangan Lab, ia membuka pintu Lab dan melihat punggung seseorang dengan pakaian jas putihnya.

Grep!

"Ah! Pasti kau Yuhno, aku tahu itu."

"Hai, Darl apa kau masih sibuk?" tanya Tunho sambil memeluk Jae dari belakang

"boleh saja, kita makan dimana?"

"err... kau tahu sebenarnya,Umma mengajak makan bersama dirumahku"

Deg! Jaejoong terdiam. Diai tahu jika Mrs Jung sangat sangat, benar benar tidak menyukai dirinya. Apalagi semenjak ia kuliah, dan mulai menjalani hubungan dengan anaknya Jung Yunho. Selalu saja ada halangan bagi mereka berdua, terutama bagi dirinya sendiri. Contohnya saja pada suatu ketika ia mengendarai sepedahnya untuk bertemu dengan Yunho saat mereka ingin berkencan tiba tiba ada mobil hitam menerjang sepeda yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi, jaejoong pun terjatuh dengan sepedah kesayangannya tapi kabar baiknya walaupun ada luka luka, kaki Jae hanya terkilir ringan.

"Yunho kau tahu kan kalau Mrs Jung itu tidak suka padaku.."

Jaejoong benar benar takut jika ia harus bertemu dengan Umma dari kekasihnya.

"tapi Umma sudah berjanji padaku untuk berfikir dua kali dalam menerima hubungan kita, Ayolah Jae mungkin saja Umma akan mengubah cara pandangnya"

JAE POV

"aku akan menjetmu jam 8 malam"

"hahh, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku benar benar tidak punya pakaian yang bagus untuk ku kenakan. Akukan bukan orang kaya seperti Yunho, jika dalam kedaan seperti ini dia bisa saja langsung menyuruh anak buahnya untuk membeli pakaian yang mahal. Atau Mallnya saja sekalian."

Aku melangkah mendekati foto keluarga ku yang ada di ruang tamu, aku mengambil satu buah foto dimana Umma dan Healmoni dan ditengah ada diriku sewaktu aku masih duduk dikelas 3 sekolah dasar. Saat saat itu adalah saat saat bahagia dimana Umma dan Healmoni masih ada, dahulu rumah sederhana ini masih terasa hangat. Aku masih ingat dimana Umma selalu membelai ku, dimana Haelmoni selalu membuatkan makanan kesukaanku, dimana kami bertiga berkumpul diruang keluarga ini, duduk bersama, makan, menonton tv bersama, melewati hari hari, bulan, hingga tahun.

Sampai dimana kejadian Umma meninggalkan diriku karena sesuatu sebab, sampai dimana Healmoni juga meninggalkan ku karena penyakit yang sama seperti Appaku saat aku masih dua bulan.

Dan sampai dimana aku sendiri disini. Dirumah peninggalan kedua orang tua ku. Healmoni meninggalkanku saat aku baru saja mendapatkan kabar baik bahwa aku lulus seleksi masuk Universitas Seoul dan mendapatkan beasiswa. Saat itu aku benar benar down, seperti tidak ada kehidupan, aku jatuh sakit, tidak ada yang menyemangati ku lagi kecuali satu orang ini.

Yang mana orang itu selalu ada disisiku saat kami duduk di bangku sekolah menengah hingga kami berjanji untuk memasuki universitas yang sama. Walaupun ketika awal bertemu aku selalu bertengkar dengannya, lambat laun aku malah tidak bisa untuk tidak bersamanya.

Ya, tidak terasa Yunho telah ikut menjadi bagian dari hidupku. Yunho lah yang membangkitkan hidupku kembali, ketulusan hatinya, dan keberaniannya telah membuatku jatuh hati padanya hingga sekarang.

'TIN TIIN'

Bunyi klakson itu membuatku terkejut buru buru aku menaruh kembali foto keluargaku, lalu membukakan pintu untuknya.

"hei, kenapa kau belum berganti pakaian juga?" tanyanya padaku

Aku memang belum berganti pakaian sedari tadi. Masih menggunakan celana bahan berwarna coklat dan baju berwarna Cream. Aku hanya tertegun.

"aku...tidak punya baju bagus yang pantas aku kenakan untuk bertemu dengan keluargamu"

"hei! Kau itu cantiik, tidak usah kau pikirkan kau harus memakai pakain apa, warna apa. Kau itu pantas memakai apa saja. Sudah cepat ambil Cardigan mu kita lekas pergi, Umma telah menunggu kita"

Yunho mengambil Cardigan berwarna putih tulang yang sengaja aku gantungkan didekat pintu dan memakaiannya kepadaku. Aku hanya menatap wajahnya bingung. Langsung saja ia menarik tangan ku kedalam mobil Ferrari kesayangannya itu.

"apa kau yakin aku tidak apa apa hanya memakai pakaian ini?"

'Cup' 'Bushhhh!' mukaku merah dibuatnya. Bagaimana tidak? Ia mencium bibirku tiba tiba. Untung masih didalam mobil.

