Title: Seme Island Sibum Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 2 / ?
Rated: T (M.a next Chap ya…)
Cast:
Zhoumi, 21 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Other Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Genre: Romance, Drama, Nc21, Lemon, Lime, Rape.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
Chap sebelumnya….
"Aku belum tahu siapa namamu. Masak aku tak akan tahu nama suamiku sendiri" kata Henry menjelaskan. Ia sedikit takut melihat tampang kesal Zhoumi.
"Panggil saja aku Zhoumi" kata Zhoumi.
"Oh… jadi itu namamu. Nggak jelek-jelek juga kok. Kalau begitu gantian aku yang memperkenalkan diri. Namaku…."
"Henry Lau bukan" potong Zhoumi, Henry sedikit bingung dari mana Zhoumi mengetahui namanya. "Aku mengetahui semua tentang dirimu bahkan apa yang kamu pikirkan saat ini" kata Zhoumi membuat Henry kembali kaget.
"Aish… sudah jangan tunda-tunda lagi" kata Zhoumi yang sudah mau mengerjai tubuh Henry lagi.
"Eits… tunggu dulu" cegah Henry lagi dan lagi membuat Zhoumi semakin kesal.
"Apa lagi sekarang?" Tanya Zhoumi dengan nada kesalnya.
"Itu… masak mau melakukannya di tempat seperti ini. Apa kamu nggak punya tempat lain yang lebih elit untuk malam pertama kita? Eh.. maksud aku siang pertama kita" kata Henry malu-malu sambil menuntukan wajahnya dan memainkan ujung bajunya dengan sangat polos. Zhoumi tersenyum menlihat tingkah sang uke didepannya itu.
"Ah ia… ayo kamu ikut ke istana ku saja" ajak Zhoumi. Belum sempat Henry membalas kata-kata Zhoumi, namja tampan itu sudah mengendong tubuh Henry ala bride style lalu membawanya ke dalam kamarnya sendiri dengan sangat cepat bersama angin.
Chap 4
Author Pov…
Tak membutuhkan waktu lama bagi Zhoumi untuk membawa Henry ke istananya. Sesampainya di istana, Zhoumi langsung membawa Henry ke dalam kamarnya. Zhoumi langsung membaringkan Henry diatas tempat tidur king size miliknya. Henry sedikit pasrah sekarang, sebentar lagi ia akan memberikan semuanya pada Zhoumi.
"Kita mulai permainannya oke" kata Zhoumi sambil mengerlingkan matanya pada Henry yang langsung tersipu malu. Zhoumi mulai merangkak naik keatas tubuh Henry dengan perlahan hingga ia kini benar- benar telah menindih namja cantiknya itu yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Baru saja Zhoumi hendak mencium bibir Henry namun gerakannya langsung terhenti.
"Ada apa?" Tanya Henry yang terheran-heran dengan tingkah Zhoumi. Zhoumi tertawa kecil hingga membuat Henry semakin bingung. "Kenapa tertawa?" Tanya Henry lagi.
"Bukan apa-apa kok, aku hanya ikut bahagia melihat hyungku Siwon sudah berhasil memperawani hyungmu Kibum" kata Zhoumi santai. Ia melihat semua kejadian yang tengah berlangsung antara Siwon dan Kibum dalam pikiranya. Ia bisa melihat Siwon yang sudah menembus pertahanan Kibum yang tak sadarkan diri. Henry yang mendengarkan kata-kata Zhoumi tadi jadi sedikit shock.
"Apa kamu bilang, hyungmu sudah meniduri hyungku Kibum?" Tanya Henry memanstikan, Zhoumi hanya mengangguk kecil.
"Jahat…." Tiba-tiba saja Henry langsung mendorong tubuh Zhoumi hingga tubuh namja tampan itu jatuh dan mendarat dengan mulus dilantai. Henry langsung merubah posisi berbaringnya menjadi duduk dan menatap Zhoumi tajam. Tatapannya itu seolah-olah mengatakan kamu-telah-membohongiku.