"Sudah kubilang kau itu Pantas Pakai apa saja Sayang"

Hehh, aku memang benar benar lemah dibuatnya.

Sesampainya dikediaman keluarga Jung.

Satu kata untuk kediaman Yunnie 'Amazing' Rumah yang besar tetap dengan desain modern dan dijaga banyak BodyGuard berbadan desar.

Didalamnya banyak pajangan pajangan penuh dengan lukisan lukisan mahal yang harganya bisa berpuluh puluh juta. Maid maid yang berjejer berdiri menyambutku dan Yunho atau mereka bilang 'Tuan Muda'. Aku hanya terkesima, menengok kanan dan kiri melihat seisi rumah Benar benar Wahdan berbeda dengan rumahku.

Tidak berlangsung lama, saat aku melihat sesosok Wanita memakai dress Rapih didampingi Lelaki yang Gagah sudah duduk dimeja makan yang besar. Deg! Jantungku semakin berdegup kencang.

Apalagi saat mereka mellihatku dengan matanya yang tajam dari bawah hingga atas, raut muka mereka langsung berubah.

"Jae duduklah" Kata Yunho lembut kepadaku. Ia memundurkan kursi isyarat untuk ku duduk.

"Terimakasih Yunnie" Senyum ku padanya.

Mrs Jung tersenyum sinis melihat kelakuanku. Aku benar benar takut dibuatnya, takut akan terjadi apa apa.

"Jae, ini Umma ku dan Appa ku. Umma, Appa, ini adalah Jae, seseorang yang selalu aku ceritakan pada kalian. Cantik bukan?" tanya Yunho dengan antusias.

"iya, SANGAT CANTIK" kata Mrs Jung kepadaku.

"hehh, Appa tidak mengerti, terserah kau sajalah." Timpal Mr Jung yang sepertinya tidak peduli.

Aku benar benar tidak menyukai situasi ini.

Acara Makan malam pun dimulai,

"oya, kudengar kau mengambil Fakultas Kedokteran?" tanya Mrs Jung memulai percakapan. Untunglah pertanyaannya.

"ne Mrs Jung. Aku mengambil Fakultas kedokteran" kataku dengan senyum.

"kau tahu, Yunho anakku itu selalu membicarakanmu, kau racuni anakku apa hah?! Hingga ia sangat tergila gila padamu dan berubah seperti sekarang ini?!"

Tegas Mr Jung diselasela perbincangan.

"Anyaa, Appaa aku kan sudah bilang kalau aku sama Jae sebenarnya sudah bersama semenjak Bangku kelas menengah, tetapi aku baru terbuka kepada kalian saat aku kuliah sekarang."

Yunho menenangkan sang Mr Jung. Aku hanya bisa tersenyum.

"mm.. Yunnie, dimana oppa Siwon?" Oppa Siwon adalah Anak pertama Mr dan Mrs Jung. Kakak dari Yunnie, wajahnya tak kalah tampan dari Yunnie, badannya juga sebagus Yunnie. Oppa sekarang meneruskan Perusahaan Ayahnya yang di Japan.

"Ada apa kau mencari anakku?! Ada hubungan apalagi kau dengan anakku yang pertama?!"

Tanya Mrs Jung sinis. Aku tidak bisa berkata apa apa...

"ti,tidak bukan seperti itu Mrs Jung, aku hanya"

"Maaf mengaggu Acara makannya Mr Jung, Mrs Jung, Tuan Yunho dan...Tuan Jaejoong"

Mata kami langsung tertuju dengan asal suara tadi ternyata Seorang Asisten Yunnie datang diselasela acara makan malam.

"Tuan Yunho, ada Tamu untuk Anda"

"mm? Siapa?"

"Tuan Youchun" Youchun adalah sahabat dari Yunho sejak kecil,orang tua mereka juga sama sama dekat, terutama dengan urusan bisnis. Jadi Youchun bukan lagi sekedar teman, tetapi sudah menjadi keluarga bagi Yunho, Youchun juga selalu ada untukku dan Yunho.

"oke baiklah aku akan kesana. Umma, Appa, Jaejoongi, aku keluar untuk menemui Youchun sebentar. Kalian lanjutkan saja acara makan malamnya."

Yunho meninggalkan kami di meja makan. Aku hanya melihat punggungnya jalan meninggalkan Ruang makan yang besar ini. Aku benar benar takut dalam situasi seperti ini, aku mencoba kembali melanjutkan makanku, dan tiba tiba.

Brak! Aku reflek melihat kearah depan, dimana raut Mrs Jung memerah, matanya membulat seram.

Normal Pov

Mrs Jung berdiri melototi Jaejoong yang masih kaget dibuatnya.

"Aku lelah dengan acting ini! Kau tahu... sebenarnya aku tahu siapa dirimu! Aku tahu dimana rumahmu! Dengan siapa kau tinggal!dan Dengan siapa kau bergaul! Kuperingatkan kau jangan mendekati anakku! Kau itu jauh dari kami! Kau bisa menghancurkan Repotase Junho sebagai pewaris Jung Corp ini! Kau tahu itu!? Hah!? Jawab!"