"Yack.! Kenapa main dorong sih, sakit nih" kata Zhoumi sambil berdiri dari posisi jatuhnya tadi. Dengan perlahan Zhoumi mendekati Henry lagi yang masih menatapnya diatas tempat tidur dengan tatapan tak menyenagkan.
"Jangan mendekat" kata Henry cepat sambil menunjuk Zhoumi dengan jari telunjuknya saat Zhoumi hendak mendekatinya. Zhoumi menghentikan langkahnya saat jarak mereka berdua tinggal tiga langkah lagi. Zhoumi memandang Henry heran karena namja imut itu tiba-tiba saja berubah dengan mendadak seperti ini.
"Kenapa Changya?" Tanya Zhoumi pada Henry.
"Yack.! Jangan panggil aku seperti itu. Aku bukan chagya mu dan aku juga bukan siapa-siapamu begitu pula sebaliknya" Kata Henry membuat Zhoumi sedikit berpikir.
"Kamu kenapa sih, kok tiba-tiba berubah begini. Bukankah tadi kamu sudah setuju menjadi istri dan umma dari anak-anakku. Jadi sudah sewajarnya dong kalau aku memanggil kamu Chagya biar terasa lebih dekat begitu" kata Zhoumi dengan tampang sedikit kesal. Tapi ternyata kini Henry sudah tak merasa takut lagi dengan Zhoumi. Buktinya dia masih saja memasang tampang kesalnya pada namja tampan itu.
"Ia itu kan tadi, sebelum aku tahu kalau ternyata kamu bohongin aku" kesal Henry yang sudah meluap-luap.
"Aku bohongin kamu gimana sih Chagya?" Tanya Zhoumi heran karena dirinya tak merasa telah membohongi calon istrinya itu.
"Tadi kamu bilang hyung-hyung kamu nggak akan ngapa-ngapain hyung-hyungku kalau aku mau jadi istri kamu kan" kata Henry, Zhoumi mengangguk masih mendengarkan namja imutnya berbicara. "Tapi kenapa hyungmu malah meniduri hyungku Kibum? Asal kamu tahu aja, aku itu sayang banget sama hyungku yang satu itu" kata Henry yang mulai memasang wajah sedihnya. Tapi wajah sedihnya itu ternyata tak bisa membuat Zhoumi merasa iba.
"Sepertinya aku nggak menjanjikan kalau saudara-saudaraku itu tak akan menikahi hyung-hyungmu" kata Zhoumi santai sambil menatap Henry. Henry balik menatap Zhoumi dengan tatapan tajam membunuhnya.
"Apa maksud kamu, bukankah tadi kamu jelas-jelas mengatakan seperti itu" kesal Henry.
"Hey, tadi aku Cuma janji kalau saudara-saudaraku nggak akan membunuh Hyung-hyungmu kalau kamu mau menjadi istriku. Aku berjanji seprti itu. Kalau saudara-saudaraku mau menikahi hyung-hyungmu ya itu urusan mereka. Mungkin mereka sama sepertiku, langsung jatuh hati pada kalian bersaudara" kata Zhoumi menjelaskan. Henry mulai berpikir kalau yang dikatakan ZHoumi itu ada benarnya juga. Dan ia pun mulai mengutuk dirinya sendiri yang mudah di bohongi dan sangat polos. Terlalu polos bahkan.
"Akkkhhh…." Teriak Henry kesal. "Terserah apa pun itu alasan kamu, yang jelas aku nggak mau jadi istri kamu. PERJANJIAN DI BA-TAL-KAN" kata Henry yang langsung turun dari tempat tidur dan hendak beranjak pergi namun dengan cepat langsung di cegat Zhoumi. Henry menatap Zhoumi yang sedang memegang lengan kanannya dengan kesal.
"Mau kemana?" Tanya Zhoumi dingin tanpa menghiraukan tatapan menusuk dari henry yang tak berpengaruh apa-apa padanya.
"Mau pergi mencari Hyungku. Pasti dia ada disini kan. Aku akan menolongnya dari hyung kamu itu" kata Henry ketus.
"Nggak akan aku biarkan kamu pergi meninggalkan ruangan ini walau hanya satu langkah pun itu" kata Zhoumi yang langsung mencengkran lengan Henry semakin kencang membuat namja imut itu meringgis sakit.
"Arg.. Lepasin, sakit tahu" kata Henry mencoba melepaskan gengaman Zhoumi pada lengan kanannya. Ia berusaha melepaskan gengaman satu tangan itu dengan bantuan tangan kirinya sambil terus mengerak-gerakan lengan kanannya agar cengkraman Zhoumi sedikit mengendur dan dia bisa terbebas dari namja tampan yang sudah memasang wajah dinginnya pada Henry.
"Nggak akan, aku nggak akan melepaskan kamu sebelum kamu jadi milik aku seutuhnya" kata Zhoumi dingin.
"Nggak mau, aku nggak mau jadi milik kamu" kata Henry yang terus memberontak dari cengkraman Zhoumi.
"Kita lihat saja siapa yang akan tertawa terakhir setelah ini, aku atau kamu" kata Zhoumi yang langsung mendorong tubuh Henry keatas tempat tidur lagi. Dengan cepat Zhoumi menindih tubuh kecil Henry. Henry terus berusaha melepaskan diri dari Zhoumi.
"Yack.! Pergi, jangan dekati aku" kata Henry sambil terus mendorong tubuh Zhoumi.
Zhoumi tak membalas kata-kata Henry. Ia malah mulai melumat bibir Henry lagi dengan sangat kasar membuat semua teriakan Henry terbungkam.
"Hmmm.. mmmppp…" Henry terus berusaha lepas dari Zhoumi.
"APA YANG KAMU LAKUKAN" teriak Henry marah saat Zhoumi melepaskan ciuman panas nan liarnya tadi.
"Memilikimu" jawab Zhoumi santai dan kembali hendak mencium Henry lagi.
Pllakkkk….
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Zhoumi. Namja tampan itu tak mengira ternyata namja imut yang terlihat lemah ini bisa juga memukulnya. Zhoumi memandang Henry dengan tatapan sangat marah. Kini ia sudah seperti devil yang sangat murka karena kenyamanan tidurnya terganggu(?).
"Yack.! Minggir…" teriak Henry yang langsung mendorong tubuh Zhoumi lagi hingga tubuh namja tampan itu lagi-lagi jatuh kelantai.
Tanpa membuang-buang waktu, Henry langsung turun dari tempat tidur sambil mengelap bibirnya yang sedikit basah akibat aksi liar Zhoumi tadi. Henry sedikit menoloh kearah Zhoumi yang sedang mengerang sakit setelah itu ia langsung pergi secepatnya hendak meninggalkan ruangan mengrikan ini.
Namun baru juga tangannya menyentuh pintu kamar, tubuhnya sudah tak bisa digerakkan lagi. Henry sedikit bingung dengan keadaan badanya sendiri yang tak mau bergerak mengikuti instingnya. Zhoumi yang menatap Henry yang sudah tak bisa bergerak lagi sedikit tertawa.
Zhoumi segera beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekati tubuh Henry yang sudah tak bisa digerakkan lagi. Dipeluknya tubuh Henry dari belakang sambil menghirup wangi tubuh sang calon korbannya itu. Henry sedikit bergidik resah menerima perlakuan dari Zhoumi itu.
"A-apa yang kamu lakukan. Kenapa tubuhku nggak bisa digerakin seperti ini?" Tanya Henry takut-takut.
"Hanya mempermudah kerjaku saja. Kan kalau kamu nggak memberikan banyak perlawanan kita jadi bisa secepatnya melakukan 'itu'" kata Zhoumi sambil menciumi tengkuk Henry.
"Apa maksud kamu, aku nggak akan pernah mau melakukannya sama kamu. DASAR NAMJA LICIK" kata Henry marah. Namun mau semarah apa pun Henry, dia nggak akan bisa lepas begitu saja dari matra Zhoumi yang sudah membuat tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali.
Zhoumi tak menghiraukan teriakan-teriakan kemarah yang keluar dari bibir mengoda Henry. Ia malah langsung mengangkat tubuh Henry ala bride style dan membawanya kembali ketempat tidur. Zhoumi melatakkan Henry dengan perlahan diatas tempat tidur. Ia langsung menindih tubuh Henry lagi.