Jaejoong tertunduk tangannya bermain main dibawah meja tanda ia ketakukan dan bingung.

"Hei!apa kau Tuli! Jawab aku bodoh!" 'Brak!'

Bentak Mrs Jung sambil meneggebrakan Meja,

"A,aku tidak tahu harus berbuar apa Mrs Jung" saht Jaejoong epelan.

"Jangan Panggil aku Mrs Jung!, didepanku kau haru memanggil ku 'Nyonya! Aku hanya meminta padamu untuk menjauhi anakku."

"tapi aku tidak bisa Mrs, ny,nnyonya."

"rupanya kau macam macam ya, Hei! Lihat saja dari cara pakaianmu sekarang? Apa pantas kau berpakaian seperti itu saat ada acara makan malam bersama orang yang penting?! Tidak sopan!"

"maaf, aku tidak punya baju bagus untuk dikenakan Nyonya." Jawab jae, dadanya mulai sesak rasanya ia ingin segera berlari dari sana.

"ouu, maaf aku lupa, kau itukan Miskin! Tidak punya apa apa dan tidak punya siapa siapa!"

Cukup sudah Jaejoong menahan rasa sesak didadanya. Air mata mulai terjatuh dari matanya. Buruburu ia mengusapnya.

Mr Jung hanya menatap Jae yang menundukan kepalanya. Tak lama kemudian Yunho datang kemabali.

"Bagaimana? Acara makan malamnya sudah selesai? Hmm? Jae ada apa dengan dirimu?"

Ia melihat Jaejoong bingung, lalu ia kembali menatap Umma dan Appanya yang telah kembali tenang melanjutkan makan malam.

"mm makanan yang ia makan tadi terlalu pedas sampai meneteskan air mata begitu. Ini minumlah Jae, kasihan sekali dirimu."

Mr Jung menyodorkan segelas minum, Yunho mengambilnya lalu memberikannya pada Jae.

"benarkah itu Jae? Ini kau minumlah."

Jaejoong menggeleng, "aku tidak apa apa Yunho" balas Jaejoong sambil tersenyum menatap Yunho yang terlihat khawatir.

Yunho menggenggam tangan Jaejoong diikuti dengan Jae yang menggenggam balik.

End of Flashback

"Boo aku pulang!"

"kau sudah pulang?! Ayo cepat kesiini, aku membuat makanan kesukaan"

Dimeja makan didalam rumah sendiri ini sudah tersedia berbagai macam makanan kesukaan Yunnie, dibuat khusus oleh Jaejoong.

"wahh, ada Topokkii, kau selalu tahu diriku Jae, Saranghe."

"Hmm, mana mungkin aku lupa cemilan yang satu ini"

"ahaha, kau benar. Topokki selalu mengingatkanku disaat saat kita dahulu Jae"

suasana yang tenang makan malam pun terasa nikmat bagi mereka berdua.

Jam menunjukan pukul 12 malam. Hampir seluruh warga korea selatan di pulau Jeju ini sudah terlelap tidur. Tetapi tidak bagi Jaejoong, matanya masih saja terbuka. Ingatanya kembali kepada perkataan Mr Jung. "Gugurkan", "kau telah menghancurkan anakku Yunho".

'aku tidak akan pernah menggugurkan anak ini Mr Jung maafkan aku' katanya dalam hati.

Matanya menuju kepada Yunho yang telah tertidur disampingnya. Jaejoong mulai mengelus kepala Yunho pelan, matanya berubah menjadi sendu. "maafkan aku Yunnie, aku sangat mencintaimu" ia mengecup kepala Yunho. Lalu ia beranjak dari tempat tidurnya, ia menuju ke arah Jendela, membuka jendela dan menghirup udara malam yang segar. Ia memejamkan matanya merakan semilir angin yang menerpa wajahnya.

"Hei ada apa denganmu Boo?"

Tiba tiba yunho memeluk Jaejoong dari belakang.

"Yunnie, kau belum tidur ya?"

"aku terbangun saat kau mengusap kepalaku, kau ini bisa masuk angin nanti. Angin malam tidak sehat untuk tubuh mu. Ingat kau juga sedang mengandung anakku"

Yunho menyelimuti badan istrinya dengan selimut.

"Wae Jae? Katakan padaku,"

"mm tidak.. Yunnie... apa kau mencintai ku dan anak yang kukandung ini?"

Tanya Jae tiba tiba.

"apa maksudmu? Tidak usah kau tanyakan lagi. Dari dahulu aku sudah jatuh cinta padamu. Apalagi Ditambah adanya anak kita. Aku cinta mati padamu, dan tentunya pada anak kita ini juga."

Jae tersenyum mendengar jawaban dari Yunho, alu ia memeluk Yunho degan erat. Akhirnya dimalam yang sunyi ini mereka saling berpelukan mesra satu sama lain, dan tanpa Yunho ketahui bahwa Ummanya menemui Jaejoong hari ini.

Bersambung