"Aku nggak akan main pelan sekarang. Kita bermain sedikit kasar oke" kata Zhoumi sambil mengerlingkan matanya pada Henry. Dengan perlahan Zhoumi membuka pakaian atas Henry dengan pakasa atau lebih tepatnya ia merobek baju atas Henry.
"YACK.! JANGAN LAKUKAN ITU … BERHENTI MEMBUKA SEMUA PAKAIANKU" Henry yang sedari tadi masih diam mendengar kata-kata Zhoumi yang membuatnya sedikit shock mulai menjerit-jerik kencang. Ia ingin segera bebas dari namja yang menurutnya aneh dan mesum yang saat ini tengah mencoba melepasakan seluruh pakaian yang tengah melekat ditubuhnya.
Zhoumi menghentikan aksinya saat ia sudah sukses melepaskan semua pakaian yang melekat ditubuh Henry dengan kasar. Kini tubuh Henry telah polos tanpa benang sehelai pun beda dengan dirinya yang masih mengenakan pakaian lengkap.
Zhoumi memandangi tubuh putih nan mulus milik Henry yang terpampang jelas didepannya tanpa penghalang sama sekali. Beberapa kali ia dengan sedikit susah menelan salivanya sendiri.
"APA YANG KAMU LIHAT. CEPAT LEPASKAN AKU…" teriak Henry sambil terus meronta-ronta dan mengerakan badannya dengan percuma. Zhoumi ttersenyum senang melihat tingkah calon istrinya itu. dibelainya wajah Henry dengan penuh kasih sayang.
"Diam dan nikmati saja oke.." bisik Zhoumi ditelinga Henry lalu mulai melumat bibir Henry dengan lembut tak seperti tadi sangat kasar.
"Agrhh… ahhh…. Mmppp…." Erangan Henry mulai terdengar saat Zhoumi terus menciuminya. Tangan Zhoumi tak mau tinggal diam. Kedua tangannya mulai bergerilya menyentuh setiap inci tubuh Henry. Zhoumi membelai lembut tonjolan didada Henry membuat rangan tertahan Henry semakin terdengar jelas.
Dengan perlahan Henry mulai bergerak. Ia kini tengah mengigit pelan telinga Henry membuat tubuh namja imut itu bergelinjang pelan menerima sensai rangsangan yang sama sekali belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Arrggghhh…." Erangan sedikit panjang keluar begitu saja dari mulut Henry saat Zhoumi menggigit dan menjilati Leher Henry. Zhoumi meninggalkan tanda berwarna merah keunguan beberapa buah dileher putih mulus Henry yang perlahan berubah warna.
"He-hen… ti.. kan… Arrhhhhhgggg" erang Henry lagi saat Zhoumi tiba-tiba saja meremas kuat juniornya yang masih tidur. Dengan perlahan Zhoumi memainkan junior Henry hingga junior itu bangun dan menengang sempurna. Zhoumi tersenyum puas saat melihat junior Henry sudah menengang.
"Wah… ternyata kamu mudah terangsang ya. Buktinya lihat saja ini, juniormu sudah berdiri dengan tegak. Padahal aku baru merangsangnya dengan sedikit sentuhan" kata Zhoumi dengan senyuman evil dibibirnya.
"YACK.! JANGAN SENTUH… AHH…. LEPASKAN…. ARRGHHH… AKU… HUHH…" Balas Henry sedikit terputus-putus antara kalimat dan erangan. Zhoumi bukannya melepaskan gengamannya pada junior Henry, ia malah semakin merangsang junior Henry. Di kocoknya dengan teratur Junior yang ada dalam gengaman tangannya itu membuat erangan-erangan Henry semakin terdengar jelas. Zhoumi tersenyum puas lalu kembali menciumi tubuh Henry.
Kini Zhoumi tengah asik menciumi, menjilat dan mengulum nipple sebelah kanan Henry sedangkan tangan kanannya asik memainkan nipple sebelah kiri Henry dan tangan kiri Zhoumi masih betah merangsang junior Henry.
"Ahh… uh… he… ti… kan….aku.. sudah.. tak.. tahan.." erangan Henry tak bisa ia tahan-tanah. Ia terus mengerang membuat ZHoumi juga semakin terangsang. Zhoumi mulai merasakan ada sesuatu yang mulai bangkit didaerah selangkangannya yang membuat celana yang ia gunakan semakin sempit.
"Keluarkan saja semuannya" kata Zhoumi santai. Tak lama setelah itu Henry mulai mengerang keras. Tubuhnya sedikit bergetar saat ia mengeluarkan semua cairan cintanya yang membasahi telapak tangan kiri Zhoumi.
"Hah.. hah.. hah.." nafas Henry sedikit tak teratur akibat klimaksnya barusan. Zhoumi yang melihat mulut Henry sedikit terbuka saat namja imut itu mengumpulkan nafas untuk mengisi paru-parunya langsung mengecup kilat mulut terbuka Henry. Henry terdiam saat melihat Zhoumi mengecupnya kilat.
"Kamu cepat sampai juga ya. Padahal kita baru memulai pemanasan lho. Kita belum ke tahap intinya" kata Zhoumi berbisik ditelinga Henry.
"APA LAGI YANG MAU KAMU LAKUKAN HAH? CEPAT LEPASKAN AKU" teriak henry marah. Zhoumi terkekeh pelan.
"Aku nggak akan menghentikannya sebelum kamu jadi milik aku sepenuhnya" kata Zhoumi santai. "Liahat, cairan cintamu banyak juga ya. Sampai membuat tanganku basah seperti ini" kata Zhoumi sambil memperlihatkan tangan kirinya yang penuh dengan cairan putih kental yang keluar dari dalam tubuh Henry tadi.
"Hemmm… manis, seperti kamu" kata Zhoumi sambil menjilati semua cairan kental yang ada ditangannya. "Kamu mau? Ah.. Kamu harus merasakan cairanmu sendiri. Ini ayo jilati.!" Suruh Zhoumi sambil mengarahkan tangan kirinya kebibir Henry, namun Henry langsung memalingkan wajahnya tak ingin melakukan apa yang tadi di suruh oleh Zhoumi.
"Nggak mau, ya sudah kalau begitu" kata Zhoumi cuek. Ia kembali menjilati tangannya hingga semua cairan yang tadi membasahi tangannya kini sudah berpindah tempat kedalam perutnya.
Zhoumi memulai aksinya lagi kali ini ia langsung bermain pada tubuh bagian bawah Henry. Namun ia tak langsung melakukan kegiatan inti, ia ternyata masih cukup bersabar untuk merengut kevirginan Henry. Kini Zhoumi sudah memposisikan wajahnya didepan selangkangan Henry yang sedikit basah dengan cairan putih kental miliknya sendiri.
Zhoumi membelai paha Henry dengan perlahan, ia memberikan rangsanga lagi pada tubuh Henry membuat namja calon istrinya itu kembali mengerang keras. Zhoumi sangat menyukai suara erangan Henry. Karena menurutnya suara-suara erangannya itu sangat sexy hingga bisa membuat nafsunya kian meningkat.
Dengan perlahan Zhoumi menyentuh junior Henry lagi. Di remasnya junior Henry yang tak lebih besar dari miliknya. Henry terus merngerang nikmat. Zhoumi mengocok pelan Junior Henry membuat junior Henry yang tadi sudah lemas kembali bangkit dan menegang lagi. Zhoumi kembali tersenyum saat melihat Henry kembali bernafsu.
Zhoumi memasukan junior Henry kedalam mulutnya. Ia mulai mengeluar masukkan junior Henry dengan perlahan kedalam mulutnya. Erangan Henry semakin tak bisa ia tahan. Zhoumi terus mengerjai Henry.
"Ahh….. hhaa…. Uhhmm…"
"Hen… ti.. kan… uhhh…. Ahh.."
"Kamu yakin mau menghentikan semua ini?" Tanya Zhoumi disela-sela kulumannya. "Sepertinya kamu nggak yakin deh" kata Zhoumi lagi karena tak melihat respon lain selain desahan yang keluar dari mulut mungil Henry.
"Ahhh… uhh…" erangan Henry semakin terdengar saat Zhoumi mengeluar maskukan Junior Henry dengan tempo yang lebih cepat saat ia merasakan junior dalam mulutnya sedikit berkedut-kedut hendak mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.
"Aarrggghhhh…." Erangn panjang Henry terdengar kembali saat ia mencapai klimaksnya untuk yang kedua kalinya. Henry mengeluarkan cairannya didalam mulut Zhoumi yang langsung ditelan oleh namja tampan itu. Zhoumi menyisakan separuh cairan kental milik Henry. Dengan cepat ia berbagi cairan yang ada dalam mulutnya pada Henry melalui ciuman maut yang ia berikan. Henry dengan susah payah tak mau menerima cairan kentalnya sendiri namun karena tak bisa berbuat apa-apa akhirnya cairan kental itu berhasil ia telan juga.
"Kamu curang chagya… masak kamu sudah klimak dua kali tapi aku belum sama sekali. Bagaimana kalau sekarang kita masuk ke acara inti" kata Zhoumi yang langsung melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan dan melemparnya kesembarang tempat. Dan terbebaslah juniornya yang sejak tadi sudah tak sabar ingin merasakan sempitnya lubang Henry.
"Yack.! A-apa yang mau kamu lakukan. Kenapa kamu membuka bajumu seperti itu" panik Henry saat melihat Zhoumi tengah melucuti pakaiannya sendiri hingga namja tampan itu benar-benar naked sama seperti dirinya.
"Setelah ini kamu akan sah menjadi istriku Chagya. Seperti hyungmu Kibum yang sudah sah menjadi istri hyungku Siwon" kata Zhoumi sambil tersenyum mesum pada Henry.
"Nggak, aku nggak mau. Aku mohon jangan lakukan itu" pinta Henry dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Nggak bisa chagya. Aku sangat menginginkan akan darimu" kata Zhoumi.
"Tapi aku ini namja. Dan namja itu nggak bisa memiliki anak" jelas Henry.
"Kita lihat nanti saja, apa kamu bisa memberi aku anak atau tidak" kata Zhoumi yang langsung memposisikan juniornya didepan hole Henry. Henry langsung panik begitu saja.
"Jangan, aku kohon jangan lakukan itu" pinta Henry dengan sangat. Air mata masih membanjiri pipi mulusnya. Nanun Zhoumi tak mau mendengarkan keluhan Henry. Dengan perlahan ia mendorong masuk juniornya kedalam Hole Henry.
"Arrgghhh….." erang Henry kesakitan saat kepala junior Zhoumi telah masuk kedalam Hole sempit yang tak pernah terjamah sebelumnya. Air mata Henry semakin deras mengalir saat merasakan sakit dibagian bawah tubuhnya.
"Sakit… Keluarkan.. sudah.. jangan dimasukan lagi… arrgggjhhhhhh" Pinta Henry namun bukannya mendengrakan kata-kata Henry, Zhoumi malah semakin memaksakan juniornya untuk masuk kedalam hole sempit Henry.
"Ahh… sempit sekali lubangmu ini chagya. Pasti aku orang pertama yang berhasil memasukinya" kata Zhoumi sambil terus memasukan Juniornya kedalam lubang sempit Henry.
"Arrgghhhh…" erang Henry saat junior Zhoumi tertanam sempurna dalam lubangnya. Ia merasakan ada sedikit darah yang mengalir keluar dan membasahi sepray.
"Ahh… uhh…. Ahhh…. Ah…. Ahhh…" Zhoumi mulai mengerakkan tubuhnya hingga membuat juniornya keluar masuk dalam lubang Henry.
"Sa.. kit.." Henry meremas sepray dengan kencang menahan rasa sakit yang masih melanda tubuh bagian bawahnya. Ia merasa tubuhnya bagaikan terkoyak-koyak saat junior besar dank eras Zhoumi menyodok-nyodok lubangnya.
"Ahh… nikmat… uhh… lubangmu sempit dan nikmat chagya" erang Zhoumi sambil terus mengenjot tubuh Henry. Zhoumi menutup matanya menikmati setiap sensasi nikmat pada juniornya yang seperti sedang diremas-remas didalam lubang hangat Henry.
"Ahhh… ahhh…. Uhhh… ahhh…" perlahan dan pasti kini Henry tak lagi merasakan sakit. Ia mulai mengerang nikmat akibat sensasi yang diberikan antara dinding holenya dengan junior Zhoumi yang saling bergesekan.
"Ahh… ah… ahhh…" erangan keduanya kini mendominasi di setiap sudut kamar. Henry yang sudah tak tahan kembali mengeluarkan cairannya untuk yang kesekian kalinya. Sedangkan Zhoumi masih saja kuat dan belum mengalami klimaks sama sekali padahal Henry sudah tampak lemas kelelahan menlayani nafsu dan hasrat Zhoumi yang sangat besar.
"Sudah…ahhh… hentikan… aku… ahhh… letih.." kata Henry yang tampak begitu lemas.
"Sebentar lagi chagya, aku akan segera selesai" kata Zhoumi yang langsung menbergerak lebih cepat. Junior Zhoumi keluar masuk kedalam Hole Henry dengan cepat. Zhoumi sudah merasakan juniornya sendiri mulai berkedut-kedut hendak mengeluarkan semua sari dari dalamnya.
"Arrggghhh…" erang Henry saat ia lagi-lagi mengalami klimaks. Ia tampak semakin lemah.
"Arrgghhh" tak lama Zhoumi pun memuntakkan spermanya didalam tubuh Henry. Ia langsung roboh menimpa tubuh Henry yang ternyata sudah tak sadarkan diri. Zhoumi mengecup kening Henry.
"Gomawo chagya… cepatlah hamil dan lahirkan anak-anak kita" kata Zhoumi yang langsung mengeluarkan juniornya dari dalam hole Henry. Zhoumi merebahkan tubuhnya disamping Henry. Ia menarik selimut hingga munutupi tubuh nakednya dan Henry. Zhoumi mulai mencoba untuk tidur sambil memeluk tubuh tak sadarkan Henry hingga ia benar-benar tertidur.
^_^ Seme Island ^_^
Malam harinya Zhoumi mulai terbangun karrena suara berisik. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali. Gelap gulita… itu lah yang ia ketahui pertama kali. Zhoumi langsung menghidupkan lampu-lampu yang ada didalam kamarnya itu tanpa harus bergerak banyak.
Kini ia tahu suara berisik apa tadi yang menganggu tidurnya. Ternyata itu adalah suara tangisan Henry. Kini Henry tengah duduk sambil menekuk kedua kakinya didada dan membenamkan wajahnya diantara kaki dan tangannya.
"Kenapa menangis?" Tanya ZHoumi pelan sambil Henry. Henry dengan perlahan mengangkat wajahnya dan memandang kearah Zhoumi dengan penuh kebencian.
"AKU MEMBENCI KAMU" teriak Henry nyaring.
"Tak masalah" kata Zhoumi santai. "Mau sebenci apa pun kamu padaku, kamu sekarang sudah sah menjadi istriku. Dan aku yakin sebentar lagi pasti kamu akan segera mengandung anak-anakku" kata Zhoumi lagi-lagi dengan sangat santai membuat Henry semakin muak melihat namja yang ada disebelahnya yang sudah merampas kesuciannya tadi siang.
"Nggak, aku nggak akan sudi mengandung anak kamu. Lagi pula aku ini namja bukan yeoja yang bisa hamil. Kamu tahu itu bukan" kata Henry kesal, ia masih meneteskan air matanya.
"JANGAN SENTUH AKU" teriak Henry lantang saat Zhoumi hendak menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Buukkk…
Sebuah bantal tepat melayang kearah wajah Zhoumi. Bantal itu tak lain dan tak bukan dilempar sendiri oleh Henry. Zhoumi henghela nafas saat melihat pancaran kemarahan dimata Henry. Zhoumi mengurungkan niatnya untuk menyentuh Henry, ia tak mau membuat istrinya yang sedang marah itu tambah marah lagi.
"Sudahlah kalau kamu nggak mau aku sentuh. Jangan menagis lagi, ini sudah malam. Sebaiknya kamu tidur, karena aku juga sudah mau tidur" kata Zhoumi yang kembali merebahkan tubuhnya disamping Henry dengan posisi yang memungungi Henry.
Henry menatap punggung Zhoumi dengan kesal. Ternyata namja yang berstatus suaminya itu sudah kembali terlelap dalam mimpi indahnya meninggalkan dirinya yang masih menangis meratapi nasib dirinya dan keempat hyungnya. Tiba-tiba saja ia jadi merindukan hyung-hyungnya itu.
"Hyung… kalian dimana. Aku ingin bercerita tentang dia" kata Henry sambil menatap punggung Zhoumi kesal.
^_^ TBC Oke.. ^_^
Zhoury Couple selesai…
Next chap itu OnKey Couple…
Ayo yang baca tinggalkan jejak kalian…
Comment yang panjang ya….
Replay Riview…
HISAGIsoul: mianhae blm ad NC.a... al.a q pegel ngetik ini ff kmrn. tapi q udh usahaiin buat update kilat nih... sabar aja menunggu yunjae yg bkl dtng akhiran...
upa upa: bagaimna panjang ga bagian Zhoury.a? q pegel ngetik.a.. TT_TT ga ketebak u spa. Kn tmn fb q seribu lebih. Msk mw d absen 1" sih, ga sangup TT_TT. Emg u spa? ==a
YuI-chan d'GoldenSnake: emg tissue buat apa? Kn ini crta.a ga angst? =='a sya update cepat kan.. kan… setelah membaca chap ini apa masih mengangap mimi baik? ia yunjae bkl jd yg terakhir. Al.a bnyk yg menunggu couple ter-hot itu khu.. khu… khu.. saya gat w apa kah harapan u terkabulkan. Apa kah ini chap udh pnjang n full lemon? Cuma u yg tw. Q buat ini ff Cuma bbrp jam aja jd seada.a saja ya lemon.a…
aki-taka 'rei-chan: tbc karena tangan saya pegal ngetik. Tapi sekarang saya sudah update lagi. n lagi" jari" tangan q jd pegel. TT_TT mau pijetin ga? #wajah innocent
icha22madhen: yupss… semua uke.a d rape.. hahhahaha…. #ketawa setan d sumpal ryuk ma kira.
Delta Dwina Alpha Fujoshi: yang yunjae terakhiran….
HyukAimimi fishy: rated.a T deh kmrn kl ga salah… rated M.a bru d sini…. Q udh update kilat nih… hanchul ma yunjae akhiran setelah ini Onkey.
Minnie Seongmin: Ia siang, kan buat baby.a siang hari. Mianhae kl pendek al.a q buat ini ff Cuma bbrp jam aja sih.
Arisa Adachi: yunjae akhiran ya… #lari sebelum d bunuh masa.
Pipit-SungminniELFishy: hanchul ke empat ya.. setelah ini Onkey dulu. Semoga anda bersabar menunggu.a… mochi memang sangat polos seperti yg buat ff #k tahuan bo'ong.a…
Nic'TripleKissCassiELFShawol: mas.. mas… q ini yeoja tahu… dsr abstrak… saeng yang menyebalkan… siwon ga akan mw ma u. kl ma onnie ia mw. Henry emg polo sky onnie #GA ADA PROTES…
Kanna Ayasaki: wah.. itu toa yg d pake hasil nerampok tetanga sebelah rumah q ya? D caraiin yg punya tuh. NC.a sekarang… q update kilat nih…
Minnie Chagiy4: ga apa" kok. Masih tetap bisa review d chap ini juga kok.. hehhee… review lg ya..
Thazt: zhoumi msh sma aja tuh ky wonwon… main terkam…
shiraiden sanji: q update.a ga lama" kan… tp gat w lemon.a asem /ga. Kn buat ff.a Cuma bbrp jam aja.
Superol: sabar… yunjae.a akhiran…
Superol: seperti.a Henry mlh jd terpaksa deh… -_-
